.: Ruu & Nyaa presents :.

.

.

A Bleach fan fiction

.

.

.

'Thanks for the love you gave'

Bleach belongs to tite kubo

Warning : AU, OOC, OC, dll

(Eh, jangan di flame ya?)

~~0oo0~~

"Getsuga Tensho !" teriak ichigo mengakhiri pertarungannya dengan sejumlah hollow yang mengganggu kota karakura di malam itu.

"Ichigo !"

"Rukia, bagaimana yang disana?"

"Sudah beres"

"Baguslah, kukira saatnya kita pulang" kata ichigo sambil mengembalikan zangetsunya ke punggungnya.

".. . ... . ."

"Ada apa rukia?"

"Apa kau tak mendengar suara seseorang menangis?"

Ichigo menajamkan pendengarannya, dan mengedarkan pandangannya sejauh mungkin ia bisa. Perlahan memang terdengar suara isakan dari suatu tempat. Dari suaranya, mungkin ia anak anak.

"Kau benar rukia. ."

"Di sana !" Teriak rukia sambil berlari meninggalkan ichigo ke tempat yang ia maksud.

"Hei ! Tunggu Rukia !" sontak, ichigo segera berlari menyusulnya.

~~0oo0~~

Unknown's P.O.V

I.. .Ini dimana. . hiks.. . aku takut.. . kenapa.. . . kenapa aku disini ? Kenapa monster-monster itu menyerangku? . . hiks. .hiks. . . seseorang, kumohon tolong aku.. .. . Ayah. . . Ibu. . .

"Runa-chan" kudengar suara manis itu memanggilku lagi.

". .. . Usa Tabi ? Kau sudah kembali ?" tanyaku serak. Sudah lewat beberapa menit semenjak aku menangis. Aku tersesat di kota yang tak ku kenal, dan begitu bangun, aku sudah di jalanan, dan aku tak ingat apa apa selain Usa Tabi, dan namaku sendiri. Itupun hanya nama panggilan. Aku begitu takut, tubuhku tak bisa digerakkan, dan aku hanya terduduk menangis di sini.

"Runa-chan, mungkin sebaiknya kita pindah tempat, berbahaya kalau di sini terus"

"Memangnya kau tahu tempat ini ?" tanyaku sambil menghapus air mataku dengan punggung tanganku.

"Entahlah, maaf runa-chan, aku tidak tahu. Yang kulihat hanya.. ." perakataan usa tabi terpotong ketika kami mendengar suara derap langkah menuju kami.

"Ichigo ! Di sebelah situ !" Kupalingkan wajahku pada sesosok yang tak ku kenal, 2 orang berbaju serba hitam berlari ke arahku. Yang satu cantik, walau sekilas kulihat iris matanya ungu mengkilat. Temannya yang ada di belakangnya tak kalah memikat –apalagi rambutnya.

" –shinigami"

"Hei. . .Gadis kecil.. Kenapa disini?" tanya pemilik iris ungu itu padaku. Aku bangkit dan melangkahkan kakiku ke belakang usa tabi.

" –menjauhlah dari Runa"

"!.. . . Kau.. . Kelinci yang bisa berbicara?"

" –kubilang, Menjauh dari Runa !"

Ya, yang dikatakan si iris ungu itu benar, Usa tabi itu kelinci. Tapi ukurannya sebesar kucing jalanan, warna bulunya putih, dan ujung telinganya berwarna cream. Sekilas memang lucu, tapi usa tabi bila sudah mengamuk, apa saja bisa diserangnya.

" CERO !" kilatan cahaya merah keluar dari mulutnya, menyerang si iris ungu.

"A. . APA ?" blarr ! dan cero itu tepat mengenainya, menyebabkan debu debu jalanan menyelimutinya.

"Rukia ! Kau tak apa apa ?" temannya si rambut oranye datang menariknya keluar dari kepungan debu itu.

"Aku tak apa apa Ichigo, hanya.. . sedikit terluka.. ." katanya sambil memegangi bahu kirinya yang terluka parah. Darah segar mengucur deras lewat lukanya, membasahi jalanan yang sepi.

"Kau.. ."

"Ichigo ! Hentikan ! mereka tidak salah, kelinci itu hanya berusaha melindungi gadis kecil itu, Aku sudah menakuti mereka !" kulihat dia memegangi lengan kekar si rambut oranye. Dan dari percakapan mereka, mungkin si iris ungu bernama Rukia, dan si rambut oranye bernama Ichigo.

