.: Ruu & Nyaa presents :.
.
.
A Bleach fan fiction
.
.
.
'Thanks for the love you gave'
Bleach belongs to tite kubo
Warning : AU, OOC, OC, Typo, dll
Chapter 5
Konon, pernah ada suatu kerajaan megah di soul society. Keluarga bangsawannya memasuki peringkat pertama dalam daftar urutan keluarga ningrat terkenal di soul society. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang bijak dan ratu yang cantik juga adil. Rakyat saat itu sangat bahagia bisa berada dibawah naungan kerajaan tersebut. Kerajaan itu begitu indah, sungainya penuh dengan air segar dan ikan yang cukup besar. Sejauh mata memandang, bunga bunga liar bermekaran begitu cantik.
Memasuki abad ke 99, Ratu Reina melahirkan putri pertamanya. Raja Shigeru begitu bahagia hingga ia mengadakan pesta kelahiran menyambut pewaris tunggalnya. Seluruh rakyatnya diundang dalam pesta kebunnya. Saat ditanya akan dinamai siapa putri pertama mereka, mereka serempak menjawab 'Aoi no Tsuki' artinya Bulan biru. Alasannya mudah saja, mata putri mereka biru, lalu kata Tsuki berasal dari bulan purnama yang muncul saat Aoi-chan lahir. Rakyat kemudian menerima kehadiran calon pemimpin baru mereka dengan hati terbuka.
Waktu pun berlalu. Aoi kecil telah bisa menyebutkan beberapa kata. Kata pertama dalam sejarah hidupya adalah –ayah, ibu. Hati raja dan ratu tersentuh mendengar putrinya mengucapkan frasa itu dengan jelas dari bibir mungilnya. Namun tak berselang lama, kerajaan itu dilanda duka yang mendalam. Raja dan ratu meninggal tanpa sebab yang jelas di hari ulang tahun aoi kecil. Aoi kecil masih tak mengerti apa apa ketika para petinggi kerajaan, bangsawan seantero soul society, juga beberapa shinigami terpandang memeluknya untuk menabahkan ia. Bahkan setelah hari pemakamannya, Aoi kecil hanya mendapat jawaban 'Raja dan Ratu sedang pergi, aoi-chan' dari keempat pengawal pribadinya, ketika ia menanyakan keberadaan ayah dan ibunya.
Pada usia remajanya, sedikit demi sedikit aoi mulai mengerti mengapa orangtuanya tak pernah ada disampingnya lagi setelah ulang tahunnya di hari itu. Walau begitu, aoi-chan tergolong anak yang periang dan penuh semangat. Ia paling suka berlari mengejar kupu kupu neraka yang terbang entah kemana. Didikan petinggi kerajaan untuk menjadi putri yang disiplin tidak pernah luntur dari kepribadiannya. Begitu ia melihat matahari terbenam, ia pasti pulang. Ia tidak mau membuat 4 pengawal pribadinya khawatir.
Kemudian di usianya yang beranjak dewasa, ia mulai mengontrol kebiasaannya berlari kesana kemari. Waktunya lebih banyak dihabiskan di dalam kerajaan untuk mempersiapkan prosesnya untuk menjadi putri yang diinginkan semua orang. Dan pada suatu hari, secara tak sengaja aoi menangkap pembicaraan para petinggi kerajaan.
"Tidak ! kita tidak bisa menjadikannya putri kerajaan ini ! Orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil, dan bisa saja dia membawa kerajaan kita menuju perang !"
"Apa yang kau bicarakan ? Aoi anak didikku ! aku tahu dia tidak akan memulai peperangan duluan ! "
"Tidak ! aku tetap tidak setuju ! Apa kau yakin ketika ia mengetahui kenapa Raja dan ratu meninggal, ia tetap tidak akan balas dendam dan membawa kerajaan kita menuju perang ?"
Aoi tersentak. Perlahan dia mendekati celah pintu yang sedikit terbuka. Mengawasi para petinggi kerajaan dan mencoba menangkap tiap kata yang mereka katakan.
"Tentu saja aoi-chan tidak akan menyerang mereka, aku yakin dia mengerti dengan seluruh jiwa raganya, Perang itu sia sia !"
