I and Their
by
HIKARU FUJIWARA
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
Inspiration
By
"You're Beautifull"
Chapter 06
~OoO~
Moshi-moshi, semua^^
Hika kembali dengan chapter baru nih. Oh, ya…makasih banyak yah buat kritik & saran-sarannya di review pada chapter sebelumnya^^. Hika janji bakal memperbaiki semua kesalahan, dan bakal lebih baik lagi^^.
Yaudah, mohon dibaca lagi yahhhhh! Seperti yang Hika bilang di chapter sebelumnya, anggap suasana dichapter ini seperti masih dibulan Agustus, okkeeehhhh? *dicambuk*
~OoO~
Sakura POV
Ciitttt!
Sasuke menghentikan mobilnya tepat disuatu daerah yang tampak seperti bukit kecil. Hh, tempat ini gelap sekali, aku bahkan hampir tidak bisa melihat apapun disekitarku. Kata 'gelap' selalu tak lepas dengan yang namanya 'angker', yah…itulah kata yang pantas untuk lebel area ini, sudah begitu ada berupa-rupa suara aneh terdengar dibalik semak-semak belukar yang hidup liar disekitar perbukitan ini. Hhhiiiiii…!
Ngomong-ngomong…apa yang akan Sasuke lakukan ditempat 'rawan' seperti ini?
Jangan-jangan...oh, tidak, ini sangat persis dengan film 'i-itu'. Ya, dimana ada dua sepasang kekasih didalam sebuah mobil...ditempat yang tak ada seorang pun disana...sama-sama terbuai candu asmara...dan mereka saling...kyaaaaaaaa! itu tidak boleh terjadi padaku. Tidak boleh!
"Kau kenapa?" suara serak Sasuke berhasil membuyarkanku dari lamunan tak senonoh. Ia menoleh kerahku dengan tatapan bingung.
"Ti-tidak apa-apa..."
"Apanya yang 'tidak apa-apa'? Wajahmu pucat begitu, " ujarnya lagi.
"Hah? Benarkah?" tanyaku balik sambil memegangi kedua belah pipiku.
"Hn, kau sakit?"
"Tidak. Aku...baik-baik saja".
Sasuke tak merespon kata-kataku lagi, diam. Sesekali ia melirik jam tangannya seolah menantikan sesuatu yang ia tunggu.
"Apa yang akan kau lakukan ditempat ini, Sasuke-kun?"
"Menikmati pemandangan, " jawabnya santai.
Oh, Tuhan...dia benar-benar tidak normal.
"Kau gila? Memangnya apa yang bisa kau nikmati dengan suasana gelap gulita seperti ini, hah?"
Lagi-lagi ia tak menjawab pertanyaanku. Dan keluar dari mobil tanpa membawa alat penerang apapun ditangannya. Dasar pantat ayam bodoh, apa lagi sih yang akan dilakukannya?
"Hey, mau kemana kau?"
"Ikut?" Sasuke sedikit membalikan tubuhnya.
"Tidak! Aku disini saja, " jawabku sambil menyilang kedua tangan didepan dada.
"Hn, kau yakin akan tetap disitu?"
"Yeah!"
"Meskipun kau tidak bisa menikmati 'itu'?" si manusia kulkas itu mengarahkan pandangannya keatas.
Merasa penasaran dengan apa yang ia maksud, aku pun mendongak kearah langit malam yang kini penuh dengan percikan kembang api berwarna-warni.
Normal POV
"Waaahhh, indahnya..., " ujar Sakura takjub kala menatap pemandangan indah dari atas sana.
"Kau masih ingin didalam, Nona Haruno?" goda Sasuke dengan seringai mautnya.
Dengan semangat Sakura keluar dari mobil demi menyaksikan festival kembang api yang selalu ia tunggu setiap tahun.
"Kau menyukai kembang api?" tanya Sakura, menengok kearah laki-laki disampingnya.
"Hn".
