Minna-san, ketemu lagi sama saia,, moga-moga belun bosen nyuheehehe. Bulan ini menyenangkan skaliiii... habis bunka, langsung midtest!! Trus ada tes pra-OSN senennya!! Sapa yang gak seneng coba? (jantungan)
Senangnya,, akhirnya itu CD pembelajaran slese juga. Mustinya judulnya bukan CD pembelajaran, kan topiknya cuma bikin acc prenster (ya bgini kalo kehabisan ide bikin pe-er...). moga-moga aja waktu senen besok saia presentasiin swaranya keluar.
Betewe,, senangnya ngadain bunkasai!!! Biarpun abis itu menderita lumpuh-lutut-kebawah,, tetep aja seneng!!! Maklum, sekalinya pergi ke bunka ya,, bunka yang diadain skul sndiri... anak rumahan c...
Akhirnya satu dari seribu tujuan hidupku tercapai!! Ya-i-tu...
Minta foto bareng sama yang cosplay jadi Akatsuki!!! Nyahahaha!! Smua member en exmembernya ada (kec. Orochimaru) yang jadi Konan cakep banget lagi. Tapi tampangku aneh di foto,, ah gapapalah. Lagian ga ada yang tau kalo saia bukan cosplayer soalnya sama-sama pake jubah awan-awan itu... fufufu (sebenernya waktu saia mondar-mandir udah berkali-kali diajak poto bareng sama pengunjung. Biar gak ngaco lagi saia lilitin aja nemteg panitianya di kepala. Tapi klo ditanya jabatannya apa jawabannya 'anggota'...). buat kakak-kakak (sayang gak sempet tanya nama ato tukeran no. Hp! Huhuhu...) yang kemaren cosplay jadi Akatsuki,, arigatou gozaimashita!!!
Ngeliat tanggal bunkanya jadi inget laguna Remioromen yang 'sangatsu kokonoka' sama-sama 9 maret. Sapa yang kemaren dateng ke bunka di SMAN 1 Bekasi??? Ada gak ya...? klo ada, ada yang pernah liat saia? Pake jaket akatsuki, clana item trus tampangnya paling ngenes cuz harus maraton kliling skul. Sekarang (masih tgl 9 jam 9 malem lewat) masih agak budeg gara-gara jagain penonton biar gak maju-maju, n jaganya pas di depan pangggung waktu yang maen Melody Maker. Asik sih,, bisa nonton paling depan,, tapi gak tahan sama berisiknya...
Daaaaaaaaannnn... yang paling bego dari semuanya adalah,,
Saia kesana gak bawa duit seperserupiahpun. Untung kemaren ada yang beli tiket duluan tapi bayar sekarang. Aahh... karena itu saia bisa idup sampe sekarang (lo?)
Puncaknya saia gak bisa mangkal sampe malem lagi soalnya yang njemput keburu mo pulang... n keburu hujan. Saiang sekali...
Yah! Segitu aja ngobrol-ngobrolnya,, sepelti biaca, mali membalac lepyu. Ceandainya ada yang nggak kebalec,, maap ya...
Funsasaji1 : kenapa pain yang mati, dia menang hadiah kedua undian 'sapa-yang-mati-duluan'. Akatsuki gak bakal makin sepi, tapi sangaaaaat sepi. Liat aja di chapter-chapter berikutnya.
.hoshi.na-chan. : saking misteriusnya saia aja gak tau sapa sbenernya shinobi slayer itu (author dudud!!!) Gaara bakalan nongol kok... tapi di chapter depan, okeh?
Sora no Aoi : muakasssihh doa n smangatnya!!!
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
End of Shinobi World
Disclaimer : jikalau naruto milikku,, makanan paporit si naru adalah sate padang ato gado-gado. Dan Tsunade tergila-gila pada es cendol.
OC : Shigure (unknown family name ).
Age : about 19 (Naruto Shippuuden)
Abilities : yang utamanya ngubah tubuhnya jadi api sebagai efek dari pemakan buah iblis mera-mera, otomatis dia gak bisa berenang (kanazuchi). Sama jutsu-jutsu biasa..
Description : kunoichi yang lupa semua masa lalunya ini tinggal bersama Pain dan Konan sejak berumur enam tahun, tak heran kalau ia menganggap mereka berdua orangtuanya. Keras kepala, kadang sok tahu dan bertindak semaunya sendiri (mirip sapa ya..?). Rambut merah tua nyaris hitam, mata biru (kombinasi yang aneh).
Likes : cuaca hangat, teh hitam panas.
