Regretful

Ooc, Gs, Typo(s), tidak sesuai EYD dll.

Main Cast : KaiSoo (Kim Jongin dan Do Kyungsoo aka Kai dan D.O)

Other Cast : Sehun, Luhan, Junmyeon, Chanyeol dan Baekhyun

Rated: T but actually it's M (not for bed scene but for mature conflict)

This is Kaisoo's Story

Chapter 2

.

I Found You

.

Manusia memang membutuhkan rasa kehilangan sebelum dia sadar apa itu penyesalan

.

Saat pagi tiba, bukan Kyungsoo yang membangunkannya tapi sebuah alarm yang sudah dia siapkan semalam karena dia tau mungkin Kyungsoo tidak akan berani menemuinya untuk sementara waktu, dan jujur saja dia juga belum siap untuk bertemu kembali dengan sang istri setelah pertengkaran hebat kemarin. Jongin mempersiapkan semua keperluannya sendiri. Setelah semua selesai, dia turun dan menengok ke arah kamar tamu yang masih tertutup rapat. Tanpa membuang waktu, pria itu langsung pergi meninggalkan rumah.

Saat sampai di kantor, dia disambut dengan senyuman manis dari sekertarisnya tercinta, Baekhyun. Pria itu membalasnya dan mereka terlibat sebuah percakapan kecil yang berakhir dengan Jongin masuk ke dalam ruangannya dengan berkas yang diberikan Baekhyun.

Saat duduk di kursinya, entah kenapa semua perkataan Kyungsoo semalam tiba – tiba saja terlintas dalam benaknya dan Jongin merasa bersalah saat dia ingat bagaimana Kyungsoo meneteskan air mata semalam. Sepanjang dia berada disamping Kyungsoo, dia tidak pernah membuat wanita itu menangis sekalipun, pengecualian saat dia melamar wanita itu di café milik Luhan. Tapi Jongin sadar kalau dia harus bersikap profesional, jadi dia memutuskan untuk melupakan semuanya untuk sementara.

Hari berlalu begitu cepat, setelah makan malam bersama Baekhyun, karena wanita itu mengatakan kalau Chanyeol ada di luar kota jadi dia tidak bisa menjemputnya dan Jongin memanfaatkan itu untuk mengajak Baekhyun makan malam di sebuah restoran terkenal di pusat kota. Pikirannya tentang Kyungsoo sudah terlupakan begitu saja saat dia menginjakan kaki ke dalam mobil bersama Baekhyun.

Saat Jongin kembali ke rumah, tidak ada yang berbeda dari rumah, lampu yang menyala semua benda yang tertara rapi hanya saja tidak ada Kyungsoo yang menyambutnya dan tidak ada lagi aroma masakah yang selalu dirindukannya.

Jongin berjalan menuju kamar tamu, karena dia tau kalau Kyungsoo pasti ada di sana. Tapi saat berada di hadapan pintu, Jongin malah terdiam dan hanya berdiri seperti patung, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya.

Beberapa jam kemudian Jongin turun, dia merasa ini saatnya untuk berbicara dengan Kyungsoo tentang semua masalah ini. Dia berdiri di hadapan kamar tamu dan mengetuk pintu itu beberapa kali.

"Kyungsoo, kita perlu bicara." Ucapnya mencoba untuk tetap menjaga suaranya. "Kyungsoo, kau dengar bukan? Jika kau terus bersikap seperti ini, kita tidak akan pernah menyelesaikannya." Lanjut Jongin sambil kembali mengetuk pintu, tapi masih tidak ada sahutan dari sang istri, sampai pada akhirnya Jongin memutuskan untuk memutar knop pintu.

"Kyungsoo..."

Tapi dia tidak menemukan siapapun disana, bahkan tidak ada tanda – tanda kalau Kyungsoo sedang berada di kamar itu. Jongin mengerutkan dahi dan memastikan bahwa Kyungsoo memang tidak ada di sana. Pria itu mulai mencari ke seluruh penjuru rumah tapi dia tidak bisa menemukan Kyungsoo di mana pun.

Jongin mengecek semua barang Kyungsoo dan tidak ada satu pun yang berubah, ponselnya masih ada di atas nakas, semua peralatannya masih tersimpan rapih di meja, semua bajunya masih menggantung di dalam lemari. Jongin memutuskan untuk menunggu Kyungsoo di ruang tamu, barang kali wanita itu pergi ke luar untuk menemui temannya dan bercerita seperti apa yang wanita – wanita di luar sana lalukan jika mereka mendapat masalah.

Tapi saat waktu menunjukan tengah malam, dia masih tidak melihat Kyungsoo datang dan melihat dirinya dengan mata bulat yang lucu, dan sialnya Jongin mulai rindu dengan kedua mata itu. Setelah menunggu cukup lama, Jongin memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur, karena dia tau besok dia harus pergi ke kantor. Sebelum tidur dia berharap, besok Kyungsoo ada di bawah sana dan berbicara padanya mengenai semua masalah ini.

Namun saat pagi datang Jongin masih tidak bisa melihat Kyungsoo di rumah, tapi karena dia tidak ingin terlambat, Jongin akhrinya memutuskan untuk pergi ke kantor dan memikirkan masalah ini nanti. Tidak seperti biasanya, dia tidak bisa melihat Baekhyun pagi itu, Jongin mengira mungkin asistennya terlambat karena hari ini jalanan memang cukup macet karena sudah memasuki hari libur panjang.

