Heeeii heeeii! Ketemu lagi~ :D maaf ya kalo sedikit telat, maklum gue kan pengacara. Pengangguran banyak acara. :p *digetok pembaca*

Well, gue tau chapter 1 kemaren jelekbangetsumpah. Mana buruburu lagi publishnya. =_= jadi kali ini gue bagusin deh. Senyum dong.

Bales review,

Hime Licious: Berarti kita sama. Gue juga gasuka Karin -.- tapi, yah, hargai aja lah. Gaada dia jadi gimana fic gue :p toh di manga dia udah gasuka Sasuke lagi kan? 8D

Nay Hatake: Ada kok :3 silahkan baca~ :D

Hime Himawari MikUchiHaruno: Sut ah. Itu gaya gue lho =_= kan saya juga kece~ :D *digebuk pembaca*

4ntk4-ch4n: Jangan sadissadis? :D (wayolo, bisa dibaca dari air muka gue, mau gue apain nih SasuSaku? :p). Kita lihat saja nanti, ide apa yang muncul di otak sayah~ :p

Sasusaku Hikaruno-chan: Yang direncanakan Karin?...*evil smirk* mehehehe~ ada di chapter yang lamaaaa banget bakal dateng~ XD

Pitophoy: Berlanjut laah~ sipdah (y)

The Portal Transmission-19: Iye nih, konfliknya sih satu tapi urusannya banyak =_= sipdah~

Ichika Harada de Chevalier: :D~ mau ngapain? ;) kita tunggu saja chapter yang akan mendatang~

Thia Shirayuki: Sipdah (y)

Mikki D'Sad Phoenix: Cubit ah welba kamu :p tapi tapi tapi tapi tapiiiiii... *digetok Mikki* sipdah (y)

Okeeezip~

DISCLAIMER: These characters belongs to Masashi Kishimoto. But I own this plot. No copycopy :D

WARNING: AU. OOC. Garing krenyes~

(~'-')~

Sasuke dan Sakura akhirnya masuk ke kelas baru mereka, XI.1. Masih sekelas dengan Naruto, Sai, Ino, Hinata, Tenten, Kiba, Shino, Neji, Lee, Shikamaru, dan Chouji. Juga beberapa wajah baru di dalam kelas mereka.

"Duduk di pojok lagi daaah~" Sakura langsung berjalan dan memilih tempat duduk di pojok belakang, dekat jendela.

"Sampingmu ah." Sasuke menaruh tasnya di meja di samping tempat duduk Sakura.

"Masih lama ya masuknya?" tanya Sakura.

"Lumayan." jawab Sasuke.

"Ini jam?" tanya Sakura.

"Setengah 7." Sasuke melihat pada arlojinya.

"Masuknya jam?" tanya Sakura lagi.

"7." jawab Sasuke.

"Berarti setengah jam lagi." kata Sakura.

"Eh, mana oleh-oleh?" tanya Sasuke.

"Oooo iya, bentar." Sakura membuka ranselnya, merogoh benda-benda di dalamnya.

"By the way, tas baru nih." goda Sasuke, melihat tas ransel Sakura adalah wajah karakter domo-kun. Serasa Sakura ngegendongin monster kecil kemana-mana.

"Iyaaa hehe." jawab Sakura, masih terfokus dengan oleh-oleh.

"Niiiih!" Sakura menyodorkan sebungkus kado berwarna duke blue dengan motif petir. "Khusus buat kamu aku bungkus kado."

"Wah." Sasuke menerima bungkusan kado tersebut. "Kok agak berat?" Sasuke menimbang-nimbang berat isi kadonya.

"Buka ajaaa." suruh Sakura.

Sasuke pun duduk di kursinya, dan perlahan membuka bungkus kado tersebut, tidak ingin merobeknya. Dengan sabar dan terus tersenyum Sakura menunggu bungkus kadonya dibuka...

"Ah." Sasuke tersanjung melihat isi kadonya.

"Kamu sukaa?" tanya Sakura.

Sasuke melihat isinya. Kemeja berlengan panjang merah-hitam kotak-kotak, dan jam tangan berwarna silver metallic.

Tapi Sasuke merasa berhutang budi karena merasa merepotkan Sakura telah capek-capek membeli dan mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk membeli teman-temannya oleh-oleh. "Kamu mahal ya beli ini? Biar kuganti―"

"Ga usah sayang, gapapa kok." kata Sakura.

