Disclaimer : Sumpah…! Naruto bukan punya saya, tapi akang saya! **dipelototin Masashi**.
Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. Selama perjalanan kedua orang itu diam, sampai pada setengah jalan. Sasuke melirik Sakura di belakang yang menatap sekeliling bosan. Sasuke tersenyum sinis.
Dan… R&R ya… XD
W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP. **digebuk**
Sebelumnya maaf juga, ya, yang ini saya coba dekripsiin lagi. Makasih yang udah kasih saya saran. Makasih. Tapi ini deskripsinya gimana?
Gara-Gara Kost
Chap 7: Kembalinya Jidat & Buntut.
Sasuke berteriak histeris (?). (Sasuke : Cih. OOC banget (?))
Itachi tersenyum senang.
"Kenapa, Sasuke?" Itachi mulai menggoda. Jujur, ini kali pertama ia bisa menggoda adinya seindah ini. Sasuke berteriak marah.
"Kembalikan! Heh! Kau… uh… jangan!" ia berusaha merebut foto dari tangan kakaknya.
Foto pacarnya Sasuke.. Masa lalunya, yang tak mampu dilupakannya….
-
-
BOONG ding… Sasuke end kakaknya kan memang jomblo sedari dulu. Itu sih foto Sasusaku yang ehem yang kemarin diambil oleh segerombolan mahasiswa cowok tak bertanggung jawab. Sasuke mendorong tubuhnya ke depan untuk mengambil foto dari tangan Itachi. Itachi mengelak. Sasuke terjembab ke lantai. Itachi tertawa kecil sasuke menengok sebal.
"%&*#$&%*DX*%&&" Sasuke segera bangkit dan melemparkan guling sekeras-kerasnya pada kakaknya. Itachi sedikit menghindar walaupun kena. Ia membalas dengan membekap wajah Sasuke dengan bantal. Sasuke menendang kaki Itachi. Itachi balas membenamkan wajah Sasuke lebih dalam. Teriakan Sasuke sampai tak terdengar. Itachi tertawa kecil.
Sasuke mengangkat bantal di sampingnya dengan tangannya dan membenturkannya pada kepala Itachi. Itachi menghindar, tapi sebagai gantinya melepaskan bekapan bantal pada Sasuke. Sasuke bebas. Dengan indahnya Sasuke langsung menendang punggung kakaknya dengan keras. Tapi Itachi langsung membalas dengan maju dan memelintir tangan Sasuke dibelakang. Itachi mengambil bantal kembali dan membekapkan ke kepala Sasuke yang tengkurap.
"Lihat dulu lawanmu, bodoh!"
Itachi segera melepaskan bantal. Tampak Sasuke dengan rambut acak-acakan dengan wajah kucel dan sedikit kemerahan. Tampak ia berusaha mengumpulkan nafas. Itachi tersenyum tipis. Ia baru kali ini. Baru kali ini seperti ini…
"Buang fotonya," kata Sasuke ketika berhasil memulihkan keadaannya. Itachi menggeleng.
"sayang dong!"
"BUANG KATAKU!"
"kau ini kenapa sih? Aku sendiri yang mendapatkannya. Lagipula lihat saja ini. Tuuh, so sweet kan? Kau ini kenapa sih? Begitu ketusnya!" kata Itachi sambil menunjuk foto Sasusaku.
"CIH! BUANG BODOH!" kata Sasuke dengan wajah memerah.
"Hhhh… keras kepala. Aku mau tanya. Soal Sakura…. Apa kau yakin kalau kau membencinya?"
"Hn,"
"Yakin?" Itachi menggoda. Sasuke tak menjawab.
"Oke… oke! Kalau begitu apa dia boleh untukku?" kata Itachi menggoda.
"Silakan! Memangnya aku peduli?!"
"Tentu saja harus! Kau benar-benar yakin 100%?"
"PERGI! Kau mau mencoba playboy? Kemarin aku melihatmu jalan bersama seorang wanita,"
Itachi speechless.
"Errr… kau memperhatikanku, ya?"
"Cih!" Sasuke membuang wajahnya. Itachi wajahnya memerah.
"Eng-"
"Pergi!" potong Sasuke sebelum Itachi menyelesaikan kalimatnya.
