Yu-Gi Oh!

Disclaimer: karakter dan cerita asli Milik Kazuki Takahashi, aku tidak mengambil keuntungan dari cerita ini.

Rating:T sepertinya cukup

Genre this page: none

Warning: Ceritanya aneh? Yup. Tetapi selamat membaca!

Catatan Penulis: Membuat cerita ini untuk refresing pikiran.

Catatan Cerita:

Ini merupakan cerita Usaha Malik mendapatkan milenium puzzle milik Yami. Tetapi dalam konteks yang berbeda dari cerita pertama. Bakura ikut andil dalam rencana ini dan dalam cerita ini terdapat shipping.

Jadi, jika anda berminat membaca ini, silahkan^^

Kalau tidak, silahkan saja baca page yang pertama untuk humor.

-Mendapatkan Milenium Puzzle-

Domino outside

PROLOG

"Hei..apa yang kau rencanakan?" Bakura telah mengambil alih tubuh Ryo dan sekarang dia sedang bersama Malik Isthar, si pshyco egyptian.

"Diamlah.." Malik menjawab dengan kesal.

Mereka berdua, Malik dan Bakura sedang berada di keramaian pertokoan di kota Domino. Malik tidak memakai pakaian seperti yang biasa dia pakai. Malik mengenakan kaos rajutan berwarna putih dan kemeja berwarna cokelat. Dia memakai jeans ketat yang berwarna hitam dan memakai kaca mata berbingkai warna putih. Perhiasan egyptiannya juga masih dipakai. Sedangkan Bakura mengenakan kemeja berwarna biru dengan jaket jeans tanpa lengan. Dia memakai celana berwarna putih dan menggunakan kaca mata hitam. Mereka duduk di sebuah kafe yang berada diluar ruangan. Penampilan mereka menarik perhatian orang-orang yang melewati tempat itu. Para gadis tersenyum ke arah mereka berdua tetapi mereka sama sekali tidak memperhatikan senyuman itu.

"Apa rencanamu untuk dapat mendekati Yugi Mouto lagi?aku tahu kalau dia masih sedikit curiga denganmu. Lagipula, Pharaoh juga akan menjadi masalah jika dia muncul.." Bakura bertanya sekali lagi. Dia menjadi sebal dengan komplotan barunya ini. Ya, mereka berdua lagi-lagi berencana untuk mengambil milenium puzzle dari Yugi. Namun sulit sekali karena milenium itu selalu dia bawa kemana-mana. Terlebih lagi, Jounouichi Katsuya selalu berada kemanapun Yugi ada. Walaupun terlihat sering melakukan tindakan konyol, dia adalah petarung yang tangguh. Baik dalam duel monster ataupun pertarungan fisik.

"Bagaimana kalau kau hipnotis lagi pikiran gadis yang bersama Yugi?" Bakura memberi pendapat. Dia lalu meminum sodanya. Malik hanya menatap Bakura dan mendesah.

"Kamu begitu ingin mendapatkan milenium puzzle itu ya.." Bakura mengangguk. Setelah minuman sodanya habis, dia lalu meletakkan gelasnya.

"Aku ingin kekuatan yang ada di dalamnya. Aku pernah mencoba berpura-pura menolong Yugi saat dia bertarung dengan bandit Keith yang kau suruh untuk menyerang Yugi.." Bakura menaikkan kacamata itu keatas. Kini, wajahnya dapat terlihat dengan jelas.

"Ya ya, berkat kau aku kehilangan kontak dengan bonekaku." Mendengar hal itu Bakura hanya menyeringai.

"Hahaha, entah kenapa sekarang kita bekerjasama.." Bakura tertawa sinis."Lagipula..kau mau bekerjasama denganku selain karena milenium puzzle, ada hal lain yang kau incar bukan?" Malik hanya memutar bola matanya. Tidak ada gunanya dia berbohong kepada sesama pengguna kekuatan kegelapan.

"Hm.."

"Aku tidak begitu peduli tentang apa yang kau inginkan. Hanya saja aku lebih suka jika mengetahui apa yang diinginkan sekutuku.." Bakura menjadi serius.

"Baik, baik..aku mengerti.." Malik mengangkat tangan kanannya ke udara dan tangannya ke udara dan mengibas-ngibaskannya."Dengar..."

".. .."

'GUBRAK~'

Bakura terjatuh dari kursinya. Semua orang yang berada disana memandang ke arahnya.

"Tu..tuan..anda tidak apa-apa?" Seorang pelayan perempuan hendak menolong Bakura tetapi Bakura hanya menatap tajam ke arahnya dan membuat pelayan itu takut. Dia kemudian berdiri dan menatap kea rah Malik.

Malik kemudian berdiri dan mendekati pelayan itu."Maafkan temanku..dia hanya kehilangan keseimbangan." Malik kemudian tersenyum(senyuman palsu tentunya). Wajah pelayan itu pun menjadi memerah dan dia kemudian menunduk. Bakura yang merasa kesal lalu menyeret Malik pergi dari tempat itu diikuti tatapan orang-orang yang ada disana walaupun seharusnya mereka tetap harus berada disana karena Yugi dan yang lain akan berkumpul di seberang tempat Bakura dan Malik duduk. Tetapi mereka berdua masih mempunyai waktu lima belas menit lagi sebelum menjalankan rencana Malik yang belum diketahui oleh Bakura. Tetapi, sebelumnya Bakura ingin mendengar dengan jelas apa yang baru saja Malik katakan.

"Jelaskan apa yang baru saja kau katakan!" Bakura menggaruk rambutnya. Malik hanya mendengus tetapi mengikuti Bakura. Begitu sampai di sebuah gang, Bakura berhenti dan berbalik menatap Malik.

"Ya, tentu saja si pencuri itu tidak akan menyangka apa yang aku inginkan.."

TBC~