Dislikes : rain, ice, apapun yang bisa bikin orang gemetar kedinginan. Sama tugas dari Pain yang gagal dilaksanakan.
Time : Naruto Shippuuden.
Chapter 3 : what lies behind lies is...
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
(Konohagakure)
UZUMAKI NARUTO
Seorang pemuda berambut pirang masuk ke dalam gudang di belakang rumahnya. Ia membawa lentera, membongkar beberapa kardus berisi barang-barang usang, dan terakhir ia menemukan kardus berisi tumpukan album foto. Ia membawanya ke ruang tengah.
Naruto mengenyakkan diri di sebuah sofa yang masih bagus meski debunya tebal. Rumah itu tampak lama sekali tak dihuni saat Naruto pindah kemarin. Tentu saja, sejak Yondaime Hokage dan istrinya meninggal tak ada lagi yang menghuni rumah itu. Minggu lalu, Tsunade sendiri yang memberitahu identitas Naruto, serta menyerahkan barang-barang peninggalan orang tuanya.
Ia tersenyum sendiri saat membuka kardus itu. Yang paling atas adalah album pernikahan orang tuanya. Tampak ayahnya menggandeng tangan wanita berambut merah gelap, dalam balutan tuxedo hitam dan gaun putih. Kakashi-sensei juga ada... batinnya, menatap pria berambut abu-abu yang menggenggam buket bunga, ekspresinya sama seperti kalau ia terlambat datang ke suatu misi. Album kedua berisi foto-foto mereka sehari-hari, termasuk saat Minato dinobatkan sebagai Yondaime Hokage. Suatu saat nanti... aku akan jadi sepertimu, otousan...
Foto terakhir di album itu memperlihatkan Kushina dengan perut yang agak membuncit. Naruto heran, kalau Kyuubi disegel di tubuhnya begitu ia lahir, kenapa ada begitu banyak album disini? Tangannya meraih album ketiga.
Foto-foto awal memperlihatkan perut Kushina yang semakin membesar saja. Di tengah album, ada satu foto yang memenuhi halaman itu, memperlihatkan Minato, Kushina dan... seorang bayi, dengan sejumput rambut merah gelap di puncak kepalanya.
Naruto refleks membelai rambutnya. Rambutku kan pirang!! Terus... ini siapa??
Setelah menelan asumsi kalau itu anak tetangga, Naruto membuka halaman selanjutnya. Ternyata foto bayi yang sama, semuanya dalam posisi tertidur. Jantung Naruto menggebu, ada dugaan lain yang muncul di kepalanya, dan untuk memastikannya, ia harus melihat seluruh isi album berikutnya.
Album keempat, anak itu sudah tumbuh menjadi gadis kecil dengan rambut merah gelap yang begitu mirip Kushina. Dan matanya... biru, seperti mata Naruto, juga mata Minato. Di bawah foto itu ada tulisan 'Namikaze...' kata berikutnya seperti tak selesai ditulis.
Naruto yang masih dikuasai rasa tak percaya semakin yakin dengan dugaannya begitu melihat foto-foto gadis itu bersama orang tuanya. Di foto terakhir, gadis itu berderet bersama anak-anak lain yang sebaya dengannya, di depan gerbang akademi ninja. Minato juga ada, memakai jubah Hokage di belakang anak-anak itu.
Sekarang Naruto benar-benar yakin, gadis itu kakaknya. Selama pikirannya dipenuhi hal-hal tentang kakaknya, matanya menyusuri deretan anak-anak di foto. Ia mengenali salah satunya.
Uchiha Itachi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
NAMAKUJI TSUNADE, SHIZUNE and UZUMAKI NARUTO
Kantor Hokage. Dahi Tsunade berkerut menatap album foto yang dibuka Naruto di depan hidungnya.
"Naruto..." Tsunade mengenyakkan diri di kursinya, "aku punya banyak kerjaan, tahu. Sebagai putra dari Hokage seharusnya kamu tahu dong..."
"Aku tahu...! Tapi, coba lihat ini..."
"Apa sih? Cuma foto Yondaime ber-hanami sama salah satu klan yang paling berkuasa di Konoha. Apa anehnya?"
Naruto menghentakkan kaki, kesal. "Nah! Yang ini deh!" ia menunjuk foto lain.
"Yang cowok sih kenal," komentar Tsunade pada foto sepasang anak laki-laki dan perempuan di bawah pohon sakura, "Uchiha Itachi, kan? Apa masalahnya?"
"Yang cewek, Tsunade-baach--!"
BUAKKK.
"Tsunade-sama, ada surat untuk anda," Shizune masuk, "oh, ada Naruto..."
