.: Ruu & Nyaa presents :.
.
.
A Bleach fan fiction
.
.
.
'Thanks for the love you gave'
Bleach belongs to tite kubo
Warning : AU, OOC, OC, dll
Chapter 2
~~0oo0~~
Runa's P.O.V
Cip ! Cip ! Cip !
Hoaaahhmm.. . . ah . . dimana ini ? oh iya, aku ingat. Di bawah pohon itu ya.. .
"Ohayo gozaimasu Runa-chan" sapa usa tabi.
"Ohayo gozaimasu usa-chan" sapaku balik sambil bangkit dari posisi tidurku, kuregangkan tubuhku sambil melirik ke arah api unggun yang sudah padam.
"Kau benar benar tidak tidur semalaman usa tabi?" Tanyaku. Usa tabi hanya mengangguk.
Hoaaahhmmm. . . aku menguap sekali lagi dan sudut mataku berembun, karena kebanyakan menagis tadi malam, mataku masih berat untuk terbuka. Padahal usa tabilah yang seharusnya lebih letih daripada aku. Dia sudah melindungiku dengan cero-nya, dan membawaku pergi ke sini, dan dia semalam tidak tidur.
"Maaf ya runa, kau masih capek ya? Tapi kita harus pergi sekarang juga" katanya sambil membantuku berdiri.
"Hah? Jangan bicara begitu usa tabi,harusnya aku yang minta maaf, karena aku kamu jadi repot"
"Sudahlah, ayo ikut aku sekarang"
"Kemana?"
"Ikut saja, ayo"
Aku berjalan di belakang usa tabi. Loncatannya kecil kecil seperti kelinci pada umumnya, tapi yang tidak kuketahui, mata usa tabi selalu awas mengawasi sekitarku, seperti aku adalah anak kelinci yang sanggup diterkam rajawali kapan saja.
"Di sini runa"
Sungai?
"Cuci mukamu dulu. Mustahil kita berjalan jalan di tengah kota dengan muka seperti itu kan?"
Ooh. Benar Juga ya.. .
segera aku berjongkok di tepi sungai itu dan menangkup airnya. Kubasahi mukaku berkali kali, mencoba menghapus semua ketakutan yang menyerangku tadi malam. Kupercikkan juga air ke rambutku dan kusisiri lembut dengan jari jemariku.
"Sudah ?"
"Un" jawabku pendek. Kukibaskan rambutku untuk mengeringkannya.
"Ayo, kita jalan lagi" Perintahnya lembut dan meloncat ke bahuku. Aku berjalan menuruni bukit dan memasuki kota karakura. Mungkin dengan berjalan jalan sebentar, aku bisa ingat kenapa aku disini.
End of Runa's P.O.V
~~0oo0~~
"Ichigo ! Ayo cepat kalau kau tak mau terlambat ! Yuzu, Karin, Kami berangkat dulu ya" teriak rukia di pagi yang tenang itu.
"Haah.. . . Baiklah, aku berangkat dulu Yuzu, Karin" pamit ichigo malas malasan.
"Hati hati ichi-nii, rukia-nee" jawab mereka serempak.
Ichigo hanya menjawab dengan gumaman tak jelas.
"Ichigoo ! ayo cepat !" teriak rukia yang sudah berada jauh di depan ichigo.
"Iya, iya ! aku datang rukia, tak udah berlari seperti itu, jam masuk sekolah masih lama kan !"
"Aku tak peduli, cepatlah !" jawab rukia dengan semangat dan ceria seperti biasanya. Mengimbangi sinar mentari dan kicauan burung pipit yang saling bersahutan.
"Ooi, pelan pelan saja. Lukamu masih belum sembuh benar" jawab ichigo sambil berjalan di sampingnya.
"Aah, jangan khawatir, aku yakin luka ini akan segera sembuh ichigo, tak perlu khawatir"
"Siapa yang bilang aku mengkhawatirkanmu, midget?"
