CHAPTER 2

Title : Dimension.

Disclaimer : Masashi Kishimoto.

Warning : AU, OOC, GJ….

Rated : T.

Genre : Romance Slight Tragedy*tenang aja bakalan happy ending kok*.

Pairing : SasuSaku.


"Kau sangat mirip dengan Pangeran Langit, namamu, wajahmu, sifatmu, semuanya sama. Kau adalah orang yang dicari oleh Orochimaru. Kau adalah orang yang ditakdirkan menjadi reinkarnasi dari Pangeran Langit yang diramalkan akan membunuh Orochimaru. Kau orangnya Sasuke!" ucap Sakura sambil menatap tajam Sasuke.

Mata onyx Sasuke pun membelalak setelah mendengar pernyataan Sakura barusan.


CHAPTER 2

o-o-o-o-o-o-o

"Aku?" tanya Sasuke menatap balik Sakura yang tengah menatapnya.

"Ya kau," ujar Sakura mantap sambil menyelami mata onyx hitam Sasuke.

'Mata onyx yang tampak dingin tetapi memancarkan kehangatan itu mengingatkanku akan 'dia', ' batin Sakura.

Sakura pun langsung memalingkan mukanya dari Sasuke, takut hatinya semakin sakit karena menatap terlalu lama mata onyx Sasuke yang amat sangat mirip dengan mata Pangeran Langit. Sasuke yang menyadari perubahan raut wajah Sakura langsung membuka suaranya.

"Kau kenapa?" tanya Sasuke dingin.

"Ah, tidak hanya matamu mengingatkanku akan Pangeran Langit," ucap Sakura sambil berusaha tersenyum.

"Hn? Apa aku begitu mirip dengannya?" tanya Sasuke datar sambil menaruh cangkir tehnya.

"Dari segi fisik maupun sikap, kalian berdua tidak ada perbedaan sama sekali, wajar saja karena kau itu kan reinkarnasinya!" ujar Sakura lagi.

Sasuke hanya terdiam menatap mata emerald Sakura.

'Mata emerald itu, seolah memberikan ketenangan' batin Sasuke.

Sakura yang menyadari Sasuke tengah menatapnya menundukkan wajahnya, seolah tak membiarkan mata onyx pria itu terus beradu pandang dengan mata emeraldnya. Sasuke pun langsung memindahkan pandangannya ke arah langit-langit ruangan yang terbentuk dari anyaman batang bambu.

"Tapi apa yang harus kulakukan?" tanya Sasuke lagi.

"Seperti kata ramalan kau harus mengakhiri hidup Kaisar Orochimaru sebelum ia benar-benar membangkitkan penguasa kegelapan," ucap Sakura.

"Hn? Bagaimana aku melakukannya?" tanya Sasuke datar.

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki yang menuju ke arah rumah bambu yang kini Sasuke dan Sakura tempati. Langkah itu diselingi oleh langkah kaki kuda yang amat menyeramkan dan langkah lainnya milik sekitar 40 orang.

Sakura yang menyadarinya, menuju ke arah jendela, ia mengintip dari balik jendela bambu tanpa tirai itu. Tapi ia tak dapat melihat apapun.

"Sasuke kau dengar itu?" tanya Sakura waspada.

"Hn," gumam Sasuke.

Sakura yang masih menatap ke luar jendela tiba-tiba terkejut, ia memincingkan mata emeraldnya untuk melihat lebih jelas. Sasuke lalu berdiri dan berjalan menuju ke jendela bambu tempat Sakura mengintai. Ia lalu berdiri di samping Sakura, kemudian menatap ke luar jendela. Ia melihat kerumunan berpuluh-puluh orang berpakaian ala prajurit kerajaan dan dua ekor kuda berwarna hitam pekat.

"Sasuke, sepertinya kita harus pergi," ujar Sakura sambil menatap mata onyx Sasuke.

"Hn," gumam Sasuke dengan tatapan matanya yang menyatakan kalau ia setuju walaupun terselip rasa kebingungan di matanya.

Kemudian Sasuke menatap mata emerald bening Sakura seolah menyatakan 'mau kemana kita?'. Sakura yang mengerti arti tatapan Sasuke masih terdiam sambil berpikir. Kemudian Sakura melihat ke arah hutan lebat yang berada tepat di belakang rumah bambu itu, ia pun menyeringai. Sasuke yang menyadari Sakura yang tengah menyeringai sambil menatap ke arah hutan pun mengangguk. Sakura pun membalasnya dengan tersenyum.

Kerumunan orang berpakaian prajurit itu pun akhirnya tiba di depan rumah bambu yang tadi Sakura dan Sasuke tempati.

"Cari dia!" perintah salah seorang pria berambut merah yang tengah menunggang kuda.

