I and Their

by

HIKARU FUJIWARA

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Inspiration

By

"You're Beautifull"

Chapter 04

'who's he?"

-OoO-

Haruno Sakura: Go Mi Nam

Uchiha Sasuke: Tae Kyung

Sai: Shin Woo

Uzumaki Naruto: Jeremy

-OoO-

"Air!", gumam Sasuke pelan ketika ia membuka mata ditengah tidurnya.

Tepat pukul dua malam, saat semua orang bahkan semua makhluk hidup tengah beristirahat dengan tenang. Sasuke –dengan keadaan setengah sadar- berjalan menuju dapur, membuka kulkas lalu meminum air mineral untuk mengobati rasa hausnya. Dan…

"Itachi-ssaaaaannnnn~…sudah ku…bilang…aku, tidak…bisa melaku…kan ini…"

Laki-laki pemilik rambut pantat ayam itu hampir saja memuncratkan air yang ada dimulutnya ketika mendengar suara teriakan seseorang.

"Aku…ingin keluaaaarrr~ dari siniiiii…", suara itu makin terdengar jelas.

Sasuke menyembunyikan diri dibalik pintu dapur, sedikit mengintip untuk mengetahui siapa sebenarnya orang gila yang berteriak tak jelas ditengah malam ini.

"Hn, dia lagi". Laki-laki itu keluar dari lokasi persembunyiannya dan melipat kedua tangannya. "hey kau!"

Orang yang dipanggil hanya diam dan tidak merespon sedikit pun. Namun, ia tetap berjalan lurus membelakangi Sasuke dengan mata tertutup dan tangan didepan layaknya seorang vampire China.

"Kau pura-pura tidak mendengarku, huh?", gerutu Sasuke.

Lagi-lagi tidak ada jawaban.

Sasuke yang sudah mulai jengkel segera mendekat kearah orang itu.

"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan, Sakura?", Uchiha bungsu tersebut menarik bahu seseorang yang ternyata adalah Sakura.

"Ehmmmmm~ lepaskan akuuuu, Itaaacchi-saaannnn!"

"Itachi?", Sasuke menaikkan sebelah alisnya.

"…"

Sasuke memperhatikan penampilan sosok didepannya. "hn, kau mengigau rupanya".

"Berrhenti memaaaksaaaku, Itachi-saannn~", jawab Sakura dengan kalimat yang tak ada hubungannya sama sekali dengan perkataan Sasuke sebelumnya.

Sasuke mendengus kesal, "sebaiknya kau kembali ke kamarmu!"

Untuk kesekian kalinya Sakura diam.

"Hn, lagi-lagi kau menyusahkanku". Sasuke menggendong tubuh mungil Sakura dengan bridal style. Ketika tubuh gadis itu seutuhnya terangkat, wig berwarna merah yang ia kenakan tiba-tiba terjatuh kelantai, sehingga kini memperlihatkan rambut pink panjang terurai dikepalanya.

Sang Uchiha menatap dalam wajah damai Sakura. Entah kenapa ada sesuatu yang membuatnya merasa enggan mengedipkan mata. Sesuatu yang errr- lupakan!

"Sial, apa yang kupikirkan?", ujar Sasuke.

Sekarang ia mulai melangkahkan kaki menuju kamar Sakura.

~OoO~

Sasuke terus menggendong Sakura hingga mereka bertemu dengan sebuah pintu kamar bertuliskan 'Ichikawa Sakito'.

Kreeek!

Perlahan ia membuka pintunya dan kembali berjalan menuju tempat tidur dimana Sakura biasa membaringkan tubuhnya.

"Hn, kuharap ini untuk yang pertama dan terakhir dalam hidupku!", ujar Sasuke sinis.

Kemudian ia baringkan tubuh gadis pemilik mata emerald tersebut, tak lupa menenggelamkan sebagian tubuh Sakura didalam selimut tebal berwarna merah marun.

Tidak ada hujan tidak ada petir, tiba-tiba saja Sasuke mendaratkan tangan kekarnya diwajah mulus gadis yang tengah tertidur pulas didepannya itu. Tangannya terus menyelusuri setiap sudut kulit diwajah Sakura secara perlahan.

Terus dan terus...

Sampai akhirnya tangan itu berhenti dibibir Sakura.

Entah setan apa yang merasuki Sasuke saat ini sehingga perlahan ia kecup bibir ranum Sakura.

Tak lama kemudian, ia melepaskan bibirnya sendiri.

"Tidurlah".

Sasuke keluar kamar Sakura dengan wajah tanpa dosa, seolah tidak ingat dengan apa yang baru saja ia lakukan pada gadis pinky yang tak tahu apa-apa itu.