Plaakk ! Tinju maut rukia mengenai dagu ichigo dengan suksesnya
"Dasar jeruk !"
"Apa kau bilang, midget?"
" –Sudah, hentikan. Tidakkah kalian pikir ini masih terlalu pagi untuk bertengkar?" sontak ichigo dan rukia menoleh.
"Ohayo, kurosaki-kun, kuchiki-san~" sapa inoue ceria.
"Ohayo ichigo, kuchiki-san" sapa sado.
"Chad, ishida, inoue-san? Ohayo" jawab ichigo dan rukia bersamaan
"Kalian masih saja suka bertengkar ya? Bahkan semenjak winter war dengan aizen selesai, kalian tetap saja seperti itu" kata ishida sambil membenarkan posisi kacamatanya
"Urusai !" Sembur ichigo.
"Kalau bukan karena ichi-berry ini, aku tak akan capek capek teriak terus setiap pagi, hhh" desah rukia.
"Kurosaki memang sulit di didik kuchiki-san, bersabarlah" sambung ishida.
"Apa ? Sialan kau, kacamata !"
"Sudah, hentikan ! bukannya ada yang mau kau bicarakan kuchiki-san?" potong inoue.
"Ah! Benar juga-"
Tiba tiba soul pager rukia bergetar. Rukia merogoh kantong tasnya, meraih pagernya dan membuka flipnya, setelah menekan beberapa tombol, rukia menutup kembali soul pagernya.
"Ichigo! Ada hollow ! biar aku saja yang pergi, kau ceritakan yang terjadi tadi malam pada mereka, oke? Daah"
"Tapi Rukia-"
"Titip Gigaiku ya teman teman"
Terlambat. Rukia sudah berada dalam wujud shinigaminya, dan ber-shunpo menjauh dari mereka.
"Hati hati Kuchiki-saan~" teriak inoue. Dari reiatsunya, mereka tahu yang muncul hanya hollow lemah, rukia pasti bisa mengatasinya.
"Arrghh! Rukia ! kau berhutang padaku atas semua ini !" Teriak ichigo frustasi.
Namun andai mereka tahu, jauuh, jauuh di hati kecil ichigo, ada suara berbisik.. .
.
.
.
.
.
Pastikan kau kembali dengan selamat. . Rukia. . . .
~~0oo0~~
Di sebelah utara kota karakura
"CERO !"
Blaarr! Seketika hollow malang yang terkena cero itu hancur berkeping keping dan menjadi debu. Cero itu memang kuat, tapi hanya bisa menghabisi satu hollow per tembakan.
"Gawat, tidak ada habis habisnya. Runa, tetap disana !"
"Usa-chan, dibelakangmu !" teriak runa.
" Cih !"
" Tsugi no mai, Hakuren !" Gelombang es dahsyat seketika membekukan beberapa kelompok hollow itu, serpihan serpihan es yang berterbangan menutupi pandangan runa dan usa tabi pada pemilik serangan es itu. Namun tak berselang lama, sesosok menos muncul secara tiba tiba dan langsung menyerang pemilik serangan itu dengan cero-nya.
"Menghindar !" teriak usa memperingati pemilik serangan. Usa tabi bershunpo tepat sebelum cero itu mengenainya, menggigit kerah shihakuso-nya, dan menyeretnya untuk menghindar.
" ! Usa Tabi !"
" Aku baik baik saja runa" katanya. Tentu saja setelah melepaskan si pemilik serangan es itu. Perlahan, usa tabi dan runa ingat siapa dia. Dia salah satu dari 2 shinigami yang tadi malam diserang usa tabi.
"Anda baik baik saja nona shinigami?" tanya runa sopan.
"Oh, hai gadis kecil. Kita bertemu lagi rupanya" jawab rukia dengan senyum manisnya.
