Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya yang ini punya saya.
Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. "Tidak ada apa-apa! Ya sudah!" katanya santai. Sasuke menatap kakaknya sebentar kemudian pergi. Sakura mengamati dua bersaudara itu bingung. Mereka ini kenapa sih?
R&R ya…
W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP…*digetok*
Gara-Gara Kost
Chap 5 : Sasuke Ngekost?!
Sasuke hanya menatap Sakura dingin.
"Jangan panggil aku buntut! Mengerti?!" ancam Sasuke sambil memberikan tatapan tajam pada Sakura.
"Memang kenapa? Kenyataan kok!"
"Jangan panggil aku buntut, atau…" kata Sasuke sengaja memutus kalimatnya.
"Atau apa?!" kata Sakura dengan nada menantang.
"Atau aku akan menciummu!!!" Sukses! Sasuke sukses membuat Sakura menampakkan ekspresi kagetnya.
"APAAA???!!! DASAR BUNTUT JELEK!!! KURANG AJAR!!!" teriak Sakura marah. Sebagian mahasiswa yang tadinya asyik mengobrol kini menoleh sebentar kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya. Sedangkan penonton setia Sasuke dan Sakura 'hanya' cewek-cewek yang sepertinya suka pada Sasuke, Gaara. Lee? Dia pergi ke toilet. Kenapa? Ya Tanya saja padanya! *dijitak*
"Satu…"
"BUNTUT GEBLEK! JELEK! GAK MUTU!"
"Dua…"
"BUNTUT BUSUK! NYEBELIN!!!"
"Tiga…"
"BUNTUT BUSUK! DODOL! BODONG! ANEH!"
"Empat…"
"HEH?! BUNTUT! KAU INI NGOMONG APA SIH?! DASAR OTAK UDANG! GEBLEK!!!"
"Lima. Hah. Cukup. Kau berhutang lima ciuman padaku!!!" kata Sasuke seenaknya sambil menatap Sakura menggoda. Sakura mangap. Menatap Sasuke marah. Ia menarik nafas dalam-dalam.
"BUNTUT GILAAAA!!! TIDAK SUDI…!!!" Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya marah. Sakura bangkit dari kursinya terpancing amarah. Menyebalkan sekali mahkluk satu itu!!!!
"Enam. Sakura! Hutang harus dibayar!" Kata Sasuke seenaknya. Sakura kembali menatap Sasuke kesal.
"UGGGHHHHH! APA KAU BILANG??? BODOH!!!" Kata Sakura kesal.
Sasuke tersenyum. Dengan begini, Jidat tak akan memanggilnya buntut, kan?
"Sial!" Sakura mendengus kesal. Ia kalah. Bagaimana ia bisa memanggil buntut lagi.
"AYAM!!!" kata Sakura cepat. Ia tersenyum sinis. Bagaimana Sasuke?
"Tujuh!!!" kata Sasuke seenaknya. Sakura membelalakkan matanya.
"ITU TIDAK TERMASUK HITUNGAN!!!! Aku kan memanggilmu ayam! Bukannya buntut!!!!" kata Sakura dengan bodohnya mengikuti permainan Sasuke.
"Delapan, sembilan! Aduh, kau sanggup membayarnya??? Termasuk ayam, buntut, dan sebagainya. Mulai sekarang kau harus memanggilku Sasuke," kata Sasuke santai. Sakura perlahan nafasnya memburu menahan amarah.
"Kalau begitu kau harus memanggilku Sakura juga!"
"TIDAK MAU!!!"
"Kau curang!"
"Itu memang aku!!!"
"Kalau begitu kau juga harus memanggilku Sakura atau aku akan… aku akan… akan menciummu!!!" ancam Sakura keras kemudian menunduk. Hah? Emmm… mungkin dengan begitu Sasuke akan membatalkan perjanjian atau memanggil namanya dengan sopan seperti…
"JIdat!!! Sekarang, apa yang akan kau lakukan? Menciumku? Silakan!" kata Sasuke cepat. Hari ini kau kalah Sakura.
Sakura berbalik. Tapi membalik tubuhnya lagi ketika berfikir cepat.
