Disclaimer : Sumpah…! Naruto bukan punya saya, tapi akang saya! **dipelototin Masashi**.
Summary : Sakura seorang cewek 18 tahun yang mencari kost-kostan. Tapi malangnya dia terpaksa mendapat kost-kostan khusus cowok. Tangan Sasuke terjulur ke belakang. Sakura merasa Sasuke tengah memeluknya dengan kedua tangannya.
Dan… R&R ya… XD
W A R N I N G : Karena saya belum kuliah, jadi apabila ada kesalahan yang berhubungan dengan kuliah, saya mohon maaf. Anggap saja ini universitas saya. Jadi saya yang nentuin peraturannya gimana..XP. **digebuk**
Gara-Gara Kost
Chap 9:
"Kyaaaaaaaaaaa!" Sakura kaget setengah mati. Dengan kasarnya ia mendorong tubuh Sasuke menjauh. apa, apa yang terjadi?
Mari kita simak kembali.(?)
Kenapa Sakura mendorong tubuh Sasuke?
Karena Sasuke memeluknya. Ha?
Tapi, kasihan juga Sakura mendorong tubuh Sasuke yang masih terlelap sampai terjatuh dari tempat tidur.
***
Sakura POV
Aku membuka mataku, masih di tengah keadaan kurang sadar sepenuhnya, aku mendengar dengkuran halus. Dan deru nafas dekat sekali denganku. Perlahan aku membuka mataku.
Ah, ternyata Sasuke ya? Sedang memelukku.
-
-
Hmmm…..
-
-
AAPPPPAAA?!
Aku terkejut. Apa? Aku melihat Sasuke sedekat ini denganku. Bahkan… dia memelukku. Bagaimana bisa? Tangan kanannya ada di tangan kiriku. Kami sekarang dalam posisi berhadapan. Dan… wajahnya sedemikian dekat denganku, hanya berjarak beberapa senti saja. Aku bahkan bisa mendengar dengkurnya dengan sangat-sangat-sangat jelas. Dan yang membuatku risih adalah, kakinya! Kakinya seenak udel menumpang pada kakiku…!!!
Dengan kasar, segera kudorong Sasuke yang masih terlelap itu. Dan segera aku mendengar suara mengaduh dari bawah sana. Sasuke terjatuh dari tempat tidur.
Dengan seketika ia bangkit berdiri dan mengusap kepalanya. Masih keadaan setengah sadar. Aku kini mulai duduk di tempat tidur sambil menatapnya kesal.
Sasuke segera membelalakkan matanya begitu melihat aku yang memelototinya.
"Apa yang kau lakukan padaku, Bodoh?" tanyanya marah. Tersulut juga kemarahanku.
"Kau yang bodoh! Apa yang kau lakukan padaku, Geblek?"
"Memangnya aku melakukan apa, Jidat?"
"Kenapa kau memelukku?!"
"Hah?! Apa kau bilang? Siapa yang memelukmu!!! Kurang kerjaan, najis!!!" katanya tanpa mempedulikan hatiku yang tentunya marah.
"APA?! Lalu apa yang bisa kau jelaskan! Kau tadi memelukku!!!!" kataku sangat marah.
Sasuke menatapku kesal.
"Kau ini tidak tahu terimakasih, ya!!! Sudah untung kau kuijinkan tidur di kamarku!!!!" Sasuke berteriak marah. Kemudian mengedarkan pandangannya ke tempat tidur.
"Oh, hei, bodoh! Sekarang siapa yang memindahkan guling itu ke pinggiran tempat tidur, BODOH?!" katanya mulai berteriak.
O'o.
Aku… aku yang memindah guling itu ke pinggiran tempat tidur untuk menghindari monster khayalanku itu. Dan aku dengan bodohnya mendorong Sasuke yang sebenarnya tidak salah, yang masih tertidur dengan lelapnya sampai terjatuh dari tempat tidur.
Ya ampun, baru kali ini aku merasa bersalah pada Sasuke jelek itu.
Sasuke masih menatapku marah. Aku mulai menunduk. Rambut pink panjangku jatuh dengan lembut ke pipiku. Eh? rambut pink? Mana wigku?
"Eng… Ma… Maaf, Sasuke…! Aku… aku tidak tahu…!" kataku yang merasa sangat bersalah pada Sasuke. Kulirik sebentar Sasuke yang masih menatapku marah, dengan tatapan mautnya.
