Shinkansen Uzumaki goes to Boarding
CHAPPIE 3 part 2
Disclaimer : Masashi Kishimoto, Tsugumi Ohba&Takeshi Obata, Takehiko Inoue, Tite Kubo, tapi si ceritanya milik kita berlima.
Rated : T aja deh kalo kemaren jayus sekarang norak..
Genre : Aduh lupa yang jelas ada humornya
Warning: Diharap minna-san pake sunglasses, karena cerita norak bin ajaib ini:)
A/N : Don't forget review buat semua yang baca..
REVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIWREVIEWREVIEW POKOE REVIEW !!!
Shinkansen Uzumaki Goes To Boarding
Chapter 3 part 2
By. 5 sekawan
Moshimoshi, Rainbow, Stevieg, Becks, Mokona
(Minna-san, Mokona is back!)
"Mari Berdansa"
"Semuanyaa, kumpul di aula! Akan ada pengarahan untuk acara MOS kali ini.. Hohoho…" teriak Konan lewat mikrofon pengumuman.
Anak-anak pun pergi ke aula untuk mendapatkan pengarahan dari OSIS iblis nan sedeng.
"Ehm ehm… anak anak yang kakak OSIS cintai sekalian.. Seperti rencana sebelumnya, hari ini kalian semua akan mengahadapi puncak dari MOS. Seperti yang sudah kalian ketahui juga, acaranya adalah .. JURIT MALAM DAN PESTA DANSA DI PULAU WONDERLAND!! YIHAA!! Jadi, semua berkumpul di pelabuhan KBS pukul 4 sore ini. Yang telat akan dapat hukuman dari OSIS!" teriak Pein sambil lirik-lirik Konan.
"Senpai semua akan memakai seragam khusus yang dirancang oleh Deidara-senpai dan Sasori-senpai.. Secara spesial dijahit oleh Kakuzu-senpai!" ucap Tobi kepada anak-anak baru sambil cengengesan di balik topeng lollypopnya yang imut-imut.
"Di pulau itu, kalian akan menemukan pasangan yang telah diikat oleh takdir.. dan kalian akan bersama selamanya…" ucap Konan sambil ngelirik Pein..
Anak-anak pada sewot, dan karena Tobi si anak-baek-dan-peka menyadari perubahan ekspresi anak-anak, langsung dia inisiatif ngebubarin anak-anak yang udah pada siap ngelaksanain harakiri untuk ke 2 kalinya.
Asrama Narkotika (untuk cowok).
"Gila ah! Amit-amit jabang bayi dah, masa pasangan nya di tentuin? Kalau gw dapetnya yang model nenek nenek gimane?" keluh Naruto.
"DL derita loe." jawab Kiba yang cuek. Ia malah sibuk memainkan tulang untuk Akamaru.
Karena kesel, Naruto pun iseng membuang tulang yang hendak diberikan ke Akamaru. Otomatis, Akamaru ngambek dan langsung gigit pantatnya Naruto.
Asrama Pachinko(Untuk cewek).
"Wew! Pasangannya ditentuin ma OSIS.. Mudah-mudahan aja gw dapet cowok yang lebih ganteng daripada yang gw liat di FS," harap Sakura.
"Hahaha.. mimpi kali yee.. yakin nih! Bakal dapet cowok kece! Tau sendiri kan OSISnya sedeng.." ejek Tenten dengan nada yang sangat menghina.
"Heh Sakura, gw yakin 100 persen loe pasti bakal dapet cowok yang gak jauh-jauh dari modelnya Guy-sensei," sahut Karin sengit.
"Ga ada yang minta pendapat loe kale.. Maen nyamber kayak angkot aja loe!" balas Sakura tak kalah sengit.
"Nantangin gw lo?" tantang Karin balik.
"Ndak, ge er amat kowe!" jawab Sakura yang tiba tiba kumat bahasa Jawanya.
"Motto gw adalah. 'tiada hari tanpa ge er, yu know?'" Karin membalas.
