Hey! Yang ada di sana! Yang ada disini! Semua—plakk~ *dilempar sendal jepit*

Akhirnya berakhir juga masa hitaus kuuuu~~~

Selamat datang di fic aneh saia yang sudah memasuki usia (?) lima chapters! Akhirnya nyampe lima juga, gak kerasa ya! Err, jangan pelototin aku kayak gitu dong plis!

Sudahlah, tanpa banyak bacot lagi, kita mulai!

.

.

Dua Jiwa chapter 5 by Deidara' Katsu-himeUn

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Cerita aneh bin gaje binti garing yang judulnya Dua Jiwa ini © Deidara' Katsu-himeUn yang akan ganti pennem setelah chap ini kelar (kagak ada yang tanya kalee!)

...

Dua Jiwa Chapter 5

...

"Gaara Sabaku a.k.a Saara, Neji Hyuuga a.k.a Yuu, Shikamaru Nara a.k.a Maruna, Shino Aburame a.k.a Noume, Suigetsu Hozuki a.k.a Tsuki(?), Juugo a.k.a Shizuka *hah?*, dan Hidan a.k.a Hasnah *lha? Nama yang paling nyasar*! Mereka ber tujuh ditangkap oleh lima orang polwan warna warni yang menamai diri mereka Mew Mew gitu. Untungnya anak emasku, Sasuke tidak ketangkep!" jelas Itachi panjang lebar di telepon.

Ternyata yang Itachi sebut 'anak emas' tadi sedang nguping dibalik pintu (settingnya Itachi nelpon di kamar).

"Oh, namanya mew mew toh? Hm hm," kata Sasuke pelan sambil manggut manggut secara membabi buta (?).

"Sepertinya kita harus menggunakan banci kesebelas," kata kata Itachi yang terakhir membuat Sasuke merasa tertarik.

"Banci kesebelas? Perasaan banci banci nya si Itachi Cuma sepuluh lah, jadi sembilan dikurangi si Rok Jeans (?)," Sasuke ngemeng ngemeng sendiri.

"Ah, aku kerumah Kiba ah," kata Sasuke dan langsung beranjak pergi dari kamar laknat Itachi (emang sejak kapan Sasuke akrab sama Kiba?).

a/n: Kiba adalah asistennya Itachi. Jadi kalau Sasuke mau cerita yang aneh aneh tentang kakaknya ato tentang banci bancinya ya tinggal panggil Kiba, semua beres.

Dirumah Kiba Neko(?)zuka

"Sasuke, ada apa?" sambut Kiba.

"Ada yang mau aku omongin," jawab Sasuke dan langsung narik tangan Kiba secara paksa kedalam kamarnya.

Dikamar

"Kiba, err, begini! Tadi aku sempat ngupin pembicaraan Itachi entah sama siapa di telepon!" kata Sasuke dengan tatapam dingin.

"Dasar tukang nguping kau Sasuke!" jawab Kiba.

"Iya! Tapi bukan itu yang mau ku bilang!" kata Sasuke lagi.

"So, you want talk what?" tanya Kiba dengan bahasa Inggris yang bahkan orang Inggris gak tau artinya.

"Halah! Sok Inggris! Masii amatiran juga!" kata Sasuke sambil nge-poke (author gak tau bahasa Indonesianya) jidat Kiba.

"Iya! Iya! Jadi apa masalahmu?"

"Aku dengar Itachi bicara tentang banci ke sebelas,"

"Jadi?"

"Siapa banci ke sebelas?"

"Oooh, itu..." Kiba menggantungkan kata katanya.

"Siapa?" Sasuke penasaran.

"Itu siiih, meneketemmppehhh," jawab Kiba acuh tak acuh dan langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.

Sementara Sasuke sudah Sewot plus sweatdropp plus jawsdropp plus sharkdropp plus dolphindropp plus apalah itu.

