Chapter IV : First Date

Sesampainya di universitas, Hiruma dan Mamori turun dari truk Doburoku. Mereka di sambut oleh seluruh dosen dan mahasiswa/i dengan karpet merah. Mamori merasa canggung dengan penyambutan Hiruma sehingga ia secepatnya berkumpul dengan teman 2 wanitanya sementara Hiruma dengan tenang berjalan meninggalkan Mamori menuju ruang kelasnya dan diikuti dengan bubarnya penyambutan yg dilakukan oleh mahasiswa/i yg menuju ruang kelasnya masing 2. Sesampainya di ruang kelas yg sama dengan Hiruma, Mamori tidak mendapatkan tempat duduk kecuali di sebelah Hiruma yg sebenarnya telah Hiruma atur dengan sengaja. Mau tidak mau Mamori harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh Hiruma dan akhirnya menduduki tempat yg telah disiapkan oleh Hiruma.

Mamori : (uuuhhh. Kenapa sih aku selalu kebagian tempat duduk yg berdekatan terus dengan dia. Memang sih aku tidak keberatan duduk berdampingan dengannya, tapi sekarang bagaimana bisa aku merencanakan sesuatu untuk menjatuhkan dia tanpa harus rencanaku terbongkar.)

Hiruma : Khe khe khe. Lu senang kan bisa duduk di sebelah gue ?

Mamori : Ih…Enak aja. Siapa juga yg suka duduk bersebelahan sama kamu ? (Emang iya sih) Aku yg repot tau harus mengurusi tingkah laku kamu yg sembarangan.

Hiruma : Khe khe khe. Sudah seharusnya. Lu sekarang udah resmi jadi sekretaris sialan. Jadi tanggung jawab lu juga bertambah seiring dengan imbalan yg gue kasih ke lu. Khe khe khe.

Mamori : (haaaah memang susah ngomong sama dia. Ga pernah menang.)

Tidak lama kemudian seorang dosen memasuki ruang kelas Hiruma dan setelah disambut dengan mahasiswa/i kecuali Hiruma yg sedang asik bermain dengan laptopnya, dosen tsb mulai membagikan materi perkuliahan. Setelah jam kuliah usai, Hiruma mendatangi ruang klub American Footballnya bersama dengan Mamori untuk memulai latihan persiapan tournament Rice Bowl yg beranggotakan Hiruma, Yamato, Akaba, Taka, Ikyu, Agon, Jumonji & Banba sebagai pemain inti. Mereka memulai latihan intensif yg sangat keras dibawah bimbingan Doburoku. Setelah usai latihan,mereka pulang ke tempat masing-masing. Dalam perjalanan menuju hotel tempat di mana mereka tinggal, Mamori meminta Hiruma untuk pergi ke suatu tempat.

Mamori : Hiruma, bisakah kita mampir dulu ke suatu tempat ?

Hiruma : Ha ? mau mampir kemana dulu sekretaris sialan ?

Mamori : Ya, jalan 2 keliling kota, daripada diem di hotel. Lagipula masih jam 6 sore kan. Ayolah…

Hiruma : Cih, bikin susah aja nih sekretaris sialan. Ya baiklah, lu mau kemana ?

Mamori : Bagaimana kalau kita pergi dulu ke sebuah kafe untuk makan ? Aku sudah lapar nih dan aku dengar bahwa di kota ini ada kafe yg enak.

Hiruma : Ya terserah lu aja.

Mereka akhirnya pergi ke sebuah kafe dan menikmati makanan yg ada diiringi dengan alunan musik yg romantis dimainkan oleh salah 1 pemain band. Selagi menikmati makanan yg mereka pesan, Mamori melihat sepasang kekasih sedang berdansa. Imajinasi liar tiba 2 muncul di benak Mamori.

Mamori : (Kalau sampai suatu hari nanti aku bisa membuat Hiruma bertekuk lutut, maka hal pertama yg akan aku suruh adalah membuat Hiruma mengajakku berdansa…dan mungkin aku akan menyuruhnya untuk mencium diriku didepan semua orang) (…..Ha ? Tidak 2 . Mana mau aku dicium oleh orang menyebalkan itu, bisa 2 aku malah dipermalukan didepan umum) (…Tapi kayanya asik juga sih kalau hal itu bisa terlaksana) (…Uh bangun Mamori..Jangan bermimpi hal yg mustahil…Kamu tuh hidup dalam kenyataan, bukan khayalan) (…Tapi aku ingin merasakan ciumannya 1 x aja….)

Hiruma : Lu ngapain sih ? Dari tadi senyum 2 sendiri ? Udah gila ya ?

Mamori : Oh..Maaf. Aku hanya teringat hal yg lucu dikampus tadi. (Uuuh ngerusak mimpi orang aja.)