"Hahaha... Mottonya sampah, kampung, gak mutu," ledek Sakura.
"Berani taruhan loe? Dasar jidat jenong!" tantang Karin
"Oke! Siapa takut? Badan tepos aja belagu!" tantangan itu disambut oleh Sakura.
"E.. Eh.. udah dong jangan berantem mu… mulu! Kayak aku sa.. sama Tenten a.. aajaa.. A.. Adem ayem aja.. Ka.. kalian no.. norak!" lerai Hinata malu-malu.
"Tuan putri diem aja. Kebiasaan dimanja sihh. Ga pernah di kasih tantangan!" teriak mereka bersamaan pada Hinata, yang di tegur cuman manyun.
"Sabar ya Hinata, orang sabar di sayang monyet eh Akagi eh Uozumi eh salah deng!" Hibur Ino pada Hinata
"Kok jawabannya sama? " tanya sakura
"Loe copy cat kali? Ikut-ikut gue aje! Kaga kreatip ah!" balas Karin
"Flip-flop donk! Kali-kali aja permintaan kalian terkabu,l" saran Tenten, yang langsung disambung Hinata " Be.. bener coba aja."
"Iya deh! Cobain yuk Rin, panasaran," kata Sakura pada Karin.
"Iya gw juga penasaran," balas Karin
Akhirnya Karin dan Sakura pun main Flip-Flop yang membuat pertengkaran mereka jadi berhenti. Malah ampe dilanjutkan main congklak yang di bawa Sakura sambil menunggu sore puncak MOS, sedangkan Tenten, Ino dan Hinata cuman bisa geleng-geleng kepala liat tingkah teman baru mereka.
Pelabuhan KBS, detik detik menjelang berangkat ke Wonderland..
"Woi para junior sialan, baris yang bener! Gerak gerak dikit gw tembak, apalagi sampe kentut jangan harep jasad lo ketemu di lautan!" ancem Pein.
"Yang cewek juga baris yang bener! Jangan gerak-gerak! Kalo gak pada diem, gw jemur loe-loe semua ampe jadi keling kayak orang negro!" teriak Konan di barisan anak-anak cewek.
Anak-anak pun yang sudah pasrah dengan OSIS KBS. Mereka hanya diam dan menuruti kata kata senpai mereka untuk berbaris tanpa gerak ala satpam.
"Hayooo.. sekarang bakal saya tentuin kelompok kalian buat duduk bareng naek kapal getek. Tapi jangan harep kalian tinggal duduk doang, saksikan saja kejutan dari kami." teriak Zetsu pada kouhainya yang imut-imut.
"Hahaha!! Kalian juga nanti akan di berikan peta buat menuju ke pulau Wonderland.. Ikutin arah peta dengan baik! Masalahnya, kalau ampe pada nyasar jangan harap bisa pulang idup-idup! Karena selain pulau Wonderland, KBS punya pulau-pulau lain yang biasanya digunakan untuk eksekusi! Dan sisa pulau-pulau milik KBS itu penuh dengan binatang dan tumbuhan buas kayak Zetsu!" sambung Tobi si anak baik sambil ngelirik Zetsu yang udah siap nelen Tobi idup-idup.
"Sasori, Deidara, dan Hidan sudah ada di pulau Wonderland! Mereka sedang menyiapkan kostum untuk kalian, sedangkan Itachi dan Kisame akan menyambut kalian dengan sambutan yang hangat di Pulau Wonderland." terang si Kakuzu sambil tersenyum iblis.
Zetsu pun mengumumkan pembagian kelompok dimana satu orang berisi 5 orang dengan pembagian seperti ini:
Kelompok Vodka :
Naruto, Sasuke, Sai, Kiba, Shikamaru.
Kelompok Tequila :
Gaara, Kankurou, Chouji, Lee, Neji.
Kelompok Gin :
Sakura, Tenten, Hinata, Ino, Karin.
