Pertama2….
Mohon maaf atas hiatus yang kelamaan… :p
Akhirnya fict "Thirtheen Birthdays" saya putuskan untuk menjadi fict yang akan saya lanjutkan, Fict2 lain yang bersambung akan saya tinjau ulang keberadaannya…
Disclaimer: Lihat chapter2 sebelomnya aja y… :D
Notes remainder: Anggota Team Gai berulang tahun ke 13 sebelum Chuunin Exam Arc. Jadi Trio Sannin masih belum diketahui keberadaannya.
Tenten
Menjelang ulang tahunnya yang ke tiga belas, Tenten tampak khawatir.
Bagaimana tidak? Kedua teman sekelompoknya terlihat aneh di hari-hari tepat setelah ulang tahun mereka yang ke tiga belas. Mereka berdua mengaku sama-sama mendapat pengalaman yang 'spesial', tetapi reaksi mereka jauh berbeda satu sama lain.
Neji Hyuuga, Jenius dari keluarga Hyuuga yang biasanya cool itu mendadak jadi sering berpikir… Yah, dia memang sering berpikir sih, tapiselama beberapa hari setelah ulang tahun yang 'spesial' itu dia menjadi aneh saat melakukan rutinitas 'berpikir'-nya. Kadang-kadang dia mengaktifkan byakugan-nya tanpa alasan yang jelas, setelah itu mukanya terkadang berubah menjadi kemerah-merahan, dan tak jarang ia merapikan bagian depan celananya, entah apakah itu juga yang menyebabkan ia langsung berlari pulang setelah latihan atau misi.
Rock Lee, sebaliknya justru menunjukkan tanda-tanda penyakit General Anxiety Disorder. Dia langsung gemetaran dan berkeringat deras setiap bertemu wanita. Seakan-akan dia melihat semua wanita dalam keadaan… 'telanjang'?
Gai Sensei sendiri terlihat sangat khawatir dengan perkembangan ini. Memang belakangan mereka bertiga sudah membaik sih. Tetapi mendekati ulang tahun Tenten yang ke tiga belas ini, Gai yang biasanya ceria itu terlihat khawatir akan… 'sesuatu'.
…
…
"Jadi… Selanjutnya si cepol dua itu ya?" Kurenai berbisik kepada rekan-rekan sesama Jounin-nya.
"Hmm… Sepertinya akan agak susah, dia itu agak tempramental sih." Sahut Asuma.
"Kalau begitu aku… ah lupakan…" Kakashi terpaksa menghentikan kalimatnya saat merasakan death glare dari jounin-jounin lainnya di ruangan itu.
"Jadi, Kita membutuhkan Kunoichi… Karena Tenten itu agak sensi sama laki-laki." Ujar Gai yang saat ini tumben-tumbennya bicara serius.
"Yang kuat, Karena si cepol itu bisa saja mengamuk setiap saat." Ujar Kurenai.
"Kemampuan Genjutsu atau medis mungkin juga berguna untuk menenangkan dia…" Lanjut Asuma.
"Sepertinya kau harus bertugas dua kali berturut-turut nih…" Kakashi menepuk bahu Kurenai.
"Apa boleh bu……" Kurenai tak sempat menyelesaikan kata-katanya.
'Brugh.' Dia terjatuh.
"KURE!!!" Ketiga rekannya kaget melihat kejadian itu. Kekagetan mereka bertambah ketika melihat sebuah tusuk dango yang menusuk kurenai tepat di titik tubuh yang menyebabkan kelumpuhan.
"Hehehe… Sepertinya menarik nih… Kunoichi yang kuat, tahu tentang seks, dan expert di genjutsu dan medis.. Gue banget tuh…" Kata sebuah suara nakal dari pohon terdekat. "Biarkan aku yang mengurus cewek galak ini… hihihi….." Lanjutnya.
Muka Maito Gai dan dan Asuma Sarutobi seketika berubah menjadi horror ketika melihat si penyerang dan mendengar kata-kata tadi.
"ANKO -sama?!"
….
….
….
"…. Makanya ceritain dong…." Tenten memohon kepada kedua teman sekelompoknya.