"Baik, Sasori-sama," ujar para prajurit serempak.

Para prajurit pun memasuki rumah bambu kecil itu. Mengobrak-abrik rumah itu. Mereka memeriksa seluruh ruangan dan seluruh area di sekitar rumah bambu itu. Beberapa menit kemudian pencarian itu pun berhenti.

Dengan tampang ketakutan, salah seorang dari prajurit itu menghampiri Sasori yang tengah menunggang kudanya.

"Tidak ada siapapun didalam Sasori-sama," ujar prajurit itu takut.

Sasori menatap tajam prajurit itu tanpa belas kasihan. Lalu ia mengambil pedangnya.

'Sret'

Terdengar suara sayatan benda tajam. Sasori telah membunuh prajurit tadi untuk melampiaskan rasa kesalnya dengan menyayat urat nadi leher prajurit itu menggunakan pedang yang tadi dikeluarkannya.

'Bruk'

Tubuh prajurit tak bernyawa itu ambruk ke tanah, terlihat darah segar berwarna merah terus mengalir dari lehernya.

"Sepertinya pedang ini cukup tajam juga," ujar Sasori sambil menyeringai.

"Sial, kemana dia pergi un?" ujar salah seorang pria berambut blonde yang tengah mengendarai kuda.

"Tenanglah, Deidara lihat itu," ujar Sasori sambil menunjuk ke arah hutan lebat yang berada di belakang rumah bambu kecil itu.

Kedua orang itupun menyeringai seram.

Matahari pun mulai masuk ke peraduannya, meninggalkan bumi dalam rona kekuningan. Kini kedua insan itu, Sakura dan Sasuke tengah memasuki hutan yang lebat. Mereka berlari terus tanpa henti selama beberapa jam. Sakura yang mulai kelelahan mendudukkan dirinya sejenak di batang pohon besar. Sasuke pun mengikuti langkah Sakura, ia duduk di samping Sakura. Sakura menyingkapkan sedikit kimono panjangnya, lalu ia mengusap betis putihnya dengan tangannya yang mengeluarkan sesosok cahaya kehijauan, seketika goresan dan luka akibat terjatuh, ataupun tergores ranting tajam saat ia berlari menghilang. Sasuke yang melihat itu hanya memberi tatapan heran.

"Ini salah satu kemampuan khususku, aku mampu mengobati berbagai macam luka maupun penyakit," ujar Sakura sambil mengusap tangannya yang terlihat beberapa goresan.

Sakura pun balik menatap Sasuke. Ia lalu menyingkapkan lengan baju Sasuke yang sobek karena berulangkali tergores ranting tajam, ia menyingkapkannya sampai sebatas bahu. Lalu ia menggenggam erat telapak tangan besar Sasuke dan mengusapkan tangannya perlahan ke arah lengan atas Sasuke dengan tangannya yang mengeluarkan sinar kehijauan. Seketika goresan halus di tangan Sasuke pun menghilang.

"Hn, terimakasih," ujar Sasuke datar setelah Sakura selesai mengobati luka-luka kecil itu.

Tak lama matahari benar-benar meninggalkan bumi, kini bumi benar-benar gelap, hanya terdapat sedikit cahaya dari bulan dan bintang.

"Siapa orang-orang tadi?" tanya Sasuke sambil memandangi bintang-bintang.

"Mereka adalah prajurit suruhan Orochimaru yang diperintahkan untuk menangkapku, sedangkan sepertinya kedua penunggang kuda itu adalah para panglima Akatsuki," ujar Sakura yang tengah kesulitan membuat api unggun di tengah dinginnya malam.

"Akatsuki?" tanya Sasuke heran.

"Akatsuki adalah organisasi perang yang dimiliki oleh Orochimaru, keseluruhan anggota Akatsuki adalah orang-orang pilihan yang memiliki berbagai macam kemampuan khusus yang hebat," ujar Sakura sambil menggosok-gosok dua buah ranting kering untuk menciptakan api.

"Maksudmu, seperti kau yang memiliki kemampuan khusus untuk menyembuhkan dengan sinar hijau itu?" tanya Sasuke lagi.

"Ya begitulah, tapi kemampuan khusus mereka berbeda denganku," ujar Sakura yang masih sibuk berusaha membuat api.

"Apa Pangeran Langit juga memiliki kemampuan khusus?" tanya Sasuke sambil berbalik menatap Sakura.

Sakura menghentikan aktivitasnya. Ia memandang bulan purnama yang tengah bersinar indah.

"Salah satu kemampuan khusus Pangeran Langit adalah ia bisa menyemburkan api dari mulutnya, kau cobalah Sasuke!" ujar Sakura sambil menatap Sasuke dan menunjuk ke arah tumpukan kayu yang dibuatnya untuk membuat api unggun.