Saat jam makan siang, Jongin hendak keluar mengajak Baekhyun untuk makan seperti hari – hari biasa tapi tiba – tiba saja wanita itu masuk dengan wajah yang sedikit pucat. Jongin bertanya ada apa dengan wajahnya tapi Baekhyun menjawab kalau dia baik – baik saja.

"Aku ingin kau tau sesuatu." Ujar Baekhyun saat dia duduk di hadapan Jongin. "Aku tau kau menyukaiku dan begitu juga sebaliknya." Lanjut Baekhyun membuat Jongin tersenyum. Tapi kemudian wanita itu menegakan tubuh dan menatap lurus ke mata Jongin.

"Tapi maaf, aku sadar kalau seharusnya kita tidak melakukan ini Jongin. Kau tau aku sudah memiliki Chanyeol, dan dia adalah sahabat dekatmu. Lalu kau, kau sudah memiliki seorang istri. Aku tau seharusnya aku menghentikan ini dari dulu, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak-"

"Baek dengar, jika kau mencintaiku lalu kenapa?" Sela Jongin.

"Jongin. Aku memang mencintaimu, tapi Chanyeol… aku sadar kalau aku lebih mencintainya. Kau tau, perasaanku terhadapmu berbeda dengan perasaanku pada Chanyeol. Aku mohon Jongin, berhentilah sebelum kita melukai banyak orang." Mohon Baekhyun dengan mata yang mulai berkaca – kaca.

"Tapi aku sudah terlanjur menyakiti Kyungsoo." Bisik Jongin

Dan tanpa diduga - duga, Chanyeol masuk kedalam membuat kedua orang yang ada di sana terbelalak kaget. Baekhyun bangkit, membuat yang kekasih langsung menatap ke arahnya.

"Chanyeol…" Ujar Baekhyun tapi pria itu tak mengindahkannya, dia berjalan ke hadapan Jongin dan bersiap untuk memukul pria itu tapi kemudian tangannya berhenti beberapa senti dari wajah Jongin.

"Kalau saja kau bukan sahabatku, kalau saja kau bukan istri Kyungsoo. Aku bersumpah aku akan memukulmu habis – habisan, Kim Jongin." Desis Chanyeol sambil menjatuhkan tangannya.

"Chanyeol dengar…"

"Aku sudah mendengar semuanya dari Luhan." Sela Chanyeol sebelum Jongin menyelesaikan kalimatnya. "Aku sudah mendengar tentang hubungan gelap kalian berdua dan pertengkaran kau dan Kyungsoo." Lanjutnya dengan geram, tangan Chanyeol mengelap di kedua sisi tubuhnya.

"Dengar Chanyeol. Aku tau, aku berengsek dan kau seharusnya tadi menghajarku sekalian, karena aku rasa aku pantas menerimanya. Kau tau, baru saja Baekhyun mengatakan kalau dia ingin mengakhiri hubungan ini. Dia mengatakan kalau dia memilihmu."

Chanyeol menatap Baekhyun yang hanya menunduk sambil mengigit bibir. Pria itu mendengus dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Jongin.

"Lalu? Kau berpikir jika kau mengatakan hal itu, aku akan memaafkanmu?" dengus Chanyeol. Jongin menggeleng pelan, terlihat sekali kalau pria itu sudah lelah dengan semuanya.

"Tidak, aku tau kau tidak akan pernah memaafkanku dengan kejadiaan ini, tapi setidaknya kau tau yang sebenarnya. Kau tau kalau Baekhyun mencintaimu dan aku harap kau tidak melukainya." Chanyeol berdecih sambil memutarkan bola matanya.

"Demi Tuhan Kim Jongin! Aku bukan pria seperti dirimu yang akan menyakiti wanita yang aku cintai. Mungkin aku marah pada Baekhyun tapi aku tidak akan melepaskannya seperti apa yang kau lakukan, bodoh."

Chanyeol berjalan ke arah Baekhyun dan menarik wanita itu untuk pergi menjauh dari meja kerja Jongin. Tapi sebelum mereka keluar, Chanyeol berbalik dan menatap Jongin yang masih berdiri di tempatnya.

"Aku akan berpura – pura seakan tidak terjadi apapun di antara kalian berdua, dan aku bersumpah pada Kyungsoo untuk tetap merahasian hubungan bodoh ini dari siapapun. Aku akan keluar dari ruangan ini dengan sebuah senyuman yang akan membodohi semua orang, tapi kau harus ingat aku tidak melakukannya untukmu Jongin, aku melakukannya untuk Baekhyun dan Kyungsoo."

Chanyeol dan Baekhyun pun pergi meninggalkan Jongin sendirian di ruang kerjanya. Dan saat itulah Jongin sadar kalau dia baru saja kehilangan kepercayaan dari sahabat terbaiknya.

.

Jongin tidak berbohong soal dia bosan dengan Kyungsoo, karena itu memang benar adanya. Saat Kyungsoo menghilang Jongin tidak mencoba untuk mencari kemana perginya wanita itu, karena sesuatu dalam dirinya berkata kalau memang inilah yang terbaik.

