Waduh2....
Ternyata banyak yg ngasih Preview.... Jadi malu.... ;p
Buat Yg minta salah satu dari Rookie-12: Tenang aja.... Mereka semua akan dibuat ceritanya kok.... Yang gw maksud request itu kalo ada yg diluar ke-12 karakter tsb...:-*
Ok, Next:
Disclaimer: Tau sendiri kan tokoh2nya punya sapa.... :D
Rock Lee
........
........
"Gai, murung saja kau ini?" Tegur Kakashi kepada rival-nya itu.
"Mikirin nasib si Rock Lee ya?" Tanya Asuma melanjutkan.
"Ya... Dia.. terlalu.... ..... Polos untuk ini.... Apakah tidak bisa ditunda?"
"Tidak bisa! Justru kadang-kadang, kepolosan tersebut itu menjadi sesuatu yang berakibat fatal!" Kurenai mengingatkan Gai, "Jadi pendidikan seksual itu merupakan pendidikan yang wajib deberikan sebelum generasi penerus kita salah jalan."
"Tapi.... Harus kupercayakan kepada siapa murid kesayanganku itu?"
"Tenang... Kalau aku yang mengurus....."
'BUAKKK... DESH!!!!' Belum selesai Kakashi bicara, kepalan tangan Kurenai dan Asuma sudah mampir di mukanya.
"Gila lo ya!!!!! Dikira kita nggak inget soal Neji kemaren?"
"Tau tuh!!! Abis lo ajarin, tau-tau ada surat dari anbu patroli kalau dia ketauan malsuin umur buat beli video dewasa!!!!!"
......... 'siinngggggg'............
Sunyi untuk beberapa saat.
"Apa mungkin alu minta langsung ke Sandaime aja ya buat ngasih pendidikan ke Lee?"
"JANGAN!!!!!!!" Giliran Asuma yang langsung heboh.
"Kenapa?" Kurenai dan Gai bertanya secara bersamaan, "Bukannya dia terkenal sebagai orang paling bijaksana di Konoha?"
"Biasanya sih iya... Tapi...."
"Tapi?"
"Untuk masalah pendidikan seksual... Hhh....." Asuma mengeluh, mencari kata-kata yang tepat.
"Ya?" Tiga pasang mata melihat ke arah Asuma.
"Hasil pendidikan dari dia itu...."
"Ya?" Ketiga pasang mata tadi semakin penasaran.
"Orochimaru, Jiraiya, dan Tsunade." Asuma memasang muka serius.
"Hiii......" Gai dan Kurenai langsung ketakutan. Memang, ketiga sannin kita itu memiliki orientasi seksual yang aneh. Pedofil, Mesum, dan Nenek-nenek bebaju seronok.
"Jiraiya nggak buruk kok ngajarin pendidikan seks....." Kakashi menghentikan kalimatnya di tengah-tengah dan langsung membalikkan badan begitu menyadari ada tiga pasang mata yang memandang secara sinis ke arah dia. Tatapan mata tersebut seakan berkata: 'Hasil pendidikannya Jiraiya ya kayak lo gitu, mananya yang beres?'
"Baiklah. Aku yang akan mengajari muridku yang innocent itu!!!!" Gai langsung bangkit begitu menyadari kalau hanya dialah yang dapat "menyelamatkan" murid kesayangannya itu.
"Baiklah kalau itu keputusanmu."
Ketiga Jounin lainnya pun meninggalkan tempat pertemuan, tapi memandang secara misterius kearah Gai.
Kakashi dan Asuma kemudian membisikkan sesuatu ke Kurenai.
.....................
.....................
"Guruuu!!!!!!!! Ayo kita mulai latihan masa muda hari ini!!!!!" Sebuah sosok dengan kaos jumper hijau dan rambut nge-'bob' berteriak kearah sesosok yang sepertinya weris besar dari dirinya.
"Ah, Lee... Ng... Sebelumnya, selamat ulang tahun ya..." Kata Gai
Makhluk lebih kecil yang dipanggil Lee itu pun tersenyum.
"Ahh... Ka-karena itu..... Hari ini kita tak latihan seperti biasa..."
