Wohooo~
I'm back Goldies~!*digeplax*
Ohohoho~
Akhirnya saia bisa ngupdate juga ni fanfic meski dijepit oleh tugas oleh para guru tak berperike'murid'an dan UTS yang datangnya ugal-ugalan…
Ok, setingnya adalah~ Di mansion punya om Hades!*jeng-jeng~*
Detailnya, pokoknya tuh mansion lengkap dengan pantai, gunung, samudra, langit, taman, hutan, kebun, pocong, kunthi, lukisan, batu, pa*aunthor dibekep*
Untuk setting ballroom, ga jauh-jauh amat dari ballroom yang ada di pelm Cinderella.
Cuman tuh ballroom lebih keren. XD
Author : Oh hiya, Om Hades ama Shun udah pisah ranjang
Reader : Apa maksudmu pisah ranjang?*acungin kapak*
Author : Maksudnya pisah body, ehehehe…
Tapi Om Saga ama Om Ares masih setia sepanjang masa~
Saga : Jangan panggil OM napa si! Saia ini kan baru 30 TAHUN!*rambut mulai putih*
Reader : Om… Hati-hati loh… Tekanan darah…*muka horror*
Author : Ekhem! Saia juga mau ngewarn, di cerita ini gajenya minta ampun! Daaan
SS itu bukan punya saia… Tapi punya Om Kurumada ama Tante Shiori… Kalo punya saia sih, saia ga bakalan bikin tuh goldies sengsara di tangan Athena jadi-jadian itu tuh!*nunjuk-nunjuk Saori*
Aphro : Dari judulnya aja uda ga nyambung.. Belum lagi typo gaje… OOC de el el…
Author : Ok, jangan dengarkan dia… Enjoy~*nyengir lebar*
Aphrodite The Sleeping Beauty
Hari yang di nanti-nanti telah tiba~
Seorang Goldies -termalang- kesayangan kita telah berdiri tegak menenteng sebuah koper warna pink dengan ukiran kembang-kembang! XD
Segala macem barang yang dibutuhkan dengan sangat amat ajaibnya bisa muat loh di tuh koper?
Padahal ukurannya cuman sebesar TV 29 Inch –emangnya ada yah? XD-
Karena~ Dia bakalan menginap di mansion Om Hades kita tercinta sampe perlombaan selesai.
Bejimana bisa? OK, saia kasi flashbacknya
~+_Flashback : ON_+~
"Tulalit~ tulalit~ tulalit~" HP Aphro bernyanyi
Reflek, segeralah diangkat dan menerima 'panggilan' tersebut.
Aphro : "Halo? Dengan siapa saia bicara?"-operator moods! XD-
Hape : -silent-
Aphro : "Hell~ooo~"
Hape : -makin silent-
Aphro : "Woy! Ni sapa si?"-darah tinggi moods! XD-
Hampir saja Aphro mbanting tuh hape karena kesel dikacangin –baca : dicuekin-
Untung ksatria emas penjaga kuil ke-8 dan kuil ke-3 nomer 2-?- numpang lewat.
"Lu nape si Dite? Kasian tuh hape lu banting, moahal tauk… Lu tau ndiri kalo gaji dari si saos itu tipis!"
"Ga usah dikasi tau! Orang aku uda tau ndiri"
Milo bingung sejenak karena sulit mencerna jawaban Aphro
Author : Saia ikutan bingung juga loh?
Reader : Kaga' nanya!
Daripada pusing, insvetigasi pun berlanjut –wuidih bahasanya! X3-
"Lagian napa juga mau lu banting tuh hape?" Tanya Kanon semangat-?-
"Lah ini! Daritadi udah ngomong 'hella-hello' dia ga ngejawab barang satu huruf!"
"Lah… Kok bisa? Sakit tenggorokan kali?" Ucap Milo polos
Kanon nge-gubrak sambil sweat drop.
"Ya ampun Milo~! Secara logis dan realistis mana mungkin hape diajak ngomong? Lagian tuh tilpun dari sapa si Dite?"