" ! " Aku dan usa tabi terkejut mendengar ucpan si iris ungu, dia kelihatannya baik. Padahal dia hanya menghampiri kami, dan usa tabi malah menyerangnya dengan cero.

" Ah. . anu.. ." ucapku terbata.

"Runa ! Jangan diam saja ! Lari !" Usa tabi loncat ke bahuku dan membawaku pergi menjauh dengan langkah kilatnya.

End Of Runa's P.O.V

Rukia's P.O.V

"Itu tadi.. . Cero dan Shunpo ? Mustahil, bagaimana mungkin.."

"Rukia, lukamu.. .. " tanya ichigo.

"Aku tak apa apa ichigo, lebih baik kita pulang sekarang.. "

"midget baka, kenapa di cero saja sudah terluka seperti ini.."

Duakk ! Kupukul dagunya dengan tangan kananku.

"ICHI-BERRY BAKA! JANGAN PANGGIL AKU MIDGET!" ukh. . gara gara memukul ichigo, lukaku terasa nyeri.

"SAKIT RUKIA ! apa apaan itu, hah ?"

"Sudahlah, ayo kita pulang" nyiit! Ukh, cero kelinci itu lumayan juga, nyerinya sampai menyebar ke sumsum tulangku. Aku sampai tak bisa berdiri tegak. Haha.. .

"Oi, midget. Kau yakin bisa berdiri?"

"Ichi-baka, tentu saja bisa"

".. . . . Dasar"

Hup ! Ichigo tiba tiba saja menggendongku bridal style.

"I.. .Ichigo ! apa apaan kau, turunkan aku !" teriakku mencoba memberontak.

"Jangan teriak teriak midget ! kupingku sakit !"

"Makanya turunkan aku !" tapi ichigo malah ber-shunpo ke atas atap sebuah rumah dan meloncat loncat dari satu atap ke atap lainnya.

".. . Jangan banyak bergerak, kita harus segera pulang dan mengobati lukamu kan. . lebih cepat kalau begini "

Nyiit! Rasa nyeri itu kembali menjalar ke tubuhku. Refleks, aku mendekat ke dada ichigo.

"Oi, rukia ! kau tidak apa apa ?" tanyanya.

".. . . " aku tak menjawab. Tangan kananku mencengkram bahu kiriku yang terus mengucurkan darah.

"Bertahanlah, sebentar lagi kita sampai, rukia" dan sekali lagi aku tak menjawab.

Andai kau tahu kenapa aku tak menjawab... .

.

.

.

.

Ichigo.. . wangi harum tubuhmu.. . menyebabkan rasa nyeri ini sedikit demi sedikit hilang.. .

~~0oo0~~

Di sudut kota karakura, tepatnya di dahan pohon tertinggi di karakura, seorang gadis cilik bersama dengan kelincinya tengah menyaksikan kota karakura yang berhiaskan kelap kelip lampu jalanan. Kota karakura terlihat begitu indah dan memikat dari atas sini.

"Usa tabi.. ."

.

.

.

"Ya Runa ?"

".. . 2 shinigami yang tadi. .. Apa kau kira kita bisa percaya pada mereka?"

.

.

.

"Entahlah, Runa-chan"

.

.

"Oi, runa ~! Lekas tidur, besok kita harus bangun pagi untuk menjelajahi kota ini kan? Turunlah sekarang" tanpa basa basi dia turun dari pohon dan mencari tempat yang cukup dekat dengan api unggun yang dibuat oleh usa tabi.

"Usa tabi, kau-"

" –aku akan menjagamu, tidurlah"

"... .. . . Baiklah"

Dan malam itu, seorang gadis cilik tidur dibawah langit bertaburkan bintang, dengan penghangatan dari api unggun, dan dibawah penjagaan seekor kelinci.

Semoga besok kau tahu kenapa kau ada di kota ini ya runa-chan.. ..

~~0oo0~~

Author's Corner ~

Ruu : "Hoo-hoo-hoo akhirnya, cerita kedua :D"

Nyaa : "Benar benar author gila, cerita pertama idenya buntu, jadi deh buat cerita kedua . =_= maafkan ya minna-san"

Ruu : "Na-na-na, jangan lupa review ya, karena di chapter chapter selanjutnya.. ."

Nyaa : " –shut up ! pokoknya, romance dan familynya akan diusahakan muncul di chapter berikutnya, sebenarnya nih fict bergenre family, romance, fantasy XD"

Ruu : "ya udahlah, reviewnya ya minna? Makasiih :3"

Ruu-Nyaa : " ~ Ja Bai Bai ~ "

~~0oo0~~