Moshi-moshi, minna-san! Chapter 3 update nih! Rissa meminta maaf sebesar-besarnya karena belum sempat membalas review dari readers. Gomennasai! Rissa janji, next chapter Rissa bakal balesin satu-satu reviewnya. Happy reading!

LOP YOU POREPER

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: SasuFemNaru

WARNING!
Bagi para yaoi haters, Sakurissa sarankan untuk mengklik tombol hijau anak panah kekiri di Mozila Firefox Anda. Karena disini adalah 100% yaoi. DIJAMIN! Lalu bagi readers yang tidak suka membaca cerita garing nan aneh bin gak nyambung binti OOC Sakurissa juga menyarankan hal yang sama.

.

.

.

"Uzumaki Naruto?"

Naruto yang waktu itu sedang minum jus jeruk dengan sukses tersedak. Sambil terbatuk-batuk Naruto menoleh ke orang yang barusan memanggil nama aslinya. "Lo… elo Sakura kan?"

Gadis itu hanya tersenyum. "Elo Naruto kan?"

Naruto cuma bengong, bingung harus menjawab apa.

"Hello! Ayo dong, jawab pertanyaan gue. Elo Naruto, iya kan?" Sakura kembali menagih jawaban dari Naruto.

"Err… maksud lo apa? Gue ini Shirayuki. Naruto itu sepupu gue. Elo salah orang."

Sakura menggelengkan kepala. "Enggak. Gue gak mungkin salah. Gue yakin banget kalo elo itu Naruto."

"Sakura, elo pasti salah orang. Gue ini Shirayuki. Uzumaki Shirayuki. Marga gue emang sama kayak Naruto, tapi gue bukan Naruto."

"Udahlah. Gak usah menyangkal lagi. Gue yakin 100% itu elo."

"Jangan nuduh sembarangan."

"Gue gak nuduh sembarangan kok. Gue punya banyak alesan nganggep elo sebagai Naruto. Pertama, selama prom gue belom liat Naruto sama sekali. Naruto itu orangnya gak bakalan nglewatin acara-acara kayak gini. Dia pasti bakal pake kesempatan ini buat deketin cewek-cewek di prom. Kedua, wajah kalian berdua itu mirip banget. Terutama tiga garis horisontal di pipi lo itu. Naruto juga punya tanda kayak gitu. Warna kulit tan lo juga persis sama warna kulit Naruto. Ketiga, belom pernah ada cewek yang bisa sedeket itu sama Sasuke. Elo adalah cewek pertama yang akrab banget sama Sasuke. Sasuke bisa sedeket itu cuma sama Naruto seorang. Keempat, selama dua tahun gue di KHS, gue belom pernah denger ada cewek yang namanya Uzumaki Shirayuki. Satu-satunya yang punya marga Uzumaki di sekolah cuma Naruto. Elo puas sekarang?"

Naruto tercengang. Dia tidak menyangka, Sakura bisa langsung memojokannya. Ia terdiam sambil menelan ludah. "Kenapa diam, Shirayuki? Benerkan elo Naruto? Kalo elo emang Shirayuki, bantah dong omongan gue tadi," tantang Sakura.

"Kalo emang iya gimana?" ujar sebuah suara yang sudah tidak asing lagi di telinga.

Sakura tersentak. "Sasuke?"

Dengan santai Sasuke berjalan ke arah Naruto dan langsung merangkulnya. Naruto yang diperlakukan seperti itu cuma bengong sambil membelalakan mata, namun memilih untuk diam*ngarep juga tuh*. Dalemnya sih udah ngekutuk seme-nya.

"Elo… elo bilang apa tadi?"

"Kalo dia emang bener Naruto, elo mau apa?"

"Err… Gue juga gak tau. Pokoknya gue cuma mastiin doang kalo dia emang bener Naruto. iya kan, Sasuke?"

"Kalo emang yakin, buktiin aja." Dengan agak sedikit kasar Sasuke menarik tangan Naruto keluar dari gedung sampai masuk ke parkiran. Sampai di parkiran, Naruto langsung meledak.

"ELO UDAH GILA APA? HAMPIR AJA PENYAMARAN GUE KEBONGKAR! BAKA!"

"Ck, berisik amat sih lo," jawab Sasuke datar.

"TEEMMEEE!"

"Ayo masuk. Gue anter lo pulang," kata Sasuke sambil membuka pintu depan mobilnya.