"Duitmu hei, sayang banget kalo abis cuma buat beli ginian," Sasuke merogoh kantong celananya untuk mengeluarkan dompet.

"Ssssttt." Sakura menghentikan tangan Sasuke. "Demi kamu semua aku ikhlas kok ngeluarin uang."

Mendengar ucapan Sakura, Sasuke merasa tersentuh. Biasanya selalu Sasuke yang membelikan Sakura kecil-kecilan, sekarang Sakura memberikan sesuatu yang lumayan besar untuk Sasuke. "Makasih sayang." Sasuke melingkarkan tangannya di perut Sakura, mager (males gerak) mau meluk sambil berdiri, masih enakan duduk.

"Sama-samaaaa sayaaang." jawab Sakura, sambil mengelus kepala Sasuke yang ditenggelamkan di perutnya.

"SAKURA MAMEEEEEEN!" tiba-tiba muncul suara gadis berteriak. Sakura langsung menoleh ke pintu...

"INO MAMEEEEEEN!" Sakura langsung menghampiri Ino, dan memeluknya, melepas rasa kangen. Ngenes banget si Sasuke, lagi enak-enak meluk, eh lepas...

"Apakabaaaar dirimuuuuu dekoriiiiin~" kata Ino disela-sela pelukan kangen dengan Sakura.

"Baik-baiiiiik dirikuuuu Ino-butaaaa~" jawab Sakura.

"Oh ya, ada oleh-oleh buat eloooo." Sakura melepas pelukannya, lalu megoroh isi tasnya.

"Apa tuuuh apa tuuuh~" Ino mengintip-intip kedua tangan Sakura yang merogoh isi tasnya.

"Ceileh domo-kun. Lucu amat buuu." puji Ino, melihat tas baru Sakura.

"Ehehehe. Nih!" Sakura menyerahkan kotak berbentuk segi empat yang cukup tinggi, berwarna periwinkle dan dihiasi pita silver kepada Ino.

"Aaaapa iniiii~" Ino menerima kotak dari Sakura. Membukanya, dan...

"AAAAAAA KALUNG GELANG ANTING-ANTING? AAAA BAIK BANGET LO GILAAAA~" Ino memeluk Sakura lagi.

"Nyehehehehehe." Sakura cengengesan dan membalas pelukan Ino.

Bete berat. Sasuke bete Sakura ngacangin. Dia pindah tempat duduk sementara ke pojokan yang lainnya, sempat izin meminjam tempat kepada murid pemilik kursi. Numpang ngutak-ngatik ponsel.

Sasuke sesekali memerhatikan Sakura yang lagi seneng-seneng bagi-bagi oleh-oleh, bertemu Tenten, Hinata, dan cowok-cowok lainnya, dibagikan oleh-oleh. Bercanda bareng...

Kasian deh dikacangin.

"Wuoi! Teme!" sahut Naruto, menyadari daritadi Sasuke hanya duduk di pojokan dan mengutak-atik ponselnya.

"Sasuke-kun!" sahut Sakura, sambil menghampiri Sasuke. Tapi Sasuke masih saja asik mengutak-atik ponselnya, tidak memedulikan Sakura.

"Sasuke-kun?" Sakura menyapa Sasuke sekali lagi. Tapi Sasuke membalas sapaan Sakura dengan deathglare.

"K-kenapa?" tanya Sakura, merasa ngeri dengan tatapan Sasuke.

"Udah selesai reuninya?" tanya Sasuke.

"Apaan siiih?" Sakura malah bete dengan sikap Sasuke.

"Taulah bodo." Sasuke mendorong Sakura, dan berdiri dari kursi tumpangannya, kembali ke kursi asli.

"Heeeiii!" Sakura merasa jengkel tiba-tiba didorong Sasuke.

"Sasuke Uchiha!" Sakura menarik paksa belakang baju Sasuke.

"Apa?" respon Sasuke, masih disertai deathglare.

"Marah?" tanya Sakura.

"Iya." jawab Sasuke.

"Kenapa?" tanya Sakura lagi.

"Pikir aja sendiri." jawab Sasuke, berbalik, duduk di kursinya, memasukkan oleh-oleh Sakura ke dalam tasnya, lanjut mengutak-atik ponsel.

Sebenarnya hanya akting Sasuke untuk galak-galakkan dengan Sakura. Menguji seberapa peduli Sakura padanya. Hal gituan aja masih ditanya...

Dan saat dia sedang asyik-asyiknya mengutak-atik ponsel, datang 1 sms.

