Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya yang ini punya saya.

Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. Dan… begitulah… Saisaku Gaasaku Itasaku Sasusaku (urutan penulisan gak ada hubungan sama urutan pair^^)R&R ya…

W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP…*digetok*

JENG JENG JENG JEEENG!!! *lagu Gaje* Akhirnya si rambut ayam yang ditunggu nongol juga. ^^ Yah, hampir semua review bernada sama, nyariin Sasuke. Dan yah… Sasuke!!!! *tereak manggil-manggil*

Tengkyu yang udah ripiu yah??? Aduh, saya benar-benar terharu…(lebay)

Tengkyu juga buat Shiho Kazuki U.K yang udah ngasih tau kuliah itu gimana^^. Hihihi, aku belum tau! Dan yak! Kak, ini jurusannya Sakura ama beberapa prendnya sama kayak Ka".

Dan yak, enjoy it!^^

Gara-Gara Kost

Sakura pergi ke kost sahabatnya, Ino. Hufft. Lumayan jauh dari kostnya sekarang. Itu membuatnya sedikit sebal. Karena sebenarnya mereka berdua sudah mempunyai rencana untuk kost di tempat yang sama. Tapi ya apa daya, takdir berkata lain(tjaila!). Sakura akhirnya sampai di kost sahabatnya, kost yang tidak terlalu besar. Kost yang berbeda dari kost yang ditempatinya sekarang. Satu, kost Ino hanya khusus untuk cewek. Sedangkan kostnya? Ah, lupakan! Dua, kost Ino lebih kecil dari kost Sakura. Lagipula penghuninya juga sedikit. Sekitar 9 orang itu sudah sangat penuh! Sedangkan di tempatnya kira-kira ada 18 kamar. Tiga, kostnya lebih rindang dan sejuk dibandingkan punya Ino. Halamannya cukup luas. Ada banyak pohon dan tanaman. Tak ketinggalan kolam di depan dan belakang bangunan. Nyaman sekali. Tak heran, bayaran di tempat Sakura lebih mahal dari kost Ino. Sakura tersenyum senang. Banyak hal positif yang dimiliki kostnya, kecuali… penghuninya.

"Woy, Sakura!" teriak Ino ketika melihat Sakura memarkirkan motornya. Sakura tersenyum dan segera masuk.

"Heh…! Gimana hidup di kost khusus cowok! Ayo ceritakan! Ceritakan!" paksa Ino saat Sakura baru saja memasuki kostnya.

"Dasar! Aku duduk saja belum! Sabar No!" kata Sakura sambil duduk. Eh, bukan. Sakura menggoda Ino dengan gerakan slow motionnya. Ino yang menunggu Sakura menjadi gemas langsung menarik tangan Sakura hingga terduduk di kursi. Sakura tertawa cekikikan.

"Heh! Ayo ceritakan padaku!" paksa Ino kembali.

"Hihihi…. Hi… I.. Iya aku cerita," kata Sakura di sela-sela tawanya. Dan mulailah beberapa rangkaian kalimat yang terjalin membentuk sebuah cerita keluar dari bibir mungil sakura. Mulai dari bagaimana ia harus risih memakai wignya. Saat cerita Sakura terlihat melotot pada Ino. Untung sekarang ia sudah melepaskan barang itu. Kemudian dari bertemunya ia dengan cowok-cowok penghuni nan keren, sampai ia akan ketahuan dan akhirnya tidak jadi, hingga akhirnya sampai pada final, cerita-cerita tentang cowok ganteng yang sedang disukainya. Mulai dari Sai, Gaara, kemudian Itachi. Sakura menceritakan bagaimana mereka semua. Mulai dari Sai yang murah senyum, Gaara yang bersikap cool, serta Kak Itachi yang gantengnya minta duit! I mean, minta ampun! Ino melongo mendengar cerita Sakura.