"BODOH SEKALI SIH KAU INI??!! SUDAH BAIK AKU MENGIJINKAN KAU TIDUR DI SINI!!!" teriaknya sangat keras membuatku refleks menutup telingaku.
"Tap… tapi kan aku tidak sengaja!!!" aku mulai membela diriku sendiri.
"DAS---" perkataan Sasuke terpotong oleh diketuk, tepatnya digedornya pintu oleh seseorang.
"SAS? Woy, Sasuke!!!" teriak seseorang dari luar, sepertinya Kak Itachi, ketahuan dari suaranya. Sasuke tampak menoleh, sedangkan aku mulai panik. Aku mulai berdiri dan berjalan tergesa-gesa mirip orang linglung.
Normal POV
Sasuke melihat Sakura dengan pandangan mencela, sementara Sakura terus-terusan mondar-mandir di depannya.
"SASUKEE!!!" Kak Itachi mulai memanggil kembali. Sakura semakin panik, sementara Sasuke masih biasa saja.
Tiba-tiba Sakura berhenti dari kegiataan tidak bergunanya itu.
"Woy, bantu dong!!!" katanya seenak jidat kepada Sasuke.
Sasuke menyeringai. Menyebalkan. Sasuke sok jual mahal dengan berjalan ke pintu, berniat membukanya. Sakura membelalakkan matanya.
"Ah, Sasuu!!! Jangannn!!!" katanya memelas dan berlari ke depan pintu, mencegah supaya Sasuke tidak membukanya. Sasuke menggeleng.
"Haaaah. Please. Tolong padaku sekali ini saja," kata Sakura dengan pandangan memelas, suaranya dipelankan agar tidak didengar oleh Kak Itachi.
Sasuke memutar bola matanya.
"Aku sudah pernah dengar!" katanya sambil sesekali terlihat mengelus-elus samping kepalanya. Sakura menunduk.
"Please… Aku janji. Aku janji bakal nurutin APAPUN permintaanmu!" kata Sakura tanpa memikirkan akibatnya.
"Hn?" Sasuke pura-pura tidak mendengar, ia kemudian berniat membuka kenop pintu, membuat Sakura semakin panik dan mencegahnya.
"APAPUN! APAPUN!" kata Sakura dengan penekanan.
Sasuke menyeringai. "Begitu?"
Sakura mengangguk mantap.
Sasuke menyeringai penuh kemenangan.
***
"SASUKEEE!!!" teriak Itachi yang tidak sabar. Sasuke juga dapat mendengar celaan dari teman kost lain yang merasa terganggu. Tapi Itachi tetep kukuh mengetuk pintu dan memanggil nama adiknya.
Sakura melihat Sasuke dengan tatapan penuh harap. Sasuke mengangkat salah satu alisnya dengan posisi masih mengelus kepalanya. Sakura yang menyadari itu, langsung bersuara mantap.
"Aku akan melindungimu sampai titik darah penghabisan dan akan menyembuhkan lukamu sesegera mungkin," katanya dengan tampang meyakinkan. Entah kenapa dengan bodohnya ia mengatakan itu.
"Lebay!" sahut Sasuke. Tapi toh akhirnya ia mau menyeret Sakura ke depan sebuah almari baju.
"Masuk!" perintah Sasuke yang sudah membuka pintu sambil menuruh Sakura masuk ke almari.
"Lha? Kau cum-" belum sempat gadis berambut pink itu menyelesaikan kalimatnya, Sasuke sudah mendorongnya masuk ke dalam almari baju.
"Jangan berkata apapun kecuali jika nanti Itachi sudah keluar," kata Sasuke. Baru saja Sakura akan membuka mulut, Sasuke segera mengunci pintu almari.
Sakura menggeram. "Bodoh sekali Sasuke itu, aku cuma mau bilang wigku ketinggalan! Huuuuuhhhh! Eh? Eh, tunggu! Kenapa aku harus bersembunyi sementara kalau aku pakai wig aku bisa menghindari Kak Itachi sebagai Shiro?!" Sakura menahan teriakannya. Ia memukul jidatnya. Asem, Kenapa aku harus terburu-buru tadi…
Sakura menyandarkan kepalanya ke almari, pasrah. Samar-samar ia mendengar Kak Itachi ngobrol dengan Sasuke.
-
"Gak ada!" sepertinya suara Sasuke.
