Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya yang ini punya saya.

Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. "Dasar cerewet!" katanya. "HEH! KALAU DIBILANGIN JANGAN MEM-" "SUI BUSUK!!!" DEEEG "Aaaa" "Ma… Maaf!! UWAA!!" "…""Akh, SAAKUUUURAAAAA!!!! SASUKEKUUUUU!!!!" R&R ya…

W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP…*dilemparin telur buntut, eh busuk*

Gara-Gara Kost

Chap 6: CI-dat b-UM-tut AN Pertama 1.

"Haaah… Dasar bodoh! Naruto bodoh!" Shiro menepuk dahinya. Ia terus berada di dapur takut keluar lagi.

Sekarang cewek yang aktif itu menjadi pendiam.

***

Seperempat jam di dapur membuatnya lelah berdiri. Ia mengutuki dirinya sendiri. Dan yak! Meski sudah diuji, ternyata Tuhan masih mengasihinya. Naruto masuk ke dalam dapur untuk mengambil minum. Dengan santainya seolah tak terjadi apa-apa. Shiro langsung tak menyia-nyiakan kesempatan dengan menarik Naruto mendekat. Naruto hampir saja tersedak.

"Kau ini kenapa???!!!" Tanya Naruto sedikit kesal.

"Ma… Maaf. Tapi…" Shiro kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto. Tapi dasar cowok aneh, dipikirnya Shiro ingin menciumnya. Akhirnya setelah mendapatkan 'bingkisan' berupa kepalan tangan di pipinya, Naruto mendengarkan juga perkataan Shiro. Tentang mahkluk yang masih nonton tv. Sekarang kost memang lagi sepi. Yang lain main, beberapa di antaranya di kamar, sedang ibu kost memang tidak tinggal di sini. setiap hari minggu Ibu Tsunade datang ke kost untuk mengecek keadaan. Disini cuma ada pengurus rumah atau apalah yang sedianya mengecek keadaan di rumah ini. Tinggal di ruangan terpisah dari bangunan utama. di belakang kost tepatnya. Seorang nenek tua yang diketahui bernama Chiyo (Gomen… m(_ _)m). karena sudah tua ia tidak begitu memperhatikan apa yang sedang terjadi di kost itu.

"Hooo… Gawat dong, Sakura!!!" kata Naruto setelah mendengar curhat singkat Shiro.

"Iya… Naruto bagaimana ini? Aku jadi takut berada di sini! dia menyebalkan sekali! Menyebalkan!!!"

"Hahahaha!!! Dia itu seperti es loh! Tapi masa dia seperti itu? SMP dulu dia dingin sekali!" kata Naruto. Shiro membekap mulutnya karena terlalu keras.

"Kata Tenten dia juga masih sedingin es saat SMA. Tak kusangka dengamu ia bisa berubah. Hahaha! Kau hebat!!!" kata Naruto sambil menepuk bahu Shiro. (AN: Sakura adalah teman SMA-nya Naruto, sedangkan Tenten adalah teman SMPnya Sakura, sehingga Sakura tak mengenal Sasuke. Ino? Dia temen satu sekolah Sakura dari TK ampe ke Universitas.)

"Hah? Masa sih? Dia itu cerewet sekali!!!"

"Ya, tapi dulu ia adalah manusia yang dingin dan cuek. Jarang atau bahkan rak pernah sekali pun bergaul dengan seorang wanita, dengan laki-laki saja jarang kok!"

"FITNAH!!!" kata Shiro kesal. Naruto tersenyum.

"Hei, aku punya sesuatu yang menarik!" katanya kemudian berjalan ke ruang tamu.

"Tunggu Naru-" teriak Shiro. Tapi Naruto tetaplah berjalan tak peduli. Dengan kesal Shiro mengikutinya. Sekarang Naruto duduk di depan Sasuke dan Shiro duduk di sebelahnya Naruto sehingga bisa mengamati wajah Sasuke yang jelas. Sebenarnya tepatnya biar lebih mudah dibayangkan, sofa itu berbentuk L. sisi yang panjang menghadap ke televisi. Itu yang diduduki Sasuke. Naruto berada di lengkungannya sedang Shiro ada di sisi yang pendek. Jadi lebih tepat bukan di hadapannya tapi di samping hanya menghadap dia.