Naruto mengelus kepalanya yang masih berasap akibat pukulan Tsunade. Sementara itu Godaime membaca sekilas suratnya dan langsung dibuang begitu saja.
"Kok dibuang??" jerit Shizune.
"Cuma undangan ke grand opening kedai sake baru." Tsunade membalik halaman album Naruto, melihat foto Yondaime berderet bersama siswa akademi.
"Ini kan Ari-chan!" Shizune mengintip dari balik bahu Tsunade," anak yang bisa menguraikan segel-segel regenerasi! Saat itu aku diminta mengajarkan ninjutsu medis pada siswa akademi bertahun-tahun lalu. Mungkin ia sudah menjadi ninja medis yang hebat."
Mata Naruto membelalak, "Ari... chan?"
"Siapa namanya, Shizune?" tanya Tsunade.
"Namika--!" kata-kata Shizune terhenti, menyadari sesuatu, "Namikaze... Ariana..."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
HARUNO SAKURA and UZUMAKI NARUTO
"Seperti permintaanmu, aku sudah mengecek data-data siswa akademi enam belas tahun lalu," kata Sakura, membuka buku berdebu di meja, "namanya tercantum di daftar murid baru,tapi namanya tak ada di daftar kelulusan tahun manapun."
Perpustakaan umum Konoha. Di bagian statistik shinobi Konoha, Naruto dan Sakura membongkar buku-buku berisi daftar murid baru akademi, mencari nama 'Namikaze Ariana'.
"Ada, ada..." Naruto membuka halaman buku itu, "ini dia :'Namikaze Ariana' nama orang tua : 'Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina'... tepat sekali!" dengan semangat penuh Naruto membaca tulisan-tulisan di bawahnya.
Sakura mengamati foto Ariana, "sama sekali tidak mirip kamu, Naruto... oke, cuma mata birunya saja, sih. Ia cantik." Gadis itu meraih buku catatan nilai.
"Yang aneh... nilai-nilainya hanya ada dari awal tahun pertama sampai awal Oktober, tanggal lima. Sisanya kosong, bahkan diganti data anak lain. Di halaman tambahan..." Sakura membuka halaman terakhir buku itu, "hanya tertulis 'hilang pada peristiwa kedatangan Kyuubi di Konoha' juga ditambahkan 'kedua orang tuanya juga meninggal dalam insiden tersebut'."
Naruto tersentak di atas foto Ariana, "hilang?"
"Ya, kalau data seorang shinobi ditulis 'hilang', berarti ada kemungkinan kecil orang itu masih hidup sekarang. Tapi kecil, Naruto..."
"Aku punya sedikit petunjuk," kata Naruto cerah, "kau ingat foto ayahku sedang hanami bersama klan Uchiha? Disitu ada fotonya juga, bersama Uchiha Itachi."
Bibir Sakura membuka, memperlihatkan keterkejutan.
"Kalau kita mencari Itachi, mungkin ia tahu sesuatu tentang kakak," lanjut Naruto, "ada banyak foto mereka berdua. Tampaknya ia cukup akrab dengan kakak."
"Kau benar!" teriak Sakura dengan suara yang mengejutkan beberapa pengunjung lain. Ia memelankan suaranya, "kita bisa menemukan kakakmu, juga Sasuke sekaligus!!"
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
UCHIHA SASUKE and 'UCHIHA ITACHI'
"... kematianmu."
Kakaknya diam saja menanggapi pernyataan Sasuke yang mengatakan melihat kematian kakaknya dengan Sharingan-nya. Matanya terpejam, seolah masih menikmati mimpi yang terputus tadi pagi.
Itachi meluruskan bahunya, menegakkan diri, "kematianku, huh? Kejadian itu akan berlangsung jauh di masa depan. Atau, tidak sama sekali."
Alis Sasuke menyatu, "jangan begitu yakin dengan kata-katamu."
"Sayangnya, aku sangat yakin dengan apa yang barusan kukatakan," Itachi membuka matanya.
Sasuke terkejut, tak biasanya Itachi menon-aktifkan Sharingan-nya, terutama saat mereka sudah siap tempur, "kau tak mengaktifkan Sharingan-mu, apa kau sudah semakin lemah saja?"
"Fufufu..." Itachi tertawa aneh, dengan suara yang diyakini Sasuke bukan suaranya, "kau akan tahu alasannya, 'baka otoutou'. Ia suka memanggilmu begitu, kan?"
Satu lagi keanehan yang membuat Sasuke yakin orang di depannya itu bukan kakaknya, "dimana Itachi...!?"
"Apa matamu buta?" Itachi menyeringai lebar, "aku ini kakakmu, tahu."