From: Sakura H.

"Sygku knpppp :'("

Dia melirik ke kiri. Mendapati Sakura yang sedang duduk di kursinya dan sedang mengutak-atik ponsel juga, sama sepertinya.

To: Sakura H.

"Gapapa."

From: Sakura H.

"Bohoooong :(((("

To: Sakura H.

"Beneeer."

From: Sakura H.

"Trs knp jutekk? :("

To: Sakura H.

"Suka-suka aku."

From: Sakura H.

"Tuhkan. Yaudah berantem :("

To: Sakura H.

"Ga mau."

From: Sakura H.

"Aaatrsgmnnn X("

"Truuuuuss..." Sasuke mendekat ke kursi Sakura, dengan tatapan membunuh, dan seringai nakal.

"T-trus?" tanya Sakura dengan sangat ketakutan.

"Seharian kamu ga boleh lepas." kata Sasuke.

"Lepas? Lepas dari apaan?" tanya Sakura.

Sasuke pun menaruh tangannya di bawah paha Sakura, dan di punggung Sakura. Dan dengan sekuat tenaga Sasuke mengangkat gadis itu, bridal style.

"He-heeeeeiii! Turuniiiin! Aaaaah!" Sakura meronta-ronta minta diturunkan.

"Seharian kamu ga boleh lepas dari aku." kata Sasuke, sambil sok mau melempar Sakura.

"AAAAA KYAAAA TURUNIIIIIN!" jerit Sakura, sambil berpegangan pada kerah baju Sasuke.

"LEMPAR! LEMPAR! MWAHAHHAHA! LEMPAAARR!" tiba-tiba Naruto malah jbjb, dan si psycho (?) satu ini pengen Sakura dilempar Sasuke...

"NARUTO GILAAAAA!" jerit Sakura.

"1..." Sasuke mengayun Sakura.

"KYAAA!" jerit Sakura.

"2..." Sasuke mengayun Sakura lagi.

"INO INO TOLONG GUE YAAMPUN KAMI-SAMAAAA MATI GUEEEEE SASUKE-KUUUUN TURUNIN AKUUUUU AAAAAA TOLOOONG GUE BELOM KAWIN MAAAAAAAAKKK!" jerit Sakura.

"Tiiiigaaaaajadi." Sasuke hendak melempar Sakura, tapi batal.

"SASUKE-KUUUN GILA KAMUUUUU GILA GILA GILAAAA!" Sakura memukul-mukul dada Sasuke.

"Bodo." kata Sasuke, sambil sekilas mencium pipi Sakura.

"Turuniiiiiin!" pinta Sakura.

"Turunin? Oke." dan dengan sengaja Sasuke melepas gendongannya, membuat Sakura langsung terhempar ke bumi dengan pantatnya duluan menyentuh lantai.

"WOOOOOOOIIIII!" seru Sakura, kesakitan. "UNTUNGNYA YE OTAK GUE BUKAN DI PANTAT! SASUKE-KUN SARAP!"

"Bodo amaat." kata Sasuke, sambil melangkahi Sakura dan duduk di kursinya.

"SEEETAAAAANNN!" jerit Sakura.

(~'-')~

Jam istirahat. Sakura sedang membereskan lokernya, mengambil buku-buku yang perlu, dan menyimpan dengan rapih buku-buku yang sudah dipakai di pelajaran sebelumnya atau memang tidak ada jadwal pelajarannya hari itu. Kedua alisnya terangkat ketika...

'Surat yang dulu.' batin Sakura, mengambil sebuah amplop.

Dia masih ingat dengan isi surat itu. Kalimat 'i love you love me love you love me love you' yang dituliskan dari ujung atas kertas sampai ujung bawah kertas, berderet dengan rapih, 'i' dan 'me' dituliskan dengan warna hitam, 'love' dengan warna merah, 'you' dengan warna pink. Dan ketika Sakura bertanya tentang ini kepada Sasuke, katanya rahasia. Mungkin dia tau.

'Gue tanya Sasuke-kun deh.' batin Sakura, sambil mengantongi amplop itu, menggendong beberapa buku, dan menutup pintu loker. Ketika ia berbelok ke kanan...

BRUKK BRAKK GEDUBRAK.

"ANJRIT." umpat Sakura, ketika ia tak sengaja tertabrak, jatuh, dan buku-bukunya berserakan dimana-mana.

"A-ah! Gomen, gomen," sebuah suara yang cukup ngebass meminta maaf kepada Sakura. Saat gadis itu menoleh...