Setelah mereka menikmati makanan malam yg sedap, Hiruma melihat jam yg ada di dinding kafe tersebut. Karena pemilik kafe pernah melakukan kesalahan fatal yg telah di ketahui Hiruma, mereka berdua seharusnya mendapatkan makan malam yg gratis. Tapi berhubung Hiruma mengerti sifat Mamori, maka Hiruma membayar 2x lipat dari harga yg sudah tertera di menu dan mengatakan apabila pemilik kafe tidak menerima pembayaran dari tangan Hiruma saat ini juga, maka rahasianya akan dibongkar. Mamori kemudian hendak membayar makanan yg dibeli olehnya kepada Hiruma karena pemilik kafe menolak uang dari tangan Mamori. Hiruma pun menolak juga uang yg diberikannya oleh Mamori & hal ini membuat Mamori sedikit kesal dengan penolakan yg diberikan oleh Hiruma dan pemilik kafe.

Mamori : Kenapa sih kamu menolak pemberian dari ku ? Dari awal juga aku yg mengajak kamu untuk menemani aku kan ? Paling tidak seharusnya aku yg harusnya membayari kamu. Kalau kamu yg mengajak, aku ga bakalan protes kalau kamu yg bayar.

Hiruma : Khe khe khe. Pikir sedikit dong sekretaris sialan, mana ada bos dibayarin sama bawahan meski bawahan yg ngajak. Lu tuh belum layak buat ngebayarin bos lu, lagipula dari awal juga pemilik kafe ini tuh bawahan gue dan punya utang sama gue, ga mungkin kan dia mau menambah hutang yg dia miliki dengan menerima uang dari orang yg ga ada sangkut pautnya sama dia.

Mamori : Terus kenapa kamu bilang aku ga layak buat ngebayarin kamu ? Aku tahu kalau bawahan kamu yg lain selalu ngebayarin kamu kalau mereka minta tolong sama kamu… Kenapa kamu ga terima kalau aku yg ngebayarin kamu ? Apakah kamu segitu bencinya sama aku ? Kalau seperti ini perlakuan kamu pada diriku, aku lebih baik mengundurkan diri dari posisi yg sudah kamu berikan padaku….Sudah.. aku cape ribut sama kamu. Aku akan pulang ke hotel sendiri.

Mamori kemudian membuang uang yg hendak dibayarkan kepada Hiruma dan memanggil taksi untuk pulang ke hotel tempat dia menginap sambil menangis. Sementara Hiruma terdiam diri dan menyesali perkataannya. Sang pemilik kafe pun memungut uang yg ada di tanah dan memberikannya kepada Hiruma.

Pemilik kafe : Saya tahu kalau ini bukan urusan saya, tapi untuk yang satu ini, kata 2 anda keterlaluan. Sekalipun saat ini kami adalah bawahan anda dan anda selalu membuat hidup kami menjadi lebih baik dengan tindakan tegas yg anda lakukan, tidak seharusnya anda merendahkan kebaikan seseorang. Saya minta anda untuk menerima uang yg dia berikan kepada anda sebagai bukti kesetiaan Nona itu kepada anda & apabila anda tidak ingin menerima uang tersebut, sebaiknya anda sendiri yg mengembalikannya saran saya. Selamat malam tuan Yoichi.

Hiruma : Cih…bikin susah aja.

Hiruma kemudian menenangkan perasaannya sendiri dengan pergi ke sebuah gedung tinggi dan menatap indahnya langit malam yg berhiaskan cahaya bulan dan bintang.

Hiruma : Apakah gue salah ? Bukankah dia yg ditakdirkan akan merubah kehidupan gue ? Tapi gue udah ga percaya sama yg namanya takdir. Masa lalu gue udah ngebuktiin kalo orang percaya sama takdir, ga bakal sesuai dengan kenyataan.

Pada saat yg bersamaan Mamori sedang terlentang terbalik di kamarnya sambil menangis dan menyesali perkataan yg terlontar dari mulutnya kepada Hiruma.

Mamori : (Kenapa aku bisa berkata kasar seperti itu pada Hiruma ? Bukankah seharusnya aku berterimakasih kalau sebenarnya dia mengerti keberadaan diriku ? Kenapa bisa aku memarahinya sementara dia tidak memiliki kesalahan apa 2 ? Lalu kenapa diriku bisa merasa seperti ini ? Apakah karena sebenarnya aku menyukai dia tapi tidak bisa mengungkapkan perasaanku padanya ? Tapi Hiruma juga sedikit keterlaluan. Untuk seseorang yg bisa tahu segalanya, kenapa dia ga bisa tahu perasaan diriku yg sebenarnya ? Aaah aku letih sekali…..)

Mamori kemudian tertidur lelap dan bermimpi mengenai Hiruma.