"Wuohhh!!!!!! Pasti latihan Khusus kan? AYO!!!!!!" Kata Lee dengan sangat 'Hyper'.
"Ah... Bukan... Tapi.... Ini sudah jadi tradisi di konoha... ngg.... ta tapi.... Sebaiknya kamu guru ikat dulu ya...."
"Wuohhh!!!!! Latihan membebaskan diri dari ikatan musuh ya? Aku akan lepas dalam waktu sepuluh menit!!!"
.................
Dua puluh menit kemudian.....
..........................
"Gu, guru.... Apa ikatan ini tidak terlalu keras untuk tahap latihan?" Lee mulai khawatir karena tak dapat melepaskan ikatan dari gurunya itu.
"Yah, meman tujuannya bukan untuk latihan sih... Maaf..." Gai mulai tampak menyesal.
"Gu.. guru ngomong apa sih?"
"Aku harus memberimu pengetahuan supaya masa mudamu tidak berantakan. Karena itu.... Maafkan aku...." Background di belakang Gai berubah menjadi pantai dengan matahari terbenam.
"Guru..... Demi aku, guru rela melawan hati guru...." Background di belakang Lee juga ikut berubah.
"Lee...."
"Guru...."
"Lee....."
"Guru....."
...................
Sepuluh menit kemudian, dramatisasi tadi pun selesai. (-_-)
.................
"Ah... Ja, jadi..." Gai menjadi kikuk saat akan memulai 'pelajaran'-nya.
"Lee... Kau kalau dewasa nanti.... Apakah kau berharap untuk memiliki anak?"
"Yah!!! Tentu saja... Aku akan melahirkan anak yang sehat dan penuh semangat masa muda!!!!"
Gai terdiam mendengar jawaban muridnya.
"Lee...."
"Ya?"
"Kamu tahu kalau lelaki tak bisa melahirkan kan?"
-hening-
"Iya ya?"
-hening lagi.....-
"Kau memang pernah lihat laki-laki hamil?"
"Ohh..... Harus hamil dulu ya?"
"ngg....." Untuk pertama kalinya dan saat ini adalah saat satu-satunya saat Gai menganggap murid kesayangannya adalah seorang idiot.
"Tapi aku akan berjuang!!!! Dengan kerja keras, aku pasti bisa hamil!!!!!!"
---------- Hening yang jauh lebih lama--------------
"Lee..."
"Ya guru?"
"Hanya wanita yang bisa hamil."
"KENAPA?!?!?!? Apa guru menyuruhku untuk menyerah begitu saja? Guru yang bilang kalau kerja keras dapat mengalahkan kejeniusan kan?!?!?!? Kalau aku berusaha dengan sangat keras, aku pasti bisa HAMIL!!!!!"
"Bukan begitu... Tapi memang hanya wanita yang bisa... Tetapi untuk hamil, mereka butuh laki-laki"
"Kenapa mesti begitu guru?"
"Sebab, laki-laki dan wanita... Punya..... Ke-spesial-annya sendiri...." Gai menjadi bingung mencari kata-kata.
"Spesial bagaimana?"
"Ngg....." Gai sekarang benar-benar kehabisan kata-kata."
"Sebab hanya wanita yang memiliki Ovum dan Vagina! Dan hanya laki-laki yang memiliki Testosteron dan Penis!"
"!!!!!" Kedua makhluk hijau itu memandang ke arah datangnya suara. Dan tampaklah seorang wanita bermata merah dengan muka yang tampaknya sangat kesal.
"Kure...nai...." Sehebat-hebatnya Maito Gai, ke-grogi-annya telah merenggut kekuatannya, sehingga genjutsu sederhana milik Kurenai-pun membuatnya tak sadarkan diri.
"Gu, guru!!!! A, apa yang anda lakukan Kurenai Sensei?"
"Memberimu pendidikan seksual wajib untuk ninja muda berumur tiga belas tahun!!!" Jawab Kurenai, tenang tetapi tegas.
"Jadi... Kau mengerti perbedaan antara 'PRIA' dan 'WANITA'?" Kurenai bertanya dengan nada suara yang menyeramkan ala nenek sihir kepada Lee.