"Hn? aku tidak bisa," ujar Sasuke kaget.

"Tentu saja kau bisa! Kau kan-," ucap Sakura tak terselesaikan.

"Reinkarnasi Pangeran Langit," ujar Sasuke memotong perkataan Sakura.

"Tepat sekali, cobalah!" ujar Sakura sambil tersenyum.

"Tapi bagaimana aku melakukannya?" tanya Sasuke heran.

"Biasanya Pangeran Langit selalu mengucapkan 'Katon' saat ia akan menyemburkan api," ucap Sakura lagi.

Sasuke yang awalnya tak ingin mencobanya, setelah melihat mata emerald Sakura yang berbinar dengan penuh harapan akhirnya luluh dan mencobanya. Sasuke mendekat ke arah tumpukan kayu.

"Katon!" ucapnya.

Tetapi tidak terjadi apa-apa. Ia menatap Sakura dengan tatapan 'sudah kubilang aku tidak bisa' sambil mengangkat kedua bahunya, dan berbalik lalu duduk di samping Sakura.

"Sepertinya segel jiwamu belum terbuka Sasuke, sehingga kau tidak bisa melakukannya," ujar Sakura sambil menatap Sasuke.

"Hn?" tanya Sasuke tak mengerti.

"Jika kau berhasil membuka segel jiwamu, maka kau akan ingat dengan masa lalumu sekaligus mendapatkan semua kemampuan khusus yang dimiliki Pangeran Langit," jawab Sakura.

"Sebaiknya kita harus cepat-cepat menemui Kakashi, hanya dia yang bisa membuka segel jiwamu, hanya dia juga yang tahu bagaimana cara untuk mengalahkan Orochimaru," ujar Sakura lagi.

"Siapa dia?" tanya Sasuke.

"Ia adalah panglima perang Kerajaan Langit," ucap Sakura.

Tiba-tiba muncul sesosok pria berambut merah dari arah semak-semak, diikuti dengan sesosok pria berambut blonde. Di belakang mereka mengikuti para prajurit kerajaan.

"Ternyata kau disini Putri cantik," ujar sang pria berambut merah yang tidak lain adalah Sasori.

Sakura dan Sasuke kaget dibuatnya. Sontak mereka pun mundur beberapa langkah ke belakang. Sebelum akhirnya punggung mereka menyentuh sebuah tebing tinggi.

"Sudah lama tidak bertemu Sasori! Kau takut kalah melawanku lagi? Sehingga kau membawa banyak anak buah seperti ini? Tak berguna!" ujar Sakura tenang walaupun di hatinya ia sedikit takut.

Sakura pun menggenggam erat tangan Sasuke yang berada di sampingnya, seolah untuk menambah ketenangan batinnya.

"Serang mereka!" perintah Sasori pada kepada para prajurit.

'Cring'

Terdengar suara gesekan besi dari arah para prajurit yang mengeluarkan pedang, merekapun menyerang Sasuke dan Sakura.

"Shannaro!" teriak Sakura.

Sakura pun melakukan jurus andalannya, hanya dengan sekali pukul berpuluh-puluh prajurit itu dibuatnya terbang ke angkasa.

Sasuke yang merupakan atlit karate tentu bisa menghadapi para prajurit itu dengan mudah.

"Jadi begitu saja kemampuan anak buahmu? Kalian semua payah!" ucap Sakura lantang.

"Un, gadis kecil apa katamu? Baiklah lawan aku un!" ujar Deidara.

Deidara pun membuka telapak tangannya, terlihat lubang seperti mulut di telapak tangannya.

Perlahan keluar sebuah pisau yang terbentuk dari tanah liat dan langsung menuju ke arah Sasuke. Sakura pun langsung mendorong Sasuke ke samping, sehingga ia terlempar cukup jauh. Posisi Sasuke sekarang digantikan oleh Sakura. Pisau itu semakin mendekat ke arah Sakura hanya tinggal beberapa sentimeter lagi.

"Katsu!" teriak Deidara.

Seketika pisau itu meledak di depan mata Sakura.

"Arggh!" teriak Sakura.

Sakura meringis kesakitan. Terlihat luka yang cukup parah di bahu sebelah kanannya. Sambil menahan sakit, Sakura memegang bahu kanannya dan mengalirkan sinar hijau ke arah lukanya.

'Sial, lukanya lumayan parah, mana tenagaku hampir habis, sepertinya aku tidak bisa menyembuhkan luka ini secara total, bagaimana ini?' ucap Sakura dalam hatinya.

Sakura kelelahan karena sedari tadi ia terus-terusan mengeluarkan tenaganya untuk mengobati dirinya dan Sasuke, selain itu ia juga banyak menggunakan tenaganya untuk bertarung.