Hmmm… Ini permainan apa? Kau bodoh Sakura! Maunya dipermainkan si buntut! Oke! Sekarang giliranmu membalas! Dia pasti cuma main-main…
"Baik!!!" kata Sakura menantang dan tersenyum sinis. Sesaat Sasuke terkejut kemudian tersenyum sinis. Ia kemudian berdiri.
"Eh, ka… kau mau apa?" Tanya Sakura gugup ketika Sasuke mulai mendekatinya.
"Membantumu menyelesaikannya," Sasuke dengan santainya kedua tangannya memegang pipi Sakura yang langsung memerah dan mendekatkan wajahnya. Wanita-wanita yang melihatnya berteriak histeris, Gaara mengerutkan keningnya.
Jarak mereka hanya tinggal beberapa senti saja.
"UWAAA!!!! SIAL!!!!" Sakura mendorong tubuh Sasuke hingga pria itu terdorong dua langkah ke belakang. Beberapa wanita menghela nafas lega.
"Kau kalah, Jidat!!!" kata Sasuke dengan coolnya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
"PAGI SEMUA!!!"
Sakura menoleh cepat ke arah depan kelas. Terlihat beberapa senior datang. 3? Ada Itachi, Deidara, ditambah lagi seorang perempuan berambut biru tua yang akhirnya Sakura ketahui bernama Konan. Sakura segera cepat-cepat akan kembali ke tempat duduknya ketika mendengar Sasuke menggumamkan kata 'hutang sembilan', ia menoleh sebentar.
-
-
-
(Tau iklan shampoo Lifebuoy? Ibu-ibu yang menjemput anaknya yang masih sekolah terus ada preman datang kemudian terjadi adegan si ibu mengibaskan rambutnya?) Rupanya itu yang mengilhami Sakura melakukan hal yang sama.
-
-
Sakura dengan kesalnya langsung berbalik dengan sengaja mengibaskan rambutnya yang panjang ke wajah Sasuke.
-
-
"Akh!!" sasuke mengelus wajahnya. Sakura menoleh sebentar dan menjulurkan lidahnya.
"JIDAAAAATTTT!!!" ucap Sasuke kesal namun pelan kemudian duduk.
"PAGI INI KITA AKAN MENCATAT PERATURAN OSPEK SELANJUTNYA UNTUK BESOK DAN SETERUSNYA!!! Hei! Peraturan ini harus ditaati selama ospek, jadi, silakan mencatat!!!" kata Deidara dengan garangnya. Sementara Konan dan Itachi hanya tersenyum-senyum. Beberapa gadis menjerit histeris ketika melihat senyum dari Itachi itu. Sasuke mendengus kesal.
"BODOH!" katanya sendiri. Sakura menoleh melihat Sasuke tak mengerti. Untung itu hanya pelan. Sasuke mengamati Sakura dan memberikan death glare padanya. Menuntut Sakura untuk mengalihkan pandangannya kembali.
"Kau lebih baik duduk saja, ITachi! Kau membuat mereka mengalihkan perhatiannya padaku!" perintah Deidara. Itachi menangguk dan kemudian duduk di tempat dosen.
"AYO! CEPAT KELUARKAN BUKU CATATAN KALIAN!!!" teriak Deidara lancang membuat semua yang ada di ruangan itu bergidik ngeri. Sakura segera cepat-cepat akan mengambil tasnya. Tiba-tiba gerakannya terhenti. Dimana tasku??? HAH!!! BODOOOHHH!!! Sakura menoleh cepat ke arah Sasuke yang tersenyum tak waras berpura-pura tak memperhatikan Sakura.
"Ayam! Kembalikan tasku!" kata Sakura berbisik, namun cukup keras untuk di dengar Sasuke. Sasuke berpura-pura tak mendengar, malah sekarang terkesan berakting menulis, padahal sang senior Deidara belum membacakan apa-apa.
"AYAM!" teriaknya agak kencang, namun tak sampai terdengar senior di depan. Maklum Sakura berada di urutan kedua dari belakang sedangkan Sasuke berada diagonal di belakangnya yang berarti Sasuke berada di baris paling belakang.
"Sssssstttt berisik tahu!" ucap Sasuke sambil menempelkan telunjuknya ke bibirnya dan sebelum Sakura sempat mengatakan apa-apa lagi, dia sudah mengalihkan pandangannya dan berpura-pura memperhatikan seniornya di depan. Kali ini Sakura tak tahan lagi.