Kelompok Heroin:
Suigetsu, Tonton, Akamaru, Temari, Shino
(Nah kalau yang ini campuran karena Zetsu lupa nulis nama mereka di pembagian kelompok)
Seperti biasa, nama kapalnya pun gak jauh-jauh dari MIRAS dan Narkotika. Itu karena perintah kepala sekolah yang sableng bin unik. Kelompok-kelompok itu pun langsung menaiki kapal masing masing. Mereka diberi peta oleh Tobi. Peta kelompok Vodka dipegang oleh Naruto, dan entah kenapa, ketua kelompok mereka adalah Shikamaru si pemalas.
Dan hal itu pun datang seperti yang telah diperingatkan Zetsu, mereka tidak bisa enak-enak menaiki kapal getek, karena OSIS membuat kapal tanpa mesin! Dengan kata lain, mereka harus menuju ke pulau Wonderland sambil mengayuh kapal dengan dayung yang telah disiapkan.
"Sinting!! Kita di suruh ngayuh getek 6 kilometer pake dayung sore-sore begene!" keluh Naruto.
"Malah cuma dikasih peta." keluh Sasuke.
"Yang lebih parah, malam ini bakal ada bulan purnama yang pasti menyebabkan laut pasang gila-gilaan tepat pukul 18.00," balas Shikamaru.
"Tunggu tunggu! Kau bilang jam 6? Sekarang jam berapa?" tanya Kiba.
TENG TENG TENG terdengar suara lonceng yang dibunyikan dari asrama setiap pukul 6...
"Sayang nya sekarang jam 6 sore. Tuh, lonceng asrama bunyi." jawab Sai tanpa ekspresi.
"Jadi.." ucap Naruto.
"Sekarang laut sedang pasang." lanjut Sasuke.
Mereka melirik ke arah belakang, dan melihat ombak yang sangat tinggi bak tsunami hendak menghantam mereka.
"KABUUUUUURRRRRR!!!!" teriak mereka bersamaan.
Tanpa di perintah kapal mereka beserta kapal kapal yang lain nya kabur secara express, mereka mendayung sekuat-kuatnya kuat. Sampai-sampai, Shikamaru yang biasanya tidur ikutan mendayung hingga mukanya terlihat merah, seperti nanas rebus. Tetapi ombak juga ngga mau kalah, mereka saling susul menyusul.
Kayaknya si ombak ngga rela kalau ampe ngga dapet mangsa. Hohoho..
Yang enak itu kelompoknya Temari, alias Kelompok Heroin. Mereka dengan santainya tidak mendayung sama sekali, karena ada Akamaru dan Tonton yang mereka suruh untuk nyemplung ke laut dan mendorong kapal mereka. Apalagi ada si Suigetsu yang semangat '45 ngedayung karena takut pedangnya karatan ketimpa ombak. Sehinga kapal mereka ngesot mendahului kapal-kapal getek malang di belakang mereka. Temari sendiri cuman kipas kipas ala tukang sate. Otomatis mereka nyampe duluan di Pulau Wonderland.
Bagaimanakah dengan nasib kapal-kapal malang yang lain? Tidak, mereka masih harus mendayung sambil kucing-kucingan dengan ombak. Di kapal yang dipimpin Gaara, mereka semua mendayung sekuat tenaga. Tentu saja Kankurou menyuruh Karasu untuk membantunya mendayung! Gaara mengeluarkan peliharaannya yang bernama Shukaku. Dan nasib Shukaku pun tidak jauh jauh dari Karasu, ia hanya di panggil untuk mendayung si getek. Lee sibuk pdkt dengan Neji, sedangkan Chouji ga mau mendayung dengan alesan takut langsing. Alhasil, hanya Kankurou dan Gaara yang kerja Rodi.
