CHAPTER 2 UPDET! Fiuh, akhirnya selesai juga. Gomen kalo update-nya lama, masalahnya penyakit lemot Rissa lagi kumat. Buat yang udah review, trimakasih banyak! Daripada banyak bacot, mendingan readers langsung simak aja ceritanya. Happy reading! Don't like, don't read.
LOP YOU POREPER
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pairing: SasuNaru
WARNING!
Bagi para yaoi haters, Sakurissa sarankan untuk mengklik tombol hijau anak panah kekiri di Mozila Firefox Anda. Karena disini adalah 100% yaoi. DIJAMIN! Lalu bagi readers yang tidak suka membaca cerita garing nan aneh bin gak nyambung binti OOC Sakurissa juga menyarankan hal yang sama. Happy reading!
.
.
.
"Hai, Sasuke!" sapa seorang gadis berambut pink. "Lo mau dansa sama gue?"
Sasuke hanya menggeleng.
"Oh," ujar gadis yang diketahui bernama Sakura Haruno kecewa sambil pergi meninggalkan Sasuke.
Malam itu suasana di gedung begitu ramai. Para siswa saling berdansa diiringi alunan musik. Pakaian yang mereka kenakan pun juga bagus-bagus. Terutama Sasuke yang bisa dibilang jadi primadona malam itu, meskipun bajunya cukup simple. Ia mengenakan setelan jas hitam senada dengan dalaman yang ia kenakan. Dua kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka sehingga sebagian dadanya yang bidang terlihat jelas, membuat para gadis di prom nosebleed! *author yang cuma bayangin aja ngiler! XXD!* Jadi gak heran kalo Sasuke mulai dikedap-kedipin sama cewek-cewek ganjen. Tentu saja, Sasuke gak betah ngliat pemandangan kayak gini terus-terusan. Dia ngomel terus dalem ati. 'Tuh orang mana sih. ditungguin dari tadi gak dateng-dateng. Mana pada mulai kedap-kedip gak jelas lagi. awas aja kalo dia sampe gak dateng, gak bakal gue ampunin!"
Tiba-tiba para pemain orkestra pada berhenti main. Siswa-siswa pun langsung berhenti dansa. Mereka lagi membulatkan mata dengan mulut terbuka lebih bulat lagi. tontonan yang lagi mereka saksikan sekarang benar-benar menyita perhatian. Seorang… apa ya enaknya? Ehm, pokoknya seseorang lagi berjalan dengan centil dengan konde besar di belakang kepalanya. Kebaya ijonya yang kegedean semakin membuatnya sulit berjalan. Make-up nya yang super tebel dan menor, semakin membuat orang-orang tercengang. Mereka pada kasak-kusuk ngomongin 'tamu tak diundang itu'. Cuma satu manusia yang tau siapa dia. Yak, cuma Uchiha Sasuke seorang. 'Sial!'
Tiba-tiba orang itu berhenti. Selidik punya selidik, ternyata kondenya nyangkut paku deket jendela. Dia mencoba menarik-narik kondenya yang nyangkut kenceng banget diiringi gelak tawa dari para siswa.
Sasuke menarik napas dalam. Dengan sigap dia berjalan menghampiri emak-emak konde tadi. Ditariknya tangan orang itu, membuat konde yang nyangkut tadi lepas. Sasuke menariknya agak kasar menuju kamar mandi cowok. Sampai di kamar mandi, Sasuke melepaskan cengkeramannya.
"ELO UDAH GILA YA?" teriak Sasuke penuh penekanan.
"Hosh… hosh… Teme… lain kali kalo mau narik tangan orang jangan keras-keras nape? Sakit tau! Mana elo jalannya cepet banget." Ternyata mak-mak konde tadi tidak lain tidak bukan adalah Uzumaki Naruto. "Heh, Teme! Ini kan WC cowok! Lo udah gila bawa gue ke sini?"
"Elo tuh yang udah gila! Elo ngapain pake baju kayak beginian?" tanya Sasuke geram.
