THE TЯICKSTER AND THE PRINCE
Author:
Kai
Rating: G for this chapter
Genre: General (for this
chapter)
Pairing: Bakal ada, tapi baru ketauan di chapter
berikutnya
Disclaimer: Tennis no Oujisama are not mine
Chapter 2 nih. Ya ampun, gw ga nyangka bakal nulis chapter 2nya, soalnya gw da lupa ceritanya ;; bis ide ni fic kubuat berbulan2 yg lalu, and uda agak lupa… ;;digantung;;
Btw, untuk keterangan biar ngga bingung, 'Yagyuu' maksudnya adalah Niou yang sedang menyamar jadi Yagyuu, and 'Niou' maksudnya Yagyuu yang sedang menyamar sebagai Niou. Pake tanda ''.
And thanks buat para reviewers! (istilah yang aneh…) aku melanjutkan fic ini karena kalian, jadi keep review, ok? ;;maksa;; XD
Chapter 2: Meet The Trickster Part Two
Niou tidak menyangka 'pertukaran' itu akan berjalan seperti itu. Bukan, bukan karena akting Yagyuu sebagai 'Niou Masaharu' payah. Justru sikap Yagyuu pada hari itu benar-benar seperti seorang 'Niou'.
Pertukaran dilakukan pagi-pagi sekali di atap sekolah. Niou membawa 'peralatan menyamarnya' dan mengubah mereka berdua hingga mereka benar-benar terlihat seperti satu dengan yang lainnya. Niou bisa melihat dari ekspresi Yagyuu kalau ia cukup terkesima memandang wajah 'Niou' saat melihat ke dalam cermin. Bukan hanya Yagyuu, Niou juga merasakan sesuatu yang, entah kenapa, cukup mendebarkan, mungkin karena ini pertama kalinya ia melakukan hal ini.
Niou bisa memerankan 'Yagyuu' dengan baik karena ia sudah terbiasa melakukan hal seperti ini, karena itu ia kagum pada Yagyuu yang bisa memerankan 'Niou' dengan baik, padahal ini pertama kali untuknya. Caranya berbicara, tersenyum, dan sikapnya yang sembarang benar-benar terlihat seperti 'Niou Masaharu', tidak terlihat over acting sedikitpun.
Mungkin, Niou bergumam pada dirinya sendiri, mungkin juga itulah 'Yagyuu Hiroshi' yang sebenarnya. Mungkin ia tidak pernah menyadari kalau ia ia ingin bersikap bebas, lepas, tanpa memikirkan hal-hal seperti 'moral', atau baik buruknya sesuatu. Dan Niou baru saja melepaskan sisi lain dalam diri Yagyuu tersebut. Heh, rupanya, kau juga seorang trickster, hanya saja kau tidak menyadarinya, yaa?
"Naa, Yagyuu...," Niou tersadar dari lamunannya, mendengar 'nama'nya disebut.
"Niou-kun. Ada apa?" jawabnya, merasa aneh bertanya pada diri sendiri. Tapi pastinya, Yagyuu juga merasakan hal yang sama.
"Jam pelajaran terakhir... kita bolos saja, yuk!" katanya, sambil mengedipkan sebelah mata. 'Yagyuu' terdiam, sambil memandang sekeliling, dan ia tahu kalau teman-teman sekelas yang duduk di dekat mereka mendengar kata-kata 'Niou' tersebut.
"Apa yang kau bicarakan, Niou-kun? Jangan bodoh. Jangan mengajakku melakukan hal seperti itu, ajak saja orang lain," jawab 'Yagyuu' dengan wajah dingin, seperti Yagyuu biasanya. 'Niou' terkikik.
"Ayolah... Kamu ngga cape belajar terus? Aku bisa mati kebosanan di sini..."
'Yagyuu' menghela nafas. Rupanya, ia seperti ini, yah? Hehe, menarik. Ia baru tahu kalau dirinya begitu menyebalkan, tapi anehnya, hal itu membuatnya sedikit senang. Ia ingin menerima ajakan 'Niou', tapi apa yang harus ia katakan? Jawaban yang cocok sebagai 'Yagyuu'...
Lagi-lagi, 'Yagyuu' menghela nafas. "Baiklah. Tapi setelah ini, kau harus berjanji untuk tidak akan pernah menggangguku lagi. Kau mengerti, 'NIOU-KUN'?" 'Yagyuu' mengucapkan namanya dengan penekanan yang tegas, namun di bibirnya terbesit sebuah senyuman kecil.