"Ngg.. I-itu…. Anu…" Lee tergagap-gagap mendapat pertanyaan seperti itu.
"Tenanglah, kau akan tahu sendiri nanti." Kata Neji dingin. Lalu dia mengaktifkan byakugan-nya, sembari melanjutkan "Lagipula kau sudah… dewasa." Katanya dengan muka memerah.
'Siiingg'
"Ada penyusup!!! Tiga orang!!! Dan mereka sangat kuat!!!" Batin Tenten saat ia merasakan kehadiran chakra. Tetapi alangkah terkejutnya dia saat ia melihat kedua temannya tidak memasang kuda-kuda sama sekali.
"Berjuanglah Tenten!!!" Teriak Lee sambil berlinang air mata dengan tatapan 'semoga-kau selamat-melalui-ujian-hidup-yang-akan-kau-hadapi-ini'.
"Gawat!!! Satu orang diantara mereka mulai menyerang…. Targetnya… Aku?" Tenten mulai panik dengan keabnormalan yang dia hadapi.
'Ssshhhh!!!' tiba-tiba dua ekor ular putih besar melilit Tenten sehinggia dia tak bisa menggerakan tangannya.
"Ju… jurus ini… Anko sensei?" Tenten tak percaya saat ia melihat penyerangnya menghampiri.
"Maaf ya sayang… Tapi kita akan bersenang-senang di tempat lain." Kata anko dengan logat nakalnya.
"A.. apa yang akan anda lakukan pada sa… ya..?" Tenten semakin panik saat Anko mendekatkan mukanya, tepatnya bibirnya ke bibir milik Tenten.
"Paralyze kiss no jutsu." 'chuu..' dan Tenten pun hilang kesadaran seketika.
"Dan tuan Hyuuga, anda bisa me-non aktifkan byakugan anda sekarang."
"Tapi badan anda bagus kok… eh, ma-maksud saya…" Dan Neji sudah pingsan dengan tusuk dango tertancap di lehernya sebelum ia berhasil menyelesaikan kalimatnya.
….
….
….
"Ugh… ini dimana?"
"Kau sudah sadar Ten? Kalau gitu, kita mulai saja pelajarannya…"
"Anko sensei… Ini di mana?" Tenten merasa ketakutan saat ia sadar bahwa dirinya sekarang sedang duduk dan terikat ke sebuah kursi dari besi.
"Itu tidak penting, yang pasti tak ada yang bisa mendengar suaramu walaupun kau berteriak sekeras-kerasnya di sini… khukhukhu…"
"A.. apa yang anda lakukan pada saya?" Tanya Tenten takut.
"Pendidikan Seksual… khukhukhu…."
"eh?"
"Kalau itu sih aku sudah mengerti." Kata Tenten dengan tampang Innocent.
"He? Sejak kapan?" Anko terlihat sedikit kecewa.
"Waktu kecil kan aku ingin jadi seperti nona Tsunade. Jadi aku baca-baca buku medis, dan salah satunya ada bagian reproduksi."
"hh… Jadi sudah sejauh mana kau mengerti?"
"Ya bagian pembuatan anak, Sperma masuk ke Ovum."
Tiba-tiba entah dari mana, pikiran nakal anko mulai mengambil alih.
"Tenten sayang…" Katnya sambil memamerkan senyum nakalnya yang ia dapatkan sebagai hasil dari latihan intensif bersama Orochimaru.
"I… Iya?" Keringat dingin kembali mengucur membasahi tubuh Tenten.
"Mengetahui teori memasukkan Sperma ke Ovum itu belum cukup untuk memastikan keberhasilan pembuahan…"
"Eh?"
"Sperma tidak keluar dengan sendirinya… Dan tanpa cairan yang memperlancar jalannya, sangat kecil kemungkinan sperma itu mencapai Ovum."
"Ja… jadi bagaimana… ups.." Tenten sadar bahwa dirinya telah melontarkan pertanyaan yang sangat berbahaya getika melihat 'evil aura' milik Anko.
"Jadi Tenten sayang… Para pelaku hubungan seksual itu membutuhkan yang namanya… Rangsangan.