"Kau kemana saja?!" kata Sasuke ketus. Tapi matanya tak beralih dari televisi. Shiro sebenarnya sedang menahan amarahnya jika berdekatan dengan cowok menyebalkan itu!

"Aku hanya ke dapur kok!" kata Naruto. Sasuke terdiam. Beberapa saat dalam keheningan. Yang terdengar adalah suara khas Budi Anduk di televisi. Shiro sendiri heran. Cowok itu doyan humor ya? Shiro kemudian mengambil majalah di bawah meja asal lalu membukanya. Naruto tersenyum.

"Hei sasuke?" katanya.

"…"

"Kau kenal Sakura? Haruno Sakura?" Tanya Naruto tersenyum lebar. Shiro langsung mendongak kaget. Ia melebarkan matanya. Apa yang akan Naruto lakukan? Mencoba ember?

"Kau kenal?" Tanya Naruto kembali karena tak mendapatkan respon dari Sasuke.

"Tidak!" katanya cuek. Shiro mengerutkan keningnya kesal. Apa? Sombong sekali cowok geblek itu?

"Setahuku Haruno Jidat!" katanya santai. Shiro menghela nafas panjang kemudian melepaskannya. Sabar…

Naruto nyengir.

"Kalau begitu kau tahu bagaimana dia, kan?"

Shiro menghela nafasnya lagi. Perlahan tangannya pindah kepinggang cowok pirang yang periang itu kemudian mencubitnya.

"Aaaaaa!!!" teriak Naruto kaget. Sakura langsung melepaskan tangannya dan berpura-pura membaca majalahnya lagi.

"Bodoh! Dia siapa? Si Jidat?" kata Sasuke lagi. Naruto mengangguk sambil mengusap pinggangnya dan menatap Shiro sedikit kesal. Shiro hanya berpura-pura tak memperhatikan.

"Menyebalkan! Sok tahu! Geblek! Cerewet!" kata Sasuke tenang. Sakura membelalakan matanya marah kemudian sengaja membalik-balik halaman majalah dengan kasar sampai hampir sobek. Naruto mengamati Shiro maklum sambil melanjutkan.

"Hanya itu?"

"Banyak. Tapi kesimpulannya dia sangat menyebalkan!" kata Sasuke lagi.

"Hei? Kau berkata seolah tak ada sisi positifnya! Bisa kau sebutkan?"

"Tidak ada,"

"Masak? Kau yakin? Kalau dari fisik, bagaimana?"

"Jelek!" kata Sasuke spontan. Naruto menahan tawanya.

"Benarkah?"

"Hn…" kata Sasuke. Coba saja kalau dia menoleh ke arah Sakura, hawa dan aura iblis memancar dari sana.

"Benarkah? Paling kau saja yang tidak mau mengakui. Jika kau sudah membenci seseorang, apa yang kalu lihat dari orang itu akan menjadi jelek seterusnya, tapi jika kau mencintai seseorang, yang kau lihat walaupun sebenarnya itu jelek, kau akan menganggapnya tetap baik," Kata Naruto bijak.

"Hn,"

"Hmmm… Dia itu kan manis, pinter, cantik, langsing, putih, de el el!" kata Naruto sambil melirik Shiro yang langsung blushing.

"…" Sasuke masih memperhatikan televisi. Shiro mendengus kesal.

"Ugh!!!"

***

Malam itu, Sakura terbangun. Ia melirik jam di kamarnya, pukul 2 pagi. Kamar Sakura selalu terang. Karena ia takut gelap. Ya! Meskipun terang tapi dia tetap bisa tidur nyenyak, tak seperti kebanyakan orang. Ia terbangun malam-malam, kebelet pipis.

Segera saja ia berjalan ke kamar mandi, meski matanya masih belum sempurna terbuka ia nekat ke kamar mandi. Meskipun keadaan di ruangan yang dia gunakan untuk lewat lampunya dimatikan, dia tetap berjalan walau agak tergesa-gesa. Setelah menjalankan ritualnya ia segera keluar.

