terima kasih sudah membaca dan review chapter sebelumnya....
saya update chapter 2 nih, lebih cepat dari perkiraan karena saya banyak waktu luang minggu-minggu ini.
selamat membaca....
Keesokan harinya, seperti biasanya Ulquiorra mengantarkan sarapan buat Orihime. Tidak berbeda jauh dengan sebelumnya, dia melihat gadis itu tetap berdiri mematung kearah jendela.
"makanlah makananmu wanita, kalau sudah dingin tentu rasanya tidak enak!" aku tidak akan pergi sebelum kau menghabiskan makananmu!!
Orihime terdiam sejenak, kemudian menjawab "ba…baiklah!" orihime mengambil sendok dan memakan nasinya nya sesuap demi sesuap. Ulquiorra berdiri disampingnya dan tatapannya lurus kedepan kearah tembok di belakang Orihime.
Orihime menatap sang espada lebih dalam lagi perhatiannya tertuju ke matanya yang hijau terang menawan….bahkan dia bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah seorang hollow bisa memiliki mata yang indah seperti itu…dan dengan wajah yang terlihat lugu dan polos, wajah yang tampan dan sempurna dengan tanda garis dipipinya yang menyerupai tanda air mata yang sedang menetes, dan wajahnya itu…sangat menyerupai wajah manusia pada umumnya, dan yang membedakannya hanyalah helm hollow-nya yang menutupi setengah rambut hitamnya yang tebal serta tanda lubang hollow di dada bagian atas mendekati tenggorokannya.
"dengan mata yang indah seperti itu dan dengan gayanya yang "cool" tentu saja mudah baginya menarik perhatian seorang wanita….dan pasti banyak wanita yang jatuh cinta padanya…." ujar Orihime dalam hati dan sambil tersenyum sendiri membayangkan Ulquiorra dikelilingi oleh para gadis-gadis.
Merasa dirinya sedang diperhatikan, Ulquiorra tentu saja merasa tidak nyaman "wanita, knp kau memandangku terus? Dan kenapa kau tertawa? Ada yang salah dengan wajahku?" seru Ulquiorra. Orihime kaget karena tertangkap basah sedang memperhatikannya. Pipinya terasa panas…dan dia tersedak makanannya, "uhuk…uhuk…uhuk…!!!" kemudian dia mengambil segelas air putih dan meneguk setengahnya untuk menghilangkan rasa sakit di tenggorokannya.
"Ti….tidak apa-apa Ulquiorra, maafkan aku!" Kata Orihime sambil tertunduk malu. "baiklah, kamu sudah menghabiskan makananmu, aku akan kembali lagi nanti untuk mengantarkan makan siangmu" jawab Ulquiorra sambil berlalu pergi ke arah pintu.
"Tunggu Ulquiorra….!!" Seru Orihime….bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?..."apa itu wanita? Jawab Ulquiorra dingin…"uhmm…..apakah di Las Noches ini tidak ada sesuatu seperti televisi, buku, dsb? Aku merasa sangat bosan terkurung di kamar ini!!
"sungguh pertanyaan yang bodoh, tentu saja kami tidak mempunyai benda-benda aneh dan tidak penting seperti yang ada di dunia kalian manusia!!!" ucap Ulquiorra…..
"oh…begitu rupanya, baiklah tak apa-apa dan terimakasih atas makanannya Ulquiorra…" jawab orihime dengan wajah yang kecewa atas jawaban yang diberikan sang espada.
"Tidak perlu berterimakasih wanita, aku hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Aizen-sama!" kemudian Ulquiorra beranjak meninggalkan kamar Orihime.
Ulquiorra memandang sebuah boneka tedy bear yang besar berwarna putih tergelatak diatas kasur, kemudian mengambilnya sambil berkata….."benda apa ini? Sepertinya wanita itu menyukainya…" tanpa dia sadari dia sudah berada di kota Karakura tepatnya di apartemen Orihime. "apa yang sedang aku lakukan? Untuk apa aku mengambil benda-benda bodoh ini hanya untuk membuatnya senang dan menghilangkan wajah kecewanya?" Tanya Ulquiorra dalam hati….. Kemudian dia juga mengambil beberapa buah buku diatas meja belajar.
Tiba-tiba mata hijau terangnya tertuju pada bunga mawar putih yang berada di beranda depan apartemen Orihime, kemudian dia memetik setangkai mawar yang dilihatnya paling indah. "benda ini sangat cocok untuknya, mungkin dia menyukainya juga…"gumam Ulquiorra sambil berlalu pergi……
Terdengar suara pintu diketuk, "aku masuk!!" …..pelayan, bawakan makanannya kemari!! Seru Ulquiorra…"baik tuan, silahkan…" jawab sang pelayan sambil membawakan kereta makanan masuk.
"wanita….saatnya memakan makan siangmu…"seru Ulquiorra. "baiklah terimakasih…"ucap Orihime sambil tersenyum. Tanpa disadarinya, Orihime sudah terbiasa dengan kehadiran sang espada dan dia sudah tidak canggung lagi, bahkan dirinya merasa seperti dirinya dan Ulquiorra sudah kenal lama sebelumnya.
"Ulquiorra….benda apa itu yang kau sembunyikan dibalik tanganmu? Tanya Orihime…
"aku tidak tahu benda apa ini, aku mengambilnya dari kamarmu di kota Karakura, mungkin benda ini bisa membuatmu senang dan tidak bosan!!!" jawab Ulquiorra sambil melemparkan boneka tedy bear putih ke arah Orihime….