Untuk minggu – minggu pertama, semua kembali seperti semula, Baekhyun masih tetap bekerja walau tidak ada lagi sebuah senyuman dan obrolan manis di antara mereka. Kali ini Chanyeol yang selalu mengajak Baekhyun makan setiap siang dan mengantar wantia itu saat datang dan menjemputnya saat pulang, tapi Chanyeol tidak lagi seperti dulu, dia bahkan tidak menatap Jongin saat pria itu berdiri hanya beberapa meter di hadapannya, Chanyeol berpura – pura seolah Jongin tidak pernah ada di dunia ini dan Jongin merasa kalau dia memang pantas mendapatkan perlakukan seperti ini.

Di sisi lain, Jongin harus mengurus semua kebutuhannya sendiri, sekarang dia benar – benar harus mengurus hidupnya sendiri. Tidak ada lagi makanan yang tersedia di meja, tidak ada lagi yang menyiapkan baju untuknya, tidak ada lagi yang membereskan semua peralatan kantornya, dan perlahan Jongin merasakan kalau dia tidak seperti tinggal di rumahnya sendiri. Saat itu dia sadar kalau dia merindukan Kyungsoo.

.

.

Manusia memang membutuhkan rasa kehilangan sebelum dia sadar apa itu penyesalan. Hal itu terjadi pada Jongin, mungkin dulu dia bosan dengan semua yang dilakukannya bersama Kyungsoo, dia juga bosan dengan suara Kyungsoo yang setiap malam menjadi pengantar tidurnya, dia juga bosan dengan tariannya bersama Kyungsoo setiap pagi, dia juga bosan dengan rasa masakan Kyungsoo. Tapi sekarang dia sadar kalau semua itu yang membuat istrinya menjadi Kyungsoo, Kyungsoo yang selalu ada untuknya, Kyungsoo yang selalu memasak untuknya, Kyungsoo yang selalu berdendang untuknya dan Kyungsoo yang selalu mencintainya. Dan Jongin baru tau apa itu penyesalan.

Setelah berminggu – minggu dia akhrinya memutuskan untuk kembali menemukan Kyungsoo, tapi dia sadar kalau ponsel wanita itu bahkan masih tergeletak manis di nakas dan hal yang pertama kali terbesit di benaknya adalah Luhan. Chanyeol mengatakan kalau dia mendengar pertengkarannya dengan Kyungsoo dari Luhan, dan sepertinya wanita itu juga tau keberadaan istrinya sekarang.

Akhirnya Jongin mampir ke café milik Luhan. Wanita itu terlihat sedang melayani seorang pelanggan dan Sehun-yang sekarang sudah menjadi suaminya sedang beridiri di depan kasir. Saat sadar Jongin ada di sana, Luhan langsung mendengus dan pergi kebelakang, sedangkan Sehun menatap istrinya dengan heran sebelum akhrinya dia sadar kalau Jongin ada di sana. Sehun melabaikan tangannya pelan pada Jongin dan menyuruh salah seorang pekerja untuk menggantikannya, sementara dia memanggil Luhan.

Akhirnya mereka duduk tepat di meja yang dulu di gunkan Jongin untuk melamar Kyungsoo. Sehun dan Luhan duduk bersebelehan sedangkan Jongin duduk dihadapan mereka. Luhan yang memulai percakapan.

"Aku tau cepat lambat kau akan datang kesini…"

"Dengar," sela Jongin. "Aku minta maaf untuk semua kelakukanku yang memuakan, aku hanya ingin tau keberadaan Kyungsoo." Lanjutnya, tapi Luhan hanya mendengus sebagai jawaban.

"Simpan maaf mu Jongin. Aku tidak akan pernah membutuhkannya, aku tidak perduli apapun yang akan kau katakan. Jujur saja setelah mendengar cerita Kyungsoo, aku benar – benar muak padamu." Cetus Luhan, dia tidak berusaha menyembunyikan emosi dalam suaranya.

"OH TUHAN!" erang Luhan sambil memangku tangan. "Kenapa harus Baekhyun? Kau bodoh atau apa? Jelas – jelas wanita itu kekasih sahabatmu." Lanjutnya sambil berdiri membuat beberapa orang menatap mereka. Untunglah Sehun berada di sana, pria itu mencoba untuk menenangkan Luhan dan membuat wanita itu kembali duduk di kursinya. Tapi detik berikutnya air mata Luhan menetes, dia tidak bisa menahan tangisannya, semua ucapan Kyungsoo saat itu kembali teriang. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya Kyungsoo saat itu. Sehun membawa Luhan untuk menangis di bahunya.

"Jongin, aku tidak tau apa yang ada di kepalamu. Tapi kau harus tau kalau ini akan membawa banyak sekali masalah." Ucap Sehun saat Luhan melepaskan pelukannya. Wanita itu kembali duduk tegap di kursi, membiarkan Sehun berbicara pada Jongin.

"Aku tau Hun, aku tau… maka dari itu aku di sini, aku ingin meluruskan semuanya." Ucap Jongin yang terlihat frustasi. "Aku ingin Kyungsoo kembali." Lanjut Jongin yang mirip dengan sebuah bisikan.

"Dia tidak akan pernah kembali padamu." Ujar Luhan yang sudah berhenti menangis, wanita itu bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Sehun dan Jongin di sana.

