I and Their
by
HIKARU FUJIWARA
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
Inspiration
By
"You're Beautifull"
Chapter 02
'New Member'
OOC dan sangat GAJE
;(
Enjoy it
Sakura POV
"Aku sedang dalam pencarian anggota baru S-boys, dan kuharap kau mau menerimanya!", jawab Itachi lagi dengan puppy eyes-nya. "Kumohon, Nona..."
Huh, kurasa aku telah luluh dengan puppy eyes milik Itachi itu. Sungguh… "Jika menerimanya...aku...harus melakukan apa?"
"Gampang...kau hanya...", pria bermata onyx itu berbisik ditelingku, mengatakan sebuah kalimat yang seketika membuat mata emerald-ku melebar.
"A-apa? Aku...aku harus menjadi seorang laki-laki? Itu tidak mungkin, Itachi-san! Aku tidak bisa!"
Itachi berpikir sejenak, kemudian..."oh, ayolah...Sakura-chan! Jangan sia-siakan aku! Masih banyak orang yang berebut posisi sebagai anggota S-boys diluar sana, dan kau...adalah orang yang sangat beruntung dibandingkan mereka..."
Hening. Aku terdiam, berusaha mencerna setiap baris kalimat yang Itachi katakan padaku barusan. Yah, kurasa dia memang benar. Ini adalah kesempatan yang tak akan datang sampai kedua kalinya dalam hidupku. Mengingat...menjadi seorang penyanyi adalah impianku sejak kecil. Tapi...apa tidak ada syarat lain selain 'menyamar sebagai laki-laki'?
"Terlebih kau akan mendapatkan uang yang tidak sedikit jika kau bergabung bersama kami. Jadi...bagaimana?"
"A...aku..."
Yeah, baiklah...setidaknya aku bisa meringankan beban Sasori-niisan dalam hal keuangan.
"Aku...aku...ya! Aku menerimanya, Itachi-san..."
Itachi tersenyum puas setelah mendengar jawaban yang keluar dari mulutku.
Oh, Tuhan...mungkinkah ini adalah awal kehidupan baruku yang akan segera dimulai...?
~OoO~
Normal POV
"Pakailah ini, Sakura-chan!", Itachi melempar beberapa benda kepada Sakura.
"Apa ini?"
"Itu baju, celana, dan wig untukmu. Kau harus kelihatan seperti seorang pria dimata orang lain!", jawab Itachi dengan senyum yang menempel diwajah tampannya.
"Oh..."
Mulai dari pakaian Sakura yang tadinya berbalut seragam sailor ala anak sekolahan, kini telah disulap menjadi kaos merah marun yang sengaja dibuat longgar untuk ukuran tubuh Sakura. Untuk bagian dadanya, Itachi menyuruh Sakura untuk memakai sebuah err- sejenis pembalut kain agar dadanya tak terlihat begitu menonjol. Dilengkapi dengan celana jeans berwarna gelap. Dan tidak lupa, sebuah wig rambut pendek berwarna merah.
Bisakah bayangkan penampilan Sakura sekarang?
"Wah, jika dilihat seperti ini, kau sangat berbeda dengan penampilanmu yang tadi, Sakura-chan! Kau terlihat tampan." komentar Itachi sambil memeluk Sakura erat.
Sakura tersenyum hambar didalam pelukan Itachi.
"Baiklah, ayo ketempat tujuan kita selanjutnya!", Uchiha sulung itu mengepalkan tangan kemudian mengangkatnya dengan semangat.
"Memangnya kita mau kemana lagi, Itachi-san?"
"Pokoknya kau ikuti saja aku!", jawabnya lagi, kali ini dengan menarik tangan Sakura.
~OoO~
"Yahiko-sama!", Itachi meneriakkan nama seseorang yang tengah sibuk menekan-nekan tombol pada handphone-nya.
Pria bertindik –yang menekan hp tadi- menoleh kearah Itachi, "yo! Itachi!"
Itachi menarik lengan Sakura dan mendekat kepada pria yang dipanggilnya tadi.