". .. .-apa yang membuatmu yakin aoi tidak akan menyerang mereka?" tanya seorang anggota kubu yang menolak aoi diangkat menjadi putri.
Deg ! Seketika semua anggota kubu yang membela aoi diam seketika. Namun pemimpin mereka, dengan bijak mengatakan,
"Sudah kubilang, dia anak didikku. –aku percaya padanya" dan petinggi kerajaan itu segera meninggalkan ruangan rapat beserta pesertanya yang tercengang akan jawabannya
~~0oo0~~
Malam harinya, aoi-chan tidak bisa tidur. Ia terus membolak balikkan badannya di atas ranjang besar miliknya –mencoba mencari posisi yang nyaman. Tapi pikiran itu terus menghantuinya. Karena suntuk, aoi-chan memutuskan untuk berjalan jalan. Malam itu bulan sabit menggantung dengan indahnya di langit malam. Memancarkan sinarnya yang menembus gorden besar di kamar aoi.
Kesunyian malam tiba tiba pecah ketika seorang pelayan istana berteriak sangat kencang. Sontak, seluruh penghuni istana segera menyalakan lampu dan bergegas keluar menuju sumber teriakan. Aoi bersama dengan 4 pengawal pribadinya juga ikut berlari menuju arah teriakan.
"Ada apa ribut-ribut ?" tanyanya dengan sedikit membentak pada pelayan yang sedang duduk gemetar, jari telunjuknya menunjuk pada kamar yang pintunya terbuka. Secepat kilat ia lari masuk ke dalam kamar yang pelayan itu tunjuk. Dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati gurunya –seseorang yang sudah memberi kepercayaan penuh pada aoi- tergeletak bersimbah darah. Aoi tak bisa berkata apa-apa. Ia diam membeku menatap guru-nya tergeletak tak bernyawa di sana. Sementara ke empat pengawalnya sibuk mencari bantuan.
Aoi no tsuki, calon putri Kerajaan Hoshina generasi ke 10, untuk kedua kalinya kelihangan pegangan yang sangat berarti dalam hidupnya.
~~0oo0~~
Dimulai dari kasus kematian guru-nya, anggota anggota pendukung aoi tiba tiba saja terbunuh oleh seseorang. Hingga akhirnya hanya tinggal beberapa orang saja yang tersisa. Aoi mulai panik. Ia tidak ingin kerajaannya jatuh ke tangan orang yang salah. Tapi ia sendiri belum cukup dewasa untuk menjadi seorang putri resmi kerajaan hoshina. Umurnya masih 17 tahun, sedangkan untuk menjadi putri setidaknya harus 19 tahun.
"Aoi-chan" panggil salah satu dari 4 pengawal pribadinya. Mereka begitu iba melihat putri-nya selalu duduk termenung sendirian di taman. Sorot matanya masih memancarkan kesedihan.
"Ada apa Riyuchi?"
"Kami ingat, sebelum raja dan ratu pergi, mereka pernah mengutarakan keinginannya pada kami"
"Prinsip kami, permintaan adalah perintah" sambung Vega.
"Kau tahu apa yang diinginkan mereka?" tanya Tsuji
.
.
.
"Jangan tinggalkan Aoi. Aku ingin kalian ada disampingnya ketika ia membutuhkan. Apapun yang terjadi, tetaplah jadi sahabatnya" imbuh Shion menirukan perkataan Raja Shigeru.
Aoi menoleh dan menatap keempat pengawal pribadinya yang sejak kecil sudah menemaninya itu.
" –terima kasih, kalian semua. Aku benar benar membutuhkan kalian" jawabnya lirih.
~~0oo0~~
Malam itu, Aoi-chan memutuskan mengambil jalan terakhir. Sebelum guru-nya meninggal, ia menitipkan sesuatu padanya. Ia teringat kembali pesan guru-nya terhadap benda itu. 'Jangan digunakan kalau memang benar benar tidak terdesak. Kau mengerti aoi?' Maaf sensei, kelihatannya sudah saatnya aku menggunakannya... .
"Tsuji, Vega, Shion, Riyuchi, kemarilah" panggil aoi pelan. Pengawal pribadi aoi-chan itu tidak mau membuang waktu ketika putrinya memanggil. Segera ke-empat gadis itu bershunpo menuju tempat aoi-chan.