"Aku tidak tau harus berbicara apa padamu, jujur saja aku bingung. Kau, aku dan Chanyeol sudah lama bersahabat tapi apa yang kau lakukan sudah berlebihan Jongin. Kau bahkan membuat persahabatanmu berantakan." Ucap Sehun sambil menggelengkan kepala. Tak lama kemudian Luhan kembali dengan sebuah berkas di tangannya. Wanita itu melemparkan berkas itu pada Jongin.

Saat sadar apa isi dari berkas itu Jongin tersentak. Dia menatap Luhan yang hanya memasang wajah datang dan Sehun yang terlihat prihatin. Itu adalah surat perceraian dan tanda tangan Kyungsoo sudah terbubuh di sana.

"Ini yang kau inginkan bukan? Kyungsoo sudah membuatmu lebih mudah. Kau hanya perlu menandatanganinya dan bertemu dengan pengacara Kyungsoo. Di sana ada sebuah kartu nama dan kau bisa menghubungi pengacara itu dan menyelesaikannya sendiri."

Jongin tidak tau harus berkata apa, bukan ini yang dia inginkan. Jongin bahkan tidak bisa percaya kalau Kyungsoo yang mengajukan surat perceraian ini, apakah kelakukannya sudah melebihi batas? Apakah wanita itu sudah benar – benar membencinya?

"Luhan, bukan ini yang aku inginkan. Aku menyesal dengan semua perbuatanku dan aku merindukan Kyung-"

"Tapi kau mengatakan kalau kau bosan dengannya?" Sela Luhan masih dengan suara cukup tinggi. "Jongin, aku benar – benar muak dengan apa yang kau lakukan. Kita semua di sini tau kalau Kyungsoo tidak memiliki siapapun di dunia ini, dia sebatang kara! JONGIN! Sadarlah! Dan sekarang kau datang kemari mengatakan semua omong kosong ini dan menginginkan Kyungsoo kembali? Tidak cukupkan kau menyakitinya?" Luhan hampir menjerit kalau saja Sehun tidak menggengam tangannya.

Jongin benar – benar bingung bagaimana cara untuk menjelaskan pada Luhan kalau dia menyesal dan dia memerlukan istrinya untuk kembali, karena Jongin sadar kalau dia tidak bisa hidup tanpa wanita itu di sisinya.

"Luhan kumohon mengertilah. Aku benar – benar menyesal." Ujar Jongin dengan wajah frustasi.

Akhirnya Luhan mulai luluh, wanita itu menatap Sehun sesaat sebelum kembali berujar.

"Aku tidak bisa memberi tau keberadaan Kyungsoo. Aku sudah berjanji padanya, yang jelas dia sudah pindah dari kota."

Sontak hal itu membuat Jongin terkejut. Kyungsoo pindah dari kota? tapi Kyungsoo tidak membawa pakaiannya sama sekali, bagaimana wanita itu bisa pergi begitu saja tanpa membawa apapun bersamanya?

Sebelum Jongin hendak menanyakan hal itu, Luhan lebih dulu menjelaskan kalau wanita itu memiliki cukup tabungan untuk dibawa, dia juga memutuskan untuk tidak membawa apapun karena dia tidak ingin masa lalunya-wanita itu tidak ingin mengingat semua hal yang pernah dia lakukan dengan Jongin. Saat mendengar hal itu, hati Jongin terluka, barulah saat itu dia sadar kalau dia memang sudah bertindak di luar batas dan dia juga sadar kalau dia baru saja kehilangan hal yang paling berharga yang pernah dia miliki, Kyungsoo.

.

..

4 Tahun kemudian

Jongin masih menjalani kehidupannya seperti biasa, dia bekerja di kantor, bertemu dengan sekertaris yang kini sudah menjadi istri dari sahabatnya Chanyeol, dia masih menganggap pria itu sebagai sahabatnya namun entahlah dengan Chanyeol, tapi dia tau kalau perlahan Chanyeol sudah memaafkannya.

Walau semuanya berjalan dengan baik tapi tidak dengan hatinya, entah kenapa semenjak dia kehilangan Kyungso bertahun – tahun yang lalu, dia merasa kalau hidupnya hampa, tidak ada lagi suara tawa yang mengisi harinya, tidak ada lagi kecupan manis yang selalu menyambut harinya dan tidak ada lagi wanita itu dalam dekapannya.

Jongin tidak bisa mendeskripsikan bagaimana rasa rindunya terhadap sang istri, setiap malam dia menatap semua foto yang terpajang di kamarnya, foto dia bersama Kyungsoo saat mereka menikah, saat mereka berbulan madu dan foto – foto mereka saat menghabiskan waktu bersama. Setiap malam juga Jongin berdoa agar suatu saat nanti dia bisa di pertemukan dengan Kyungsoo.

Beberapa kali Jongin datang ke café dan membujuk Luhan untuk mengatakan keberadaan Kyungsoo, tapi kemudian dia berakhir dengan terduduk di meja favorite Kyungsoo sambil menatap keluar jendela. Karena tau Luhan tidak akan pernah memberi tau keberadaan sang istri, akhrinya Jongin hanya bisa bertanya dan memastikan di mana pun Kyungsoo berada, dia harap kalau wanita itu baik – baik saja.

Musim semi datang dan di sambut baik oleh semua orang. Jongin meluangkan waktunya untuk pergi ke taman kota dan berjalan – jalan di sana, sudah lama sekali dia tidak pergi untuk menghirup udara segar di taman kota.