"Ugh, gelap!" katanya mulai mengeluh! Dasar dodol! Tadi dia begitu berani berjalan ke sana. Tapi apa mau di kata, soalnya memang dia istilahnya 'sudah diujung tanduk', jadi ia langsung saja berjalan tanpa memperhatikan keadaan sekitar.

Sakura menarik nafas perlahan, ia segera keluar dari kamar mandi(tadi Sakura sedang mengintip dari pintu).

-

-

-

Di dekat pintu ada orang bersandar.

-

-

-

Rambutnya hitam legam (sepertinya. Soalnya lampunya mati).

-

-

-

Jantung Sakura berdegup kencang. Han… hantu???

-

BUKAN! Sakura sedikit menajamkan penglihatannya.

-

Laki-laki.

Dan Sakura menyadari betapa bodohnya ia keluar dari kamar mandi tanpa memakai wig.

-

"Kau?!" Tanya laki-laki itu terkejut melihat Sakura. Sakura merasakan jantungnya berdegup lebih kencang lagi.

"…"

"Kau siapa?" Tanya laki-laki itu. Sakura merasa sedikit lega. Ternyata orang itu bukanlah orang dengan rambut legam mencuat seperti akh, lupakan! Ternyata orang itu adalah…. Sai!!!!

"Kau siapa?" Tanya Sai lagi kepada Sakura yang kini berdiri mematung.

"A… aku-"

KRIET

Pintu kamar mandi sebelah terbuka, reflek Sakura langsung menarik Sai ke dalam kamar mandi yang satunya lagi, bekasnya. Sekarang kedua orang itu berada di dalam kamar mandi.

"Kau ini siapa?" Tanya Sai masih terkejut, apalagi di depannya ada seorang cewek berambut pink yang sebelumnya belum pernah ia lihat.

"Ak… aku Haruno Sakura…"

"Haruno Sakura? Siapa?"

"Ak.. aku adalah Shiro…," kata Sakura sambil menunduk. Sai menarik nafasnya dalam-dalam.

"Shiro? Kenapa?"

Sakura segera menjelaskan asal mula ia seperti itu. Sai menangguk. Tapi tak tersenyum.

"uh…" Sakura menghela nafasnya setelah lama tak ada suara dari keduanya di dalam kamar mandi.

"Sakura. Kau berani," kata Sai kemudian tersenyum. Sakura menunduk.

"Apa yang kau lakukan setelah ini, Sai?" Tanya Sakura hati-hati.

"Apa?"

"Apa kau akan memberitahu mereka semua?" Tanya Sakura dengan nada khawatir. Sai menggeleng cepat kemudian tersenyum.

"Tidak,"

Sakura mengerutkan keningnya.

"Kenapa?"

"Karena itu tidak ada untung maupun ruginya sama sekali buatku," kata Sai santai. Sakura memaksakan diri untuk tersenyum.

"Terimakasih, Sai,"

"Ya. Bisakah kau keluar sekarang, aku mau…"

"Iya," potong Sakura kemudian bergegas membuka sedikit celah di pintunya dan setelah keadaan dipastikan aman, ia segera melangkah keluar.

***

Kecolongan satu poin.

***

"Selamat pagi," sapa Sai ketika melihat Shiro keluar dari kamarnya. Shiro memaksakan dirinya untuk tersenyum. Shiro melayangkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Hari memang masih pagi. Belum ada jam setengah enam.

"Hei," kata Sai lagi ketika melihat Shiro terbengong-bengong.

"EH, i…ya?"

"Ada apa? Kau tak usah takut padaku," kata Sai kembali tersenyum. Sakura membalas senyumnya.

"Ya sudah, aku mau ke kamar dulu," kata Sai kemudian berlalu ke kamarnya disertai tatapan Shiro. Uh, kenapa dia sudah tau. Apa yang dipikirkannya tentang aku sekarang?

Shiro menghela nafas panjang kemudian berjalan keluar kost. Di halaman depan tampak sesosok manusia sedang melakukan pemanasan. Sesosok pria yang sudah tak asing lagi baginya. Tebak siapa? Yak, Sasuke.