***
Gaara melangkah di belakang Sakura yang berjalan riang. Gaara tersenyum.
"Ugh!!"
-
-
Gaara memegangi kepalanya. Pusing. Pusing.
-
Pandangannya mulai kabur. Semuanya berputar. Berputar. Sakura di depannya semakin nampak tak jelas.
"Gaara… Kau tahu? Malam ini indah sekali ya? Lihat bintang-bintangnya nampak jelas. Bukankah begitu?" Tanya Sakura sesekali menunjuk langit. Mereka berjalan menuju ke tempat motor mereka diparkirkan. Gaara tak menjawab.
"Eh? em… Gaar—" Sakura terkejut. ketika ia menoleh Gaara nampak terhuyung sambil memegangi kepalanya.
"GAARA!!!" teriak Sakura panik. Ia segera menyusul Gaara dan menahan tubuhnya. Sakura membantu Gaara untuk sampai ke bangku terdekat.
"Ga… Gaara! Kau ke… kenapa?" Tanya Sakura panik.
"…" Gaara memegangi kepalanya sambil mengaduh. Sakura bertambah panik.
"Ayo, ku antar kau kerumah sakit!" katanya agak bergetar.
"Tak.. uh.. usah! Aku tak apa! Ayo… pulang! Aku… tak apa!"
Sakura menggeleng. "Tidak! Ayo, ayo," Sakura segera membantu Gaara berdiri. Gaara memegang tangan Sakura.
"Aku bilang… u, tak usah!" katanya lagi. Sakura terdiam.
"Ta… tapi…"
"Tak apa. Aku sedang tidak enak badan saja. Maaf!" katanya kemudian menunduk. Matanya tampak berusaha menajamkan pandangannya yang sangat kabur.
Sakura menunduk.
"Ung. Kalau tidak enak badan kenapa keluar? Sekarang, Gaara pulangnya bagaimana? Tidak mungkin, kan! Dia pulang membawa motor dengan keadaan seperti ini! Ung… aku? Bisakah aku menahan tubuhnya yang lumayan eng… berat sambil mengendarai motor? Kurasa aku sekarang paham apa tujuan ayah untuk selalu memakai mobil. Selain lebih.. eh? uh! Kenapa aku bercerita seperti ini. Aku harus memikirkan cara untuk membawa Gaara pulang. Uh? Laki-laki! Yang harus membawanya pulang. Siapa? Teman satu kostnya! Iya! Naruto!" gumam Sakura kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon Naruto.
-
-
"Akh! Tidak aktif!!!!!" kata Sakura frustasi. Sakura melihat Gaara yang terus memegangi kepalanya.
"Gaara… em… eng..." Sakura menyandarkan kepala Gaara padaa bahunya. Ia yakin Gaara tak akan kuat terus-terusan duduk seperti itu. Pastilah kepalanya sangat pusing dan berat.
"Badanmu panas…!" Sakura panik kembali. Gaara terdiam saja. Matanya setengah tertutup.
"Mba! Kalo pacaran jangan disini dong!" kata seseorang dengan wajah penuh percing berlalu dengan teman-temannya sambil menggoida Sakura. Sakura menggeleng.
"Bukan! Eh, Kak! Tol- a…" Sakura kecewa. Pemuda-pemuda itu langsung pergi tanpa mempedulikan Sakura. Sakura tidak bisa berdiri. Gaara bisa jatuh.
"Un… Neji!!" Sakura teringat sobatnya. Ia segera mengambil ponselnya kembali. Kemudian mencari kontak Neji di hpnya.
"Hah? Aku kan tidak punya nomornya!!!!" teriak Sakura kembali frustasi.
"Neji….!!! Aduh ! Gaara, Gaara!!!" kata Sakura kembali panik. Sakura kembali memandangi hpnya mencari kontak.
Abece
Ame
Ayato.
"Bukan, bukan!" Sakura menggelang sambil kembali memeriksa nomor di kontaknya.
A
-
-
Basho
Bety.
"Bukan bukan!" Sakura langsung frustasi. Tiba-tiba matanya tertuju pada satu kontak.
-
-
Matanya melebar
-
BUNTUT BAKA!
-
Sakura menghentikan jarinya.
