PART ~9~

Siwon POV

Aku sedang berlari di treadmill saat telepon darinya masuk, senyumku langsung mengembang. Aku menghentikan kegiatanku lalu meraih handuk kecil yang tadinya ku sampirkan di sandaran kursi.

"Halo" Sapaku.

"Kau sibuk hari ini?" tanyanya tanpa basa-basi.

"Hmmmm, ada syuting dan show seharian! Ada apa?" jawabku. Aku jadi penasaran apa yang dia inginkan.

"Oooh" Dia menggumam panjang. "Tidak usah kalau begitu. Kau pasti sibuk sekali!"

"Hei, kau belum bilang apa yang kau inginkan, jadi aku tidak tahu apakah aku bisa atau tidak! Ayolah, ada apa?" Kataku dengan tidak sabar. Dia tertawa kecil yang membuatku agak kesal karena dia berhasil memancing rasa penasaranku.

"Aku ingin berbelanja hari ini—" ujarnya pelan.

"Kau mau mengajakku berbelanja?" Seruku cepat. Dia akan mengajakku berbelanja? Aku menyesal kenapa aku harus punya segudang kegiatan hari ini? Dia mendecakkan lidah.

"Ck, aku belum menyelesaikan perkataanku tapi kau sudah memotongnya!"

"Baiklah, baiklah. Jangan marah! Jadi ada apa?" Aku membuka tutup air mineral yang kuletakkan di atas meja lalu menenggak isinya hingga setengah, beberapa butir tetesan air membasahi baju yang kukenakan.

Dia menghela nafas. "Aku akan berbelanja sendiri hari ini—" Dia sengaja menekankan kata 'berbelanja sendiri' yang membuatku tertawa. "dan akan memasak masakan Indonesia. Kau mau mencicipinya?" Lanjutnya. Otakku dengan cepat memperhitungkan waktu kosong yang kumiliki, sesedikit apapun itu. Hari ini aku ada pemotretan, kemudian dilanjut syuting dan show pada malam hari. Tapi aku punya sedikit waktu senggang saat jam makan siang, lagipula lokasi syutingku tak begitu jauh dari tempat tinggalnya. Mendengar aku tidak berkata-kata dia menambahkan. "Aku tahu kau pasti tidak bisa. Aku tak memaksa!"

"Aku bisa. Aku ada waktu kosong saat jam makan siang. Jadi, siapa saja yang akan kau undang?"

"Hanya kita berdua kalau kau tak keberatan. Tapi kau bisa mengundang temanmu kalau kau mau!" Bagaimana mungkin dia menanyakan hal itu? Aku pasti tidak akan merasa keberatan, aku malah senang sekali dia menyiapkan makan siang HANYA untuk kami berdua. Dan mengajak teman-teman yang lain? Oh, maaf. Dalam hal ini aku tak ingin berbagi.

"Baiklah. Sampai jumpa di rumahmu siang nanti. Itu pasti jadi lunch yang menyenangkan!" Kataku lalu mematikan ponsel.

Ghassany POV

Tiga minggu di Seoul membuat perutku mulai sulit diajak berkompromi, aku kangen sekali masakan Indonesia. Jadi aku memutuskan untuk berbelanja siang ini, sekalian aku ingin mengundang Siwon untuk makan siang bersamaku. Aku ingat dia pernah berkata ingin mencicipi kuliner Indonesia tapi tidak sempat. Maka kali ini aku mengajaknya.

Awalnya aku pikir dia akan menolak ajakanku. Aku tahu dia sangat sibuk tapi dia tetap menyanggupinya. Untungnya Auntie Mira sudah memberitahuku letak toko yang khusus menjual bumbu masakan Indonesia. Aku sangat tertolong mengingat agak sulit menemukan bahan makanan seperti itu di sini.

Siwon datang tepat setelah aku selesai menghidang makanan. Aku memasak ayam rica-rica dan beberapa masakan lain. Sepertinya Siwon lumayan menyukainya karena dia makan dengan begitu lahap. Atau karena dia kelaparan setelah syuting seharian ini?

