Shinkansen Uzumaki goes to Boarding
By 5 Sekawan.
CHAPPIE 3 part 3
Disclaimer: Masashi Kishimoto, Tsugumi Ohba&Takeshi Obata, Takehiko Inoue, Tite Kubo, tapi si ceritanya milik kita berlima.
Rated : T aja deh kalo kemaren jayus sekarang norak..
Genre : Aduh lupa yang jelas ada humornya, selipan romance garing buat bikin lucu –ngarep-
Warning: Diharap minna-san pake sunglasses, karena cerita norak bin ajaib ini:), OOC bertebaran dimana-manaaaaaa..
A/N : Don't forget review buat semua yang baca.. Oh ya, pas Sakura' Session, amat sangat disarankan untuk memutar lagu 'Steady As Beating Dru'-nya OST Pocahontas Disney. Janji! Akan sangat menambah suasana!
Khinzir means PIG. Itu bahasa arab!! Hehehe :D
REVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIEWREVIWREVIEWREVIEW POKOE REVIEW !!!
"Pokoknya aku percaya kamu pasti jodohku," ujar Neji memotong kata-kata Tenten..
Shinkansen Uzumaki Goes To Boarding
Chapter 3 part 3
"Fireworks!"
By. 5 sekawan
Moshimoshi, Rainbow, Stevieg, Becks, Mokona
"Neji...", Tenten memanggil nama Neji. Yang dipanggil menatap mata yang manggil.
"Kenapa?"
"Tapi.. aku nggak pantes buat kamu!" Tenten mengucapkannya dengan nada sedih. Dengan latar bunga-bunga dan kerlap-kerlip..
"Kenapa? Apa karena statusku? Aku rela kok, ninggalin statusku demi kamu! Membuang kekayaanku, kemewahanku, kenyamananku, rasa enak atas semua makanan yang telah kumakan. Ninggalin rumah besar mewahku yang luasnya 666 hektar, ngebuang semua kartu kreditku yang limitnya 100 juta ryo, mobil-mobil sport koleksiku yang jumlahnya ada 13, dan harus tinggal di gubuk-gubuk pinggiran penuh sampah dan kutu-kutu tak berguna, yang bisanya cuma nyampah!—
Dan sekalipun kulit halus, putih, cemerlangku ini harus jadi item, dekil, buluk, dan banyak coreng-corengnya, aku rela kok!" ucap Neji sambil berpose layaknya seorang india yang lagi ngerayu cewek.
"Ya! Kulitku item, buluk, dekil, jelek, kudisan, panuan! Nggak kaya kulitmu yang putih, halus, dan cemerlang! " Tenten tereak. Mukanya merah semerah kepiting rebus. Malu ngasih tau rahasianya ke Neji.
"Yaelah... Gampang kok! Kita tinggal ke spa aja bareng-bareng, meni-pedi, lulur, spa, massage, aroma teraphy, creambath! Apalagi kalo nginget rambut panjangku yang halus nan berkilau ini, akan dekil dan kering, bercabang, rontok-rontok, mudah patah, huah! Aku nggak bisa ngebayanginnya Tenten.. Entar gampang kok, aku tinggal nyolong dikit uang keluargaku, paling cuma 100 ribu ryo buat kita berdua ke spa bareng-bareng! Gampang kan?"
"..." Tenten membisu dan terdiam.
"...?" Neji mempertanyakan kebisuan Tenten, si panda unik yang ia temui malam ini.
"Karena.." akhirnya Tenten buka suara.
"Karena apa?"
"Karena aku..."
"Ya?"
"Aku..."
"..."
"Aku cuma anak mba-mba kantin yang miskin! Yang nggak pantes sama kamu yang anak pengusaha kaya!" Tenten tiba-tiba nangis di dada Neji. Neji cuma bisa ngelus-ngelus kepala Tenten.
"Semua akan baek-baek aja.." Neji meyakinkan Tenten.
"Tapi.."
"Percaya.."
Mereka tak melepaskan posisi itu, dan terus berpelukan, hingga sebuah suara—kenceng banget—menginterupsi momen itu.
"AAAAAAAAUUUUUUOOOOUUUOOOUOOOO!!!!!"
Mereka berdua langsung jatuh pingsan, tepat diatas lumut-lumut hijau jelek yang menjadi alas tidur mereka. Dan akan ditemukan beberapa hari lagi, oleh binatang-binatang lapar...