"Apa kabar, Yahiko-sama?", pria dengan dua garis kerutan diwajahnya itu mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan pria yang diketahui bernama Yahiko.
"Baik. Dan...kulihat kau membawa seseorang", Yahiko menatap penampilan Sakura dari bawah sampai atas, "apa dia anggota baru S-boys yang kau ceritakan kemarin?"
"Hn, padahal barusaja aku akan mengatakannya padamu".
"Oh, akhirnya aku bisa melihatmu. Haha, aku jadi terharu...", ujar Yahiko dengan mengeluarkan sedikit air mata, hm benar-benar berlebihan.
Tanpa diduga, Sasuke, Naruto dan Sai muncul dari arah berlawanan dimana Sakura dan tuan-tuannya berdiri.
"Kalian...!", sapa Itachi ketika matanya menangkap tiga sosok didepannya.
"Eh, Itachi-san, kau kesini juga rupanya?", tanya Naruto dan sejenak ia terdiam kala melihat wujud yang sangat asing baginya di belakang Itachi, "dan siapa orang itu?."
Mata Sasuke menyorot tajam kearah Sakura. Sementara orang yang ditatap hanya bergidik ngeri dan segera mengalihkan pandangan.
'Hiii, menyeramkan sekali' pikir Sakura.
"Dia, rekan baru kalian...", jawab Itachi mantap.
"Jadi ini orangnya yah? Hai, aku Uzumaki Naruto...", sapa Naruto sambil mengulurkan tangan kekarnya kearah laki-laki berambut merah didepannya itu. Sakura membalas tangan Naruto, tersenyum ramah kearah laki-laki itu.
"Namaku Sai." ujar Sai dengan senyumnya yang menawan.
"Hn. Sasuke".
"Jadi...kami boleh tau siapa namamu?"
"Namaku...?"
"Iya, namamu. Tentu saja kau memilikinya bukan?", jawab Naruto.
Sakura sejenak melirik kearah Itachi.
"Na...namaku...namaku...Sak-"
"Sakito, namanya Ichikawa Sakito." sahut Itachi tiba-tiba, membuat lima orang lainnya mengalihkan pandangan kearahnya, "apa? Ayo, Sakito...lanjutkan acara perkenalanmu!", tambahnya lagi, dan sedikit mengedipkan sebelah matanya kearah Sakura.
"Ehm, ya. Seperti yang dikatakan oleh Itachi-san tadi...namaku Ichikawa Sakito. Umurku 17 tahun. Lalu, hobiku bersepeda, memanjat pohon, dan bernyanyi. Makanan kesukaanku adalah sushi dan strawberry cake. Dan hal yang kubenci adalah...kecoa dan binatang-binatang menjijikan lainnya...dan...salam kenal...", ujar Sakito alias Sakura dengan jelas dan padat seraya membungkukkan badannya sebagai tanda perkenalan.
~OoO~
"Aku tidak yakin dengan keputusanmu ini, Sakura". Ujar Sasori yang tengah mengamati adik semata wayangnya memasukan beberapa baju dan barang lainnya kedalam koper.
Sakura menoleh sebentar pada sosok pria berambut merah dibelakangnya." Niisan, aku akan baik-baik saja".
"...", Sasori ragu dengan perkataan Sakura barusan.
Yah, wajar saja seorang kakak merasa sangat khawatir jika untuk pertama kali melepas adik kesayangannya pergi dan tinggal ditempat yang jauh darinya.
"Percayalah! Aku akan kembali dengan membawa uang yang tidak sedikit. Aku akan berusaha!", ucap Sakura lagi dengan semangat.
"Jika itu adalah maksudmu melakukan semua ini, aku tidak akan memberikanmu izin!", Sasori duduk ditepi ranjang dengan spray berwarna pink yang ada di kamar Sakura,"biarkan aku saja yang bekerja, dan kau...-"
Sang adik berpaling, tersenyum kearah laki-laki berusia 21 tahun itu,"maafkan aku, Sasori-niisan. Mungkin untuk kali ini saja aku tidak patuh denganmu..."