...OK! langsung time skip (halah! Bilang aja males ngetik!)...

Maghrib pun tiba, Sasuke duduk di depan meja makannya. Menghadap ke hidangan makanan makanan khas Indonesia yang ntah dari mana asalnya bisa muncul tiba tiba disitu.

Tidak lama kemudian... dug dug dug... bedug...

Sasuke membaca doa buka puasa dan langsung meminum teh hijau dan sebuah kurma. Wah, Sasuke puasa ternyata.

"Euy! Sasuke! Malam ini kau pergi sendiri ya!" kata Itachi yang tiba tiba nongol. Sasuke pun langsung menatap Itachi dan siap siap nyolot.

"Seenaknya saja kau masuk kerumahku! Kau pikir rumahku ini apa hah? Keluaar!" teriak Sasuke sambil ngelempar apa saja yang berada didekat tangannya .

Inner Itachi: kebiasaan, kalau malem suka nyolot.

"Sudahlah, aku pergi!" kata Itachi dan langsung ngeloyor pergi entah kemana.

...

Seperti biasa, Sasuke a.k.a Keuchi duduk dibangku kesayangannya di taman konoha. Berhubung para bences bencesnya Itachi pada ketangkep polisi 'Mew Mew', jadinya Keuchi hanya ditemani Kimimaro a.k.a Kimmy dan Neji Hyuuga a.k.a Yuu yang entah gimana ceritanya lolos dari rajia gaje kemarin malam.

"Taukah kalian target kita malam ini?" tanya Keuchi dengan (tumben) kalem. Posisinya kini berada ditengah tengah Kimmy (kanan) dan Yuu (kiri).

"Er," Yuu mulai berpikir ala paranormal. "Target kita malam ini rada ubanan. Bukan! Bukan rada! Tapi emang ubanan!" jelas Yuu kebelit belit.

"Hhe? Yang benar saja? Kenapa kita disuruh melayani orang ubanan?" tanya Kimimaro yang gak nyadar sendirinya ubanan.

"Hai~" tiba tiba dari belakang mereka bertiga terdengar suara yang tidak seharusnya ada. Suara yang tidak asing lagi bagi mereka.

Dan dengan perlahan mereka menghadap kebelakang. Sedikit... perlahan... dan...

"Kyaa~~" teriak trio tarantula (?) dengan gaya bancinya. Dan dengan serentak pula mereka bertiga melakukan pendaratan yang sukses dengan bunyi yang kuat pula.

"Lily! Kenapa kau bisa ada disitu?" tanya Yuu sambil memperbaiki wajahnya ke bengkel terdekat (?).

"Kau kan sudah dipecat Itachi-sama!" lanjut Kimmy sambil ngutipin tulangnya yang berserakan kemana mana. Sehingga orang yang kebetulan lewat pun merinding melihatnya.

Sementara Keuchi? Apa yang dilakukannya?

"Oi! Kuechi! Eh, Keuchi! Kau ngapain?" tanya Yuu pada Keuchi yang lagi nyari nyari something.

"Ini! Ano, ipod ku kabur! Dia ketakutan ngeliat mata Lily yang uda kayak mau keluar itu!" jawab Keuchi tanpa melirik sedikitpun kearah Kimmy dan Yuu yang ber-sweatdropp-ria serta Lily yang ber nangis alay ria.

Jdukk. Keuchi menabrak sesuatu, lebih tepatnya seseorang. Dan dengan perlahan Keuchi mengangkat kepalanya. Maka terlihatlah seonggok kakek kakek ubanan berbadan besar dengan ubannya yang panjang melebihi rambut Yuu.

"Kau mencari ini?" kata kakek kakek itu sambil menunjukka n sesuatu yang menjadi benda keramat Sasuke maupun Keuchi.

Keuchi langsung merampas ipod itu dan berbalik dengan gaya ala cewek yang baru aja diputusin cowoknya. Dan kembali kepada empat makhluk jadi jadian yang sedang sibuk sendiri.