"Bun… buntut? i.. iya gak ya?!" katanya bingung.
***
"Galak sekali!" kata Itachi. Sasuke memberikan death glare khasnya. Itachi tersenyum.
"Oke! Aku akan pergi! Aku keluar ya! Sekalian mau pasang foto ini di depan pintu kamarmu! Jaa!" Itachi keluar dengan santai.
"Pergi sana! Lakukan tindakan bodo- HEI! BAKA!" Sasuke segara berdiri dan berniat memukul kakaknya dari belakang. Itachi berbalik secepat yang ia bisa dan menghindar berlari kembali ke tampat tidur adiknya.
"BAKA! PERGI!" teriak Sasuke kesal. Itachi nyengir.
"Tadi aku mau pergi kau malah menahanku! Jadi jangan salahkan a-" kata Itachi terpotong ketika mendengar nada dering hp adiknya berbunyi.
"Ada telepon tuh!" katanya sambil menunjuk hp adiknya.
Sasuke mendekati hpnya. Nomor.
"Mana fotonya!" kata Sasuke tanpa mempedulikan kakaknya yang mengerutkan keningnya.
"Angkat dulu! Baru aku berikan!"
"Tidak!"
"Angkat!"
Dengan malas Sasuke mengangkat teleponnya.
-
Tak ada suara.
"Siapa?" Tanya Sasuke malas. Itachi menunggu.
Sesorang di seberang sana terkesiap.
"Eh. Sa-"
Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, sambungan terputus!
Sakura mendengus kesal.
"BUNTUT!"
Sakura kembali menunduk. Coba lagi! Harus bisa. Ia satu-satunya harapan.
-
"Siapa?" Tanya Itachi pada Sasuke.
"Tidak tahu!" kata Sasuke sambil melemparkan hpnya ke kasur.
"Mana!" minta Sasuke pada Itachi. Itachi menggeleng.
"Aa. Siapa dulu!"
"Tidak penting!!!"
-
Nada dering terdengar lagi! Itachi menunjuk hp Sasuke kembali.
"Angkat!"
"Cih!" Sasuke berlalu duduk di kursi kamarnya.
"Kapan kau akan pergi, baka?!" Tanya Sasuke kesal.
"Sebentar! Aku angkat ya…~" kata Itachi tanpa menunggu prsetujuan dari Sasuke.
"Halo!! Halo, Buntut! Maksudku Sasuke! Aku mohon sekali ini saja. Aku janji tak akan memanggilmu atau meminta bantuanmu lagi! Aku janji aku tidak akan kurang ajar! Tapi kali ini aku mohon! Aku mohon tolong aku supaya aku… aku…" Sakura mulai terengah-engah sendiri. Salahnya tak menggunakan jeda. Yang ada kalimatnya benar-benar sulit dicerna karena terlalu cepat. Lagipula… sangat sulit berbicara seperti itu di depan si Buntut. Ia harus mengalahkan semua egonya. Cih!
"Halo…" kata suara di seberang santai. Sakura mengerutkan keningnya.
"Halo, Sasuke… tolong aku!" kata Sakura pelan.
"Kau siapa?" Tanya Itachi.
"Aku? Sakura. Okelah jidat! Aku mohon. Kau boleh memanggilku apa asal kau mau membantuku sekarang!" kata Sakura tak rela. Tapi ketika melirik ke arah Gaara yang tak berdaya, ia menyingkirkan semua perasaan egonya.
Itachi di seberang tersenyum senang.
"SASUKE! INI DARI SAKURAAA~" katanya berteriak gaje. Sakura menjauhkan telinganya.
"Hah?"
-
"Cih. Ngapain tuh anak?" Sasuke tak tetarik. Itachi memandang bosan.
"Katanya dia memerlukan bantuanmu!"
"Cih! Tak tahu malu!"
"Ayolah, angkat teleponnya, pasti mendesak sekali mengingat dia berani menelponmu, Sasuke!"
"Matikan saja!" kata Sasuke membuang muka. Itachi memandang kesal.
"Maaf Sakura. Ini aku Itachi. Ada apa ya?" Tanya Itachi.
-
-
"Baik!" kata Itachi cepat.
