Haloooo :) Aku senang ternyata banyak juga ya yang suka SasoSaku hehehe, berarti aku nggak sendiri dong :3

Ok, ini balasan review ya…

Miamau Kakashi : Wehee suka SasoSaku juga yaa..?? Sama dong *tos* (^^) Boleh manggil aku siapa aja kok, terserah mau Kira atau De-chan pokoknya yang menurut Mia enak aja hehe, tapi sebenarnya aku lagi seneng dipanggil Kira hohoho *ditendang* (O\\\\O) eeeh..!? Fic saya selalu keren..!? Masa' sih? Kalo gitu makasih banyak yaaa..!! :D *terharu* Ok, thanks dah di review dan fave yaa..!! :)

Ka hime cullen : Jangan terlalu memuji ah hohoho *narsis kumat –ditendang* tapi makasih banyak dah review yaa ka..!! Btw, aku suka profpicnya :3

Chiwe-SasuSaku : Hohohoho *tawa mencurigakan (?)* hehehe makasih atas pujiannya Chiwe (^\\\\^) Hah!? SasoSaku di urutan keempat..!? (o.O) Kalo aku urutannya SasuSaku, SasoSaku, GaaSaku, KakaSaku, ItaSaku hehe tapi aku (sangat) anti NaruSaku, karena aku sukanya NaruSaku friendship (^^)b *siapa yang nanya..!? –dilempar sandal* jiah, kalo gak ada Sasukeku yang tercinta, fic gak bakal seru..!! Anda ini bagaimana sih..!? *maksa -dibantai* haha bercanda, ok thanks dah review yaa..!!

KuroShiro6yh : Ok dah, kuusahakan fic ini bakal seru..!! Dan gak bakal kalah dari MEOML hohoho *Masaa'..?? –mengais pasir di pojokan* ok, thanks dah review yaa Kuro-chan..!! ^^

Naru-mania : Makasih sudah bilang fic ini keren (^^) kalau akunya keren gak..!? *diiket trus dIBUang ke laut* hehe bercanda, Sasuke jadi apa? Baca di chap ini ya, terus.. SUKA SASORI JUGAAAA...!? (O.O) *lebay -ditampol* iya iya, sama dong kayak aku. Sasori juga ada di urutan kedua pacarku di anime Naruto setelah Sasuke hohoho *Siapa yang mau..!? –dihajar Sasori + Sasuke fc* ok, thanks dah review yaa..!! ^^

Ruki_ya : Iya hahaha makasih dah bilang fic ini keren :3 *diiket sebelum narsisnya kumat lagi* ok, ini udah update. Thanks dah review yaa..!!

Kiran angel lost : Iya SasoSaku ^^ *angguk-angguk* haha iya kasihan Sasori, tapi tak apa biarkan saja *dihajar Sasori fc* ok, thanks dah review yaa (^O^)

Nakamura Kumiko-chan : Iya, SasoSaku gak buruk-buruk amat kok :3 hehe ini udah update, ok thanks dah review dan fave yaa..!! :D

Fujimoto Izumi : Samaaa, aku juga (sangat) suka pair ini..!! XD Setelah membaca fic kak Shena yang SasoSaku dan kelihatannya fic SasoSaku udah jarang, makanya aku bikin fic ini wehehehe (^^)a *siapa yang nanya? –dilempar sandal* ok, thanks dah review dan fave yaa..!!

Nuri-nuri : Hahaha iya bener juga, sabar ya Saso-danna *ngelus kepala Sasori –dihajar Saso fc lagi* he eh, kalo bisa habis biasanya kalau masih awal-awal susah ngasih romancenya :3 *ngeles –dihajar massa* ok, thanks dah review yaa..!!

Kuroneko Hime-un : Iya, Sasuke datang di chap ini kok tenang aja hahaha *sweatdrop* kalau Sasori dan Sakura dijadiin cosplay... *mikir* pasti keren banget..! Apalagi kalau orang yang jadi cosplaynya cocok wkwkwk, ok thanks dah review yaa (^^)b

Haruchi Nigiyama : Haha iya dong, apa artinya fic kalau tidak ada Sasuke-kun..?? :3 *dihajar* haha bercanda, ok thanks dah review dan fave yaa..!! ^^

Intan : Hahaha dasar, iya aku udah update hehe maaf kalo lama ya (^^) ok, thanks dah review..!!