"SASUKE AYAM! KEMBALIKAN TASKU!!!" teriaknya keras dan lancang. Membuat semua menoleh padanya tak terkecuali semua senior yang ada di depan mereka. Sakura menoleh mengamati sekeliling dan… terlihat mata semua orang menatapnya. Ingin rasanya Sakura menusuk semua mata itu. Pandangan mereka terlalu menyebalkan. Sakura menyadari betapa bodohnya ia.
"HEI! ITU YANG DIBELAKANG! MENGAPA BERTERIAK??!!" teriak Deidara lancang yang langsung membuat nyali semua cewek di situ ciut, apalagi Sakura yang sudah jelas-jelas teriakan itu ditujukan untuknya. Jantungnya berdebar dua kali leb- eh tiga kali eh.. eh? lebih cepat. Iramanya tak beraturan. Ia paling tak suka dibentak seperti itu, apalagi oleh orang yang benar-benar membuatnya benci, dia tak suka. Bentakan itu sangat sangatlah membuatnya terkejut. Rasanya…
"Ma… Maaf! Sa… saya cum…a-" Sakura serasa meleleh.
"Ah, tidak menghargai seniornya. Sudah, kamu ke depan sini!" perintah Deidara. Sakura maju ke depan sambil menunduk. Antara malu, kesal, takut bercampur menjadi satu.
"Kenapa berteriak?" tanya Deidara keras.
"A… anu… itu… tas saya… tas saya dibawa Bunt.. eh, Sasuke!" kata Sakura ketakutan. Deidara mengamati seluruh ruangan.
"Yang namanya Sasuke siapa?" tanya Deidara lantang. Seisi ruangan itu sunyi. Semuanya tampak was-was. Tetapi Sasuke mengangkat tangannya santai dan tenang seolah itu bukanlah apa-apa. Itachi mengamati adiknya.
"Apa benar tasnya dia kamu bawa?" tanya Deidara lagi. Sasuke mengerutkan keningnya.
"Tidak! Aku tidak membawanya!" jawabnya enteng. Sakura membelalakkan matanya.
"Bohong! Dia yang membawanya!"
"Heh! Itu tasmu!" jawab Sasuke santai. Sakura menggeram marah. Tasnya sudah dikembalikan.
"Kau baru saja mengembalikannya!" teriak Sakura marah.
"Ngarang!" jawab Sasuke seenaknya.
"Ngaku!!!"
"Untuk?"
"Kau ini salah, buntut!!!"
"Jidat! Kau tak melihat tasmu ada di tempatmu sendiri?!"
"Kau baru saja mengembalikannya, BUNTUT JELEK!"
"Ngarang! JIDAT JELEK!"
"Dia bohong, Kak!" kata Sakura marah. Sasuke mendengus kesal. Deidara mulai bosan mendengar ocehan mahasiswa baru yang berani itu. Begitu juga dengan beberapa mahasiswa lainnya yang tampak jengah. Yang lain menatapnya sebagai sebuah hiburan.
"Sasuke kau ikut maju! Kalian berdua berdiri di depan dengan satu kaki!!!" perintah Deidara yang kesal mendengar perdebatan.
Akhirnya, Sasuke maju dan menerima hukuman bersama Sakura dengan terpaksa. Selama di depan, kedua orang itu tetap saja mengolok-olok lawannya dengan kata-kata hapalan dan wajib. 'buntut' dan 'jidat' selalu bersahutan, terdengar pelan. Deidara yang di depan menahan amarahnya. Itachi yang kebetulan berada di depan menahan geli dalam hati. Adikku berubah…
***
"Ap…apa ini???" Sakura menggeram marah ketika melihat ban motornya bocor depan dan belakang. Sakura berjongkok.
"Hah. Perasaan tadi pagi tak apa!!!" katanya bingung.
"Pulang telat nih!!!" Kata Sasuke sambil berlalu dengan motornya pelan. Sakura menggeram marah.
"BUNTUUTTTT!!!! KAU PASTI YANG MELAKUKANNYA!!!!" teriak Sakura marah. Sasuke tertawa sebentar kemudian mengendarai motornya menjauh. Sakura mendengus kesal.