Si rambut hitam, legam yang mencuat itu sedang melakukan pemanasan di luar. Shiro menganggukkan kepalanya. Pantesan si buntut punya badan bagus…Eh? hek, cuih cuih, ngapain muji-muji orang kayak gitu? Najis!

Sakura melangkahkan kakinya turun ke halaman sebentar, udaranya masih segar. Ia mencoba melakukan pemanasan sebentar. Hari masih pagi. Sakura melayangkan pandangannya mengelilingi tempat sekitar kost itu, lingkunganya bersih. Tiba-tiba ia menangkap sesosok bayangan orang yang sedang melakukan jogging. Gaara dan Neji terlihat jogging bersama. Sedang Kak Itachi di belakangnya. Pemandangan yang indah. Gaara dengan tubuh tegapnya terlihat cool. Walaupun kalah tinggi dibandingkan Sasuke, walaupun tingginya lebih tinggi sedikit dari Sakura, tapi dia termasuk kriteria Sakura juga.

Pagi yang indah ya, Sakura? Disuguhi pemandangan yang, wah! Coba bayangkan, hidup di tengah-tengah cowok yang….

***

"HEH! AKU DULUAN!!!" bentak seseorang berambut hijau kepada Naruto yang langsung melotot.

"He! Kan aku duluan yang datang ke sini!!!" teriak Naruto tak mau kalah.

"Masa bodo! Ntar kalau aku telat bagaimana?!"

"Urusanmu!"

-

"Cepetan woy!"

"Bentar nyet!"

"Mbing!"

-

"Heh!"

"Ngajak berantem?!"

"Anjrit!!!"

-

Shiro menggeleng-gelengkan kepalanya mlihat keributan 'KECIL' di depan kamar mandi itu. Memang itu sudah biasa terjadi di kostnya. Maklum lah, kamar mandi 2, tapi orangnya?

Shiro melewati beberapa orang di depannya untuk mandi juga.

"MInggir!!!" teriak seseorang tiba-tiba menepis tangan Shiro cukup keras sehingga tangannya menghantam daun pintu kamar mandi. Satu kata. Sakit! Orang yang menepis tangan Shiro samasekali tak mau memperhatikan Shiro yang meringis kesakitan. Ia langsung masuk ke dalam kamar mandi.

"Biar saja!" kata Neji yang langsung memegang tangan Shiro yang kemerahan. Shiro mengangguk.

"Sakit ya?" Tanya Sai memperhatikan luka di tangan Shiro kemudian mengelusnya sebentar dan tersenyum. Shiro mengangguk kembali. Sasuke menatap tangan Shiro datar. Neji melirik kemudian membuka mulutnya mengucapkan kata-kata tanpa suara, hanya gerak bibir saja.

"ia ua au?" gerak bibir Neji. Yang akhirnya diterjemahkan Shiro sebagai 'Dia Sudah tahu?" Shiro mengangguk.

***

UK…

"Selamat pagi Gaara!" ucap Sakura semangat ketika melihat Gaara duduk di depannya. Gaara tersenyum dan mengangguk kemudian melepaskan tasnya dan berjalan ke tempat Sakura duduk.

"Kau semangat sekali, Haruno," katanya sambil mengetuk-ketukan kepalan tangan kanannya di meja, sementara tangan kirinya berada di dalam saku celananya. Sakura tersenyum.

"Tentu. Hari ini adalah pertama kali bersungguh-sungguh setelah selama beberapa hari kita menjalankan ospek," ucap Sakura sambil menengadah melihat Gaara. Gaara mengangguk. Sakura menunduk lagi dan memikirkan topic yang tepat untuk meyambung pembicaraan mereka. Tapi sepertinya buntut EH buntu.

Tiba-tiba seseorang mengacak rambutnya. Sakura terkejut dan melihat siapa yang melakukannya. Sebelumnya ia mengira itu Gaara. Tapi tak mungkin kan, Gaara selembut en se-cool itu yang melakukannya. Sakura melihat asal dan menjerit kesal.