Sasuke mengacuhkan orang di hadapannya. Pemuda itu memperhatikan sekelilingnya, "dimana kakakku?" ia mengulangi.
"Apa Hoshigaki-san tak memberitahumu kalau Uchiha Itachi menunggumu sendiri disini?" bentak Itachi.
Sasuke mendelik, "setahuku, kakak tak pernah memanggil partnernya dengan 'Hoshigaki-san'..." ia mengacungkan tangan kirinya, "sekarang katakan, siapa kau!!?"
Sejenak 'Itachi' hanya tertawa keras, perbuatan yang tak mungkin dilakukan kakaknya, mengingat Itachi jarang sekali menampakkan ekspresinya. Sasuke memusatkan chakra-nya di tangan kiri.
"CHIDORI...!!"
BLAAAAARR!!!!
Kursi batu tempat 'Itachi' duduk tadi berubah menjadi serpihan dalam sekejap begitu dihantam Chidori. Sasuke berbalik; lawannya masih melayang di udara, ia memakai kesempatan ini.
"KATON : GOUKAKYUU NO JUTSU...!!!!"
Api yang disemburkannya menghanguskan 'Itachi', Sasuke mengawasinya saat orang itu berguling-guling di tanah. Jubahnya hangus, tubuhnya mengepulkan asap tebal. Ia masih terus tertawa, seolah mengejek Sasuke yang kebingungan.
"Fufufufu..." 'Itachi' bangkit berdiri. Sasuke menahan napas kaget.
Shinobi yang paling hebat pun, sulit untuk mengelak saat diserang di udara. Tapi yang ada di hadapannya seolah tak mempan terhadap serangannya. Wajah 'Itachi' yang seharusnya hancur justru utuh tanpa luka sedikit pun. Sasuke mengertakkan gigi.
"JANGAN MEREMEHKANKU!!!!"
------------------------------------------------------------------------------------
"Sialan..." gumam Itachi kesal, "ada yang datang mendahuluiku..."
Begitu ia tiba di tempat perjanjian dengan Sasuke, yang dilihatnya hanyalah Sasuke yang terbaring tak sadarkan diri. Tubuhnya tampak tak terluka, namun Itachi langsung tahu ada yang tak beres dengannya karena dari celah bibirnya mengalir cairan hitam, persis yang terjadi pada Shigure.
Itachi menggenggam tangan adiknya sebentar untuk memastikan denyut jantungnya. Masih normal, namun keberaaan cairan hitam itu membuatnya membawa Sasuke pulang.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
NAMAKUJI TSUNADE and HARUNO SAKURA
"Ah, Sakura..." kata Tsunade, "kau datang tepat pada waktunya..."
Sakura, yang baru saja membuka pintu ruang penelitian ninja medis, mengernyit mencium aroma ruangan itu, "untuk membersihkan sesuatu yang tumpah, sensei?" ia menunjuk botol yang pecah di hadapan Tsunade.
"Eh..." Tsunade melirik lantai yang kotor, "ya... itu juga. Tolong bersihkan ini juga..."
Setelah Sakura mencuci puluhan botol-botol yang beraroma aneh-aneh, ia dan Godaime keluar dari ruangan itu.
"Sebenarnya, sensei..." tanya Sakura, "ada apa?"
Tsunade terus berjalan sambil menjawab, "cairan yang keluar dari mulut Yamanaka Ino... aku dan timku sudah menelitinya. Itu... bukan darah seperti dugaanmu."
Karena Naruto sibuk mencari kakaknya, Sakura nyaris lupa tentang masalah ini. "Lalu, itu apa?"
Wajah Tsunade memucat dalam setiap kata-katanya, "ini... jenis jutsu yang belum pernah... belum pernah kutemui di sepanjang sejarah dunia shinobi!! Bagaimana bisa mereka memaksa jiwa itu sendiri keluar?"
"Nani!?"
"Cairan hitam itu... seolah menyedot jiwa korbannya agar keluar bersamanya! Mengerikan sekali... namun, seandainya korban menelan kembali cairan itu, aku... aku tak tahu, mungkin bisa jadi lebih buruk lagi..."
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
yaaaaaaaaaaa… segini dulu buat chapter tiga yaaaa!! Betewe,, kayaknya taon ajaran baru nanti mao moving class,, jadi susah mo aplod panpik... slama ini saia biasa aplod di kelas soalnya. Klo moving kan jadi gak punya kelas tetap. Di hum ga ada internet, trus klo ke warnet susah cari waktunya,, bisa-bisa gak aplod-aplod panpik. Ada yang bisa bantu???