SAKURA'S SESSION
Sakura lagi jalan sendirian di tempat sepi bin ajaib yang jadi lokasi jurit malem OSIS. Baju pocahontasnya yang hanya berupa dress one shoulder diatas lutut bikin dia kedinginan. Mana nyamuk nguing-nguing mulu lageh!
Sakura jalan terus, sesekali mengaduh karena dia nggak boleh pake sepatu.
'Ah dasar senior payah bin kolot. Masa aku nggak boleh pake sepatu gara-gara ngelirik dikit ke ketua OSIS! Ah dasar kolot!' Sakura membatin. Lalu ia terus berjalan dengan kaki yang sakit dan merah-merah.
"Aduh! Aduh! Aduh, gue nginjek batu! Ihh! Aaaahh!!! Ada ulet di kakiku yang mulus ini!" Sakura kembali mengeluh. Lalu terdengar sebuah suara dari TOA yang ada dibelakangnya.
"Hoi! Junior tengil! Kan tadi gue suruh berlagak kaya pocahontas! He-Ho-He-Ho-nya mana?? Mana ekspresinyaa??", tereak salah satu utusan OSIS kita yang paling baik hati sedunia (HOOOEEEEEKKKS!) Zetsu—yang mengawasi dari belakang!
Sakura nyengir terpaksa, lalu ia mengangkat dayung dadakan rancangan OSIS yang bentuknya lebih kaya spatula bengkok-bengkok karena dikerjaan hanya dalam waktu 10 menit oleh ketua Orsen, Sasori.
"HE! HO! HE! HO!" Sakura teriak, menirukan nyanyian Pocahontas saat mengayuh kapalnya melewati sungai-sungai yang beriak, tak dalam, dan panjang. Membentuk anak-anak sungai yang rewelnya minta ampun! Tangannya memainkan dayung yang ia bawa, seperti lagi mendayung sungai citarum yang gelombangnya dapat menelan korban jiwa...
"Nggak kaya pocahontas! Ulang!" Zetsu kembali memerintah dengan nada arogan.
"He! Ho! He! Ho!" Sakura berteriak lebih pelan, sambil memainkan dayungnya lagi. Mendayungnya juga lebih pelan, Zetsu tersenyum jail.
"Junior kucret, ekpresinya manee?" Zetsu kembali menuntut ke Sakura.
"Yaela, senpai! Aku ora gelem jadi pemaen sinetron atao pilem! Karepe jadi bojo yang ape aja, karo suami seng rupane apik dan tajir! (Saya kan nggak kepengen jadi pemain sinetron atau pemaen pelem! Pengennya jadi istri yang baek aja, dengan suami yang ganteng dan kaya!)", Sakura teriak, sambil memainkan dayung cacat OSIS.
"Eh, lu kaga uah banyak protes dah! Gua juga kaga ngarti! Lagian, salah sendiri lu ngeancurin mesin—maha karya, sekaligus master piece gue! Ini kan hukumannya!" Zetsu ngeles.
"Ya, terserahlah.." Sakura pasrah, lalu kembali mendayung sekuat tenaganya. Dengan bunyi He Ho He Ho tentunya.
Tiba-tiba, terdengar suara keras dari belakang Sakura.
"AAAAUUUUOOOUUOOOUUOOO!!!!"
Sakura yang lagi mendayung sambil teriak He Ho He Ho langsung jatoh, keguling-guling, dan nyungsep ke sebuah kubangan lumpur yang tentunya telah diberi benda spesial oleh OSIS kita tercinta.. Yaitu... TINJA KEBO!
"Ahhhhh!!!! Apaaann niih? Tinja sebanyak ini! Oh nooooo!!! Seorang Sakura yang agung dan terhormat ini..", Sakura berlumuran lumpur dan tinja KEBO. Sakura berdiri, lalu saat ia berdiri, ia meliht sesosok laki-laki yang berbadan tegap, berambut jabrik seperti ayam, bermata onyx dan berkostum.... TARZAN.
"Jadi.. Kamu ya?", ucap pria di depan Sakura dengan nada sinis yang luar biasa menusuk. Dengan nada merendahkan tentunya.
