Title : We Are Different
Pairing: SasukeXNaruto
Rating: K+
Genre: Drama / Romance
Language: Indonesian
Warning: Shounen Ai (Fluff), Boy X Boy, Semi-Canon, Semi-AU.. Ah pokok'na gitu d.. DON"T LIKE DON"T READ !!!
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Note : Klo yang huruf italic, itu tuh kayak pikiran yg udah lewat.. Mengingat saja gitu..
We are Different
Chapter 2
Pagi hari yang cerah seperti hari-hari sebelumnya di Konohagakure. Semua orang sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Tuk Tuk Tuk
Beberapa burung gereja mematuk-matuk jendela kamar Naruto. Naruto terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju jendela kamarnya.
" Urgh.." Naruto menyipitkan matanya yang silau karena terkena sinar matahari. " Wah~~ kalian yang membangunkan aku ya.." kata Naruto sambil berusaha menyentuh burung-burung gereja itu.
Tok Tok Tok
" Ya..??" kata Naruto malas.
" Ini ibu, Naruto.." kata Mikoto lembut.
" Oh.. Masuk saja,Bu.." kata Naruto.
Mikoto membuka pintu kamar Naruto dan menghampiri Naruto. " Naruto, kamu belum siap-siap ke sekolah..?" kata Mikoto sambil membereskan tempat tidur Naruto.
" AH..!! J-Jangan, Bu.. Biar aku sendiri yang bereskan.." kata Naruto.
Mikoto tidak menghiraukan Naruto dan terus membereskan tempat tidur naruto.
" Ibu.. Biar aku saja yang kerjakan.." ulang Naruto.
Mikoto berhenti bergerak, Naruto jadi merasa bersalah.
" Maaf, Bu.. hari ini aku bangun agak siang, jadi-"
Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya, Mikoto sudah memeluk Naruto dengan erat.
" I-Ibu..??" kata Naruto heran.
" Jangan, Naruto.." kata Mikoto parau.
" Jangan..??" kata Naruto.
" Jangan menempatkan jarak antara Ibu dan dirimu,Naruto.." badan Mikoto bergetar.
Naruto terdiam, kemudian membalas pelukan Mikoto. " Aku.." kata Naruto pelan.
Air mata Mikoto tidak dapat di bendung lagi, " Apapun yang ibu lakukan selama ini, apapun yang ibu berikan selama ini, itu semua karena ibu menyayangimu...". Naruto menaikkan sebelah alisnya tanda tidak mengerti.
" .....karena sampai kapanpun, kamu adalah anak ibu, dan ibu selalu menyayangimu apapun yang terjadi..". Mikoto melepaskan pelukannya dan memandang wajah Naruto. " Karena itu... apapun yang orang-orang katakan, apapun yang mereka lakukan terhadapmu, ibu selalu ada di pihakmu.. Maka dari itu ibu mohon, jangan memberikan jarak antara kita.." kata Mikoto sambil menghapus air matanya.
"............iya,Bu.." Naruto tersenyum.
" Jangan berhenti memanggilku 'Ibu', Naruto..." kata Mikoto sebelum keluar dari kamar Naruto.
Naruto memandang ibunya yang berjalan keluar kamarnya. " Maafkan aku.." kata Naruto pelan, namun masih dapat di dengar oleh Mikoto. Air mata Mikoto kembali mengalir.
Di SMA KONOHAGAKURE...
Naruto yang datang telat, berlari ke arah kelasnya dengan kecepatan penuh.
BRAAKKK
Pintu kelas di banting oleh seseorang yang pastinya adalah Naruto. Semua murid memandangi Naruto dengan heran.
" Hosh Hosh.. Maaf.. Aku.. telat.." kata Naruto.
Gaara menepuk bahu Naruto pelan, " Hari ini belajar sendiri.. Kakashi-sensei yang mengajar jam pertama sampai jam ketiga, berhalangan hadir.."
" Heh..??" kata Naruto menampakkan ekspresi kaget yang agak-agak berlebihan.
" Hmm.." Gaara menganggukkan kepalanya.
" Hah... Rugi aku lari-lari dari rumah.." kata Naruto kecewa.
" Hm.." jawab Gaara.
" A-Apa sih..??" kata Naruto.