"Ngapain mesti repot nganter-nganterin gue? Gue bisa pulang sendiri."

"Mana boleh anak cewek pulang sendirian malem-malem begini?"

Naruto memanyunkan bibirnya. "Gue ini kan cowok! Sandiwaranya udah selesai kali!"

"Bagi lo udah, bagi gue belum. Cepet masuk!" Sasuke menarik tangan Naruto dan menyuruhnya masuk.

.

"Oh ya, Dobe. ada masalah kecil nih tentang penyamaran lo."

Naruto menaikkan sebelah alisnya, "Masalah apa, Teme?"

"Kakashi bilang dia gak kenal sama yang namanya Shirayuki. Elo tahu sendiri kan kalau dia hapal semua nama anak di sekolah. Kakashi yakin kalo elo itu murid baru, dan dia minta Naruto sama Shirayuki dateng ke ruangannya besok."

"UAPAHH?" teriak Naruto setinggi 9 oktaf. "ELO BILANG INI MASALAH KECIL, TEME? MASALAH KECIL? INI MASALAH BESAR, TEME! GIMA… ADUH DUH!" Belum selesai Naruto menyelesaikan ucapannya, Sasuke langsung banting stir ke pinggir jalan membuat kepala Naruto terbentur kaca samping mobil. "TEMMEEE!"

"Berisik banget sih! masalah kayak gini aja dibilang gede. Tinggal nyari jalan keluar juga."

"TEMMEEE! Elo kadang-kadang blo'on ya? jalan keluarnya kayak gimana?" teriak Naruto tidak sabaran.

"Udah gue bilang jangan berisik! Lo kan yang punya ide kayak beginian, ya cari sendiri dong jalan keluarnya. Gak usah nyeret-nyeret gue."

"TEMMEEE! Elo kejem amat sih sama gue! Gue ini kan sahabat lo, masa tega sih gak mau bantuin gue." Naruto mulai mengeluarkan puppy-eyes-no-jutsu nya.

"Tega sih tega aja. Siape elo? Sekarang berhenti pasang tampak menjijikan seperti itu, gak bakalan berhasil tau!"

"Biarin, gue gak mau berhenti."

"Gak bakalan berhasil, Dobe!"

"Gue yakin bisa."

"Enggak!"

"Ayolah, Teme."

"Sekali enggak tetep enggak! Gue gak mau ikut-ikutan masalah lo. Ujung-ujungnya pasti ruwet."

"…"

"Kok diem?"

"…"

"?" sasuke memalingkan wajahnya ke arah Naruto, alhasil…

"HUWWAAAAA! TEME JAHAT! HUWWAAAA!" Naruto nangis sekenceng-kencengnya. Saking kencengnya sampai membuat kaca mobil Sasuke retak-retak *lebay*. Sekenceng apapun suara penyanyi seriosa paling top sedunia, pasti kalah sama suara nangisnya Naruto.

"Hei, hei, hei, Dobe! gak usah pake nangis-nangis segala kali! childish banget sih lo!" Sasuke panik karena dia yakin tangisan uke-nya yang satu ini pasti kedengeran sampe keluar. Buktinya, orang-orang yang lagi lewat di trotoar menghentikan langkah mereka dan menatap tajam ke mobil Sasuke.

"HUUWWWAAA! KAMI-SAMA, TOLONG KUTUK SASUKE JADI AYAM! KALO BISA SIH AYAM GORENG ATAU BAKAR, KAN BISA LANGSUNG DIMAKAN. HUWWAAA!"

'Ck, nih anak sempet-sempetnya ngutuk orang. Mana pake nawar lagi,' batin Sasuke.

Sasuke mendengus, "Iya, iya! Gue bantuin. Sekarang, jangan nangis lagi! gak enak tau diliatin orang!"

"Yeay! Gitu dong, Teme!" air muka Naruto berubah menjadi cerah. "Elo punya ide?"

"Punya."

"Apa? Cepet kasih tau gue!" kata Naruto penasaran. Sasuke kemudian mulai membisikkan sesuatu di telinga Naruto. Terlihat ekspresi Naruto yang semula senang, berubah menjadi horror.

"UAPAAH?" teriak Naruto setinggi 9,5 oktaf begitu Sasuke selesai memberitahukan idenya. "Elo gila apa! Ini mah bukannya mecahin masalah tapi malah nambah masalah baru."

"Gue kan cuma ngasih elo jalan keluar. Kalo gak mau ya udah, terserah lo. Gak usah sewot kali."