Dia bercerita banyak hal mengenai kegiatannya hari ini dan juga membahas masalah makanan khas korea. Dia sangat ekspresif jika sedang bercerita. Tangannya tak pernah berhenti bergerak, tapi aku menyukainya. Sangat menyukainya. Aku heran mengapa gesturenya sering menjadi bahan lelucon oleh teman-temannya. Aku ingat beberapa hari lalu saat di acara Show yang kuhadiri beberapa hari lalu, mereka selalu menertawai Siwon.

Oh Tuhan. Sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya. Dia bukan lagi hanya sekedar idola bagiku.

Ponsel Ghassany berdering saat pemiliknya sedang ke kamar mandi. Lagu sorry-sorry yang menjadi ringtone ponsel itu menarik perhatian Siwon, dia tersenyum lalu melirik ponsel itu. Seketika senyumnya memudar begitu melihat layar ponsel Ghassany. Dia tahu bahwa itu bukalah hal yang seharusnya yang dia lakukan. Tapi dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya, bukan karena sebuah nomor tidak dikenali tertera di sana, tapi karena wallpaper ponselnya.

"Tukie hyung?" Desisnya.

Berjuta pertanyaan berseliweran di kepala Siwon. Haruskan dia menanyakannya langsung? Tapi dia tidak siap mendengar kenyataan. Apakah Ghassany menyukai Leeteuk?

"Oh, ponselku berdering?" Tanya Ghassany lebih kepada dirinya sendiri begitu dia kembali dari kamar mandi, Siwon tersentak kembali menatap makanannya dengan tatapan kosong. "Siapa yang menelepon ini?" Gumam Ghassany lalu meletakkan kembali ponselnya karena orang itu sudah mematikan telepon sebelum sempat diangkat olehnya.

"Apakah kau seorang ELF?" Pertanyaan Siwon membuat Ghassany terkejut. Haruskah Siwon menanyakan itu padanya? Tidakkah Siwon mendengar ringtone ponselnya tadi? Sepertinya itu cukup memberikan jawaban bahwa dia seorang ELF.

"Ya!" Jawab Ghassany singkat lalu meneguk minumannya.

Siwon menghela nafas panjang. "Hmm, aku tidak pernah menanyakan pada siapa pun dan mempermasalahkan ini sebelumnya, tapi kali ini aku agak penasaran!" Siwon berkata sambil menyentuh tengkuknya dengan tidak nyaman. Mata Ghassany menyipit menunggu lanjutan perkataan Siwon.

"Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?" Tanya Ghassany tidak sabar.

Siwon tertawa kikuk. "Siapa idolamu di Super Junior? Maksudku siapa yang kau sukai? Aku tidak—akh, sudah lupakan saja apa yang aku katakan!" Ghassany mengulum senyumnya lalu menatap Siwon langsung di mata.

"Aku sudah pernah bertemu dengannya!"

Hening.

"Tukie hyung?" Tanya Siwon kemudian. Tapi belum sempat Ghassany menjawab ponselnya kembali berdering. Dia segera menjawabnya.

"Oppa? Oh, tidak. Aku sedang di rumahku dengan Siwon-ssi. Benarkah? Aku tidak menyadarinya. Tentu. Kau bisa ke sini. Aku akan mengirimimu alamatku segera! Terima kasih. Ya. Sampai jumpa!" Ghassany menutup telepon.

"Tukie hyung?" Siwon mengulang pertanyaannya lagi. Tapi Ghassany salah mengerti, dia menganggap bahwa Siwon sedang menebak siapa yang menelponnya tadi.

"Ya. Dia"

Siwon terdiam, dia tidak berkata apa-apa lagi. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Ghassany menyukai Leeteuk. Sepertinya itu benar. Ghassany menjadikan foto Leeteuk sebagai wallpaper ponselnya, Ghassany sudah pernah bertemu dengan Leeteuk dan dia cuma tersenyum malu jika Leeteuk menggodanya, dan tadi saat Leeteuk menelponnya senyumnya sangat cerah. Jadi tidak sulit menyimpulkan itu. Oh Tuhan, rivalnya adalah hyungnya sendiri? Harus bagaimana dia sekarang?

"Dia akan datang!" Suara Ghassany memecah lamunan Siwon.

"Siapa?"

"Leeteuk Oppa. Dia akan segera datang!"

"Kau mengajaknya?"

