Part 10
Ghassany mengecek kalender, sebentar lagi cutinya akan berakhir dan rutinitas penerbangan harus kembali dijalaninya. Itu artinya dia harus segera kembali ke Indonesia. Dia sudah cukup bersenang-senang di Seoul, bahkan lebih dari cukup. Ghassany menghempaskan pelan tubuhnya di atas sofa di samping bibinya yang sedang bersantai di hari minggu yang cerah sambil menonton TV.
"Auntie, aku mesti balik ke Jakarta lagi!" Desahnya pelan, terasa berat untuk mengatakan bahwa dia harus meninggalkan Seoul.
"Wah, cuti kamu sudah habis yah. Rasanya sebentar sekali!"
"Hmm, dan rasanya berat buat ninggalin Seoul. Keenakan tinggal sama Autie!"
"Berat ninggalin Autie atau orang lain nih?" Ghassany tersenyum kikuk mendengar candaan bibinya.
"Akh, berat ninggalin Auntie, juga dia."
"Jadi, kapan rencananya kamu mau kembali ke Indonesia? Biar Auntie bisa pesan tiket dari sekarang!"
"Hmm, Kamis. Masuk kerjanya sih mulai hari Senin tapi biar bisa istirahat dulu beberapa hari, takutnya nanti jetlag."
"Berarti 4 hari lagi, besok aku pesankan tiketnya. Siwon sudah tahu kalau kamu mau akan segera kembali?" Ghassany hanya menggeleng menanggapi pertanyaan bibinya. Dia belum memberitahu Siwon dan itu yang sedang dipikirkannya sekarang.
Beberapa hari lagi Siwon akan sibuk dengan jadwalnya dan dia juga akan ke Taiwan untuk promo album terbarunya. Bisa dipastikan tidak ada waktu untuk bertemu, dan lagi sejak berita mengenai foto-foto mereka beredar, Ghassany tak bisa bergerak dengan bebas lagi.
Siwon dan Leeteuk sudah mewanti-wanti agar Ghassany tidak keluar rumah dulu sampai masalah itu berakhir, padahal Ghasaany sudah bosan setengah mati terus mengurung diri di dalam rumah, dia juga butuh udara luar. Tapi dia juga tidak mau merepotkan kedua orang itu terlalu banyak. Tidak ada orang yang ingin dililit skandal terlalu lama, tidak juga dirinya. Apa enaknya menjadi terkenal dalam semalam dan mendapat sorotan dari hampir dari semua orang. Ghassany sampai menutup akun Twitternya agar fans-fans itu berhenti memberondongnya dengan mention yang tidak masuk akal. Padahal antara dia dan Siwon kan tidak ada hubungan apa-apa (memikirkan ini Ghassany malah jadi sedih) jadi para penggemar itu harusnya tak perlu khawatir dan berbuat terlalu jauh seperti itu. Mereka hanya malah merepotkan idola mereka dengan melakukan klarifikasi kemana-mana. Memangnya idola mereka tidak cukup sibuk? Ghassany malah jadi kesal sendiri.
"Masalah foto itu masih belum selesai yah?" Tanya Auntie Mira yang membuat Ghassany tertarik keluar dari labirinnya sendiri.
"Hmm, mereka nggak mau ngerti kalau sebenarnya kami itu benar-benar nggak ada hubungan apa-apa?"
"Kalian memang nggak ada hubungan apa-apa?" Tanya Auntie Mira penuh selidik.
"Auntie apa-apaan sih, kami bener-bener nggak ada apa-apa kok!" Ghassany mengutuk dirinya sendiri mengapa pipinya gampang sekali merona hanya karena pertanyaan-pertanyaan macam itu.
"Tapi kok sampai saling sandar begitu. Siapa yang akan percaya kalau kalian memang tidak ada hubungan apa-apa. Kalian terlihat sangat mesra!"
"Jadi, Autie nggak percaya sama aku gitu?"
"Auntie percaya, tapi belum tentu orang lain dengan mudah percaya, mereka tidak mengenal kamu dan kamu juga tidak pernah bercerita kepada mereka seperti bercerita kepada Auntie. Jadi kenapa tidak telepon Siwon saja?"
"Untuk apa?"
"Untuk menelponnya dan mengajaknya bertemu, paling tidak beritahukan bahwa kamu akan pulang ke Indonesia."
"Gomawo Auntie." Kata Ghassany sambil memeluk bibinya dan mengecup kedua pipinya. Dia segera masuk ke kamarnya dan menghubungi Siwon.