"Kau memanggil kami, aoi-chan?"
".. . Ya"
"Ada yang igin kau bicarkan?"
".. .. katakan, apa kau tahu sebab ayah dan ibuku meninggal di hari ulang tahunku?"
" !" ke empat pengawalnya tampak terkejut. Kenapa tiba tiba sekali?
"Tidak apa-apa, katakan saja. Aku sudah cukup dewasa untuk mengetahui hal itu kan?"
".. .. –aoi, berjanjilah satu hal"
"?"
"Kalau kami ceritakan ini, jangan pernah menyalahkan siapapun"
"Akan kuusahakan" jawabnya pelan
" –sebenarnya.. raja dan ratu mengorbankan diri mereka, demi melindungimu, aoi" jawab vega
"A.. PA ? B.. bagaimana bisa ?"
"Aoi-chan, maaf sebelumnya, tapi kau terlahir dengan kekuatan yang bisa dibilang.. –cukup mengerikan. Raja dan ratu menyadarinya semenjak hari kelahiran anda-" shion membimbing aoi untuk duduk di tepi ranjang sebelum akhirnya melanjutkan ceritanya
"Karena khawatir kau akan diincar musuh, maka mereka menemui sou-taicho untuk meminta bantuan. Sou-taicho dengan senang hati memberikan saran untuk menyegel kekuatanmu, tapi untuk melakukannya, diperlukan reiatsu yang mirip dengan milikmu. Raja dan ratu bersedia melakukannya, dan segera diadakan rapat rahasia untuk membahas hal ini. Salah satu petinggi kerajaan yang ikut adalah –gurumu, aoi-chan"
".. ... lanjutkanlah, shion"
"Upacara penyegelan dilakukan malam bulan purnama saat kau sedang tidur, dipimpin oleh sou-taicho dan beberapa bangsawan soul society. Semua berjalan normal hingga sekumpulan arrancar menyerang. Karena saat itu penyegelan sedang dalam proses, Raja dan ratu tidak bisa bergerak. Sou-taicho memanggil beberapa taicho untuk melindungimu. Tapi arrancar-arrancar itu sangat kuat, ada satu dari mereka yang berhasil meraihmu. Tapi Raja Shigeru pada akhirnya bisa bergerak dan merebutmu kembali. Pertarungan usai, kemenangan ada di pihak kerajaan Hoshina, karena Pemimpin Arracar dan hollow itu melarikan diri. Raja dan ratu sempat bertahan hingga matahari terbit, tapi mereka tidak bisa bertahan hingga kau bangun dari tidurmu. Tepat saat itulah, mereka.."
"Ssshht.. . tenanglah aoi-chan" hibur vega. Aoi gemetar menahan tangis. Selama ini dia tidak tahu pengorbanan ayah dan ibunya, dan dia malah keenakan menjalani hari harinya.
Tsuji, vega, shion dan riyuchi nampak diam dalam duka.
"Jadi, sekarang kekuatan itu tertidur dalam diriku?"
"Benar, aoi-chan"
"Kalian tahu seperti apa kekuatanku?" tanyanya
" –itu rahasia kerajaan. Tidak ada yang boleh tahu termasuk kami, -maaf"
".. . Tidak perlu meminta maaf. Aku sudah tahu seperti apa kekuatanku" kata aoi sambil bangkit dari duduknya.
"Mustahil ! Aoi-chan, kau tahu darimana ?" sentak vega
"–guru memberikan buku ini padaku. Aku sudah membacanya, isinya tentang mantra rahasia untuk membangkitkan kekuatan dalam diriku"
"JANGAN KAU GUNAKAN, AOI ! KAMI MOHON, JANGAN !" Teriak riyuchi berusaha merebut buku itu. Tapi aoi menghindar, dan tak disangka, dinding di belakang aoi tiba tiba meledak. Tangan besar dan kekar keluar menyeruak dinding itu dan mencekik leher aoi.
"AOI !" teriak keemat pengawal aoi.
"Khu.. khu.. khu.. . halo calon putri, akhirnya ~ aku berhasil mendapatkanmu ! KERAJAAN INI AKAN JATUH KE TANGANKU ! HAHAHAHA !"