"SASUUUKEEEEE!!!! Uh, buntut! Kenapa sih? Dateng-dateng udah ngajak berantem! Aku menyesal satu kelas sama kamu!" ucap Sakura sebal ketika melihat Sasuke datang tanpa permisi langsung mengacak rambutnya. Sasuke yang dimarahi hanya berpura-pura tidak berbuat dan tidak melihat, langsung berjalan melalui meja Sakura.

"Duadua!" kata Sasuke cuek.

Sakura bangkit.

"Heh! Ngomong pake otak!!!" teriaknya sebal. "Mana mungkin aku sudi melakukannya!" kata Sakura lagi. Sasuke menatap Sakura datar. Memang, Sakura lebih pendek darinya. Masih ingat pada waktu tabrakan? Dahi Sakura adalah sehidung eh, maksudnya tingginya sehidung Sasuke. Jadi terang Sakura harus mendongak kepada Sasuke.

"Dasar sok jual mahal!" kata Sasuke sambil tersenyum sinis.

"Bun… UGH! Sas….. UKE!!! Teriak Sakura sebal. Sasuke masih menatap Sakura sinis. Kemudian tangannya menuju ke dahi Sakura sambil menyentuhnya sama seperti ketika Itachi menyentuh dahinya waktu kecil. Bedanya yang ini ditambah gerakan memutar dan ditambah kata-kata 'Tambah lebar ya, Nak!". Kemudian sang mahkluk berambut aneh itu menuju ke bangkunya. Sakura mengusap dahinya dan mengerucutkan mulutnya. Gaara tersenyum melihatnya. Sakura menoleh ke arah Gaara dan salting.

"Eh? eng… a…. e… eng… Gaara bisa tunggu sebentar? Ada yang ingin aku selesaikan!" kata Sakura sambil tersenyum manis, akan tetapi ketika ia berbalik menatap Sasuke yang seakan duduk dengan wajah yang menantangnya, senyumnya berganti senyum iblis. Sakura mendekat sambil menahan amarah.

Ia sampai di depan tempat duduk Sasuke. Sasuke mendongak melihat wajah Sakura yang terlihat menyeramkan. Sakura berkacak pinggang.

"Jangan kira kau sempurna, ya!" kata Sakura marah. Sasuke menaikkan salah satu alisnya.

"Liat tuh rambut ayammu! Model rambut ayam jago gitu!!! Iiiihhh, punya rambutt kok kayak gitu. Wew!" Sakura menjulurkan lidahnya. Sasuke sempat tersulut juga amarahnya mendengar celotehan Sakura.

"Bukankah kau juga. Bagaimana dengan dahi lebar yang memakan sebagian besar tempat di wajahmu? Apakah kau berhak mengatai orang seenaknya? Kau juga harus berkaca!"

"Dasar bunt-"

"Dua tiga!" potong Sasuke cepat. Sakura menutup mulutnya refleks.

"Dengar ya!!! Aku gak akan mau men-"

"DASAAARR MUKA JELEK TUKANG GANGGU!!!!" Sasuke dan Sakura menoleh ke arah Suigetsu dan yang sedang berlari dikejar oleh Karin yang marah sambil membawa buku yang digulung. Aneh, memang teman-teman Sakura termasuk Sakura aneh, sudah besar masih kayak anak kecil.

"Aku gak akan mau melakukan hal itu! Najis! Kau ini!!! Akh, membuat peraturan bodoh seperti itu. Memalukan tidak adakah kerjaan lain? Kau ini maunya menang sendiri saja! Lagipula untuk apa kau membuat peraturan bodoh seperti itu? Kurang kerjaan, otak mesum! Mana mungkin dan tidak akan pernah aku melakukan… apa? Dua tiga apa? Masa bodoh! Kau pikir itu apa? Seenaknya saja!" omel Sakura pada Sasuke yang memutar matanya bosan.

"Dasar cerewet!" katanya.

"HEH! KALAU DIBILANGIN JANGAN MEM-"

-

-

"SUI BUSUK!!!"

-

-

DEEEG

-

"Aaaa"

-

-

Ma… Maaf!! UWAA!!"

