Disclaimer : Naruto punya'e Masashi, Cuma ceritanya yang ini punya saya.

Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. "Tidak ada apa-apa! Ya sudah!" katanya santai. Sasuke menatap kakaknya sebentar kemudian pergi. Sakura mengamati dua bersaudara itu bingung. Mereka ini kenapa sih?

R&R ya…

W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP…*dilemparin telur buntut, eh busuk*

Gara-Gara Kost

Chap 7: CI-dat b-UM-tut AN Pertama 2.

"HEH! KALAU DIBILANGIN JANGAN MEM-"

-

-

"SUI BUSUK!!!"

-

-

DEEEG

-

"Aaaa"

-

-

Ma… Maaf!! UWAA!!"

-

-

"…"

"…"

-

-

"Akh, SAAKUUUURAAAAA!!!! SASUKEKUUUUU!!!!"

-

-

***

Sakura membelalakkan matanya begitu juga dengan Sasuke. Karin dan beberapa cewek lainnya menjerit histeris. Lee yang datang mangap histeris, Suigetsu meringis tanpa dosa, Gaara menatap aneh, tak bisa didefinisikan.

-

-

-

Apa? Apa yang telah terjadi?

Mari kita lihat kembali.

"Dasar cerewet!" katanya.

"HEH! KALAU DIBILANGIN JANGAN MEM-" Sakura menghentikan atau tepatnya tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Kenapa?

-

"SUI BUSUK!!!" terdengat teriakan Karin yang menggema. Suigetsu berlari kencang sampai sedikit menyenggol Gaara. Suigetsu bingung mencari jalan. Kalau ia berbelok melewati bangku-bangku maka larinya akan melambat dan Karin akan dengan mudah memukulnya dengan bukunya. Karin memang kesal karena Suigetsu mengganggu Karin dengan sengaja menyenggol tangan Karin waktu Karin menulis surat yang sebetulnya surat cinta untuk Sasuke. Tulisan yang sudah indah-indah dibuatnya kini tercoret karena tindakan tak bertanggung jawab Sui. Jadi, kejar-kejaran layaknya anak kecil mereka lakukan. Dan sekarang Suigetsu terus melaju tanpa berbelok. Setelah berhasil menyenggol Gaara sedikit (Gaara langsung menghindar karena ia juga memperhatikan Sui dan Karin yang ribut) Suigetsu langsung lurus yang itu adalah tempat dimana Sakura berada sedang berkacak pinggang membelakanginya karena Sakura sedang memarahi Sasuke.

-

DEEEG

-

Sakura yang belum sempat melanjutkan kalimatnya dibuat terkejut ketika seseorang menyenggolnya dengan badannya yang agak besar. Tentu saja berbeda dengan badannya yang kalah besar. Lagipula ia tak sempat menghindar karena tak mengetahui kalau Suigetsu akan lewat sana.

"Aaaa"

"Ma… Maaf!! UWAA!!" kata Suigetsu sambil menoleh cepat ke arah Sakura. Suigetsu akan menghentikan larinya dan meminta maaf lebih lanjut kalau saja Karin tidak terus mengejarnya sehingga Suigetsu berteriak.

-

"…"

"…"

-

Tau first kissnya Naruto ama Sasuke? Yah, seperti itulah adanya. Bedanya sekarang si Naruto diganti oleh Sakura. Dan Sakura bukannya berada di atas meja tetapi tadi berada di depan Sasuke sehingga ketika Suigetsu menyenggolnya dan bukanlah tidak mungkin ia terdorong baju ke depan kemudian jatuh ke Sasuke yang berada di depannya.

Tak disangka kejadian tak disengaja itu akan jadi seperti ini. Kedua tangan Sakura menumpu pada pundak/bahu Sasuke, sedangkan wajahnya sangat SANGAT dekat dengan wajah Sasuke. Bahkan bibir mereka pun… bersentuhan! Awalnya Sakura menutup matanya karna dipikirnya senggolan dari Suigetsu tadi akan menjatuhkannya sehingga ia tidak berani melihat. Tapi setelah merasakan sesuatu yang 'janggal' ia membuka mata dan melihat Sasuke di bawahnya. Sasuke masih duduk di kursi, akan tetapi karena Sakura menubruknya sehingga ia terdorong ke sandaran kursi.