"Runa, jaga dia sebentar , aku akan bereskan yang satu ini" kata usa tabi dan segera masuk kembali ke medan pertempuran.
Srat ! Secepat kilat, usa tabi sudah berada di belakang menos itu. Menos itu memutar tubuhnya dan bersiap menembakkan cero-
" –Lambat !" Usa tabi membuka mulutnya dan menembakkan cero yang 10 kali lipat lebih hebat dari cero menos itu. Menos itu hancur dalam hitungan detik, dan usa tabi segera ber-shunpo kembali ke sebelah runa.
"Runa ! kau baik baik saja?"
"Ah, usa tabi. Lihat, siapa yang datang"
".. .. .. Kau.. . shinigami yang kemarin, bukan?"
"Halo, kelin-"
" –namaku usa tabi, shinigami" potong usa tabi judes. Dia memang kadang menolak disebut kelinci kecil. Apalagi pada orang yang baru dikenalnya.
"Usa tabi ! Jangan berkata tidak sopan begitu, dia sudah menyelamatkanmu, kan !" bentak runa.
"Ah ! M. . maaf, nona. Aku tak bermaksud berbicara kasar seperti itu. Tadi hanya refleks, maafkan saya nona" usa tabi menunduk untuk minta maaf.
"Sudahlah, tidak apa-apa. Hei, namaku rukia kuchiki, siapa namamu gadis manis?" tanya rukia sambil mengusap lembut pipi runa.
Sentuhannya.. .lembut sekali. . seperti. . ..
"Namaku runa, kuchiki-san, dan dia sahabatku, usa tabi" usa tabi meloncat ke pundak runa dan menatap rukia.
"Kenapa kau bisa ada di sini, runa-chan?" tanya rukia lembut.
".. . . aku juga tidak tahu. Yang kuingat hanya namaku, Runa, dan dia Usa tabi, sahabatku. Hanya itu. Aku tak ingat yang lain.. .." jawabnya sedih.
"Dan tiba tiba begitu terbangun, kau sudah ada di kota ini, begitu?"
Runa mengangguk pelan.
Gadis kecil ini.. . tidak aneh kemarin dia ketakutan. Seumuran dia sudah bisa melihat hollow dan mengenal shinigami. Tapi yang lebih mengherankan, siapa sebenarnya kelincinya itu? Kenapa bisa menggunakan cero dan shunpo bersamaan?
"Jangan sedih, runa. Kamu pasti bisa ingat lagi kalau kita berjalan-jalan di kota ini kan?" hibur usa tabi.
Ting !
"Hei, bagaimana kalau.. .. ." dan rukia pun menjelaskan idenya untuk membantu gadis kecil itu
.
.
.
.
~~0oo0~~
Sementara itu di Karakura High School
"Jadi, kalian diserang seekor kelinci yang bisa berbicara dan juga bisa menggunakan cero juga shunpo bersamaan, begitu?" tanya ishida.
"Bukan aku, tapi rukia yang diserang" jawab ichigo
Hening.
Sebenarnya tidak tepat juga dikatakan hening, karena keadaan di kelas mereka cukup ramai mengingat sudah hampir jam masuk kelas. Ichigo bersandar pada jendela kelasnya dan dikelilingi oleh teman temannya. Diam diam ichigo melirik jam dinding di atas papan tulis, dan mendesah
5 menit lagi.
"Hei, apa.. . kuchiki-san tidak terlalu lama? 5 menit lagi bel berdentang. Kenapa dia belum muncul juga, ya?" tanya orihime.
"Jangan khawatir inoue-san, sebentar lagi dia pasti muncul" kata ichigo menenangkan inoue. Atau mungkin lebih tepat menenangkan dirinya sendiri. Tak ada yang tahu bahwa ichigo menyimpan kegelisahan luar biasa di dalam hatinya.
Rukia.. . cih. Ada apa denganmu? Apa kau baik baik saja? Apa lukamu masih terasa.. .sakit?