"A.. Anko sama… apa yang anda… Akhh!!!" Kata-katanya terputus saat Anko meraba-raba bagian sekitar selangkangannya.
"Untuk merangsang wanita, kita harus menyentuh G-Spot nya… Intensitas dan Frekuensi sentuhan tergantung lokasi G-spot itu sendiri. Daerah ini adalah daerah yang paling mudah." Lanjut Anko.
"ngg… Selanjutnya…" Anko memindahkan tangannya ke atas dan menyentuh buah dada tenten. "Ini G-spot yang paling disukai laki-laki…"
"Annggg!!!!!" Tenten meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari 'siksaan' tersebut, namun semakin dia meronta, semakin tinggi 'perasaan enak' yang dia dapatkan.
"Lalu kalau sudah 'panas'... Bagian-bagian yang umumnya membuat geli akan menjadi G-spot juga. "Misalnya di sini..."
"Aannggg!!!"
"Lalu bagian di belakang ini…."
"Ahhh!!!...."
"Di sini juga…."
"Angggg!!!!!"
"lalu…. "
"Ohhh!!!!"
….
15 menit kemudian…
….
"Hh.. hh… hhh…." Tenten tampak keabisan tenaga.
"Ada beberapa tanda-tanda wanita sudah terangsang… Yang paling gampang itu ya peningkatan keringat dan air liur. Seperti kamu itu…"
"Hhhh…." Tenten sudah kehabisan tenaga untuk bicara.
"Tapi yang penting itu adalah cairan yang keluar dari bagina privat-mu itu.."
"Hhnn?" "Eh, Celana gw basah?" Tenten baru menyadari bahwa cekarang bagian selangkangannya lebih basah daripada bagian tubuhnya yang lain.
"Nah, Cairan itulah yang akan memperlancar perjalanan sperma menuju Ovum…" Terang Anko dengan senyum nakalnya.
"Nghh.. Kalo ada Temen gw yg ngeliat gw kayak gini, bisa ilang muka gw…." Pikir Tenten
Tepat pada saat itulah Anko membalikkan pintu putar rahasia di sisi ruangan tempat mereka berada. Dan di pintu itu terikatlah seseorang yang saat ini justru sangat dihindari oleh Tenten.
"Ne… Neji?!?!? Daritadi kau di situ? Kenapa kamu terikat? Tu.. Tungu, Byakuganmu Aktif, Jadi dari tadi kau melihat…. Kyaaaa!!!!!!" "Hancurlah hidup Gw, Neji ngeliat gw di-'main-main-in' sama sesama cewek!!!!!"
"Yah… untuk membuat laki-laki terangsang itu gampang…. Normalnya laki-laki akan mulai terangsang cukup hanya dengan melihat."
"Eh, Neji kun… Terangsang?!" Tenten seakan tidak percaya kata-kata Anko barusan.
"Hmmmph… Hmmmph…." Neji yang mulutnya disumpal oleh kain itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik.
"Untuk gampangnya, coba saja lihat bagian depan celananya, tanpa persiapan atau justifikasi lokasi alat vital, maka tanda-tanda terangsang akan terlihat jelas, apalagi kalau si laki-laki menggunakan celana dengan bahan kain tipis seperti dia…"
"Hmmpphhhh!!!!!!"
"Iya, ya… Bagian depan celananya menonjol…"
"Nah, sekarang tinggal mempraktekkan teknik-teknik merangsang ke tuan Hyuuga di sini, Tenten sayang…." Kata Anko nakal sembari melepaskan ikatan yang mengikat Tenten.
"Eh, a-aku… Meng… anu… ke… Neji?" Tenten tidak percaya akan perintah yang diberikan kepadanya.
"Hmmmmpppphhhhh!!!!!"
"Jadi…." Lanjut anko dengan evil glare. "Biar kuberi tahu apa yang sudah dilakukan oleh tuan Hyuuga dan Byakugannya ini kepadamu selama ini."
'bisik-bisik….'