"Akh, SAAKUUUURAAAAA!!!! SASUKEKUUUUU!!!!" teriak gadis-gadis disana mulai berteriak histeris.

Beberapa lelaki terkejut tapi dasar laki-laki yang memang iseng, beberapa diantara mereka mengambil Hp mereka dan mengambil gambar langka yang mereka yakin tak akan pernah berlangsung lama dan tak dijamin terjadi lagi.

"KYAAAAAAAAA!!!!" Sakura mendorong tubuh Sasuke dan menjauhkan tubuhnya sendiri dari Sasuke.

"A… Apa yang kau lakukan?" Tanya Sakura sambil menahan rasa malu dan amarahnya yang luar biasa. Sasuke masih pada rasa terkejutnya.

"Sakura……!!!!" Lee berteriak setelah sekian detik ruangan hening. Sakura merasakan wajahnya kian memerah.

"Ukh… uh… MENYEBAALKAAAAAANNN!!!" Sakura segera berlari keluar ruangan, meninggalkan Sasuke yang masih ternganga. Suigetsu masih meringis tanpa dosa, Karin dan beberapa wanita masih terkejut, para cowok iseng asyik memamerkan hasil jepretan mereka kepada cowok lain. Gaara masih diam terpaku. Kemudian ia berlalu keluar kelas mengikuti Sakura.

***

"Hei!!" Gaara segera menghampiri Sakura yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sedang duduk di bangku di luar. Sakura tidak merespon. Gaara mendekati Sakura dan duduk di sana. Sakura masih merasakan wajahnya memanas. Antara malu, marah, kesal menjadi satu.

Gaara menghela nafas.

"Hei, apa yang kau lakukan?" tanyanya sambil memperhatikan keadaan di depannya dan Sakura, sekelompok mahasiswa yang sedang bercengkerama dengan kawan-kawannya. Sakura menggeleng.

"…" Gaara mengamati Sakura yang tak bergeming.

"Apa kau akan terus seperti itu? Hei, lupakan saja semuanya!" kata Gaara kemuian menepuk bahu Sakura.

"Ayo masuk! Kakashi sudah datang!" katanya lagi. Sakura mendongak. Gaara tersenyum geli melihat wajah Sakura yang memerah. Sudah malu ditambah pula marah.

Sakura menundukkan wajahnya malu kemudian berdiri mengikuti Gaara yang sudah berdiri.

Sakura memasuki ruangan. Tiba-tiba terdengar seruan-seruan sumbang mulai dari Eeerrrr, cuuuuiiitttt, iiihiiiirrrrr, hauwah, we'e'e'e'eeeee (sampai hapal. Soalnya kelas saya adalah kelas brandal cewek. Ceweknya suka godain cowok. XD). Sakura menundukkan wajahnya malu. Wajahnya merah sekarang. Tapi kemudian berubah menjadi masam lagi. Ia akan mendudukan dirinya ketika melihat Sasuke yang… errrr…. Pipinya tampak goresan keciiiillll berwarna merah ketika menatapnya, yang langsung membuang muka. Sakura merasakan pipinya merah kembali. Ia segera duduk.

"Hei hei! Anak-anak! Tenanglah! Kalian ini kenapa?" kata Kakashi. Semua mahasiswa terdiam, tapi mata mereka melirik menggoda kepada Sakura minus Gaara, Lee, Sasuke, dan para penggemar Sasuke. Dan seruan aneh kembali terdengar. Sabar…

***

"Sakura. Uh. Kau ada acara?" tanya Gaara ketika mereka semua pulang. Sakura menggeleng.

"Kalau begitu. Em.. maukah kau nanti ke… Café Konoha? Eng… Untuk… Untuk membahas tugas Kakashi tadi," Ucap Gaara cepat. Sakura tersenyum jahil.

"Cuma itu?" tanyanya menggoda. Gaara salting. Kemudian cepat mengangguk.

"Oke. Jam berapa?"

"Empat, kalau begitu… sampai jumpa!" kata Gaara cepat kemudian berjalan meninggalkan Sakura yang hatinya sedang berbunga-bunga. Sakura menata semua bukunya kembali. Setelah selesai ia menghadap ke belakang dan kemudian mendapati Sasuke sedang menata bukunya juga. Pandangan mereka bertemu.

Mereka sama-sama salting.