...

"Dasar kau, keong racun," tiba tiba ada suara musik yang entah dari mana asalnya. Si trio tikus (Yuu, Kimmy, Lily) nyari asal suara. Bahkan si Lily ampe nyari di lobang semut. Belum lagi Kimmy yang nyari diantara tulang tulangnya. Lebih parahnya lagi Yuu nyari asal suara di balik roknya (wah, parah nih anak). Sementara Keuchi, malah nyari nyari benda apa lagi di kantong ajaibnya.

"Baru kenal eh, ngajak tidur," lagu itu terus berlanjut. Si trio tikus makin parah aja. Yang paling parah si Lily yang nyari dibalik wig nya.

"Ngomong gak sopan santun," Keuchi sudah mendapatkan apa yang dicarinya. Tapi si trio tikus belum juga mendapatkan asal suara.

"Kamu kira aku a—" suara itu berhenti tiba tiba. Begitu juga anak anak tikus itu berhenti secara tiba tiba. Suara itu terganti dengan suara lain yang tidak asing lagi di telinga mereka.

"Ya, halo?" Keuchi mengangkat telepon di hape sony Ericsson xperia x1 nya. Yuu sweatdropp, sementara Kimmy dan Lily masih memproses data (?).

"Hape si Keuchi toh!" kata Yuu pelan. Untungnya si duo lola tadi denger. Jadi tidak perlu melanjutkan pemrosesan data yang tidak berguna tadi.

"Hha? Kau serius?" wajah Keuchi nampak shock. Seperti ada berita duka.

Dengan tangan yang gemetaran Keuchi menurunkan hapenya perlahan. Yuu, Kimmy dan Lily pun tegang melihatnya.

"TIDAAAKK!" teriak Keuchi tiba tiba dan langsung melempar hapenya. Untung ketangkep sama Kimmy.

"Tidak mungkin tidak mungkin!" Keuchi teriak teriak gaje sambil mengelilingi si kakek kakek yang tadi sempat terlupakan.

Trio tikus ditambah kakek kakek tadi sweatdropp plus jawsdropp.

Setelah sukses mengelilingi si kakek sebanyak 1001 kali putaran, Keuchi dengan wajah tegangnya berhenti didepan sang kakek dan nunjuk nunjuk gaje.

"Ka! Ka! Kau! Kau sudah tua! Nyadar donk! Masih saja nyari kesenangan! Bla bla bla..." Keuchi menceramahi kakek kakek tersebut dengan nada teriak sehingga membuat orang lewat menghentikan sejenak aktivitas mereka untuk mengikuti kultum (?) dari Keuchi.

"Heheheh," si kakek nyengir. "Ya! Kenalin! Saya Jiraiya! Saya tidak peduli dengan hal seperti itu. Yang penting saya kan sudah bayar!" jawab kakek yang bernama Jiraiya itu acuh tak acuh.

"Keuchi? Jadi ini targt kita?" tanya Kimmy. Sementara Yuu dan Lily hanya menyertai perkataan Kimmy dengan membagikan sarang gratis buat lalat yang kebetulan lewat (nganga' maksudnya).

"I... iya!" jawab Keuchi dengan nada horor tanpa menghadap mereka sedikitpun.

Gedubrakk. Serentak meraka bertiga jatuh ketanah.

...

"Hhah... kalian masih kecil kecil ternyata" kata Jiraiya.

Mereka terdiam.

"Gak ada yang manis juga!" lanjutnya.

Inner Keuchi: dasar bangkotan! Sok pilih pilih pula!

Inner Yuu: kayak lo manis aja!

Inner Kimmy: sejak kapan kau jilat kami? (?)

Inner Lily: ini hanya tes mental! (tumben normal)

Tiba tiba wajah Jiraiya menghadap kearah timur. Bences bences *plakk* yang penasaran pun juga ikut ikutan menghadap timur. Sekejap Keuchi melirik Jiraiya yang sudah kebanjiran.

