Di dalam ruangan pribadi Aizen di Las Noches, Aizen dan Ichimaru Gin sedang membicarakan sesuatu yang penting menyangkut Ulquiorra.
"hmm…bagaimana menurutmu kapten Aizen? Bukankah terlalu cepat dari yang kita harapkan? dia sudah terlalu dekat dengan Inoue Orihime!!" Tanya Gin dengan wajah rubahnya yang menyeringai licik.
"tidak usah khawatir Gin, aku sudah menjauhkannya dari Orihime, dan sebagai gantinya Harribel akan menjaga dan mengantarkan makanannya seperti biasa seperti yang dilakukan oleh Ulquiorra"
"kuharap hal itu bekerja, seperti kau ketahui kapten Aizen, Ulquiorra adalah aset utama kita untuk memenangkan perang ini!" ucap Gin dengan antusias.
"kau benar Gin, Ulquiorra adalah espada yang paling kuat dan satu-satunya yang bisa mencapai tingkat kedua dari transformasi zanpakutounya, walaupun dia menyembunyikan hal itu dariku!!"
"akan tetapi walaupun yang terkuat dan terbaik, dia sekaligus yang paling labil diantara yang lain. Harusnya dia yang menjadi primera espada bukanlah Coyote Stark, tapi karena sifatnya yang labil itulah aku memberikannya urutan kuatra. Dan tentunya dia tidak menyadari akan potensi yang dimilikinya dan espada-espada yang lain juga kelihatannya tidak menyadari kekuatan tersembunyi Ulquiorra."
"diantara sepuluh espada itu, hanya dia yang mendekati bahkan menyerupai manusia. Oleh karena itu aku menguji kesetiaan dan loyalitasnya kepadaku dengan mengutusnya menculik sekaligus menjadi penjaga Orihime untuk mengetahui sejauh mana perubahan dalam dirinya." ucap Aizen.
"hmm…sangat menarik kapten! Tapi sifat manusia-nya itu bisa menjadi sebuah bumerang bagi kita. Tentunya kau tidak mau kehilangan salah satu espada terkuatmu bukan? Kapten Aizen…!!" jawab Gin.
"aku sudah memperhitungkan sebelumnya Gin, dengan memanfaatkan sifat Ulquiorra yang polos dan lugu, penyendiri, pendiam, tidak suka bersosialisasi dengan yang lain dan dengan tugas-tugas yang tanpa henti kuberikan padanya, maka dia tidak tidak mudah terpengaruh dengan espada yang lain. Yah…seperti kau lihat sendiri entah darimana Nnoitra memiliki sifat brengsek dan gila wanita seperti itu, begitupula dengan Grimmjow yang kasar dan pembangkang!!"
"tetapi aku sedikit khawatir dengan hubungan Ulquiorra dan Orihime, bagaimana gadis itu semakin membuatnya terlihat seperti manusia daripada hollow! Dan sepertinya walaupun Ulquiorra tidak mengerti apa yang dirasakannya kepada Orihime , tentu kita berdua tahu kalau dia menyukai gadis itu. kau lihat bagaimana wajah marah Ulquiorra dan tatapan matanya kepada Nnoitra? Dan bagaimana bernafsunya dia untuk membunuh Nnoitra. Yah…begitulah sifat manusia yang marah jika wanita-nya disentuh oleh pria lain!!" Ujar Aizen.
"kau benar kapten, kurasa tindakan kita sudah sangat tepat menjauhkannya dari Inoue Orihime" dan sifat manusia-nya itu akan hilang dengan sendirinya, sepertinya kita tidak usah terlalu khawatir…"
Di suatu ruangan di Las Noches, Orihime terbangun dan menatap sekelilingnya dengan seksama. Mengetahui ruangan dimana tempat dirinya berada sekarang bukanlah ruangannya yang biasanya Orihime menjadi sedikit bingung. Begitu pula ketika matanya tertuju pada sosok wanita yang berdiri di samping tempat tidurnya.
"dimanakah aku? kepalaku pusing sekali…"
Sebuah suara kemudian menyadarkan Orihime.
"rupanya kamu sudah sadar, sebaiknya segera makan Orihime! tentunya kau sudah lapar!" ucap Harribel.