"Sembilan lalu ditambah sepuluh. Sembilan belas lebih!!!" Sasuke berkata sambil menyeringai menyebalkan. Karena terlalu sebal, Sakura mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya ke kepala Sasuke. Dan Yak! Tepat mengenai sasaran, mengenai pelipis Sasuke. Sasuke menghentikan motornya.
"Kau pikir kau siapa?" tanyanya marah turun sambil mendekati Sakura. Sakura sebenarnya takut menghadapi mata itu. Tapi ia tidak ingin terus dipermainkan si Buntut.
"Kau pikir, kau ini siapa juga?!" balas Sakura tak mau kalah.
"Hmmm… Apa maksudmu melempariku batu?!"
"Apa juga maksudmu membuat banku kempes?!"
"Aku hanya main-main!!!"
"Aku juga!!!"
Sasuke dan Sakura memang tak akan pernah berhenti untuk berdebat. Mereka pandai membalik-balikkan kata-kata. Menyebalkan!
"TUUT! Tanggung jawab?!" kata Sakura sambil menunjuk ban motornya. Sasuke menyeringai.
"Ogah! DAT! Kau masih memanggilku buntut?! Kau hutang dua puluh!" jawab Sasuke seenaknya.
"Sial! Siapa juga yang mau dicium sama orang menyebalkan kayak kamu! Aneh! TANGGUNG JA-WAB!" kata Sakura tegas.
"Ti. Dak. Ma. U! Aku sudah jawab. Tapi tidak mau menanggung,"
"Tanggung jawab buntut!!! Kasih motorku ke bengkel!!!"
"Dua satu!" Sasuke menjawab seenaknya. Sakura merasa di puncak kemarahan.
"KAU!!!!" tangannya maju untuk meremas wajah Sasuke. Mungkin dengan kukunya akan membuat Sasuke kapok. Tapi dengan mudahnya Sasuke menghindar dan menggenggam kedua tangan Sakura dengan satu tangannya.
"Jadi kau mau membayarnya?!" kata Sasuke kemudian mendekati wajah Sakura. Sakura terkejut dan berusaha melepaskan tangannya dari Sasuke. Tubuhnya berontak dan ia menggoyangkan tangannya supaya lepas dari buntut jelek itu. Tapi Sasuke cowok yang kuat, Sakura tak bisa lepas begitu saja.
Wajahnya semakin mendekati Sakura yang langsung membuang wajahnya jauh dari Sasuke menghindari kelakuan tak waras itu. Sasuke masih mendekatkan wajahnya ke telinga Sakura.
"Hmm… jidat…." Kata Sasuke lembut di telinga Sakura kemudian beringsut pergi.
"Jaa! Kau harus membawanya ke bengkel!" dan mahkluk itu pun pergi meninggalkan Sakura yang tak keruan.
"SIAL!!! Si BUNTUT ITU MENYEBALKAN SEKALI!!!
Sakura menuntut motornya perlahan ke bengkel. Dari dalam hatinya, terdapat dendam teramat sangat. AKU BENCI SASUKE………!!!!
***
Sakura pulang ke kostnya dalam keadaan lesu. Dia membuka pintu dan melewati beberapa orang yang duduk di ruangan itu. Ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang nonton tv. Shiro langsung menuju ke kamarnya yang terletak tak jauh dari situ. Ia menutup pintunya dan melepaskan wignya, lalu tertidur. Ia lelah… sangat lelah…
***
(A/N : Shiro jika Sakura menjadi Shiro, tapi jika tetap berwujud Sakura, sebisanya saya tampilkan dengan nama Sakura. ^^ Supaya lebih mudah dipahami dan dibayangkan (author aneh))
***
Beberapa waktu kemudian ia bangun. Mengambil handuk dan bergegas mandi. jam setengah tujuh sore, kamar mandi hanya satu yang dipakai. Kalau begitu, ia bisa mandi lebih cepat.
Shiro kemudian berganti baju dan keluar kamar sambil membawa snack dimakan sambil berjalan ke dapur, untuk mengambil minum. Sedang asyik-asyiknya minum dan mengunyah snacknya ia dikejutkan dengan teriakan Naruto di ruangan depan yang berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus ruang nonton tv.
Sekilas namun jelas…
"TEMEEEE!!!"