Wajahnya imut. Rambutnya berwarna abu-abu dan tersasak. Bola matanya pink. Menatap Sakura dengan wajah kaget.

"Lo gapapa kan?" lelaki itu memegang pundak Sakura.

"G-gapapa kok." jawab Sakura sambil merapihkan rambutnya.

"Sini gue beresin." kata lelaki itu, sambil membereskan buku-buku yang jatuh berantak karena tertabrak tadi.

Sakura bengong menatap lelaki yang baru menabraknya ini. Dia belum pernah menemukan wajah sepertinya di angkatannya. Mungkin kakak kelasnya?...bukan. Kakak kelasnya badannya gembor-gembor. Tak mungkin ada yang hampir sama dengannya, Adik kelas? Pasti memanggil namanya dengan sebutan 'aku-senpai'. Tapi ini 'lo-gue'. Dia menatap lelaki ini dengan tatapan bingung...

"Berdiri?" lelaki itu mengulurkan tangannya pada Sakura, yang dengan 5 detik langsung Sakura tangkap, dan gadis itu dibantu berdiri.

"Thanks ya." kata Sakura, sambil mengambil buku-bukunya yang ada di gendongan lelaki tersebut.

"Sama-sama. By the way, lo Sakura Haruno kan?" tanya lelaki itu.

"Uh, iya..." jawab Sakura. Entah kenapa dengan lelaki ini, Sakura merasa deg-degan... sama seperti waktu dengan Sasuke dulu...

"Kenalin, gue Yagura. Anak baru, pindahan Kiri." lelaki bernama Yagura itu mengulurkan tangannya.

"Oh, uhm, salam kenal." kata Sakura, sambil menjabat tangan Yagura.

"Salam kenal juga." kata Yagura. Lalu keduanya melepas tangan.

"Oh ya, lo di kelas mana?" tanya Yagura.

"Gue 11-1, lo?" Sakura bertanya balik.

"11-5. Jauh. Lo pinter deh." kata Yagura.

"Haha makasih, tapi ga juga. Kalo giat belajar, paling lo ntar bisa masuk 12-1 tahun depan." kata Sakura.

"Haha sip." kata Yagura.

Lalu Sakura sadar ada sesuatu di atas kepala Yagura. Yaitu...

"Sasuke-kun!" sapa Sakura ramah.

Yagura menoleh ke belakang. Ditemukannya tubuh yang lebih tinggi darinya, berambut hitam kebiru-biruan, dengan sepasang bola mata hitam onyx yang menatapnya dingin. Wajahnya seperti dia tidak suka dengan Yagura. Yep, dialah Sasuke Uchiha. Yang diketahui sedang terkena virus cemburu karena ada lelaki lain yang ngobrol dengan Sakura.

Dan tanpa basa-basi Sasuke mendorong Yagura ke arah lain, karena menghalanginya. Dan langsung ia raih tangan Sakura, dan membawa gadis itu jalan-jalan di sekitar lantai 2.

'Jadi itu yang namanya Sakura...' batin Yagura. 'Cantik. Boleh juga.'

"Sasuke-kun kenapa siiiih?" tanya Sakura, mungkin sudah ke-10 kalinya dia bertanya seperti itu, sedangkan belum ada 1 putaran lantai 2, saking lambatnya mereka berdua jalan.

"Hmmm..." Sasuke menaikkan sebelah alisnya.

"Kenapa?" tanya Sakura ketus.

"Aaaaa~" Sasuke memutar kedua bola matanya.

"KENAPA?" Sakura langsung berputar ke depan Sasuke, menatap lelaki itu dengan penuh amarah.

"Kamu pikir aku kenapa?" kata Sasuke.

"Ya aku ga tau laaaah aku kan ga bisa baca pikiran orang! Bilang keeeek!" kata Sakura.

"Kamu udah bikin aku dua kali ngambek hari ini. Ga tau deh sampe malem mau berapa kali kamu bikin aku tambah ngambek." kata Sasuke.

"Ngambek kenapa coba?" tanya Sakura.

"Kamu ngacangin aku. Kamu ngobrol sama cowok lain." kata Sasuke.

"Ngacangin?" Sakura merasa tidak sadar kalau tadi dia mengabaikan Sasuke. Kapan...

"Di kelas, kamu asik ngasih oleh-oleh, ngobrol sama anak lain, aku jadi kambing congek di pojokan." kata Sasuke.

