Nani ga wasureru?

Niou/Marui (another trial and error FF)

Marui : Perasaan gue gak enak…

Niou : Sama…

Marui : gue bakalan kehilangan banyak penggemar nih!

Niou : Sama…apalagi pake embel2 trial and error FF. kita bakal error juga gak ya?

kRieZt : udah…kalian tenang aja. Pokoknya, harus main yang bagus yak?

Niou & Marui : *ngelempar batu bata*

kRieZt : hadeeh…belom mulai aja udah ngamuk2 duluan *geleng2*


~Niou's POV~

Bangun pagi, aku langsung beranjak dari tempat tidur dan kali ini aku berhenti dulu melihat kalender di dekat meja belajarku. Aku melingkari tanggal hari ini, 20 April. Mengapa aku melingkarinya? Berusaha mengumpulkan nyawa, aku juga mencoba mengingat-ingat kenapa aku melingkari angka 20 di kalender bulan April.

Ah, peduli amat…

"Masaharu nii-chan, cepat turun! Kita ke sekolah sama-sama!"

Baru saja keluar dari kamar mandi, adikku sudah ribut-ribut minta diantar ke sekolahnya. Anak ini, kalau kakak perempuanku sudah berangkat duluan, pasti aku yang kebagian mengantar dia ke sekolah.

"Bawalah sepeda kakakmu, Haru-kun. Dia dijemput temannya tadi pagi. Nah, hati-hati di jalan ya."

"Ittekima~su!"

Karena harus mengantar adikku ke sekolahnya dulu, maka aku agak terlambat sampai di sekolahku sendiri. Aku tiba 10 menit sebelum bel pelajaran berbunyi. Yah, biasanya juga aku terlambat. Bisa datang sebelum bel berunyi saja sudah untung. Haha…aku akan memgejutkan teman-teman sekelasku. Niou Masaharu, yang biasanya datang 10 menit setelah bel berbunyi, sekarang datang 10 menit sebelum pelajaran di mulai.

"Selamat pagi semua!"

"Wow, Niou! Kau tidak terlambat kali ini."

"Hehe…iya donk. Bosan juga setiap pagi kena hukuman guru."

Dan benar saja, ini mengejutkan teman-temanku. Mereka bilang ini di luar dugaan karena biasanya aku selalu kena hukuman dari guru kalau datang terlambat. Namun satu orang yang tidak menyapaku. Laki-laki berambut merah yang duduk di sebelahku ini, tetap tertunduk serius membaca bukunya. Ini aneh, karena biasanya di pagi hari dia akan duduk di kelas sambil makan cheesecake kesukaannya. Marui Bunta membaca buku? Ingin sekali aku mengabadikan momen jarang ini dalam kamera ponselku.

"Hey, serius sekali."

"…"

"Marui?"

"Kenapa?"

"Aku tidak terlambat hari ini."

"OK, selamat."

"Haaah…kau ini kenapa sih? Pagi-pagi sudah merengut seperti itu."

"Kau tidak lihat aku sedang baca buku, Niou?"

"Ya, aku tahu. Tapi…"

"Maka itu, bisakah kau diam sebentar? Aku tahu kau semangat sekali pagi ini karena datang lebih awal dari biasanya. Dan kegiranganmu itu menggangguku!"

Whoa…ada apa dengan orang ini? Marui itu seperti biasa juga sama semangatnya denganku. Dia bahkan lebih lincah dan ceria dariku. Hari ini, kebalikkannya. Daripada merusak mood-nya yang sedang serius membaca, lebih baik aku mengalah saja deh…

Jam istirahat tiba, saatnya pergi ke kantin untuk makan siang…

"Marui, ayo ke kantin."

"Tidak mau."

"Ayolah, aku dengar juru masak kantin mengeluarkan cake varian baru lho."

"Aku tidak minat."

"…"

Jika sudah masuk jam istirahat, biasanya dia yang selalu menarikku ke kantin lebih dulu. Atau kadang setelah mengajakku, dia akan mampir ke kelas Jackal dan kami makan di kantin bertiga. Ingin tambah ramai, biasanya aku sukses menculik Yagyuu dari ruang OSIS untuk berkumpul dengan kami di kantin. Dan sekarang, aku dikejutkan dengan kelakuan si penikmat kue dan permen karet ini. Sepanjang jam pelajaran tadi, dia terlihat diam. Ada sesuatu yang mengganggunya, ada sesuatu yang membuat dia uring-uringan hari ini.

