Makasih yang sudah membaca dan yang mereview.

Enjoy this fic. Mind to review?

---------------------------

My Girl

Naruto © Masashi Kishimoto.

My Girl © Stellar Alerion.

Warning : OOC, AU, Gender Blending

Inspired by Boys Before Flowers

---------------------------

Sasuke POV

"Kyaaa Sasuke sama!"

"Sasuke sama I LOVE YOU!"

Begitulah musik-musik tidak kuharapkan yang selalu menghantarkanku dari aku masuk kampus sampai aku masuk ke dalam base F4. Walaupun aku sudah masuk ke base F4 tetap saja musik-musik jelek itu tidak berhenti bahkan tidak hanya menyebut namaku saja tapi nama Neji dan Sai.

"Huh," kataku jengkel sambil merebahkan tubuhku ke sebuah kursi mahal tapi harganya sangat murah untukku.

"Kenapa?" tanya Neji. Hyuuga Neji, salah satu anggota F4 yang memiliki rambut paling panjang dan mata yang aneh. Karena matanya seperti tidak punya pupil dan berwarna lavender.

"Aku benci mereka," kataku dengan penekanan disetiap kata.

"Sabar," kata Sai, orang yang mirip denganku hanya saja warna kulitnya lebih pucat dari pada aku lalu warna rambutnya hitam gelap dan tidak mempunyai gaya rambut sepertiku.

"Aku sudah bersabar dari kecil, Sai," kataku sinis.

"Hanya 1 semester lagi setelah itu kita akan segera meninggalkan kampus ini," kata Neji lalu kembali berkonsentrasi pada bukunya.

" 1 semester itu 6 bulan Neji. 2 musim," kataku dengan kejengkelan penuh. Tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang menjawab perkataanku. Tunggu sebentar ada yang kurang…

"Dimana Gaara?"

"Tidak tahu," jawab mereka bersamaan.

Hah. Beginilah kalau kumpul dengan orang-orang yang suka tenggelam dalam dunia mereka masing-masing. Aku segera bangkit dari kursiku lalu berjalan ke luar base F4 berhubung ini sedang jam kuliah maka para FG gilaku pasti sedang kuliah.

"Mau kemana?" tanya Neji.

"Jalan-jalan," jawabku lalu keluar.

Selama aku menghabiskan waktuku dengan berjalan-jalan banyak dosen maupun para pegawai yang kerja di sini memberi ucapan 'selamat pagi' untukku dan aku hanya tersenyum. Sampai pada akhirnya aku berhenti di sebuah tempat karena aku mendengar suara familiar yaitu suara Gaara dengan seorang perempuan yang tidak aku kenal.

"Sora?" kata perempuan itu.

"Langit," kata Gaara dengan bahasa Indonesia. Tunggu bahasa Indonesia, bukankah Gaara menggunakan bahasa itu kalau sedang ada urusan di Indonesia.

"Kalau begitu aoi sora artinya langit biru," kata perempuan itu lagi.

"Yup, rupanya kamu cepat tanggap juga. Lalu ini ada daftar huruf katakana dan hiragana, kamu harus menghafalkannya!" kata Gaara.

"Sebanyak ini?" kata perempuan itu tak percaya.

"Iya, kenapa?" tanya Gaara yang sepertinya perhatian dengan perempuan itu. Sebentar, ada yang aneh. Gaara tidak pernah lagi perhatian kepada seorang perempuan setelah insiden Matsuri tapi kok…

Sudahlah, mungkin Gaara sudah bisa membuka hatinya untuk perempuan lain. Baguslah kalau begitu tapi sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Aku pun segera memfoto perempuan itu lalu menelepon seseorang yang sudah aku kenal sekali.

"Kakashi, aku ingin kamu mencari tahu seseorang. Beri aku informasi yang lengkap bahkan sampai ke latar belakangnya. Akan kukirimkan fotonya," kataku, begitu selesai berbicara dengan Kakashi aku segera mengirimkan foto perempuan itu.

Beberapa jam kemudian, aku menerima sebuah email tentang perempuan itu. Jadi namanya Namikaze Naruto. Hmp, sepertinya selama 1 semester ke depan bakalan menjadi semester yang sangat menarik.

Ah, aku lupa aku harus ke Perancis hari ini. Sepertinya Naru chan-ku harus menunggu beberapa minggu.

End Sasuke POV

Normal POV

"Naruto," panggil Gaara.

"Ya," jawab Naruto.

"Sampai disini dulu ya. habis ini aku ada kuliah," kata Gaara.

"Baiklah," jawab Naruto sedikit kecewa.

"Besok aku akan ke apartermenmu jadi tidak usah ke kampus. Kamu bisa pulang sendiri kan?" tanya Gaara.

"Iya, lagi pula aku juga membawa peta jadi senpai tenang saja," jawab Naruto lalu membungkukkan badan dan pergi.

Naruto POV

Keesokan harinya, senpai datang ke apartermenku dengan membawa beberapa makanan. Sebenarnya aku merasa tidak enak karena selama 2 hari ini senpai terus mengirimkanku makanan terkadang dia juga mengirimkanku uang. Senpai itu orangnya baik ya, selain sudah memberikanku makanan dan uang aku juga diajari bahasa Jepang dengan sabar. Terus tadi malam ia juga mengajakku makan ramen yang enak sekali, membuatku jadi ketagihan, hehehe…

Hari demi hari, minggu demi minggu pun berlalu, aku pun semakin mahir dalam berbahasa Jepang aku pun juga sudah bisa berbicara dengan tetangga –walaupun sedikit-sedikit– dan itu semua berkat senpai. Aku sendiri juga sudah mengenal teman-teman senpai seperti Hyuuga Neji dan Fujiwara Sai, mereka juga tampan lo. Aku juga mempunyai teman yang bernama Hyuuga Hinata, sepupu Neji senpai, Inuzuka Kiba, pacar Hinata chan dan Yamanaka Ino, tetanggaku yang selalu membantuku.

Hari ini aku pergi ke kampus karena senpai dan teman-temannya akan membantuku mengenal Jepang lebih baik lagi. Tapi sewaktu aku berjalan ke tempat dimana aku akan bertemu dengan senpai da teman-temannya, aku melihat segerombolan wanita yang berteriak, "Kyaaa Sasuke sama!" lalu ada yang berkata, "Sasuke sama I LOVE YOU!". dan diantara mereka ada seorang pemuda berambut biru dongker dengan wajah yang sangat tampan yang sepertinya pernah aku temui.

Tiba-tiba pemuda itu datang menghampiriku dan memelukku lalu berkata, "Aku kangen kamu Naru chan."

EH?

---------------------------

To be continue

---------------------------