Welcome to MÄR Heaven
xxxxxxxx
Disclaimer: yang jelas bukan punya saia. Tanya tuh Kishimoto-sensei sama Nobuyuki-sensei!! -kalo Naruto sama MÄR punya saia, saia bikin Naruto ketemu sama Ginta en dunia ninja saia gabung sama dunia dongeng MÄR-.
Genre: Adventure/Friendship slight Humor-mungkin-
Chara: Naruto Uzumaki, Ginta Toramizu, en other chara.
Summary: Atas titah Phantom, Peta berniat memanggil seseorang dari dunia lain guna untuk mengalahkan Team MÄR yang notabenenya tampak semakin kuat karena keberadaan Naruto disana. Sementara itu, Aran melupakan sesuatu yang sangat penting saat latihan.
Special thanks for Kurocchi, teman saia yang udah meluangkan waktunya untuk membantu saia dalam menyelesaikan chapter ini!!! ARIGATOU KURO!!!!^o^
Ket: pre-shippuuden, Naruto en Ginta: 14 tahun. Oh ya, ada OOC juga
ENJOY IT!!!
Xxxxxxxx
Part 3 –Orang asing-
-Di Istana Chess-
"Phantom-sama," sahut Peta, berjalan ke hadapan Phantom.
"Ada apa, Peta-san? Kau menemukan informasi tentang Team Ginta?" tanya Phantom sedikit santai.
"Ya, melalui bulan yang sedari tadi aku pandangi, aku menemukan sebuah informasi penting mengenai mereka," lapornya.
"Apa itu, Peta?" tanya Phantom lagi sambil mengubah posisi duduknya.
"Team Ginta menambah satu orang anggota lagi. Kali ini anggotanya berasal dari dunia lain. Aku merasa, anggota baru mereka itu cukup kuat," pria bertopi lancip itu menatap Phantom dengan tatapan 'Apa-keputusan-Anda'.
"Eh?? Berarti mereka juga akan bertambah kuat 'kan??" Candice menimpali.
"Benar, Candice. Oleh karena itu kuputuskan untuk menambah anggota Chess kita... dari dunia yang sama dengan anggota baru Team Ginta. Ini bertujuan untuk menambah kekuatan kita di War Game terbesar nanti," kata Phantom sambil bangkit dari duduknya kemudian menoleh pada penasihat Zodiac Chess itu. "Peta, segera panggilkan anggota baru yang kumaksud itu,"
"Baik, aku mengerti, Phantom-sama. Permisi," Peta menunduk hormat pada Knight Number One itu lalu pergi.
"Phantom-sama, Peta mau pergi kemana?" tanya Candice pada Phantom.
"Tentu saja pergi ke ruang rahasia, untuk memanggil orang yang kumaksud dengan Dimension Ärm yang pernah kucuri dari Caldea dulu," jawab Phantom kembali menduduki singgasananya itu.
"Eh??? Memangnya ada??" Candice terbelalak. Setahunya, tidak ada lagi Dimension Ärm yang tersisa di Caldea setelah semua ärm disana telah habis dicuri Diana.
"Ada, dan namanya adalah..."
Xxxxxxxx
'...The Black Gate Keeper of Pierrot...'
"Huh... aku penasaran dengan Dimension Ärm rahasia milik Phantom-sama itu. Bagaimana bentuknya ya?" gumam Peta sambil membuka sebuah bungkusan milik Phantom di ruangan tersembunyi Chess. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah Dimension Ärm yang mirip dengan Dimension Ärm milik Aran hanya saja berwarna hitam pekat.
"Jadi ini ya... baiklah... muncullah..." Peta menggenggam erat-erat ärm itu kemudian melemparnya. "THE BLACK GATE KEEPER OF PIERROT!!!" sekejap saja, sekelebat cahaya membungkus ärm tersebut dan muncullah sebuah gerbang dimensi hitam di hadapannya.
"Khukhukhukhu... Dimension Ärm yang hebat. Aku merasakan ada aura kekuatan gaib yang jahat di sekelilingnya. Sebentar lagi orang yang Phantom minta akan segera muncul dari lubang dimensi itu..."
Xxxxxxxx
-Di markas Orochimaru-
"Huh... kemana kakek ular yang menjijikan itu ya? Berjanji akan mengajariku jurus baru malah sakit. Payah," Sasuke bangkit dari duduknya, berjalan-jalan sebentar di markas. Sebenarnya ia baru saja menerima pedang Kusanagi dari Orochimaru dan akan berlatih jurus baru dengan pedang tersebut. Namun tiba-tiba saja Orochimaru sakit dan nggak jadi berlatih bersamanya.