"Sasuke! Ada sesuatu yang sangat penting! ayo kita pergi ke tempat Sakura! Katanya Gaara sakit!" kata Sasuke sambil menggandeng tangan Sasuke yang ogah-ogahan. Meski begitu, Itachi tetap menyeretnya paksa.
***
"Uh, Gaara… Bertahanlah…" kata Sakura cemas. Sesekali ia melirik ke arah jalanan menantikan seseorang.
"Ugh!" Sakura menghela nafas tak sabar. Ia kembali melirik Gaara dengan wajah damainya bersandar di bahu Sakura. Sakura menyentuh pipi Gaara yang bersandar di bahu kanannya dengan tangan kanannya, seolah sedang memeluk kepala Gaara dengan tangannya.
"Dia pasti kedinginan," kata Sakura. Sakura kemudian menggigit bibir bawahnya. Dengan ragu-ragu ia mulai meletakkan kepala Gaara di bahu kanannya bagian depan, kemudian merangkulnya. Untung saat itu keadaan sepi, di bangku di dekat tempat parkir itu ada di bawah pohon.
***
Menit-menit yang lama…
"Sakura!!" teriak Itachi. Sakura menoleh ke belakang. Di sana tampak Itachi masih mengendarai mobil (mobil berlabel 'pinjeman' dari Deidara yang kebetulan mampir ke kostnya Itachi). Sakura tersenyum senang. Itachi berhenti tepat di dekat bangku Sakura.
"Whoho, romantis sekali," kata Itachi menggoda. Wajah Sakura memerah. "Buk… Bukan!"
Itachi segera turun kemudian mendekati Gaara. "Panas ya," ia kemudian membantu Gaara berdiri. "Bantu aku, Sasuke!" perintah Itachi. Sakura terkesiap. "Sas…?"
Sakura melihat ke arah Sasuke yang berdiri diam tak memandangnya. Ia mengalihkan pandangannya dari Sakura. Sakura diam. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Jujur saja, semua terasa aneh mengingat selama ini ia dan Sasuke selalu seperti anak-anak.
"Eng… Kalian tak keberatan, kan?" kata Itachi yang ternyata kesulitan membantu Gaara berdiri. Sakura menoleh cepat dan meringis kemudian ikut membantu Kak Itachi membawa Gaara ke mobilya.
"Oke…! Eng.. aku akan membawanya ke kost. Sasuke! Kau membawa motornya Gaara, ya?!" perintah Itachi. Sasuke menggaruk kepalanya malas. Sakura mengalihkan pandangannya sambil menghela nafas. Itachi tersenyum. "Jaa!" dan mahkluk yang tergolong jahil itu masuk ke dalam mobil kemudian berlalu.
Sepi
Sepi
Sepi…
"Uh," Sakura kembali membuang wajahnya kemudian berlalu menuju motornya. Tapi anehnya, Sasuke tak bergeming sama sekali. Tapi kenapa Sakura harus ambil pusing coba?
"HE! MANA KUNCINYA!" kata Sasuke acuh pada Sakura. Tapi Sasuke membuang wajahnya menolak menatap Sakura. Sakura mengerucutkan bibirnya.
"Ugh! YA MANA AKU TAHUU!" katanya kesal. Sasuke menatapnya terkejut bercampur kesal.
"Bodoh! Kau ini bagaimana? Bagaimana caranya aku pulang membawa motornya Gaara kalau kuncinya saja tidak ada!!!" katanya emosi.
"Tuntun saja!" jawab Sakura santai. Sasuke menghela nafasnya. Kemudian menggaruk kepalanya frustasi. Kedua orang itu masih berdiri dengan jarak 3 meter. Angin malam menghembus membelai rambut masing-masing.
Sasuke terlihat sedang menghubungi seseorang dengan ponselnya. Tapi tak beberapa lama…
"KUPRET!" dia berkata kesal.
Sepi
Sepi
Sepi
Tak ada suara. Sebenarnya dalam hati, Sasuke sudah kesal setengah mati dengan gadis di depannya itu. Begitu pula dengan Sakura. Tapi Sakura salah juga sih… sebenarnya dia mau menawari Sasuke untuk memboceng motornya ke kost, mengambil kunci dan selesai! Tapi egonya itu…. Sasuke juga ingin ngomong kalau ia ingin membonceng motor Sakura ke kost, mengambil kunci dan selesai. Tapi dasar dua insan itu sama-sama keras kepala. Egonya ituuuu…
"Huufft!" Sasuke bosan.