"Apa mendingan gue ngasih tau yang sebenernya aja ya ke Kakashi-sensei?"

"Terserah. Tapi konsekuensinya elo bisa dibenci dan harus terima di-deathglare sama cewek se-KHS tiap hari."

Naruto menarik napas panjang. Benar-benar panjang. Ia bingung harus berbuat apa. Mengatakan yang sebenarnya ke Kakashi-sensei atau menuruti ide Sasuke.

SKIP TIME

"Ohayou, Shirayuki," sapa Sai.

"Ohayou, Sai," jawab seorang gadis berambut pirang panjang. Tak berapa lama, beberapa sapaan juga menghampiri gadis berkulit tan ini. Mulai dari Kiba, Chouji, Rock-Lee, sampai Suigetsu.

"Jadi ini keputusan lo?" ujar sebuah suara di belakang yang sudah tidak asing di telinga lagi. Shirayuki langsung membalikkan badannya menuju sumber suara. "Yap! Gue mutusin buat ngikutin saran lo, Teme!"

"Kalo elo lagi jadi cewek, jangan panggil gue 'Teme' dong. Gak enak tau dengernya."

Shirayuki cuma nyengir lebar, mirip dengan ekspresi yang sering dilakukan seseorang.

"Hei Dobe, jangan keseringan nyengir kayak gitu. Gak pantes buat anak cewek," bisik Sasuke. Ia lalu menarik tangan gadis di sebelahnya tiba-tiba dan tentu saja mendapat protes dari si empunya tangan. "Kita mau kemana, Teme?"

"Gue bilang jangan panggil gue 'Teme'. Mau kemana? Kemana lagi kalo bukan ke kantor guru killer itu?" jawab Sasuke santai.

TOK TOK TOK

"Masuk." Terlihat seorang pemuda berambut raven datang menggandeng seorang gadis bermabut pirang panjang. "Sasuke. Ada apa?"

"Saya ke sini mengantarkan Shirayuki, sesuai dengan permintaan sensei."

"Hanya Shirayuki? Naruto mana?"

"Saya rasa Shirayuki lebih bisa menjelaskannya."

"Oh, baiklah. Kau boleh pergi, Sasuke."

Sasuke mengangguk dan berbalik menuju pintu. Tinggallah kini Kakashi-sensei dan Shirayuki berdua di kantor.

.

"Gimana?" tanya Sasuke dengan pose bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada setelah Naruto keluar dari kantor Kakashi-sensei. Sementara orang yang ditanya hanya memberikan cengiran khasnya. "Lancar, Teme!"

"Syukur deh," jawab pemuda emo itu singkat. "Kakashi ngomong apa aja ke elo?"

"Dia nanya masalah gue sama—ya elo taulah—trus dia minta gue ngisi formulir penerimaan siswa baru. Udah, gitu doang. Semuanya sesuai rencana elo kok, Teme!"

"Hn," jawab Sasuke singkat, padat, dan gak jelas. Lagi-lagi Sasuke menarik tangan Naruto tiba-tiba sehingga cowok—ralat: cewek—berambut blonde itu sempat terjungkal. "Teme! Elo mau bawa gue kemana lagi sih?"

"Kelas."

Saat kedua orang itu masuk kelas, hawa panas mulai memenuhi ruangan akibat deathglare dari semua siswa. Yak, semuanya! Yang cewek men-deathgalre Shirayuki, yang cowok men-deathglare Sasuke. Sasuke sih nyantai-nyantai aja di deathglare anak sekelas, tapi Naruto udah mulai keringet dingin.

"Te… teme? Perasaan gue gak enak nih," bisiknya.

"Tenang aja. Elo duduk disebelah gue ya, sama kayak dulu?"

"Gak apa-apa, Teme? Kalo mereka pada curiga gimana?"

"Emang kalo elo gak mau duduk disini, elo mau duduk dimana? Di lantai?"

"Iya juga sih. ya udah deh."

TET… TET…

"Selamat pagi anak-anak!" sapa seorang guru berambut keperak-perakan.

"…"

"Kok diam?"

Shikamaru mengangkat tangan kanannya, "Hari ini pulang cepat ya, Sensei?"

"Tidak."

Gantian Ino yang mengangkat tangannya, "Apa sensei berhalangan mengajar dan mau memberi tugas pada kami?"

"Tidak."

Sekarang giliran Kiba yang mengangkat tangannya, "Apa sensei mau memberitahu pengumuman libur?"