-
-
-
Shiro mengerutkan keningnya. Ia berjalan ke ruangan depan sambil mengunyah semua snacknya sekaligus ke dalam mulut karena kesal pada Naruto yang berteriak keras. Sesaat ia mengunyahnya cepat. Tapi setelah melihat apa yang terjadi…
-
-
-
"Kau kost juga, Teme?!"
"DIAM DOBE!!!"
-
-
-
Sakura membelalakan matanya begitu melihat sosok itu.
BUNTUT AYAM!!!
Sasuke mengelilingkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Pikir Shiro pasti Sasuke tidak mau kost juga. Paling Naruto hanya sok tahu, paling semua ini hanyalah mimpi kalau Sasuke ngekost di sini. Bohong! Tidak boleh terjadi.!
"Jadi, kau mau kost disini, Sasuke?" tanya Naruto lagi. Shiro masih diam terpaku di tempatnya.
"Hn," kata Sasuke santai. Shiro membelalakkan matanya. Makanan yang dikunyahnya akan dimuntahkannya secara tiba-tiba karena saking terkejutnya. Ia menutup mulutnya. Sasuke mengerutkan keningnya melihat tingkah Shiro.
"Hei, Shiro. Kau kenapa?" tanya Naruto. Sasuke mengamati Shiro curiga. Shiro seakan terpojok. Shiro menggeleng cepat. Bagaimanapun juga makanannya akan keluar kalau ia bicara. Jadi ia menggeleng cepat dan mengibas-kibaskan tangannya, kemudian memandang sekeliling sambil memikirkan sesuatu dan akhirnya kemudian memperagakan orang yang sedang sakit gigi. Pipi Shiro menggembung lucu. Shiro langsung berlari ke kamar mandi dan…
-
…………………………………………………
-
Sasuke akan satu kost denganku??? TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK!!!! Aku pasti mimpi, pasti mimpi, PASTI ini BOHONG. KEBOHONGAN PALING BESAR!!! Sakura tiba-tiba saja mengguyur wajahnya dengan air. Berharap itu tidak terasa…
Akh! Sakura malang…
Ternyata bukan mimpi. Yang terjadi wajahnya malah basah.
Sekarang, babak baru, Sakura…
Kau yang selama ini mempertahankan citramu sebagai Haruno Sakura di Universitas. Kau yang menyembunyikan identitasmu di depan semua orang di kost ini. Dari cowok-cowok itu semua. Bahkan mengelabuhi ibu kost, membohongi orang tuamu kalau kau tinggal di kost yang aman, rapi, bersih, strategis, dan bersama Ino. Untuk apa? Karena terpaksa. Ya, karena terpaksa! Sampai sekarang ia belum menemukan kost baru. Kalaupun ada, keadaannya jorok sekali. Sakura tetap mempertahankan semuanya. Tapi sekarang rambut ayam kemari? Akh, hidupmu pasti tak tenang, kan Sakura? Kau membencinya sebagaimana dia sangat membencimu. Kau selama ini terus mengutukinya dalam hati dan sepertinya perasaanmu mengatakan kalau dia juga mengutukimu dalam hatinya. Kau takut, bukan? Sebelumnya kau pernah bilang kau takut pada semua cowok itu jika mereka tahu semua tentangmu. Apalagi Gaara dan Itachi. Apa yang akan kau lakukan? Mereka akan menganggapmu sebagai cewek tak tahu malu karena tinggal di kost-kostan khusus cowok. Dan image yang selama ini kau jaga akan hancur seketika… apalagi kedatangan cowok rambut ayam itu pasti akan merusak semuanya, menambah beban pikiranmu untuk menyembunyikan identitasmu. Jika ia tahu… hancur sudah seorang Haruno.
Kau hancur.
Kau akan tamat…
-
Shiro merasakan lututnya gemetar. Ia bahkan hampir menangis. Ia takut. Takut semua akan tahu.
***
Shiro keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat.
"Shiro? Kau sakit?!" tanya Naruto. Shiro menggeleng cepat kemudian bergegas menuju kamarnya. Setelah menutup pintunya, ia mondar-mandir berjalan sambil menggumamkan sesuatu.
"gawat… gawat… gawat…. Gawat!!!"