"Hah? Aku? Aku apa?" Sakura bertanya sok polos, padahal ia tahu apa yang Sasuke maksud. 'Hiyyeeeeii!!! Gue dapet cowok sekeren ini! Ahh! Mampus tu si Karin jelek! Nggak dapet yang keren!', batin Sakura berujar kegirangan.
"Jodohku.", ucap Sasuke dengan acuh tak acuh. Lalu ia membalikan badan dan berjalan menjauhi Sakura.
Sakura berdiri, lalu membersihkan lumpur dan kado ekstra dari OSIS. Sasuke sama sekali tak membantunya. 'Ahh! Apaan sih ni cowok? Nggak tau sopan santun banget! Gue sumpahin jadi jelek, rambutnya jadi belateng(belah tengah), sama mukanya jadi jerawatan, mampus dia!'
'Ya tuhan.. Masa jodoh gue kaya gitu sih? Ihh dekil, berlumur lumpur, ada tinja di badannya, gendut, jelek lagi! Tapi yang paling parah ya, JIDAT JENONGNYA! Idiiihh!! Gemana kalo dia emang jodoh gue beneran? Ihh ngancurin keturunan Uchiha aja! Nanti gemana kulit anak gue? Kulit babenya putih, mulus, ekstra baby face begini, ibunya... Ihh!' batin Sasuke saat ia membalikkan badannya ke belakang Sakura. Sasuke ngelus-ngelus pipi baby facenya sambil bergidik ngeri.
"Eh.. Eh... Siapa namamu?" tanya Sakura pura-pura polos, manis, berbudi, imut. Padahal dalam hatinya, pengeeeen banget Sakura bilang kaya gini, 'Woy manusia ayam tengil, name lu sape?'
"Uchiha Sasuke." jawab Sasuke dengan nada kengerian yang sama. Sekarang lagi ngelus-ngelus jidatnya yang proporsional. 'Aduh! Gemana entar kalo anak gue jidatnya jenong? Uchiha bisa hancur! Padahal UU klan Uchiha pasal satu ayat dua poin B adalah, semua Uchiha harus terlihat tampan dan cantik, dan ketampanannya dan kecantikannya harus disertai dengan kenarsisan yang luar biasa.'
"Aku.. Haruno Sakura. Panggil akyu Sakura-chan aja. Sasuke-kun, kamyu mau kemana?", Sakura kembali ke sosok centilnya. Sasuke bereaksi pelit. "Hn." ucap Sasuke.
Zetsu yang masih mengawasi di belakang Sakura memunculkan tanduk iblisnya yang selama ini tersembunyi. Dengan segera, Zetsu mengeluarkan handphone Nokia 3310 (Tau nggak? Yang ngetren di tahun 2000an, pas orang baru kenal teknologi hape) dan bicara, "Ita? Bisa datengin iblis nggak?" dan setelah pembicaraan selesai, Zetsu menelan handphone itu hidup-hidup.
Sasuke dan Sakura hanya berjalan, susul-susulan. Awalnya Sasuke yang jalan duluan, terus disusul Sakura. Terus gantian lagi, Sasuke didepan, Sakura dibelakang. Kejadian ini berlangsung hingga 3 kali pergantian posisi, hingga sebiji setan datang.
"Heh junior nggak tau malu, kok lo sama sekali nggak ada mesra-mesranya sih?" seorang setan, dengan jepitan bunga di rambut birunya langsung ngomel tanpa ada pemanasan sama sekali.
"Iya! Kalian ini dipasangkan sesuai dengan apa yang diminta pembaca tau! Kok nggak ada mesra-mesranya sih?" iblis yang lain, yang memasang banyak piercing di mukanya langsung melanjutkan omongan setan pertama.
"Ya, harusnya kalian seperti mereka! Mesra-mesraan mulu!", ucap setan terakhir yang nada suaranya jahil. Sasuke mengenali suara ini, 'Khinzir muncul.. Khinzir muncul..' batin Sasuke.
Dan setelah setan terakhir berbicara, setan pertama langsung pelukan sama setan kedua, udah gitu mereka sok lari-larian sambil pegangan tangan ke pohon yang sangat gede, dan muter-muter kaya pemaen bollywood yang lagi syuting film. Dalam adegan itu dimunculkan tawa mak lampir dan genderuwo tentunya.
