Yo, halo semua..!! SasoSaku come back again..!! XDD *dilempar sandal jepit* ehem, mulai sekarang aku jawab review di akhir cerita aja ya hohoho *PLAK*
Yak, cukup basa-basinya. Selamat membacaaa..!!
Disclaimer : Always Masashi Kishimoto…
Genre : Romance/Friendship
Pairing : SasoSaku, SasuSaku
MY BUTLER IS SUCK !!
CHAPTER 3 : RIGHT
Pelajaran pertama, sejarah dimulai di kelas XII A dengan berisik. Sangat berisik, sampai-sampai sang guru berambut perak tidak bisa mendengar suaranya sendiri. Dan memang dasar cuek, bukannya memperingati atau apa dia malah membaca Icha Icha Paradise menunggu anak-anak tenang. Tapi mereka malah ngelunjak, alhasil anak-anak itu terus ngobrol tanpa mempedulikan gurunya. Ironisnya, guru bernama Kakashi itu terlihat tidak sadar.
Bagaikan dendam, sang Kakashi Hatake mengadakan ulangan tanpa memberi tahu sebelumnya. Tanpa perasaan, soal-soal mengerikan itu menyerang para anak-anak hingga mereka tidak berkutik. Begitulah sistem pengajaran di kelas XII A setiap hari. Dan sialnya untuk murid baru di sana, dia sudah harus mengerjakan ulangan yang pelajarannya belum pernah dia pelajari sebelumnya, tepatnya selama 2 tahun dia belum belajar lagi. Guess who?
"Siaaaal..!! Pelajaran apaan nih? Tanggal berapa Nagasaki di bom tentara sekutu? AAAAKH, lupaaa..!!" gerutu anak baru berwajah baby face itu dengan stress sambil mengacak-acak rambut merahnya. Semua anak memperhatikannya dengan tatapan kasihan. Sedangkan seorang gadis berambut pink yang duduk di sebelahnya mendengus kesal.
"Berisik, baka..!! Masa' gitu aja gak tahu?" gerutu gadis pink itu. Sedangkan laki-laki berambut merah itu mengernyit lalu berbisik.
"Hoi, kasih tahu dong Sakura, udah kepepet banget nih," bisik laki-laki bernama Sasori itu dengan wajah stress 5 watt. Gadis yang dipanggil Sakura tadi memutar bola matanya bosan.
"Gak..!! Ngapain gue ngasih tahu lu? Semakin nilai lu jelek, semakin cepet lu keluar dari sekolah ini, butler jelek..!!" gumam Sakura sambil menjulurkan lidahnya. Sasori terseyum licik.
"Oooh, berarti semakin cepat juga gue ngasih tahu Mila-sa-"
"EEEIT..!! Iya iya, nih..!!" jawab Sakura cepat dan memberikan lembar jawabannya pada laki-laki di sebelahnya dengan cepat. Sasori tertawa kecil, dan dengan santai dia mencontek lembar jawaban gadis itu. Sedangkan Sakura memegang kepalanya stress berat.
"Uuuh, kalo gini terus gue bisa mati nih, hhh," gumam Sakura pada dirinya sendiri sambil menjatuhkan kepalanya di atas mejanya. Sasori mengembalikan lembar jawaban Sakura.
"Nih, thanks ya..!! Ternyata majikan PLUS babu gue ini lumayan bermanfaat ya hahaha," gumam Sasori sambil tertawa kemenangan sementara Sakura memberinya death glare mematikan.
"Tertawa sampai puas sana..!! Karena sebentar lagi, gue pasti yang jatuhin lo..!!" balas Sakura sedikit teriak, dan rupanya ketahuan Kakashi hingga akhirnya...
"Sakura, kau ngapain? Dari tadi berisik aja..!!" tegur Kakashi sedikit tegas.
"Eh eh anu... dia sensei..!! Dia nyontek lembar jawaban saya..!!" gumam Sakura sambil menunjuk laki-laki di sebelahnya. Sasori tersentak dan di saat Sakura lengah, dengan cepat Sasori menaruh lembar jawabannya di meja Sakura.
