Huwaaaah!!!! Baru tahu rasanya jadi orang sibuk (hiperbola)!!! Guru-guruku bner-bner baek hatti skalli... mending klo ngasih pe-er Cuma suruh ngerjain soal! Ni ada yang minta CD pembelajaran... n saia yang ga bisa pake power poin musti bisa dlam satu minggu ajja...
(Walah.. jadi curhat...)
Pkoknyiaaa... gomen buat yang nunggu ampe jenggotan,, sbenernya c saia bisa aplot tiap hari d skul, ttp : komputernya buwat rebutan, n ples-dis saia masih dpinjem urang. Mnta doanya biar saia bisa cpet2 aplot.
Dannn... minggu ini (3-8 maret 2008) saia sibuk sekale,, ngurusin bunkasai d skul saia tgl 9nya. Ahik-ahik,, tambah repot...
(ye... malah curhat...)
As usual,, teng kiu sama yang ngasih repyuw!!! Kalian smua baiikk sekali!!! Ihik-ihik... ni balesannya...
Sora no Aoi : makasih buwat dukungannya!! Jangan lupa doain saia bisa apdet min. sminggu skali. Ok?
Eluniumtherareone : bner ga nulis namanya? Takut sala... don't cry! The next chapter is ready to read!!
Reku-maku : dlapan ribu... er...? (nglirik panpik yang baru stengah jalan) iya... banyak juga ya... knapa saia smpet buat panpik... itu namanya sikrit abiliti!!! Ngga,, kbetulan tugas-tugas skul bnyak berurusan dengan komputer,, jadi saia kerjanya nyambi,, kalo pe-er lagi senep saia lanjutin dulu ni panpik... trus kalo ada ide nongol pas di skul ato dimana aja,, langsung dicatet sama media terdekat yang bisa diraih (cth : hape, kertas, tangan, tembok... yang terakhir ngga deh,, masa mo bawa-bawa potongan tembok pulang?)
Itachi4ever : yap,, kekuatan utama si Shigure itu emang api (berlawanan banget sama namanya ya?). Ni panpik bukan sekwel yang kmaren... itu biar pnasaran ajja... hehehe...
Funsasaji1 : makassi...! kalo shinobi slayer bneran ada, naruto dah tamat d chapter 1... knapa Ino yang mati,, soalnya dia yang memenangkan undian 'sapa-yang-mati-duluan'. Temari... kita liat aja nanti, ok?
Pink-violin : makassih...! kalo yang sekarang-sekarang ini mungkin lum ada battle,, tapi pasti ada kok. Dannn... seru (ini kata author lho...).
Yawda,, let's start!!!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
End of Shinobi World
Disclaimer : jikalau naruto milikku,, makanan paporit si naru adalah sate padang ato gado-gado. Dan Tsunade tergila-gila pada es cendol.
OC : Shigure (unknown family name ).
Age : about 19 (Naruto Shippuuden)
Abilities : yang utamanya ngubah tubuhnya jadi api sebagai efek dari pemakan buah iblis mera-mera, otomatis dia gak bisa berenang (kanazuchi). Sama jutsu-jutsu biasa..
Description : kunoichi yang lupa semua masa lalunya ini tinggal bersama Pain dan Konan sejak berumur enam tahun, tak heran kalau ia menganggap mereka berdua orangtuanya. Keras kepala, kadang sok tahu dan bertindak semaunya sendiri (mirip sapa ya..?). Rambut merah tua nyaris hitam, mata biru (kombinasi yang aneh).
Likes : cuaca hangat, teh hitam panas.
Dislikes : rain, ice, apapun yang bisa bikin orang gemetar kedinginan. Sama tugas dari Pain yang gagal dilaksanakan.
Time : Naruto Shippuuden.
Chapter 2 : ...and the sky crying for his death...
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
PAIN and UCHIHA ITACHI
Hanya dua jam kemudian, Pain dan Itachi sudah mendekati tempat Shigure. Keduanya mengistirahatkan diri di sebuah kedai sushi.