"Tiruin mereka berdua!", perintah setan terakhir. Lalu Sasuke memandang Sakura, dengan ekspresi jijik tentunya. 'Oh mei gutt? Masa sama cewek yang bekas jatoh di lumpur sih? Gue yakin, pasti entar badan gue gatel-gatel karena harus pegangan ama dia!'
Sakura balas menatap Sasuke lama. 'Em jih.. Sebiji robot kaya dia? Pegangan? Kejar-kejaran? Sok-sok berstriptease? NO WAY!'
"HAYO!", perintah setan terakhir. Lalu, dengan amat sangat terpaksa, Sasuke berlari, dan Sakura menyusulnya. Sasuke memperlambat langkahnya, dan membiarkan Sakura menyusulnya. Sakura berhasil menyusulnya dan akhirnya Sasuke mengulurkan sebuah pulpen—entah dimana Sasuke nyimpen pulpen itu—ke arah Sakura.
"Ngapain lu ngulurin pulpen ke gue, ayam?" ucap Sakura sambil bisik-bisik ke Sasuke. Masih dalam posisi kejar-kejaran.
"Kita pura-pura pegangannya pake ini aja, baka! Kita kan bukan muhrim boww!" perintah Sasuke sambil terus mengulurkan pulpen itu. Sakura menerima pulpen itu, sok-sok pegangan, dam mereka berdua berlari, menyongsong hari esok yang cerah, namun lusa, mereka berdua akan berakhir di pengadilan agama karena tuntutan cerai...
"Mane senyumnyaa?" setan terakhir bertanya, dengan muka cengar-cengir iblis yang pengen ditendang sama Sasuke.
Sasuke tersenyum, namun senyumannya lebih terlihat sebagai sebuah seringaian yang sangat-sangat nggak enak diliat. Sakura cuma nyengir, namun, arti nyengirnya dapat dibaca seperti ini : "Ngapain lu senyum-senyum ke gue? Sono, lu pake kawat yang bener, benerin tu gigi tonggos!"
Setan ketiga hanya bisa tersenyum geje, pengen ketawa sengakak-ngakaknya ngakak, setan pertama sama setan kedua malah beneran ngelanjutin mesra-mesraanya.
"Iyak, terakhir, muter-muter kaya artis bollywood!" perintah setan terakhir. Dan dengan sangat sangat amat sangat terpaksa, akhirnya Sasuke dan Sakura muter-muter di bawah pohon beringin gede yang di sekitarnya banyak ditaro sesajen. Dan tanpa sadar, Sasuke menginjak salah satu sesajen yang ada (OOOPPSS!)
Mereka berdua muter-muter, terus, hingga 2 jam berselang, dan tanpa sadar, mereka berdua jatuh ke tanah, menimpa sesajen-sesajen yang ada...
KARIN'S SESSION
Karin berjalan sendirian. Di sekelilingnya, banyak sesajen-sesajen yang bertaburan. Karin dengan sangat centilnya melompati sajen-sajen yang bertaburan. Gaun cinderella versi compang-campingnya membuat Karin menutup hidung, dan sepatu kaca jejadiannya (baca : sepatu kaca dari alumunium foil) membuat ia susah untuk melangkah.
'Apaan nih kostum? Bau banget! Udah berapa lama nggak dicuci nih? Gue yakin, entar abis gue ngelepas kostum ini gue bakal gatel-gatel nggak keruan!! Mana sepatunya kaga enak, kresek-kresek!! Sakit!', batin Karin dalam hati.
Karin terus berjalan sendirian, hingga ia mendengar suara 'ketepak-ketepok'nya sepatu kuda. 'Ah! Itu pangeran ganteng yang jemput gue udah dateng!', batin Karin.
"Karinn!! Saya, Maito Guy, dengan semangat masa muda yang tiada tara menjemputmu kesini!!!", teriak sang pangeran yang menjemput Karin. Guy dengan kostum pangeran berupa jas hijau lumut berenda dan berumbai-rumbai, celana hijau lumut dengan aplikasi renda juga, dan sebuah dasi kupu-kupu polkadot pink!
'Hah? Guy-senseii? Oh mei gut, kemana jodohku yang tampannn...' rutuk Karin dalam hati sambil membayangkan tampang Sasuke yang menurutnya ganteng dalam sebuah love besar, dan kemudian retak-retak dan fotonya digantikan dengan foto Guy!