"Serius?" katanya berkali-kali di sela-sela cerita Sakura yang langsung dijawab dengan anggukan.

"Wah, sial! Tau seperti itu aku juga ingin tinggal di sana!" kata Ino termangu sambil mengkhayal. Sakura tertawa kecil.

***

"Eh, emangnya kamu masuk fakultas apa?" Tanya Sakura kepada Sai sore setelah ia pulang dari kost Ino. Sekarang mereka sedang ada di ruang nonton TV.

"Aku fakultas sastra. Jurusan sastra Inggris!" jawab Sai mantap.

"Eh? Sama kayak Ino, dong?" kata Sakura bersemangat.

"Ino?"

"Yup! Dia sahabat kecilku!" jawab Sakura bersemangat kemudian disusul anggukan dan senyuman dari Sai. Pipi Sakura bersemu merah. Orang di hadapannya selalu saja tersenyum!

"Kamu?" Tanya Sai balik.

"Aku jurusan yah seperti itulah, rahasia," kata Sakura tersenyum. Sai mengerutkan keningnya.

"Kenapa?" tanyanya.

"Tak apa. Aku hanya… yah, eh, kau tahu yang lainnya jurusan apa?" Tanya Sakura yang mengalihkan pembicaraan, karena sebenarnya dia fakultas pendidikan dan seni jurusan pendidikan bahasa jepang. Takut ketahuan.

"Hn, Gaara, Lee dan Itachi jurusan pendidikan bahasa jepang. Kak Itachi itu senior mereka berdua! Sedangkan yang sama denganku hanya Naruto, Kiba, dan Chouji. Sisanya, Neji, dan Shino jurusan sastra Jepang."

"Oh," Sakura ber-oh ria sambil manggut-manggut.

"Heh! Kau punya makanan?" Tanya Sai. Sakura mengangguk cepat.

"Ada di kamarku. Aku ambilkan dulu!" kata Sakura kemudian beranjak dari tempat duduk menuju kamarnya.

"Huffft! Bisa mati duduk kalau aku masih juga di dekatnya. Cowok itu manis sekali, sikapnya baik, sepertinya ia adalah orang yang menghormati seorang wanita," gumam Sakura ketika menutup pintunya. Ia kemudian menuju ke tasnya, hendak mengambil snack simpanannya. Dan… Kosong! Sial, ini kan kesempatan baikku untuk mengobrol lagi dengannya!

Sakura segera keluar kamar setelah berganti baju. Ia ingin pergi ke supermarket, membeli snack, kemudian duduk dan ngobrol dengan cowok sopan itu.

"LOh? Mana makanannya?" Tanya Sai ketika melihat Sakura eh, Shiro keluar tanpa membawa apa-apa, malah berganti baju.

"Aduh, maaf Sai, makananku habis. Aku keluar dulu untuk membelinya," kata Sakura yang langsung disertai anggukan dari Sai. Hmmm… Kalau sekarang Sakura menjadi cewek, Sai akan mengantarkannya, Kan? Berbeda kalau ia menjadi seperti sekarang ini! Akh, harus memakai wig lagi, memakai jeans panjang, jaket. Ukh, sama sekali tidak nyaman. Blas!

***

"Inooooo… temenin aku dong!" rayu Sakura sambil membuka wignya ketika sampai di kost Ino.

"Ngapain?" Tanya Ino ketika melihat Sakura bersemangat.

"Beli snack. Temenin aku! Aku mau beli agak banyak nih!" kata Sakura langsung menculik Ino tanpa memperdulikan Ino yang terus bertanya padanya. Akhirnya, setelah dihadiahi sebuah getokan, Sakura bercerita tentang rencananya untuk ngobrol jauh dengan Sai. Ino manggut-manggut mengerti.

***

"Akh! Bukannya itu terlalu banyak?" Tanya Ino ketika melihat Sakura menenteng kantong plastic besar berisi macam-macam snack.