Sepi
Sepi
Sepi
"He!" tanpa disangka kedua orang itu berkata bebarengan.
"Apa?!" lagi-lagi bareng.
"Kau dulu!!" masih saja bersama.
"Oke!" kedua orang itu pun berkata bareng lagi. Mereka sama-sama membuang muka.
"Lebih baik kau duluuu!!" kata mereka yang LAGI-lagi secara bersamaan. Mereka sama-sama menoleh cepat ke arah lawan bicara dengan kesal. Mereka menghela nafas.
"KAU JANGAN IKU-" mereka menghentikan bicaranya. Sakura menghentakkan kakinya kesal, sedangkan Sasuke menatap Sakura sebal. Tangan Sakura maju ke depan yaitu berarti 'stop, berhentilah bicara!'. Sasuke diam. Sakura menunduk, membuang semua egonya.
"Ayo pulang bersamaku!" katanya mantap sambil menatap Sasuke menantang. Ia tidak ingin terlihat kalah di depan Sasuke. Sasuke menatap Sakura sambil mngerutkan keningnya, mencerna perkataannya. Sakura terkesiap.
"Maksudku, kau dan aku pulang bersama ke kost!"
Sasuke kembali menatap Sakura bingung.
"Anu.. begini! Maksudku, kau dan aku pulang ke kost, lalu kau ambil kunci motor, kemudian kita ke sini lagi. Lalu… lalu…" Sakura menatap Sasuke yang melipat tangan di depan dadanya bosan. Sasuke maju beberapa langkah kemudian mengulurkan tangannya. Sakura mengerutkan keningnya.
"Kunci!!!" kata Sasuke datar.
Sakura mengangguk kemudian mengambil kunci dan menyerahkannya pada Sasuke.
Selama perjalanan kedua orang itu diam, sampai pada setengah jalan. Sasuke melirik Sakura di belakang yang menatap sekeliling bosan. Sasuke tersenyum sinis.
Dan…
"Kyaaaaaaa!" Sakura menjerit histeris ketika tiba-tiba motor melaju dengan kencang. Ia segera merah dada Sasuke dan memeluknya erat. Sasuke sedikit risih diperlakukan seperti itu.
"Ugh… Sam… sampai!" kata Sasuke berusaha mengumpulkan nafasnya. Sakura membuka matanya.
"HE! LEPASKAN TANGANMU BODOH!!" bentak Sasuke. Sakura melepaskan tangannya reflek dan mengibas-kibaskannya jijik. Sasuke memutar bola matanya bosan. Sakura turun dari motor.
"BODOH! KALAU NAIK JANGAN CEPAT-CEPAT GEBLEK!" teriak Sakura emosi. Sasuke tersenyum sinis.
"Memangnya aku peduli?!"
"BUNTUT JELEKK!!!!"
"Dua—" seperti teringat sesuatu, Sasuke menghentikan perkataannya kemudian membuang muka. Sakura terkejut kemudian menunduk malu. Wajah mereka, terutama Sakura terdapat warna merah di pipinya, sedangkan Sasuke hanya berupa goresan keeeciiiiiiiiil.
"WOY! SAMPAI KAPAN KALIAN PACARAN DI SITU?!" teriak Itachi dari pintu kost.
"BERIISIIIIIIKKK!" kata kedua orang yang dimaksud bersamaan. Itachi tersenyum.
"KUNCI!" teriak Sasuke langsung menghampiri Itachi dengan kesalnya. Sakura mengikutinya dari belakang.
***
Dan untuk sementara Sakura tinggal di kost untuk membantu merawat Gaara. Dan Lee pun bersorak senang dan berteriak gaje. Sai tersenyum sewajarnya. Sakura tersenyum paksa kemudian berjalan ke dapur mengambil air. Untung orang di kost itu sekarang sedang sedikit, jadi… untung juga mereka tidak macam-macam.
