Chapter II : Permulaan Yg Baru
Keesokan paginya, Mamori pamitan dengan ibunya dan berangkat menuju lapangan olah raga Deimon Devil Bats untuk bertemu dengan anak buah Hiruma dengan ditemanin Kurita untuk membantu membawakan perlengkapan yg semalam dia siapkan. Sesampainya di lapangan, Mamori memberikan ucapan terima kasih kepada Kurita berupa kue sus yg semalam dia buat bersama dengan ibunya.
Mamori : Terima kasih ya, Kurita telah membantuku membawa barang-barang ku.
Kurita : Ah tidak apa-apa. Lalu dimana nih orang yg disuruh Hiruma….
Belum selesai Kurita berbicara, sebuah helilopter melintas terbang diatas mereka dan tidak lama kemudian mendarat di lapangan olah raga Deimon. Setelah mendarat, seorang perwira angkatan udara turun dan mendekati Mamori.
Perwira AU : Siapa yg bernama Mamori Anezaki ?
Mamori : Saya sendiri. Ada perlu apa dengan saya ?
Perwira AU : Kalau begitu anda harus ikut saya karena Saya ditugaskan oleh atasan saya untuk membawa anda ketempat dimana anda seharusnya berada saat ini.
Mamori : Boleh saya tahu kemana anda akan membawa saya ?
Perwira AU : Maaf, saya tidak diijinkan untuk memberi tahu informasi tersebut kepada anda. Apabila anda tidak mau ikut bersama dengan saya, maka saya tidak punya cara lain selain membawa anda secara paksa.
Mamori akhirnya pasrah dan mengikuti permintaan orang itu dan mulai memasukan barang-barangnya kedalam helicopter yg sudah menunggunya dan kemudian setelah barang-barang Mamori selesai di masukan, helikopter tsb terbang kembali. Dalam hati, Mamori merasa kuatir karena dia sangka bahwa dirinya terlibat urusan berbahaya. Tidak lama kemudian helicopter tersebut mendarat disebuah gedung tinggi. Mamori disuruh turun dan dia disambut oleh bos pemilik gedung tersebut sementara bawahan bos tersebut menurunkan barang dari helicopter untuk dibawa ke kamar yg telah disiapkan sebagai tempat tinggal Mamori yg baru.
Pemilik Hotel : Selamat datang di hotel berbintang 7 Shinjuku Hot Spring Resort, nona Mamori. Saya disuruh oleh seseorang untuk membawa anda ke sebuah kamar VIP yg telah anda sewa. Mamori terkejut mendengar hal tersebut.
Mamori : (Ha bagaimana mungkin aku bisa menyewa kamar di hotel terkenal ini ? Berapa biayanya nih?)
Pemilik Hotel : Saya bisa menilai dari wajah anda bahwa anda terkejut dengan berita ini. Dan saya berani bertaruh pasti anda kuatir mengenai biayanya kan ? Tidak perlu kuatirkan akan hal tersebut, nona. Karena anda telah membayarnya kemarin.
Mamori : (Ha ? Kapan aku pernah membayar penyewaan kamar VIP ?) Kayanya anda salah informasi. Aku tidak mungkin sanggup membayar sewa kamar di hotel ini...
Pemilik Hotel : Tenang saja nona, apabila anda masih merasa aneh, silahkan kunjungi orang yg tinggal di sebelah kamar anda, karena dialah yg mengatur segalanya. Lagipula barang 2 anda telah di letakan di kamar anda sendiri.
Mamori akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan orang ini, sesampainya di kamar orang tersebut, Mamori mengetuk pintu kamar orang itu. Kemudian orang itu membukakan pintu dan terkejutlah Mamori bahwa orang itu ternyata Hiruma sendiri.
Hiruma : Khe khe khe. Bagaimana tempat tinggal lu yg baru, manajer sialan ?
Mamori : Hiruma ? Bagaimana mungkin kamu tempatin aku di hotel termewah ini? Ga mungkin dong aku tinggal disini ? Dan bagaimana ceritanya bahwa aku telah membayar kamar VIP ini ?
Hiruma : Khe khe khe. Mau tau caranya lu telah membayar hotel ini ? Dengan kehadiran lu di hotel ini, sang pemilik hotel terbebas dari hukuman yg akan gue berikan apabila dia gagal membawa lu kesini. Dan kalo lu merasa itu belum cukup untuk penyewaan kamar VIP yg telah lu sewa. Bayarlah dengan menjadi sekretaris pribadi gue. Khe khe khe. Nah untuk sekarang mending lu periksa dulu sana fasilitas apa yg belum ada,yg lu perluin. Kalo ga ada lagi, mending lu benahin kamar lu yg baru sana.
Mamori akhirnya kembali kekamarnya untuk membenahi barang-barang miliknya. Setelah barang-barang nya ditaruh pada tempat yg seharusnya, setelah usai membenahi barang-barangnya, Mamori merasa lapar karena jam sudah menunjukan jam 12 siang. Dia mengeluarkan sekotak box kue sus yg dia bawa sebagai bekalnya dan mulai memakannya. Saat dia makan kue sus tsb, dia mulai menghayal alangkah baiknya apabila Hiruma juga bisa menikmati kue sus tsb bersama-sama. Oleh karena itu setelah kue sus yg pertama habis, dia mendatangi kamar Hiruma.
Hiruma : Khe khe khe. Selamat, lu baru aja gua promosiin resmi jadi sekretaris pribadi gua di universitas Saikyodai. Jadi mulai saat ini julukan manajer sialan akan berganti menjadi sekretaris sialan. Informasi lebih lanjut bisa lu liat di website Saikyodai.
Mamori : Iih. Lagi-lagi seenaknya sendiri memberikan status kepada orang. Diskusikan dulu dong sama orangnya sebelum kamu bertindak.
Hiruma : Jadi, ada perlu apa lu kesini sekretaris sialan ? Apa masih ada fasilitas yg kurang di kamar lu ?
Mamori : Bukan begitu. Aku datang ke sini untuk membagikan kue sus bikinan ku sendiri. Dan aku ingin kamu mencicipinya apabila kamu sedang lapar.
Hiruma : Ha ? lu lagi sakit ya ? (memegang dahi Mamori) Sejak kapan lu jadi baik sama gue ? Atau jangan-jangan ini kue sus ada sesuatunya nih.
Mamori : Hei . Jangan asal tuduh ya, aku dari dulu tuh emang baik. Kamu aja yg ga pernah sadar sama kebaikan ku. Ya sudah kalo kamu ga mau kue ini….
Hiruma : Siapa yg bilang ga mau. Sini gua cobain. (mengambil 3 buah kue sus dari box yg dibawa Mamori dan memakannya.) Ho bisa juga lu bikin kue sus ini. Gue pikir lu cuman bisa makan doang.
Mamori : Enak aja. Begini-begini aku dapat juara I dalam lomba masak tau. Lalu aku mau tanya sama kamu, meski aku udah di kasi tau kalau hotel ini menjadi tempat tinggal sementaraku, aku ingin jelas sampai kapan aku boleh tinggal di sini?
Hiruma : Khe khe khe. Sampai lu merasa bosan dengan semua ini. Lalu, si cebol sialan masuk universitas mana ?
Mamori : Kalo Sena dia memilih universitas Enma Fires bersama dengan Monta. Hanya saja dia masih belum pulang dari Amerika.
Hiruma : Khe khe khe. Artinya suatu saat nanti, kami akan berhadapan sebagai lawan. Karena pertandingan football menuju Rice Bowl akan dimulai sebentar lagi.