Gaara tidak menghiraukan ucapan Naruto dan kembali ke tempat duduknya. Naruto mengikuti Gaara ke barisan belakang, karena memang dirinya setempat duduk dengan Gaara.
Naruto memandang tempat duduk di sebelahnya, " Gaara, kok si Nibi nggak ada..??" tanya Naruto.
Gaara memandang kursi di sebelah Naruto," Hm.. Mungkin sakit.." jawa Gaara asal.
" Bodoh, Jinchurichi itu tidak mungkin sakit.." kata Naruto tidak mau kalah.
Mau tidak mau, Gaara mulai serius memikirkan apa yang Naruto katakan. " Kamu benar, Naruto.." ' Kemana perginya si Nibi yang banyak omong itu..?' pikir Gaara.
" Hah.. Gaara, bosen deh.. Mendingan kita makan.." kata Naruto.
" Bawa bentou..?" tanya Gaara.
" Ah..!! Lupa lagi.. Hehehe.." kata Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Jadi, minta di traktir lagi..?" tanya Gaara lagi.
" Enak aja, hari ini aku bawa uang jajan.. Sebagai balasan yang kemarin, hari ini aku yang traktir.." kata Naruto sambil menggandeng tangan Gaara menuju kantin.
Sementara itu, Sasuke yang sedang malas mendengarkan penjelasan dari Shizune-sensei, menangkap bayangan wajah Naruto yang sedang bergandengan dengan Gaara. Sasuke kembali teringat kejadian di hari sebelumnya.
" Siapa Naruto...?" kata Sasuke.
" Naruto itu adikmu...!!" kata Mikoto agak keras.
" Dia itu anak angkat keluarga Uchiha.." kata Fugaku dengan ekspresi datar.
" Aku tahu itu, tapi siapa itu Namikaze dan apa itu Kyuubi..??" kata Sasuke.
" Ayah..!! Jangan.." kata Mikoto.
" ......Namikaze adalah keluarga yang terkenal jauh sebelum kamu lahir, Sasuke. Jadi sudah sepantasnya kamu tidak mengenalnya." Fugaku menarik nafas kemudian melanjutkan ceritanya.
" Awalnya, keluarga Namikaze cukup dekat dengan keluarga Uchiha. Keluarga Namikaze adalah keluarga kaya raya dan sangat terkenal dan Minato Namikaze adalah seorang walikota yang sangat di sayangi oleh semua warga Konohagakure. Tapi.." Fugaku terdiam sesaat.
" Tapi apa, Ayah..?" tanya Sasuke penasaran.
" Tapi, ada suatu rahasia yang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja, termasuk aku." kata Fugaku.
" Heh..?" Sasuke mengangkat sebelah alisnya.
Fugaku mengambil sesuatu dari dalam kotak kecil dan meletakkannya di meja.
Sasuke memandangi benda itu yang ternyata adalah sebuah lukisan. " I-Ini..?"
" Ini adalah Kyuubi. Kyuubi yang merupakan siluman yang di jaga oleh keluarga Namikaze. Pada dasarnya siluman membutuhkan darah manusia untuk bertahan hidup, maka dari itu.. Kyuubi mulai menggunakan tubuh Minato untuk mencari korban. Mungkin saja, Minato sendiri tidak sadar dengan apa yang Kyuubi lakukan terhadap dirinya." Fugaku berhenti lagi.
" Tapi seorang warga Konohagakure melihat apa yang Kyuubi lakukan, Membunuh dan menghisap darah warga menggunakan tubuh Minato. Warga tersebut segera melaporkan hal itu kepadaku, yang merupakan penjaga keamanan Konohagakure. Aku mendatangi kediaman keluarga Namikaze dan membicarakan hal itu. Minato sangat terkejut dan sedikit emosi, kemudian memintaku keluar dari kediamannya. Dan pada saat itu, Naruto masih berada di dalam kandungan Kushina, ibu kandung Naruto. Sama halnya dengan dirimu yang saat itu masih berada di dalam kandungan ibumu."
Mikoto menundukkan kepalanya dan berusaha kuat untuk tidak menangis.
