SHIGURE

Aaah... minggu yang menyenangkan telah berlalu semuanya... senen kemaren saia abis bedah binatang, masih kebayang yang ngga-ngga nih...

Oaiea!! Endingnya niiiihh!! Mao sad ending ato hepi ending?? Biar cepet tamad n cepet di aplot!! Author bingung... nyuhnyuhnyuh... (contoh author dudud... jangan ditiru ya!)

Langsung aja deh... kita bales repyunya... gomen kalo ada yang gak kebales ya...

.hoshi.na-chan : iya juga tuuh... bwuhuhu!! Sampe hari ini temen-temen sekelas saia masih senang mendendangkan lagu 'Itachi mati meninggalkan utang'... bikin sakit ati, huhuhu. Ya ampun, Kishimoto-sensei... kenapa anda musti membunuhnya dengan cara brutal begitu... tidakkah anda tahu anda telah menghancurkan bukan hanya hati saia namun juga hati jutaan fans di seluruh jagad raya?? Alah! Jadinya curhat kan! Suna Brothers kan anda yang rekwes kemaren... lagian memang udah waktunya mereka nongol ke panpik ni. Nama Ariana itu saia ambil dari nama adeknya Albus Dumbledore di Harry Potter 7. Kalo nama Shigure diambil dari nama pedangnya Tashigi, anggota angkatan laut dari One Piece.

Sabaku no ghee : kalo dilanjutin pasti lah... duh, saia jadi malu dipuji begitu... fufufu...

Faika Araifa : oia!! Saia dah baca panpik anda tapi ga sempet review soalnya gurunya keburu dateng (saia onlen di kelas). Saia review disni aja ya... keren! Gak kebayang juga sih ternyata Sasuke agak kecewa setelah ngebalesin dendam kesumatnya. Tapi... kok pendek ya? Sayang tuh... mungkin di capter terakhir panpik ni saia lampirin tentang kematian Itachi. Nasib Konan... baca aja dulu panpik ini...

funsasaji1 : Shinobi Slayer itu nongol idenya waktu saia denger komen orang yang gak suka manga ninja macem Naruto. Jadinya 'gimana kalo ada yang benci para shinobi trus ngebantai mereka?' dan lahirlah ini panpik... Kisame... baca aja dulu...

sora no aburame : sikritnya… di chapter mendatang… sabar yah… bukan dari dunia shinobi… sikrit juga deh. Hehehe.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

End of Shinobi World

Disclaimer : kalao yang bikin Naruto itu saia... ITACHI PASTI MASI IDUP!!

OC : Shigure (unknown family name ).

Age : about 19 (Naruto Shippuuden)

Abilities : yang utamanya ngubah tubuhnya jadi api sebagai efek dari pemakan buah iblis mera-mera, otomatis dia gak bisa berenang (kanazuchi). Sama jutsu-jutsu biasa..

Description : kunoichi yang lupa semua masa lalunya ini tinggal bersama Pain dan Konan sejak berumur enam tahun, tak heran kalau ia menganggap mereka berdua orangtuanya. Keras kepala, kadang sok tahu dan bertindak semaunya sendiri (mirip sapa ya..?). Rambut merah tua nyaris hitam, mata biru (kombinasi yang aneh).

Likes : cuaca hangat, teh hitam panas.

Dislikes : rain, ice, apapun yang bisa bikin orang gemetar kedinginan. Sama tugas dari Pain yang gagal dilaksanakan.

Time : Naruto Shippuuden.

Chapter 5 : ...triple death...

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

SHIGURE

Bahkan dirinya mulai merasa terbakar saat api aneh itu menyelimuti dirinya. Tampaknya ini bukan api biasa. Yang terlihat di matanya hanyalah kelebatan warna merah dan jingga yang berkobar-kobar liar. Api itu melahap segalanya tanpa sisa, bahkan dirinya, membuatnya terpacu untuk menemukan Konan. Shigure mendengar suara-suara berbisik-bisik di dalam api itu, namun tak dipedulikannya; Konan tak bisa menunggu.

Sebuah sensasi yang sudah dihafalnya muncul, tubuhnya membentuk manusia lagi diluar kendalinya, berusaha menelan kembali cairan hitam yang terus menggelegak di dasar perutnya. Tak boleh menyerah; Konan... harus ditemukan.

