MANSION VAMPIRE
.
.
.
BLEACH © TITE KUBO
VAMPIRE KNIGHT © MATSURI HINO
MANSION VAMPIRE © AYANO646CWEETY
.
.
.
BLEACH VS VAMPIRE KNIGHT
.
.
.
HAPPY READING
Chapter 2
"Bruuuukkkk!" mereka semua sukses mendarat sangat 'cantik' *pantat nyium tanah*.
"Itaii…" rintih beberapa dari mereka.
"Tempat apa ini?" gumam Grimmjow seraya mengedarkan seluruh pandangannya.
"Mungkinkah ini mansion itu?" Tanya Nel seraya bangkit dari posisi 'cantik'nya.
"Kenapa hancur begini…? Terjadi gempakah?" giliran Momo yang mengajukan pertanyaan.
"Hai!" sapa sebuah suara yang taka sing bagi mereka.
"Ka-kau buku itu?" Tanya Rukia Nampak terkejut.
"Benar! Perkanalkan, aku Takuma Ichijou. Senang bertemu dengan kalian." Ucapnya ramah seraya membungkuk hormat pada mereka semua.
"Kau… tampan sekali." Puji Momo kagum melihat sosok Takuma yang terlihat tampan dimatanya dengan setelan kaos hijau berlengan panjang dan celana panjang putih.
"Terimakasih, nona Momo Hinamori." Ucapnya ramah dan sekali membungkuk ala butler pada Momo.
"Hei… hei…" ucap Toushiro yang langsung menarik lengan Momo mendekat padanya.
"Kalau begitu, kau adalah vampire level B. benarkan?" Tanya Orihime memasti9kan.
"Tepat, nona Orihime Inoue." Jawab Takuma ramah.
"Bagaimana kau tahu nama kami?" Tanya Tatsuki.
"Karena saya adalah vampire, nona Tatsuki Arizawa." Jawabnya dengan ramah kembali.
"Bagaimana kau akan menjelaskan ini semua?" Tanya Rukia yang masih belum percaya hal aneh ini.
"Baiklah, aku adalah Takuma Ichijo. Sahabat baik Kaname Kuran. Saat ini, Shizuka Hio sedang melangsungkan penyerangan. Ini adalah ruang bawah tanah mansion ini. Saya akan mengantarkan anda semua pada tuan Kaname. Tapi seperti yang saya katakana tadi, kalian semua harus yakin pada diri kalian bahwa kalian pasti dapat membantu kami dan selamat sampai akhir." Ucap Takuma.
"Tapi, kenapa kami yang dipilih?" Tanya Toushiro curiga.
"Karena kalian yang menemukan buku ini. Ini sengaja dikirim kedunia lain. Siapa yang menemukannya akan berpetualang didunia vampire." Jawab Takuma.
"Bukankah Ulquiorra yang menemukannya? Kenapa kita juga ikut? Dan kenapa juga kau baru muncul saat kami berkumpul?" Tanya Uryuu.
"Karena kunci buku ini hanya bisa dibuka saat yang melihat cahaya buku ini lebih dari 3 orang." Jawabnya lagi.
"Lalu, petualangan kami dimulai darimana?" Tanya ichigo.
"Dari sini." Jawabnya.
"Maksudnya?" Tanya Renji belum paham.
"Dari sini, saya akan memberikan petunjuk bagaimana anda semua bisa bertemu dengan Kaname. Beberapa rintangan akan kalian hadapi. Dan jika kalian bisa melewati itu semua, dan juga kalian bisa bertemu dengan Kaname, maka kalian akan berhadapan dengan Shizuka Hio dan yang lain. Ini adalah game mempertaruhkan nyawa." Jawab Takuma menjelaskan.
"Katanya kami harus membantu… kok malah jadi game mempertaruhkan nyawa…" keluh Rukia.
"Jika kalian bisa, kalian telah membantu kami membunuh Shizuka Hio dan mengembalikan kertas-kertas yang telah robek dibuku itu." Jelas Takuma.
"Benar juga. Dihalaman belakang banyak kertas yang robek." Ucap Ulquiorra membenarkan.
"Baiklah. Biar saya jelaskan rutenya." Ucap Takuma.
~MANSION VAMPIRE~
"Haaaahhhhh….. aku lelah." Keluh Nel yang saat ini menyandarkan kepalanya pada pundak Grimmjow.
"Ulqui, minumlah." Ucap Orihime menyuguhkan botol minumnya.
"Lebih baik kita istirahat dulu." Usul Tatsuki.
"Tapi aku heran. Kenapa dari tadi tidak ada rintangan ya?" Tanya Renji.
"Mungkin nanti." Jawab Ulquiorra datar.