Ia kemudian berjinjit pelan ke pintu dan mengintip keluar ruangan. Di ruang tamu sekaligus ruang nonton tv, tampak Sasuke dan Naruto mengobrol. Ia kemudian keluar ruangan lagi menuju ke dapur untuk alasan mengambil air putih padahal sebenarnya sambil lewat ia memberikan kode pada Naruto untuk mengikutinya. Kode dengan mengedip-kedipkan matanya dan kemudian tangannya mengayun kecil. Maklum, jalan ke dapur dari kamarnya ada di belakang Sasuke dan Naruto ada di depan Sasuke sehingga bisa melihat Shiro jelas.
Tapi dasar mahkluk satu itu tidak mengerti apa yang dikatakan Shiro. Dengan polosnya malah mengatakan,"Kau ini kenapa Shiro? Matamu sakit?"
-
-
-
Heran… kode itu sudah sangat jelas bukan? Naruto… lain kali kau harus menghilangkan 'sedikit' 'kepandaianmu' itu.
-
Sasuke menoleh ke arah Shiro. Shiro tersentak kaget kemudian meringis dan cepat-cepat berjalan ke dapur.
***
Filladelfia : Emmm… f(-_-)
Maaf kalau mengecewakan yah?? Saya memang updatenya cepet-cepet supaya bisa cepat selesai. Ho iya, mungkin fict ini akan menjadi penutup saya di FFN. MCdK lagi kena WB. Makanya saat ini saya berusaha menyelesaikan semuanya.
Makasih yang sudah review. Wah, nyang review punya saya membuat saya terharu nih, soalnya fict saya jelek dibandingkan fict mereka.
De-chan
Hehehe... Nyante aja. XD
Kamu mau baca aku dah seneng kok! XD Suer deh!!! Makasih ya...
Lagi gak login
Hahahaha... (mringis...) walah, fict gaje gini kok!!! XD Iya, romance nih, semoga aja dapet... apa? feelnya. 1 kamar? walah... ntar mereka nglakuin hal bejat gimana...XD
Nie Akanaru
Iya nih, nyantai. saya belum kuliah jadi rada gak ngerti.... XP. Nyantai, lah ntar kayak itu lagi, ospek sampai menghilangkan nyawa orang laen... X(. makasih udah review nih... XD
dhidi-chan
Iya... Makash ya... XD
Naara Akira
Jiiah, kalo ntu saya juga mau. sape yang nolak diboncengin Itachi? XD. Jurusan Pendidikan bahasa jepang nih, sama kayak author yang ngasih semangat saya tuh... *lirik2*. Kak Shiho...^^. Makasih banyaaaaaaaaak ya reviewnya...XD
Chiwe-Sasusaku
Hehehehe... Yah gitu lah... emang takdir... XP. Makasih ya Chiwe, udah revew nih... XD setianya dirimu.... XD
Green-YupiCandy-Chan
Woh? tidak ada kata telat review di fict saya... XD Thank's yah... reviewnya nih...XD
shena blitz
Jiaaahhh, ya maaf dah... XD... habis saya suka sih... Maaf nih... Sorry loh ya.... Habis Itachi ganteng bener...
Nana~chan
hmmmmmm *geleng2*..jangan dong.... Sasuke ada kok... XDD. Thx yah.... XD
Fly
Makasih, Sasuke enggak suka sama Sakura kok. dia cuma suka godain aja.... XD Makasih nih reviewnya... XD
Beby-chan
Jiiiah, emang bener kata cumanumpanglewat.... mereka itu MKKB, jadi kejar2an gitu...XP makasih yah...
Shiho Kazuki U.K
Iya, makasih yah K, ditunggu lagi nih, fict jalan terbaiknya.... XD
Cumanumpanglewat
Walah, aku juga. yah, telat nih, Sasuke ke tempat Sakura... XP... Neraka? hehehe... XD
ayam LoVe jidat
Ya, salam kenal juga... XD makasih yah.... Ayo, buat fict dong! XD
Lauselle 'Cake' E. Granzchesta
Hahaha... Bisa aja... XD. Makasih ya reviewnya... XDDD
Akina Takahashi (males login)
Hmmm... dia suka ama siapa ya? aku juga kaga tau... lah, diantara eh semuanya ganteng... mana sanggup milih... XD. Eh, lanjutin semua fictnya Akina ya.... XD, masih banyak yang belum complete nih....