"Apa? Benarkah itu, Sasori?" gumam Kakashi sambil menghampiri Sasori.
"Wah, bohong sekali itu sensei. Lihat, dia yang nyontek saya, lembar jawaban saya saja ada di mejanya," gumam Sasori malas sambil menunjuk meja Sakura. Dan benar saja, Kakashi melihat lembar jawaban Sasori yang sudah selesai di meja Sakura. Gadis pink itu tersentak kaget.
"A.. Apa..!? Tapi-"
"Sakura, cukup..!! Silahkan berdiri di depan kelas, dan nanti pulang sekolah kau kerjakan lagi soal ulangan yang berbeda..!!" perintah Kakashi sambil mengambil lembar jawaban Sakura. Gadis ini mendelik dan menggertakan giginya pada Sasori. Sedangkan yang ditatap hanya cengengesan lalu melambaikan tangan sambil mengucapkan...
"Bye bye.." gumam Sasori sambil menyeringai di belakang Kakashi pada Sakura.
"Dia... Dia pasti kubunuh..!!" geram Sakura dengan wajah memerah menahan amarah.
-
-
-
Istirahat...
"Eh, Sakura-chan tadi kenapa? Tumben-tumbennya nyontek? Terus kalo nyontek kenapa sama si anak baru itu? Nggak sama aku aja?" tanya Rock Lee, salah satu penggemar Sakura. Dia dan penggemar Sakura lainnya sedang menemani Sakura di kelas yang lagi bad mood sedari tadi.
"DIAM..!! Sasori... pasti bakal gue hajar dia..!!" gumam Sakura dengan penekanan di setiap katanya juga tak lupa death glare yang mematikan darinya hingga para laki-laki yang ada di situ agak bergidik melihatnya. Sampai tiba-tiba..
"Sakuraaa, daripada lu ngrumpi bareng mereka. Mending bantuin gue," gumam Sasori tiba-tiba dari balik pintu. Sakura mendelik.
"Apa lagi? Gue sibuk..!!" gumam Sakura sambil membuang muka. Sasori menyeringai.
"Ah iya, gue juga sibuk nih. Habis gue kan harus kasih tahu-"
"IYAAAA..!! Minta apa lagi sekarang, hah?" tanya Sakura dengan geram membuat yang lain bingung melihat mereka berdua. Sakura berdiri lalu menghampiri Sasori dengan malas-malasan.
"Bagus, dari tadi kek. Sini ikutin gue," gumam Sasori yang berlalu setelah mengusap kepala Sakura dan mencubit pipinya. Di belakang Sasori, Sakura mengusap semua yang tadi Sasori pegang dengan berlaku seolah jijik.
Sakura mengikuti Sasori dengan sebal, dia memperhatikan punggung Sasori yang begitu lebar sehingga tanpa sadar Sakura membayangkan tubuh Sasori yang bidang di balik baju seragamnya. Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya, dan mulai berfikir fokus. Setelah lama berjalan diam di sepanjang koridor, Sasori berhenti di depan sebuah pohon besar lalu dia mendongak ke atas pohon itu. Sakura yang penasaran ikut mendongakkan kepalanya. Dia terbengong dengan bola basket yang nyangkut di sana.
"Nah, lu udah ngerti kan apa yang harus lu lakuin sekarang?" tanya Sasori sambil mengangkat sebelah alisnya pada Sakura.
"Ha.. Hah? Maksud lu, gue harus manjat untuk ngambilin bola basket? Kenapa gak lu aja? Lu kan cowok, masa' gak bisa manjat?" tanya Sakura balik. Sasori malah menguap malas.
"Hoaaah, baju ini kan dikasih spesial oleh Mila-sama. Jadi ya harus gue jaga baik-baik, jangan sampai kotor. Kalo lu kan bisa minta banyak-banyak sama Mila-sama," jawab Sasori sambil menjulurkan lidahnya. Sakura mendengus kesal, kemudian mendekati pohon itu.