-
"Sudah kubilang tidak ada! Aku baru bangun tidur. Kau pasti salah dengar! Mana mungkin ada cewek di kost-kostan cowok, hah?!" lanjut Sasuke.
-
***
Itachi terus memandang berkeliling menyelidik. Sasuke menatap bosan. Seketika itu juga pandangannya tertumbuk pada wig merah milik Sakura. Sasuke mengernyitkan dahinya dan secepat kilat merebahkan dirinya ke kasur untuk menutupi wig malang itu.
"Kenapa?" Tanya Itachi sambil mengangkat salah satu alisnya. Sasuke menggeleng.
"Pergi sana! Aku masih ngantuk tahu! Kenapa sih, kau selalu menggangguku! Aku bisa hidup tanpamu! Jangan menganggapku sebagai seseorang yang harus dijaga terus, bodoh!" kata Sasuke tajam. Itachi menatap adiknya itu sebentar.
"Apa kau membenciku?" Tanya Itachi pada Sasuke. Sasuke membuang pandangan matanya menghindari Itachi.
"Sudah jelas, kan?" katanya ketus. Itachi tersenyum paksa.
"Begitu ya?" katanya dengan nada kecewa. Sasuke masih membuang muka.
"Kau membenciku karena apa? Ayah?" Tanya Itachi lagi. Sasuke tak menjawab.
"Kau seharusnya jangan melakukan itu padaku! Aku sama sekali tak tahu apa-apa. Dan kau tahu? Aku sudah bicara pada ayah. Dan… kau tahu apa yang dia katakan?" Itachi sengaja menggantung kalimatnya agar Sasuke tertarik. Tetapi ternyata dugaannya meleset besar. Adiknya yang cakep itu tetap cuek berbaring dengan kaki kanan menumpang di kaki kirinya, sedangkan kedua tangannya ia lipat sedemikian rupa untuk dijadikan bantal. Dan sekarang dengan cueknya ia mulai bersiul riang. Itachi tersenyum tipis. Meski ia tahu adiknya tak tertarik, ia tetap melanjutkan.
"Ayah bilang, ia minta maaf kepadamu. Kau tahu? Aku dan Ibu kemarin membicarakannya dengan ayah. Dan ternyata, ayah melakukan itu semua untuk mendidikmu supaya tidak menjadi anak yang manja, Sasuke! Ia hanya ingin kau terpacu begitu melihat aku!" ucap Itachi sambil tersenyum manis. Ia melipat tangannya di depan dadanya, menunggu reaksi sang adik.
"Dapatkah aku percaya kepadamu?" Sasuke cuek, melirik Itachi sebentar kemudian membuang pandangannya ke arah lain.
"Kau pikir aku pembohong?" kata Itachi dengan wajah semeyakinkan mungkin. Sasuke melirik Itachi sebentar.
"Cih! Kau pikir kau itu bukan pembohong, Ha? Coba tebak, siapa yang sejak kecil selalu berjanji untuk mengajariku teknik perkelahian tapi tak pernah ditepati, lalu tentang semua pekerjaan rumahku yang katanya akan dengan senang hati akan dibantu? Begitu mudahnya ngomong seperti itu. Cih!"
Itachi mengelus belakang kepalanya yang mulus tidak seperti punya adiknya. 'Cih, benar juga!'
"Sekarang mau apa lagi, ha?!" kata Sasuke kepada Itachi yang masih mengelus belakang kepalanya.
"Enggak! Kau disuruh pulang tuh, sama Ibu! Sekalian ayah juga ingin bicara kepadamu! Aku tidak bohong, kan?!" kata Itachi sambil tersenyum sangat lebar. Sasuke membuang wajahnya.
***
"Hu… ha..h hu….!" Sakura megap-megap (?) di dalam almari. Karena almarinya dikunci oleh Uchiha Sasuke, ia tidak bisa bernafas. Keringat dingin mulai membanjiri wajahnya. Perlahan, setetes keringatnya meluncur dari pelipis, menuju pipinya dan akhirnya turun melalui leher. Sakura mencengekeram erat baju Sasuke yang digantungkan di almari dengan tangannya yang berkeringat.
"Sa… Sas… Sasuke, sasuke!" ulangnya berkali-kali sambil memanggil nama Sasuke seperti orang berbisik.