...

Mata merah beningnya bagaikan lautan darah. Rambut hitamnya yang digerai mengkilau bagaikan iklan shampoo l*f****y (nama di sensor demi keamanan publik). Memancarkan efek yang membuat Jiraiya menjeduk jedukkan kepalanya ke pohon kurma (?) terdekat, Yuu memotong rambutnya, tulang Kimmy berkeluaran, mata Lily keluar, dan Keuchi? Untunglah masih ada yang normal. Keuchi hanya memperhatikan saja.

Dia melihat bulu mata wanita itu sambil terus bergumam "Kayaknya aku kenal deh,".

Pandangannya turun ke hidungnya. Dan pada saat Keuchi memperhatikan pipi wanita itu, Keuchi makin yakin pada presepsinya.

Tap... tap.. tap... Keuchi berjalan meninggalkan empat orang yang sedang melakikan hal hal yang tidak wajar dan tidak perlu ditiru.

...

"Hei! Kau!" bisik Keuchi pada err, wanita itu.

"Ya? Ada apa manis?" tanya orang itu dengan kedipan mata yang membuat mulut Keuchi gatal (kalau siang tangannya yang gatal).

"Hentikan memanggil aku manis, Itachi!" Keuchi sewot. Tentunya dengan nada suara yang rendah. Soalnya kalau kuat kuat, malam ini juga nyawanya akan dibebaskan oleh orang didepannya ini.

"Akulah banci ke sebelas, sayang!" jawab Itachi dengan lembut.

"Argh," Keuchi mengacak rambutnya. Si empat orang aneh tadi sejenak kita lupakan saja dulu.

Posisi kakinya sudah tidak tegak lagi. Dan dia terjatuh.

"S... Sas!" Itachi jongkok dan memeluk adik tercintanya itu.

"Hosh, hosh," Keuchi ngos ngosan dan pasrah saja di pelukan Itachi.

"Bertahanlah imoutou-chan!" bisik Itachi dan langsung mengangkat tubuh Ke—err—Sasuke pergi.

...

Pelan pelan Itachi meletakkan tubuh Sasuke ke tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar kecil di kamar Sasuke.

Dia mengikat rambutnya kembali, menghapus make up nya dan mengganti bajunya. Dan dia keluar dengan penampilan seperti biasa dan kembali menyusul Sasuke yang tidak berhenti mengacak acak rambutnya.

"Sa... Sasuke! Kau kenapa?" tanya Itachi khawatir.

"Argh, I... Itachi! Aku tertular kutu mu tauk! Hhah! Makanya sampoan tuh yang rajin! Percuma rambutmu mengkilau kalau ada kutunya! Hhah!" jelas Keuchi dan melanjutkan mengacak acak atau lebih tepatnya menggaruk garuk kepalanya. Sementara Itachi terdiam. Tidak tau akan berkata apa lagi. Dan chap ini pun selesai.

...

Owari

...

Hheheh, jayus ya? Akhirnya selesai juga deh fic nista ini.

Sebelumnya aku mau curhat dulu. Kemarin waktu ini fic uda kelar 1.300 kata, tiba tiba nih dokumen ngilang entah kemana dan sempat membuatku nangis dan nggak bisa senyum selama sejam (dasar cengeng). Eeh, tolong kembalikan tomat tomat itu pada tempatnya ya! Plis~

Ya sudahlah hm, hm, hm, *dilempar bakiak karna nyanyi nyanyi*.

Oh iya, kalu ada yang bingung sama inti fic ini, silahkan simpulkan sendiri. Berhubung aku juga gak tau apa inti dari fic gajeness ini *dilempar blackberry*.

Akhir kata, riview^^ segala jenis kata kata, celaan, pujian, aku terima kok XD.

V