Saat Dite akan membuka mulutnya, tiba-tiba tangis Milo meledak
"Huwaaa~! Kanon! Cara ngomongmu kok persis Camus sih! Kalo begini aku kan jadi inget ma dia! Huawawawawawwaw!"
Milo berlari menuju kuilnya dan meninggalkan dua temannya dengan effect air mata berlian yang bertebaran.
Reader : Ini beneran Milo ga sih…
Author : Udalah… Baca aja…*timpuked*
"Loh Non, kok si Milo gitu sih?"
"Biasa, si istri ngambek. Ditinggal deh tuh suami ke Siberia"*cengar-cengir*
"Hah? Kapan berantem?" *pasang muka bego*
"Kok nanya sih? Bukannya kamu ada di TKP waktu mereka lagi perang?"
"Eh.. Oh… Eheheheh… Iya yah, waktu lemparan garpu… Ga papa tuh dibiarin nangis tuh anak?" Aphro hanya bisa menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Biarin aja, ntar juga lupa ndiri kalo uda main ma anak-anak"*sigh*
"Heh? Milo main ama anak-anak?"*antusias*
"Maksudnya temen-temen, Aphrodite the Pisces saint of Athena…"
Kata Kanon dengan penuh penghayatan beserta intonasi dan pelafalan yang akurat. XD
"Oh, hehehhehe…" Aphro nyengir lebar
'Dasar wong edan…' Gumam Kanon
"BTW tuh tilpun dari sapa tadi?"
"Bentar, ku cek dulu…"
Begitu Aphro ngeliat layar hapenya, mukanya mendadak merah padam.
Entah karena marah atau yang lain, mari kita baca kelanjutannya. XD
"Dari sapa Dite?" Kanon ngelongok ke arah hape Aphro
Di layarnya tertulis
"One Message Received"
Author :Yang berarti itu bukanlah telepon, melainkan SMS sodara-sodara! XD
Reader : Ga lucu kali…*nge sweat drop bareng*
"Jiah Dite! Di mana-mana kalo ada SMS ya di bales! Kok malah kamu angkat macem telepon si!" Kanon menepuk dahinya yang sexy. -XD-
"Ehehehhehe" Nyengirlah Pisces tersebut sambil membuka SMS yang dicampakannya.
Di SMS itu tertulis~
Terima kasih anda telah berpartisipasi dalam Kontes Kecantikan Yunani Tahun 2010.
Dan kami umumkan sekali lagi kepada para peserta bahwa lomba akan dilaksanakan pada
Hari : Sabtu
Tanggal : 16 Oktober 2010
Waktu : 10.00 a.m – selesai
Tempat : Lost Canvas Mansion
Peserta harap hadir sebelum jam sepuluh. Dan diharapkan membawa keperluan pribadi.
Karena seleksi akan diadakan selama 3 hari di Lost Canvas Mansion.
Lokasi mansion bisa di lihat/di download pada link yang kami lampirkan pada pesan ini.
Dan para peserta wajib membawa bukti pendaftaran. Atas partisipasinya, kami ucapkan terima kasih
Tertanda
Saori Athena sang Dewi Kebijaksanaan
Paniti Pelaksana
Aphrodite langsung nyumpah-nyumpah begitu tau siapa sang pengirim.
Sedangkan Kanon?
Segeralah ia mencari tempat sampah terdekat untuk muntah-muntah membaca embel-embel "Dewi Kebijaksanaan"
"Ya udah dhe, wa mo packing sekarang! Dadah Kanoon~"
"Oke Dite, jangan lupa oleh-olehnya~"
~+_Flashback : OFF_+~
Setelah Ia menyerahkan bukti pendaftaran, sebuah Jaguar datang untuk menyeberangkannya.
Karena jarak ke pulau pribadi Om Hades kira-kira 8 Km.
Jelas aja, pasti pada minta anter kan? -X3-
Di kiri dan kanan jembatan terlihat pantai pasir putih yang menggoda iman.