Sakura tertawa. Dua hal tadi ternyata membuat Sasuke ngambek. Sangat kekanak-kanakkan...

"Sasuke-kuuuuun~" Sakura lega dari tawanya, lalu memeluk Sasuke.

"Kok ketawa." kata Sasuke.

"Childish banget kamuuu unyuuu." kata Sakura, sambil melepas pelukannya, dan mencubit-cubit kedua pipi Sasuke.

"Hnnnn?" wajah Sasuke penuh dengan tanda tanya.

"Aku kan kangeen sama yang lain. Udah lama ga ngobrol, ngasih kabar, gituu. Trus tadi itu cowok pindahan doang, cuma mau ngajak kenal, ga sengaja nabrak juga." kata Sakura.

"Bener?" tanya Sasuke.

"Mukamu melas huahaha~ yaiyalaaaah kamu kira aku boong gituuu?" kata Sakura, yang dijawab dengan manyun oleh Sasuke.

"Malah manyun ini anak satu. Ayooo~" Sakura menarik tangan Sasuke, membawa mereka berdua kembali ke kelas.

Meanwhile...

"AAAAA KYAA KYAA SASUKE-KUUUN SAKURA-SAAAAN KYAKYAKYAAAAAA!"

Ah, fangirls.

(~'-')~

Di kelas, saat pelajaran Asuma-sensei, sebenarnya sedang diberi tugas. Tapi anak-anak malah ribut. Busetdeh. Ga ada heningnya.

"Oh ya, Sasuke-kun," Sakura menghampiri Sasuke yang sedang duduk di kursinya dan menulis, teringat akan sesuatu yang ingin ia tanyakan.

"Hm?" Sasuke menoleh kepada Sakura.

"Kamu tau gak, siapa yang bikin ini?" tanya Sakura, sambil memberikan Sasuke sebuah amplop.

"...?" Sasuke mengambil amplop yang disodorkan Sakura. Ia buka...

"Dulu kan kata kamu rahasia. Jadi kamu tau dong." kata Sakura.

Sasuke tersenyum tipis membaca isinya. Lalu ia merogoh isi tasnya, dan mengeluarkan secarik kertas...

"Menurutmu ini mirip ngga?" Sasuke menunjukkan dua lembar kertas pada Sakura.

Yang satu bertuliskan 'i love you love me love you love me', dan yang satu lagi bertuliskan 'Sasuke love Sakura love Sasuke love Sakura love Sasuke' sampai mentok dari ujung atas kertas sampai ujung bawah kertas.

"Aaaaaww..." Sakura tersanjung melihat tulisan Sasuke.

"Jadi udah tau kaan siapa yang ngirim surat itu ke kamu?" kata Sasuke.

"Aaaaa makasih yaaaa~" Sakura membungkuk sedikit untuk mensejajarkan dirinya dengan Sasuke, lalu memeluk lelakinya.

"By the way, dobe pernah bikin yang sejenis." kata Sasuke.

"AMASAAAA? Buat Hinata yaaa?" tanya Sakura.

"Bukan." kata Sasuke, sambil menaruh penanya.

"Kalo aku buat cewekku, dia lain cerita." kata Sasuke.

"Apa tuh?" tanya Sakura. Jelas-jelas surat gituan harusnya ke ceweknya dong.

"Dia cerita ke aku. Dia galau. Konon katanya, celana dalem keberuntungannya ilang. Jadi tulisannya lain lagi..."

"Naruto love kancut love Naruto love kancut love Naruto love kancut... ya gitu." Sasuke menjelaskan. Sedangkan Sakura yang mendengarkan hanya sweatdrop.

(~'-')~

Sementara itu, di atap sekolah...

"Lo udah liat Sakura?" tanya si lelaki berambut putih sebahu.

"Udah, Kimimaro." jawab yang ditanya, lelaki berambut abu-abu disasak.

"Gimana menurut lo, Yagura?" tanya Kimimaro.

"Cantik..." kata Yagura...

'...dan terlalu kasian buat diganggu.' batinnya.

"...ya, cantik, Kimimaro. Cantik banget gila." lanjut Yagura, dengan nada yang dibuat-buat. Unutngnya Kimimaro tidak menyadari nada bicara Yagura.

"Baahahaha... ga salah pilih kan gue?" kata Kimimaro, sambil menghisap rokoknya yang sedaritadi memang ia nyalakan.

"Yap..." Yagura hanya mengangguk.