Lain getek Gaara, laen juga geteknya Sakura. Karena mereka ga mau kecapekan (apalagi Karin), karena disuruh kerja bakti dayung getek biar lolos dari ombak, alhasil Hinata disuruh mereka berempat memanggil kapal pribadinya dengan alesan, "Capek adalah musuh besar kecantikan", untuk nganter mereka ke Wonderland. Hinata cuman nurut karena takut diapa-apain sama mereka bermepat. So, mereka pun sampai di Pulau Wonderland dengan selamat sentosa.
Yang terakhir, getek yang termalang diantara yang malang, yaitu getek Shikamaru. Mereka menuju pulau Wonderland dengan perjuangan yang susah payah, apalagi kapal mereka mendapat sedikit gangguan dari para iblis karena menjadi kapal yang paling lelet diantara yang lelet. Ketika mereka sedang mendayung sekuat tenaga, tiba-tiba Naruto mendapat ide yang cemerlang.
"Sai, kenapa ga minta kapal pribadi mu buat nganter kita? Daripada kita jadi kuli kontrak kayak gini?" usul Naruto sambil terus mendayung. Nafasnya udah ngos-ngosan.
"Pinter lu! Kenapa gw ga kepikiran yah??" jawab Sai tanpa ekspresi.
Sai pun menelpon pengawalnya untuk minta diantarkan kapal..
"Hey, cepat antarkan kapal ke KBS." perintah Sai cepat.
"Maaf tuan Sai, kapalnya udah dirental sama HYUUGA. CO! Kita gak punya persediaan kapal lagi! Karena BBM naik, abis itu turun lagi, tapi ngga semurah yang dulu, harga bensinnya tetep jadi mahal!" jawab orang di seberang sana.
"Mustahil mustahal, astaga cobaan apa yang kau berikan?" ucap Sai sambil menutup telpon tanpa ekspersi. "Sayang kapalnya udah dirental sama HYUUGA. CO. Kita keduluan!" ucap Sai kepada teman-temannya.
Dimulailah kembali perjuangan mereka berlima untuk mendayung getek kembali, ketika mereka sudah sampai di tengah perjalanan, para iblis kejam nan sedeng pun datang!
Sayangnya, mereka bukan datang memakai sesama getek melainkan helikopter.. Gila.. Helikopternya maen terbang ke sana ke sini, ke kanan ke kiri, ke depan ke belakang (maklum yang mengemudi ketua IPTEK alias Zetsu). Helikopter itu terbang rendah, karena Pein takut sama ketinggian. Dan itulah yang membuat getek Shikamaru ketiban sial, karena Heli yang terbang rendah menciptakan angin ribut yang lumayan dahsyat. Yang membuat mereka kehilangan peta yang penting, tentu karena ketiup angin. Sedangkan para iblis pergi meninggalkan mereka tanpa dosa.
"Gimana nih? Kapan kita nyampenya?" tanya Kiba pada yang lain.
"Susah-susah amat! Tinggal ke kiri, terus lurus teruus, belok kanan dikit putar ke arah tenggara kita sampe deh di pulau Wonderland," jawab Shikamaru.
"Emang loe tau darimana?" tanya Sasuke.
"Insting!" jawab Shikamaru dengan kalem, sedangkan yang laen pingsan ngedenger jawaban Shikamaru yang super simpel.
Toh pada akhirnya, mereka nyampe juga di Pulau Wonderland. Di mana di situ telah bertengger getek getek lain yang sampai duluan mendahului mereka. Sayangnya, para penghuni getek itu telah berwajah pucat karena ketiban sial dan sudah siap melakukan harakiri untuk ketiga kalinya. Ketika mereka berlima bertanya pada salah satu korban, yaitu Gaara, mereka berlima melakukan sujud syukur karena telambat sampai di pulau Wonderland, terutama Sasuke. Sehingga mereka tidak mendapat sambutan mengerikan dari OSIS.
"Ahahahaha!! Para senpai semua hebat bisa sampai di pulau Wonderland dengan selamat sentosa, dan mendapat sedikit hadiah dari OSIS, karena itu OSIS mengucapakan SELAMAT DATANG!" teriak Tobi-si-anak-baik mewakilkan Pein yang masih mabok karena takut sama ketinggian.