Furu-pyon : Hahaha iya, kalau bikin fic selalu inget hukum SasuSaku XD pokoknya aku suka perpaduan biru tua dan pink, lalu merah dan pink, kereen dah..!! :D Tapi tetep lebih keren biru tua dan pink dong hohoho *dibantai* hehe ok, thanks dah review..!!

Ryuku S. A. J. : Hahaha gak papa kok, gak telat-telat amat :D iya sama udah lama gak ada yang bikin fic SasoSaku lagi hehe makanya aku bikin (^^) Tadinya mau bikin fic ini pairing SasuSaku, tapi karena udah banyak dan aku lagi seneng SasoSaku jadi deh fic ini wehehe XD btw, thanks dah review..!! :)

Udah selesai balas review, sekarang selamat membacaaa..!!



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto

Genre : Romance/Mystery

Pairing : SasoSaku, SasuSaku

MY BUTLER IS SUCK !!



CHAPTER 2 : WHY ME…!?

Pagi buta sekitar jam 04.30. Yah, wajar saja dibilang buta, masih gelap gulita begini kok. Tapi di kediaman Haruno, atau lebih tepatnya di kamar pemban- eh bukan, kamar khusus butler, sudah ada yang berbincang-bincang. Siapa lagi kalau bukan butler baru di kediaman Haruno, Sasori. Wajahnya terlihat bosan dan kesal, tapi sepertinya itu ditujukan pada lawan bicaranya di telepon.

"Jadi..??" gumam Sasori si pemilik wajah baby face itu dengan wajah merenggut dan membaringkan dirinya di atas kasur, sambil tetap menaruh Hpnya di depan telinga.

"Ya gitu..!! Gimana dong Sasori..!? Bingung aku, mana si Deidara dari tadi raung-raung gak jelas di kamar, huwaaaa Sasori tolooong..!!" teriak lawan bicara Sasori dari Hpnya.

"Pein, kau iniiiii..!! Baru juga ditinggal sehari udah bikin masalah..!! Hah, tahu gini si Deidara gue ajak jadi butler..!!" gusar Sasori sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.

"Kok gituuu...!? Salahin telor ceploknya dong..!! Aku kan masak biasa aja, tiba-tiba item sendiri..!!!" gumam Pein membela dirinya. Sasori mengambil nafas panjang.

"Pein, bosku yang paling bodoh sedunia. Harus berapa kali kukasih tahu kalau telor ceplok itu hanya perlu digoreng selama kurang lebih 10 menit..?? BUKAN SELAMA 2 JAM..!!?" balas Sasori dengan penekanan di setiap katanya. Yah, walau di kata-kata terakhirnya dia sedikit teriak.

"Ngg, anu... habis tadi Konan nelpon terus.."

"Terus apa? Kelupaan gara-gara pacaran? Tapi tahu gitu, malah tetep lu siapin buat Deidara? Oh, pintar sekali lu bos," gumam Sasori sambil mengerutkan keningnya.

"Tapi gue juga heran, kok si Deidara masih mau makan? Padahal harusnya dia kan tahu, kalo tuh telur udah jadi item?" tanya Sasori lagi. Pein cengengesan.

"Hehehehe, aku bilang ke Deidara kalau telurnya udah dikasih kecap, jadi item deh hehehehe," jawab Pein seolah tanpa dosa. Ingin sekali Sasori menghajar bosnya saat itu.

"Huh ya sudahlah, nanti gue usahakan pulang sebentar. Awas kalau sembelit akut Deidara tambah parah, siap-siap masuk ruang ICU Pein," sahut Sasori dengan nada berbahaya. Pein hanya menjawab 'iya' yang sepertinya agak gemetaran.

"Oh ya, satu hal lagi Pein,"

"Y.. Ya, ada apa Sasori-kun..??"