-

-

"…"

"…"

-

-

"Akh, SAAKUUUURAAAAA!!!! SASUKEKUUUUU!!!!"

-

-

Filladelfia : CUT.

Oke, cut dulu! Eh bukan! Bukan! Pause! Biarkan mereka tetap pada posisinya *smirk*.

Hayo, apa hayo? Pasti udah pada paham, yak an, ya lah, ya dong…

Karin : He! Hentikan adegan itu! Tidak, gara-gara sui busuk!

Sui : Mak lampir! Jangan seenaknya saja bicara..

Filladelfia : Udah, gak usah berantem, mending kita lihat dan resapi saja yang terjadi *duduk manis di tikar*.

TheIceBlossom

Walah. Iya nie.. OOC yah? XP. Thank you… XD

kine bLood

Iya nih… Sakunya jual mahal XD. Kalau saya pasti udah saya ladenin… XD

Ao

Wealah… XD

Makasih yah… Terharu nih… Wah, temenmu sapa? XD. Hahaha… Makasih yah… ^^

zee

Oke. Makasih… XD.

cumanyasar

Iya nih…. Buntut. Jontor? Kalau Saku mau pasti udah jontor tu bibir… Makasih yah. XD

Uchiha Nirmala-chan

Halo…

Makasih udah baca yah… BBF? Eng… kalau boleh jujur saya malah gak pernah nonton. XP. Swear. Tanya saja sama temen2 saya. XD. Saya Cuma belakangan ini dikasih profil para pemain BBF sama keponakan. Eh, ganteng juga **ngeces**. Sayang saya telat nonton. Nyesel… tapi kalau mirip ya…. EH? Makasih ya… ^^

Nana~chan

Walah buk. Lemonnya entar **ditabok**. Kayaknya gak ada dah… EH? Yah liat aja… XD **sok misterius padahal gak ada yang minat**

Awan Hitam

Kk. Saya juga mau. Siapa yang nolak cowok ganteng ithu….. XDDD

Tetsu Ya Tetsu

Wah. Sasuke. Otakmu mesum Sasuke…. Kasihan Saku tuh. Monyong entar bibirnya. Makasih ya… XD

Uchiha Sasurin Katsuya

Oke. Ditampung dulu… Soalnya saya udah buat alurnya… Tapi kalo entar gak gitu, kamu jangan marah ya? Soalnya yang saya tahu cowok itu jarang curhat. Tapi… yah, nanti… XD

Akina Takahashi

Walah… Ya…. Ini…. Gimana ya? Liat aja…

Wadoh, update dong!!

Shiho Kazuki U.K

Iya K. satu kost nih…. XD. Makasih ya Kak… XD

MzMoony

Sasu agak mesum gitu ya… XD. Ya begini lah… Hehehe… Makasih Ka… romansa, tenang aja… Haha… XD

shena blitz

Lha ini chapnya… XD. Ciuman… Tau arti judulnya kan? XD

Lauselle 'Cake' E. Granzchesta

Wkwkwkwk… Ya gitu cowok itu… Oh ya ampun… ada yang kosong? Kenapa gak dari dulu aja… ? **author pada watak aslinya. Oooonnnnn**

Naara Akira

Makasih… XD. Eh kamu suka Sakugaa? Chap-chapnya ada Sakugaa entar… XD

Fly

Hehehe… Makasih… XD

Iya. Nih updatetannya. XD

Green-YupiCandy-Chan

Makasih… XD. Thank you. Makasih banyak ya reviewnya,…. XD

Chiwe-SasuSaku

Nih updatetannya. Wah omes nih….

Sama kayak saya **digiles Chouji(?)**. Makasiiiiiiiiiiihhhhhhhhhh… XD

Ritsukika Sakuishi

Makasih…. Kalian ini uniiiiiiiiiiikkkk sekali. Saya kepengeeeeeeeeeennnnnnnnn… XD. Fictnya kalian keren low… **kedipkedip**

Well, makasih buat semuanya… MAKASIH REVIEWNYA. Review lagi mau gak? Hehehehe… **senyum super gaje**