"Kalian akan kami beri waktu berdandan untuk pesta dansa di pulau Wonderland nanti malam. Tentu saja kami telah menentukan kostum apa saja yang akan kalian pakai, ya kan Sasori?" kata Deidara yang masih membawa benang dan jarum pentul.
"Benar sekali, yang jelas kami telah menyiapkan kostum kostum unik untuk kalian pakai! Kalau kalian hoki, mungkin akan mendapat semacam jas, tapi jika tidak, hohoho.. tunggu saja kejutannya," lanjut Sasori yang masih membawa meteran.
Anak-anak sudah lesu saja mendengar pengarahan dan kejutan yang akan diberikan dari OSIS sejak hari pertama mereka MOS, karena pasti semuanya kejam dan tidak berperikemanusiaan!
"Ruang ganti anak cowok ada di sebelah kanan saya, sedangkan untuk yang cewek ada di sebelah kiri saya! Silahkan masuk.." teriak Deidara kepada peserta MOS.
Anak-anak pun berpisah dan menuju ruangan ganti mereka masing masing yang penuh bermacam macam kostum. Mulai dari kostum bangsawan, kostum kartun lalu ke kostum hewan sampai kostum gelandangan juga ada! Tapi ternyata, cobaan tak hanya sampai di sini karena mereka akan bermain hoki-hokian dengan memakai mesin ciptaan Zetsu (yang pasti sudah disabotase oleh OSIS untuk menyiksa peserta MOS) untuk menentukan kostum apa yang akan mereka pakai.
Cara bermainnya mudah saja, mereka tinggal memukulkan palu ke mesin itu, sehingga jarum yang berbentuk brokoli itu berputar. Hal yang selanjutnya dilakukan adalah menunggu panah brokoli itu berhenti di pakaian mana, dan pakaian itulah yang harus mereka pakai. Kalau hoki mungkin akan mendapat jas tapi jika tidak, hehehe... Kita saksikan saja akibatnya! Yang pasti, kejutannya membuat para peserta merinding.
AULA DANSA PULAU WONDERLAND
"Okee! Semuanya, kalian sudah liat kostum-kostum dari OSIS kan? Nah, sekarang kalian akan memilih jenis pakaian apa yang kalian pakai! Nah, yang pertama, Uchiha Sasuke! Urutan pengambilan kostumnya spesial rikues dari anggota OSIS kita, Uchiha Itachi!!!" teriak Konan nggak pake titik koma. Selesai ngomong, dia ngos-ngosan.
'Cih! Aniki sialan.' Sasuke memaki anikinya dalam hati, tapi ia tetap berjalan panggung, tempat mesin aneh buatan OSIS berada. Tampangnya antara pasrah dan keki sama Itachi.
"Nah, lo pukul tuh mesin pake palu yang ada di sono." perintah Deidara yang berada di sebelah mesin penentu nasib itu (Mari kita sebut demikian, karena memang menentukan nasib pakaian yang akan anda pakai saat jurit malam).
Sasuke memukul mesin itu keras, sambil berteriak, "KHINZIIIIIR LU ANIKIIIII!"
Anak-anak yang lain pada cengo, ngga ngerti apa arti kata Khinzir yang baru aja Sasuke sebut. OSIS juga cengo. Hanya Sasuke yang mengerti. 'Khinzir lu aniki. Khinziiirr! Suerrrr!' umpat Sasuke.
Jarum mesin penentu nasib yang berbentuk brokoli itu berputar, cepat dan berkali-kali. Kalo ngeliat jarum brokoli itu berputar, dijamin pusing!
"Yakkk... Dan jarum itu berhenti dii..." ucap Hidan yang tiba-tiba jadi MC dadakan. "SERAGAMNYA TARZAN, rancangan spesial dari Deidara!!!!"
"Huahahaha!!!" Naruto ketawa ngakak, Kiba juga. Sakura, Hinata, Ino, Tenten, Karin mukanya udah pada merah, nahan ketawa yang luar biasa! Gaara, Neji, Shino, stei kul!