"Heeee… Lebih banyak lebih baik! Kau tahu kan, semakin banyak aku membeli snack, semakin banyak juga Sai makan, dan itu berarti…-"

"Semakin lama juga kau mengobrol dengannya." Lanjut Ino. Sakura mengangguk. Mereka sedang berjalan menuju tempat parkir.

"Tapi memang kau yakin dia suka makan banyak?" Tanya Ino pada Sakura. Sakura menghentikan langkahnya.

"Eng… Kalau itu, aku belum begitu yakin," kata Sakura polos. Ino menepuk dahinya. Sakura meringis.

"Yah, paling tidak aku ada kesempatan!" kata Sakura mulai berjalan lagi sambil mengangkat kantong plastic ke depan dadanya dan mulai melihat lagi isinya sambil tersenyum-senyum.

-

-

-

Haah… suara beruntun! Kau tahu?

-

-

-

Mulai dari BUUGGH, disusul DUG, kemudian SRAK, dan sentuhan terakhir… AAUUWW!!!

"Eh, eh Sakura!" teriak Ino ketika melihat temannya itu terjatuh. Ia jatuh terduduk, tas plastiknya jatuh, isinya pun berserakan. Sakura menyentuh tengah dahinya sambil mengaduh. Sakit! Seperti menabrak benda keras. Sakura melihat seorang juga jatuh terduduk di depannya.

"EH! Kalau jalan makannya liat-liat, BEGO!" kata orang itu sambil memegangi hidungnya langsung berdiri. Sakura ikut berdiri.

"EH!!! Kamu pikir kamu ngeliat jalan apa?! Kalau jalan makannya liat-liat, GEBLEK!" balas Sakura.

"HE! DASAR DODOL!! LIAT NIH, TASKU JATUH!" kata orang itu melotot pada Sakura. Sakura mengikuti arah telunjuk orang itu. Benar, tasnya jatuh! Tapi cuma jatuh kok! Isinya gak keluar!

"Terus?! LIAT JUGA BODONG! NI SNACKKU JATUH SEMUA!" teriak Sakura tak mau kalah. Kedua orang itu berpandangan sama-sama panas. Beberapa orang yang lewat bahkan mengamati mereka berdua. Ino yang tadinya masih sibuk mengambil snack sakura untuk dimasukkan ke plastic mengurungkan niatnya kemudian berdiri.

"E… EH?! Ka… Kalian I…ini jangan begitu! Ini… Tem..Tempat umum! Malu kan diliat orang!" katanya gugup sambil mengibas-kibaskan tangannya.

"BODO!!" jawab kedua orang itu kompak.

"Emang dia punya malu?" kata orang yang menabrak Sakura, seorang pria yang kemudian hendak berjongkok membereskan tasnya. Sakura mendengus kesal.

"EH!!! Nantang aku ya?" kata Sakura tak mau kalah. Orang yang tadinya mau mengambil tasnya kini kembali berdiri menatap Sakura tajam. Mereka bertatapan. Mungkin tatapan mereka ini bukan tatapan biasa. Mungkin jika cukup jeli, akan tampak aliran listrik di antara jarak kedua mata mereka.

"HEH!!! BODOH!!!" kata orang itu kemudian dia berjongkok untuk mengambil tasnya. "Entar kalau ada apa-apa sama Hape ku kamu tanggung jawab!" kata orang itu kemudian melihat isi tasnya. Sakura ikut berjongkok, memungut snacknya yang jatuh untuk dimasukkan kembali ke dalam kantong plastiknya.

"Ntar kalau snackku ada yang rusak, kamu ganti!" katanya tenang. Orang itu mendengus kesal kemudian mengambil snack Sakura yang terjatuh dan melemparkannya tepat di dahi Sakura. Sakura kaget! Ia mendongak dan bersiap menggonggong. Bukan! Tepatnya melawan orang itu secepatnya. Tapi, ketika ia hendak menangkap orang itu, orang itu segera berlari menginggalkannya.