"Kyaaaaaaaaaaa" teriak Sakura. Lee, Sai, Shikamaru, Sasuke menengok ke dapur. Tampak Sakura jatuh terduduk di lantai. Rupanya ia terpeleset air yang tercecer di dapur. Lee, Shikamaru dan Sai langsung membantu Sakura. Sedangkan Sasuke hanya tertawa senang. Sakura mendengus kesal sesekali mengurut kakinya yang kesleo. Kakinya agak memerah dan sedikit bengkak.
***
"Ayo!!!" ajak Sasuke. Sakura berdiri. Mereka akan mengambil motor Gaara. Sakura susah payah berdiri.
"Bantu dong!" kata Sakura memelas. Sasuke menjawab spontan sambil menggeleng. "OGAH!!!"
Sakura menunduk dan melipat wajahnya kesal. Sasuke menghela nafasnya bosan.
"Cengeng! Manja! Egois! Menyebalkan! Sok!" cerca Sasuke egois. Sakura menggigit bibir bawahnya. Matanya berkaca-kaca. Sasuke mendengus sebal. Dia berjongkok di depan Sakura yang duduk di kursi.
"Ayo! JIdat! Sekali ini saja!" kata Sasuke dingin. Sakura ragu namun akhirnya mau juga. Teman-teman satu kost memandang mereka iri dan sebagian menggoda.
***
Filladelfia : Gomen. Sepertinya ini tidak inti ceritanya ya? *mrenges gaje*
Makasih buat yang review ya… sebanyak-banyak-banyaknya…. XD
Makasih juga yang mau membaca… XD
nurimut-chan
Makasih… XD. Makasih banget lho ya. XD
Ao
Halah, XD. Hm, saya juga mau ma Gaara tuh. XP. Itu tuh fotonya ehem yang ehem. XD. Makasi ya. XD
zee
Walah, perang ama nenek rupanya**dijejelin sandal Ao**. Hm, berantemnya entaran lagi deh. XD. Yah, tunggu saja. Halah, XD
Green-YupiCandy-Chan
Hehehe, makasih. Iya tuh, si Karin tuh. X(. Makasih ya.
TheIceBlossom
Makasih ya… Hehehe, itu bukan Sasuke…. XD. Hey, fictmu yang benci hari rabu itu keren loh… XD. Betul… XD
Cumanumpanglewat
Iya… 100 buat kamu. XD
Ritsukika Sakuishi
Ya gitu lah. XD. Aku juga suka adegan ntu. XD. Makasih ya…
Yuki no Kitsune
Makasih… Walah..XD. Gaara itu sebenernya… tunggu dichap depan ya? **digebuk Yuki**
Shiho kazuki U.K
IYa nih, K. Sasuke mesum… XD. Makasih ya, Kak.
shena blitz
Hehey. XD. Betul, dapet dari temennya Sasuke. Itachi kan supel. XD
aoi no mamoru
Iya, ketemu lagi…(?). Hehehe… Tapi jangan bayangin Gaara itu pakai baju Kazekage ke kampus. XD. Makasih… XD
Aku kakasaku fans
Hahaha…. Saya juga makin benci Karin. XP. Gomen, Yup. Itu fotonya ehem yang ehem. XD. Thank you. XD
Naara Akira
Hahaha….. Iya, Gaara emang… ups. Yasud. Entar ada banyak gaasaku, tapi… **sok misterius, ditendang Naara**
Lauselle 'Cake' E. Granzchesta
Iya… heheh, makasih ya… chap ini deskripnya gimana? **ngarep**
Furu-pyon
Makasih senpai. Ini udah diupdate XD
Cumanyasar
IYa… heheh… XD. Makasih, ni udah. XD
Uchiha Sasurin Katsuya
Hahaha… kita liat aja Gaara gimana. Iya, fotonya ehem yang ehem. XD
kakkoii-chan
IYa, aku sekarang jadi kesengsem ama Gaara. (telat). Walah, maaf, saya emang gak merhatiin itu. Tapi sekarang udah aku perbaiki. Gimana? Hahaha. XD
Beby-chan
Iya tuh, Karin jelek tuh. XD. Makasih ya.
Chiwe-SasuSaku
Makasih… saya juga kagak relaaaaaaaaaaa….. Ugh. Saya gak rela kalo ampe sasukarin. X(. Chiwe, makasih… XD….
