"Kalau kau ingin menangis... Menangislah sepuasmu..." ujar Naruto seraya mengusap punggung Hinata.

"Naruto..." gumam Hinata.

.

.

Last Chance

Naruto by Masashi Kishimoto

Pairing: SasuSaku

WARNING: AU, OOC, gajeness, typo, alur kecepetan

Enjoy~ :D

.

.

Chapter 3

"Sakura..." ujar Naruto seraya menghampiri Sakura yang sedang melamun di bawah pohon Sakura.

"Hn?" tanya Sakura seraya menengok ke arah Naruto.

"Hmmm... Sakura, kau... Masih ingat kejadian 10 tahun lalu?" tanya Naruto agak ketakutan. Takut kata-katanya akan menyakiti hati Sakura.

Sakura agak terkejut mendengarnya.

Ia telah berusaha melupakan kejadian itu.

Ia tak ingin mengingat kembali insiden tersebut.

"Kejadian apa... Naruto?" tanya Sakura pura-pura tidak tahu.

"Oh, tidak jadi... Sakura..." ujar Naruto. Ia pun meninggalkan Sakura yang masih termenung di pohon Sakura tersebut.

'Apa tidak apa-apa begini, Sakura?' batin Naruto.


"Sasuke-kun~!" pekik seorang gadis berambut merah berkaca mata seraya menggelayuti lengan Sasuke. Sasuke merasa risih diperlakukan begitu, langsung menatap gadis itu dengan pandangan horror.

"Mau apa kau?" tanyanya dingin.

"Namaku Karin. Dari kelas XII.3! Aku suka padamu! Kyaaa!" ujar Karin, gadis itu, seraya mencubit pipi Sasuke dengan ganasnya.

"Pergi..." jawab Sasuke marah sekaligus kesal. Karin hanya mengerucutkan bibirnya.

"Pergi atau..." bisik Sasuke di telinga Karin yang membuat Karin tersipu malu.

"Kubunuh kau!"

JGLARRR!

Mendengar perkataan Sasuke, Karin pun segera menjaga jarak dari Sasuke. Lalu pergi kembali ke kelasnya setelah bel berbunyi.

'Dasar!' batin Sasuke kesal dengan sangat OOC-nya.

Naruto pun menghampiri bangkunya, lalu duduk di sebelah Sasuke yang sedang membaca buku.

"Sasuke..."

"Hn? Ada apa?" tanya Sasuke.

"Apa... Apa yang sebenarnya yang kau inginkan, huh?" tanya Naruto ketus. Sasuke hanya terkejut namun segera mengendalikan emosinya.

"Maksudmu ap-"

"JANGAN KAU PURA-PURA TIDAK TAHU, YA! KENAPA KAU HADIR KEMBALI DALAM KEHIDUPAN SAKURA, HUH! APA KAU INGIN MEMBUATNYA MENANGIS DIHADAPANMU, BEGITU?" bentak Naruto.

"Asal kau tahu saja... Sejak insiden itu... Ia menjadi orang yang selalu termenung di bawah pohon Sakura itu. Ya, pohon Sakura itu. Ia hampir tidak pernah tersenyum ceria. Hanya senyum tipis yang diberikannya. Sekarang, APA KAU INGIN MEMBUATNYA TIDAK PERNAH TERSENYUM LAGI, HUH?" lanjut Naruto dengan lirih. Sasuke terkejut seketika.

Tidak ia sangka, insiden itu membuat Sakura menderita selama 10 tahun.

"Apa kau tahu Sasuke? Selama 10 tahun ini, yang ia pikirkan hanya KAU! HANYA KAU! Aku hanya sebagai seorang sahabat! Apa kau ingin membuatnya menderita, huh?" Naruto menjawab ketus.

"Apa yang kau bicarakan ini, Naruto?" teriak Sasuke dengan kesal. Namun, di dalam hatinya, ia sangat mengerti apa yang dikatakan Naruto.

Sakura tersiksa karena keluarganya.

Sakura menderita selama 10 tahun.

Namun, ada yang mengganjal di hati Sasuke.

Kenapa Sasuke dipikirkan oleh Sakura?