"Lihat, bukankah ini salah satu yang pernah menjadi koleksi kita?"

"Benar juga..."

"Apa dia akan kita bawa pulang?"

"Tak perlu. Itu sudah terbangun dalam dirinya, tinggal masalah waktu saja..."

DEG.

DEG.

Shigure menyadari ia kehilangan kendali atas dirinya secara perlahan-lahan. Ia bisa melihat tangan manusianya, dan merasakan api melelehkannya. Api dan asap menyesakkan napasnya.

Konan... san...

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Petir berteriak membelah langit, mengiringi kebisingan yang ditimbulkan oleh para manusia--shinobi atau bukan--berlarian ke satu titik, meninggalkan semua yang mereka miliki di belakang punggung mereka. Seolah turut terjun dalam keramaian, gerimis turun.

"Kami membutuhkan anda, Hokage-sama!"

Sang Hokage beserta istri dan anaknya baru saja melangkah keluar dari rumah mereka untuk mengungsi saat seorang shinobi menghadang mereka. Wajah istrinya nampak pucat, mencengkeram perutnya yang begitu besar. Anaknya menggelayut takut di pinggangnya.

Shinobi itu berkata lagi, nadanya setengah memaksa, "jika anda tak segera kesana, mungkin Konoha akan benar-benar hancur!! Kami sudah tak kuat lagi menahannya!!"

Pilihan yang sulit. Sang Hokage memejamkan matanya erat-erat.

"Aku akan segera kesana. Terima kasih untuk laporannya." Ia menghadap keluarganya,"Kushina..."

"Aku akan baik-baik saja," kata istrinya, meski ekspresinya menunjukkan sebaliknya, "aku dan Ariana akan ke tempat perlindungan. Temui kami disana nanti."

Ariana, putrinya, sesenggukan di balik punggung ibunya, seolah ia tahu apa yang akan terjadi dalam satu jam ke depan.

UCHIHA ITACHI, UCHIHA SASUKE, ZETSU and SHIGURE

"Hei, hei..." Zetsu mengatur nafasnya, "kau tak tahu cara bangun tidur tanpa harus mengagetkan orang lain ya?"

"Maaf, Zetsu-san..." Shigure memeluk lututnya. Ia tadi bermimpi aneh, yang terasa familiar di kepalanya. Ada bagian hatinya yang mengatakan bahwa ia telah melihat sebagian kecil dari masa lalunya. Saat ia menyadari hal itu di dalam mimpinya, ia menarik dirinya bangun mendadak dan berteriak tertahan, mengagetkan Zetsu yang bersandar santai dibawah pohon.

"Zetsu-san...?"

"Ng?"

"Konan-san... dia...?"

Zetsu memalingkan wajahnya, berpura-pura menatap Sasuke, yang masih belum sadar juga.

"Zetsu-san?" Shigure mengulangi, setengah memaksa, "dimana Konan-san?"

"Kau," kata sebuah suara, "bisa menemuinya di bawah sana. Tertidur untuk selamanya."

Sebelum sempat menyadari siapa yang bersuara, Shigure ditarik ke bawah pohon bambu yang paling tinggi. Di situ terdapat gundukan tanah merah yang masih baru. Di ujung gundukan, setengah hangus, tergeletak jepit rambut besar berbentuk bunga.

"Tidak..."

Shigure beringsut mendekati makam itu. Tangisnya pecah. Ia menangis lama sekali di makam Konan.

"Jangan lama-lama. Kita harus segera pergi dari sini."

Shigure mengangkat wajahnya yang sembab, menoleh untuk melihat pemilik suara itu. Ia memekik kaget.

Tubuh orang itu terbalut perban dibalik jubah Akatsuki-nya. Hanya sebagian wajahnya saja yang terlihat. Matanya ditutupi hitai-ate berlambang Konoha yang terbelah oleh garis di tengahnya.

"I.." katanya tak percaya,"Itachi-san...? ke.. kenapa?"

"Kenapa..." Itachi mengulangi, suaranya terdengar sangat aneh. Seakan pemilik suara itu telah hidup sangat lama dalam kebisuan, "kenapa aku jadi seperti ini? Tentu saja ini semua karena kau."

Shigure terlonjak kaget. Ia berdiri menghadapinya, "apa maksudm--"

PLAK.

Itachi telah menampar Shigure begitu cepat. Ia terhempas ke belakang, menimpa gundukan tanah lain disebelah makam Konan.