"Sen.. sensei! Kok sensei ikutan jurit malem sih? Bu.. bukannya yang bisa ikutan jurit malem CUMA murid baru yah?", tanya Karin sambil bergidik ngeri, dan masih sempet-sempetnya mengibaskan rambut merah yang jadi kusut karena disuruh pake bandana yang baunya nggak kalah sama kostumnya.
"Oh, Karin yang imut.. Saya sengaja mohon-mohon ke Kakashi-sensei biar bisa ikut jurit malem! Hanya untuk ketemu kamu loh!!" ucap Guy berapi-api sambil menunjukan pose nice guy-nya.
Dan sebuah kejadian terjadi.. Pose nice guy-nya Guy menghasilkan kilauan super dari gigi kinclongnya, lalu, sinar bulan yang menerangi dunia menerangi gigi guy, dan entah-mengapa, bisa memantul ke sepatu alumunium foil-nya Karin. Dan mengakibatkan, sepatu alumunium jadi-jadian itu terbakar kobaran api.. asmara..
"AAAAHHH!!! SEPATU ABAL INI KEBAKAR! KEBAKAR! KEBAKAR! AHH ENTAR KAKI GUA JADI ADA BEKAS LUKA BAKARNYA DOONGS? NOOOO!" teriak Karin lebay sambil mengipas-ngipas api yang ada di sepatu alumunium foil-nya.
Guy kaget, lalu dengan kontan ia menunggangi kuda putihnya, melintasi hutan belantara yang nggak luas-luas amat, dan kembali dengan seember air berwarna keruh dan dengan cepatnya Guy langsung menyiramkan air keruh ini ke Karin.
"Sensei! Apaan nih? Bau, keruh, dingin, ada sesuatu yang licin-licin dalem air ini!", Karin bertanya ke Guy dengan ekspresi jijik.
"Itu cuma aer rawa yang saya ambil nggak jauh dari sini kok!" ucap Guy sambil memperhatikan api di kaki Karin yang mulai padam.
'Kalo die yang buluk aje ikut, Kakashi-sensei yang ganteng juga dongg?', tanya Karin dalam hati, setelah api di kakinya padam. Lalu Karin memberanikan dirinya bertanya kepada makhluk jejadian di depannya ini. "Kakashi-sensei juga ikut dong?"
"Kalo dia mah, nggak! Dia sibuk pacaran sama buku icha-ichanya! Udah gitu, dia mau ketemu sama Anko-sensei!" Guy merontokkan bunga-bunga harapan yang tumbuh di hati Karin. Karin langsung bete, cemberut dan monyongin bibir.
'Ahh! Karin-KU yang cantik, makin cantik aja kalo monyong! Kaya ikan lohan piaraan buyut gue! Ahh! Gue jadi kangen buyut gue..' batin Guy sambil menangis terharu, dengan hasil berember-ember air mata berwarna kekuningan..
"Udah, mending kamu ikut saya aja keluar, dengan bahagia dan dengan cinta yang tumbuh diantara kita berdua, mari kita sama-sama menyonsong hari esok yang bahagiaa!" Guy turun dari kuda putihnya—masih menangis—, lalu mengangkat Karin ke bahunya. Menggendong Karin di bahunya dan menaruhnya diatas kuda. Guy naik ke kuda juga. Posisinya di depan Karin.
"Mari kita menyongsong hari esok yang bahagia, dengan pernikahan besar-besaran dan juga bulan madu yang mewah!!!" teriak Guy nepsong. Air mata telah berhenti mengalir.
"Nggakkk!! Saya langsung nyerein sensei TALAK 3, persis setelah ijab qabul seleseii!!!" Karin berujar miris. Membayangkan apa yang Guy sensei katakan.
Dan mereka berdua terus membelah hutan belantara itu dengan kuda putih kurus yang keliatan makin menderita karena dinaikin dua orang...
FIREWORKS'S TIME!
Semua para peserta MOS sudah kembali ke sebuah lapangan dengan rumput-rumput hijau yang keliatannya enak ditudurin. Shikamaru langsung masang pantat dan bersiap-siap untuk tidur. Temari langsung siap-siap untuk menjewer telinga Shikamaru biar Shikamaru nggak ketiduran.