***
"Jadi… kau mau pulang? Aku tidak bohong! Oh, ya! Nanti aku juga akan pulang. Kau tahu… eh? Ulang tahun pernikahan ayah dan ibu? Kau tidak lupa, kan?" Tanya Itachi beruntun. Sasuke mengerutkan keningnya. Ia menepuk dahinya. Itachi tersenyum tipis.
"Kau bisa ajak Sakura, Sasuke! Ibu bilang, kau disuruh membawa pacar! Kau harus ingat. Ulang tahun pernikahan ini hanya setahun sekali, dua hari lagi! Masih libur, kan?!" kata Itachi asal. Sasuke tersentak sebentar.
"K.. Kau ini ngomong apa sih?! Keluar sana!!!" perintah Sasuke sambil mengayunkan tangannya mengusir Itachi. Itachi terkekeh sebentar. Ia kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan Sasuke. Tiba-tiba,
"AH! Aku Tanya, kau bawa baju dari rumah berapa?" maksudku, kau punya banyak jaket, kan? Aku pinjam ya, akan kugunakan berjalan-jalan dengan seseorang!" kata Itachi yang langsung melesat menuju almari Sasuke berniat membukanya. Sasuke membelalakkan matanya. Ia kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Kemudian ia berbalik lagi, menyadari wig milik Sakura. Ia kemudian menyembunyikannya di bawah bantal dengan tergesa, karena dilihatnya Itachi sudah memegang pintu almarinya sambil bersiul riang.
"HOI!!!! JANGAN DIBUKA, BODOH!!!" teriak Sasuke kepada Itachi yang langsung terkejut melepaskan pegangannya.
"Apa sih! Lagipula juga dikunci!" kata Itachi membela diri. "Seenaknya saja memanggilku bodoh! Aku lebih jenius dar-"
"Hah! KEPRET!" potong Sasuke sambil mendorong tubuh Itachi keluar kamarnya.
"Aku cuma pinjam jaket, he!" kata Itachi lagi sambil mencoba menahan tubuhnya dari dorongan adiknya.
"Tidak mau!!!" kata Sasuke.
"LOh?! Kau kan punya banyak!" kata Itachi nekat.
"Kau ini pinjam atau ngrampok sih?! Dibilang gak mau, ya gak mau! Aku gak bawa jaket lagi!!!!" gertak Sasuke. Itachi memonyongkan bibirnya.
"Bilang dari tadi, dodol!" katanya sambil mengobrak-ngabrik rambut adiknya dan berbalik pergi. Sasuke mengumpat kecil. Ia kemudian berjalan ke dapur untuk mengisi tenggorokkannya yang kering akibat keasyikkan ngomong dengan Itachi. Dengan santai tanpa beban, ia berjalan ke dapur.
***
"Sas… Sas….!!!!" Sakura mulai menggedor pintu almari Sasuke Karena sudah lama sekali ia berada di dalamnya. Tidak peduli lagi siapa yang akan membukanya, pokoknya ia harus keluar dari tempat itu, sekarang juga!
"SAS!!!" jerit Sakura kembali. Dan setelah itu, gedoran di pintu almari Uchiha Sasuke mulai melemah.
***
Sasuke kembali ke kamarnya setelah berhasil mengatasi dahaganya. Seketika diliriknya almari miliknya yang masih seperti sedia kala, masih dengan seseorang di dalamnya. Dengan jahilnya ia bergumam,"Sekali-kali aku ingin membuatnya menangis. Wajahnya lucu!"
Sasuke mulai bergumam sendiri. "Kalau aku ajak si Jidat membeli kado untuk ayah ibu, dia mau tidak ya?"
"Bodo ah! Mau tak mau, dia harus mau!" katanya seenak udelnya sambil berjalan menuju ke almarinya. Dengan santainya ia membuka almari itu, dan dengan sekejap.
-
DUAG!!!
-
"Aaaakh!!!" Sasuke menari gaje-ralat, Sasuke melonjak kegirangan-ralat, Sasuke melompat kesakitan ketika mendapat sebuah pukulan telak dari Sakura ke perutnya.
"Ra… rasakan buntut jel… jeleeeeeeeeeeekkkkk!!!!!" kata Sakura sambil terengah-engah sehabis megap-megap di dalam almari. Tenaga yang sudah ia kumpulkan ia keluarkan melalui satu pukulan.