Wajah mereka memerah dan segera saja membuang muka. Sasuke segera berjalan maju mendahului Sakura tanpa berkata apa-apa. Tidak seperti biasanya yang selalu menyempatkan diri untuk menggoda Sakura, atau bahkan mengacak rambutnya. Sakura merasakan wajahnya kembali memanas. Uh, entah berapa kali warna wajahnya berubah.

Sakura hendak melangkahkan kakinya ketika melihat Karin tiba-tiba mendekat.

"Ada apa?"

"Uh! Sakura… Kau ini berani sekali melakukannya pada Sasuke!!!" kata Karin ketus. Sakura cemberut.

"AKU TIDAK MELAKUKANNYA. BUKANNYA INI GARA-GARA KAU JUGA??? KALAU KAU TIDAK KEJAR-KEJARAN DENGAN SUI INI TIDAK AKAN TERJADI!!!" teriak Sakura sebal. Karin mengangkat salah satu alisnya.

"Hei! Aku tidak akan tahu kalau akhirnya begini. Lagipula Suigetsu yang salah. Kenapa ia harus lewat jalan situ?!"

"Aku tidak peduli. Jangan salahkan aku!! Lagipula kau ini kenapa sih sewot? Memangnya dia itu siapanya kamu? Pacar?"

"Bukan! Tapi… Hei?! Sebentar lagi itu akan terjadi! Dan satu. Kau pasti senang kan? Telah berhasil mencuri ciuman Sasuke?" tanya Karin sebal.

"HEH! DODOL! Siapa yang sudi melakukannya? Cuih. Amit-amit, ih, jijik! Apanya sih yang menarik dari buntut ayam itu?" kata Sakura sambil mengelap bibir dengan tangannya. Karin menatapnya tak percaya.

"Kau serius?? Kenapa kau sama sekali tak tertarik padanya? Bukankah kalian ini dekat sekali? Bukankah kau yang selama ini dekat dengannya?! Bahkan tidak ada cewek lain setahuku yang berhasil mengajak ngobrol Sasuke!!!"

"Orang menyebalkan seperti itu?! Tidak sudi!"

"Oh ya? Mungkin kau hanya berpura-pura. Sebenarnya kau suka kan?"

"Bodoh! AKU TIDAK SUKA! Apa perlu aku cari bukti?! Kalau begitu kau ingin aku melakukan apa?!"

"Menjauh dari Sasuke."

"Ha? Aku sekarang malas berbicara dengannya. Tapi… aku rasa itu tidak akan terjadi mengingat lambat laun semuanya akan sama. Oke, itu gampang. Tapi aku tidak menjamin akan bertahan lama!"

"Hmm… kalau begitu, tolong agar aku bisa dekat dengannya. Minimal berbicara dengannya!" rajuk Karin. Sakura mengerutkan keningnya berfikir.

"Oke! Tapi… em… aku… bagaimana kalau aku carikan saja nomor hapenya? Aku malas bicara dengannya! Nanti kau sendiri yang menghubunginya!" kata Sakura meminta persetujuan. Karin mengangguk senang.

"Terimakasih Sakura! Aku tunggu secepatnya!" dan Karin pun menghilang pergi. Sakura menghela nafasnya kemudian mengangkat bahu dan pulang ke kost Ino.

***

"Hei hei. Sakura. Sai sudah tahu identitasmu ya?" tanya Ino panik ketika mendapati Sakura sampai di kostnya.

"Iya. Uh. Kenapa?"

"Hm, tadi dia bercerita padaku tentang dirimu, Sakura. Lalu terus bagaimana? Apa yang dia lakukan?" interogasi Ino. Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Eh? Bagaimana dia bisa tahu kalau kau temanku?"

"Lalah! Katanya Sai, kau dulu pernah bercerita tentang aku! Gimana sih?! Kemarin dia menceritakan semua itu kepadaku. Dan aku hanya mengiyakan saja."

"Hm. Untung dia tidak mempermasalahkan semua itu. Uh, dia bilang apa lagi padamu? Bilang kalau aku ini tidak tahu malu?"

"Iya!"

"hmmm…. EH? APAAA?!" teriak Sakura panik. Seorang cewek yang melintasi ruangan itu terkejut. Sakura meringis dan menggaruk kepalanya. Cewek itu ikut meringis kemudian masuk ke kamarnya.