" Seminggu setelah kedatanganku ke kediaman Namikaze, warga yang marah beramai-ramai datang ke kediaman Namikaze untuk menurunkan jabatan Minato dan mengusir mereka dari Konohagakure. Minato panik, dan Kyuubi yang mereka jaga memaksa keluar.." Fugaku terdiam, berat untuk melanjutkan.
" Terus apa..?" Sasuke memaksa ayahnya untuk melanjutkan ceritanya.
"...Kyuubi mengamuk dan membunuh hampir seluruh penduduk Konohagakure. Minato yang merasa bersalah, berusaha menghentikan Kyuubi. Dan akhirnya.. Minato menggunakan cara terakhir, yaitu menyegel Kyuubi di tubuh bayi yang baru lahir, di tubuh Naruto. Kyuubi berhasil di segel, tapi itu mengorbankan nyawa kedua orang tuanya." kata Fugaku sambil menyimpan gulungan itu ke dalam kotak.
" Itu berarti Minato adalah pahlawan... Tapi kenapa di panggil pembunuh..?" kata Sasuke.
Fugaku memandang wajah Sasuke, kemudian menghela nafas berat.
" Karena Kyuubi telah menghancurkan dan membunuh hampir seluruh penduduk Konohagakure..." kata Fugaku.
" Hanya karena itu..? Bukankah semua itu salah Kyuubi, dan jika bukan karena Minato, Kyuubi akan membunuh semua penduduk Konohagakure.. Bukan begitu..?" kata Sasuke tidak mau kalah. Entah karena apa, tapi Sasuke merasa tertarik dengan pembicaraan ini.
" Warga Konohagakure yang tersisa sudah terlanjur benci dan menganggap Minato sebagai seorang pembunuh..." jawab Fugaku.
" Che, hanya karena alasan konyol seperti itu..? Terus, kenapa Uchiha mengangkat Naruto sebagai anak..?" tanya Sasuke lagi.
Fugaku terdiam sesaat. " Karena Namikaze mempercayakan Uchiha.. Karena-"
" CUKUP..!!!" kata Mikoto dengan keras.
" Kenapa..?" kata Sasuke penasaran.
" Ayah, jangan lanjutkan perkataanmu itu.. Biarkan yang sudah berlalu, jangan di ungkit-ungkit lagi.." kata Mikoto berusaha agar emosinya tidak meledak.
" Mudah untukmu, Mikoto.." kata Fugaku seraya pergi meninggalkan Mikoto dan Sasuke.
Sasuke yang tahu kebiasaan ayahnya, memilih untuk diam dan kembali ke kamarnya.
"....ke..?"
" Sasuke...??" sebuah suara menyadarkan Sasuke.
Sasuke menoleh ke asal suara, " Ada apa.." kata Sasuke datar.
" Heh, tumben sekali seorang Uchiha melamun.." ejek Neji.
" Bukan urusanmu.." kata Sasuke dingin.
" Cih, buktinya kamu tidak sadar bahwa jam pelajaran Shizune-sensei sudah berakhir.." kata Neji.
Sasuke mengakui bahwa apa yang di katakan Neji itu semuanya benar, tapi karena dia seorang Uchiha...yah..
Sasuke beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju atap, di ikuti oleh Neji.
Memang kebiasaan seorang Uchiha menyendiri di atap, di temani oleh sahabatnya, seorang Hyuuga, Hyuuga Neji.
Sasuke membaringkan tubuhnya sambil menyender ke diniding. Pikirannya kembali melayang, memikirkan seseorang yang terus mengganggu pikirannya dari semalam. Neji yang melihat keanehan Sasuke memilih untuk membiarkannya.
Sasuke POV
Hah.. Kenapa aku ini.. Kenapa hanya ada dia di dalam otakku sekarang.. Padahal aku membencinya.. Padahal dia itu bukan siapa-siapa aku.. Tapi, jujur, aku tidak benar-benar membencinya.. Aku hanya tidak mau terlalu dekat dengannya. Tapi, kenapa aku merasa bahwa apa yang aku lakukan itu salah..? Padahal selama ini tidak ada masalah.. Dan mengapa dengan setiap kesulitan yang dia hadapi, dia masih bisa tertawa bahagia.. Atau, itu hanyalah senyum palsu..?