"Aku akan sangaaaat berterima kasih, kalau kau tidak mendekati dapur selangkah pun. Ngerti ya, Pein-chan..??" kata Sasori dengan senyum sekaligus nada yang berbahaya.

"I.. Iya, ngerti deh..."

"Bagus.."

"E.. Eh, Sasori udah dulu ya. Konan nelpon nih, nanti kalau gak di angkat dia ngambek, jaa nee..!!" gumam Pein dan langsung mematikan Hp. Sasori memutar bola matanya bosan, lalu kembali membaringkan diri.

"Dasar, bohongnya ketahuan banget. Dia pikir gue gak tahu apa, si Konan itu bukan cewek yang gampang ngambek? Hhh dasar," gumam Sasori dengan dirinya sendiri. Perlahan dia memejamkan matanya, baru saja dia akan terlelap...

"BUTLER JELEEEK..!! SIAPIN SARAPAN..!!!" teriak seorang perempuan. Spontan Sasori kaget dan langsung bangkit dari tempat tidurnya.

"Duh, apaan sih cewek sialan itu? Kan masih jam lima pagi..!? Cih," gumam Sasori dan dengan segera memakai seragam butlernya. Lalu dia keluar, tanpa sempat merapikan rambutnya. Di luar seorang gadis berambut pink, memperhatikannya dari bawah ke atas.

"Maaf, saya ketiduran Sakura-sama..." sahut Sasori sambil sedikit membungkuk. Sakura mendengus dan berkacak pinggang.

"Huh, orang nggak becus kayak gini jadi butler khusus gue. Males banget deh," ketus Sakura lalu duduk di kursi meja makannya. Sasori saat ini sedang mengepal tangannya erat-erat hingga memerah.

"Cepetan siapin sarapan..!! Gue mau ke sekolah nih..!" gumam Sakura sambil menyilangkan kakinya.

"Ba.. Baik," jawab Sasori gugup lalu segera berlari ke dapur. Dalam hati, dia berkali-kali mengutuk majikannya yang satu itu.

Di dapur, Sasori sibuk menyiapkan sarapan berupa sandwich. Saat sedang mengambil tomat, tiba-tiba seseorang menepuk bahunya yang bidang.

"Ah, ada apa Mila-sama?" gumam Sasori sambil sedikit membungkuk. Mila, yang merupakan ibu Sakura itu tersenyum lembut.

"Ngg Sasori, umurmu berapa..?" tanya Mila Haruno.

"Eh, 18 tahun," jawab Sasori bingung.

"Wah, berarti harusnya kamu masih kelas 3 SMA ya..?" tanya Mila lagi, Sasori terlihat berpikir lalu mengangguk. Mila memberikan sebuah kantong plastik padanya.

"Eh seragam sekolah? U.. Untuk apa?" tanya Sasori bingung.

"Tentu saja untuk kamu sekolah. Sakura harusnya sekarang kelas 2 SMA tapi dia masuknya kecepetan jadi sekarang dia kelas 3 SMA juga, aku ingin kamu menjaga Sakura di sekolah juga," jawab Mila sambil tersenyum. Sasori terbengong-bengong.

"Ha.. Hah? Jadi saya juga harus menjaga cewek si- ma.. maksudku Sakura-sama di sekolah?" tanya Sasori setengah tidak percaya. Mila tertawa geli melihat tampang polos Sasori.

"Iya, bagus kan? Kamu juga bisa sekalian belajar, kapan kamu berhenti sekolah?" tanya Mila lagi.

"Kalau.. tidak salah, sekitar 2 tahun yang lalu," jawab Sasori masih sedikit bengong.

"Nah, gak terlalu lama, kan? Setidaknya masih bisa mengejar pelajaran oke? Tenang saja, ibu sudah menelpon sekolahnya kok, sekarang kau sudah bisa masuk," jawab Mila dengan santai, Sasori terbelalak.

"Eeeh..!? Sekarang?" tanya Sasori. Mila mengangguk lagi.

"Iya, nah cepatlah bersiap. Kamu berangkat bareng Sakura. Hati-hati ya," gumam Mila lalu dia berlalu. Sasori terpaku di tempat sampai....