"Sial ! MILHENIA ! LEPASKAN TANGAN KOTORMU DARI AOI ! TSUJI, VEGA, SHION, Lepaskan kekuatan kalian !" perintah Riyuchi.
"Baik !"
Syuuuttt.. ..
Ke empat pengawal aoi yang sudah dididik menjadi shinigami petarung yang hebat, melepaskan shikainya.
Malam ini akan menjadi malam yang penuh darah.
.
.
"Cabik dan hancurkan, Saber-leona !" teriak tsuji, seketika di kepalanya muncul telinga singa dan taringnya memajang hingga ke bawah. Corak corak singa muncul dan mewarnai dahinya.
"Tebarkan pesona kematian-mu, Yoru-karasu !" yoru-karasu, gagak kegelapan, memberikan sayap hitamnya pada Vega.
"Lilit dan remukkan, Shiroi-Hebi!" shiroi-hebi, zanpakuto yang dijuluki Yurlungur karena ukurannya yang sangat besar. Ular raksasa itu muncul dan mendesis sangat keras. Sementara Shion duduk di atas kepalanya. Istana itu hancur karena kemunculan Shiroi-hebi dan menarik perhatian para tentara istana.
"Cih. Kelihatannya rumor itu memang benar, pengawal putri tidak bisa diremehkan."
"Tapi jangan kira aku datang kemari tanpa persiapan perang ! Mengamuklah, Akai-skorupi !" milhenia –pemimpin pasukan arrancar yang dulu menggangu upacara penyegelan aoi, melancarkan shikainya. Seketika reiatsu milhenia yang luar biasa besar itu mledak dan keempat pengawal aoi sempat kehilangan keseimbangannya. Aoi yang sedari tdai meronta ronta mencari udara, bertambah tersiksa.
"HAHAHAHAHAHA !" seketika, tangan yang mencekik aoi berubah menjadi capit scorpio dan tumbuh ekor-racunnya. Tapi tak hanya itu, milhenia memanggil pasukan arrancar dan hollownya, dan terjadilah perang di areal istana. Rakyat banyak yang lari karena ketakutan, dan para tentara istana juga saling adu kekuatan dengan hollow dan arrancar.
"Tsuji, Vega, Shion ! Kalian bereskan para arrancar, biar aku yang tahan milhenia"
"Baik!" tak lama kemudian, mereka sudah berada di depan incaran mereka masing masing.
" –milhenia.. kau akan menyesal telah menyakiti aoi.. ." desis riyuschi kemudian mengatupkan kedua tangannya dan matanya terpejam.
"Tarian mawar hitam, lolongan serigala,kegelapan malam, mengiringi kedatangan putri kelinci. Derap langkah kuda perang, membuka jalannya, gagak malam saling bersahutan, memperingatkan semua penduduk hutan, BANGKITLAH RATU MALAM"
" Yorusa no Hime !" teriak riyuchi mengaktifkan shikai-nya. Seketika sekumpulan kelopak mawar hitam menyelimuti ruang di antara mereka, menghalangi pandangan milhenia. Milhenia melindungi pandangannya dengan lengan bajunya.
"Cih"
Tak lama kemudian, terlihatlah sosok pemimpin empat pengawal putri, memang tidak terlalu merubah bentuk badannya, hanya sepasang telinga kelinci yang berdiri tegak tumbuh di kepalanya. Warnanya hitam dan tidak begitu mencolok. Di telinga kanannya, tersemat mawar hitam.
"Bisakah kita mulai sekarang? Aku sudah bosan menunggu" kata milhenia meremehkan.
"Turunkan Aoi-chan. Dia belum bisa ikut peperangan"
"Ck, terserahlah. Tapi kau harus berjanji, ketika kau kalah dariku.. . –aoi harus kau serahkan padaku" Riyuchi menatap aoi yang nampak tersengal sengal karena kesulitan bernafas.
"Tidak akan terjadi. Aku akan menang. Pasti" katanya sambil mengacungkan pedangnya pada milhenia.
"Haaah.. . ternyata yang dikatakan orang orang memang benar. Rasa percaya dirimu yang tinggi itulah sumber kekuatanmu"
Zraaat ! Tiba tiba saja aoi yang tadi dicekik oleh milhenia, telah berada di pelukan riyuchi. Aoi nampak tersengal sengal. Paru parunya mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin yang ia bisa.