Karena terlalu asyik, 8 Km jadi ga kerasa.
Namun, begitu memasuki area mansion, cengo'lah si Pisces seketika.
Bayangkan saja, besar mansionnya 3 kali lipat lebih 'guedhe' dari punya Saori Saos Tiram.
Aphro kena speechless attack begitu turun dari Jaguar.
"Maaf, bisa saya bawakan koper anda ke kamar nona Aphrodite?"
Seorang pelayan membungkuk sopan untuk menawarkan bantuannya.
"Nona… Saia ini cowok tau!" Aphrodite nyaris meledakkan kopernya.
"M… Maaf atas kelancangan saia tuan, bisa saia antar sekarang?"*sweat dropped*
"Fuh… Ya udah, ini kopernya"*ngasihin kopernya dengan jutek*
'Ya Tuhan… Kenapa tiba-tiba ni mansion isinya orang-orang dengan gender ga jelas semua…'
Pelayan malang itu hanya bisa berkeluh kesah dalam hati.
Kini sang Pisces kembali cengo' begitu masuk ke dalem mansion.
Kenapa? Di setiap sudut ruang ada lukisan 'hidup' yang reader-tachi pasti tahu siapa pelukisnya.
"Oh my God… Beruntung banget yang ndaftar ni kontes…"
Ucapnya terkagum-kagum sembari melihat-lihat lukisan yang ada.
Benar-benar terlihat hidup!-X3-
Bangunan bergaya 'Rococo' memang pandai membuat pengunjungnya terlena serasa menginap di hotel bintang 5.
"Tuan Aphrodite, silahkan. Jika anda butuh sesuatu, silahkan menggunakan telepon yang ada disudut kamar untuk memanggil kami. Saia permisi dulu"
Pelayan itu membukakan pintu kamar.
" Uhm, iya terimakasih!" Aphrodite menganggukkan kepalanya sambil masuk kedalam kamar.
Nampaklah 5 tempat tidur yang tertata rapih.
Namun 4 tempat tidur lain telah dipakai peserta yang datang lebih dulu.
Itu terlihat dari koper yang bersandar di dekat lemari mini di samping tempat tidur.
Mau tak mau Aphodite akhirnya meletakkan kopernya di tempat tidur yang tersisa.
Yaitu yang berada tepat di depan jendela yang menghadap ke arah kebun.
Beruntung karena dia memang suka kebun bunga. –X3-
"Ufufufu~ Halo Saint Athena~"
Seorang 'gadis' muncul secara tiba-tiba di belakang Aphrodite.
Rambutnya yang pirang tergerai tersibak lembut saat ia bergerak.
"Ka…Kamu siapa? Ini kan kamar cowok?" 0_o
"Aku? Aku adalah Portrayer Phantasos. Kamu pasti reinkarnasi Pisces Albafica?"*smirks*
"Hah? Kok tau aku reinkarnasi dia?"0_o
-author keselek-
"Khukhukhu, aku hanya ingin memastikan apa yang dikatakan Violate. Tapi jujur, kalian sama sekali tidak mirip dari segi manapun…"
Reader : So pasti lah ga da miripnya…
Author : -nyengir-
"Ya jelas! Orang aku ama dia udah beda ayah, beda ibu, beda guru, beda Athena, beda kewarganegaraan, beda orang bla bla bla bla bla"
Phantasos sweat drop
Yang terjadi 10 menit kemudian adalah, Aphro yang masi nerocos tanpa jeda mengenai perbedaannya dengan sang inkarnasi.
Hingga membuat Phantasos tidur berdiri dihiasi 'balon' yang keluar dari hidungnya.
"Eh, sial kau! Bangun woy!" Aphro nereakin si Phantasos dengan keselnya
"Eh! Zzzzf… Nyap-nyap… "
"Kok malah ditinggal tidur si!"
"Eheheh habis kamu ngomongnya kelamaan…" Phantasos cuman bisa nyengir lebar.