"APA!!!!! Neji menggunakan Byakugan untuk melihat tubuhku dibalik baju yang kupakai?!?!? Dan dia sekarang terangsang gara-gara melihat aku dimainin oleh anda tadi?!?!" Teriak Tenten tak percaya.
"Kalau tak percaya, lihat saja reaksu tuan Hyuuga itu… Sebagai shinobi kau tahu arti reaksi dari seseorang yang tertangkap basah kan?"
"Hmmmppphhh!!!! Hmmpppphhhh!!!!" Neji menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik.
"Anko sensei…" Tenten berkata dengan suara rendah. Evil aura muncul di sekitar dirinya.
"….." Neji tiba-tiba terdiam karena merasakan bahaya yang sangat besar.
"Ya?" Anko mulai tersenyum. Rencananya memprovokasi Tenten sukses besar.
"Apa yang harus aku lakukan untuk membuat laki-laki ini terangsang dan terlihat memalukan?"
"Baiklah… "
"HHHMMMMPPPHHHHH!!!!!" Airmata dan keringat milik Neji Hyuuga kini mengalir dengan deras.
"Pertama-tama… Karena dia memiliki Byakugan, maka melihat wanita telanjang itu sudah biasa baginya, karena itu harus digunakan sentuhan. Coba kau jilat telinganya… Usahakan agar nafasmu mendarat di bagian pipinya."
"Baiklah…" Tenten-pun melakukan yang dianjurkan oleh Anko, bahkan secara insting dia mulai mengemut daun telinga milik Neji.
"Hsssppp….." Neji menahan nafasnya.
"Lalu coba sentuh bagian tubuhnya yang biasanya tertutup oleh pakaian."
Tenten menyingkap baju panjang milik Neji, dan mulai mengelus-elus bagian perut dan punggung neji… Skin to skin…
"Hssppp… smmppppphhhh…." Nafas Neji menjadi mulai terengah-engah.
"Lalu ambil tangannya, dan sentuhkan pada bagian tubuhmu yang biasanya tertutup oleh pakaian… khukhukhu…." Anko memberi nasihat sembari menikmati adegan yang terjadi di depannya.
Tenten lalu menarik tangan Neji yang masih lemah akibat obat bius milik Anko, dan memasukannya ke balik bajunya, dan dielus-eluskan ke bagian perut dan pelan-pelan dinaikkan ke atas.
"Hsssppppp!!!! Hsssssshhhhh!!!!!" Nafas Neji menjadi semakin tidak terkontrol.
"Oh iya Tenten…. Laki-laki itu kalau terlalu lama dirangsang, bisa kehilangan gairahnya…. Jadi saat lagi 'tinggi-tinggi-nya' seperti sekarang ini, lakukanlah serangan penyelesaian… Lihat bagian yang menonjol di celananya itu? Sekarang remas sekuat-kuatnya dan berkali-kali!!!!!"
Aura setan muncul di diri Tenten, "Baik Anko Sensei."
"Hmmmppphhhh!!!! Hmphhhhh!!!!" Neji kembali menggleng-geleng panik.
Tenten pun meremas tonjolan itu dari sekelilingnya….
Dan…
'CROTTTT!!!!'
"Dan Tenten, begitulah cara mengeluarkan sperma yang baik."
…..
…..
…..
Di rumah Tenten, malamnya.
"ahh…. Bajuku jadi benar-benar berantakan deh…" Saat dia melihat baju yang baru dilepasnya menjelang mandi malam itu.
Dilihatnya Cermin yang memantulkan tubuhnya yang tanpa sehelai kain-pun itu.
"Jadi tadi yang diajarkan oleh Anko sensei itu…." Tenten menggerakkan tangannya dengan gerakan 'meremas-remas' pada jarinya.
"Namanya G-Spot ya?"
Disentuhnya bagian yang 'ditunjukan' oleh Anko tadi.
Dan….
"Ahhhhhnnnn!!!!!!"
Gyaa…..
Gw baca ulang, Parah juga ya cerita yg ini… XD
Abis katanya pada minta yg lebih eksplisit…. XD
Oke deh, R&R y….
Next:
Antara Team 8 ato Team 10….
Tergantung mood author… (Digetok)