"A. .Apa ? Kapan kau-"
"Tekhnik dasar yang dikuasai yorusa no hime, Loncatan cahaya. Aku hanya tinggal mengunci targetku dan fokus padanya. Sementara kau berceloteh, aku sudah mengunci targetku, yaitu Aoi. Karena ini tekhnik dasar, jadi tak jauh beda dengan shunpo" bertahanlah aoi-chan. Bisiknya sambil berlari menuju sebuah pohon dan menidurkan aoi di bawah naungan pohon itu. Aoi nampak shock. Nafasnya benar benar tersengal.
"-bedanya hanya yorusa no hime mampu meningkatkan kecepatan saat dia bertarung, maupun bershunpo. Yang tadi hanya.. . "
"3 kali lipat kecepatan shunpo biasa" ujar riyuchi sambil menghunuskan pedangnya pada milhenia.
"Ck. Kalau begitu kemarilah, racun akai-skorupi milikku akan menghentikan kecepatanmu. Secepat apapun kau, sekali racun skorupi memasuki tubuhmu. Kau tidak akan bisa bergerak. Bersiaplah"
"Coba saja"
Dan akhirnya mereka berdua bershunpo masuk ke dalam medan perang.
Traanng ! Dentingan pedang pedang besi yang saling bersahutan memenuhi indra pendengaran Aoi. Masih dengan nafas tersengal dia mencoba membuka matanya. Walau pandangannya kabur, dia tahu teman temannya disana, di medan perang.
Ayah, Ibu... . apa.. yang harus aku lakukan? Kehadiranku disini hanya mengancam nyawa mereka. Mereka rela mengorbankan nyawanya seperti kalian, hanya untuk menyelamatkanku.
Apa aku... .
Tidak bisa berbuat apa-apa?
Apa aku.. .
Memang ditakdirkan untuk selalu dilindungi .. .?
Hiks. . Hiks.. .
bulir bulir air mata mulai membanjiri pipi putih calon putri itu. Kesedihannya yang mendalam karena kematian orang-orang yang disayanginya secara berturut-turut mulai menggangu kestabilan hatinya.
"Aku bisa melakukan sesuatu. Mama, papa, sensei. .. Maaf, aku melakukannya untuk menyelamatkan mereka. Aku tak mau ada korban jiwa hanya untuk melindungiku.. ."
Tap.
Dengan langkah mantap, aoi berdiri dan mengambil buku itu. Dibacanya pelan mantra itu, dan perlahan reiatsunya meluap luap. Seketika, keempat pengawal aoi juga milhenia merasakan bangkitnya kekuatan Aoi, menoleh dan mendapati Aoi tengah membaca mantra itu,
"AOI !" teriak vega. "Kumohon, jangan lakukan!"
".. . .." aoi tidak menjawab. dia mengacuhkan panggilan Vega.
"Cih! Tsuji, vega, shion ! Ambil bukunya !" perintah riyuchi
Zrat ! Dengan shunpo tiba tiba saja mereka sudah mengacungkan pedang pada Aoi.
"Maaf Aoi, tapi kumohon. Jangan lakukan, kau tahu pembangkitan kekuatanmu sungguh mengancam nyawamu" ujar shion
"–tidak. Seharusnya aku yang minta maaf. Gara gara aku kalian jadi terluka. .. . Sekarang giliranku.. Untuk membalas budi baik kalian"
Grrroooorrr
Seketika reiatsu aoi benar benar meluap. Milhenia, Riyuchi, Tsuji, Vega dan shion jatuh menghantam tanah karena tak sanggup menahan reiatsu aoi. Sementara di tengah tengah mantra yang aoi ucapkan, sebilah tongkat panjang dengan Kristal mutiara yang cantik tampak di ujung tongkat itu. Setelah tongkat itu ditangkapnya, ditancapkannya ke tanah dan soul society seperti terkena gempa. Tanah bergetar dan retak dimana mana.
" –Kunci dimensi! Jawab panggilanku dan Buka gerbang dimensi !"