"Kau ini apa-apaan, sih!!!! JIDAT! SAKIT TAHU!!!!" katanya sambil menuding Sakura yang masih berada di dalam almari. Sakura melotot pada Sasuke.
"Kau ini yang apa-apaan! Kau mau membuatku mati kehabisan nafas, hah?!" balasnya sengit.
"Salah sendiri kau mau masuk ke dalam sana!" sahut Sasuke.
"Kau ini yang memaksaku masuk, Ayam!"
"Kau yang meminta aku melakukannya, Jidat!"
"Tapi aku tidak meminta yang seperti itu, Buntut?!"
"Lalu kau ini meminta apa, JIDAT LEBAR? Memintaku melemparmu keluar jendela, hah?!!! Eh? Benar juga, kenapa aku tak melakukan itu tadi?" Sasuke mulai bergumam sendiri. Sakura mengerucutkan bibirnya.
"Aku mau pindah kost!!!" katanya sambil berdiri dengan semangat. Akan tetapi, ia lupa kalau masih berada di dalam almari.
-
DUAGHH
-
"Aaaaaawwwww!!!" katanya sambil memegangi kepalanya yang sudah ditumbuhi bakwan. Sasuke yang melihatnya tertawa kecil melihat wajah Sakura yang hampir menangis sambil memegangi ubun-ubunnya.
"Gak usah ketawa, Jelek!" semprot Sakura. Sasuke nyengir. Tetapi kemudian pandangannya berubah serius.
"Kau masih ingat perjanjiannya, kan?" tanyanya sambil melipat tangan di depan dadanya. Sakura berjalan keluar dari almari laknat itu.
"Apa!" sahut Sakura ketus.
"Pacar sementara!!!" ucap Sasuke dengan watadosnya. Sakura mendengus kesal. "Iya! Memangnya sampai kapan?"
"Hmm… Bagaimana kalau sampai tiga bulan kedepan!"
"Heh?! Tiga bulan? Ogah! Itu terlalu lam-"
"Aa…" Sasuke memutus perkataan Sakura dengan mengambil Hpnya. Seperti biasa, mengancam Sakura agar tidak berbuat macam-macam.
"Tapi aku juga ada syarat! Tidak adil kalau kau seperti itu, kan?!" katanya sambil mengacungkan satu jarinya. Sasuke memandangnya ingin tahu.
"Hm! Setelah tiga bulan, perjanjian kita semua dihapuskan! Kau tahu? Aku sudah tidak mau lagi menjadi babumu! Ingat itu!" kata Sakura kemudian menggembungkan pipinya. Sasuke nyengir.
"Oke! Kau tahu? Aku ini memang baik!!!" katanya sambil tersenyum. Sakura membuang pandangannya.
"Oke, karena kau masih berstatus sebagai Babuku, sekarang pakai wigmu, jalan keluar, mandi sana! Aku mau mengajakmu keluar." Kata Sasuke seenaknya. Sakura menghentakkan kakinya sambil berjalan keluar kamar setelah memakai wig kebanggaannya.
***
Ndrrrrt….. nddrrrrrrrtttttt….
Hp Sakura yang di atas kasur bergetar. Ia segera mengambilnya dan membaca sebuah sms yang masuk.
From : Gaara
Haruno, kau bisa datang ke taman Konoha sore ini? Aku ingin membicarakan sesuatu di sana.
Sakura melonjak kegirangan. Tetapi kemudian melengos. "Jangan Ge-eR, Sakura… Mungkin Gaara cuma mau apaaa…. Jangan GR, Oke? Jangan GR!" dengan cepat, Sakura segera membalas pesan Gaara.
Send to: Gaara
Iya. Jam berapa?
Sakura mendengus kesal. Ia segera melirik jam dindingnya. Heh? Sudah jam satu siang rupanya! Apa-apaan ini… berapa lama dia terjebak bersama buntut jelek itu? Hp Sakura kembali bergetar.
From : Buntut Baka!Sakura mengerucutkan bibirnya dan dengan ogah-ogahan membuka pesan dari Sasuke.
Jidat! Cepat keluar atau aku akan berteriak tentang jati dirimu!
"SASUKE JELEEEEEEEEKKKK!!!!" umpat Sakura sambil berlari ke kamar mandi.
***
Pasangan itu sudah ada di depan kost.