"Sakura-"
"Lagipula, ada niat lain yang mengharuskanku melakukan hal gila seperti ini," mata emeraldnya kembali berpaling.
Sasori diam, menanti kalimat berikutnya yang akan terlontar dibibir mungil Sakura.
"Nanti kau juga akan tahu..."
"..."
"Hoooiiiii, Sakura-chan! Aku datang!"
Sakura sontak berlari menuju jendela kamar kala suara seorang laki-laki meneriakan namanya.
"Itachi-san...! Tunggu sebentar yaaaahh!", balasnya.
Laki-laki dibawah sana mengangguk.
"Sasori-niisan, aku akan merindukanmu...", ucap Sakura sambil memeluk kakak kesayangannya itu.
"Jaga dirimu baik-baik, Sakura!"
Sakura mengangguk pasti.
~OoO~
Hari ini merupakan hari pertama Sakura di Asrama S-boys.
Apa? Asrama? Ya, sebuah bangunan besar dengan cat berwarna silver. Berbagai ruangan yang terdapat di dalamnya bisa dibilang jauh berbeda dengan asrama-asrama pada umumnya. Seluruh ruangan itu sengaja di desain modern dan disesuaikan dengan selera penghuninya, juga termasuk ruangan pribadi. Dari bagian atas bangunan asrama, terdapat balkon dengan sebuah taman mini.
Poster berukuran raksasa terpajang utuh diruang utama, yeah, poster dengan gambar-gambar Naruto, Sasuke dan Sai dalam berbagai pose. Tapi mungkin sebentar lagi semua poster itu akan tergantikan dengan poster baru yang menampilkan wujud Sakura diantara mereka bertiga.
Sungguh, ini lebih pantas disebut dengan 'rumah mewah nan megah' daripada sebuah asrama.
Sakura takjub mengamati sekelilingnya, "Itachi-san, apa ini asrama yang kau maksud?"
"Ya, kau sudah melihatnya. Apa ada yang salah?"
"Ah, tidak. Hanya saja, sangat berbeda dengan yang ada dipikiranku".
Itachi tersenyum, "nikmatilah Sakura-chan, kau sudah menjadi bagian dari S-boys sekarang".
"Ehm!"
"Baiklah, saatnya kita masuk!"
Itachi menekan sebuah tombol mungil berwarna merah yang terdapat disebelah kanan pintu. Tanpa menunggu lama, muncullah sosok laki-laki dengan rambut pirang acak-acakan tak beraturan, sepertinya orang ini baru saja bangun tidur.
"Hooaaammmhmm, Itachi-san? Dan...", mata biru muda milik Naruto terbelalak ketika menemui sosok Sakura didepannya, "Sakito?"
"Ohayo!", sapa Sakito alias Sakura sambil membungkukkan badannya.
"Sakito, kau akan tinggal disini?"
"Ya, begitulah."
"Waahhh, senangnya! Kita akan melakukan aktifitas bersama-sama!", Naruto berteriak senang sambil memeluk tubuh Sakura.
"Naruto, mana yang lain?", Itachi menengok sedikit kedalam asrama melalui celah dibalik tubuh Naruto.
"Mereka ada di dapur. Oh, ayo masuk!"
Sakura POV
Beberapa menit kemudian, Itachi-san memutuskan untuk meninggalkan kami, dia bilang ada urusan penting dengan Yahiko-sama. Tapi yaa...sudahlah, mungkin tanpa Itachi-san pun aku bisa lebih mandiri di tempat ini.
Naruto dan Sai membantuku mengangkat barang-barang kesayanganku ke kamar. Sedangkan Sasuke? Hah, orang itu duduk santai di sofa sambil menikmati secangkir kopi. Heran rasanya orang seperti itu mendapat jabatan sebagai Leader S-boys, bukannya memberikan contoh yang baik kepada anggotanya, tapi malah sebaliknya. Jika aku boleh beragumen, menurutku Sai-lah yang pantas menyandang sebagai seorang Leader. Dia ramah, murah senyum, baik, dan terlebih ia sangat berbeda dengan bocah berambut pantat ayam itu tentunya.