Kenapa? Apakah yang dikatakan Naruto tadi benar..?

Sasuke pun terdiam lalu berdiri dari tempatnya. Namun, Naruto menarik lengannya seraya mendekatkan mulutnya ke telinga Sasuke.

"Tolong... Tinggalkanlah Sakura..." lirih Naruto. Sasuke amat sangat terkejut saat itu. Bagaimana mungkin, ia bisa meninggalkan sahabatnya yang sudah kembali padanya kini?

"Kau... Tidak ingin membuatnya terluka, kan..?" tanya Naruto dengan nada sedih.

"Tentu... Tidak..." jawab Sasuke pelan namun masih terdengar oleh Naruto.

"Kalau begitu... Tolong, tinggalkanlah Sakura..." Naruto pun melepaskan tangannya dari lengan Sasuke dan langsung berlalu.

"Sakura..." Setelah itu, datanglah Sakura ke kelas. Mereka sempat bertatap mata, namun Sakura langsung mengalihkan pandangannya dan duduk di bangkunya. Para murid pun duduk di bangkunya masing-masing dan belajar dengan tenang.


"Ah, akhirnya pulang juga..." Sakura merapikan tasnya seraya menundukkan wajahnya.

"Hei, Sakura!" pekik Naruto.

"Ada apa..?" tanya Sakura seraya menutup sebelah telinganya karena volume suara Naruto yang diatas rata-rata.

"Kita ke taman hiburan, yuk!" ajak Naruto. Sakura langsung mendongak ke arah Naruto.

"Hah? Serius?" tanya Sakura histeris.

"Iya! Tapi, dengan Sasuke, ya~!"

DEG!

Sakura terbelalak kaget mendengar nama Sasuke.

"Heh?" tanya Sakura bingung.

"Iya..." jawab Naruto lalu menarik lengan Sasuke untuk menghadap ke arah Sakura. Mata mereka berdua bertemu. Sasuke mengalihkan pandangannya dan menatap ke arah Naruto dengan tatapan kesal.

"Ada apa, dobe?" tanya Sasuke, dingin, seperti biasa.

"Kita ke taman hiburan, yuk! Ya sudah, aku pulang dulu mau siap-siap. Sakura, nanti ku jemput, ya? Dan kau, teme, kita ketemu di sekolah jam 5 sore. Bye~!" jeas Naruto seraya melambaikan tangannya lalu meninggalkan kelas. Sakura pun mengangguk pelan lalu ikut keluar kelas.

"SAKURA! NARUTO DATANG!" teriak Misaki, ibu Sakura, dari bawah.

"Iya, bu~" jawab Sakura. Ia pun langsung turun ke bawah.

"Sakura-chan!" pekik Naruto.

"Iya?" tanya Sakura ketus.

"Wow! Kau tampak manis, Sakura... Nggak biasanya! Mau ketemu Sasuke, ya...?" puji sekaligus goda Naruto. Sakura hanya tersipu malu lalu memukul kepala Naruto dengan keras.

"Dasar!" ujar Sakura sinis. Naruto pun langsung menaiki motornya bersama Sakura, lalu melesat pergi ke taman hiburan yang dibuka pada sore hingga malam itu.


"Lama sekali, dobe ini..." keluh Sasuke seraya melihat ke jamnya. Pukul 17.15.

"Kau terlambat, dobe..." ujar Sasuke kesal saat melihat Naruto yang menggandeng lengan seorang gadis manis berambut pink di sampingnya. Sasuke tersipu malu melihat Sakura. Dress putih selututnya, terpasang anggun di tubuhnya. Rambutnya yang biasa di gerai, kini terikat indah di kepalanya, manis sekali.

"Maaf, teme! Tadi aku, kan, menjemput Sakura-chan dulu!" jawab Naruto kesal membuyarkan lamunan sang bungsu Uchiha tersebut ke arah Sakura.

"Huh! Aku mau bicara dulu denganmu, dobe," ujar Sasuke lalu menarik lengan Naruto dan mengajaknya pergi meninggalkan Sakura yang masih tersipu malu.

"Untuk apa kau mengajakku dan Sakura, huh?" bisik Sasuke.