Hah... Aku merasa bahwa aku ini aneh, memikirkan dia terlalu berlebihan.
Normal POV
" Sasuke, kamu ini aneh.. Ini sudah bel masuk.. Apa kamu mau bolos pelajaran selanjutnya..?" kata Neji.
Sasuke menoleh ke arah Neji kemudian menarik Neji kembali ke kelas tanpa mengatakan sepatah katapun.
TEEEEETTT...
Bel pulang berbunyi, semua murid keluar kelas dengan terburu-buru, di karenakan hari sudah mendung dan mereka tidak ingin kebasahan sebelum sampai di rumah. Naruto berlari menuju gerbang, kali ini dia melihat Sasuke sedang berdiri di samping gerbang.
Naruto POV
Aduh... ada Sasuke.. Apa lebih baik aku cuekin saja ya..?? Tapi itu kan tidak sopan.. Hah, lebih baik aku coba sapa dulu..
" Sasuke.." panggilku pelan.
Ku lihat dia menoleh ke arahku. Aduh~ pasti dia akan membentakku seperti sebelumnya.
" Hn.. Kelasmu lama sekali.." kata Sasuke.
" I-Iya.. Tadi Tsunade-sensei yang masuk.." jawabku sambil meremas-remas ujung jaketku. Aku takut memandang wajahnya.
" Aku menunggumu.." jawabnya.
Eh..?? T-Tadi dia bilang menungguku..?? Benarkah itu..? Atau aku salah dengar..?
" Dobe, aku menunggumu untuk membicarakan sesuatu.." katanya lagi.
" Bicara apa..?" tanyaku pelan.
" Aku-"
Tes...Tes...Tes...
Hujan mulai turun, tapi aku penasaran dengan pembicaraan Sasuke. " Lanjutkan saja, Sasuke.." kataku pelan.
" Baka Dobe, nanti kamu sakit.. Nanti saja kita bicarakan lagi.." kata Sasuke sambil menarik tanganku pulang ke rumah.
S-Sasuke memegang tanganku..? Ah.. Ada apa ini..?? Kenapa jantungku..?? Kenapa..?? Sensasi apa ini.. Wajahku terasa panas, bukan karena demam, tapi... Ah.. Aku pusing..
" Naruto..?" kata Sasuke.
" I-Iya..?" jawabku sambil berusaha untuk tidak menampakkan wajahku yang memerah.
" Tenang saja, sebentar lagi kita sampai di rumah.." kata Sasuke.
Sasuke... Kenapa hari ini berbeda sekali...??
Normal POV
" Kami pulang..." kata Sasuke. Kosong. Tidak ada jawaban.
" Sasuke.?" kata Naruto.
" Hm.. mungkin ayah dan ibu sedang pergi.." kata Sasuke.
Naruto melepaskan sepatunya dan berjalan menuju kamarnya.
" Naruto.." panggil Sasuke.
" Ya... Sasuke..?" jawab Naruto yang hendak membuka pintu kamarnya, kemudian menghampiri Sasuke.
" Lebih baik kamu mandi, nanti kamu demam.." kata Sasuke.
Wajah Naruto memanas, " I-Iya, aku mandi dulu.." jawab Naruto gugup kemudian buru-buru masuk ke dalam kamarnya.
Naruto mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil sambil mengatur letak koleksi gundamnya.
" Hah.. tadi Sasuke mau ngomongin apa ya..? Penasaran deh.." kata Naruto. Naruto mulai merasakan efek samping dari lari-larian di tengah hujan. " Ha...Hachiuuh..!!"
"Sroot... Heh, jadi ngantuk.. tidur dulu deh..." kata Naruto sambil merebahkan diri di tempat tidurnya yang empuk.
Sementara itu di tempat lain...
KABOOMMMM..
" Hah..Hah.." Gaara memegang lengannya yang terkena ledakan.
" Bagaimana..?? Jinchuriki,Hn..." kata seorang pemuda berambut pirang panjang sambil menyiapkan serangan selanjutnya.
" Itu tidak penting..!! Jangan ganggu aku..!!" bentak Gaara.
Pemuda berambut pirang itu tertawa mengejek. " Oh ya..?? Bodoh sekali kalian para Jinchuriki mau di peralat oleh Konohagakure. Bukankah lebih baik bergerak sendiri, hn..?"