"Iya iya, gue manjat nih," gumam Sakura. Walau ngomong begitu, dia sebenarnya takut juga. Tangannya terlihat gemetar saat memegang salah satu ranting. Degup jantungnya pun terdengar sangat keras, hingga Sasori mengangkat sebelah alisnya.
"Takut ya, anak mami?" ejek Sasori sambil menyeringai.
"Be.. Berisik..!!" balas Sakura sambil tetap memanjat. Akhirnya Sakura sampai juga di tempat bola itu nyangkut, Sakura mengambilnya kemudian melemparnya pada Sasori yang ada di bawahnya.
"Ni.. Nih," gumam Sakura tegang, Sasori lalu dengan reflek mengambil bola basket tersebut dan melempar pada temannya. Sedangkan Sakura di atas pohon masih bingung harus ngapain.
"Woi, cepet turun dong..!!" perintah Sasori. Saat Sakura berusaha turun, rupanya dia salah mengambil pijakan. Alhasil dia terpeleset dan...
"KYAAAA...!!" teriak Sakura sambil menutup matanya takut melihat ke bawah. Saat berpikir dirinya akan jatuh, Sakura mendengar...
"CEWEK SIALAN..!!"
BRUK
Sakura membuka matanya perlahan. Wajahnya harus menahan nafas sekarang, melihat wajah Sasori yang begitu dekat dengan wajahnya. Sakura terbengong-bengong, sepertinya dia jatuh ke dalam pangkuan Sasori. Sedangkan laki-laki itu menatapnya kesal dengan wajah memerah, memang wajah mereka sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan.
"Dasar bodoh..!! Bilang kalau takut turun dong..!! Cewek sialan..!!" teriak Sasori marah.
"Eh eh, ma.. maaf..!!" jawab Sakura gugup. Lalu Sasori menurunkan Sakura perlahan.
"Dasar, kalau terjadi apa-apa sama lu gimana, hah? Gue gak tahu harus ngomong apa sama Mila-sama. Ya udah, sana balik ke kelas..!!" gerutu Sasori, lalu dia berlari ke lapangan menyusul teman-temannya bermain basket. Sakura kembali terbengong melihatnya.
"Sa.. Sasori.." cegah Sakura. Sasori berbalik sambil mendribble bola basketnya.
"Apa..!?" tanya Sasori ketus.
"Terima kasih..." jawab Sakura sambil tersenyum tulus. Membuat wajahnya jadi terlihat manis dan cantik dari sebelumnya. Spontan Sasori memerah dan segera membuang mukanya yang berubah warna itu, agar Sakura tidak melihat.
"Sa.. Sama-sama.." jawab Sasori akhirnya. Sakura tersenyum lagi lalu segera bergegas pergi, tanpa menyadari Sasori yang kembali menoleh sedikit untuk melirik gadis itu.
-
-
-
Pulang sekolah..
"Uuh, gara-gara lu, gue jadi harus ngerjain soal ulangan lagi tadi," gerutu Sakura dari tadi dalam perjalanan pulang mereka. Sasori hanya ber'hn' ria.
"Yah, sabar aja ya bu," gumam Sasori dengan nada tanpa dosa sambil terus menatap lurus ke depan. Sakura mendelik lalu memutar bola matanya bosan.
"Butler jelek,"
"Hn?"
"Lu itu asalnya dari mana sih?" tanya Sakura akhirnya. Sasori terdiam lalu dia menoleh ke gadis itu.
"Kenapa tanya itu?" tanya Sasori balik. Sakura mengangkat bahunya.
"Cuma pingin tahu aja, gak boleh?" tanya Sakura lagi.
"Gak..!!" jawab Sasori cepat, Sakura mendesah pelan.
"Dasar pelit," gumam Sakura. Sasori hanya mendengus dan tertawa kecil. Lalu Sakura melihat ke tengah jalan, rupanya ada seekor anak kucing yang terduduk di tengah jalan.