'Niou' membalas senyumnya. "Hey," bisiknya, "'Yagyuu' tidak akan menjawab begitu, Niou-kun."
'Yagyuu' menatap 'Niou' dengan tajam, dan tersenyum menyindir, "dan kau, sebagai seorang kutu buku yang polos, sangat baik berakting sebagai 'Niou', Yagyuu..." balasnya, dengan suara yang sangat pelan, hingga tak ada seorang pun yang mendengarnya. 'Niou' tertawa lagi.
"Kurasa kau benar,"jawabnya.
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Setelah itu, mereka berdua bolos jam pelajaran terakhir dan mengendap-endap keluar dari sekolah. Tetap sebagai 'Niou' dan 'Yagyuu', mereka mengunjungi berbagai tempat, yang, tidak pernah Yagyuu datangi sebelumnya, game centre, ice skating, dan tempat permainan lainnya. Tanpa mereka sadari, hari sudah mulai malam. Kalau bukan karena 'Yagyuu' yang membujuk 'Niou' pulang, mungkin mereka baru akan pulang tengah malam.
"Nah, Yagyuu, kau sudah puas?" tanya Niou dengan senyum mengejek, setelah mereka kembali menjadi diri mereka sendiri. Wajah Yagyuu memerah. "Sebagai orang yang tadinya melakukan hal ini dengan terpaksa, kau kelihatan begitu menikmatinya, ya, Yagyuu…?"
Yagyuu menghentikan langkahnya dan menoleh pada Niou. "Aku mengaku kalah," katanya tiba-tiba.
"Hah? Bicara apa kau? Bukankah hari ini kau sudah memerankan 'Niou Masaharu' dengan sangat baik? Kurasa kau tidak kalah sedikitpun—"
"Bukan soal itu," potong Yagyuu. "Soal… yang kukatakan sebelumnya… tentang betapa konyolnya melakukan hal seperti ini...," wajah Yagyuu makin memerah, "…aku tarik kembali ucapanku itu."
Niou tertegun, tapi kemudian ia tertawa. "Oh, soal itu. Hmm, aku mengerti sekarang. Kau ingin mengatakan bahwa ternyata menyenangkan melakukan hal 'konyol' seperti ini? Begitu?"
Yagyuu terdiam cukup lama, tapi kemudian ia mengangguk, masih dengan wajah merah. Niou tertawa lagi.
"A… apanya yang lucu??"
"Tidak… hanya saja… wajahmu itu… merah sekali, Yagyuu…," jawab Niou disela tawanya.
"…Tapi," lanjutnya, "hari ini juga adalah hari yang unik dan menyenangkan bagiku. Jadi kita sama." Niou tersenyum ramah.
Yagyuu membalas senyumnya. "Dasar trickster. Aku memang… tidak akan bisa menang darimu, ya?"
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
Sejak hari itu, Niou dan Yagyuu menjadi akrab. Mereka sering terlihat bersama-sama, dan tentu saja membuat anak-anak di kelas mereka heran, apa yang telah terjadi pada mereka berdua? Bahkan ada yang pernah iseng bertanya pada Yagyuu, dan Yagyuu hanya tersenyum dan menjawab, "ra-ha-si-a..."
Dan mereka mengulangi 'pertukaran' mereka tidak hanya sekali. Sepertinya, Yagyuu benar-benar sudah memasuki dunia Niou Masaharu. Sungguh ironis, mengingat tekadnya dahulu untuk tidak akan pernah berurusan dengannya.
Tapi… Yagyuu tersenyum, sesungguhnya, sekarang, ia bersyukur telah mengenal seorang 'Niou'. Kalau tidak, hidupnya pasti akan tetap membosankan seperti dulu. Dan ia menikmati hidupnya yang ia lalui bersama seorang sahabat bernama Niou Masaharu.
Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
"Naa, Yagyuu…?" Niou meletakkan kepalanya di atas mejanya, menoleh dengan malas-malasan pada Yagyuu yang sedang serius membaca buku di sampingnya.
Saat ini sedang jam istirahat, dan hanya sedikit anak yang berada di dalam kelas. Kebanyakan mereka pergi ke kantin atau makan bentou di luar kelas. Memang, SMA Rikkai memiliki taman yang luas dan indah, dan karena masih musim semi, para pelajarnya suka menghabiskan waktu mereka dengan memandangi guguran bunga Sakura berwarna pink yang berjatuhan dengan indahnya. Tapi Niou tidak terlalu suka melakukan hal itu, karena ia pikir itu membosankan, dan karena Yagyuu sering bersamanya belakangan ini, ia juga jarang melakukan hal tersebut. Baginya, memandangi pohon Sakura dari jendela kelasnya sudah cukup baginya.