"Aku tak suka ini juga, Itachi… tapi kita memang 'dipaksa' keluar dari sarang, yah… begitulah istilahnya…"
Sashimi Itachi berhenti di udara. Uchiha muda itu menutup mulutnya,"benar-benar... aku jadi ingin tahu apa sebenarnya tujuan Shinobi Slayer itu. Sampai Shigure juga..."
"Dan kita berada disini untuk menangkap penculiknya, kan?"
Itachi menghela napas, "yeah…" pandangannya menerawang, ia melamunkan sesuatu, "kau masih mengkhawatirkan Shigure?"
Bahu Pain sedikit menegang, "mengingat kita sudah kehilangan terlalu banyak anggota inti, aku tak bisa menyingkirkan masalahnya dengan mudah begitu saja." ketua Akatsuki itu menyeruput tehnya, "Shigure…"
Itachi menggenggam gelas tehnya erat-erat, berharap Shigure baik-baik saja.
"Baiklah. Ayo, Itachi!"
Kedua anggota Akatsuki tersebut berdiri diatas tebing, menatap kesibukan dibawahnya. Sebuah bangunan aneh putih berdiri di lembah, lapangan yang mengelilinginya dipenuhi oleh orang-orang yang mondar-mandir.
"Tempat yang aneh…" Itachi bergumam," aku tak pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya. Apa kau yakin kalau kita masih di dunia shinobi?"
Sang ketua tidak menjawab, ia hanya melihat kerumunan itu dengan ekspresi aneh, matanya menyusuri lembah, tampak kaget dan bingung.
"Pain-san?"
Pain tampak terlonjak kaget,"a--apa? Doshite?"
"Anda… sepertinya tidak sehat, atau ada sesuatu yang anda kenali dari mereka?"
"Bu--"
NGOOOOOOOOOONG!!!!!!! NGOOOOOOOOOOOOOOONG!!!
Percakapan mereka terhenti disitu, karena sebuah sirine berteriak dengan kerasnya. Kemudian, seberkas cahaya menyinari mereka yang berdiri diatas bukit.
"PENYUSUP!! PENYUSUP TERDETEKSI!!"
Kedua Akatsuki segera berlari turun, langsung menyadari semua teknik mereka tak mempan pada orang-orang itu, yang menggunakan timah-timah panas sebagai senjatanya, sesuatu yang belum pernah dilihat keduanya.
Pain menarik tangan Itachi," ke gedung itu!! Aku bisa menahan mereka sebentar!" Pain menunjuk tabung raksasa tak jauh dari mereka, "Shigure ada di lingkar kedua dari bawah, tepat di depan pintu masuk!"
"Pain-san!!" Itachi menjatuhkan diri ke pintu, sementara Pain menghalau orang-orang itu diluar. Merasa tak punya pilihan lain, Itachi masuk kedalam, mencari tanda-tanda Shigure.
Pertama ia melihat seluruh isi ruangan itu, yang berupa ribuan tabung-tabung menempel di sepanjang dinding. Setiap tabung yang berwarna kehijauan berisi seorang ninja dengan masker berpipa di wajahnya. Itachi mengamati mereka tak hanya berasal dari satu desa saja, ada macam-macam. Matanya melewati beberapa tabung kosong, yang juga berisi cairan yang sama.
Jantung Itachi berdebur semakin kencang seiring pandangannya menuju tabung tepat di atas kepalanya.
"SHIGURE!!"
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
UCHIHA ITACHI and SHIGURE
Shigure satu-satunya yang masih bergerak di dalam tabung. Tangannya berusaha melepas masker yang menutupi hidung dan mulutnya, namun setiap detik kekuatannya seolah disedot cairan di dalam tabung itu. Kakinya menendang-nendang kaca tabung, menimbulkan suara 'duk-duk' pelan.
Itachi memanjat beberapa tabung untuk mendekati tabung Shigure. Ia menghantamkan tinjunya ke kaca, namun itu hanya membuat buku-buku jarinya sakit. Usahanya tak sia-sia, Shigure menyadari keberadaannya. Gadis itu mengulurkan tangan kepadanya, tampak semakin lemah di dalam sana.