"Ini kamarmu, Sakito", ucap Sai ketika kami tiba didepan pintu sebuah ruangan.
"Jika kau berkenan, kami akan membantu membereskan barang-barangmu", Naruto menambahkan.
"Ah, tidak usah repot-repot. Aku bisa membereskannya sendiri", jawabku dan kudengar mereka ber-'oh'. "Terima kasih banyak untuk yang tadi".
Keduanya berlalu dari hadapanku setelah menggumamkan kata 'sama-sama'.
~OoO~
Sasuke POV
Hn, ada makhluk asing di asrama ini. Menyebalkan, ini semua karena Itachi dan ide gilanya.
Apa gunanya menambah anggota baru? Memang kuakui si Sakito itu memiliki suara yang cukup mengagumkan, tapi lihat saja! Aku berani bertaruh dia tidak akan bertahan lama di tempat ini.
Lihat! Gerak-gerik anak berambut merah itu sangat mencurigakan. Barusan kulihat ia seolah menyembunyikan sebuah benda dibalik pakaiannya saat kekamar mandi. Kira-kira benda apa itu? Kurasa aku pernah melihatnya ditelevisi. Oh, jangan-jangan... Hn, kenapa aku malah memikirkan yang bukan-bukan? Aaarrrggghh.
Sakito berjalan kearah dapur. Ketika ia lewat, ia sempat tersenyum manis kearahku, hn, kupikir itu hanya senyum keterpaksaan. Tapi tak tahu kenapa senyumannya itu sangat identik dengan senyum seorang gadis. Cih, menjijikan!
Tak lama ia keluar dari dapur, membawa tiga gelas coklat panas.
"Ini sebagai ucapan terima kasih karena kalian menerimaku dengan baik disini, silahkan dinikmati!", katanya.
Hn, menerima dengan baik katanya? Mungkin itu hanya pantas ditujukan untuk Sai dan Naruto saja.
"Ehhmmmmm, ini enak sekali, Sakito! Kebetulan sekali malam sangat dingin, coklat panasmu ini sangat membantu". Komentar Naruto dengan menepuk-nepuk punggung Sakito.
"Terima kasih".
"Sasuke, kenapa kau tidak meminumnya? Enak loh!", laki-laki bermata onyx yang sama denganku, Sai, menawarkan segelas coklat panas untukku.
"Tidak", jawabku singkat.
"Kenapa?", tanya Sai lagi.
"Aku benci yang manis-manis!"
"Maafkan teme yaah, Sakito! Si teme sikapnya memang seperti itu, dia selalu benci apa saja yang kami sukai, dan ia selalu suka dengan apapun yang kami benci". Celoteh Naruto dan segera mendapatkan deathglare dariku.
"Tak apa! Mungkin mulai sekarang aku akan belajar lebih memakluminya...dan apakah ada yang ingin tambah coklatnya?", ucap Sakito lagi sambil mengangkat sebuah poci.
"Ya! Aku mau, Sakito!"
"Aku juga".
Mereka terlihat sudah sangat akrab meskipun baru mengenal sosok Sakito dua hari yang lalu.
Dan sepertinya aku tidak cocok dengan keadaan ini.
Aku beranjak dari sofa, meninggalkan tiga orang yang kulihat kini sedang hanyut dalam canda dan tawa itu.
"Kau akan tidur jam segini, Teme?", kata Naruto sebelum aku benar-benar menaiki tangga penghubung lantai dua di asrama ini.
"Tidak"
"Lalu? Kau ingin menyendiri dikamarmu lagi, heh?"
"Bukan urusanmu..."
~OoO~
Normal POV
Sasuke berlalu tanpa menyadari adanya sebuah benda yang barusan ia tinggalkan diatas meja. Sebuah handphone mewah berwarna hitam.