"Ada apa?" jawab Yagyuu sekenanya, masih sibuk dengan bukunya.
"Kau sudah memutuskan mau masuk klub apa?"
Yagyuu menghentikan kegiatan membacanya dan menoleh pada Niou. "Tidak. Aku tidak ingin ikut klub apapun. Kegiatanku di luar sekolah sudah cukup banyak, aku tidak ingin menambah kesibukanku lagi."
"Eeh… memangnya kamu sibuk ngapain aja sih?" protes Niou, memain-mankan ekor rambutnya. "Les tambahan 4 kali seminggu, les piano dua kali seminggu, dan club golf bersama ayahku pada akhir minggu. Belum lagi jalan-jalan bersamamu sepulang sekolah."
"Jadi jalan-jalan sepulang sekolah bersamaku juga masuk dalam jadwalmu?" goda Niou. Wajah Yagyuu memerah. "Bu—bukan begitu! Aah, terserahlah, yang jelas aku tidak minat mengikuti klub manapun di sekolah."
Niou tersenyum dan mengangkat kepalanya, hingga ia berhadapan tepat di depan Yagyuu. "kalau begitu masuk klub tenis bersamaku, yuk?"
Yagyuu tertegun. "…tenis?"
"Yup, tenis. Begini-begini, aku juara tenis antar daerah waktu SMP, lho. Main tenis sangat menyenangkan, jauh lebih menyenangkan dari pada menyamar. Ayolah, kau pasti suka!" mata Niou berbinar-binar, dan nada suara yang terdengar sangat ceria. Yagyuu terkesima, melihat ekspresi yang selama ini belum pernah ditunjukkan oleh Niou.
…Teniskah?
"…Tidak. Aku sibuk."
"Yagyuu… ayolah…"
"Tidak."
Niou menghela nafas dan merebahkan dirinya di kursinya. "Yah, seperti biasanya, bujukan seperti itu tidak akan mempan padamu."
Yagyuu tersenyum. "Kau sendiri sudah tahu."
"…Yagyuu, apa mata pelajaran favoritmu?"
Yagyuu mengernyitkan alisnya. "Haa?"
"Aku tanya apa mata pelajaran favoritmu," ulang Niou, tapi dengan senyum aneh di bibirnya. Yagyuu merasakan firasat buruk.
"…Biologi, kurasa. Ada apa memangnya?"
Senyum Niou makin melebar. "Oke, sudah diputuskan. Dalam tes biologi berikutnya, kalau nilaiku lebih tinggi darimu, maka kau akan masuk klub tenis bersamaku. Tapi kalau nilaimu lebih tinggi dariku, maka aku akan berhenti membujukmu. Deal?"
"A… Apa itu? Itu benar-benar keputusan sepihak—"
"Oh, jadi kau takut kalah dariku? Kau tidak yakin bisa mengalahkanku, bahkan dalam mata pelajaran favoritmu?" Niou tertawa mengejek. Yagyuu merasa darahnya mendidih. "Siapa yang takut? Aku hanya heran, bisa-bisanya orang yang selalu tidur dalam pelajaran Biologi mengatakan itu padaku…" balas Yagyuu dengan senyum yang tidak kalah lebar.
"Oh, jadi kau setuju? Baiklah, besok tes biologi, kita liha siapa yang menang!" Niou bangkit dari kursinya dan meninggalkan Yagyuu menuju pintu keluar kelas.
"Mau kemana kau?" tanya Yagyuu heran. Apakah perdebatan mereka sampai disitu saja?
Niou menoleh dengan senyum yang sangat, sangat mencurigakan. "Ra-ha-si-a….," jawabnya, dan ngeloyor pergi ke luar kelas.
Yagyuu terdiam dan menyadari.
Ah, rupanya aku kena lagi. dasar trickster.
Dan ia pun menyunggingkan sebuah senyuman.
To Be Continued
Mugyaaaaaaa!! Bersambung! Gw tdinya mw nyelesain bagian Niou dalam 2 chapter, tap ternyata kepanjangan ;; jadinya mungkin bagian Niou bakal kutulis 3 chapter… gomen!! Tolong kritik, saran ato ide kamu tentang fic ini yah!! Thank you da baca and Review please…