"Hehehe… Aku hanya bercanda kok! Dia Cuma bilang kalau kau ini berani," kata Ino tersenyum geli. Sakura mengangguk.

"Eh, Sakura… errr… Sai itu ganteng ya?" kata Ino malu-malu. Sakura tersenyum licik.

"Lha iya. Betul kan? Hei. Kalau kau masuk ke kostku, kau akan mendapati cowok yang diatas rata-rata," kata Sakura lagi. Ino tersenyum.

"Hm… aku sudah lumayan dekat sama dia. Tapi… bisakah kau sampaikan permintaan maafku padanya?" mohon Ino. Sakura mengerutkan keningnya.

Flashback

Sai dan Ino sedang ngobrol tentang Sakura.

"Hei, Yuuhi datang!" kata Chouji kepada Ino dan Sai. Sai tersenyum. Ino menghela nafasnya bosan.

"Cih! Yuuhi! Aku sebal sekali dengan orang itu! Cih. Galak sekali, cerewet, sok kecakepan. Tau gak Sai? Masak dulu dia mengkritik penampilanku yang katanya tidak sopan. Cih! Lihat saja dia! Apa bedanya. Gayanya aja kecentilan. Sok suci. Sok bijak. Guru apaan tuh! Gayanya mengajar gak mutu! Muka kayak nenek lampir (gomen… Maaf sebesar-besarnya bagi fans Kurenai. Saya tidak tahu siapa lagi yang harus dijadikan tokoh. Maaf. Saya tidak bermaksud)! Dosen aneh! Ih, amit-amit dah!"

"Hmm… eng… Ino…" kata Sai.

"Iya! Kau juga merasakan sebal padanya kan? Iya kan?"

"Bukan. Tapi dia itu…. Bibi Yuuhi, bibiku!" kata Sai datar. Ino salting. Wajahnya mangap meringis melongo tak percaya. Ah, tak terbayang sekarang….

END OF FLASHBACK

"HAHAHAHAHAAAAA!!!" Sakura ngakak mendengar cerita Ino. Ino cemberut.

"Makanya, jangan suka menilai orang seenaknya. Apalagi di depan keponakannya! Dodol!"

"HEI! AKU KAN TIDAK TAHU!!!!" kata Ino berkilah. "Tolong ya!" ia memohon lagi. Sakura mengangguk.

"Ehm. Tenten kemana yak?" tanya Sakura setelah bisa menahan tawanya. Ino menggeleng.

"Gak tahu! Mbocah paling sama Neji!" katanya santai. Sakura mengangkat bahunya.

"Emang ada perlu apa?"

"Mau minta nomor hapenya buntut! Cowok yang dulu tabrakan yang ternyata satu jurusan denganku!" kata Sakura. Ino terkejut.

"Heh? Buat apa?!"

"Buat temenku. Eh hei TENTEN!" teriak Sakura ketika melihat Tenten turun dari motor Neji. Sakura segera berlari keluar. Tenten mengerutkan keningnya.

"Kenapa?"

"Aku minta nomornya Sasuke dong!"

"Cieee… Sakura. Kenapa?" sambung Neji. Sakura mengerucutkan bibirnya.

"Neji iseng deh!" kata Tenten menepuk lengan Neji pelan.

"Buat temenku!". Tenten mengangguk. "Nih, XXXX-XXXX-XXXX!"

"Makasih Ten!!!" kata Sakura senang. Sakura kemudian mengirimkan kontak Sasuke pada Karin. Tenten mengangguk.

"Ya udah. Beb, aku pulang!" kata Neji. Tenten mengangguk. "Jangan lupa besok yah!" katanya sambil melambai.

"Cie… kemana nih?" tanya Sakura menggoda.

"Ke mall nih. Beli sesuatu!" kata Tenten. Sakura mengangguk. Dan seperti ingat sesuatu ia terkesiap.

"Jam berapa sekarang?"

"Jam 4.30 nape?" dan tanpa meninggalkan jawaban Sakura berlari panik ke dalam kost mengambil tasnya kemudian melesat pergi dengan motornya. Tenten menatap aneh kemudian masuk ke dalam kostnya.

***

Sakura masuk ke dalam café tergesa-gesa. Dan ia melihat Gaara sedang duduk di salah satu meja sambil menatap laptopnya.