Orihime menangkap boneka itu kemudian memeluknya dengan erat…"kyaaa…..Benji…aku sangat rindu padamuuuu!!! Terima kasih Ulquiorra sudah membawakan boneka kesayanganku, Benji…." seru Orihime dengan wajah yang riang.
"aku juga membawakan beberapa buku!!..." sambil meletakkan buku yang dibawanya diatas meja, kemudian Ulquiorra mengambil sesuatu di dalam kantung celananya…."dan aku juga membawa ini…." Ucap Ulquiorra..sambil memberikan bunga mawar putih yang sangat cantik kepada Orihime…
Tiba-tiba wajah Orihime merah padam dan menunduk malu…"ma…mawar ini untukku???" Tanya Orihime seakan-akan ragu bahwa Ulquiorra benar-benar memberikan bunga itu untuknya.
"iya…tentu saja aku membawanya untukmu!! Sebaiknya kau cepat menghabiskan makananmu wanita, karena masih banyak tugas yang belum aku selesaikan, tugasku bukan hanya menjagamu saja!!! Seru sang espada.
Kemudian dengan wajah tersenyum, Orihime memakan makanannya perlahan-lahan. Seperti biasanya Ulquiorra diam berdiri mematung menunggunya menghabiskan makan siangnya itu.
"uhmm….Ulquiorra…..tahukah kamu….apa artinya jika seorang pria memberikan bunga kepada seorang gadis?" Tanya Orihime. Ulquiorra hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Orihime dan diamnya itu dianggap Orihime sabagai jawaban bahwa artinya dia tidak tahu apapun maksud dibalik bunga mawar itu.
Dengan wajah bersemu merah, kemudian Orihime tersenyum sambil metutup mulutnya agar dia tidak tertawa terlalu keras…"kenapa wanita…ada yang salah dengan itu?" ucap Ulquiorra….
"tidak apa-apa, biasanya jika seorang laki-laki memberikan bunga kepada seorang gadis tandanya dia menyukai gadis itu…atau biasanya pria-pria yang romantis memberikannya kepada kekasihnya…."jawab Orihime sambil tersenyum malu-malu.
Ulquiorra sangat kaget mendengar nya, dan dia merasakan sesuatu dari dalam dirinya yang membuatnya senang mengetahui arti dibalik pemberian bunga mawar itu. Akan tetapi sang Espada tidak menunjukkan rasa kaget dan senangnya, dia sangat pandai menyembunyikan perasaannya itu, jangan sampai Orihime mengetahuinya. Dan dia tetap bersikap dingin seperti biasanya.
"aku tidak mengerti akan hal-hal bodoh seperti itu yang ada di dunia manusia….aku melakukannya untuk Aizen-sama!! aku membawakan benda-benda itu agar aku tidak lagi melihat wajahmu yang sedih, agar Aizen-sama senang jika melihatmu baik-baik saja nantinya jika dia memanggilmu, dan kau tidak lagi menunjukkan wajah sedihmu itu!!!" jawab Ulquiorra dingin sambil berlalu pergi dari kamar Orihime.
Orihime tidak dapat berhenti tersenyum melihat tingkah Ulquiorra….dan dia berucap dalam hati "Ulquiorra benar-benar laki-laki yang baik dan sangat peka…apakah semua espada dan arrancar lainnya sama baiknya seperti dia? Mengingat Yammi hampir saja membunuh dirinya, Ichigo, Sado, bahkan Tatsuki….dia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya jika Uruhara dan Youroichi tidak datang tepat waktu untuk menolong mereka. Dan hal itu membuat Orihime benar-benar ragu jika Espada yang lainnya sama baiknya dengan Ulquiorra.
Kemudian dia mencium bunga mawar putih yang diberikan Ulquiorra, wajahnya bersemu merah…."Ulquiorra adalah seorang hollow, bukan manusia tentu saja dia tidak mengerti arti memberikan bunga ini!" gumamnya dalam hati. Tapi aku sangat senang dengan bunganya….walaupun banyak laki-laki yang memberikannya bunga, sambil mengajaknya kencan, dan kemudian ditolaknya secara halus, tetapi tetap saja tidak meninggalkan kesan yang mendalam seperti bunga mawar putih cantik yang sedang diciumnya itu. Dia berharap bunga itu diberikan oleh Ichigo, lelaki yang dicintainya sejak dulu…..tapi perasaan Orihime benar-benar senang menerima bunga itu seakan-akan Ichigo-lah yang memberikannya.
" Hmmm….tidak…tidak….tentu saja aku lebih mengharapkan bunga yang diberikan oleh Kurosaku-kun!!!" tidak mungkin aku menyamakan setangkai bunga yang diberikan oleh Kurosaki-kun dengan bunga yang diberikan oleh Ulquiorra!" ..ucapnya dalam hati sambil meyakinkan dirinya.…sebelum dia benar-benar menyadari bahwa pada akhirnya semua kata-kata yang diucapkannya itu sangat bertolak belakang dengan perasaannya yang sesungguhnya……..
tolong di-review yah....maaf jika banyak kesalahan dsb, masih pemula sih hehehe....
saya akan update chapter 3 secepat mungkin..saya masih memikirkan dan mengembangkan ceritanya
thank's sudah baca yah....