"Langkahi dulu mayatku jika kau ingin melukainya!" ujar Sakura lantang sambil mengobati lukanya.

Sasori tertawa mengejek.

"Hahaha kau memang laki-laki lemah! Kau harusnya melindungi wanita, bukan dilindungi oleh wanita," ujar Sasori.

'Benar, harusnya aku yang melindungi Sakura, tapi apa yang harus kulakukan' batin Sasuke sambil mengepalkan kedua tangannya.

Sasuke lalu berlari ke arah Sasori dan mengeluarkan jurus karate andalannya. Ia terus menerus menendang perut Sasori sesekali ia meninju wajah Sasori.

'Dug-dug-dug'

Terus menerus terdengar suara tendangan dan pukulan keras Sasuke.

Sasori hanya terdiam tidak membalas serangan Sasuke, ia hanya menyeringai.

'DUG'

Terdengar suara tendangan terakhir dari Sasuke yang berhasil membuat Sasori terlempar cukup jauh. Sasuke pun berhenti karena ia kelelahan.

"Hhhh,hhhh,hh" gumam Sasuke yang tengah menghela nafasnya cepat sambil memegangi kedua lututnya.

Sasori kembali berdiri perlahan-lahan. Sasuke menatap penuh kemenangan ke arah Sasori. Sasori melihat adegan itu dan tertawa.

"Hahaha, sudah selesai bermainnya? Jadi dia reinkarnasi Pangeran Langitmu itu Sakura? Kita lihat seberapa hebat kemampuannya jika berhadapan dengan bonekaku!" ujar Sasori sambil mengarahkan boneka manusianya yang telah memegang sebuah pedang beracun ke arah Sasuke. Sasuke yang tengah kelelahan kaget, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Sasori pun menyeringai, sebari mengendalikan boneka itu.

Pedang itu mengarah tepat ke jantung Sasuke. Sasuke hanya bisa menutup matanya.

'Kenapa tak kunjung sampai,' batinnya.

Ia malah merasakan kehangatan, kehangatan melalui sebuah pelukan. Perlahan Sasuke membuka mata onyxnya, yang dilihatnya pertama kali adalah wajah Sakura yang memancarkan kesakitan, Sakura tengah mendekapnya erat. Sakura lalu tersenyum, tak lama bibir mungilnya memuntahkan darah segar.

Mata onyx Sasuke melebar kini ia melihat sebuah pedang yang tengah menancap di punggung kanan Sakura.

"Ma-maaf Sa-Sasuke kurasa a-aku ti-ti-tidak kuat la-lagi," ujar Sakura terbata sambil menahan sakit.

"Sa-Sakura," ujar Sasuke lirih.

o-o-o-o-o

To Be Continued...

o-o-o-o-o

Huwahhh bagaimana menurut readers sekalian?

Ada kritikan atau saran?

Review ywa!

o-o-o-o-o

mu bales2 review dulu..

To: pick-a-doo

Kyaaa..

Seneng banget fict aku di review ama senpai...

Senpai itu salah satu idola aku lho...

Hehe...

Makasih banget senpai dah mau review...

Review lagi ywa...

To: Hikari Shinju

Emang ini fict tragedy, tapi dipastikan akhirnya bakalan happy ending kok...

Tenang aja mya-chan jg gk suka sad ending..

Makasih udah review hikari-chan..

Review lagi ya..

To: 4ntk4-ch4n

Waah kita ketemu lagi nih anka-chan*peluk*...

hehehe maksih bgt udah mau review dua fict aku*peluk lagi*

Review lgi yww...

To: kazuma big tomat

Haihaihai ketemu lagi ama kazuma-chan*peluk juga*

Sudah aku update bagaimana menurutmu?

Makasih dah review..

Review lg ywwwaaa...

To: Thia2rh

Hohoi makasih dah review...

Sudah aku update ?*plak*

Hehe..

Makasih dah mau review..

Review lgi ywaahh,..

To: Fidy Discrimination

Holaaa senpai...

Seperti biasa saran senpai selalu aku tunggu...

Hehehe...*ketawa gaje*

Aku kemaren emang setengah sadar bikin fict ini jadi mungkin kata-katanya banyak yg ngebingungin ywa...

Saran senpai sudah ku ikuti..

Bagaimana senpai?

Makasih ya senpai udah mau review nd ngasih saran k aku...

Review lg ywaa...

To: naoriN

Peluk hangat untuk naorin-chan..

Hehe makasih jempolnya...

Makasih jg dah review..

Review lg ywa..

o-o-o-o-o-o-o

selesai juga membalas para reviewers...

makasih dah mau baca or baca nd review fict aku...

tunggu kelanjutan berikutnya y..

JAAA..^_^