"Kau akan mengerti. Lihat di belakangmu," kata Itachi dingin.

Begitu Shigure memutar tubuhnya, matanya langsung tertancap pada pedang raksasa setengah hangus di ujung gundukan, sejajar dengan jepit rambut Konan. Ia memaksa mata birunya kembali menatap Itachi.

"Kisame-san..." katanya terbata-bata, "maksudmu, Kisame-san juga...?"

Itachi mendudukkan dirinya di hadapan Shigure. Ia meringis menahan sakit sewaktu bergerak. Diletakkannya dua cincin setengah hangus di tangan Shigure.

"Setelah kau pergi dari bukit," Itachi berbisik lirih, "aku menyusulmu. Kisame yang sudah menemukan jenazah Konan-san kuminta untuk masuk lagi ke api untuk mencarimu bersama-sama."

Shigure memekik tertahan. Gadis itu tak berpikir sampai sana saat ada di atas bukit tadi. Benar-benar bodoh, pikirnya.

"Kau tahu, ada beberapa orang yang bisa berjalan bebas di dalam api itu. Setelah kami amati, rupanya mereka sedang mengelilingi sesuatu, sesosok tubuh yang tertelungkup di tanah.

"Aku kaget sekali sewaktu tahu itu ternyata kau."

"Na--!?" Shigure ingin mengatakan sesuatu, namun tak jadi. Ia malah mengamati kedua tangannya sendiri yang tak bercacat.

"Diluar mauku, aku menyerang mereka. Lebih aneh lagi, mereka bergeming saat kuserang. Sebagai balasannya, mereka menyerang Kisame. Mereka memisahkan kami."

Tanpa disadarinya, mata biru Shigure mulai berkaca-kaca.

"Tanpa perlindungan Kisame, aku tak mungkin menyusulnya ke tengah api. Maka aku membawamu keluar dan berniat masuk lagi, namun tepat saat itu hujan turun. Sangat deras, aku hanya pernah mengalaminya sekali sebelum ini. Kurang dari lima menit api sebesar itu padam. Dan di tengah semua kekacauan itu, aku menemukan Kisame. Hangus total, sama seperti Konan-san..."

Itachi menghentikan kisahnya, mengelus Shigure yang menangis lagi di bahunya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hujan turun semakin deras. Angin meraung, terjun ke dalam pertempuran. Dua sosok sedang berlari terburu-buru di lorong antara rumah-rumah.

"Ayo kaa-chan!" teriak sosok yang lebih kecil, "sebentar lagi, sebentar lagi kita sampai!"

"Ari... Ariana..." Kushina berhenti berjalan, napasnya terengah-engah karena sulit berlari. "Bantu aku... adikmu... akan lahir..."

GAARA, TEMARI and KANKUROU

"Hari ini damai sekali ya..." kata Temari, " sudah seminggu kita tak menerima laporan shinobi hilang lagi."

"Jangan senang dulu," jawab Gaara. Lingkaran hitam di matanya tampak semakin tebal, "mungkin mereka sedang merencanakan sesuatu. Ada baiknya jika kita tetap waspada." Kemudian ia melanjutkan kegiatannya, memandangi langit Sunagakure yang cerah ceria. "Masuk," gumamnya tiba-tiba.

"Sudah ada yang membalas..." Kankurou masuk membawa beberapa gulungan berstempel resmi, "sayang sekali tak semua isinya bukan berita baik."

Gaara mengernyit membacanya, "Kirigakure.. menolak. Kumogakure... juga. Bahkan sampai Iwagakure juga menolak. Sepertinya mereka mencemaskan keadaan desa masing-masing... Oh!! " pekiknya saat tiba di gulungan terakhir, "Konoha membalas setuju dan meminta kita segera menentukan tempat dan tanggal pertemuannya!!"

Tanpa disadari Gaara melonjak-lonjak kegirangan dikursinya, seperti anak kecil yang mendapatkan mainan impiannya. Kedua kakaknya merebut gulungan itu dan membacanya bergantian, dengan raut wajah tidak percaya.

"Baiklah, kalau begitu." Temari mendongak dari gulungan itu, mempersiapkan alat tulis untuk menulis balasannya, "kapan kita akan melaksanakan rapat ini?"

"Tiga hari dari sekarang," kata Gaara, "di Konoha."