"Daijoubu!!" teriak Itachi, "Aku pasti akan mengeluarkanmu dari sana!!"
BRAAKK!!!
Mendadak orang-orang berpakaian serba putih menerjang masuk ruangan. Semuanya mengenakan topeng putih yang seragam, juga menggenggam pipa besi panjang berpelatuk di tangan masing-masing.
"Dua koleksi baru," yang paling depan menyeringai, mengarahkan pipa besi berpelatuk ke kepala Itachi, yang langsung menyiapkan kunai.
"Aku sedang kesal…"bisiknya, membalas kata-kata orang itu, "koleksi atau apapun… aku hanya ingin keluar dengan damai. Mood-ku sedang jelek, sebaiknya berhati-hati--"
BUM!!
Peluru berdaya ledak besar meluncur dari senjatanya. Itachi melompat menghindar, membiarkan pelurunya menghantam tabung berisi Shigure. Tabung itu meledak dengan suara keras, menumpahkan isinya membanjiri lantai. Orang-orang itu disibukkan oleh kekacauan, memberi kesempatan pada Itachi untuk menyambar Shigure dan pergi lewat tempatnya masuk tadi.
Keduanya berlari menyeberangi lapangan. Begitu mereka sampai di kaki bukit, mereka menjumpai sesosok tubuh di tengah lautan darah segar.
Shigure menjerit," P--Pain-sama!!??" ia menghampiri tubuh Pain di tanah. Itachi berlutut disebelahnya.
Pain membuka mata perlahan, tampaknya hal itu sulit sekali dilakukannya," I--Itachi… Shigure…" ia berbisik perlahan.
"Pain-sama…" Shigure menggenggam tangannya, mengalirinya dengan air mata.
"Pain-san," Itachi berkata dengan suara tercekat yang ditahan," orang-orang itu akan kembali lagi kesini. Mungkin… kita seharusnya menyingkir dulu."
DUAAAAAR!!!!
Ledakan terjadi lagi hanya beberapa meter dari mereka bertiga. Itachi dan Shigure membawa Pain pergi jauh-jauh.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
UCHIHA ITACHI, PAIN and SHIGURE
"Itachi-san?"
Yang ditanyainya tidak menjawab, terus berlari menembus kerimbunan hutan. Baru kali ini ia terlihat begitu cemas.
"Apa kita tidak akan beristirahat? Kakiku sakit, dan Pain-sama tidak begitu nyaman dengan perjalanan ini…"
"Oh--" Uchiha itu tampak agak kaget,"--ya, baiklah…"
Mendadak Pain menggenggam tangan Itachi erat, meringis menahan sakit yang amat sangat. Ia meraung keras, "AAAAAAAAARRGHH!!!"
Mereka buru-buru membaringkannya di tanah. Shigure panik, mencari apa saja yang dapat digunakan sebagai antibiotik. Ia menyambar beberapa tangkai bunga di dekatnya, meremas dan menangisinya, lalu merobek-robeknya dengan kunai. Shigure menaburkannya diatas luka terbuka Pain. Kemudian membuat beberapa segel satu tangan uantuk memulai proses penyembuhan dengan cakranya. Namun, cakranya segera meredup dengan cepat.
"Hhh…!! Kuso! Kuso neeee...!!" teriak Shigure. Keringat mengalir deras di dahinya, giginya saling bergemeletuk menahan hawa malam yang semakin dingin ," ayo!! Sedikit lagi…!! Sebentar lagi Pain-sama!!" air matanya mengalir, mengiringi darah yang menetes dari ujung-ujung jemarinya.
"Shigure…" Pain berbisik sangat lirih," hentikan… kalau begini terus kau bisa mati… sudah Shigure… apapun yang kau lakukan semuanya percuma saja…"
Gadis itu menurunkan tangannya, air matanya bercampur dengan darah dari bibirnya,"Pain-sama… yang penting anda tetap hidup… Cuma itu yang saya inginkan…"
"Itachi, lepas cincinku…"
Kedua anak buahnya terkejut. Pernyataan itu berarti 2 kemungkinan : keluar dari Akatsuki atau…
"Tampaknya aku tak akan bertahan lama, Itachi, Shigure,"
Gerimis turun. Diiringi jeritan petir yang menyayat langit.