"Aku bosan jalan-jalan di markas ini. Lebih baik aku keluar sebentar untuk menghirup udara segar," gumam Sasuke pada dirinya sendiri lalu beranjak keluar markas. Sebelum itu, ia menyembunyikan aura chakra-nya agar tidak ketahuan orang-orang dalam markas.
Sasuke berjalan-jalan di sekeliling daerah markas sambil sesekali memainkan pedangnya. Sudah lama ia tidak keluar markas sejak Orochimaru mengkarantinanya. Menurut Sasuke, tindakan karantina itu berlebihan. Bosan mengelilingi daerah markas, Sasuke pun memasuki hutan.
"?" Sasuke merasakan sesuatu yang aneh saat memasuki hutan. Ia merasakan adanya aura hitam misterius menuntunnya ke suatu tempat.
"Aura apa ini? Ini tidak seperti aura chakra," gumam Sasuke. Ia terus mengikuti aura itu sampai akhirnya ia menemukan sebuah pintu dimensi berwarna hitam pekat di depan sebatang pohon oak yang besar.
"Apa... ini??" nuke-nin Uchiha itu pun mendekati dimensi hitam itu. Namun, semakin ia mendekat, semakin ia merasa terhisap ke dalamnya. Sasuke telah memasuki setengah dari ruang dimensi itu.
'Gawat!' Sasuke ingin pergi dari sana namun terlambat. Tubuhnya langsung lenyap dari hutan itu bersamaan dengan hilangnya dimensi hitam tersebut.
Xxxxxxxx
-Di ruang rahasia Chess-
"Akhirnya datang juga..." Peta tersenyum puas melihat sosok seseorang dari dalam dimensi tersebut. "...aku telah lama menantimu,"
"Siapa kau?" sesosok cowok berambut pantat ayam keluar dari dimensi itu, Sasuke. "dimana aku??"
"Aku Peta, penasihat Zodiac. Kau sekarang ada di Istana Chess. Phantom membutuhkanmu untuk mengikutkanmu dalam War Game yang akan dilaksanakan beberapa pekan ke depan," kata Peta.
"War Game?" Sasuke menatap sinis pada Peta. "Sepertinya aku sekarang sedang bermimpi dan sekarang mimpiku nyasar ke tempat yang aneh seperti ini," ujar Sasuke ketus.
"Bicaramu kasar juga ya..." Peta mendekati Sasuke. "...sekarang aku minta kau untuk memperkenalkan dirimu pada Phantom,"
"Phantom? Nama aneh macam apa itu? Sudahlah, sepertinya aku tersesat di planet entah apa namanya ini. Pulangkan aku ke tempat asalku. Aku tak punya waktu untuk bermain-main seperti ini," Sasuke sepertinya merasa aneh di tempat itu.
"Aku akan memulangkanmu kembali, tapi dengan satu syarat..." Peta berdehem sebentar lalu melanjutkan, "...bantu kami dalam War Game nanti. Setelah War Game usai, aku jamin kau akan bertambah kuat," Sasuke yang tadinya akan kembali ke dimensi itu melirik Peta lewat sudut matanya.
"Benarkah?" tanyanya.
"Tentu saja. Kau akan kuat melebihi teman-temanmu nanti," Peta tersenyum licik.
"Baik, aku akan ikut dalam permainan itu," Sasuke pun menyetujuinya kemudian mengikuti Peta ke ruang utama istana.
'Huh... anak ini... mudah sekali dipengaruhi. Aku yakin Phantom-sama akan menyukainya,' pikir Peta sambil melirik Sasuke lewat sudut matanya.
Xxxxxxxx
-Di dalam ruang dimensi Drill Gate-
Naruto terpana melihat suasana sekelilingnya. Gelap dan hanya ada sedikit cahaya. Di sekitarnya banyak terdapat bebatuan dan pilar-pilar yang sudah hancur. Kesan tempat itu mirip dengan kota Pompeii atau Athena jaman kuno dulu.
"Tempat apa ini? Asing sekali buatku..." gumam Naruto sambil memandangi aneka bangunan yang bentuknya sudah tidak utuh lagi. Tiba-tiba...
BRUUKK!!! BRUUKK!!!