Entah bagaimana, Neji dan Tenten dapat ditemukan dalam waktu 2 jam oleh tim SAR yang ditugaskan oleh KBS. Khusus untuk mencari anak-anak hilang di Pulau Wonderland. Mereka ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Neji dengan rambut yang tiba-tiba rontok, bercabang, ketombean, kutuan, kusut, kriwil-kriwil, berminyak dan mudah patah. Saat Neji mematut dirinya di cermin, Neji kontan berteriak.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!" teriak Neji histeris.
"Kenapa Neji?" tanya Tenten yang berdiri di sebelah Neji.
"Oh mai gud, Tenten. Rambutku.. rambutku. Pokoknya Tenten, entar abis MOS, kamu temenin aku ke salon ya! Liat! Rambutku bercabang, ketombean, kusut, kriwil-kriwil, berminyak pula! Oh mai gudd.. Entar, sekalian aja kamu benerin cepol kamu yang aku rusakin! Yayaya?" Neji memandang rambut kecoklatannya yang berubah drastis.
Tenten hanya bisa mengangguk dan berkata, "Iya... Sabar ya Neji.."
Bagaimana dengan pasangan india kita? Sasuke Sakura ditemukan oleh Tim SAR, dan juga beberapa paranormal. Dan saat mereka saat ditemukan sangat mengenaskan, para paranormal berkata, banyak sekali setan-setan yang berkeliaran di sekitar mereka.
Dan sekarang, mereka juga dalam keadaan mengenaskan. Mereka nggak bisa melepaskan pulpen keramat itu dari tangan mereka. Sakura dari tadi cengenges-cengengesan melulu, Sasuke tatapannya kosong. 3 setan kejam yang menyuruh Sasuke dan Sakura melakukan tindakan yang mendatangkan setan itu—Konan, Pain, dan Itachi—, cuma bisa nyengir-nyengir geje.
Pasangan cinderella kita, Guy dan Karin kembali dalam keadaan setengah selamat, setengah kaga. Karin mengalami luka bakar yang nggak parah-parah amat, cuma karena kebakar ya tetep aja dibawa ke UKS, tempat Kabuto-sensei nangkring. Karena Karinnya keburu males sama Guy, jadi Karin sok-sok pingsan depan Kakashi, dan dengan amat sangat terpaksa, Kakashi menggendong Karin yang tubuhnya cukup berisi.
"Aduh, ni orang berat banget! Nggga seberat Kurenai sih, cuma tetep aja berat! Mending gendong Anko-chan deh." bisik Kakashi pelan. Karin nggak denger, keburu kesenengan luar biasa bisa digendong sama Kakashi-sensei!!!
Semua pasangan yang ada bergandengan tangan, ada beberapa yang sambil tiduran di rumput, ada yang diri, ada yang jongkok-jongkok(tanda mau boker), ada juga yang jungkir balik nggak keruan. Mereka cuma berdiam diri, berduaan. Hingga, sebuah suara mengagetkan mereka.
"SWIIIIIIIIINGGG!!! DUAR! DUAR!", suara kembang api meledak di angkasa. Dan sesaat setelah suara itu muncul, terlihat gambar bunga berwarna berwarna-warni—merah, oranye, kuning, hijau, biru— yang memukau mata.
Shikamaru yang tadinya mau tidur, keburu kaget dengan suara kembang api yang muncul, dan akhirnya terpukau dengan bunga-bunga yang muncul di angkasa. Temari yang duduk di sebelahnya juga ikut terpukau dengan bunga-bunga yang muncul di angkasa.
Neji yang masih memegangi rambutnya ikut terpana. Masih dengan tangan di rambutnya, Neji memandang kembang api yang meledak. Dengan Tenten bersender di bahunya.
Sasuke yang masih memegangi pulpen tak bergeming. Namun, sinar matanya terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya saat itu. Bunga-bunga berwarna-warni yang mekar di angkasa yang gelap. Sakura yang sejak dari tadi cengangas-cengenges juga ikut terpana, dan tak melepaskan pulpen itu dari genggamannya.
Naruto dan Hinata yang dari tadi adem-ayem aja menikmati pertunjukan kembang api persembahan OSIS itu dengan pandangan terpuka dan terpana. Tangan mereka saling berpegangan, erat, menunjukan rasa yang mulai ada di hati mereka berdua..
Tiba-tiba, terdengar sebuah suara jahil yang para siswa MOS kenali. Suara ketua OSIS yang tukang bikin onar, bikin kacau, bikin kesel, dan bikin keki!