Sraaaatt! Tiba tiba lubang seperti senkaimon raksasa terbuka sangat besar hingga sanggup melahap seluruh kerajaan hoshina. Itulah Gerbang dimensi. Dari gerbang dimensi itu tak terlihat apa apa. hanya ada cahaya yang sangat menyilaukan.
"Riyuchi, Tsuji, Vega, Shion, sekali lagi maafkan aku.. . aku.. . tak ingin melihat kalian terluka! Tempat ini sudah berbahaya, pergilah kalian ke perantara dimensi ! bawa serta semua rakyat yang masih bisa terselamatkan !"
" –ukh.. Aoi-chan, lalu bagaimana dengamu ?" tanya vega di sela sela suara tanah yang mulai retak dan hancur.
" –aku tidak bisa pergi ! aku harus menjaga milhenia agar tetap di sini ! jangan khawatir, aku hanya memindahkan seperempat soul society ke dimensi lain, kalian bertahan hiduplah disana !"
"TIDAK ! KAMI TIDAK BISA MENINGGALKANMU, AOI, KAMI MOHON ! JANGAN !" teriak tsuji.
" – kalian bilang, prinsip kalian adalah 'permintaan adalah perintah'.. . Kalau begitu, ini permintaanku ! Pergilah ! selamatkan diri kalian ! "
.
.
.
.
"Aoi.. ."
" –dia benar. Ayo teman-teman ! seorang ksatria tidak boleh menarik kembali ucapannya !" ujar vega mencoba menarik teman temannya menuju gerbang dimensi yang tengah terbuka lebar.
Plakk! Seketika tamparan keras mendarat di pipi vega.
"Vega ! beraninya kau meninggalkan Aoi ?"
".. ... .. !"
"Apa kau lupa, perintah raja dan ratu ?"
".. ... ..."
"Riyuchi-san.. . apa kau kira semudah itu aku mengucapkannya ? lihatlah tsuji dan shion ! mereka juga sedih, harus meninggalkan Aoi, tapi ini tugas Aoi, juga tugas kita ! Aoi bertugas menjaga kerajaannya, dan kita bertugas menuruti perintahnya !"
"Tapi apa kau tega, meninggalkannya bertarung sendirian di sana, ha ?"
" –riyuchi !" panggil Aoi. Tangannya masih menggenggam erat tongkat yang ia tancapkan di tanah,
"Aoi? Bertahanlah aku segera ke-"
"Seorang pemimpin bijak pernah berkata padaku, ketika kita bertarung, harapan teman teman kitalah yang menjadi kekuatan ! itu artinya, tidak peduli sejauh apapun kita terpisah, sepanjang teman itu ada, kekuatannya akan selalu ada !" Teriak Aoi diantara suara tanah yang remuk dan suara getaran yang memekakkan telinga.
Riyuchi tersentak.
Aoi.. . kau masih mengingat kata kata itu.. .?
"Aoi.. .Kau. .."
"Riyuchi, maaf. Tapi ini tugas yang diberikan ayah dan ibu padaku, aku tak boleh lari"
Grrrt! Riyuchi mengepalkan tangannya begitu keras. Menggigit bibir bawahnya agar air matanya tidak mengalir. Sementara ke tiga temannya sibuk mengevakuasi rakyat agar segera masuk ke dalam gerbang dimensi.
". ... .. Aku akan menyusul kalian setelah mengalahkan milhenia. Aku janji"
Itu kalau kekuatanku masih ada sih.. .
".. .. ... Aku pegang janjimu, putri "walau jiwa dan raganya sungguh terasa berat untuk menjalani perintah, akhirnya riyuchi mau juga berbalik meninggalkan aoi.
"Riyuchi-san, -percayalah pada aoi. Dia pasti menyusul kita" hibur tsuji.
Riyuchi hanya mengangguk.
" –aoi-chan.. . rakyat yang bisa diselamatkan sudah masuk ke gerbang dimensi" lapor shion.
"Benarkah ? baguslah. Kau mundurlah. Gerbangnya akan kututup" shion menurut. Dia mundur hingga dibelakang batas gerbang.
Untuk terakhir kalinya, dia melihat wajah ke empat pengawalnya yang hingga detik ini begitu tegar menghadapi perintah aoi. Di belakang mereka, rakyat aoi juga melihat aoi dengan pandangan sedih.