"BTW, yang pake kamar ni sapa ja? Kasurnya yang mana?"*antusias*
"Hmm, di sebelah kirimu itu aku~ Lalu sebelahku itu Veronica~"
"Eh? Loh loh loh! Tunggu dulu! Ini cowok ama cewek dicampur di satu kamar?"
Aphro blushing-blushing ga jelas.
"Ya~h, nanti juga kamu tau sendiri~" Phantasos tersenyum penuh arti
" Nah, disebelah Veronica itu ada Marina rambut pink. Terus di sebelahnya lagi ada cowok rambut pirang yang pake lipstick dia Saint seperti kamu~"
"Marina rambut pink… Cowok rambut pirang pake lipstick…" Aphro memangku dagunya.
Dua bayangan melintas dibenaknya.
"Siren Sorrento dan… Shaka pake lipstick?" 0_o;
-Author dibuang Shaka ke neraka-
"Hah? Bukan reinkarnasi Asmita! Tapi rainkarnasi lizard!"
Phantasos nyaris tereak membayangkan Shaka pake lipstick.
Author : Kekekeke, mau bayangin? XD
Reader : Gak! Makasi!*horror*
"Oh, kirain Shaka pake lipstick…" Aphro nyengir ga kira-kira
"Eh, kita tadi disuruh kumpul ke ballroom jam 10 loh Dite~?"
"Hmm… Ini baru jam 10.15 kok?" Timpal Aphro sambil ngelirik jam tangannya.
~+_Hening_+~
"Ini udah jam sepuluh lewat lima belas menit dodol!"
"Hah? Namaku Phantasos tauk! Bukan dodol!"
Aphro yang uda gemes setengah mati langsung nyeret Phantasos ke ballroom sambil bawa peta harta karun.
Woops, maksudnya peta mansion! XD
Untung saja mereka ga kesasar.
Tapi begitu mendekati pintu ballroom, si Aphro bukannya ngerem malah nambah kecepatan.
Karena itu pintu otomatis, jadi terbukalah pintu itu tanpa dosa.
Phantasos langsung meronta dan meninggalkan Aphro yang meluncur ke tangga.
Namun karena terlalu cepat, terjadilah adegan 'parkour' dimana Aphro yang melompat dari lantai atas ballroom.
Namun naas, pijakannya kurang tepat saat ia melompat.
Author : Yang ada sekarang…
Reader : Seorang Saint Pisces yang jatuh ke ballroom dengan effect slow motion! XDD
Author : Reader yang antusias ya…?*terharu*
Reader : *sweat drop berjamaah*
Aphrodite jatuh menelungkup dengan 'mulus' di hadapan perserta yang lain.
Ia sadar, seluruh mata tertuju padanya.
Akhirnya dengan amat sangat malu-maluinnya- dia berdiri lalu membenarkan pakaiannya.
Dan bertingkah seolah tak terjadi apa-apa.
Namun saat Phantasos mendekat, dia langsung mendapat death glare sadis.
Yang dikasi death glare cuman bisa nyengir pasrah sambil bilang "Sorry~"
Di sudut lain, si kembar Hypnos dan Thanatos uda cengar-cengir bahagia ngeliat orang tersiksa.
"Ehm! Sepertinya seluruh peserta telah berkumpul. Bisakah kami memulai?"
Seluruh mata tertuju pada pembawa acara sambil mengangguk-angguk.
"Kami Hypnos &dan Thanatos mengucapkan selamat datang dalam Kontes Kecantikan Yunani Tahun 2010!"
Seru Hypnos dan Thanatos kompak.-Kembar yang akur! XD-
"Acara ini dipersembahkan oleh Kido's Foundation, Surplice Jewel, dan Marine Shell!"
Thanatos menyerukan Surplice Jewel dengan semangat.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk nona Saori dan tuan Julian"
Hypnos mengarahkan tangannya ke tengah panggung
Dan kemudian kedua dewa-dewi itu dadah-dadah ala miss unipres sepanjangan.