"Hey…"

Ini tidak bisa dibiarkan. Aku menarik kursi dan duduk di dekatnya. Mumpung tidak banyak orang di kelas, aku menggodanya dengan memainkan ujung rambutnya yang lebat. Dia tidak bereaksi. Dia tetap melihat ke arah jendela, sambil mengunyah permen karetnya.

"Kenapa sih dari tadi diam saja?"

"Bukan urusanmu, Niou. Dan berhentilah memainkan rambutku!"

"Yakin tidak mau ikut ke kantin?"

"Kau saja. Aku tidak ingin ke mana-mana."

(ke kantinnya sama aku aj-*digiles mesin giling*)

Dia ini bertingkah seperti seorang perempuan yang hendak masuk masa datang bulan. Kalau aku memancingnya lebih jauh, bisa saja aku dilemparnya keluar jendela kelas. Menakutkan…

"OK, aku keluar dulu. Mau kuajak yang lain saja."

Aku keluar dari kelas, dan otakku mencoba berpikir ada apa dengan Marui hari ini. Mungkin aku akan meminta pendapat dari Yagyuu. Semoga saja dia ada di kelas, karena aku tidak perlu repot-repot menculiknya dari ruang OSIS untuk sekedar berbicara dengannya. Dan benar saja, orang itu ada di kelasnya. Aku harap dia tidak sibuk.

"Yagyuu."

"Oh, Niou-kun. Mana Marui?"

"Tuh 'kan? Aku yakin sekali nanti banyak orang yang bertanya soal dia."

"Ada apa sih? Khan aku cuma tanya."

"Soalnya dia aneh sekali hari ini. Kau tahu? Dia sering sekali marah-marah kalau aku ajak bicara."

"Ada masalah mungkin." *naikkin kacamata*

"OK, mungkin kau bisa memberikan prediksimu, Yagyuu. Marui hari ini di luar dari kebiasaannya."

"Kalau minta prediksi, kau harusnya ke kelas 3-F. Yanagi-kun pasti mau membantumu."

"Kenapa harus jauh-jauh ke kelas 3-F? Toh aku ada di sini." *tau2 muncul di belakang Niou*

"Whoa, Yanagi! Kau mengejutkanku!"

"Geniichirou menyuruhku ke kelasnya. OK, ada apa, Niou?"

"Soal Marui. Dia aneh."

"Kenapa? Cheesecake-nya ketinggalan?" *ngejawab dengan polosnya*

"Bukan itu, Yanagi. Hm…"

"Jackal tidak menyapanya pagi ini ke kelas?"

"Si Botak itu datang ke kelas pagi ini, tapi reaksinya sama saja, Yagyuu."

"Niou, kau khan teman dekatnya. Lebih tepatnya, kau satu kelas dan duduk bersebelahan dengannya di kelas. Apa ada sesuatu dari dirinya yang terlewat olehmu?"

"Apa mungkin kita melewatkan sesuatu darinya, Yanagi-kun?"

"Bisa saja, Yagyuu. Anak itu biasanya selalu full energi, dan sekarang seperti mobil yang kehabisan bensin."

"Berarti cheesecake-nya ketinggalan. Seperti yang dibilang Yanagi-kun tadi." *tanpa dosa* (gak penting deh jawabnya, Yagyuu…)

"Haah…bertanya pada kalian juga sama saja! Ya sudah, aku kembali ke kelas saja. Sampai ketemu di lapangan tenis."

"Niou-kun."

"Ya, Yagyuu."

"Coba kau pikirkan lagi pertanyaan Yanagi-kun tadi. Sesuatu telah terlewat, dan ini mengenai dirinya. Mungkin Akaya-kun bisa menjawab pertanyaanmu."

"Aku tidak akan menemukan solusi dari Setan Rumput laut itu, Yagyuu. OK, aku coba pikirkan lagi."

Yanagi bilang, ada sesuatu yang terlewat darinya. Tapi apa? Gara-gara memikirkan hal ini, aku juga jadi banyak diam di kelas. Haah…kenapa sih aku jadi mencemaskan dia juga?

To be continue~


Marui : tuh kan bener…

Niou : kamu tuh ya mau aja sih dijadiin karakter di FF gak penting ini

Marui : author-nya janjiin ngasih bubur sumsum buat buka puasa. Khan di Jepang gak ada begituan…

Niou : ckckck…

Comment/review-nya sangat ditunggu yak...^^ Mura-buchou, gimana menurutmu openingnya? chapter 1 dulu ya, tar yang laennya nyusul...