Hi, minna.

Kembali lagi dengan saya, si author yang lagi belajat nulis, Riecky_gin.

Sekarang menyambung kisah cinta Ulquiorra di Las Noches International University dalam fic "Kuas Cinta Chapter 2"

Tetap dengan cerita gaje dan mungkin OOC.

Disclaimer : ©Tite Kubo

©Present by. KWill

Happy reading, minna. ^_^

Dan jangan lupa untuk review ya.

KUAS CINTA

Chapter 2

By. Riecky_gin

"Eh, Ulqui, mau kemana sih? Kelihatannya buru-buru sekali," Tanya Grimmjow yang saat itu sedang melihat Ulquiorra sedang berjalan dengan cepatnya *hampir seperti berlari*.

Mendengar temannya memanggilnya, dia pun berhenti untuk menghampirinya dan berkata,"Hhhh, nggak kok. Nggak ada apa-apa," jawabnya tampak sedang menyembunyikan sesuatu. Setelah itu dia kembali berjalan entah kemana.

Ternyata Ulquiorra pergi ke sebuah tempat di atas gedung universitas tepatnya di atas gedung yang memiliki 5 lantai itu. Inilah yang selalu dilakukannya jika dia sedang ada masalah. Di sini, sudah tersedia kanvas dan segala macam peralatan lukis yang disembunyikannya pada sebuah kotak usang dalam gudang yang jarang sekali dikunjungi orang lain. Ya, untuk melampiaskan segala macam kemarahan, kejengkelan dan kesedihannya dia selalu pergi ke sini untuk melukis.

Untuk orang yang memang sedang menghadapi suatu masalah dan bermaksud untuk menenangkan diri, tempat ini memang sangat cocok. Di sebelah barat gedung ini, kita bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah. Sungai yang mengalir membelah hutan, pepohonan yang rindang, gunung yang menjulang tinggi menyatu membentuk sebuah lukisan alam yang begitu mempesaona. Sementara di sebelah timur, halaman universitas yang tidak kalah indahnya juga terlihat dengan jelas.

Kali ini Ulquiorra memutusakan untuk tidak melukis pemandangan alam yang biasa dilukisnya. Di halaman universitas dia melihat seorang gadis sedang duduk di kursi taman dengan beratapkan kanopi sebuah pohon rindang sambil membaca sebuah buku. Entah atas dasar apa, dia sangat tertarik untuk melukis gadis itu. Disiapkannya kanvas dan kuas serta cat-cat air beraneka warna, dan dia pun mulai melukis.

Tak perlu waktu yang lama bagi Ulquiorra untuk melukis. Keahliannya yang memang sudah teruji sampai tingkat internasional membuatnya bisa menyelesaikan lukisan itu hanya dalam waktu 15 menit saja. Dipandanginya lukisannya, seorang gadis yang sedang membaca buku dengan salah satu tangannya sedang merapikan rambut orange yang terurai indah memang sama persis dengan yang terlihat di halaman. Sengguh merupakan karya yang luar biasa. Ini adalah untuk pertama kalinya dia melukis objek manusia, jadi dia memutuskan untuk membawa lukisan itu ke "istana"nya.

Di "Istana" Ulquiorra

Mobil putih mengkilat sekarang sudah memasuki gerbang menuju garasi yang berada di samping rumah. Ulquiorra turun sambil membawa lukisan yang tadi dilukisnya di kampus. Dia segera masuk ke kamar emeraldnya. Dipajangnya lukisan itu di salah satu sisi dinding ruangannya yang luas. Ada sekitar 20 lukisan yang menghiasi kamar ini. Dan semua itu adalah hasil karyanya sendiri.

Setelah mengganti pakaiannya, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar berwarna emerald sambil memandangi lukisan yang baru saja dipajangnya. Dia kembali teringat tentang kejadian semalam di meja makan.

FLASH BACK

Waktu itu sudah pukul 18.15, dan itu artinya sebentar lagi makan malam di "istana" Ulquiorra akan segera dimulai. Dia pun keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang di sana sudah duduk "sang raja", Aizen-sama. Makan malam kali ini akan sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya, karena Aizen-sama mengundang relasi bisnisnya, Kurosaki Isshin, bersama anak perempuannya, Nelliel Tu Oderschvank.*Sejk kapan Nell jadi anggota keluarga Kurosaki? Pastinya sejak fic ini dibuat he he he*

"Ulqui, perkenalkan dia adalah Pak Kurosaki Isshin, relasi bisnis ayah," Aizen memulai pembicaraan.

Ulquiorra hanya tersenyum menanggapi pembicaraan ayahnya sambil juga tersenyum kepada Pak Kurosaki dan anaknya.