Gadis itu tersenyum dan kembali menikmati kembang api, "aku juga".
Dduuuuaaaaaaaarrrr cik cik cik..!
"Sasuke-kun! Lihat! Warnanya biru dan merah muda!"
Sasuke menengadah, mata onyx-nya turut sejajar dengan jari telunjuk Sakura yang masih mengarah pada sepercik kembang api berwarna pink dan biru diatas sana. Laki-laki itu sedikit menengok kesamping, menatap dalam raut wajah seorang gadis pinky yang masih terpaku dengan pemandangan kembang api. Sasuke menarik ujung bibirnya, sehingga membentuk sebuah senyum yang sangat amat jarang ia tampakkan dipermukaan(?).
'Aku ingin selalu melihatnya seperti ini...' ucapnya dalam hati. Dan kembali lanjut menyaksikan ribuan percik kembang api.
"..."
"Wah, wah, wah...kalian terlihat sangat...romantis".
Satu suara berhasil membuat mereka menengok kearah seorang pria berambut merah yang sangat diduga kuat adalah sumber dari suara serak barusan.
Dengan seketika mata emerald milik Sakura membulat dengan sempurna, "Ga...Gaara?"
"Hn, apa kabar, Sakura?"
Sasuke memincingkan matanya kearah Gaara, merasa kehadiran sosok pria itu seolah mengusik 'acara'nya bersama Sakura.
"A-apa yang kau lakukan disini?"
Seringai muncul dari wajahnya, "apa yang kulakukan disini, hm? Yah, tentu saja untuk mengambilmu kembali". Jawab Gaara dengan santai.
Sakura membiarkan mulutnya sedikit terbuka, sulit menyadari bahwa ini adalah kenyataan dimana ia harus bertemu dengan makhluk ini lagi. Padahal, ia sudah cukup bahagia setelah beberapa tahun lamanya tidak menemukan batang hidung Gaara didalam hidupnya. Namun, kali ini...
"Oh, lihat! Ternyata ada satu ekor personel 'S-Boys' disini!" Gaara berseru pada dirinya sendiri.
'Hn, satu ekor katanya? Dia kira aku ini apa?' pikir Sasuke, kini terlihat beberapa urat 'emosi' muncul dijidatnya.
"Jangan katakan padaku kalau kau juga menginginkan Sakura,...Uchiha Sasuke!" Gaara mulai berpose serius.
Sasuke menghembuskan nafas panjang, "jika itu memang benar, seharusnya kau tidak mempunyai hak untuk berkata seperti itu, " katanya dengan tampang cool –abis- XDD.
Gaara menyeringai untuk kesekian kalinya.
"Sakura...bukan gadismu lagi, Gaara, " Sasuke sengaja menekan dibagian kata 'gadismu'.
"Sudahlah, Sasuke! Sebaiknya kau diam saja. Kau tak perlu ikut dalam masalahku dan Sakura!"
Sementara dua pria cool itu tengah berdebat –memperebutkan Sakura-, gadis yang dimaksud malah bengong dalam arti ia bingung harus bicara apa.
"Hn, sudah kukatakan padamu...kau tidak mempunyai hak untuk berkata seperti itu!" tiba-tiba Sasuke menarik lengan Sakura dan...
"Eh?".
'Cuuppp!' Sasuke mencium bibir mungil Sakura lama dan lama –sekali-. Anehnya Sakura tidak memprotes atas perlakuan refleks dari Sasuke ini. Dan alhasil, Gaara hanya bisa terbelalak ketika menyaksikan adegan ciuman itu dihadapannya. Good job, Sasu-chan! xp
"Karena sekarang...dia adalah milikku, kau mengerti?"
"Sa-Sasu...-"
"Kita pulang!" Sasuke kembali menarik lengan Sakura, kali ini ia membawanya menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat dimana mereka menyaksikan kembang api tadi.
"Aarrrgghhh! Sial!" teriak Gaara frustasi.