Dan meski ini adalah hari minggu, saat dimana seharusnya orang-orang beristirahat dari rutinitasnya. Tapi Siwon tetap saja sibuk dengan kegiatannya, hari ini ada pemotretan koleksi terbaru SPAO , dan seperti biasa dia dipasangkan dengan Yoona.
"Annyeong Oppa!" Sapa Yoona dengan muka lesu, wajahnya tampak pucat dan itu tidak luput dari perhatian Siwon.
"Kamu sakit?"
"Gwaencanayo. Mungkin hanya sedikit kelelahan saja!"
Percakapan itu terpotong oleh telepon Ghassany yang masuk di ponsel Siwon. Dia segera keluar ruangan agar bisa berbicara dengan leluasa karena tempatnya sekarang lumayan berisik.
"Apa kau sibuk hari ini?" Kata Ghassany begitu telepon diangkat.
"Aku akan pemotretan sebentar lagi. Ada apa?"
"Kapan kau ada waktu? Aku ingin bertemu denganmu?"
"Besok jadwalku padat, dan lusa aku akan ke Taiwan. Kau mau bertemu setelah aku kembali dari Taiwan?"
"Itu terlalu lama. Aku ingin bertemu denganmu secepatnya!"
"Ada apa sebenarnya? Sepertinya itu mendesak!"
"Aku hanya ingin bertemu denganmu dan memberitahukan sesuatu."
"Apa tak bisa lewat telepon saja? Tapi, memang sebaiknya kita bertemu langsung saja. Aku juga sangat ingin bertemu denganmu. Aku bisa menemuimu malam ini. Apa kau tidak apa-apa keluar rumah?"
"Tidak apa-apa, mereka tidak akan mengenaliku. Bagaimana kalau kita bertemu pukul 7.00 di Namsam Tower saja?"
"Baiklah. Aku pasti datang! Sepertinya aku harus menutup telepon. Sampai jumpa lagi nanti."
"Ya. Aku akan menunggumu Selamat bekerja!"
Siwon akan segera berbalik menuju ruangan pemotretan saat Yoona berjalan mendekatinya.
"Apakah dia pacarmu, Oppa?" Tanyanya.
"Mwo? Siapa maksudmu?" Siwon balas bertanya.
"Gadis yang berbicara denganmu tadi, gadis yang di foto bersamamu, dan gadis yang datang bersamamu saat Show dulu. Mereka orang yang sama kan? Apakah dia pacarmu?" Siwon tidak berkata apa-apa, tapi senyum tipis tersungging di bibirnya saat dia mengangkat bahu. Kesimpulan sudah ditarik oleh Yoona, dia tak perlu mendengar penyataan Siwon.
"Oppa, aku menyukaimu!" Ujar Yoona tiba-tiba. Siwon lumayan terkejut mendengarnya langsung dari Yoona meski Leeteuk pernah memperkirakan itu sebelumnya. "Aku menyukaimu, Oppa. Kenapa kau tidak menjawab? Saranghae!"
"Yoona.." Siwon berkata pelan. "Kau seperti—"
"Kau ingin bilang aku ini seperti adikmu? Berhenti mengatakan Itu! Aku tak ingin mendengarnya. Aku iri pada gadis itu, Kapan kau bisa menganggapku sepertinya?" Air mata menggenang di pelupuk mata Yoona. Bibirnya semakin memucat.
"Mianhae"
"Kau mengenalku sudah sangat lama tapi kau tak pernah melirikku sekalipun. Aku menyukaimu sejak lama tapi kau selalu mengacuhkanku. Aku selalu bersabar menunggumu. Kau menyakitiku. Dan sekarang kau hanya bisa bilang maaf?"
Siwon menatap Yoona, meneliti apa yang salah pada wajah gadis ini sejak tadi. "Kau pucat sekali. Sepertinya kau sakit. Ayo, kita masuk dulu." Siwon bergerak menyentuh pundak Yoona, tapi Yoona menepis.
"Ya, aku sakit hati karenamu, Oppa. Berhenti berpura-pura baik padaku! Aku tidak butuh!" Sergah Yoona lalu berbalik meninggalkan Siwon. Tapi baru beberapa meter Yoona melangkah, dia terjatuh ke lantai, mengerang kesakitan memegangi perutnya.
"Yoonaa!" Teriak Siwon. Yoona tak menjawab karena kesadarannya sudah hilang.
To be continue