"Begini, Aizen. Kita kan sudah menjadi relasi bisnis cukup lama. Bagaimana kalau kita menjodohkan anakku, Nelliel dengan anakmu, Ulquiorra?" Pak Kurosaki mulai angkat bicara tentang masalah sebenarnya yang ingin dibahas dalam makan malam ini.

"Ha ha ha, boleh juga usulmu Isshin. Aku sangat setuju," jawab Aizen tampak begitu bahagia.

Mendengar pembicaraan itu Ulquiorra sangat terkejut. Sementara Nell hanya tertunduk malu, dan sepertinya dia juga menerima perjodohan ini. Ulquiorra bukan tipe orang yang bisa dengan mudah untuk mencintai seseorang. Meskipun Nell itu cantik, tapi dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya. Ditambah lagi, ini untuk kali pertamanya dia bertemu dengan Nell. Sepanjang makan malam itu berlangsung, Ulquiorra hanya terdiam dan sesekali tersenyum menanggapi pembicaraan kedua orang tua itu.

END OF FLASH BACK

Setelah puas memandangi lukisannya, Ulquiorra bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju salah satu sudut ruangan. Dia duduk sejenak dia depan sebuah meja belajar dan mengambil headphone stereo mix yang menjadi favoritnya. Dicolokkannya headphone itu pada sebuah alat elektronik berwarna silver berbentuk kotak yang ada di atas meja belajarnya. Dipilihnya satu persatu lagu yang tersusun berdasarkan abjad sampai dia berhenti menekan tombol ketika menemukan lagu favoritnya, Present yang dinyanyikan oleh salah satu penyanyi asal korea KWill. Dia sangat menyukai lagu ini. Lagu ini memiliki kesan tersendiri saat dia masih SMA. Lagu ini kembali mengingatkannya pada cinta pertamanya di Karakura Senior High School. Ulquiorra dan keluargany dulunya pernah tinggal di Karakura Town. Yah, itulah tempat kelahirannya. Di sana dia menghabiskan waktu SD, SMP, dan SMAnya. Di dekat rumahnya tinggal seorang gadis yang selalu menjadi teman mainnya saat masih kecil. Mereka pun selalu bersekolah di tempat yang sama. Saat itu, ketika keduanya sudah berusia 17 tahun, tumbuh perasaan lain di hati Ulquiorra terhadap gadis itu. Setiap kali pergi berdua bersamanya, jantung Ulquiorra selalu berdetak dengan sangat kencang. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dirasakannya. Sampai saat itu, ketika sudah duduk di kelas 3 SMA, dia menyadari kalu perasaan itu adalah "CINTA". Sungguh sangat disayangkan, Ulquiorra masih belum memiliki keberanian yang cukup besar untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya saat itu kepada teman dekatnya itu.

Saat pembelajaran di Karakura Senior High School sudah mencapai tengah semester, keluarga Ulquiorra memutuskan untuk pindah ke Las Noches untuk urusan bisnis. Dan hal itu membuat Ulquiorra sangat sedih karena harus meninggalkan gadis yang sudah mengisi ruang di hatinya. Sebelum keberangkatannya, Ulquiorra menemui gadis itu bermaksud untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya. Namun dia juga menyadari bahwa hal itu sudah sangat terlambat karena dia harus pergi. Mereka pun pergi ke sebuah taman di salah satu sudut kota Karakura. Namun, entah mengapa, Ulquiorra yang pada awalnya hendak mengungkapkan perasaannya tiba-tiba membatalkan niatnya itu. Dia hanya berpamitan kepada gadis itu dan memberikannya sebuah kenang-kenangan yaitu sebuah lukisan yang bergambar wajah gadis itu. Sementara gadis itu juga memberikan Ulquiorra kenang-kenangan yaitu jepit rambut heksagonal pemberian kakaknya dan dia berharap Ulquiorra akan menyimpannya.

"Semoga kita bisa bertemu lagi."

Itulah kata-kata terakhir yang di ucapkan Ulquiorra kepada gadis itu.

Setelah lagu Present yang di dengarnya itu selesai, tampak cairan bening membelah pipi putihnya. Sambil memandang ke jendela, melihat bintang yang bertaburan di langit, terbyang wajah gadis itu.

"Dimana kau saat ini?" gumamnya pelan.

TO BE CONTINUED…

Kyaaaa, akhirnya selesai juga chapter 2 ini.

Sungguh sangat melelahkan. Bangun pagi-pagi udah ngelanjutin ketikan yang sudah beberapa hari ini tak bisa diselesaikan.*Eitss, kok jadi cutcol sih?*

Udah selesai baca kan? *sok tau*

Jangan lupa reviewnya ya..

Arigatou… ^_^

Tungggu chapter selanjutnya ya,,

Gommen ne kalo updatenya lama.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.