Tapi dalam benak Yagura, ia agak sedikit tidak rela kalau kerjanya harus merusak hubungan Sasuke dan Sakura. Jujur saja, waktu dia melihat Sasuke dan Sakura tadi, dia merasa pasangan ini memang kuat. Apa yang dia kerjakan mungkin tidak akan membuahkan hasil. Sampai iya, pengalaman terburuk yang pernah ia alami adalah, merusak hubungan Sakura Haruno. Gadis cantik ini pastinya juga mencintai Sasuke. Apalagi Sasuke. Pasti lelaki itu sangat melindungi Sakura. Terlihat dari sikapnya tadi saat melihat Sakura berbicara dengan Yagura. Wajahnya benar-benar marah. Tidak suka jika Sakura berbicara dengan lelaki lain. Takut Sakura lepas dari Sasuke dan mencintai lelaki lain.

Tapi jika semuanya menjadi kenyataan, Sakura putus dari Sasuke? Misi memang berhasil, tapi resiko juga besar. Bisa saja ada salah satu anak buah lain yang direkrut selain dirinya mengakui kepada Sasuke atau Sakura tentang mereka yang merusak hubungannya? Bisa diteror habis-habisan. Tersebar ke guru, dan drop out di tempat. Horror.

"Jadi, setelah ini, gue harus nempel-nempel ke Sakura?" tanya Yagura.

"Yap." kata Kimimaro.

"Kalo udah di ambang-ambang putus, lo ceritain aja tentang gue. Apa lah, yang bagus-bagus, gue baik, pinter, suka nolong, terserah lo." lanjut Kimimaro, menjelaskan tugas pada Yagura.

"Haaahh..." Yagura menghela nafas. "Yang mau dapetin siapa, yang disuruh nempel siapa."

"Lo jadi mak comblang diantara gue dan dia." kata Kimimaro.

"Tapi," Yagura tiba-tiba memotong. "Gue agak kesian musti gangguin dia."

Mendengar perkataan Yagura, Kimimaro tertawa. "Sekali dapet Sakura, ga bakal nyesel seumur hidup."

"Heh?" Yagura kebingungan dengan maksud Kimimaro.

"Bagus kan, punya cewek kayak dia... udah cantik, tajir, pinter, dan paling enak, bodynya asik. S line cuy." kata Kimimaro.

"...heck." Yagura hampir keselek ketika Kimimaro memuji badan Sakura. Pervert.

"Lo liat aja foto dia di FB, profilenya Sasuke. Tapi itu waktu belom jaman jadian sama Sasuke sih. Jadi tuh Sakura kayaknya liburan ke pantai bareng keluarga dia sama keluarganya Sasuke. Trus disitu ada 100 lebih foto, Sakura semua. Paling sekali sama kakaknya, bokap nyokap, atau nyokap Sasuke, trus kakaknya Sasuke, ada juga yang sama Sasuke. Lagi itu dia pake halter neck bikini sama rok panjang doang. Asik kan badannya keliatan~" Kimimaro bercerita.

"Ooooh... coba ntar gue add." kata Yagura.

"Wahaha sip. Langsung mimisan plus ngiler deh lo ngeliat badan Sakura... asik abis." kata Kimimaro.

"Iyaa iyaa..." Yagura hanya mengangguk mendengar pujian-pujian Kimimaro tentang badan Sakura. Napsuan ni anak satu emang.

"Eheheh... dan, misi kita dimulai sekarang. Tinggal tunggu Karin yang bertindak buat Sasuke."

"...hn..."

(~'-')~

HAAAANCURBANGETGILA T_T banyak basabasi banget yaaaa... pendek lagi yuhuuu -.-

Oyayayyaa, kankankan gue main polyvore nihyaaa, jadi misalkan gue ngedeskripsiin bajubaju, celana, rok, tas segala macem disini, kalo kurang ngerti bilang aja ntar gue pm link set nya biar ngerti bajunya kayak apaan 8) atau yang main polyvore juga cari aja gue: nadiamanda. :p *numpang promosi ceritanya trololol*

Oya, gue juga mau hiatus sedikit panjang. Ada tugas pelajaran Bahasa Inggris, disuruh bikin film, sementara gue kerja jadi scriptwriter + pemeran. Jadijadi maafyaaa kawan jika saya hiatus duyu 8D

Sipdah, jangan lupa tinggalin review~ silahkan juga kalo mau fave/alert, gausah pake izin 8D

Siyusun~