Jongin memutuskan untuk pergi saat hari libur. Sesampainya di taman kota, dia melihat banyak sekali pengunjung berdatangan, sebagian besar dari mereka adalah ibu dan anak – anak mereka yang ingin melihat bunga – bunga yang bermekaran di awal musim, tapi tak jarang juga mereka datang dengan pasangan mereka dan bergandengan mesra membuat Jongin tertawa iri, andai saja ada Kyungsoo di sini.

Pria itu memilih duduk di salah satu kursi taman yang kosong di sana, di sebelahnya ada seorang pria yang membaca koran. Jongin mendongak melihat langit cerah hari ini tapi kemudian suara tangisan seseorang membuatnya mengalihkan perhatian.

Dia menemukan seorang gadis kecil menangis di hadapannya, anak itu berusia sekitar tiga sampai empat tahun. Dia menengok pada pria di sampingnya tapi pria itu tidak merespon apapun, Jongin juga melihat ke sekeliling dan sepertinya gadis kecil itu sendiri, akhrinya Jongin bangkit dari kursi dan menghampiri gadis itu.

"Hey, hey, hey, kenapa menangis?" Tanya Jongin sambil berlutut di hadapannya. Gadis kecil itu mendongak menatap Jongin dengan mata yang berkaca – kaca.

"Aku kehilangan eomma." Jawabnya masih dengan isak tangis. Jongin mengangguk dan membawa gadis kecil itu kedalam pelukannya.

"Kita akan menemukan ibumu, sekarang berhentilah menangis." Ucap Jongin sambil menghapus air mata anak itu. "Siapa namamu?" tanya Jongin. Gadis itu menyeka air matanya dan menatap Jongin.

"Kim Sora." Jawab anak itu membuat Jongin tersenyum dia menatap ke sekeliling taman dan menemukan penjual permen yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka.

"Baiklah Sora, sebelum kita mencari ibumu kau mau permen di sana?" tanya Jongin menunjuk tempat yang di maksud. Tanpa perlu waktu yang lama, Jongin sudah mendapatkan jawabannya. Siapa anak yang bisa menolak permen?

Jongin bangit dan menggendong Sora untuk membeli sebuah permen. Gadis itu mengatakan kalau dia suka sekali dengan permen lollipop tapi sang ibu tidak akan membiarkannya memakan terlalu banyak. Jongin hanya tersenyum mendengar Sora menggerutu karena jujur saja anak itu terlihat lucu. Mereka duduk di bangku taman tempat di mana tadi Jongin duduk. Jongin menatap ke sekeliling, mencoba mencari ibu dari gadis kecil ini.

"Siapa nama ibumu?" tanya Jongin saat gadis itu tengah asik dengan lollipop miliknya. Tapi belum juga Sora membuka mulut seseorang dari sisi kanan mereka berteriak memanggil Sora. Kedua orang itu menongak.

"Eomma!" teriak Sora sambil turun dari kursi, dia mengampiri seorang wanita yang tadi di panggilnya dengan ibu itu.

Namun terkejutnya Jongin saat dia menemukan seorang wanita yang selama ini dicarinya. Kyungsoo. Tapi kemudian Sora berjalan ke arah wanita itu. Jongin mengerutkan dahi.

"Eomma mencarimu."

Eomma?

Kyungsoo membawa Sora ke dalam gendongannya. Kyungsoo mendongakkan kepala dan dia menemukan Jongin berdiri di sana. Bertahun – tahun mereka tak bertemu, membuat Kyungsoo hanya bisa membelalakan matanya.

Saat beberapa langkah lagi jaraknya dari Kyungsoo, seorang pria dengan pakaian rapi datang dari belakang bahu Kyungsoo dan memanggil wanita itu. Untuk sesaat mata mereka bertemu sebelum Kyungsoo menengok kebelakang dan menatap pria itu. Yang membuat Jongin terkejut adalah yungsoo tersenyum pada pria itu dan menyerahkan Sora agar pria itu bisa menggendongnya. Sora mengatakan sesuatu dan menunjuk padanya, tapi Jongin tidak begitu memperhatikan karena pikirannya terfokus pada Kyungsoo.

Pria itu tersenyum pada Jongin dan bergumam terima kasih, Jongin hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Dia kembali menatap Kyungsoo yang juga menatapnya. Wanita itu tidak banyak berubah hanya saja potongan rambutnya yang sedikit lebih pendek dan tubuhnya yang berisi.

Tapi kemudian pria itu kembali memanggil Kyungsoo dan berjalan menjauh. Kyungsoo menganguk dan menatap Jongin sekali sebelum dia mengikuti pria itu dari belakang. Sedangkan Jongin masih seperti orang tolol, dia hanya berdiri di sana dan menatap kepergian mereka.

Bukan apa – apa, hanya saja terlalu banyak pertanyaan di benaknya.

Apakah pria itu suami baru Kyungsoo? Apa saja yang terjadi selama empat tahun pada wanita itu? Dan siapa Sora?

Saat Jongin sadar, dia sudah kehilangan Kyungsoo lagi. Jongin kembali merasa dirinya begitu bodoh.

.

,

Minggu berikutnya Jongin kembali ke taman itu, dia berhadap bisa bertemu kembali dengan Kyungsoo dan berbicara pada wanita itu. Jongin bahkan tidak bisa tertidur karena memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika dia bertemu dengan Kyungoo, kemungkinan siapa Sora sebenarnya dan pria tempo hari bersama dirinya, apakah itu teman Kyungsoo atau….