Muka Sasuke udah merah, lalu ia cepat-cepat turun panggung. Duduk di tempatnya lagi.
"Yang kedua, Haruno Sakura!!" Tereak Hidan lagi.
Sakura maju ke panggung, perasaannya antara waswas, senewen, kesel, takut. Dia takuuut banget kalo disuruh pake baju yang aneh-aneh. Entar, impiannya dia nyari cowok jauh-jauh ke KBS ngga bisa terealisasikan dong?
"Ayo ambil cepetan! Kaga usah pake lama deh lu, jidat jenong!" Sasori memerintah. Sakura pura-pura malu-malu kucing biar dia bisa ngejaga imejnya buat dapet cowok!
"Ah! Lu jalan kaga usah kaya penganten sunat! Mending tu badan bagus!" Sasori kembali bertereak. Sakura udah malu banget dan akhirnya lari menuju mesin biadab bikinan OSIS itu.
5 langkah lagi, 4 langkah lagi, 3 langkah lagi, 2 langkah lagi, 1 langkah.. dan foilaaa..
Sakura memukul mesin ajaib Akatsuki dengan sekuat tenaga, dan mesin itu hancur berkeping-keping. Sakura panik dan bingung. Deg-degan pula!
"Loh ko ancur sih? Ko gini ya? Waaaduh, piye iki?" ujar Sakura dengan muka yang sangat bingung.
"Wah kamu ngerusak aja! Dasar primitif! Ga tau diri! Liat noh, mesinnya ancur! Udah kostum kamu pocahontas aja, pergi sana!" bentak Konan dengan bernapsu, ampe memuncratkan hujan lokal yang sangaaat banyak.
Sakura pun dengan ikhlas menerimanya dan berlapang dada. Namun, hatinya yang terkecil berujar dengan murka bin dengki, "Biar tuhan yang membalasnya! Ciloko kowe!"
Waktu pun berjalan dengan cepat. Semua murid sudah menerima kostum masing-masing dengan mesin ajaib yang udah diselotip Kakuzu gara-gara Sakura rusakkin. Sekarang Naruto dan kawan-kawan dibawa ke dalam hutan yang gelap. Otomatis Sakura dan kawan-kawan teriak jejeritan (Tentu saja suara Ino yang paling cempreng). Mereka berbaris rapi sebelum diomelin anggota OSIS.
"Sekarang kalian bakal disebar ke dalem hutan! Di dalem hutan, kalian akan menemukan pasangan dansa kalian, TAKDIR YANG AKAN MEMPERTEMUKAN KALIAN DENGAN JODOH!!" teriak Zetsu.
"Kalian Cuma tinggal jalan doang, luruuuuuuuuuuuuuusssssss aja! Tapi peratiin sekeliling! Kanan-kirinya banyak hal-hal magis, dan perlu kalian tau, Pulau Wonderland ini pulau yang dibeli KBS 20 tahun lalu! Dan konon katanya, 20 tahun lalu, banyak mayat-mayat hasil mutilasi dan korban kejahatan, yang dibuang kesini!", Sasori berujar ketus, mengancam. Anak-anak pada bergidik ngeri.
"Yoa! Sono pada milih pintunya!" tereak Itachi.
Semua memilih pintu masing-masing, Naruto di pintu 1, Sasuke di pintu 2, Shikamaru di pintu 3, Neji di pintu 4, Sai di pintu 5, Guy-sensei di pintu 6.
Lah, Guy?
Flashback.
"Ayolah Kakashi... Izinkan saya ikut jurit malam.." pinta Guy dengan pose melas dan dengan pose 'nice guy'-nya.
"Yaa... Tapi bagaimana sensei? Kan MOS ini untuk SISWA, bukan untuk SENSEI.", gelak Kakashi. Dengan penekanan pada kata 'siswa' dan 'sensei'. Matanya hanya melirik sedikit ke Guy, Icha-icha tactics masih di tangannya.