Orihime kemudian mengingat kejadian sebelumnya dimana Nnoitra mencoba memperkosanya dan kemudian Ulquiorra datang tepat waktu menyelamatkannya.
"maaf…kenapa kau ada disini Harribel? Bukankah seharusnya Ulquiorra yang mengantarkan makanan untukku seperti biasa? Dimana dia? Apa yang terjadi padanya?" Tanya Orihime dengan wajah yang cemas.
"dia baik-baik saja, Aizen-sama menugaskanku untuk menggantikannya, kurasa itu sebagai hukuman karena kau membuat dua espada saling membunuh! Sedangkan Nnoitra dia sudah bukan espada lagi, posisinya digantikan oleh Wanderweiss Margera!"
Orihimme hanya terdiam tanpa mampu mengucapkan sepatah katapun mendengar penjelasan dari Harribel.
Malam itu, orihime terbangun dari tidurnya, perasaannya tidak enak dan pikirannya selalu terbayang akan Ulquiorra. Tanpa disadarinya dirinya merindukan kehadiran sang espada. Jauh dari dalam hatinya dia menginginkan Ulquiorra yang menjaganya bukanlah Harribel ataupun espada yang lain.
Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan sesak saat dia merasakan reiatsu Sado menghilang. Dan tak lama kemudian diikuti oleh Rukia. Sambil menatap bulan di balik jeruji jendela kamarnya, tak terasa air matanya sudah mengalir deras jatuh ke pipinya.
"tidaaaaaaak…tidak…!! Sado-kun masih hidup…Sado tidak mungkin mati secepat itu!!"
"Kuchiki-san…kumohon bertahanlah…" ucapnya lirih di tengah keputusasaannya mengetahui reiatsu kedua temannya itu menghilang secara tiba-tiba.
Di dalam kamarnya, Ulquiorra hanya terdiam sambil menatap ke arah langit-langit dan tentu saja pikirannya tidak bisa lepas dari bayangan Orihime. Dia merasa sedikit khawatir dengan keadaan gadis itu sekarang terutama setelah kejadian buruk yang menimpanya. Apalagi saat ini, setelah mengetahui reiatsu kedua temannya menghilang.
"apakah aku harus melihatnya dan memeriksa keadaannya?" ucapnya dalam hati
Tentu saja hal itu tidak akan kulakukan…!! dengan menemuinya berarti aku melanggar perintah Aizen-sama!!
"hmmph…sungguh bodoh! untuk apa aku merasa khawatir, setidaknya dia aman di bawah penjagaan Harribel. tentu saja Harribel jauh lebih baik daripada Grimmjow atau Yammy." Ucapnya lagi sambil meyakinkan dirinya.
Kemudian dia memejamkan matanya, Ulquiorra tersentak ketika dirinya merasakan sebuah reiatsu yang sudah tidak asing lagi baginya.
"bocah berambut orange itu, tak kusangka dia sudah berada di lantai bawah Las Noches!!!"
Entah mengapa dadanya terasa sesak dan amarahnya meluap karena sesuatu dalam dirinya merasa benci akan kehadiran Ichigo yang semakin dekat menuju kamar Orihime. Dan hal itu berarti Ichigo akan menyelamatkan Orihime dan membawanya kembali ke kota Karakura. Sebuah perasaan yang dirinya sendiri tidak tahu bagaimana menjelaskannya.
Otaknya sudah tidak dapat berpikir jernih, pikirannya sudah diambil alih oleh rasa cemburu dan amarah. Sikapnya menjadi kasar dan tidak terkontrol, tidak seperti Ulquiorra biasanya. Dengan menggunakan sonido, dia segera beranjak pergi meninggalkan kamarnya.
pintu kamar Orihime terbuka, dan sebuah suara muncul. Suara yang sangat dikenal oleh Orihime.
"sepertinya kamu sudah menyadarinya wanita, Sado Yotsutora sudah mati! Begitu pula dengan Kuchiki Rukia! Tidak ada gunanya kau menangisi mereka!!" ucap Ulquiorra dengan kasar.