"Gue kan udah bilang sama elo. Gue mau nyamar jadi cewek elo karena gue gak punya jas buat ke pesta. Juga supaya elo gak digangguin sama cewek-cewek ganjen tadi."
"Ya iya sih. tapi kenapa elo mesti pake baju beginian?"
"Gue kan nyamar jadi cewek, ya jadinya gue harus pake baju cewek."
"Tapi kan juga gak harus pake baju ini! baju lain kan banyak! Malu-maluin aja!"
"Ya maap. Gue punyanya cuma baju ini. ini aja pinjem ama emaknya author."
Sasuke mendesah. Dia udah punya firasat dari awal kalo rencana Naruto pasti gak beres. Untung aja dia udah persiapan. "Elo pokoknya harus ganti baju! Gue malu kalo harus dansa sama mbok-mbok kayak gini. Untung aja gue udah persiapan."
"Gimana caranya? Gue cuma bawa baju ini doang," tukas Naruto.
"Gue udah beliin baju sama sepatu buat elo. Gue juga udah bawa kotak make-up punya nyokap. Gue punya firasat kalo elo bakal ngancurin rencana kita dari awal. Sekarang elo ke tempat parkiran. Semuanya gue taruh di jok belakang mobil gue. Ini kuncinya," jelas Sasuke sambil nyerahin kunci mobilnya. Naruto manggut-manggut. Dia langsung ngacir ke parkiran. Sasuke nungguin dobenya yang dobe diluar toilet sambil geleng-geleng kepala.
Lima menit…
Sepuluh menit…
Lima belas menit…
Dua puluh menit…
Naruto tidak kunjung kelihatan batang idungnya. Sasuke mulai mondar-mandir resah dan gelisah. Dia paling sebel sama penyakit lamanya Naruto yang suka telat.
"Teme…" sebuah suara lembut nan manis membuat tubuh Sasuke berbalik 1800 menuju ke sumber suara.
Matanya terpaku menatap sebuah pemandangan yang bisa dibilang eksotis. Mulutnya tak mampu berkata-kata. Mata onyx-nya menatap Naruto terkagum-kagum. Penampilan Naruto sekarang berubah drastis, dari mbok-mbok tukang jamu sampe seperti sekarang. Naruto sekarang bener-bener keliatan kayak cewek tulen! Cewek cantik pula.
Naruto memakai gaun berwarna merah darah panjang. Wig pirang panjangnya tergerai indah sampai sepinggang. Sebuah jepit kecil menghiasi salah satu tepi rambutnya. Dandanan menornya kini telah berubah menjadi dandanan elegan bak putri raja. Bulu mata yang lentik menggapai-gapai kelopak matanya. Wajahnya benar-benar manis kali ini. amat sangat manis. Pantas saja Sasuke terkagum-kagum memandang Naruto. Mukanya pun jadi semerah tomat.
"Teme… gimana penampilan gue?" tanya Naruto penasaran.
Sasuke hanya diam.
"Halo! Teme? Jawab dong! Jangan diem aja. Gue kan penasaran," desak Naruto sambil melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah Sasuke. Lamunan Sasuke langsung buyar. Ia kebingungan mencari kata-kata yang tepat.
"Err… gimana ya? elo… elo cantik kok." Naruto terlihat puas mendengar jawaban Sasuke. 'Cantik banget malah,' sambung Sasuke dalam hati.
"Elo ternyata pinter juga ya milih baju cewek. Ini gaun bagus banget, Teme! Pasti harganya mahal."
"Udah, gak usah sok-sokan bahas soal harga. Kalo gue kasih tau harganya, nanti elo malah pingsan lagi." kata Sasuke. "Tapi, gue lebih seneng kalo elo berubah jadi cewek. Keliatan lebih cantik dan manis." Naruto langsung memonyongkan bibirnya. Sasuke semakin gemas melihat mimik Naruto. Mukanya kembali memerah.
Sasuke segera menarik tangan Naruto menuju ke tempat prom sambil bergandengan tangan. Para tamu langsung mengalihkan pandangannya ke arah pasangan SasuNaru. Sepasang kekasih yang benar-benar cocok. Sang lelaki begitu tampan, sedangkan sang wanita terlihat amat sangat cantik dan menawan. Merekapun mulai berdansa.