"Iya sensei.. Lagipula, adakah siswa baru kita yang kau incar, Guy-sensei?" Kurenai, guru Bahasa Konoha kita, ikut bertanya.
"KARIN TENTU SAJA!" Guy menjawab dengan semangat. Mengacungkan salah satu jempolnya ke atas dan menunjukan pose nice guy-nya yang menampakkan kilau dari gigi-giginya yang rapih. Kurenai menutup matanya dengan tangannya yang gendut, dan Kakashi masih membaca Icha-icha. Dan entah mengapa, kacamata hitam telah bertengger di muka tampannya.
"Tapi, Guy-sensei.." Kurenai masih menutup mata, namun ia beranikan bicara ke guru nyentrik bin ajaib ini.
"POKOKNYA SAYA MENGINCAR KARIN YANG TUBUHNYA ADUHAI, TAMPANGNYA MANIS NAN IMUT, UDAH GITU PESONANYA... HUAAAAAAAAAHHH!!! NGGA NAHAN!" Guy langsung memotong kata-kata Kurenai. Disertai dengan kuah bejibun yang keluar dari mulutnya (baca : Hujan lokal by Guy).
Kurenai yang ketumpahan 'kuah'nya Guy langsung pingsan di tempat. Asuma, suami Kurenai yang jadi guru matematika killer di sekolah langsung panik. Tumben-tumbenan dia ngelepas rokok di mulutnya dan langsung ngibrit ke Kurenai.
"KURENAIII!!! JANGAN MATII!! NANTI SAPA YANG NGURUS AYEE NEEEH??" Asume berterak lebay. Tangis keluar dari muka tegasnya. Guy dan Kakashi yang ada di dekatnya langsung ber-'eyuuuuhh' ria.
"Heh, istri ente ntu Cuma pingsan. Sono, bawa ke Kabuto! Palingan dikasih teh manis, udah gitu boleh cabut!!" Akagi yang kebetulan lewat nyamber. Abis denger kata-katanya Akagi, Asuma langsung ngangkat badan Kurenai yang gendut dan ngabrit ke klinik sekolah yang jaraknya berkilo-kilo jauhnya.
Dengan melewati hutan belantara, lautan yang luas, samudera yang menantang, ikan piranha laper yang siap memangsa dan juga lautan kutub es yang membentang.
Namun, Guy masih dapat mendengar suara Asuma, "GUUUY!! Liat aja ente entar! Gue bakal numpahin lu pake kuah ampe mampus!" setelah itu sambil berlari sendiri berkata pada istrinya, "Say ko kamu berat banget sih? Capek nih!! Au au!"
Sedangkan Guy hanya bisa terdiam sesaat. "Jadi... Boleh nggak?" pintanya lagi ke Kakashi.
"Terserah lu deh.." dan Kakashi berlalu dari hadapan Guy dengan Icha-icha di tangannya.
Itulah yang membuat Guy bisa ikut jurit malem...
Lanjut..
Karin dapet pintu Miras, Hinata dapet pintu Narkotika, Sakura dapet pintu Lapas, Tenten dapet pintu Penjara, Ino dapet pintu Pergaulan Bebas, dan Temari dapet pintu Preman.
Akhirnya semua peserta MOS memasuki hutan yang gelap nan bernuansa angker itu. Mereka berjalan sendiri-sendiri.
TENTEN SESION
Tenten berjalan sendirian sambil menepok nyamuk-nyamuk yang berdatangan. Kostum aphrodite-nya yang berupa gaun panjang warna putih susu, berenda-renda, dan memiliki pita yang gede banget berwarna merah maroon membuat Tenten tak leluasa dalam bergerak.
NGING! NGIIING! Suara nyamuk terus menghantui Tenten.
Karena udah malem, Tenten nggak sadar kalo ada batu gede di depannya dan, jdug! Jatohlah si Tenten dengan gayanya Marilyn Monroe yang dibikin tambah lebay sama dia.