"Eh, lucu banget..!!" gumam Sakura sambil menghampiri kucing kecil itu. Lalu dia mengelus-ngelus kucing itu penuh perasaan, Sasori memperhatikannya dari kejauhan kemudian dia tersenyum kecil. Dan rupanya Sakura melihat senyuman itu, alisnya mengernyit...
"Kenapa senyum-senyum..!?" tanya Sakura dengan wajah agak memerah.
"Gak, lu mirip ibu gue. Beliau juga kalau lihat kucing, pasti langsung dielus-elus seperti itu tanpa mempedulikan kucing itu kotor atau tidak," jelas Sasori, terdengar sedikit nada kesedihan darinya. Sakura terdiam melihatnya, sepertinya Sasori sangat merindukan ibunya. Saat itu, tiba-tiba…
BRUUUUUM TIN TIIIN
Sakura mendongak, rupanya ada sebuah mobil yang ngebut di jalan itu. Spontan Sakura kaget, tapi entah kenapa tubuhnya tidak mau bergerak. Sasori dengan reflek langsung meloncat dan memeluk tubuh gadis itu dan membawanya ke pinggir jalan bersamaan dengan kucing kecil yang dipegang Sakura. Sedangkan mobil itu seolah tidak peduli, dengan santainya dia menyipratkan air pada dua anak manusia ini.
"Apa-apaan sih mobil itu..!? Sialan banget..!!" gumam Sasori yang masih belum bangkit dari posisinya yang menahan tubuh untuk tidak menindih Sakura di bawahnya.
"Err, Sasori..??" tegur Sakura.
"Apa la-"
Sasori tidak melanjutkan kata-katanya, dia menelan ludah melihat pemandangan di depannya. Sakura telentang dengan baju seragamnya yang sedikit tertarik hingga belahan dadanya kelihatan. Wajah Sasori langsung merah padam, dia menarik tubuhnya mundur. Nafasnya ngos-ngosan. Sedangkan Sakura langsung duduk dan menutup belahannya itu. Mereka saling berhadapan sekarang.
"A.. Apa? Belahan, ada belahan..!? Apaan? Belahan apa tuh? Hah hah," gumam Sasori gugup, wajahnya sudah sangat merah semerah tomat. Degup jantungnya berdetak kencang. Bagaimana tidak? Mana ada cowok yang bisa santai melihat cewek tanpa pertahanan seperti itu? Sedangkan Sakura mendelik pada cowok di depannya setelah merapikan bajunya.
"Diem lu, butler jelek..!! Dan jangan bertingkah seperti itu di sini, gue bisa malu kalau jalan di deket lu ntar..!! Untung jalanan lagi sepi," gumam Sakura, wajahnya juga memerah. Sakura sudah berdiri sekarang, tapi Sasori terlihat masih duduk ngos-ngosan dan kaget dengan kejadian yang baru dialaminya.
"Mau sampai kapan, lu di situ? Cepet berdiri..!! Lupakan kejadian ini, lagipula gue juga gak bakal mau diapa-apain sama lu, butler jelek..!!" perintah Sakura sambil berbalik. Sasori mengatur nafasnya, lalu dia juga berdiri dengan lesu. Mereka berdua meninggalkan kucing kecil yang sedari tadi menatap mereka dengan tatapan bingung.
-
-
-
Di rumah...
"Buuu, aku pulang," gumam Sakura sambil melempar tasnya di sembarang tempat. Sasori masuk dan melihat sekeliling, dia heran dengan rumah yang terkesan sepi itu. Di saat dia melihat sekeliling, akhirnya dia terfokus dengan sesuatu di atas meja.
"Surat? Untuk aku dan Sakura?" gumam Sasori lalu dia membuka amplop itu. Sakura yang penasaran juga, ikut membaca di belakang Sasori...
-
-
-
DEAR SAKURA AND SASORI,
MAAF YA, IBU PERGI TANPA MEMBERI TAHU KALIAN DULU. IBU MENDAPAT DINAS KE LUAR KOTA SELAMA 1 MINGGU INI. KALIAN BAIK-BAIK YA, IBU USAHAKAN AGAR BISA CEPAT PULANG.