"Aaarghh!" decak ichigo kesal sambil mengacak rambutnya
"Kau kenapa ichigo?" tanya sado.
"Tidak. Aku tidak apa apa chad."
5 menit lewat sudah.
Bel berdentang tanda masuk kelas sudah dibunyikan. Beberapa murid Nampak masuk ke dalam kelas dan menuju bangkunya. Begitu juga ichigo dan yang lainnya. Kecuali rukia, tentunya. Hingga detik ini, si iris ungu belum menampakkan batang hidungnya.
~~0oo0~~
"Maaf sensei, saya terlambat !"
Keheningan di kelas itu tiba tiba terpecah begitu saja oleh suara pintu yang digeser secara kasar. Semua mata tertuju pada sesosok gadis manis yang tengah terengah engah dan menunduk.
"Ooh ! Kuchiki-san, kau tahu, ini sudah jam pelajaran ke 3, tapi tidak apa apa, masuklah ! kukira kau tidak akan masuk hari ini" kata ochi sensei bijaksana.
"Hh.. hh..Arigatou sensei " kata rukia dan mulai berjalan masuk.
"Douita kuchiki-san"
Rukia membungkuk sekali lagi dan berjalan ke bangkunya.
Ditatapnya ichigo dan berbisik "suruh ishida dan yang lainnya jangan pulang dulu, ada yang harus ku bicarakan"
"Apa ini ada hubungannya dengan gadis kecil itu lagi? Kau menemuinya?"
"Aku lebih dari sekedar menemuinya. Kalau kau pikir aku hanya menemuinya, kenapa aku harus terlambat sampai jam pelajaran ke 3, hah?"
~~0oo0~~
Author's corner~
Nyaa : Ho-ho-ho :D update kilaat, update kilaat ~
Ruu : Lagi mood-modnya sih, langusng update kilat aja =w=
Nyaa : Aaa.. . reviewnya ya minna?
Ruu : Wetdah. Kita balas dulu review2nya untuk chap 1, okeh? Asisten, let's go!
Kurosaki kuchiki-sama said : chap ini keren kok. penasaran bgt sama si runa sama kelinci itu. apa hubungannya sama mereka yah.. ichigo so sweet bgt sama rukia. lanjut yah..
Ruu : Oh ya? :D aduh, makasih. Ini udah update, tapi hubungan runa-usa tabi dengan ichigo-rukia masih belum bisa dijelaskan di chap ini. Stay tune!
Kyu 9-sama said : iih~ rukia keenakan tuh... *plak* emang da kperluan apa si runa ma usa tabi ke karakura? penasaran! update! SEMANGAT~
Nyaa : Kikii ! Lama tak jumpa, kawanku yang paling baik :D hhoho terima kasih. Tapi hubungan runa-usa tabi dengan ichigo-rukia belum bisa dijelaskan di chap ini, makasih reviiewnya ~ ini udah update : )
haruki1244-sama said : wow. keren.. saya seperti berada di sana. deskripsinya nggak panjang, tapi pas. bagus, senpai. hahaha. maafkan review tak berguna ini..
Ruu : Haha, kata siapa haruki? Review anda berguna untuk fict ini! Terima kasih ~ review lagi yaah~
Nana Naa-sama said : Wow! Ideny bguS XD Runa ama usa tabi sapa tha?0.0a Pnasaran. Mga rukia g knapa2 . Update!
Nyaa : Hohoho :D terima kasih, terima kasih :D tenang aja, rukia emang akan dibuat sedikit mengkhawatirkan keadannya *dzigg* tapi di ujung ujungnya,ichigo selalu ada untuk rukia (semoga saja sih) *plakk*
Ruu : "Okeh ! That's ALL ! Makasih reviewnya ya teman teman :D"
NYaa : Silahkan review lagi, kalo berkenan :D
Ruu-Nyaa : Sampai jumpa di chap berikutnya. Ja bai bai ~~