Naruto menoleh ke belakang tampaklah sebuah guardian ärm berwujud kumpulan batu-batu. Ukurannya besar seperti raksasa.
"U-uwaaa!!!!" Naruto melompat menghindar saat ärm tersebut memukulkan tangannya kearahnya.
"Cih, jadi kau menantangku ya?? Tak akan kubiarkan! Kagebunshin no Jutsu!!" sekejap saja muncul beberapa bunshin-nya. Naruto dan bunshin-bunshin-nya langsung menyerang guardian ärm itu dengan taijutsunya, Uzumaki Naruto Rendan.
"U-zu-ma-ki Naruto Rendan!!!" bersamaan dengan bunsin-bunshin-nya yang telah menendang ärm itu dari bawah, Naruto langsung menendangnya dari atas. Dan, alhasil guardian ärm tersebut jatuh berdebum di tanah dan hancur berkeping-keping.
"Fuh... makhluk apa tadi itu??" ia masih tidak percaya dengan makhluk yang ia kalahkan tadi. Bocah itu terbengong-bengong karena belum pernah berhadapan dengan musuh yang seperti tadi itu di dunia ninja.
"Selamat datang di Drill Gate!" tiba-tiba terdengar suara cewek menyapa Naruto dari belakang. Refleks Naruto menoleh ke belakang dan matanya terbelalak melihat makhluk asing yang tak kalah anehnya.
"K-kau siapa??!" Naruto terlonjak kaget saat mendapati sosok cewek berbaju maid dengan kedua telinga kucing di sisi atas kepalanya. Belum lagi ia melihat ekor cewek itu bergerak-gerak.
"Aku Merillo, si guardian ärm. Aku sudah lama menantimu. Ayo ikut aku," ajak Merillo ramah pada Naruto. Tanpa banyak bertanya lagi, Naruto pun memasuki sebuah ruangan dengan pilar-pilar bergaya Yunani di setiap sisinya.
"Tempat apa ini, Merillo?" tanya Naruto.
"Ini tempat latihan bagi orang-orang awam sepertimu," jawab Merillo. Tanpa basa-basi lagi, cewek itu langsung melangkah kearah sebuah tembok batu.
"Sebelumnya, apa kau memiliki sejenis senjata?" tanya Merillo.
"Ada," jawab Naruto sambil memperlihatkan kunainya.
"Nah, sekarang satukan jiwamu dengan senjatamu itu dan pecahkan tembok batu ini," Merillo menunjuk kearah tembok batu yang ada di belakangnya.
"Eh? Buat apa?" tanya Naruto bingung.
"Sudahlah, pecahkan saja. Nanti kau akan tahu alasannya," ujar Merillo. Guardian ärm itu lalu mulai memperhatikan Naruto.
"Baiklah! HIAAAHH!!!" Naruto menebaskan kunainya sekuat tenaga pada tembok batu itu dan menciptakan retakan-retakan yang cukup besar kemudian hancur.
"Berhasil!" sorak Naruto. Namun sayangnya, tembok batu itu menyatu kembali seperti semula. "HE-EH???!!" Naruto terkejut saat melihat tembok batu itu. Lalu ia melakukannya lagi, lagi, dan lagi. Namun tembok batu itu tak kunjung hancur juga.
"Naruto, jangan dihancurkan tapi pecahkan," kata Merillo.
"Bukankah itu sama saja??!!" seru Naruto jengkel.
"Nggak, itu beda. Kalau menghancurkan berarti kita merusak sesuatu tanpa melihat titik lemahnya terlebih dahulu. Kalau memecahkan itu artinya kita memfokuskan pikiran pada titik lemahnya kemudian merusaknya," jelas Merillo.
"Bagaimana caranya??" sungut Naruto.
"Sekarang coba kamu bayangkan tembok ini adalah musuh terberat yang pernah kau hadapi. Kemudian fokuskan pikiranmu pada titik lemahnya. Setangguh dan sekuat apapun musuh yang kau hadapi kalau kau menyerang tepat di titik lemahnya, maka musuh tersebut bisa dikalahkan dengan mudah," jelas guardian ärm itu lagi. Naruto pun terdiam lalu menatap kunai di tangannya lalu pandangannya beralih pada tembok batu itu.
"Oke, kalau begitu akan kucoba!! Lihat saja, ini pasti akan berhasil!"
