~Marui's POV~

Ruang ganti sore itu mulai sepi. Tinggal aku, Niou, dan Kirihara yang masih menikmati sisa cake yang tadi aku bagi-bagi kepada semua anggota klub tenis.

"Enak sekali kuenya! Nyam!" *makan potongan terakhir*

"Kau itu rakus sekali, Akaya! Aku baru makan satu potong, kau sudah menghabiskan hampir seperempatnya."

"Aku akan minta Yukimura-buchou untuk membawakannya lagi. Nah, sampai nanti!"

Aku menggelengkan kepala melihat kelakuan Kirihara yang jauh lebih kekanak-kanakkan dariku. Dan suasana ini malah membuatku jadi agak tegang karena tinggal aku dan Niou dalam ruang ganti ini.

"Sudah selesai, Marui?"

"Ya. Sudah kok."

"Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu."

"Mengantarku? Khan rumahku tidak searah denganmu."

"Ikut saja. Tapi naik sepeda ya."

Aku mengikuti Niou keluar dari ruang ganti. Hari sudah mulai gelap, untung saja aku tidak sendirian pulangnya. Biasanya aku pulang bersama Jackal karena rumah kami satu arah. Tapi katanya tadi dia harus buru-buru pulang karena orang rumahnya sudah menelponnya. Kini aku pulang dengan Niou. Kami tidak langsung naik sepeda, karena Niou bilang ingin bicara banyak denganku. Maka kami jalan kaki dulu saat keluar dari sekolah.

"Ne, Niou."

"Hm?"

"Jelaskan padaku tentang tulisan tadi."

"Khan sudah jelas."

"Tapi aku belum mengerti apa maksudmu!"

"Kalau aku bilang terus terang, nanti kau malah kaget."

"Ya…bilang saja dulu. Nanti baru dengar apa pendapatku."

"…"

"Hey, jawab atau aku lindas kau dengan sepedamu!"

"Hm…apa ya? Mungkin karena…aku suka padamu."

"Hah?"

"Tuh khan? Reaksimu langsung begitu. Daripada aku mengungkapkan dengan kata-kata, lebih baik aku menulisnya."

"Tapi…bukankah…kau dan…Yagyuu…"

"Yagyuu? Ini tidak ada hubungannya dengan si Gentleman itu. Kami bersahabat, hanya itu. Aku dekat dengannya karena dia itu masih canggung dengan klub tenis. Maka aku harus membantunya beradaptasi."

"Begitu…"

"Tapi kau berbeda. Kita sudah satu kelas sejak tahun pertama. Banyak perubahan yang aku lihat darimu setiap tahunnya."

"…"

"Kok diam?"

"Aku mendengarkanmu, bodoh!"

"Kau itu…ya…seperti yang aku tulis tadi. Kalau kau mengira aku bohong, kali ini tidak. Aku serius."

"…"

"Aku suka padamu. Aku yakin kau juga suka padaku."

"Hah, PD sekali kau bilang begitu! Apa buktinya?"

"Aku cuek-cuek begini juga memperhatikan segala hal dari orang-orang terdekatku lho. Tidak perlu dijelaskan lebih jauh khan? Nanti kau malah salah tingkah sendiri. Hehe…"

"Baka Niou…" *blush*

"Aku suka padamu."

Setelah dia mengatakan itu, tangannya meraih tanganku. Masih berjalan kaki, kami berjalan sambil bergandengan tangan. Hal ini malah membuatku jadi tidak bisa berbicara apa-apa.

Bagaimana ya cara menanggapinya? Dia bilang serius, maka aku pun akan menganggap dia serius dengan kata-katanya tadi. Dia bilang suka padaku? Ini yang masih menjadi pertanyaan untukku. Terus terang, dia benar. Aku tidak tahu dia melihat dari mana, tapi aku juga suka padanya. Hanya saja aku ragu dengan perasaanku karena selama ini Niou dekat dengan Yagyuu. Dan ternyata…di hari ulangtahunku ini, dia mengungkap segalanya. Apa perlu aku mengatakan hal yang sama dengannya?

"Ne, Niou. Kalau aku bilang, aku suka padamu, apa jadinya nanti kita?"

"Apa pun itu, aku rasa tidak akan merubah keadaan."

"Kalau begitu, aku ingin kau berjanji satu hal padaku."

"OK."

"Jangan lupa dengan hari ini di tahun depan."

"Apa pun tentangmu, aku tidak akan melupakannya lagi. Aku, dan juga teman-teman."

"Janji."

"Iya, aku janji."

Jadi, tidak ada yang bisa dijelaskan lagi di hari ini. Aku dan Niou…hm…ya, begitulah! Bagaimana pun kalian menilai kami, yang penting kami bahagia…

Dan ini tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku…

~Owari~


kRieZt : fyuh…akhirnya selesai…

Marui : mana bubur sumsumnya? Khan udah janji mau ngasih buat buka puasa.

kRieZt : yang jualan pulang kampung, Mas. Khan udah pada mudik.

Niou : sokoooorr….!

Marui : Huuaaaa….! Author jahat! Hiks…

Niou : tanggung jawab loe, kRieZt…*meluk Marui*

Marui : janjinya cuma 2 chapter, sekarang malah jadi 3. Harusnya aku bisa dapet bonus. Udah aku dapet adegan nangis banyak banget…*mengisak*

kRieZt : kalo minta sama Mura-buchou aja gimana? *kabur sebelum dilindes sepeda Niou*

Niou : Woy, sini loe! *ngebut dengan sepedanya*

Sekian ketidakjelasan ini. Untuk Mura-buchou, mohon maaf karena akhirnya saya bikin jadi 3 chapter. Kalo masih kurang 'in', mohon saran dan kritiknya. Yang lain, comment/review-nya masih ditunggu…^^;