"Cepet sedikit kenapa sih?!" kata Sasuke yang melihat Shiro berjalan dengan kecepatan 1 meter per jam. Ternyata Sakura sedang membaca sms dari Gaara, balasan pesannya.
From : Gaara
Jam 4 sore. Bagaimana?
Sakura- ralat, Shiro segera berlari menuju Sasuke.
"Sas! Ntar pulangnya jam 3 ya? Ya? Aku ada janji! Ya?" katanya dengan nada memohon yang mencurigakan. Sasuke mengangkat sebelah alisnya.
"Dengan siapa memangnya?"
"Rahasia. Boleh, ya?" katanya dengan nada memohon ditambah jurus puppy eyes.
"Gak!" kata Sasuke dengan singkat dan padat. Shiro mendengus seketika. "Mati saja kau buntut jelek!" gumamnya pelan. Sasuke yang mendengarnya hanya nyengir. "Boleh! Tapi dengan siapa?" katanya mencurigakan. Sakura a.k.a Shiro langsung bersemangat mendengarnya. Ia segera berbalik hendak mengambil baju gantinya. Masa iya, bertemu dengan Gaara sebagai Shiro?
"Terimakasih! Dengan Gaara!!!!" katanya bersemangat sambil berlari ke dalam. Tiba-tiba saja tangannya tertahan. Sasuke mencengkeram lengannya.
"Tidak boleh!!!"
"Kenapa? Katanya boleh! Kau ini plin-plan sekali, sih!!!!" omel Shiro.
"Masa bodoh!!!" katanya sambil menyeret Shiro menuju motornya.
"Engga mau!!!!!" jerit Shiro memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Sasuke.
"Ayo! Cerewet kau ini!!!" paksa Sasuke. Shiro tetap memberontak sampai akhirnya dia menendang kaki Sasuke. "PELIT SEKALI SIH!!!!" teriaknya, membuat Naruto yang sedang di dalam kost melongok keluar. Disusul oleh Lee.
"ADUH! Lembut sedikit jadi cewek, bodoh! Iya! Ayo sekarang berangkat! Nanti keburu sore!" katanya sambil mendorong Shiro ke depan motornya.
"Kau ini jahat sekali sih buntut! Aku kan ada janji dengan Gaara! Masa tidak boleh, sih!!! Buntut jelek!!!" omelnya sekali lagi sambil menghentak-hentakkan kakinya. Sasuke memutar bola matanya. "Iya, cerewet! Sekarang ayo berangkat! Aku mau mengajakmu membelikan kado untuk ayah dan ibuku!" katanya sambil menaiki motornya. Melihat itu, dengan sigap Shiro langsung berlari meninggalkan Sasuke. Akan tetapi baru beberapa langkah, kembali tangannya tertahan oleh tangan Sasuke.
"Mau kabur kemana, Jidat jelek?" tanyanya sambil memasang death glarenya.
"Habis kau ini! Asal aku boleh bertemu Gaara! Aku akan ikut denganmu! Bagaimana?! Lagipula kau kan tidak ada hubungannya dengan semua ini! Iya, kan?" katanya sambil menyipitkan matanya. Sasuke berdecih.
"Hn. Sekarang naik!" katanya sambil menarik Shiro untuk naik ke motornya.
"Tap! Tapi aku harus ambil baju ganti, Buntut!!" tolak Sakura sambil mencoba berlari.
"Kelamaan! Nanti aku belikan!!!" ucap Sasuke sambil menggeret Sakura mendekat.
"Sok Kayaaaaaaaaa!!!!!" ucap Sakura lalu mengerucutkan bibirnya. Sasuke mendengus kesal. Dan untuk mengantisipasi supaya 'babu'nya itu tidak kabur lagi, Sasuke melingkarkan tangan kanan Shiro di pinggangnya. Dengan tangan kirinya ia menggenggam tangan Shiro.
"BUNTUUUUUUUUTTT!!!!" teriak Shiro yang merasa kaget akan perlakuan Sasuke. Sedangkan Naruto yang mendengar jeritan itu bersama Lee kembali melongok keluar. Bibir mereka mangap bersama-sama. Berbeda dengan Naruto yang nyengir setelahnya, Lee langsung memasang tampang jijay.
"Akan kuingat ini! Sasuke ternyata Gay!"
-
Sedangkan pasangan aneh itu kini telah meninggalkan kost mereka.