"Err, Teme… elo yakin gak apa-apa kalo gini? FC-FC lo mulai gak seneng liat gue," bisik Naruto saat masih berdansa dengan Sasuke.
"Udah biarin aja. Kalo mereka mau ngapa-ngapain lo, gue yang bertindak deh," ujar Sasuke menenangkan hati Naruto.
Nun jauh disana, FC-FC Sasuke mulai bergosip ria ngomongin 'cewek'nya Sasuke.
"Siapa sih tuh cewek? Kok Sasuke bisa tertarik sih sama cewek itu? Apa cantiknya juga. cantikan juga gue," gerutu Sakura. Ino, temannya, mengiyakan dengan penuh amarah. "Kita samperin yuk," ajak Ino. Tapi sebelum Ino dan Sakura ngampiri Naruto, seorang pria berkulit putih pucat datang.
"Selamat malam, Nona cantik. Mau berdansa denganku?" ajak cowok itu.
"Elo ngajak gue, Sai?" tanya Ino. Sai hanya tersenyum kecil.
"Ino… jangan sampe lupa sama rencana kita," Sakura mengingatkan. Ino cuma manggut-manggut sambil langsung ngacir sama Sai. Sakura mendengus kesal. Semua temannya dapet temen dansa. Cuma dia aja yang masih belom dapet pasangan. Ino sama Sai, Tenten sama Neji, Temari sama Shikamaru, Hinata sama Kiba.
'Ngeselin banget sih! Cuma gue doang yang belom dapet pasangan. Kurang cantik apa gue coba? Kok gak ada cowok yang kecantol sih. Satu-satunya harapan gue buat jadi pasangan, malah dansa sama cewek yang gak dikenal (maksudnya Sasuke)!' gerutu Sakura dalam hati. *elo kurang ramah sih, Ra. Makanya cowok pada mikir dua kali mau deketin lo*
'Lho, Naruto mana ya? kok dia gak keliatan dari tadi?' Sakura tiba-tiba sadar, kalo cowok yang pernah dihajarnya habis-habisan gara-gara nyatain cinta di depan umum sampe masuk ICU 2 minggu itu gak keliatan dari awal acara sampe sekarang. 'Naruto kan biasanya ngajak Hinata kalo ada acara beginian. Tapi kok sekarang?'
Sakura kemudian melirik ke arah pasangan Sasuke. Mata emeraldnya menatap tajam cewek berambut blonde itu. Air muka Sakura menunjukkan kalau dia sedang berpikir keras. 'Apa mungkin?'
"Selamat malam semuanya!" sapa MC yang kali ini dibawakan Rock-Lee. "Sudah saatnya bagi kita untuk mengumumkan para King dan Queen KHS tahun ini! Yeay! Oke, langsung saja, berdasarkan pendapat para juri yaitu para guru-guru KHS, King kali ini diraih oleh…."
Para siswa diam menunggu pengumuman dari Rock-Lee, terutama yang cowok. Karena, udah dari pertama King dan Queen ini diadakan, semuanya yang terpilih jadi King atau Queen, namanya langsung melejit bak roket antariksa. Orang yang dulunya culun, setelah mendapat gelar ini langsung terkenal bagaikan selebritis di KHS. Selain itu, setiap ada acara-acara di luar sekolah, biasanya para King-lah yang jadi perwakilan dari KHS. Jadi, gak salah kalo yang cowok pada deg-degan pengen jadi King.
"Yang terpilih menjadi King tahun ini adalah…" Rock-Lee menarik napas panjang lalu mengambil ancang-ancang. "UCHIHA SASUKE!"
Pupus sudah harapan. Para cowok langsung tertunduk lesu, sedangkan yang cewek pada sorak-sorai bergembira. Sementara yang menang malah nyantai-nyantai aja, bahkan mungkin malas.
"Cih, merepotkan," ujar Sasuke datar tanpa ekspresi.
"Ih, Teme gimana sih? elo kan harusnya seneng jadi King taun ini. kok malah ngrepotin?" kata Naruto.