"HEEE! OTAK UDANG DODOL JELEK GEBLEK ANEH….RAMBUT AYAAAAAAAAAMMMM!" teriakannya menggema di tempat parkir yang terbuka. Tempat itu di luar supermarket. Orang yang sedang berjalan menatapnya. Ada yang bergumam 'nape tuh?', 'lebay', 'gila', dan semua yang berbeda-beda. Tapi Sakura tak peduli, ia menyahut plastic yang dibawa ino kemudian berlalu mengambil motornya. Sepanjang perjalanan, ia selalu berkata-kata sendiri. Ngedumel. Dan ino hanya menutup kupingnya melihat kelakuan sahabatnya itu.

***

"Makasih No!" kata Sakura ketus, ia kembali memakai wignya. Ino mengangguk.

"He! Jangan cemberut gitu dong! Katanya mau ngobrol bareng sama Sai… harus pasang wajah seger! Supaya dia betah ngobrol banyak dan kamu bisa tau banyak tentang dia!" kata Ino menghibur.

"Iya deh! HUH! Bad mood nih! Gara-gara cowok ayam tadi!" kata Sakura kembali ngedumel.

"Heh! Jangan gitu! Dia itu ganteng! Lumayan tabrakan sama cowok keren!"

"HAAAAHH!!! JANGAN NGINGETIN ITU! AYAM AYAM AYAM AYAM AYAM!! Kalau ketemu lagi bakal aku bunuh dia!" kata Sakura sambil berlalu pergi.

***

Malam itu, Shiro ngobrol banyak dengan Sai. Yah, meskipun yang lain juga ikut. Si Chouji menjadi yang pertama bergabung ketika melihat Shiro membawa banyak makanan dalam plastiknya. Disusul Naruto yang tak mau kalah, kemudian Neji yang belakangan ini selalu tersenyum geli kepadanya, dan Gaara yang hanya duduk diam. Dia cuma mampir duduk.

Sakura mengetahui semua tentang cowok-cowok itu. Semua. Kebiasaan baik dan buruk. Hm! Chouji, baik tapi suka makan dan tak rela makanannya diminta orang lain! Padahal itu makanannya asli milik Shiro. Sai, pria sopan, dan murah senyum. Gaara pendiam dan tidak mau tahu urusan orang lain. Yah, memang belum semua! Tapi Shiro yakin, lambat laun ia akan mengetahui semua tentang cowok itu. Terutama Sai, Gaara dan Kak Itachi. Yeah, Sakura eh Shiro, ini baru permulaan.

***

***

***

Skip OSPEK HARI 1…

Disuruh bawa ubi mentah berwarna merah, putih dan coklat atau oranye dan HAH! Banyak sekali yang harus dibawa. Sakura kerepotan.

"Telat… telat… telat!" gumamnya panik sambil berlari menenteng semua bawaannya. Tak konsentrasi! Hanya melihat barang bawaanya supaya tak terjatuh! Hanya ingin cepat sampai sehingga berlari!

"EH!!!" Sakura kaget setengah mati. Hampir saja ia menabrak seseorang di depannya. Ia dan orang itu sama-sama tergesa-gesa. Ia kaget sekali sehingga salah satu tas yang ia bawa terjatuh. Tapi untung cuma tasnya, cuma itu! Ia tidak menabrak orang itu, hanya saja, hampir, kurang sedikit lagi.

"Y… ya ampun!" Sakura mulai mengatur nafasnya.

"Akh!" orang di depannya melakukan hal sama. Sakura melihat asal suara. Dan…

"KAMU LAGI???!!!" teriak keduanya bersamaan sambil menuding lawan bicaranya.

"HEH GEBLEK! NGAPAIN KESINI?" teriak Sakura marah. Orang yang dipanggil geblek menatapnya sebal.