"BUTLER JELEEEEK !! LAMA BANGET SIH..!?" teriak Sakura lagi. Sasori langsung mempercepat langkahnya membuat sandwich dan jadilah. Segera Sasori membawanya ke ruang makan.

"Gomen, sudah membuat anda menunggu lama," gumam Sasori agak membungkuk lalu memberikan sandwich mewah itu padanya. Tanpa basa-basi Sasori langsung berbalik ke kamarnya dan menutup pintu, membuat Sakura heran.

"Eh, berani banget tuh butler..? Ah bodo, yang penting makan dulu aja deh," gumam Sakura pada dirinya sendiri.

Sakura memakan sandwichnya dengan lahap. Sepertinya sandwich buatan Sasori itu enak sekali ya? Sampai-sampai piringnya bersih tidak bersisa. Setelah mengelap bibirnya dengan sapu tangan yang ada di meja, Sakura mengambil tasnya dan menuju pintu keluar dengan malas-malasan.

"Bu, aku ke sekolah dulu ya..." gumam Sakura sambil terus berjalan, tanpa mempedulikan ibunya yang sedang menatapnya menunggu jabatan tangan dari sang anak. Sasori yang sedang memakai jas sekolahnya langsung menegur Sakura yang ada di depannya.

"Sakura-sama, anda harus mencium tangan IBU anda sebelum berangkat ke sekolah kan?" tegur Sasori. Sakura berhenti melangkah, dan dengan kesal dia berbalik.

"LU NGGAK-"

Sakura tidak melanjutkan kata-katanya. Dia tertegun dengan penampilan Sasori yang tahu-tahu sudah memakai seragam untuk anak cowok di sekolahnya. Sakura mendecih dan dengan kesal dia bertanya pada ibunya...

"Bu..!! Apa-apaan ini..!? Kenapa tahu-tahu si butler jelek ini pake seragam anak cowok sekolahku..!?" tanya Sakura dengan wajah tidak percaya. Sasori kesal dengan ekspresi wajah Sakura saat itu, sedangkan IBUnya hanya menjawab dengan lembut.

"Tak apa kan? Sasori juga masih umur pelajar, dia punya hak untuk mendapat pendidikan. Lagipula sekalian dia menjagamu di sekolah," jawab Mila dengan senyum yang menenangkan. Sakura mendecih dengan kesal lalu berbalik kemudian berlari.

"AKU MEMANG BENCI IBU..!! IBU SOK CAMPUR URUSANKU..!!" teriak Sakura sambil berlari dengan cepat. Mila langsung menunduk sedih, sedangkan Sasori yang tidak menduga Sakura akan berkata seperti itu, langsung berlari mengejar gadis itu setelah minta izin pada Mila.

"Sa.. Sakura-sama..!! Tolong berhenti..!" cegat Sasori sambil memegang tangan Sakura. Gadis pink itu spontan menampik tangan Sasori dan menatap laki-laki itu dengan tatapan membunuh.

"Jangan pernah memegangku dengan tangan kotormu itu..!!" ancam Sakura. Sasori tertegun, rupanya Sakura sedang menahan air mata yang sudah siap jatuh ke pipinya yang bersih.

"Sakura-sama..." setelah Sasori mengucapkan itu, Sakura langsung berbalik dan kembali berlari. Sasori terdiam menatap punggung Sakura yang semakin menjauh...

"Rasanya, aku jadi melihat diriku di masa lalu,"

-

-

-

Konoha Elementary High School..

"Hei Sakura-chan, gimana kabarnya hari ini?"

"Biasa aja,"

"Sakura-chan cantik amat sih hari ini?"

"Terima kasih,"

"Sakura-chaaan, aku beli hadiah untuk Sakura-chan..!!"

"Terima kasih,"

"Sakura-chan, nanti malam ada waktu gak?"

"Aku sibuk terus akhir-akhir ini,"

"Sakura-chaan..!!"

"Sakura-chaaan..!!"