"Eng… aku… aku minta maaf karena terlambat, Gaara. Maaf! Maafkan aku!" kata Sakura sambil ketakutan. Gaara mendongak sebentar kemudian menulis sesuatu dengan laptopnya.

"Hn. Duduklah," katanya dingin. Sakura deg-degan. Beginikah Gaara marah? Aduh! Kamu sih, Sakura. Sudah pasti ia marah. Sudah hampir satu jam kau terlambat tahu! Gaara pasti marah. Kau lihat wajahnya? Dia pasti marah. Gaara tidak mungkin bercanda. Tidak mungkin akan seperti Naruto yang bertampang bete kemudian beberapa detik kemudian berteriak gaje dengan kata-kata "WEEE,,, KAU KENAAAA!!!!!".

Sakura menggeleng.

Itu bukan Gaara.

Hening.

Sesekali Gaara masih memperhatikan hasil pekerjaannya. Wajahnya serius. Sakura menunduk. Ia kemudian mengamati kukunya dan berpura-pura sibuk mengamatinya.

Hening.

Beberapa menit berlalu, ingin rasanya Sakura mati saja. Uh… mengerikan sekali… Tuhan…

"Pesan minum atau apa dulu sana. Maaf aku belum memesankannya. Takut kalau kau tidak suka," kata Gaara memecah keheningan. Sakura mengangkat wajahnya melihat Gaara yang menatapnya. Sakura tersenyum kecil.

Akhirnya… meskipun seperti ini, tapi setidaknya mereka tidak berdiam dalam keheningan.

***

'Hi… Sasuke…!'

Sasuke mengamati pesan yang terpampang di layar Hpnya. Ia mengerutkan keningnya.

"Hh. Tidak penting!" Sasuke melemparkan hpnya sembarang di kasur. Ia kemudian merebahkan tubuhnya. Hhhh….

Nada dering hpnya Haruka Kanata terdengar. Dengan mata setengah tertutup Sasuke menerimanya.

"Hn?"

"SASUUUKEEEEE~ Sasuke… Ini aku Ka-"

Belum sempat si penelepon mengatakan namanya, si buntut itu sudah mematikannya. Ia kemudian melemparkan Hpnya jauh dari jangkaunnya dan tidur.

***

"Uh… Kau masih marah? Aku minta maaf. Aku tidak… aku tidak sengaja melakukannya!" kata Sakura takut. Ia meminum sedikit minumannya.

Hening.

"Hm. Aku tahu… kau sibuk," kata Gaara. Sakura menunduk.

"Uh, kau pantas marah denganku, Gaara. Tapi… uh, aku…"

"Hn. Iya. Eh? Menurutmu ini bagaimana?" tanya Gaara kemudian menghadapkan laptopnya pada Sakura. Sakura mengamatinya.

"Hn… menurutku ini betul… tapi… ehm… harusnya seperti ini," Sakura membenahi pekerjaan Gaara. Wajahnya serius. Ia mengamatinya sambil berfikir. Tak ia sadari sedari tadi Gaara memperhatikannya.

"Menurutku sih, seperti ini, Gaara. Bagaimana denga- eh?" mendapati Gaara tengah memperhatikannya, Sakura salting. Wajahnya memerah. Gaara sedikit terkejut.

"Hn. Eh, bagaimana?" ia kemudian memperhatikan hasil gubahan Sakura. Ia manggut-manggut.

"Ya. Menurutku ini benar. Hei, dengan begini, tugas kelompok kita akan selesai," kata Gaara. Sakura mengangguk.

"Tinggal menyerahkannya pada Lee, Sora, Suzuki, dan e…"

"Sasuke!" lanjut Gaara. Sakura mengangguk.

Hening.

"Hei. Aku ingin tahu. Haruno, apa… kau suka padanya?"

"H? maksudmu? Siapa?"

"Sasuke."

"Hah? Kurasa kau Cuma bercanda. Aku tak mungkin menyukainya. Aku membencinya!" tukas Sakura sambil menggeleng cepat.

"Hn,"

"Memangnya kenapa? Jangan kau ingatkan aku padanya lagi yah. Aku tidak mau mendengar namanya," kata Sakura ketus. Gaara diam saja.

Hening.

"Pulang yuk," ajak Sakura ketika mengamati jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Gaara berpikir sebentar. "Kau yakin?" Sakura mengangguk.