"Ahh… gue males ah. Dapet gelar kok yang gak bermutu. Gelar juara 1 lomba fisika internasional itu baru bermutu."
"Elo kepinteran sih. jadi anak gak usah pinter-pinter. Sedengan aja kayak gue."
"Cih. Sedengan apanya, orang madesu kayak gitu."
"Baiklah. Mari kita undang Sasuke untuk datang ke atas panggung. Silakan," ujar sang MC. Sasuke dengan ogah-ogahan naik ke atas panggung. Wajahnya yang datar tanpa ekspresi membuat kedatangannya ke atas panggung diiringi teriakan-teriakan gaje dari para FC-nya. Kira-kira kayak ginilah:
"Kyaa Sasuke KEREN!"
"Sasuke-sama emang top-markotop deh!"
"Jadikan gue princess lo, Sasuke!"
"Lop yu pull, Sasuke-kun!"
"Ke KUA yok!"
Sasuke cuma diem seribu bahasa. Padahal atinya udah gregetan liat FC-nya yang kelewat batas.
"Nah, para hadirin sekalian. Sekarang giliran kita untuk mengumumkan siapa yang jadi Queen kali ini. para juri memutuskan…"
Cewek-cewek langsung pada pegangan tangan. Siapa yang gak mau coba, jadi Queen-nya Sasuke? Secara cowok cakep nan pintar, sang primadona sekolah, pujaan setiap gadis di Konoha, serta idola para remaja. Oh plis deh!
"Dan yang jadi Queen tahun ini, mendampingi Uchiha Sasuke adalah…. Cewek gak dikenal yang jadi pasangan Sasuke!" Rock-Lee jingkrak-jingkrak gaje. Sementara orang yang dimaksud, malah lagi ber-sweatdrop-ria. Dia gak nyangka kalo penyamarannya kali ini bener-bener sukses 100%! Sedangkan Sasuke juga sama-sama kagetnya. Dia gak percaya kalo yang jadi pasangannya kali ini cewek jadi-jadian.
'Kenapa mesti si Dobe sih? cewek laen kan juga banyak!' batin Sasuke. 'Ah, tapi gak apa-apalah. Daripada yang jadi pasangan gue cewek-cewek ganjen yang gak jelas kelakuannya."
Dengan bergetar, Naruto berjalan ke atas panggung. Berbeda dengan Sasuke, kedatangan Naruto diiringi dengan deathglare dari para FC Temenya. Deathglare itumembuat Naruto tambah keringet dingin. Di atas panggung, pasangan yaoi ini mulai bisik-bisik.
"Hoi teme, gimana nih? Kok gue yang harus jadi pasangan lo? Cewek laen kan banyak!"
"Mana gue tau! Tapi gue malah lebih seneng kalo kayak gini."
"Seneng apanya? Kita itu pasangan yaoi! Lo udah gila apa?"
"Mendingan elo yang jadi pasangan gue, daripada cewek-cewek itu."
Rock-Lee yang melihat kasak-kusuk tersenyum mesum*Rock-Lee bisa mesum emangnya? =.=a*. "Wah, wah, kelihatannya King dan Queen kita udah makin lengket aja nih. Mana pake bisik-bisik segala. Sekarang, resmi sudah, King dan Queen periode kali ini. Uchiha Sasuke dan… dan… siapa namamu, Nona?"
Naruto langsung tergagap. Ia bingung harus menjawab apa. Pikirannya benar-benar kosong. Dia melirik ke arah Sasuke, mencoba meminta bantuan darinya. Sementara Sasuke sekarang sedang menatap kosong ke depan.
"Ehm Nona, siapa namamu?" Rock-Lee mencoba bertanya sekali lagi.
"Ehm… anoo… namaku… namaku…"
"Shirayuki. Uzumaki Shirayuki," jawab Sasuke datar.
"Y..ya.. namaku.. namaku Uzumaki Shirayuki," ujar Naruto mendukung jawaban Sasuke.