"Tidak. Ada apa sebenarnya ini?"

Semua murid menggeleng kompak, "Tidak ada, Sensei!" Namun, masih ada tanda tanya besar menggantung di kepala mereka masing-masing: benarkah Kakashi-sensei sudah bertobat?

"Nah, anak-anak. Sebelum Sensei memulai pelajaran hari ini, Sensei mau memperkenalkan murid baru yang tentunya sudah kalian kenal. Uzumaki-san, silakan perkenalkan dirimu ke depan kelas."

Shirayuki kemudian berjalan ke muka kelas dan mulai memperkenalkan diri. "Ohayou semuanya. Kurasa, kalian sudah pernah melihatku waktu di prom. Namaku Uzumaki Shirayuki, sepupu dari Naruto. Kalian cukup memanggilku Yuki. Salam kenal."

Murid-murid langsung asyik kasak-kusuk sendiri.

"Kok elo doang yang masuk?" tanya Sai. "Naruto mana?"

"Naruto sekarang lagi ijin gak masuk sekolah 3 bulan. Katanya sih ada urusan di luar kota sama tousannya," jawab Shirayuki sambil menampilkan senyuman terbaiknya. Cowok-cowok di kelas nosebleed mendadak. Ada juga yang langsung njungkel ke belakang karena gak kuat ngadepin pesona cewek satu ini.

"Baiklah. Sensei rasa cukup perkenalannya, sebelum semua murid pingsan berjamaah. Err… karena di kelas ini gak ada bangku kosong lagi selain di samping Sasuke, terpaksa kau harus duduk disebelahnya. Silakan kembali, Uzumaki-san." Shirayuki mengangguk pelan dan kembali duduk di bangku sebelah Sasuke. "Dia bilang apa? Terpaksa? Cih, semua cewek di KHS berebut supaya bisa duduk sama gue," gerutu Sasuke narsis pada 'cewek' di sebelahnya dan hanya dibalas dengan senyuman.

Pelajaran pun dimulai.

SKIP TIME

"Haahhh~ akhirnya istirahat juga!" seru seorang 'cewek' bermata sapphire yang duduk di sebelah Sasuke. "Kau mau ke kantin, Sasuke?"

"Hn."

"Ihh… gue sebel deh sama elo," ujar Naruto ketus. "Kalo ngomong jangan pelit-pelit ngapa sih? gue gak ngerti elo ngomong apa, Teme."

"Elonya aja yang Dobe. Semua orang ngerti kok omongan gue."

"Arrgghh… terserah lo deh. Elo mau ikut gue apa gak?"

"Iya, Yuki-chan."

"Ihh… nggak usah pake embel-embel chan kali. risih dengernya." Sasuke tersenyum tipis, kemudian menarik tangan Naruto -lagi- menuju ke kantin. "SASUKE!"

Sampai di kantin, Sasuke dan Naruto berpapasan dengan Sakura, Ino, Tenten, dan Hinata. Sakura menyunggingkan sebuah senyum yang terasa ganjil, kemudian berkata, "Sasuke dan Naruto mau jajan ya?"

Ino, Tenten, dan yang lainnya tersentak mendengar sapaan Sakura. 'Naruto?' batin mereka bersamaan.

Naruto mulai keringet dingin lagi. yang bisa dia lakukan sekarang hanya bengong –lagi- dan memasang muka cengo. Sasuke mendelikkan matanya ke atas, "Elo belum puas, ya?" Lagi-lagi Sakura hanya tersenyum. "Err… kami duluan ya, Sasuke, Naruto."

Sakura berhenti sesaat ketika sudah sejajar dengan Sasuke, namun dengan arah berlawanan. "Gue bakal buktiin kalo gue emang bener," lanjutnya pelan.

~TBC~

Gyahahahhaa! Akhirnya fic gaje ini selesai! Rissa lihat, Sakura makin kesini antagonisnya makin kelihatan ya? maafkan author sarap ini, karena makin ke sini ceritanya makin gaje. Abis, Rissa cuma dapet ide awalnya doang, akhir-akhirnya ngarang deh. Senongolnya aja di otak Rissa. Gomen lagi, karena SasuNaru-nya belom kelihatan disini. Next chap moga-moga udah kelihatan ya.

Walaupun fic ini fic paling gaje, jelek, amburadul, abal-abal, dan gak nyambung, Rissa amat sangat mengaharapkan review dari readers sekalian. Arrigatou^^