"Selamat malam, para peserta MOS sekalian." ucap Pein tiba-tiba jadi formal. Tapi nggak pantes, jadi terdengar anak-anak yang cekikikan. Salah satunya, Kiba yang pasangan sama monyet, Naruto, dan Lee yang pasangan sama kerbo yang dicolong sama Pein pas si kerbonya lagi mengkerem di kubangan.
"Saya, selaku perwakilan OSIS, ingin mengucapkan maaf atas semua perlakuan kami selama MOS.", Pein minta maaf terpaksa. Ingat Saudara-Saudara! Dengan TERPAKSA! Lalu kembali terdengar cekikik-cekikikan dari berbagai peserta MOS.
"Kami tau sikap kami keterlaluan, jadi mohon maafkan kami semua.." kali ini, muncul Konan dari belakang Pein. Senyum TERPAKSA!
"Kalo mau maafnya diterima, nunduk dalem-dalem sama peserta MOS dong! Cium kaki mereka, terus dijilat, terus gosok sepatu mereka ampe kinclong, sekinclong kinclongnya kinclong!", tantang Anko, guru BK yang super gokil. Para OSIS cuma nyengir kuda. 'OGAH gua nunduk dalem-dalem ke semua anak baru tengil begini!' batin para pengurus OSIS dalam hatinya masing-masing.
Akhirnya, dengan amat sangat terpaksa, ingat Saudara-Saudara, DENGAN AMAT SANGAT TERPAKSA, Akatsuki nunduk sedikit ke arah anak-anak MOS. Anak-anak MOS nyengir kuda. 'Akhirnya senior geblek ini nundukin kepalanya juga!'
Dan saat para OSIS nundukin kepala, ada seorang oknum yang kembali meluncurkan kembang api berbentuk tengkorak dengan ukuran sangat besar ke atas langit! (Kembang apinya kaya yang di film Harry Potter 4, Goblet of Fire)
"DUARRRRRRR!!!! SWIIIINGG! SWIIINGG!! SWINGG!!! DUARRR! DUARR! DUARR!!!"
Dan karena suara yang bisa bikin orang pingsan bangun, orang kesurupan akhirnya sadar, orang mati pun tiba-tiba bangun lagi, para Akatsuki dan juga peserta MOS langsung pingsan seketika. Dengan posisi jungkir balik, tiduran, sampe jongkok!
Dan seorang pria bermasker sedang tersenyum dibalik masker hitamnya...
A/N : HAPPY NEW YEAR, MINNA-SAN!!!
Bagaimana chapter ini? Hehehe. Inilah akhir chapter ketiga(Yo olloh, banyak amat chapter 3 ampe kebagi 3 part!).
Menurut kepercayan orang hindu bali, kalo nginjek sesajen dewa bakal marah. DX
Hehehe.. Yang bagian Sasuke-Sakura, yang disuruh pegangan terus Sasuke ngeluarin pulpen, itu kejadian nyata loh. Kejadian yang menimpa seorang sahabat kita, pas LDKS buat OSIS dia disuruh pegangan sama gebetannya, tapi gebetannya ngeluarin pulpen dan bilang, "Kita bukan muhrim." Terus mereka berdua pegang pulpen itu bareng-bareng. Hahahaha XDD
Dan maaf sekali bagi yang rikues Naruhina, nggak bisa dikabulin. Karena kita nggak dapat chemistrynya.. Hehehe.. Dan yang minta review balik, akan dikabulkan secepatnya! Yang ngereview nanti Becks atau Stevieg! Hehehe :9
Buat Inuzumaki Helen-san, kami terinspirasi UU klan Uchiha pasal 1 ayat 2 bagian 2 itu dari fict Helen-san yang judulnya Ibu Gue Ajaib. Kita udah PM-in Helen-san! Maaf ya kita pake :) Semoga Helen-san nggak keberatan... X)
Rainbow : Ahh! Capek! Stevieg, Becks, Mokona, chapter depan kalian yang rodi ya!
S, B, Mk : Hahh?
Moshimoshi : Iye, kan kita berdua udah rodi buat yang lain! (Rainbow ngangguk-ngangguk)
Oke, REVIEW!
Chapter depan akan secepatnya diapdet!
Review sangat ditunggu!!!!!!
Top of Form