"Ngg.... Wanita bisa jadi cantik?" Tanya Lee gugup.
"BUKANNNN!!!!!!!" Meledaklah kesabaran Kurenai, "Laki-laki dan Wanita memiliki organ perkembang biakan yang berbeda!!!! Dan untuk membuat anak, kedua alat itu harus disatukan!!!! MENGERTI????"
"A... alat mana yang berbeda?" Tanya Lee ketakutan.
'Gritttt!!!!!'
"ARGGHHHHHH" Teriak Lee kesakitan, saat Kurenai menginjak 'sesuatu' diantara selangkangan Lee.
"Sakit kan?"
"Te... tentu saja... siapapun kalau diinjak di bagian itu pasti akan kesakitan...." Protes Lee.
"Tidak... Wanita tidak akan sakit, karena wanita tidak punya alat yang menimbulkan kesakitan kalau diinjak itu.
"Yang benar?" Tanya Lee polos.
'Tesss.....' Urat emosi milik Kurenai pun putus.
"Lee....."
"Y,ya?" Lee merasakan ketakutan yang sangat besar.
"Kau pernah melihat wanita telanjang?"
"Ti, Tidak."
"Jujur saja... Aku tak akan marah...."
"Sungguh!!! Tidak pernah!!!"
"Tapi pasti pernah..... Onani kan?"
"Apa itu?"
"............(terpaksa author sensor)" Kurenai pun menjelaskan apa itu onani, "Pernah kan?"
"Tidak....."
'Tesss.... Tusss.... Tesss.....' Urat kesabaran kurenai putus lagi.
"BODOH!!!!!! Muridmu ini kau ajari apa saja sih??????" Teriaknya sambil menginjak-injak Gai yang masih pingsan.
"Baiklah Lee..... Kita terpaksa memulai ini semua dari awal......"
..................
..................
"Jadi... Penis itu akan mengeluarkan cairan yang menjadi cikal bakal organisme baru."
"Ba... bagaimana cara cairan itu masuk ke.. ov.. apalah itu yang ada di wanita?"
"Tentu saja Penisnya dimasukkan ke....."
"GLEK!!!!"
....................
"Dan dengan rangsangan yang cukup, maka keluarlah........."
................
"Saat Ovum dibuahi......."
................
...............
Setelah beberapa jam.
..............
..............
"Jadi dari situlah anak bayi keluar....."
Muka Lee sudah membiru ketakutan dan bercucuran air mata.
..................
..................
"Hai Lee....."
Lee menengok dan melihat Tenten serta Neji berjalan kearahnya.
"Heihei.... Katanya di ulang tahun ke tiga belas ada hadiah spesial dari para sensei ya? Si Neji nggak mau cerita-cerita tuh...."
"Tidak.... Jangan ingatkan aku lagi...... eh... Tenten, dia.... dia..... WANITA!!!!!"
"TIDAKKKKK!!!!!!!!!" Lee langsung berlari dengan kencang ke rumahnya, dan mengunci pintu kamarnya.
"Kenapa sih dia? Apa aku semenyeramkan itu? Huh...." Kata Tenten kepada Neji dengan tampang cemberut.
"Ternyata dia polos ya... khukuku....." Neji tertawa kecil.....
"Ih.... Mainannya rahasia-rahasiaan sih? Nggak suka!!!!!" Tenten pun pergi dengan ngambek.
Neji melihat tenten pergi.... Lalu senyuman licik terbentuk di mulutnya, matanya pun seakan mengeluarkan sinar misterius.
"Sebentar lagi Tenten...... Giliranmu sebentar lagi...... Khukhukhu......."
.........Fin........
Hya......
Selesai juga cerita ke-2 ini ^ ^
Setelah ini giliran Tenten.... Kira-kira siapa ya Jounin yang akan mendidiknya?
Setelah itu mungkin cerita dari tim 10 atau tim 8.....
Apa ini terlalu vulgar? Atau malah kurang? XD
Mohon kritik dan saran diberikan lewat review. =d (Sebab memang itulah gunanya review).