Xxxxxxxx
"Phantom-sama, aku sudah membawakan calon anggota baru sesuai dengan permintaanmu. Aku memanggilnya tepat di tempat dimana Team Ginta memanggil anggota barunya," kata Peta seraya memperlihatkan Sasuke di belakangnya. Semua anggota Chess mengalihkan pandangannya kearah Sasuke dan Peta.
"Kerja bagus, Peta," Phantom berdiri dari singgasananya. "Sekarang, perkenalkan dirimu, bocah," titahnya pada Sasuke.
"Baik, namaku Sasuke Uchiha, buronan dari Konoha," sahut Sasuke dengan tatapan menantang.
"Konoha? Apa itu?" tanya sang kapten Knight.
"Kau tidak tahu? Itu tempat dimana para manusia tak berguna berkumpul untuk saling menyatukan kekuatan mereka yang juga tidak ada apa-apanya," jawab si bocah Uchiha itu seakan menghina Konohagakure.
"Sepertinya kau sama denganku, Sasuke. Aku juga merupakan seorang buronan dari suatu tempat," Phantom melangkah kearah Sasuke. "Mulai sekarang kau bagian dari kami. Jadilah kuat dan kita kalahkan Team MÄR,"
"Team MÄR? Mereka musuh?" tanya Sasuke.
"Ya, mereka telah merebut kedamaian MÄR Heaven ini dan menghancurkan semuanya. Mereka pantas untuk dimusnahkan. Mereka pengganggu kesempurnaan Chess," hasut Phantom. Mendengar itu, Sasuke jadi tertarik.
'Ini kesempatanku untuk menunjukkan kemampuanku dan menjadi kuat,' pikir Sasuke.
"Baik, reuni cukup. Sasuke, pergilah bersama Peta untuk segera melakukan latihan. Aku perhatikan kau bocah yang cukup kuat dan memiliki kemampuan yang hebat. Untuk kalian semua, kalian boleh bubar," perintah Phantom. Seluruh anggota Chess pun bubar dan Sasuke segera mengikuti Peta ke suatu tempat. Phantom kembali duduk di singgasananya.
"Khukhukhukhukhu... Team MÄR, kalian takkan bisa bertahan lagi..."
Xxxxxxxx
-di dalam Drill Gate Aran-
Aran tengah berkonsentrasi di bawah air terjun. Ia duduk bersila dan memejamkan matanya. Sepertinya ia juga bermeditasi (aku nggak pernah lihat Aran bermeditasi seperti itu). Bumulo, guardian ärm-nya yang lain (selain Merillo) mengawasinya. Sekitar 20 menit kemudian, tiba-tiba Aran tersentak dan menghentikan meditasinya.
"Aran, kenapa kau berhenti?? Konsentrasimu hancur lebur lho," kata Bumulo melihat pemiliknya terlihat amat sangat panik.
"Ga-gawat!! Sepertinya aku sudah melupakan sesuatu yang amat penting!! Sepertinya masih terbuka!! OMG!! OMG!!" seru Aran sambil lari bolak-balik.
"Memangnya kenapa sih?" Bumulo masih belum mengerti dengan apa yang Aran maksud.
"Su-sudahlah!! Aku akan keluar dari sini!!" maka Aran pun segera mengirim kontak pada Gaira di luar untuk mengeluarkannya. Beberapa saat kemudian pintu keluar Drill Gate Aran pun terbuka. Bapak bercerutu itu langsung melompat keluar Drill Gate diringi tatapan bingung Bumulo.
"Gaira! Aku mau kembali ke dalam dulu!! Ada sesuatu yang harus aku bereskan!!" sahut Aran sebelum Gaira bertanya terlebih dahulu.
"Jangan lama-lama!!" pesan Gaira setengah berteriak pada Aran yang kini telah memasuki pintu masuk Istana Restava.
DAP! DAP! DAP! Langkah Aran menggema di tiap lorong yang ia lewati. Tujuannya hanya satu, yaitu pergi ke ruangan tempat ia memanggil Naruto dengan The Gate Keeper of Pierrot. Sesampainya disana, matanya terbelalak melihat sosok-sosok manusia tak dikenal berada di lantai tak jauh dari the Gate Keeper of Pierrot.
"Su-sudah terlambat!!!"
TSUZUKU
(Next: Part 4 –Kedatangan anggota baru-)
Bersambung lagi, mina!! Siapakah sosok-sosok manusia tersebut? Nantikan chap 4-nya!!!
Mind to give review?