Jongin mencoba mengenyahkan pikirkan itu dari benaknya dengan bangkir dari kasur untuk bersiap – siap.

Dia sengaja membelikan sebuah permen untuk Sora agar bisa merayu anak itu. Saat sampai di taman dia kembali duduk di kursi yang dulu ditempatinya. Matanya menatap ke sekeliling taman, mencoba mencari sosok anak kecil dengan rambut hitam itu. Tak lama kemudian dia mendengar suara tawa yang tak asing di telinganya. Dia yakin sekali itu Kyungsoo.

Jongin bangkit dari tempatnya dan mencari asal suara itu. Beberapa meter di hadapannya dia bisa melihat Kyungsoo tengah duduk di atas rerumputan dengan Sora di pangkuannya, namun satu hal yang membuat Jongin terluka adalah senyuman itu diperlihatkan untuk seorang pria yang kini duduk dihadapannya. Pria yang masih menjadi pertanyaan di benak Jongin. Tapi melihat dari keakraban mereka dan cara Kyungsoo tertawa, mungkinkah?

Jongin mencoba menjauh dan bersembungi di balik sebuah pohon, dia tak mau Kyungsoo melihatnya dan membuat semua rencananya berantakan. Dia menatap Kyungsoo beberapa kali dan menemukan wanita itu tengah duduk bersebelahan dengan pria yang kini membisikan sesuatu di telinga Kyungsoo membuat wanita itu tertawa. Jongin merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya, sesuatu yang entah kenapa terasa menyakitkan.

Dan ingatannya kembali terbayang pada saat dia menghabiskan waktu bersama Baekhyun di café, di mana Kyungsoo memergoki dirinya. Jongin baru tau bagaimana rasanya menjadi Kyungsoo, bagaimana rasanya melihat seseorang yang kita cintai bersama orang lain, tertawa dengan orang lain, dan itu tidaklah menyenangkan, sangat.

Setengah jam kemudian Sora mengatakan sesuatu pada Kyungsoo dan pria itu yang di sambut dengan anggukan oleh Kyungsoo. Sora tersenyum dan berlari ke tepian danau yang di batas oleh pagar. Ini menjadi ke sempatan Jongin untuk mendekati anak itu.

"Sora." Panggil Jongin saat pria itu berdiri beberapa meter di sampingnya. Sora menengok mencari asal suara dan dia membulatkan matanya saat menemukan Jongin berdiri di sebelah pohon. Itu hal yang sama seperti apa yang selalu Kyungsoo lakukan. Pria itu masih ingat, Kyungsoo akan membulatkan matanya saat wanita itu terkejut.

"Oh Paman." Ucap Sora dengan suara yang terdengar lucu dan cukup untuk membuat senyuman Jongin melebar. "Apa yang sedang paman lakukan di sini? Sendiri?" Tanyanya berjalan mendekati Jongin.

"Bagaimana jika paman mengatakan kalau paman datang ke sini untuk memberimu ini." Ucap Jongin sambil mengeluarkan sebuah lolipop yang dari sakunya. Mata Sora langsung berkilat tertarik. Dia mengulurkan tangannya untuk meraih permen itu tapi dia kembali menarik tangannya.

"Tapi eomma mengatakan, jangan menerima pemberian dari orang asing." Ujar Sora dengan suara kecewa. Jongin tersenyun dan berlutut dihadapan gadis itu.

"Memangnya paman orang asing? Bukannya minggu kemarin kita bertemu? Kalau Sora masih menganggap paman orang asing, bagaimana kalau kita berkenalan?" Ucap Jongin sambil mengulurkan tangannya. "Nama paman Kim Jongin dan paman akan selalu datang ke taman ini untuk memberikan Sora permen."

Gadis itu tersenyum dan menjabat tangan Jongin dengan tangan mungilnya. Dia tertawa saat Jongin menggerak – gerakan tangannya ke kanan dan kekiri.

"Sekarang paman bukan orang asing lagi?" Tanya Jongin yang di sambut anggukan oleh gadis itu.

"Jadi sekarang Sora boleh meminta kembali permennya?" Tanya gadis itu dengan malu – malu. Jongin mengangguk dan memberikan permen itu.

"Kau lucu sekali." Ucap Jongin sambil mengusak rambut Sora. "Apa paman boleh tau siapa nama ibumu?" Tanya Jongin saat Sora mencoba membuka plastik pembukus permennya, Jongin meraih permen itu dan membukakannya untuk Sora membuat gadis itu berterima kasih.

"Do Kyungsoo." Jawab Sora tanpa memperhatikan reaksi dari wajah pria di hadapannya itu.

Sekarang Jongin yakin seratus persen kalau wanita tempo hari itu memang Kyungsoo, istrinya. Pria itu duduk di rerumputan membuat Sora ikut duduk di sampingnya.

"Paman datang sendiri?" tanya Sora dengan mulut yang penuh dengan lolipop. Jongin mengangguk dan mengambil sapu tangan di sakunya. Dia menyeka bibir Sora membuat anak itu menatapnya dengan mata terkejut.

"Sudah paman bilang, paman datang untuk bertemu dengan Sora." Jawab Jongin membuat anak itu mengerutkan kening.

"Kenapa paman ingin bertemu dengan Sora?" tanya gadis itu dengan wajah polosnya.