"Auch! Ittai.." ucap Tenten. Tenten pun menegelus kakinya yang sakit dan mengeluarkan balsem dari Orihime.
Tiba-tiba sebuah panah cinta berwarna pink menancap tepat di cepol Tenten sebelah kanan. Membuat Tenten yang lagi ngoles balsem berteriak semakin nyaring. Suara Tenten menggema ke seluruh hutan, bahkan sampai ke gedung sekolah yang ada di seberang lautan biru yang luas.
Seorang laki-laki berambut indah hitam panjang berkostum Cupid bernama Neji lah yang menembakkan panah itu ke Tenten. Maksudnya mau nembak rusanya Shikamaru yang waktu itu kabur tapi malah mendarat di cepolnya Tenten yang bundar.
"Ahh!! Apaan sih panah jelek pink nancep-nancep tolol begini! Idih! Apaan sih! Pokoknnya yang nembakin panah sialan ini nancep ke rambut gue yang indah nan halus ini musti nyepolin rambut gue lagi! Nggak mau tau!", Tenten ngomel sorangan wae(sendiri).
"Apa ada orang di sana?" sapa Neji dengan suara yang merdu. Kostum cuid Neji membuat Neji tampak mempesona, apalagi untuk Tenten.
"Ah! Ah! Akyuu!" ucap Tenten dengan nada centil yang bisa mengalahkan kecentilan Karin yang sudah luar biasa centil.
"Ah.. M.. maaaf ya.." entah mengapa, Neji nggak bisa stei kul di depan Tenten yang cantik (menurut Neji loh).
"Iya!" Tenten cuma bisa senyum senyum. Hati Tenten sangat berdebar-debar. Dengan degupan jantung yang bisa terdengar sampai para peneliti di kutub utara. 'Aduh, ni cowok ganteng abis!'
"Eh.. Berarti, kamulah jodohku ya?" Neji bersuara. Tampang dan nadanya datar. Stei kul men..
"Ehh! Iyaa! Iya!" Tenten napsu bilang iya. Bayangin, siapa sih yang ngga mau dapet jodoh seganteng dan sekaya Hyuuga Neji?
"Ah.. Maaf ya, cepolmu berantakan.." Neji mengangkat tangannya dan memilin rambut panjang dan lurus Tenten. Dan membentuknya jadi sebuah cepolan.
'Ahh! Si ganteng ini!' batin Tenten tereak sekenceng-kencengnya kenceng. Tapi, Tenten dapat mendengar detak jantung Neji yang dapat terdengar oleh mahkluk-makhluk asing yang ada di planet mars sana..
"Ah.. Makasih.."
"Iya.. Karna tadi OSIS bego sialan terkutuk bangsat bin jaman jebot itu.." Neji nafas bentar, "bilang kita akan ketemu jodoh kita, aku percaya kalo jodohku itu kamu.." suara Neji jadi lembut.
"Ah.. Ta.. tapi.."
"Pokoknya aku percaya kamu pasti jodohku," ujar Neji memotong kata-kata Tenten...
TBC KE CHAPTER 3 PART 3 !
A/N : Hahahaha! Minna-san! Shinkansennya udah apdet nih!
Maaf lama minna-san, soalnya, lagi nggak ada ide.
Chapter ini selesai juga karena Stevieg, Becks, dan Mokona (Hiyeeii! Mokona balik dari HIATUSnya!), dipaksa kerja rodi sama Moshimoshi dan Rainbow!
-Walau yang paling kejam ya Moshimoshi-
Bagaimana chapter ini? Panjangkah? Hihihi... Chapter selanjutnya bakal apdet ASAP, soalnya idenya lagi ada. Mumpung libur juga :)
REVIEW!
Tinggal klik 'Review this story/chapter', dan ketik reviewnya. Dan voilaaa!!
Anda reviewer baik hati yang didoain dapet jodoh yang ganteng/cantik sama author!