Sakura mengambilnya dengan maksud ingin mengembalikan benda mungil itu kepada pemiliknya, yah meskipun ia sadar betul bahwa dirinya sangat amat malas berurusan dengan senior-nya itu. Tapi, suara ring tone yang berasal dari handphone itulah yang membuatnya melakukan ini. Lagipula suaranya sangat berisik dan mengganggu.
Sebelum ia menunjukan hp itu kepada yang lain, ia menyempatkan melirik nama seseorang yang menelpon Sasuke dari layar monitornya.
"Karin?"
"Ada apa, Sakito?", Sai -yang semenjak tadi menonton tv sambil menikmati segelas coklat- menoleh pada seseorang disebelahnya.
"Ini, barusaja Sasuke meninggalkan hp-nya disini dan ada seseorang bernama Karin yang menelponnya". Jawab Sakura seraya menunjukan layar monitor hp Sasuke.
"Oh, nenek sihir itu rupanya". Sahut Naruto.
"Nenek sihir?"
"Yeah, wanita berkacamata yang sangat fanatik dengan Sasuke. Nanti kau juga akan melihatnya". Jawab Naruto lagi.
"Kurasa aku akan mengatarkan hp ini ke kamar Sasuke". Sakura bangkit dari tempat duduknya.
"Berhati-hatilah!", Sai mengingatkannya seolah Sakura akan masuk ke kandang singa.
"Eh?", Sakura menatap Sai dengan tatapan bingung.
"Aku hanya mengingatkan saja".
Sakura masih belum mengerti dengan kata-kata Sai barusan. Kemudian, dengan santai ia berjalan menuju lantai dua asrama, dimana kamar Sasuke berada.
~OoO~
Sakura menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah pintu.
"Mungkin ini kamar Sasuke".
Tangan putih nan mulus itu mulai mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama penghuninya. Tapi Sakura merasa hal yang ia lakukan saat ini hanya sia-sia, buktinya setelah kurang lebih dari lima menit ia tidak menemui siapa pun yang membuka pintu ruangan ini untuk menemuinya atau pun sekedar ingin mengetahui siapa pelaku pengetuk pintu kamarnya.
"Kurasa aku harus masuk dan memberikan benda ini secepatnya".
Dengan sedikit ragu-ragu ia membuka pintu, dan...
tidak menemui sosok seorang Uchiha Sasuke didalamnya.
"Dimana dia? Bukankah tadi dia masuk kekamar ini?"
Sakura mengamati seisi kamar Sasuke.
'Sungguh seperti kamar seorang pangeran...' pikirnya.
Gadis itu segera ingat akan tujuan utamanya masuk kedalam privasi room milik sang Uchiha bungsu ini. Dan tanpa basa-basi ia letakkan hp mahal nan mewah itu diatas meja dengan hati-hati, ia berpikir walaupun hanya tergores sedikit saja, laki-laki berambut pantat ayam itu mungkin akan menuntutnya.
Tiba-tiba...
Sebuah pintu yang diduga merupakan pintu kamar mandi didalam kamar itu terbuka. Mengeluarkan wujud seseorang dengan selembar balutan handuk biru gelap yang hanya menutupi bagian 'bawah' saja.
"Apa yang kau lakukan dikamarku, anak baru?"
DEG
'Suara itu...'
-tbc-
Hoho...akhirnya update juga. Maaf buat yang udah nunggu sangat amat lama T.T
*dilempar telur busuk*
Ehm, untuk di chapter ini saya sengaja nambahin beberapa adegan yang hampir mirip dengan 'You're Beautifull' karena jujur saja, otak saya bener-bener error ;(
Baiklah, kalau tidak salah...kemarin ada yang nanyain Gaara yak? Maaf, aku belum ada pemikiran untuk munculin dia sekarang, jadi coba ditunggu aja yaaahhh! Karena mungkin Gaara bakal nongol di chapter depan^^
Oh, iya. Untuk chapter-chapter selanjutnya saya usahain Insya Allah bakal update setiap hari Jum'at^^
Ok, mohon beri saya review (_'_)
~HF~