Itachi melepas cincin 'Rei' dari ibu jari Pain.
"Nah, Shigure… sekarang kau bisa menjadi anggota inti Akatsuki, dari dulu kau selalu menginginkan ini kan?"
"Arigatou gozaimasu Pain-sama…" isaknya, sambil mengenakan cincin itu,"hanya saja… bukan dengan cara ini saya ingin memperolehnya…"
Pain tersenyum lemah.
Sebuah senyum yang terlalu dipaksakan.
Senyum yang nyaris bisa membuat Uchiha disebelahnya meneteskan air mata.
Andai saja hujan tidak turun.
"Kau tak boleh mati, Shigure. Kau sama berharganya dengan seluruh anak buahku yang lain. Aku sudah kehilangan Sasori, Deidara… tapi kau tak boleh mati… UHUK!!"
"Pain-sama… sudah… jangan bicara lagi… nanti luka anda--"
Pain menoleh menatapnya, entah kasihan atau perhatian, namun itu membuat Shigure tak sanggup lagi menatap Rin'negan-nya. Lalu kepala Pain beralih kepada Itachi.
"Untuk anak buahku yang paling tegar…" bisiknya," ekspresimu selalu begitu. Sepertinya aku sudah membuatmu melihat terlalu banyak kematian, ya?"
"Ya. Dan tidak."
Pain tertawa selebar yang bisa dilakukannya.
Membuat Itachi mensyukuri hujan ini, agar Shigure tidak melihat air matanya.
"Aku ingin kau menggantikanku."
Itachi benar-benar kaget mendengarnya,"anda serius?"
"Heh… Sudah lama aku memikirkan tentang siapa… yang paling berhak mengetuai Akatsuki begitu aku tak ada… Tak kusangka saat ini akan datang begitu cepat… Aku sudah merasakannya… begitu kulihat Shigure diculik, makanya aku mengajakmu."
Hening sejenak sebelum Itachi berkata, "baiklah. Akan kuteruskan misi anda."
"Baguslah… ingat, kegagalanmu tak bisa diterima."
Hujan turun semakin deras.
Namun awan-awan tebal disana menyingkir.
Seolah memberi tempat bagi sesuatu yang merekah di langit timur.
Bulan merekah.
Yang penuh dengan warna merah darah.
Mendadak Shigure bangun,"sepertinya kita dikejar… tunggu, mereka berhenti. Tampaknya mereka menemui halangan."
Hujan menderas lagi.
Padahal langit cerah diatas sana.
Dan kau bisa melihat bintang bertaburan dalam lautan galaksi.
"Shigure…"
"Ya?"
"Kau tahu tentang aturan hunter-nin, tentang apa yang harus kau lakukan jika kau menemukan mayat temanmu?"
"Tentu saja,"
"Lakukan itu padaku."
Shigure memberi tanda setuju dengan ekspresi kesakitan. Itachi mundur.
"Dengar, kalian berdua. Begitu Shigure selesai, hujan ini akan berhenti. Jangan berlama-lama di tempat ini, kalian harus segera pergi walaupun kemungkinan musuh tak akan mengejar karena bau tanah lembab menyamarkan bau kalian. Wakarimashitaka?"
"Wakarimasu…" keduanya mengangguk.
"Dan… Itachi, bantu dia. Sepertinya ia sudah kelelahan."
Shigure memulai dengan segel satu tangannya, sementara tangan kirinya menggenggam erat tangan Itachi untuk mengambil cakranya.
Pain tersenyum, memandangi bulan yang berada di puncak langit.