SIGN,
MILA HARUNO
-
-
-
"APAAAA...!?" teriak Sakura dan Sasori bebarengan. Mereka pun saling pandang.
"Jadi.. mulai sekarang, gue bakal 24 jam nonstop sama cewek sialan ini..!?" gumam Sasori lesu. Sakura mendengus.
"Inilah yang tidak gue suka dari ibu. Selalu menyimpulkan seenaknya," ketus Sakura kesal. Sasori awalnya terlihat kecewa, lalu dia melirik Sakura dan menyeringai.
"A.. Apa?" tanya Sakura yang merinding melihat tatapan Sasori.
"Haha, gak ada Mila-sama nih. Lu tahu artinya kan Sakura?" tanya Sasori. Sakura mengangkat alisnya bingung.
"Itu artinya, lu bakal terus jadi babu gue..!! Hahahaha, enak juga baru sehari jadi butler yang menderita, sekarang bisa menjadi raja dalam seminggu," gumam Sasori sambil menerawang. Sakura terbelalak.
"A.. Apa..!? Tidak bisa begitu dong, pada dasarnya lu kan yang jadi butler atau babu gue. Jadi, gak mungkin tiap hari gue nurutin lu kan? Lu juga harus nurutin gue," gumam Sakura mengelak.
"Hah? Ngomong apa sih? Perjanjiannya kan, 'hanya di depan Mila-sama saja, aku mau menuruti perintahmu' kan?" gumam Sasori sambil menyeringai. Perlahan keringat dingin mengalir di pelipis Sakura.
"Nah, welcome to my hell, hahahaha...!!!" tawa Sasori dengan sumringah. Dia menatap Sakura sinis hingga gadis itu gemetar, lalu dengan senyum kemenangan Sasori masuk ke dalam kamarnya. Sakura yang sedari tadi bengong, bergumam pelan...
"Mati gue, gimana caranya gue jatuhin cowok itu? AAAAAKH..!!"
To Be Continued
Yehei..!! Satu chapter udah selesai lagi..!! Senangnyaaaa..!! XDD Baiklah, sekarang balas review duluuu..!! X3
Princess Mikaia : Iya, Sakura single (^^) tapi Sasukenya maksa nih, padahal udah diputusin (-,-) *ditebas kusanagi* Ok, thanks dah review yaa..!! XDD
Naru-mania : Iya ya, Sasuke nafsu banget wakakaka XDD gak tahu kenapa, enak aja bikin Sasuke mesum :3 *dichidori* hehe thanks dah review yaa..!!
Kiki-chan-bla-bla-bla : Wehehe, Kira juga suamiku yang mati tragis *inget DN volume 12 –nangis di pojokan* hahaha gaje banget, SasoSaku juga pairing faveku kedua setelah SasuSaku :D *siapa yang nanya?* ok dah thanks dah review yaa..!! XD
Ka Hime Shiseiten : Haha dasar, iya Sasori anak SMA, sorry salah nulis XP *dilempar bakiak* oke, thanks dah review yaa..!! XD
Dan juga terima kasih untuk...
Furu-pyon, Fujimoto Izumi, Nakamura Kumiko-chan, Ruki_ya, Miamau Kakashi, Intan, Sora Chand, Haruchi Nigiyama, Kuroneko Hime-un, Ryuku S. A .J, Hatake Nekoshi, Sakura Platinum Lady
Dan semua yang sudah baca, tapi gak sempet review :3 Hehe semua jawaban kalian pasti kejawab kok, makanya terus baca fic ini yaa..!! XDD *dibantai*
By the way, ficku yang DETECTIVE GIRL nyusul aja ya. Tapi Insya Allah minggu ini sih bisa update, maaf ya kalo kelamaan hwohoho *dibakar* Dan sekalian promosi, aku bikin fic di collabku dengan Syllie Charm dan cumanakecil, judulnya STOIC NECROMANCER hehe baca ya, kali-kali sukaaa..!! X3 *dihajar*
Oke, minta review yaaa..?? X3