"Jangan berwajah seperti itu dong, aku jadi berat menjalankan tugas nih.." canda aoi di sela sela air matanya yang jatuh. Dia tersenyum di antara duka.
". . Gerbang dimensi, Tutup dan segel !"
Seketika, Gerbang dimensi itu tertutup rapat dan menghilang. Seperempat soul society, hilang sudah. Kini hanya tersisa milhenia dan aoi di tengah padang rumput yang luas. Mereka berdua sempat bershunpo sebelum tersedot oleh gerbang dimensi. Milhenia tengah mencoba berdiri dengan kaki gemetar. Sementara Aoi, berkeringat saja tidak.
" –maaf milhenia. Aku tahu, kamulah penyusup di istanaku, kamulah yang menghasut sebagian petinggi istana agar tidak menajadikanku putri. Dan kamu juga.. . yang telah.. . membunuh sensei !" zrat ! dengan penuh amarah dicabutnya tongkatnya yang tertancap di tanah.
Hanya tinggal sepersenti hingga tongkat itu menancap di leher milhenia.
Tapi aoi tidak bisa melakukannya. Setelah melihat wajahnya yang ketakutan, aoi tak bisa membunuhnya.
Aoi, ketika kau besar nanti, milikilah hati yang pemaaf.. .
Pikirkanlah selalu orang orang di sekitarmu.. .
Dan jadilah putri yang baik, ya?
Andai kata kata gurunya tak terngiang di telinganya. Tongkat ini sudah berlumuran darah.
Akhirnya tongkat itu jatuh. Bersamaan dengan bulir bulir air mata yang mengalir deras di pipi Aoi.
"Hiks.. hiks.. Tidak.. . Guru.. . Apa dia juga harus dimaafkan !" tes. tes. tes. Air matanya jatuh membasahi rumput di sekitarnya. Malam itu bulan tak nampak. Tersembunyi di balik awan hitam yang berarakan. Udara malam begitu dingin dan menyesakkan. Menggerakkan ranting pepohonan yang hanya tinggal cabang. Seperti mengejek kegalauan hati Aoi. Srrrkk! Setelah mengusap air matanya dan memantapkan hatinya, dia bangkit.
" –aku tak akan membunuhmu, milhenia. Kembalilah ke tempat kau berada. ."
"CIH ! TIDAK AKAN ! SEBELUMNYA TAK PERNAH AKU DIPERMALUKAN SEPERTI INI !" milhenia mengacungkan capit scorpionya ke arah leher Aoi.
"Pergilah, kembalilah ke asalmu" Aoi menahan capit milhenia yang ditujukan padanya hanya dengan jari telunjuk.
"Peri penjaga gerbang, tuntunlah dia" bisik Aoi dan seketika sosok milhenia menghilang begitu saja dari hadapannya. Seperti dipaksa berhunpo entah oleh siapa.
" –ayah, ibu, sensei, Tsuji, vega, shion dan riyuchi.. . tugasku sudah selesai, aku lelah. Biarkan aku tidur sebentar ya.. ."
Bruk !
Aoi no tsuki,
Si calon putri kerajaan hoshina, sejak saat itu ia dan kerajaannya tak pernah terdengar kabarnya.
~~0oo0~~
Aoi no tsuki menghilang setelah pertempuran itu. Rakyat dan kerajaannya kini dipercaya hidup di antara dimensi yang menghubungkan dunia manusia, soul society, juga hueco mundo. Dan sejak saat itulah muncul rumor yang mengatakan, bila kau membuka gerbang menuju ke tiga dunia itu di saat saat tertentu di bawah bulan purnama, mungkin keberuntunganmu akan menuntunmu untuk melihat isi kerajaan hoshina yang kembali utuh.
Termasuk ke empat pengawal pribadi putri Aoi.
Tapi perbandingan untuk menemukan kerajaan itu ada .. .