"DODOL! AKU KULIAH DISINI! NGAPAIN JUGA KAMU DISINI! akh sial, ketemu kamu lagi!!!" cowok itu menggerutu.

"AH! Kebetulan! Aku bisa membalasmu!" kata Sakura senang. Ia tersenyum sinis.

"Dasar bodoh!"

"Eh, EH GEBLEK! LIAT NIH! Ubiku rusak!!!" Sakura berkata histeris ketika melihat ubi yang di dalam tasnya berhambur keluar. Ubi itu berbentuk penyet (halah) sekarang.

"Sukurin! Makanya kalau jalan itu PAKE MATA!!!" kata orang itu.

"EH, KAMU JUGA!" kata Sakura tak mau kalah.

"Mata kamu tuh lebarin! Jangan jidat doang!" kata orang itu sinis. Sakura melotot marah.

"Mata kamu tuh lebarin juga! Di gedein! Bukan rambut model buntut ayam aja yang di gedein! Bego!"

"JIDAT LEBAR!"

"BUNTUT AYAM!"

"JIDAT LEBAR!"

"BUNTUT AYAM!"

"JIDAT!"

"BUNTUT!"

"JIDAT!"

"BUNTUT! Udah kamu pokoknya tanggung jawab! Ganti gak!!!" teriak Sakura marah.

"Enak aja. Itu ubi kamu! Kenapa aku yang suruh ganti?!"

"Uh, ini kan gara-gara ka-"

"Woy, kalian bedua! Jangan duduk saja di sana! Cepetan baris woy!!!" teriak seorang, senior pastinya!

Sakura mendengus kesal kemudian memunguti barang bawaannya kecuali ubi yang sudah tidak utuh lagi itu. Ia kemudian berlari setelah mencubit keras pipi orang yang selalu membuatnya benci setengah mati.

"Awas! JIDAT!!! %$#**%$##$!!!".

***

"Mana ubi yang disuruh bawa tempo hari?"

"A…anu kak, tadi rusak!" kata Sakura jujur.

"O, bagus!!! Menyepelekan tugas dari seniornya! Bagus!!!" orang itu tersenyum licik. Rambut pirangnya yang dikuncir seperti Ino. Orang itu terlihat menyebalkan di mata Sakura.

"HEH! Kamu langsung ikut barisan sana! Entah kamu nanti bakal diapain?" kata orang itu sambil tersenyum licik, memukul pelan kepala Sakura dengan buku. Sakura mengerucutkan bibirnya.

"WOY, ITACHI! Aku dapat mangsa lagi ni! Lumayan!" teriak orang itu kepada pemimpin barisan yang ditunjuknya untuk di ikuti Sakura. Sakura terkejut. Kak Itachi? Bukankah…

***

Filladelfia : I know, this is too long, I'am sorry.

Saya juga tak tahu menahu soal OSPEK, KULIAH dsb karena memang belum mengalaminya. Sekali lagi makasih aja buat Shiho Kazuki U.K yang udah Bantu saya… Arigatou gozaimasu.^^

BALAS REVIEW YANG GA' LOGIN

2009-09-15 . chapter 1

YU

Oh, ya ntar mulai chap tiga akan saya buat bikin deg-degan…(kalau bisa…hehehe)

Makasih atas sarannya, ya?

Makasih juga udah mau baca en review…^^

Sakura Haruno 1995

Hehehe… Makasih udah mau baca en review yah…^^

Yui Tetsuya Kazama

Hehehe.. Ino emang sarap dari dulu dijotos Ino

Hehehe… Ini dia si p***** ayam udah keluar…^^

Cuma bukan P***** tapi buntut.. Lebih sopan (halah)

Tengkyu…^^

Cumanumpanglewat

Hehehe^^

Tengkyu udah mau baca en review^^

Cumanyasar

Hehehe… nyasar di fict saya…XD

Iya… tenang tuh tuh, Sasukenya udah muncul kan?^^

Makasih udah baca sama review yah?^^