" Bukan urusanmu.." kata Gaara sambil berlari menjauhi pemuda pirang itu.
" Heh..?? Bagaimana dengan Kyuubi..??" kata pemuda itu dengan wajah licik.
Gaara tersentak, ' Naruto..!!'
...Tooku Tooku Omoi hatenaku... Futari ga Mujaki ni waratteta... Ano koro ni modoreru nara...
Handphone Blackberry Naruto berbunyi dengan kerennya. Naruto yang sedang tertidur dengan kaki di kasur dan kepala di lantai, terbangun dan mencari hpnya.
" Mana sih nih Hp..??" kata Naruto. " Ah ini.."
" Halo...?" kata Naruto malas.
" Hah..Hah.. Naruto..!!" kata suara di seberang,
" Hei, siapa nih..?" kata Naruto agak sebal dengan orang yang membangunkan tidurnya.
" Ini Gaara, Naruto.."
" Oh, ada apa..??" kata Naruto lagi.
" Lebih baik, kamu tutup jendela, pintu, ventilasi, semuanya.. Sekarang..!!" kata Gaara.
" Heh..?? Buat apa..?" kata Naruto dengan wajah bingung.
" Ada organisasi yang mencari Jinchuriki seperti kita.. Kemungkinan sekarang mereka sedang menuju Uchiha Mansion-" sambungan telepon terputus.
" Halo..?? Gaara..?? Kamu kenapa..?? Halo..??" kata Naruto panik. ' Sepertinya tadi aku mendengar suara ledakan sebelum sambungan terputus. Apa hanya perasaanku saja ya..?' pikir Naruto.
Tiba-tiba..
BRAAKKK
Jendela kamar Naruto di buka dengan paksa oleh seseorang.
" Siapa itu...??" kata Naruto dengan wajah pucat. Dia teringat dengan apa yang baru saja Gaara katakan.
Seseorang berjubah hitam dengan gambar awan berwarna merah darah masuk ke dalam kamar Naruto. Naruto mundur beberapa langkah, memberikan jarak antara dirinya dengan orang tidak di kenal itu.
" Selamat malam, Kyuubi.." kata orang tersebut sambil berdiri di atas tempat tidur Naruto.
" M-Manusia berwajah Lollipop...???"
TBC
Balesan Review Chapter 1 : ( Haru gk tau mo bkin d atas ato d bawah..)
✙ Via-chan : Ah, nggak gitu ko.. Thx da review.. Jgn kpok baca n nge-review fic gaje Haru yah...
✙ Light-nee : Dah Haru bles wat PM.. ^_^ Baca fic Haru yah..
✙ Rei no Otome : wah, Haru musti manggil pa nih..?? Rei-senpai..?? Itu Haru yg terlalu semangat ngetik, pas sadar, dah d publish d.. Haru orang'na gk teliti *urgh*..
Rei-senpai d rawat..?? Mank lgie skit yah..?? wah, Haru doain cpet sembuh ya... Jgn kpok bc fic Haru..
✙ Ata Luph : Haru panggil Ata-senpai yah, al Haru nak baru d FFn.. Iyah, emang terlalu ngebut sih.. Ata-senpai gk lemot, mank Haru'na yg terlalu mo cpet kelar.. Hehe..
Nih Chap2 review jg yah.. Gomen, klo ternyata gk seperi yg Ata-senpai inginkan...
✙ Review yg laen dah Haru balez lewat PM.. ^_^
Hah~ capek bikin dlam 2 ½ jam..
Punggung jd skitttt...
Minna-san.. Mungkin fic Haru masih kacangan, gaje gitu.. tp Haru mohon review'na yah..
D Chapter 2 nih, kyak'na ni crita gk berkembang yah..?? *nangis,guling2*
Mungkin reader2 yg terhrmt mau kasih saran, atau nasihat buat Haru.. Kritikan jg boleh..
Sudikah untuk me-Review...??
Sblumnya,,Doomo Arigatou Gozaimasu minna-san..
Note : Spesial thx wat Light-nee yg dah jadi tempt wat bertanya oleh Haru.. Gomen yah, Haru ngerepotin Light-nee...