Rock-Lee mengangkat sebelah alisnya. "Uzumaki? Margamu Uzumaki? Ada hubungan apa dengan Naruto?"
Naruto menelan ludah. Pertanyaan baru lagi. Lagi-lagi dia cuma diem, menunggu kalo-kalo si Teme-nya mau menolongnya lagi.
"Shirayuki? Kenapa diam saja?" tanya Rock-Lee. Sasuke mendesah,"Dia sepupunya." Naruto menghela napas lega. Untung aja ada Teme-nya.
"Oh, sepupunya. Wah, cantik sekali. Bagaikan bumi dan langit sama Naruto yah!" kata Rock-Lee innocent.
'Apa? Bumi dan langit kate lu? Orang cakep kayak gini lu bilang kaya bumi dan langit? Hah! Sialan lo, Rock-Lee!' Tidak terima dirinya diejek, Naruto—atau Shirayuki ya? terserah readers deh—segera membantah,"Ah, enggak kok. Naruto itu orangnya cakep. Udah gitu pinter lagi."
'Cih! Si dobe bikin pembelaan ketinggian amat.'
"Hahahahahaha…. Gak salah, Shirayuki? Kelihatannya kau harus tanya lagi deh sama sepupumu deh," Rock-Lee ngakak-ngakak gaje. Naruto tambah panas, mukanya memerah memendam amarahnya. 'Sialan lo! Belain gue dikit apa susahnya sih? Jatuh deh reputasi gue!'
Naruto tersenyum, padahal hatinya lagi panas gara-gara omongan Rock-Lee. Namun, tanpa disadari, senyuman manis Naruto membuat cowok-cowok di prom terpesona. Tak terkecuali Sasuke yang mulai ber-blushing-ria.
"Wah, wah, wajahmu ternyata manis juga ya kalau lagi senyum? Nah, sekarang saatnya bagi para King dan Queen baru kita untuk berdansa. Silakan."
Sasuke mengulurkan tangannya, mengajak Naruto berdansa. Diiringi musik lembut, pasangan yaoi ini mulai berdansa di tengah ruangan.
"Ehm, Teme? Gue boleh tanya gak?"
"Hn."
"Emangnya bener ya kalo gue keliatan lebih manis waktu jadi cewek?"
"Menurut lo?"
"Mana gue tau! Gue kan nanya ama elo. Gimana sih?"
"Hn."
"Heh! Gue kagak ngarti bahasa elo. Yang jelas dong, jangan pelit-pelit ngomong ngapa?"
"Elo manis, Dobe. elo cewek jadi-jadian termanis yang pernah gue kenal."
Muka Naruto memerah. Jantungnya kembali berdebar kencang saat mendengar pernyataan Sasuke. Walaupun agak gak enak sedikit sih pas bagian "cewek jadi-jadian"nya.
"Ehm Sasuke? Maaf kalau mengganggumu sebentar," Kakashi-Sensei tiba-tiba datang mendekat. "Bisa kita bicara sebentar? Ini masalah koordinasi olimpiade fisika beberapa minggu lagi."
Sasuke mengangguk. Ia berjalan bersama Kakashi-Sensei meninggalkan Naruto sendirian. 'Yah, Teme pergi. Gue sendiri deh." Naruto kemudian mengambil segelas jus jeruk dari meja makan. Tak berapa lama kemudian, seorang gadis mendekati Naruto.
"Uzumaki Naruto?"
~TBC~
Gimana? Aneh gak? Gaje gak? OOC gak? Garing gak? Gomen kalo disini belom keliatan 'Yaoi'-nya. Palingan baru keliatan di chapter berikutnya atau berikutnya atau berikutnya atau berikutnya atau berikutnya *ditimpuk sama readers*. Rissa mungkin bakalan agak lama buat ngupdate chapter berikutnya. Soalnya, akhir-akhir ini pikiran lemot Rissa sering kumat. Juga tugas sekolah yang udah numpuk segunung. Hiks…hiks…T_T
Oke, yang Rissa butuhkan dari readers sekalian adalah beberapa onggok (?) review agar cerita ini dapat berlanjut dengan semestinya. Arrigatou^^