Karena paman ingin memastikan semuanya, memastikan siapa dirimu sebenarnya. Tapi tentu saja tidak mungkin mengatakan hal itu dia hanya tersenyum dan menghela nafas panjang.

"Karena Sora lucu sekali, jika Paman mempunyai anak, paman ingin sekali anak paman seperti Sora." Jawab Jongin membuat anak itu tersenyum.

"SORA" suara Kyungsoo terdengar membuat anak itu langsung bakit. Jongin ikut bangkit dan menatap ke asal suara. Dia kembali menemukan Kyungsoo dengan mata yang membulat, menatap dirinya dan Sora bergantian. "Kemari." Ucap Kyungsoo membuat anak itu langsung berlari ke arahnya.

"Bukankah eomma sudah pernah mengajarimu tentang orang asing?" tanya Kyungsoo

Orang asing?

Jongin tersenyum miris. Sekarang dia tau, dia hanya orang asing.

"Maaf," Ucap Jongin berjalan ke arahnya dan memberanikan diri untuk berbicara. Kyungsoo langsung menarik Sora dengan ke dua tangannya. "Tadi aku yang memberikannya permen, dan aku kira aku bukanlah orang asing, Kyungsoo."

Sora menatap sang ibu dengan kening yang berkerut. "Eomma kenal dengan paman ini? Sudah Sora bilang dia bukan orang asing." Ucap Sora dengan marah. Kyungsoo menghela nafas panjang dan mengusap rambut Sora.

"Baiklah, eomma minta maaf. Sekarang eomma minta kamu untuk kembali dan membawa boneka milikmu, okay?" Tanya Kyungsoo yang langsung di sambut anggukan oleh Sora tapi sebelum gadis itu pergi. Dia membalikan badannya dan melambaikan tangan.

"Sampai jumpa minggu depan paman." Ucap Sora. Jongin tersenyum dan melambaikan tangannya.

"Tentu." Seru Jongin membuat gadis itu menoleh kebelakang sambil berlari.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyungsoo dengan nada marah yang tidak bisa di sembunyikan dari suaranya.

"Bertemu dengan Sora, apalagi?" Jongin balik bertanya, dia menjejalkan ke dua tangannya ke dalam saku, berusaha untuk menyebunyikan ke gugupannya yang entah kenapa datang begitu saja.

"Kenapa?" tanya Kyungsoo sambil melipat ke dua tangannya di dada.

"Kenapa tidak?" pria itu balik bertanya lagi. Kyungsoo mendengus dan memutar tubuhnya tapi dengan cepat Jongin menangkap pergelangan tangannya membuat Kyungsoo menatap tangannya.

"Maaf," Ucap Jongin sambil kembali melepaskan tangannya. "Aku perlu berbicara denganmu, Soo." Lanjut Jongin membuat Kyungsoo kembali menghela nafas panjang.

"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi bukan?" Tanya Kyungsoo dengan suara datar.

Ini pertama kalinya Jongin mendengar Kyungsoo berkata seperti itu, sepanjang dia mengenal Kyungsoo, wanita itu tidak pernah seperti ini, dan Jongin terkejut karenanya. Tapi sebelum Jongin sempat menjawab suara Sora terdengar memanggil ibunya.

"Eomma! Paman Junmyeon mengatakan kalau dia harus pergi." Seru Sora sambil berjalan mendekati ibunya.

Untuk sesaat mata Jongin dan Kyungsoo bertemu, tapi detik berikutnya Kyungsoo mengerjap dan menatap Sora. Gadis itu berlarian sampai akhirnya berdiri di depan sang ibu. Sora terlihat kebingungan dengan ekspresi sang ibu dan Jongin yang terlihat mencurigakan.

"Baiklah, kalau begitu Sora bisa bermain sendiri, eomma harus berbicara-"

"Dengan paman Jongin?" tanya Sora menatap pria tinggi di hadapannya itu.

"Ya. Sekarang pergilah, nanti eomma akan menyusulmu." Ujar Kyungsoo sambil mendorong Sora pelan untuk cepat – cepat meninggalkannya.

Jongin menatap kepergian Sora dengan kening berkerut.

Paman Junmnyeon?

Paman?

Entah kenapa Jongin senang sekali mendengar hal itu. Dia menatap Kyungsoo yang sekarang terlihat kebingungan. Wanita itu menghela nafas sebelum kembali melipat tangannya di dada dan menatap Jongin.
"Paman?" tanya Jongin langsung menyuarakan pikirannya. "Paman? Aku pikir kalian…" Sebelum Jongin menyelesaikan kalimatnya Kyungsoo memutar balik badannya dan dengan cepat Jongin menangkap tangannya.

"Sudah aku katakan tidak ada yang harus di bicarakan lagi Jongin. Sekarang lepaskan tanganku." Desis Kyungsoo sambil mencoba menghentakan tangannya tapi tangan Jongin tentu saja lebih kuat.

"Kau bilang tidak ada yang harus di bicarakan? Baiklah, tapi aku mempunyai banyak sekali hal untuk disampaikan. Dan Sora bilang pria tadi itu 'paman' lalu siapa ayah dari Sora?" Tanya Jongin.