"Momo, kau bawa handphone? Ata jam tangan?" Tanya Toushiro pada Momo.
"Selalu. Memang kau tidak bawa handphone?" jawab Momo dan memberikan Handphonenya pada Toushiro.
"Handphoneku ku charger." Ucap Toushiro.
"Jam berapa?" Tanya Uryuu.
"Jam 8 malam." Jawab Toushiro.
"Seharusnya aku buat PR." Ucap Rukia lesu.
"Tunggu, inikan dunia lain? Jam juga berfungsikah didunia ini?" Tanya Orihime bingung.
"Mungkin." Jawab Ichigo.
"Ayolah semuanya. Kita lanjutkan perjalanan ini." Ucap Grimmjow semangat.
"Kau tidak lelah Grimm?" Tanya Nel.
"Bukankah lebih cepat lebih baik?" jawab Grimmjow seraya menarik tangan Nel agar bangkit dari posisi duduknya.
"Baiklah. Ayo!" ucap Uryuu menyetujui diikuti yang lain.
"Ha? Jalan buntu?" Ichigo menaikkan alis sebelahnya.
"Emmmm…" Rukia celingak-celinguk mencari jalan.
"BRAKKKK!"
"A-apa itu?" Tanya Momo kaget.
"Sssstttt…" ucap Toushiro.
"KYAAAAAA!" Jerit Nel saat menyadari bahwa seseorang menodongkan pistol padanya.
"N-Nel!" seru Grimmjow.
"Diam!" seru sang penodong pistol.
"Siapa kau?" Tanya Ulquiorra.
"Dan siapa kalian?" Tanya balik sang penodong pistol.
"Kumohon jangan tembak teman kami…" pinta Orihime.
"Siapa kalian?" seru penodong pistol itu.
"Ka-kami datang dari Karakura. Menemukan sebuah buku tua dan kami ingin bertemu dengan vampire yang bernama Kaname Kuran dan kami-" ucap Tatsuki terpotong.
"Tunggu! Bertemu Kaname?" Tanya si penodong pistol.
"Iya!" jawab Ichigo lantang.
"Oh. Jadi kalian tamu yang diundang Takuma untuk menolong kami rupanya." Ucap si penodong pistol seraya melepaskan Nel.
"Memangnya kau siapa?" Tanya Uryuu.
"Aku Zero Kiryuu." Ucap si penodong pistol memperkenalkan diri.
"Vampir level B…" gumam Orihime.
"Apakah kalian belum menemui rintangan sama sekali?" Tanya Zero.
"Jalan buntu." Jawab Ulquiorra singkat.
"Itu bukan jalan buntu. Terdapat sandi disana. Dan kalian harus memecahkan sandi itu agar kalian bisa meneruskan perjalanan kalian." Ucap Zero.
"O…" semuanya ber'o' ria.
"Lalu apa sandinya?" Tanya Toushiro.
"Pikir sendiri." Jawab Zero ketus dan segera menghilang.
"Ha? Menghilang?" semua cengo berjamaah kecuali Ulquiorra yang hanya menutup kedua matanya.
"Ba-bagaimana dia bisa menghilang?" Tanya Rukia syok.
"Jawabannya Cuma satu. Vampire." Jawab Ulquiorra datar.
"Vampire itu keren ya." Puji Momo.
"Bukan saatnya memuji." Ucap Toushiro ketus.
"Lalu, sandinya apa?" Tanya Renji seraya menggaruk-garuk kepalanya layaknya hewan yang suka makan pisang.
"Nel, kau sempat melihat tulisan dipistol itu?" Tanya Ulquiorra pada Nel yang masih merinding.
"I-iya. kalau tidak salah tulisannya Bloody Rose." Jawab Nel.
"Bloody Rose." Ucap Ulquiorra seraya menyentuh dinding dihadapannya yang sedikit demi sedikit membuka.
"Ha?" yang melihat itu hanya cengo berjamaah kembali.
"Dia datang pasti disuruh oleh pria berambut pirang itu. Dan berpura-pura menodongkan pistolnya agar bisa melihat tulisan dipistol itu. Dia adalah guardian di mansion ini bersama Yuuki Cross. Tentu dia yang punya sandi itu dan sipirang itu menyuruh si rambut perak itu untuk bermain teka-teki. Seharusnya kalian menyadarinya saat dia bilang 'pikir sendiri' dan meninggalkan kita seenaknya." Jelas Ulquiorra.
"Ulqui hebat!" puji Orihime seraya bertepuk tangan denga hebohnya.
"Beruntung si 'emo' ikut." Ucap Grimmjow dan melangkah maju untuk meneruskan perjalanannya diikuti yang lain.
TO THE NEXT CHAPTER
.
.
.
MIND TO REVIEW?
.
.
.
^THANK YOU