Orihime sangat senang melihat Ulquiorra datang dan menjenguknya walaupun dia mengetahui bahwa sang espada telah melanggar perintah tuannya untuk tidak menemuinya lagi. Namun dia merasakan sesuatu yang berbeda dari Ulquiorra, tidak seperti biasanya dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan mata hijau terangnya memancarkan tatapan yang penuh amarah dan benci.
"u…Ulquiorra…" tanpa sempat berkata-kata lagi sang espada sudah memotong ucapannya.
"tidak ada yang akan menolongmu wanita, dan kau akan mati dengan menyedihkan di tempat ini! Temanmu yang bodoh itu akan mati satu persatu dan mereka akan benar-benar menyesali perbuatan mereka masuk ke Hueco Mundo tanpa menyadari kekuatan mereka yang tidak seberapa itu."
"jika aku menjadi dirimu, aku akan menertawakan kebodohan mereka dan mengusir mereka pergi dari Hueco Mundo!!"
"plakkk!!!" sebuah tamparan yang keras mendarat di pipinya. Orihime menamparnya dengan sekuat tenaga, tak pernah sebelumnya dia menampar seseorang seumur hidupnya. Dia sudah tidak tahan lagi dengan ucapan ulquiorra yang menghina teman-temannya.
Ulquiorra hanya terdiam dan tidak membalas atau berusaha menghindari tamparan Orihime. Kemudian dia melanjutkan kata-katanya.
"dua diantara temanmu sudah mati, tentunya yang lain akan menyusul…maka tak akan ada yang menyelamatkanmu. Kau akan mati disini, apa kau takut?"
"tidak…aku tidak takut!!" walaupun ragaku telah mati tapi hatiku tetap bersama mereka. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi dalam hidupku hanya mereka keluargaku satu-satunya dan hatiku sudah menyatu dengan mereka. Aku tidak akan mati dengan menyedihkan seperti yang kau ucapkan karena Kurosaki-kun akan datang menyelamatkanku!!" jawab Orihime dengan tegas.
Sang espada sangat kaget dan matanya terbelalak mendengar jawaban dari Orihime.
"hoh…kalian para manusia sangat mudah mengucapkan kata-kata "hati" aku yakin hati itu tidak ada, mataku bisa melihat semua sesuatu yang ada di dunia manusia maupun dunia hollow dan tak satupun bisa luput dari penglihatanku. Akan tetapi mataku tidak dapat menangkap sosok "hati" seperti yang kau katakan oleh karena itu tentu saja "hati" itu tidak ada!!"
Kemudian Orihime mendekat ke arah sang espada dan meletakkan jari jemarinya yang lentik ke dada Ulquiorra.
"kamu dapat merasakannya disini!!" jika kamu merasa dekat dengan seseorang maka kamu dapat meletakkan hatimu dan kepercayaanmu sepenuhnya padanya, jiwa kalian akan menyatu. Seperti itulah aku dan teman-temanku.
Ulquiorra merasakan dadanya terasa hangat…dimana jari jemari Orihime menyentuhnya.
hati?....apakah benar-benar ada? tentu saja tidak…aku seorang hollow bukan manusia, tentu aku tidak memiliki hati…
percakapan mereka berdua berhenti ketika keduanya merasakan reiatsu Ichigo yang sudah sangat dekat berada hanya satu lantai dibawah ruangan mereka.
"bocah bodoh berambut orange itu rupanya sudah berada di lantai bawah, sepertinya aku harus menyapanya…" ucap sang espada sambil berlalu pergi ke arah pintu yang terbuka lebar.
Dengan sigap Orihime menarik salah satu pergelangan tangannya dan menahan langkahnya.
"kumohon Ulquiorra…jangan bunuh Kurosaki-kun…!!"
Perkataan Orihime membuatnya amarahnya semakin menjadi-jadi, pikirannya menjadi semakin tidak terkontrol lagi. Rasa cemburu sudah benar-benar menguasai dirinya.
Kenapa dirinya selalu menyebut nama Kurosaki!! Sebegitu hebatnyakah Kurosaki Ichigo buatnya? Apa kelebihan bocah itu sehingga dia selalu menyebut namanya…
Tanpa berkata sepatah katapun, Ulquiorra berlalu pergi dari hadapan gadis itu kemudian menutup pintu dengan kasar.
