Haha… Saya kembali dengan pair gaje lainnya!

Berhubung kemarin ada yang minta. "Pair yaoi dong." Nah, ini. Chapter ini bakal saya bikin khusus buat para fujoshi. Itsuki x Mutsuki! Cowok keren Fatal Frame II XD

Yang Choushirou Kirishima, maaf. Sampai sekarang saya belum main game-nya. Mungkin nanti, setelah saya melihat beberapa gameplay nya. Yayaya? Eh, tapi kalau pair Choushiro x Hantu Tangan mau nggak? :D

Dedicated to Farah Raven Eistheim Cavallone, from Facebook. (Namamu panjang amat, kak. =_=) Ini, request mu! Itsuki x Mutsuki!

Disclaimer: Fatal Frame Belongs to TECMO

WARNING: YAOI SCENE! Don't like, don't read!

Special Scene: Itsuki's 'cutscene'

***

Mio Amakura, cewek yang sedang susah mencari kakaknya yang pergi entah kemana itu cuma duduk diatas batu bergambar sepasang anak kembar.

Matanya terus menatap kearah sesosok cowok cute, dengan rambut putih yang berada dibalik jeruji besi. Ganteng-ganteng kok narapidana, pikir Mio.

Sedangkan Itsuki hanya memperhatikan Mio yang hanya duduk terdiam dan memandang wajahnya. Emang gue ganteng amat yah? Sampai-sampai itu cewek mandangin gue terus, pikir Itsuki.

"Kau tak mau menyelamatkan kakakmu, Yae? Ritualnya mau mulai tuh." ujarnya.

"Capek gue. Si Mayu kaburnya cepat amat."

"Kau ini, seharusnya kau melindungi saudaramu itu." ujar Itsuki, nada suaranya meninggi.

Mio hanya melengos kesal, mirip seekor sapi. (author digampar)

"Kau beruntung, masih memiliki kakak. Aku...aku..."

"Memangnya, kau juga punya kembaran?" tanya Mio pada cowok berambut putih itu.

"Tentu saja. kau sudah lupa, Yae? Mutsuki...Mutsuki yang penyakitan itu."

"Tuh, lo sendiri aja bilang kakak lo penyakitan. Sekarang, siapa yang bejat?" sindir Mio.

"Mutsuki...Mutsuki... huuueeee...." isak Itsuki sambil mengelap ingusnya dengan kimono putihnya.

"Huahua...jangan nangis dong. Ganteng-ganteng kok cengeng." hibur Mio

"Saya...ganteng?" ujar Itsuki, sambil mengembangkan senyum manis –huek- nya.

Ngomong-ngomong, gimana sih cerita saat Itsuki dan Mutsuki melakukan Crimson Ritual? Mau tahu?

.

.

.

.

.

YA BACA AJA FIC INI, DODOL! (author digampar readers)

***

Itsuki dan Mutsuki berjalan menuruni jalan kecil menuju tempat terakhir mereka, Hellish Abyss.

Mutsuki yang penyakitan, daritadi terus bersin-bersin ga jelas yang sampai-sampai suara bersinnya mengagetkan para Mourners yang menjaga Hellish Abyss. Sedangkan Itsuki masih memikirkan, bagaimana cara untuk membawa kabur Sae dan Yae.

"Itsuki dan Mutsuki Tachibana, mari kita mulai ritualnya sekarang..."

"Itsuki, nyekek gue-nya jangan kenceng-kenceng yah?" bisik Mutsuki, sambil mengelap ingusnya dengan kimono putihnya.

"Yee... Kalau ga kuat-kuat, ntar lo nya kagak mati-mati. Katanya mau nolongin Sae sama Yae?" balas Itsuki.

"Iya juga sih..."

"Karena itu, ayolah..."

"Itsuki Tachibana, bisa kita mulai sekarang?" ujar sang Priest yang sudah lelah menunggu kedua bocah ini nge-bacot satu sama lain. Ditunggu aja kenapa kali, bang? Wong ini terakhir kalinya mereka nge-bacot berdua juga.

Mutsuki pun membaringkan tubuhnya diatas altar penyekikan (author ga tau namanya lol) dengan Itsuki berada diatasnya. Well, posisi mereka saat ini sudah seperti dua orang yang mau 'ehem'. Untunglah, tidak ada fangirl disekitar Hellish Abyss.

Itsuki pun mulai menggenggam leher Mutsuki yang mulus. Dengan perlahan, ia mencekik kakaknya itu.

"It...Itsuki...ahh... lebih kuat..." bisik Mutsuki.

"Ta...tadi katanya ga mau kuat-kuat..." ujar Itsuki.

"Su...sudahlah...lebih cepat lebih baik..." balas Mutsuki disela-sela desahannya.

Itsuki pun menguatkan tenaga cekikannya, nafas Mutsuki mulai tidak beraturan... Desahan Mutsuki pun menguat...

"Itsuki...aku sampai..."

"Sa-sampai apa maksudmu?" ujar Itsuki sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Aku...bisa melihat surga..." ujar Mutsuki

"KAU MENGERIKAN, MUTSUKI!" teriak Itsuki.

Sampai tiba-tiba, tubuh Mutsuki mengejang... dan tak bergerak lagi...

"Mutsuki... Halo?"

"Akhirnya, sudah mati." seru salah seorang Mourners sambil berjalan menuju jasad Mutsuki.

"Iya, ga tahan gue ngedenger ritual ini anak (karena gue ga bisa liat). Erotis amat." ujar Mourners yang lain.

"Ya sudah, mari kita mulai membuang jasad anak kembar ini. Hellish Abyss tak bisa menunggu..." ujar sang Priest yang tak tahan 'mendengar' adegan 'panas' barusan. Udah tahu jadi Priest, pikiran masih aja kotor.

Para Mourners pun bersiap untuk melempar jasad Mutsuki dengan gaya melempar-seseorang-ke-kolam-renang. Tubuh Mutsuki pun lenyap, ditelan Hellish Abyss.

Beberapa menit mereka menunggu, tidak ada tanda-tanda akan munculnya seekor Crimson Butterfly dari dalam jurang. Itsuki sudah harap-harap cemas, jangan-jangan ritual mereka gagal?

"Uhum... Saya mempunyai firasat, ritual kali ini tidak diterima sang Hellish Abyss... Hmm... Apa? Terlalu Erotis? Ah, Hellish Abyss berkata bahwa pengorbanan mereka barusan telah menyulut semangat para fangirl yang membaca fic ini. Sementara, Hellish Abyss bukanlah seorang fujoshi (ya iyalah, jurang juga)." jelas sang Priest.

Itsuki pun langsung pingsan ditempat...

***

"Jadi, begitu ceritanya..." ujar Mio, sambil mengelap sedikit darah yang mengucur dari hidungnya.

Masih dengan wajah menangisnya, Itsuki menghadap kearah Mio, "Kenapa kau mimisan, Yae?"

Dengan enteng, Mio menjawab, "Karena ceritamu barusan memang mengandung unsur erotis..."

Dan Scene ritual Itsuki dan Mutsuki pun tidak jadi dimasukkan kedalam game karena faktor konten yang tidak baik.

***

HAHAHA... Kalian lihat? Banyak YAOI scene nya! XDD

Maafkan saya, hasrat fujoshi saya kembali ketika mengingat scene Mio dan Mayu yang diganti menjadi Itsuki dan Mutsuki.

Ada yang mau review? :3

Lowongan Request 'pair' masih dibuka! XDD