***
TBC
***
A N : Ah, Maaf, tambah gaje saja ceritanya. Mana…. Arrghhh… **jambak-jambak**. Hancur lebur. Maafkan sayaaaaaa….. pokoknya terimakasih buat yang sudah review….. **peluk-peluk**. Huh, saya mohon maaf, ini semua Karena si WB itu yang seenak udelnya Sasuke mempir ke kepala saya… DX
Maaf kalau updatenya lamaaaaaaaa….. DX **jeduk-jedukin kepala ke kepalanya Sasuke-dijitak**
Yasudahlah, pokoknya maafkan kalau tambah gaje… T.T
Cerita Mendatang : Ada sesuatu rupanya! Sasuke mengganggu pertemuan Sakura dan Gaara, membuat Sakura jengkel setengah mati kepadanya. Chap depan, Sakura bakal merana, udah dibelikan baju yang …….. (pikir sendiri-plak-), diganggu kebersamaannya dengan Gaara oleh Sasuke dengan ……………(banyak kok, pikir sendiri-plak-), dan lain sebagainya, membuat dia semakin tidak betah dan berniat pindah kost! Yah, lihat saja nanti bagaimana –plak-.
Ud… udahlah, dari tadi kena tampar melulu…. -.-a
Dan sekarang saatnya balas review…. XD. Terimakasih yang sudah mau revieeeeeew….. XDDD –author gila kumat-
uchiHncooltoushitake
Hehehe, bikin fict gaje ini? Uwaaah, ini fict gaje…. Hehehe, colab? 1 acccount aa temennya? 8D. Dari dulu saya pengen colab, tap ga ada , makasih ya reviewnya… XD
NaNaKo PeYot
waw kenapa sakura teriakk...? Jawabannya ada di atas… -nunjuk-nunjuk atas-. Heehe, ini fict gaje…. DX. Hihihihi, makasih udah mau nungguin ya…XD. Makasih sudah mereview…. XDD
miZuky HarRunNho
Wah, Makasih ya…XD -peluk-peluk-. Jawabannya ada di atas itu… hohoho, jadi temen-temen sekelas juga sering main FFn, ya? Enaknya… Andai temenku sekelas juga gitu… Makasih reviewnyaa…… XD
^_^ chythra_uchiha ^_^
Oh, iya… Maaf ya…. m(_ _) fict ini dulu kena WB, jadi lama apdetnya. Hehehe….. -sujud-sujud-. Makasih reviewnya,ya….^_^
Ria NaMiKaZe
Oke…. Ria-san semangat banget ini…-iku-ikut gosok kedua dia… Udah update….XD Makasih reviewnya ya…. XDD
neneknenekyangsekarat
Lha… Iya, udah diupdate kok…. Hehehe… Nicknamenya keren~ reviewnya…. XD
yuki-uzumaki
Hohoho… Lha ini dia… udah diupdate….hahaha, mereka jadi OOC si Sasuke itu…. Hehehehe. Makasih sudah review, ya…. XDD
Nana~chan
Iya, aduh sampai 2 , -chan….. XDD. Ini for review…XD
sasusaku
Ini udah…. XD. Makasih ya reviewnya….XD
Mayuura
Iya. Ini sudah lanjut, Senpai… reviewnya…XD
Yoake no Ame
Iya gapapa…. XD. –memandang Yoake yang melayang ke angkasa~ditendang balik- Makasiiih reviewnyaaaaa…..XD
Asuka uchiha
Makasih….XD. Haaaa? Dirajam? –memandang dengan tatapan … Rasain tuh, Sas! Tomatmu hil-eph-dibekep Sasuke-. Makasih reviewnya…. XD
Yumaeda Kasumi kawaiiShoujo
Hueee? OKE…. XD Ini udah….. Makasih ya….. XD
Asuka Hitsugaya
HOREEE JUGAAAA….. ~plak….. –memandang iri ke Asuka-san yang nangis di pundak Sasuke-. Aku juga pengeeeeeennnnn –mewek~plak- Ini sudah update…. Makasih…XD
Aira Akachi
Hohoho…. Eh?Itu gentongnya siapa? Gaara ya? –memandang horror kea rah Gaara-. Iya, Saku teriaknya keras banget tuh…. Karena itu…. –nunjuk2 cerita-. Makasih ya….XD
Naara Akira
