Sebelumnya saya mengucapkan terima kasiiiih buanget buat yang uda membaca ff saya and review *bow down*

Saya memutuskan untuk sedikit mengubah tata bahasa di chapter 1 ini agar lebih mudah dimengerti dan enak dibaca ^^ *mudah-mudahan kerasa perubahanya -,-;

Saya mohon maaf bila ada kesalahan kata/ketikan/informasi yang saya tampilkan di chapter sebelumnya, dan saya akan lebih berusaha meningkatkan kualitas (?) dari ff saya, hehehehehehehe.

Terima kasih dan selamat membaca…

*eh lupa, jangan lupa review lgi y hehehehehe….

Disclaimer: Hak sepenuhnya adalah milik Masashi Kishimoto-san, sementara saya hanya meminjamnya sebentar….

"Bicara"

'berpikir'

"Kyuubi bicara"

'Pikiran Kyuubi '


Chapter 1

"Tepat sekali Itachi, Naruto merupakan anak kandung dari yondaime hokage Minato Namikaze dan Uzumaki Kushina, mantan ketua organisasi ANBU."

"Astaga… tidak mungkiiin?"

Ekspresi wajah Itachi seakan tak percaya akan kebenaran yang Ia dengar walaupun berita yang begitu mengejutkan ini dinyatakan sendiri oleh sang hokage. Matanya terus memandang kedua orang yang berdiri tepat didepannya.

Beberapa menit berlalu dengan keheningan. Mereka berdua menunggu Itachi untuk sadar dari shock yang diterimanya dan akhirnya sang hokage-lah yang memutuskan untuk memecah keheningan ini.

"Baiklah, bagaimana kalau kita masuk ke dalam dahulu? Kau tahu kan kalau udara malam tidak baik untuk tubuh mu, Naruto."

"Baiklah kakek."

Mereka ber-3 mulai memasuki kediaman Namikaze tersebut.

Masion tersebut berukuran sangat besar dan luas serta dilengkapi berbagai fasilitas yang memadai. Terdapat sebuah taman bunga yang terletak di halaman belakangan rumah, terlihat kelopak bungan mawar putih yang bertaburan dibawah sinar rembulan bulan purnama menghiasi pemandangan masion tersebut. Di samping kanan masion, terdapat bangunan yang di fungsikan sebagai dojo atau tempat berlatih.

Fasilitas yang tersedia di bagian dalam masion, tak kalah menariknya. Barang-barang yang ada tertata rapih dan terkesan simple sehingga berkesan bahwa "orang" yang tinggal disana, hidup dengan sederhana tetapi penuh dengan rasa kasih sayang yang meluap- luap dan hangat.

Didalam masion tersebut terdapat total 7 buah kamar tidur. dua buah di lantai 1, empat buah di lantai 2 dan satu kamar utama yang berukuran besar dilantai 3. Seluruh Kamar tidur , dilengkapi dengan kamar mandi dan fasilitas lainnya seperti lemari, meja kecil, sofa and barang hiasan lainnya.

Di lantai 1 terdapat sebuah ruangan yang di fungsikan sebagai perpustakaan. Ruangan tersebut berukuran sangat besar dan di penuhi oleh berbagai macam buku dan gulugan jutsu. Terdapat pula sebuah dapur yang berukuran sedang di samping perpustakaan.

Keheningan malam yang tak terelakan pun akhirnya terpecah dengan kata-kata yang terucap dari sang hokage

"Naruto, mulai saat ini kau akan berada di bawah perlindungan Itachi, ia merupakan ketua dari organisasi ANBU dan salah satu orang yang paling aku percaya. Maafkan atas keterlambatanku Naruto. Selama ini aku tak mengetahui perlakuan penduduk desa yang keji seperti itu."

"Jiji-sama…"

Itachi yang berdiri di samping sang hokage hanya terdiam bisu seribu bahasa. Padangan matanya tertuju pada bocah pirang yang duduk di depannya. Itachi dapat melihat tembus ke arah bocah pirang itu, melihat tembus ke dalam wajah yang separuh tertutupi oleh rambut pirang emasnya itu. Tergambarkan mata birunya tergenang dengan air dan tubuhnya yang gemetar kencang.

Itachi berjalan menghampiri bocah pirang itu, berlutut di hadapannya dan berkata

"Naruto-san, saya Itachi Uchiha ketua organisasi ANBU bersumpah kan terus berada di samping anda, melindungi anda dengan nyawa saya sampai titik darah penghabisan"

Kepala Naruto yang tadi merunduk, terangkat seketika saat mendengar janji yang terucap dari bibir sang Uchiha. Pandangan matanya untuk beberapa saat, tertuju pada pemuda berambut hitam kelam dengan mata merah yang berlutut dihadapannya. Matanya tarbuka lebar, binggung dan tak tahu apa yang harus ia ucapkan atau harus ia lakukan. Pandangan mata biru itupun teralih kepada kakek berbaju mantel putih-merah yang duduk di hadapannya.

Dilihatnya sang kakek hokage menganggukan kepalanya sebagai tanda persetujuaan. Naruto tak tahu harus berkata apa kepada sang hokage atas kebaikannya ini. hanya satu kalimat yang terlontar dari bibir kecilnya itu.

"Oji-san, arigatou…"

Sang hokage sekali lagi menganggukan kepalanya kepada Naruto. Bocah pirang kecil itupun lantas menghapus air mata yang menetes dari pipinya. Saat ini matanya tertuju kembali kepada sang pemuda Uchiha.

"Itachi-san, arigatou…"

Naruto lantas berdiri dan mendekap sang pemuda Uchiha dalam pelukan hangat dari sang bocah pirang. Air matanya yang tadi sudah sirna kembali membasahi pipinya. Ditengah suasana haru yang menyeruak di antara mereka, tiba-tiba….

"Eghhhhh" Rintih Naruto seraya merasakan rasa sakit yang sungguh hebat dari jantungnya. Ia mencengkram punggung sang pemuda Uchiha.

"Naruto?" Tanya sang hokage karena khawatir akan kondisi naruto yang terlihat memburuk.

Itachi yang merasakan kalau Naruto mencengkram punggungnya dengan hebat lantas menarik diri dari pelukan sang bocah pirang

"Naruto-sama?"

Ia mendapati sang bocah pirang dengan raut wajah yang kesakitan. Tangan kanannya masih mencengkram punggung itachi sedangkan tanggan kirinya mencengkram dadanya.

"i-nn-sh-i.. ji-ji-se-gge-l-nya-…."

Hokage yang mengerti apa yang dimaksud oleh bocah pirang itu, langsung menggutuk dirinya seraya berlari kearah Naruto yang sudah terkapar tidak sadarkan diri

"NARUTO!"


Akhirnya update jugaaaaa , mohon maaf atas keterlambatan updatenya karena ada masalah teknis dengan computer saya -,-

Mohon maaf kalau chapter ini terlalu pendek atau tidak memuaskan.

Mohon terus R&R ya… itu adalah motivasi dan hidup saya (?)

Ditunggu selal dan salam Ra-chan ^^