Begitulah pemandangan yang dilihat Sasori di depannya. Di luar dugaan, Sakura sangat terkenal di sekolahnya. Sasori sampai kewalahan karena berkali-kali dia ditarik anak-anak cowok supaya menjauh dari Sakura. Sehingga sekarang Sasori di belakang kerumunan anak-anak cowok yang mengikuti Sakura. Tapi bukan cuma itu, Sasori sendiri risih dengan pandangan-pandangan anak cewek yang menatapnya aneh bahkan ada yang bisik-bisik melihatnya.

"Hei kalian semua, minggir..!!" perintah seseorang tiba-tiba. Karena orang itu ada di depan Sakura, sedangkan Sasori ada di paling belakang, Sasori jadi tidak bisa melihat siapa yang mengatakan itu tadi hingga anak-anak cowok yang tadi berisik itu jadi diam.

"Sasuke..." gumam Sakura melihat cowok berambut biru tua itu menghampirinya. Lalu dengan tenangnya laki-laki yang kelihatan pendiam itu memegang lengan Sakura dengan erat.

"Lho? Sasuke, bukannya kamu sudah putus sama Sakura-chan?" gumam salah satu dari mereka. Yang lain meng'iya'kan.

"Hn, kalian mendengar gosip yang salah," gumam Sasuke lalu menarik Sakura hingga mereka berdua hilang dari pandangan para cowok itu. Tentu saja hal ini membuat para cowok fans Sakura ini bersorak kecewa dan segera membubarkan diri hingga menghalangi jalan Sasori.

"Aduh, mana sih cewek sialan itu..?" gumam Sasori di tengah desakan-desakan para cowok itu. Setelah dia berhasil lolos, Sasori mencoba berlari di koridor mengira-ngira ke mana Sakura dan cowok itu pergi.

Sasori terus berjalan tanpa tujuan. Kepalanya celingak-celinguk mencari Sakura. Saking sibuknya mencari, dia sampai tidak mempedulikan para cewek yang semakin asyik memperhatikannya. Begitu sampai di ujung koridor yang ternyata adalah kamar mandi, Sasori berbalik kecewa.

"Yaaah, toilet. Ke mana sih perginya cewek itu..?" tanya Sasori entah pada siapa sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.

Lalu saat melewati pintu belakang, tiba-tiba dia mendengar suara dua orang yang sedang berbicara. Begitu diintip, rupanya Sakura sedang bersama seorang cowok berambut biru tua. Sasori terus memperhatikannya, sampai-sampai dia mendengar pembicaraan di antar mereka berdua...

Di bagian Sasuke dan Sakura...

"Sasuke, apa-apaan kau tadi..?" tanya Sakura, memulai pembicaraan sejak tadi Sasuke menarik tangannya.

"Apa?"

"Kok apa sih..? Yang tadi kau bilang, kita putus itu cuma gosip?" tanya Sakura lagi. Sasuke terdiam.

"Hmph, bukannya emang iya..?" tanya Sasuke balik. Sakura menatapnya dengan kesal.

"Tentu saja itu bukan gosip, Sasuke..!! Kita memang sudah putus sejak 2 hari yang lalu..!" terang Sakura. Sasuke hanya diam menatapnya.

"Jangan bilang kau lupa ya," tambah Sakura lagi. Sasuke hanya mendesah pelan.

"Aku tidak lupa, tapi aku ingin melupakannya bodoh," gumam Sasuke tiba-tiba. Sakura terbelalak dengan wajah polosnya.

"Bo.. Bodoh..!?" gumam Sakura. Wajahnya sedikit memerah. Sasuke awalnya diam, lalu dia menyunggingkan senyum kecil di bibirnya yang dingin.

"....Sakura.."

Sakura mendongak, lalu tiba-tiba Sasuke memegang kedua pipinya dan menyandarkan kepala gadis itu di pohon yang ada di belakang Sakura. Sasuke mencium bibir mungil Sakura dengan lembut, sedangkan Sakura memegang tangan Sasuke yang memegang pipinya. Dan terlihat Sakura memang membalasnya, walau akhirnya gadis itu juga yang melepaskan ciuman lembut itu.