~OoO~

"Ohayo! Semoga ini akan menjadi hari yang menyenangkan! Iya kan, Kyuubi?"

"Guk!"

"Sakito, kau ingin mencoba selai kacang ini tidak? Aku baru membelinya kemarin malam".

"Yaaa~ mau mau..."

"Srupp...ssshh- ahhh!"

Keesokannya di pagi yang seperti hari-hari biasa. Mereka berkumpul ditaman halaman depan asrama.

Keadaan yang seperti kita lihat:

Naruto yang sibuk bermain dengan anjing kesayangannya, Kyuubi.

Sai yang selalu menemukan menu sarapan baru, walaupun untuk kali ini ia hanya menunjukkan setoples selai kacang.

Sakito (Sakura) sarapan dengan lahapnya.

Sementara Sasuke menikmati secangkir kopi dengan ditemani sebuah koran sebagai pelengkapnya. *kayak om-om aja nih bocah-plaaak-*

"Bagaimana? Enak?", tanya Sai.

"Ehm, lezat sekali, Sai", jawab Sakura sambil mengunyah roti yang telah ia oles dengan selai pemberian Sai.

Sai tersenyum.

"Hn, Sakito!", panggil Sasuke dengan sorot mata yang masih fokus membaca koran 'Konoha-News'.

"Hoo? Ada apa?", sahut Sakura, sedikit menoleh kearah Sasuke.

"Apa kau ingin bercerita tentang apa saja mimpimu tadi malam?"

"Nggg? Apa yah? Ummm, aku sendiri juga lupa tentang mimpiku kemarin". Jawab Sakura sebelum ia memasukkan sepenggal roti kemulutnya.

Sasuke diam, namun sebagian dari dirinya merasa agak sedikit lega karena Sakura sama sekali tidak sadar dengan 'peristiwa' tadi malam. 'Baguslah'.

"Memangnya kenapa, Sasuke?", ucap gadis itu lagi.

"Jika kau tidak ingat, juga tidak apa".

"Eh, tapi...ada yang aneh saat aku bangun tidur". Sakura menggaruk-garuk pelipisnya sambil menatap keatas, mencoba mengingat sesuatu.

Laki-laki yang sejak tadi sibuk membaca artikel-artikel di koran itu seketika memincingkan ekor matanya kearah Sakura.

"Ada apa, Sakito? Apanya yang aneh?", tanya si rambut duren, Naruto, dengan tatapan ingin tahu.

~OoO~

Tok tok tok!

"Yaa, aku datang!", teriak Sasori sambil berlari kecil menuju pintu utama.

Kreeekk.

"Kau?", Sasori terbelalak ketika matanya menemukan sebuah sosok laki-laki berambut merah didepannya.

"Apa kabar...Sasori?", sapa orang itu dengan senyum licik yang terukir diwajahnya.

"Gaara?"

~OoO~

"Ah, tidak ada! Sepertinya aku hanya mengigau saja, hehe!", ucap Sakura yang sekarang menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Huh, kukira ada sesuatu yang berbau horor...", Naruto memasang wajah kecewa.

"Hehehe..."

Sakura menempelkan beberapa jari dibibirnya. Ia merasa ada sesuatu yang ganjal dengan bagian itu.

Lalu matanya melirik kearah Sasuke yang sedang meneguk sedikit kopi panas.

'Tidak mungkin'

Tiba-tiba pipi Sakura dipenuhi dengan warna merah merona 'oh, jangan sampai aku berpikiran seperti ini lagi'.

Tanpa diketahui oleh Sakura, Sai –yang dari tadi memperhatikannya- menatap dengan tatapan curiga

~OoO~

"Apa yang kau lakukan disini?", Sasori bertanya dengan nada sarkastik, "kupikir kau tidak akan pernah lagi menginjakan kakimu disini setelah kau puas membuat Sakura menderita!"

Laki-laki yang diketahui bernama Gaara itu hanya menyeringai. "Dimana dia?"

"Aku tidak berkewajiban memberitahukannya padamu".

-tbc-

Holaaa~

Kembali kita berjumpa di fic yang paling amburadul.

T.T

Jujur, saat nulis fic 'I n Their' chapter 04 ini Hika lagi banyak pikiran dan ada sedikit masalah yang belom kelar *curhat*.

Jadi mohon dimaklumi kalo fic-nya rada-rada ancur ;(

*bukannya emang udah ancur dari awal?-plaak-*

Hahaha...gimana menurut kalian tentang Gaara? Hika sengaja masukin dia di fic ini sebagai mantan pacarnya Sakura. XD

Hoho, yaudah Hika gak mau ngomong panjang lebar lagi nih. Mohon minta review-nya yaahhhh~

~HF~