~OoO~
"Sasuke-kun..." suara Sakura memecahkan keheningan didalam mobil yang hanya berisi mereka berdua. Entah kenapa, sejak 'kejadian' itu, mereka jadi saling berdiam diri.
"Hn?"
"Untuk yang tadi...terima kasih yah".
"Hn".
"Oh, ya! Tadi itu...kau tidak serius kan?"
"Yang mana?"
"Ummm, saat kau menciumku...dan...ka-kau bilang...-" Sakura blushing.
Sasuke sengaja menghentikan mobilnya.
"Nngg? Kenapa berhenti?" tanya Sakura heran.
Pria rambut pantat ayam itu menoleh pada Sakura, "aku serius ketika menciummu".
Deg!
"Begitu juga ketika kukatakan bahwa 'kau adalah milikku'..."
Deg! Deg!
"Aku mencintaimu...Haruno Sakura".
Deg! Deg! Deg!
Sekarang wajah Sakura benar-benar seperti kepiting rebus.
"A-ku juga...mencintaimu, Sasuke-kun..."
~OoO~
Bruukkk!
"Ohaiyou, Sakito!" Naruto menindih badan Sakura/Sakito yang tengah tertidur pulas dengan posisi tengkurap diatas tempat tidurnya.
"Uhhhgghh~ Naruto! Hen..tikk..kkann! aku tidakkk...bisa berrhhggg- nafasshh! Uhuk!"
"Sudahlah, Naruto! Kau sangat kekanak-kanakan, " tegur Sai yang berdiri tak jauh dari kasur.
"Hehehehehe~" Naruto hanya senyam-senyum tanpa mempedulikan penderitaan Sakura yang merasa seperti berada diambang antara hidup dan matinya.
"Tidurmu nyenyak sekali, Sakito"
"Hhoooaaaaaammm! Yeah, mungkin aku terlalu lelah".
"Memangnya...tadi malam kau kemana saja bersama Sasuke?" tanya Naruto penasaran.
Sakura kembali teringat kejadian-kejadian tadi malam yang sangat teramat tak terduga olehnya. Dan itu kembali membuatnya blushing.
"Sakito, kau tidak apa-apa? Wajahmu memerah". Sai berwajah khawatir.
"Hmmm, sepertinya aku salah memberi pertanyaan, " pria pirang itu menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Merasa bahwa pertanyaan darinya yang membuat Sakura/Sakito menjadi aneh tanpa sebab.
Guuubbbrrraaaaaakkk!
Pintu kamar dibuka secara kasar oleh seorang pria berkacamata hitam dengan dua garis kerut diwajahnya. Yah, sudah tahu kan itu siapa?
"Hey, nak! Ada kabar bagus!" Itachi mengancungkan jempolnya.
"Ada apa, Itachi-sama?"
"Lihat ini!" ia memperlihatkan selembar kertas, "kita diundang dalam konser besar-besaran bersama penyanyi-penyanyi terkenal lainnya! Baaannnnzzzaaaaiiii!"
"Hah? Benarkah?"
"Kapan?"
"Waktunya tinggal beberapa minggu lagi...yah, mungkin kali ini kalian diharuskan extra latihan". Jawab Itachi, "hmmm, Sakito! Ini merupakan konser pertamamu. Jadi, bersemangatlah!". Lanjutnya lagi.
"Eh?"
-tbc-
Hah? Apa-apaan neh? Jelek banget! Hiksu hiksu hiksu...*nangis dipojokan*. Maaf yah kali ini chapternya kurang panjang :(...yah, atau bisa dibilang sangat teramat pendek T_T. Dan maaf juga untuk keterlambatan update yang sudah memakan waktu hampir lebih dari sebulan.
Yaudah deh, langsung aja! Hika minta review-nya dongggg! *puppy eyes*
Review dari anda-anda semua sangat membantu agar Hika lebih semangat lagi nulisnya^^
Arigatou gozaimasu
~Hikaru Fujiwara desu~