"Cukup," gumam Sakura sambil menurunkan tangan Sasuke dari pipinya. Lalu dia berbalik pergi, Sasuke hanya menatap punggung gadis itu lalu dia juga berbalik. Mereka saling membelakangi.

Sakura membuka pintu belakang tempat dia dan Sasuke tadi masuk. Tapi betapa kagetnya, saat dia menoleh dan melihat Sasori sedang menatapnya tegang. Terlihat wajahnya sangat memerah seperti habis melihat sesuatu. Sakura bingung melihatnya, lalu dia pun akhirnya tersadar. Wajahnya ikut memerah.

"Bu.. Butler jelek..!! Kau lihat adegan tadi..!?" tanya Sakura gugup sambil menatap Sasori dengan kesal.

"A.. A.. Saya tidak melihat apa-apa," gumam Sasori.

"JANGAN BOHONG..!!" bentak Sakura akhirnya.

"Be.. Benar kok, saya tidak lihat anda ciuman bibir..!!" gumam Sasori. Sakura tertegun, sedangkan Sasori pun terlihat baru sadar dan dia spontan menutup mulutnya.

"Ja.. Jadi, lu lihat ya..??" tanya Sakura dengan penekanan di setiap katanya. Wajahnya tambah merah dan menunduk, menahan amarah. Sasori terlihat berpikir, lalu dia tersenyum licik.

"Oh ya, keadaan ini bisa gue manfaatkan untuk membuat cewek sialan ini tunduk pada gue," batin Sasori dalam hati. Lalu dia berdehem.

"Ehem, jadi.. apa Mila-sama sudah tahu tentang ini..?" tanya Sasori sambil mengangkat sebelah alisnya. Sakura tertegun.

"Eh.. Ja.. Jangan beri tahu..!! Ibu bisa memindahkan aku ke sekolah asrama kalau tahu hal ini..!!" pinta Sakura. Sasori kembali tersenyum licik.

"Hmm, gimana ya..?? Saya kan hanya seorang butler yang ditugaskan mengawasi anda," gumam Sasori sambil bersungut-sungut.

"Jangaaan..!! Jangan beri tahu ibu..!!" pinta Sakura, bahkan sekarang dia sampai duduk dan memegang celana Sasori yang sedang berdiri tegak di depannya.

"Ah baiklah, tapi ada syaratnya Sakura-sama..." gumam Sasori lagi. Sakura mengangkat alis.

"Anda harus menuruti semua perintahku, bagaimana? Apa anda setuju, Sakura?" tanya Sasori sambil mengusap kepala Sakura.

"A.. Apa? Bagaimana kalau ibuku heran melihat aku menuruti perintah butlerku sendiri..!?" tanya Sakura lagi.

"Tenang saja, gue juga gak mau kehilangan pekerjaan ini. Jadi di depan Mila-sama, gue akan menuruti semua perintah lu. Tapi selain itu... lu tahu kan?" gumam Sasori lagi, kali ini sambil memegang dagu Sakura.

TEEEEEETT TEEEETTT

"Eh, udah bel masuk ya? Baiklah Sakura, tunjukkan kelas gue ya," perintah Sasori yang langsung berdiri dan jalan membelakangi Sakura. Di dalam hatinya dia tertawa kemenangan...

"Hahahahahahaha...!!! Satu masalah selesai..!! Rasain bagaimana menderitanya jadi anak buah gue, cewek sialan..!!"

Sakura di belakang Sasori sedang mengepal tangan erat-erat, sudah siap menghajar laki-laki di depannya. Tapi sayang, untuk kali ini dia harus menahan niat itu. Yah, sebenarnya kedua orang ini sedang mengutuk lawannya masing-masing.

"Kurang ajar..!! Kenapa gue jadi anak buah butler gue sendiri..!? Gue harus buka kedok orang ini, siap-siap mati aja lu..!!"

To Be Continued



Wah wah, kenapa jadi saling mengutuk begini..?? (-,-)a

Sasukenya udah muncul sih, tapi kok rasanya aneh ya? Habis kayaknya maksa gitu hehe *dichidori* ya sudahlah, boleh minta review..?? :3