"Loh Phantasos, Hades kok gak ada yah?"
"Who knows?" Yang ditanya cuman bisa angkat bahu.
"Dengan ini kami nyatakan perlombaan dibuka!"
Seru Saori dan Julian sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi macem iklan rexona.
Detik itu juga dua kembang api jadi-jadian menghiasai ruangan.
Dan jatuhlah kertas warna-warni dari atas ballroom diiringi tepuk tangan yang rame.
Reader : Mana ada tepuk tangan sepi…
Author : Kalo tepuk tangannya ga ikhlas? XD
Reader : *swt*
Setelah berbagai macam jenis pidato dilontarkan sang dewa-dewi, si kembar menutup acara itu.
Lalu, dewa-dewi itu turun panggung diikuti helaan nafas para peserta.
Ya jelas saja, soalnya pidato mereka memakan waktu 1 jam 49 menit 54 detik. -XD-
"Sekali lagi terima kasih atas partisipasi anda" Hypnos mengawali
"Dan para peserta dipersilahkan beristirahat, karena jam 3 sore nanti seleksi pertama akan diadakan di halaman timur mansion" Thanatos mengarahkan tangan ke arah timur.
"Baiklah, saya Thanatos"
"Dan saya Hypnos"
"Kami undur diri dan selamat beristirahat"
Mereka menatap satu sama lain.
"Dengan tenang..."
Bisik mereka pelan sambil menyunggingkan sebuah senyuman yang tak terdefinisikan.
Si kembar itu menghilang ditelan tirai panggung.
"Brrr~ Kok jadi dingin begini yah…"
Aphro merasakan hawa tak menyenangkan menyelimuti dirinya.
"Sepertinya ayah merencanakan sesuatu…"
Kata sang Portrayer pelan.
"Kamu bilang apa tadi?"
"Uhmm, tidakk~ Ayo, balik ke kamar~"
Phantasos mengedipkan sebelah matanya.
*Auhtor merinding disko part II*
~+_Mansion Room_+~
Di dalam kamar, seluruh penghuni telah lengkap.
Dan di mulailah investigasi satu sama lain.
"Loh Ento? Kamu kok ikut acara beginian sih?"
Aphro masih shock ternyata Sorrento beneran ikut.
"Yah, bejimana lagi, habis non Thetis ga ada yang jaga"
"Lah, apa hubungannya?"
"Kan Julian-sama khawatir kalo ga da yang jaga, akhirnya saia dhe yang diutus"
"Yahh…. Beban berat dhe ngelawan kamu…"
"Jangan khawatir Dite! Aku disini karena terpaksa, jadi ga akan macam-macam"
"Ohh~ Gitu toh~"
"Hiyaa~ Halo semua!"
Phantasos tiba-tiba nimbrung ke tengah-tengah Sorrento ama Aphro.
"Ebuset, ini cewek kenapa bisa dikamar cowok si?"
Author : Sorrento masih belum tahu… Ufufufu*author tersenyum nakal*
Reader : *nyuekin author dan lanjut baca*
"Ah! Nona Phantasos, tolong jangan melompat seperti itu! Anda kan memakai rok!"
Teriak Veronica histeris.
"Oh hiya yah… Eheheheh~ Halo Aphro~ Halo Sorrento~ Perkenalkan, aku Phantasos"
"Dan saya Veronica…"
"Eh, setahu saia Veronica itu cewek? Kok suaranya cowok begini" ._.
Sorrento menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ento, dari mana kamu tahu Veronica itu cewe?" 0_o
Aphro ikutan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bentar…" Sorrento memencet tombol hapenya, dan beberapa saat kemudian…
Hape : "Saint Seiya Veronica…"
Author : *ngakak gegulingan*
Reader : *sweat drop segalon*
Aphrodite : *Gubrak*
Phantasos : *Nggledak*
Veronica : *Ambil nafas panjang macem orang mo lahiran*
Sorrento : *Nyengir lebar*
"Begini tuan Sorrento… Saia itu berbeda dengan Veronica mailbox tadi"
"Bedanya~ Kalo Veronica mailbox cewek tulen~ Kalo Veronica yang ini cewek jadi-jadian~!"