1 : 1000
~~0oo0~~
Author's Corner~
Ruu-Nyaa : Yeeei, update 3 chapter sekaligus (/^w^)/\(^w^\)
Ruu : Untuk semuanya, arigato gozaimasu (_ _) walaupun saya sempat jealous berat sama author baru yang buat cerita pertama, reviewernya langsung 28 ! *pundung di pojokan* sudahlah, saya sudah mengerahkan seluruh kemampuan saya untuk menghasilkan fict yang terbaik, kalau memang hasilnya segini ya, sudah takdir kali. :P Waa, tapi tetap terima kasih banyak lho buat yang review~
Nyaa : Kalo ada saran dan kritik boleh aja, tapi jangan flame yah, jangan gara gara hujan melulu, jadi nge-flame, hahaha *plakk*
Ruu : Oh ya, saya kasih spoilers untuk chapter berikutnya ya?
Nyaa : Tapi nanti setelah balas review duluu~
Ruu : Oh iya, asisten. Let's Go.
Reiji Mitsurugi-sama said : waaah updatenya kilat banget! salut! ceritanya mmbuat sy pnasaran! kilat lagi!
Ruu : Sungguh ? Aa, makasih reiji-sama ~ ini udah update :D
Kianhe Tsuji-sama said : lam kenal Ruu-Nya. *SKSD* hayo ichigo k tauan dah mlai ska ma rukia *Sotoy* bgus, aq ska crita'a update
Nyaa : XD Waaa, salam kenal jugaa ~~ *SKSD Juga* terima kasih :D ini udah update, review lagi yak? Maaf klo romance kurang dapet. Soalnya niatnya romance baru keluar di chapter selanjutnya (chap 6)
curio cherry-sama said : (chap 1) Hi, salam kenal! Ini IchiRuki kan? Interesting... Runa ya?#Jadi ingat sama fic sendiri yg gak pernah di-publish# On to d next chap! Ganbatte ne!
(chap 2) Hm...seperti apa sosok Runa? Kenapa tidak dideskripsikan dgn agak jelas? Warna rambut n matanya? I won't be surprised if she turns out to be Ichigo n Rukia's daughter. Hehehe Mungkin bukan yak? Semangat ya!
Btw, penggunaan spasi sebelum tanda seru n tanda tanya-nya itu perlu dihapus deh, dan penggunaan huruf besar untuk nama orang jg harus diperhatikan. Penggunaan ejaan yg baik akan membantu pembaca dapat membaca dengan baik.
Ganbatte ne!
Ruu: Halo, juga XD slm kenal :D iya ini ichiruki nih, tapi maaf klo romancenya nggak kerasa :( hyaa, eh, punya fic? Publish doong ! mau lihat niih ! Waah, makasih masukannya :D anda dapat hadiah virtual cookie nih. *kasih cookies* iya, cherry-sama, saya akan lebih memperhatikannya, mulai chapter depan saya akan memperhatikannya :D terima kasih :) identitas runa masih dirahasiakan XD tapi terima kasih sudah mencoba untuk menebak X3
Kyucchi-sama said : wktu baca adegan action-nya, aq jd trbawa dlm prtarungannya... *alah lebay* *ditendang hika* tetep pnasaran sapa tuh runa ma usa tabi~ update soon hika n' nyaa... *gak tau yg nulis fic hika ato nyaa, tulis aja kduanya* hehe
Nyaa : Yes ! Entah kenapa tiap kali kiki yang review, yang dapet kesempatan untuk bales review-nya selalu saya ! Hohohoho :D *di-jelous-in hika* Ah, ini udah update kiki-sama :) yang nulis bagian familynya itu Ruu, sedangkan yang romanceya itu saya :D (Bingung? Abaikan saja kalu begitu :3)
~~0oo0~~
Nyaa : Okeh, That's All, Ruu-chan, saatnya spoiler !
Ruu : Semua siap?
Ruu-Nyaa : DAN INILAH SPOILER UNTUK CHAPTER BERIKUTNYA !
"Ayah, Ibu, lihat ! lihat disana ! Ferris wheel-nya besar sekali, naik itu yuk !"
.
.
.
"Runa, barusan kau memanggil kami apa ?" kata rukia dan ichigo terkejut.
Sementara Runa hanya tersentak, mengingat dia tak sadar memanggil mereka Ayah dan Ibu..
Ruu : Nah, sampai situ saja spoliernya :D Oh ya, Untuk deskripsi para OC, akan dijelaskan di chapter berikutnya.
Nyaa : Di bagian special chapter, Chara's Guide. Terima kasih dan stay tune :D
Ruu-Nyaa : Ja bai bai~