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hujan itu telah berubah menjadi badai.

"Dengar... Ariana... bawa dia... ke tempat... ayahmu..."

"Tapi!! Okaasan...!!"

"Lakukan! Jangan cemaskan aku! Konoha sedang dalam bahaya!" Kushina berteriak dengan segenap kekuatan yang masih ada, kemudian ia memejamkan mata.

Ariana menyelimuti Kushina dengan mantelnya, kemudian melesat pergi membawa bayi yang masih berlumuran darah ke pertempuran.

UCHIHA ITACHI and SHIGURE

"Tadi sudah kubilang, kan..." Itachi mengikatkan kembali hitai-ate di matanya, "lebih baik jangan lihat..."

Shigure mengusap sisa muntah di bibirnya. Isi perutnya langsung keluar begitu membantu Itachi mengganti perbannya.

"Setidaknya aku tahu lukamu seperti apa... dengan begitu aku akan selalu ingat agar berhati-hati dalam mengambil keputusan."

"Boleh tanya sesuatu?"

"Apa?"

"Kapan terakhir kali kau memuntahkan cairan hitam itu? Sasuke masih terus mengeluarkannya."

"Itu... belum lama ini, kan? Sebelum kita ke danau."

"Sebelum itu, berapa kali sehari cairan itu keluar?"

"Ada... empat sampai lima kali."

"Dan hari ini?"

"Belum sama sekali."

Itachi menghela napas berat, "aku takut ini bukan menjadi pertanda kondisimu membaik, mungkin malah memburuk. Satu-satunya cara untuk memastikannya adalh dengan menemui spesialis pengobatan terhebat di dunia ninja, Tsunade-hime."

"Jadi... kita akan ke Konoha?"

"Ya," kemudian Itachi menambahkan dalam hati untuk dirinya sendiri.

Sekaligus membuka tirai bernama kerahasiaan yang tertutup selama bertahun-tahun.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

ZETSU

Bintang-bintang terus terapung dalam lautan galaksi, dilatari oleh mantel biru tua langit. Angin yang berdesir pelan menggerakkan roda-roda malam ke puncaknya. Bagi seorang Zetsu, suasana tenang seperti ini membuatnya sulit untuk menjaga mata tetap terbuka sampai fajar nanti. Ia menguap lebar, bersamaan dengan suara gemeresik yang tak wajar di malam itu. Zetsu memaksa dirinya bangun, dilihatnya Itachi, Sasuke dan Shigure masih tertidur. Kelihatannya agak tak wajar malah, karena dalam tidur pun kedua rekannya terkadang mengubah posisi tidur, atau terbangun sesaat. Kali ini tanda-tanda kehidupan dari mereka hanyalah irama napas lembut yang aneh. Mata Zetsu nyaris saja terpejam. Tampaknya hari ini tak begitu melelahkan, mengapa ia sangat ingin meletakkan kepalanya malam ini?

Zetsu baru melangkahkan kaki saat ada kunai menuju tempatnya tadi duduk. Sehelai bom kertas terpasang di ujungnya. Kantuk membuatnya tak menyadari kalau itu semua hanyalah tipuan, sampai seseorang memitingnya ke tanah.

"Hei!! Apa-ap--!!"

"Diam manusia," kata suara dingin wanita. Perban melingkari tanaman Zetsu, membuatnya tak bisa melihat apa-apa dan meredam suaranya. "segalanya akan berlangsung cepat jika kau diam saja. Jangan ribut, tugasku hampir selesai."

Api mulai menjalar di jubahnya. Menyebar dan terus menyebar. Langit gemetar mendengar raungannya.

Malam itu, satu lagi angota Akatsuki pergi dari dunia.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

akhirnya sang Timun Mas pun berhasil menggadaikan timun-timunnya untuk membayar kredit motor. Raksasa penjaga pegadaian akan meringankan biayanya jika Timun Mas membawakan terasi dari Konoha yang legendaris malam itu juga. Sayangnya sang Timun sudah ada janji untuk trek-trekan bareng Bawang Putih dan Roro Jonggrang. Lagian dia gak tau Konoha dimana, sononya Jonggol kali ya?

Eeeeeeeeeeeehhhhhh!! Saia lagi bacain cerita buat anak teka biar pada bobo, jangan ikut dengerin!!

Jangan lupa review ya!!