"Sayonara, minna…"
-----------------------------------------------------------------------------
Wahai jiwa yang menderita
Terperangkap dalam penjara bernama tubuh
Sekarang lupakan semua penderitaanmu
Langit terbuka menyambut sang pengembara…
Sementara Shigure membisikan rangkaian kata-kata tersebut, Itachi memperhatikan tubuh Pain yang perlahan terurai menjadi serpihan putih bercahaya, melayang lembut ke langit, seperti sekawanan kupu-kupu yang sedang bermigrasi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
KONAN
Di atap menara tertinggi markas Akatsuki, Konan sedang melakukan kebiasaannya, memandangi langit yang menyambut senja. Wanita itu membiarkan pikirannya terbang, menjelajahi ruang dan waktu.
-------------------------------------------------------------------------------
"Tempat ini benar-benar hancur... tak ada sesuatu yang tersisa..."
Dua orang, pria dan wanita, tiba di tempat yang tadinya hutan lebat, seolah baru saja terjadi ledakan di tengah-tengahnya, menghanguskan area hutan berbentuk lingkaran.
"Kyuubi baru saja berada disini," kata yang pria, "Dan para shinobi yang terluka atau mati juga sudah tak ada."
"Tanahnya masih panas," si wanita berjongkok, meraba tanahnya. Ia mengamati keadaan sekitarnya, "pertempuran semalam pasti seru sekali... ada apa, Pain?"
Pain, pria itu, bergerak cepat masuk ke dalam bagian hutan yang masih utuh. Kemudian ia keluar, menggendong seorang anak perempuan yang pingsan.
------------------------------------------------------------------------------
Lamunan Konan terputus. Di ufuk barat ia melihat kawanan kupu-kupu terbang ke langit luas. Setahuku tak ada kupu-kupu yang bermigrasi menjelang malam hari. Apa mereka...
Dari atas menara, Konan terbang dalam wujud ratusan kupu-kupunya. Saat salah satu kupu-kupu Konan menyentuh makhluk mirip kupu-kupu itu, ia merasakan seseorang mengatakan sesuatu, bergema seolah datang dari tempat yang jauh.
"...
Arigatou..."
Rasa penasarannya terhadap makhluk itu hilang. Kupu-kupunya berkumpul, membentuk sayap di punggung Konan, yang mengawasi makhluk itu pergi dengan rasa sedih, yang mendadak muncul tanpa disadarinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
UCHIHA ITACHI and SHIGURE
Shigure masih berlutut dimana tubuh Pain terbaring sebelumnya, menangis. Tangannya menggenggam sesuatu.
"P--Pain-sama..." isaknya, "... belum melihat ini..." Shigure membuka kepalan tangannya, tampak cincin 'sora', 'san', 'kita' dan 'sei' dalam genggamannya.
Itachi menepuk bahunya, "setidaknya kau sudah melaksanakan tugas terakhir dari Pain-san dengan baik. Ia pasti senang mengetahuinya." Katanya, sambil menahan air mata yang mau jatuh.
Shigure menatapnya dengan wajah yang basah dengan air mata, "tapi... tapi aku belum memberitahunya..."
"Kau dengar apa katanya tadi : kita harus segera pergi dari sini begitu hujan reda. Kalau tidak mereka akan menangkap kita," Itachi menarik tangan Shigure, memaksanya bangun, "ayo..."
Sesaat Shigure sudah setengah berdiri, ketika ia tersedak dan memuntahkan cairan hitam pekat. Sewaktu cairan itu menyentuh tanah, cairan itu berasap, meresap ke dalam tanah dan meninggalkan bekas mirip terbakar.
"Shigure!" Itachi membungkuk, membantunya duduk, "kau.. kenapa?"
Gadis itu memejamkan matanya, menahan sakit. Tangannya mencengkeram dada tepat di atas jantungnya. "Disini..." bisiknya, "... terasa... sakit. Se--sesakk...!! UHUK!! Hhh..." Shigure mendongakkan kepalanya, menoleh ke belakang, "Itachi-san... ayo, kita pergi..."
Itachi mengangguk, menarik lengan Shigure dan meninggalkan tempat itu.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
chapter duwa selese disni!! Moga-moga gag kepanjangan ato kpendekan...
as usual,, review plz!!!