Hohoho, Senpai mau telur mata kebo? –plak-. Hehehe, iya, dia sudah tau Saku ada rasa sama Gaara, senpai…. XD. Makasih senpaiiii….XD
saluuuunnn
Iya…. Ini sudah updateeeee…. ya…. XDD
hehe
Hehehehehehe…. Mari ber'hehe' ria-plak. Iya, ini update lagi, kan…. ya…XD
Angga Uchiha Haruno
Yo, Ini udah update…. Tapi tambah gaje…. –pundung, ngorek-orek tanah-. Yo, Makasih reviewnyaaaa….. XDD
Yuki no Kitsune
Hahaha, Yuki-chaaannnn,…. –lari-lari gaje~plak-. Yang lain kan kemarin pada nonton konser. Saku teriaknya pagi,mungkin masih pada lah, cowok…. –dikeroyok,padahal sendirinya suka bangun siang~lak-. Makasih yaaaaaa……XD
D'BlackList-Jijin
Senpai mau nyelip di tengah?Lha saya? –tampang melas~plak-. Makasih senpai reviewnya….XDD
Furu-pyon
Hohoho, ga apa-apa, Senpai…. XD. Halah, ceritanya juga gaje kok senpai…. Hehehe….Makasih ya senpaaaiiiii….XD
Amethyst is Aphrodite
Hohoho, makasih Fathia-chaaaaannnn…. Imoutoooo…. ~plak. Hehehe,Makasih reviewnya…. XD
Halcalilove12
Hohoho, Sasuke tuh mesum, pura-pura disembunyiin begitu lah, lewat tampangnya-plak-. Hehehe, Makasih reviewnyaaaaaa…. XDD
Shena BlitzRyuseiran
Hoho, iya dodol. Seharusnya pilih Saku, kan ya? Sasu : Kan elu yang bikin cerita, dasar dodol-jitak kepala author-. Hohoho, makasih reviewnyaaaaa……XD
ayui-chan181
Hayo, ketahuaan,… omes nih….. XD –plak- Sama deh….. XDDD….. Makasih reviewnya ya….XD
LuthMelody
Makasiiiiihhh….. Lanjuti ceritanya yang Jatuh bangun dong…… Suka…. ya reviewnya…..XD
Arishima Ryuu-Chan
Makasiiiihhh…..XD. Ha? Mana kumisnya…. –tampang insen~, makasih banget ya… Ini udah …..XD
Green YupiCandy Chan
Ini dia…. Kau omes ya…… -plak-. Sama kalau begitu…. Tapi ga ada itunya…. Paling ntar paling pol kissu doang. Hehehe…..XD
Princess Mikaia
Peace….. Iya,ini update… Lagi pengen bikin hantu-hantuan ini…. Hahaha, tapi jadinya gaje….. –jeduk-jedukin kepala reviewnyaaa….. XD
kakkoii-chan
Makasih reviewnya Senpai… hoihihi, semua membayangkan 'itu' ya… heheehe, tapi ga terlalu parah sepertinya~plak. Hohoho, makasih senpaaaiiiiii….. XD
Kichan
Hehehehe, Ini sudah update. Makasih yaaaaa……….XDDD
Haruchi Nigiyama
Iya, Sasu itu perhatian. So sweeeetttttt…… -peluk-peluk Sasuke~dishannaro-. Makasih reviewnyaaaa……. XDD
Kuchiki Uchiha
Hohoho, ga apa-apa kok…. sudah updateee…… XDDD Makasiiiiihhh….
Chiwe-SasuSaku
Chiweeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….. –teriak-teriak gaje~plak-. Iya, ini full Sasusaku…. XD. Gimana? Gaje kan? Makasih chiwe…. Aku tahu ka akan berfikir rated M…~ aku tungguuuuuuu……. Makasih chiwe….. XD
Fujimoto Izumi
Karena itu –nunjuk2 cerita-. Hahaha, ini update. Makasih ya reviewnya……XDDD
KoNan
Hahaha, ga apa-apa…. Ini SS Fict. Hehehe, soalnya saya penggila Sasusaku… kebanyakan-ato semua fict saya Sasusaku…. Hehehe…. Makasih reviewnyaaaaaa……XD
Makasih reviewnya Ya…… -ngelap air mata dan errr…. Ingus? –plak-. Eng..yang Musim Cinta di Konoha itu updatenya kemarin 2 chapter sesuai janji, ada yang tahu? Hehee, maaf ga ada pemberitahuan. Gomen….