***

'Sasuke… Ini aku Karin, temen sejurusan kamu… ^^.

Inget kan?'

Sasuke menatap hpnya sebal. "Cih!". Dia duduk di atas kasurnya.

"Hei…." Kata Itachi yang tanpa permisi langsung masuk ke kamar Sasuke. Sasuke menatapnya tajam.

"Kau ini kenapa sih, Sasuke? Aku kan Cuma berkunjung!" kata Itachi kemudian duduk di pinggir kasur.

"Waktu kunjungan sudah selesai," kata Sasuke ketus. Itachi tersenyum tipis.

"Hei! Jangan begitu. Aku punya sesuatu untukmu!" kata Itachi kemudian mengeluarkan sesuatu dari dompetnya. Sebuah kertas eh… bukan! Tepatnya foto. Itachi memperlihatkan fotonya kepada Sasuke. Sasuke menatapnya acuh.

-

-

Eh?! Tunggu….

-

"Aaaaaaaaaa!!!!"

Filladelfia : XD

Yah begitulah… Chap berikutnya kita akan mendelok (?), melihat maksudnya, bagaimana hub Sasusaku, Gaasaku. Itasaku, Saisaku. XD

Tengkyu untuk yang review. Terimakasih sebesar-besar-besar-besarnya.. XD. Makasih banyak yah…

Yang udah baca saya juga ucapkan banyak termakasih. XD

hehe

Makasih ya. Ini apdetannya. XD

Yuki no Kitsune

Makasih banyak yah… reiewnya. Jiah, saya juga mau dicium Gaara. Dodol juga saya baru nyadar kalo Gaara itu cakep… Ugh, terbutakan Sasuke… XD. Kenapa gak jadian? Gengsinyaaaaaa itu…

Akina Takahashi

Sama-sama senpai. Waha… Senpai nunggu yang ini? XD. Sama-sama senpai. Tapi lanjutin Ore no hanya. Awas kalo gak… Hihihi…

shena blitz

Yah… Yang ini loh… Liat tuh… Liat…liat… ! Thank you… XD

Ao

Oh, yang itu, iya-iya… Saya incer tuh… **digeplak Zee**. Hehehe. Yah, begitulah adanya Ao. Adegannya memang begitu. Maaf kalo kurang bagus… XD. Makasih ya..Walah…

Chiwe-SasuSaku

Gak ada kata telat…. XD. Makasih banget banget ya. Ini berkat Suikarin loh… XD

kakkoii-chan

Makasih loh ya… Gaara itu sejatinya…. Yah, gitu lah… XP. Kakkoii-chan, Makasih ya. Gaara itu… Ya begitu, lah! XD

Green-YupiCandy-Chan

Makasih. Nih, lanjutannya. Hehehe… XD

Cumanyasar

Bener kok… Bener. Udah baca kan? Hehehe… XD

aoi no mamoru

Iya. Dia OOC. Saya gak bias kalo gak OOC gak seru… XD. Makasih ya… Kalo yang itu…. Tunggu aja. **dilemparin bata**. Iya. Udah aku add. Kok. XD

Uchiha Sasurin Katsuya

Yup! Betul banget! Begitulah adanya. Sakura jatuh karena itu… XD

Maasih ya… XD

Shiho Kazuki U.K

Wah, makasih ya K. Mau nyempetin waktu buat baca… terharu nih… XD

Jangan taun depan… X(. Akhir oktober? **melas**

Reiya Sumeragi

Makasih banyak yah… Makasih. Maaf baru bias bales. Review per chap. XD

Lauselle 'Cake' E. Granzchesta

Makasih… XD. Yah, kali ini sepatutnya kita berterimakasih (?) kepada kedua pasangan ithu. XD

Nana~chan

Ya inilah yang terjadi… Makasih ya… ~chan.. XD

pick-a-doo

Makasih, ini lanjutannya. Makasih yah. XD

Ritsukika Sakuishi

Makasih reviewnya yah.. XD. Makasih kepada kalian… X)

Oh, makasih juga buat semuanya… Makasih sekali. Buat Awan Hitam, Kk… Maaf kmaren belum bales reviewnya.. XD

Sekali lagi makasih ya…. XD buat semuanya yang sudah setia… XD. Maaf kalau kali ini jelek. X(