"Anggap saja, ini waktu terakhirmu bertemu Sakura dalam hidupmu!" ancam Naruto. Sasuke terbelalak seketika. Ia tak menyangka, Naruto, 'mantan' sahabatnya, kini berani mengancamnya. Naruto pun pergi meninggalkan Sasuke yang masih kaget dengan ancamannya tadi.


"Hei, Sakura-chan..." ujar Naruto.

"Ada apa?" tanya Sakura.

"Ayo kita pergi!" ajak Naruto pada kedua, maksudku Sakura dan Sasuke.

"Wuih! Kerennn!" kagum Sakura. Memang ia sering datang ke festival, namun festival kali ini lebih menakjubkan bagi Sakura. Sasuke yang sedari tadi diam saja hanya menggeleng-gelengkan kepala tanda pusing.

"Eh, Sakura! Naik itu, yuk!" ajak Naruto seraya menunjuk ke arah komedi putar yang sedang berputar.

"Oh, ok!" Sakura dan Naruto pun berlari ke arah komedi putar. Sejenak, Sakura melihat ke arah Sasuke, namun ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah komedi putar.

"Eh, bentar. Sasuke!" teriak Naruto memanggil Sasuke.

"Kau ini berisik sekali, dobe," omel Sasuke.

"Disini kan, berisik... Jadi harus keras-keras memanggilnya..." gerutu Naruto kesal. Naruto pun mendekat ke telinga Sasuke.

"Anggaplah... Malam ini adalah malam terakhir kau bersama Sakura... Jadi, jangan ganggu Sakura..." bisik Naruto dengan nada mengancam.

"Tch!" Sasuke hanya mendecih kesal. Namun, di dalam hatinya, ada sesuatu yang mengganjal.

Sesuatu yang membuatnya semakin tak ingin berpisah dengan Sakura.


"Hoi!"

"Hoi, teme!" teriak Naruto di telinga Sasuke. Sasuke terkejut lalu segera menjitak kepala Naruto dengan keras.

"Oi, Naru.. To..." suara Sakura melemah setelah melihat Naruto bersama Sasuke.

"Oh, Sakura-chan. Ayo kita naik kome-"

"Sudah... Aku mau pulang..." ujar Sakura seraya menahan air matanya. Ia pun berlari meninggalkan Sasuke dan Naruto yang sedang menatap punggung Sakura dengan bingung. Sejenak Sasuke berpikir.

Apakah ia yang menyebabkan Sakura jadi pergi?

Mereka berdua pun segera mengikuti Sakura.


"Hiks...Hiks..." Sakura menangis di sebuah taman yang di pusatnya, terdapat sebuah danau buatan.

Di dalam hatinya ia bertanya.

Mengapa ia menangis?

Mengapa ia membiarkan air matanya jatuh begitu saja di hadapan orang yang telah ia tunggu selama ini?

Tiba-tiba, Sakura terbatuk. Dari mulutnya, keluarlah cairan merah. Setelah itu, Sakura pun terkulai pingsan di pinggir danau buatan tersebut.


"Sakura-chan~!" teriak Naruto memanggil Sakura.

"Sakura!" teriak Sasuke. Mereka sibuk mencari Sakura yang berlari meninggalkan mereka di festival. Mereka pun sampai di danau buatan di tengah taman. Mereka melihat sosok seorang gadis yang terkulai lemas dengan mulut berlumur darah di pinggir danau.

"SAKURAAAA!"

~ToBeContinued~

.

.

Minna! :D makasih udah mau review fic saya. Saya sangat menghargai semua kritik, saran, dan flame kalian dalam bentuk apa pun. Baiklah, balas review dulu...

4ntk4-ch4n: Ini udah update... Thx 4 reading and reviewnya, ya... RnR lagi, ya...

Blue sakuchan: Hmmm... Yang pasti yang bunuh keluarga Sakura itu, RAHASIA! Jadi, baca terus ya... biar tahu... Sakura tinggalnya di kos-kosan yang sama seperti Naruto, Ino, dan Tenten. RnR lagi, ya...

.

.

Ok, trims buat reviewnya... akhir kata,

R

E

V

I

E

W

Please...