"Nona Phantasos…"
Veronica menatap 'nona' kesayangannya dengan wajah kecewa.
Sementara Aphro dan Ento hanya bisa pajang tampang seperti ini 0_o
Melihat dua butir air mata siap jatuh dari pelupuk Veronica, Phantasos jadi merasa berdosa.
"Ah, Veronica! Aku hanya bercanda… Maaf yah~"
Di usapnya pipi Veronica yang uda blushing mendapat 'sentuhan' lembut dari sang nona.
"Nona Phantasos…"
Veronica dan Phantasos saling menatap satu sama lain dalam-dalam.
Reader : CUT! CUT!*horror*
Author : *nyengir selebar cengiran Aldy*
Sorrento dan Aphro hanya bisa memandang mereka dengan tampang0_o;
Di sudut lain, sang Saint Lizard tatapannya mendadak kosong.
Dan ia berkata...
"Teman-teman… Kalian merasa ngantuk tidak?" Misty memegangi keningnya.
"Ah! Nona Phantasos!"
Saat itu juga Phantaos sudah tertidur pulas di pelukan Veronica.
"Zzzz~" 5 detik kemudian terdengar suara Misty yang menyusul Phantasos tidur.
"Fuaaa~ Dite, aku duluan yah?"
Ento segera tepar di kasurnya.
"Emm… Kenapa kepalaku jadi berat begini…" dan "Brukkk"
Veronica jatuh ke atas kasur bersama Phantasos di pelukannya.
"Sial… Pasti ada… Yang… Tidak… Be…Res…"
Aphro menjadi peserta terakhir dalam 'pesta tidur' tersebut.
~+_02.45p.m_+~
"Fuaaa~" Aphrodite terbangun dari 'tidur' siangnya dan menenggak air putih karena haus.
Ditepuklah keningnya begitu melihat jam dinding.
Segeralah dirinya mencuci muka dan mengganti bajunya yang kusut di kamar mandi.
Saat kembali ke kamar, matanya menangkap gulungan berwarna merah di atas semua lemari mini.
Dan pastinya, itu ditujukan untuk sang pengguna lemari.
Tanpa babibu Aphro langsung membuka dan membaca gulungan itu.
Dahinya agak berkerut penuh kekhawatiran selesai membaca gulungan tersebut.
Sebelum keluar dari kamar, Aphro kembali melihat teman-teman sekamarnya.
"Cepatlah bangun dari 'tidur', teman-teman…"
Ditutupnya pintu kamar dan berlari menuju halaman timur mansion.
Tangan kanannya menggenggam gulungan merah yang dibawanya tadi.
Beruntung, halaman timur tak begitu jauh dari kamarnya.
Sehingga hanya butuh waktu 5 menit untuk kesana.
Di halaman itu, kelopak bunga mawar yang berterbangan bersama angin menyambut kedatangannya.
Sesosok pria yang duduk di Gazebo menyadari kedatangannya.
"Sepertinya kau peserta pertama yang lolos dari seleksi 'Sleeping Beauty' ini"
"Ka… Kamu?"
"Selamat, Pisces Aphrodite…"
To Be Continued
Buahahahha
Bejimana?
Hancur, OOC, Gaje de el el kan? XD
Oke, di fic ini, Aphro benar-benar tak tahu tentang "Lost Canvas"
Itu semua demi membuat dia terlihat bego…XD*digemplang*
Sebetulnya ini benar-benar jauh dari naskah yang saia ciptakan! X3
Soo~
Yang kemarin dapat spoiler, keknya itu spoiler sudah tidak berlaku~*bunuhed*
LOL
Semestinya ini diuplod kemaren, tapi gara-gara ada Taifun numpang lewat inet jadi ga konek sama sekali. TT_TT
Oke~
Thanks for reading!\^0^/
And review if you don't mind?
o^w^o