"Dia ingin membawakan topiku yang ternyata ketinggalan saat kita makan kemarin. Aku bahkan tidak sadar bahwa topiku hilang"

'itu karena aku sibuk memikirkan kecupanmu dikeningku' tambah Ghassany dalam hati.

Siwon hanya mengangguk-angguk. Karena jadwalnya yang memang agak padat Siwon tidak bisa berlama-lama di situ. Dia pamit pulang tepat saat Leeteuk datang. Dia tidak bisa melihat Leeteuk dan Ghassany bersama.

Anggota super junior baru saja turun dari panggung saat manajer mereka memanggil Leeteuk dan Siwon ke ruangan yang kosong. Leeteuk dan Siwon saling berpandangan heran. Leeteuk menggerakkan bahu tanda dia tidak tahu apa-apa.

Manajer mereka meletakkan sebuah amplop berwarna coklat di depan kedua cowok itu. Leeteuk yang pertama mengambil amplop itu dan membukanya. Sebuah artikel yang sepertinya diambil dari internet. Siwon melongo begitu membaca judulnya.

'SIWON SUPER JUNIOR DAN KEKASIH RAHASIANYA?'

"Apa ini?" Siwon langsung merebut artikel itu dari tangan Leeteuk dan membacanya lebih detail.

"Harusnya aku yang bertanya apa ini?" Kata manajer mereka. Leeteuk merogoh amplop itu lagi dan menemukan beberapa foto. Siwon dan seorang gadis yang dia yakin itu adalah Ghassany yang sedang duduk bersebelahan di bangku taman. Siwon merebahkan kepalanya di bahu gadis itu, dan ada banyak foto lain.

"Bukankah ini Chae Rin?" Seru Leeteuk. Chae Rin yang dimaksud di sini adalah Ghassany. "Foto ini diambil di hari yang sama saat kita bertemu di restoran dulu kan?" Tanya Leeteuk kali ini pada Siwon. Siwon hanya mengangguk.

"Artikel ini sudah beredar di Internet. Siapapun gadis ini, kau bisa saja membahayakannya. Penggemar-penggemarmu kadang berlebihan." Siwon menghempaskan kertas itu ke meja dan memijat pelan keningnya. "Kau harus siap dengan wartawan yang selalu ingin tahu!" Kata manajer sebelum meninggalkan mereka berdua di ruangan itu.

"Bagaimana ini, hyung?" Tanya Siwon.

"Kita akan segera menyelesaikan ini. Lebih baik kau hubungi Chae Rin dulu!"

Sedangkan di tempat lain, Ghassany keheranan melihat ratusan mention yang tiba-tiba masuk ke twitternya—dalam berbagai ragam bahasa. Sejak kapan dia menjadi sangat terkenal di twitter? Dia terheran-heran membaca semua mention itu yang mengatakan bahwa Ghassany merebut Siwon dari mereka. Tidak sedikit yang mengata-ngatai Ghassany. Tiba-tiba telepon dari Siwon masuk.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Siwon langsung.

"Entahlah. Aku tidak yakin. Ada apa ini? Kenapa para fansmu mengirimiku ribuan mention?"

"Astaga. Mereka mengetahui twittermu?" Siwon berseru kaget. Di belakangnya terdengar Leeteuk menanyakan beberapa pertanyaan. "Apa yang mereka katakan?"

"Ada beberapa yang aku tidak mengerti karena mereka menggunakan bahasa asing. Tapi beberapa diantara mereka mengatakan bahwa aku merebutmu, dan mereka tidak sudi. Ada apa ini?"

"Ada orang yang mengambil foto kita saat kita berada di Cheonggyecheon Stream Park beberapa hari lalu dan menyebarkannya di Internet. Maaf membuatmu tidak nyaman tapi aku akan menyelesaikannya segera. Mereka tidak mengerti apa-apa."

Keeseokan harinya, foto-foto Ghassany dan Siwon menjadi headline di hampir semua majalah dan acara TV. Ghassany sudah diwanti-wanti agar tidak kemana-mana dulu oleh Leeteuk dan Siwon. Sebagai leader, Leeteuk merasa perlu membantu dalam menyelesaikan masalah ini, apalagi ini menyangkut salah satu anggotanya.

To Be Continue..