"Kumohon Jongin lepaskan. Aku tidak mau Sora melihatnya." Ucap Kyungsoo mencoba melepaskan tangan pria itu. Jongin hendak menyela tapi dia melihat mata Kyungsoo mulai berkaca – kaca, dan hal itu cukup membuat hatinya seakan tertusuk pisau belati. Dia tidak pernah suka melihat Kyungsoo menangis apalagi tangisan itu keluar karena dirinya.

Perlahan Jongin melepaskan tangannya. Nafas Kyungsoo memburu, dia menunduk dan mencoba mengontol nafasnya.

"Maaf." Ucap Jongin entah untuk keberapa kalinya.

"Aku mohon, tidak ada yang harus di bicarakan lagi. Ini semua sudah berakhir." Ujar Kyungsoo sambil berjalan menjauh, dan kali ini Jongin tidak bisa melakukan apapun selain membiarkan wanita itu pergi.

.

Seseorang pernah mengatakan, jika kau mencintai seseorang biarkan dia pergi, dan jika kembali dia akan menjadi milikmu selamanya. Tapi bagaimana jika dia tak kembali? Bagaimana jika hal yang membuatnya pergi tak bisa termaafkan? Tidakkah kita sendiri yang harus berusaha agar dia kembali?

Selama berhari – hari Jongin tidak bisa tidur, dia bahkan tidak bisa fokus bekerja. Pria itu terus memikirkan Kyungsoo dan Sora, semakin banyak pertanyaan yang ada di benak Jongin. Jika Sora bukan anak dari pria tempo hari itu, lalu anak siapa dia? Mungkinkah?

Pikiran Jongin terhenti saat sebuah panggilan masuk ke ponsel pribadinya. Saat melihat nama yang tertera di sana dia langsung mengangkatnya.

"Kau sudah mendapatkannya?" Tanya Jongin. Kemudian pria itu mengulas sebuah senyuman sambil menganggukkan kepala.

.

.

Hari ini Jongin datang ke kantor hanya untuk mengatakan pada Baekhyun kalau dia tidak bisa menghadiri meeting dan dia juga ingin wanita itu untuk menjadwalkan ulang pertemuaanya di hari lain. Baekhyun hanya bisa mematuhinya, walau sebenarnya dia sudah bingung dengan tingkal laku Jongin yang sedikit aneh belakangan ini.

"Aku titip salam pada Chanyeol. Katakan padanya aku tau kalau di sudah memaafkanku." Ucap Jongin sambil berlalu.

Mungkin apa yang di katakan Jongin benar. Sahabatnya itu sudah memaafkan dia tapi Chanyeol masih tidak mau berbicara pada Jongin, pria itu akan selalu menghindar saat Jongin mencoba untuk berbicara padanya, atau bahkan hanya menyapa. Baekhyun mungkin masih bekerja sebagai sekertaris Jongin tapi hal itu tidak akan mengembalikan perasaanya seperi dulu, Baekhyun tidak bisa bersama dengan Jongin karena pria yang dicintainya adalah Chanyeol dan dia sangat menyesal pernah menghianatinya, tapi entah mengapa Chanyeol bahkan tidak pernah mengeluarkan kata 'berpisah' dari mulutnya, walaupun Chanyeol marah dan kadang – kadang cemburu saat pria itu mengantarkannya ke kantor, tapi Chanyeol masih tetaplah Chanyeol, dan dari sana Baekhyun bisa tau kalau pria itu memang mencintainya.

.

.

Alasan Jongin tidak bisa pergi menghadiri meeting hari ini adalah dia pergi untuk mengunjungi Sora di Playgroup. Dari beberapa hari yang lalu, dia menyuruh seseorang untuk mencarikan semua informasi mengenai Kyungsoo dan hari ini dia baru saja mendapatkannya. Ternyata selama 4 tahun ini Kyungsoo pindah ke luar kota dan tinggal di salah satu kota kecil yang jauh dari keramaian. Jongin juga tau kalau Luhan lah yang selama ini membantu Kyungsoo dan membawa wanita itu tinggal di sana, Luhan menitipkan Kyungsoo pada bibi dan pamannya yang hanya tinggal berdua, dan kedua orang itu tidak keberatan dengan keberadaan Kyungsoo.

Jongin menghentikan mobilnya di sebuah playgroup. Dia melihat Sora sedang berbicang dengan salah satu temannya, anak itu terlihat lucu dengan balutan seragam. Dia segera keluar dan tak lupa membawa sebuah hadiah untuk gadis kecil itu.

"Hai Sora." Seru Jongin saat pria itu berdiri di depan sekolah.

"Paman." Teriak Sora, gadis itu mengatakan sesuatu pada temannya dan berlari pada Jongin. Dengan senang hati pria itu mengambut Sora dan menggendong gadis itu. "Bagaimana paman tau kalau aku sekolah di sini?" tanya Sora.

"Bukannya paman pernah mengatakan kalau paman bukan orang asing? Tentu saja paman tau." Jawab Jongin sambil menurunkan Sora. Dia berjongkok dan tersenyum pada Sora. "Hari ini paman membawakan sesuatu untukmu." Ucap Jongin dan menyerahkan sebuah boneka pada Sora membuat gadis itu memekik kegirangan.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Suara Kyungsoo tiba – tiba saja terdengar membuat Jongin menengok kebelakang.

"Oh,"
"Oh?" tanya Kyungsoo. Dia menarik Sora menjauh dari Jongin. "Bagian mana dari ucapanku tempo hari yang tidak kau mengerti?" tanya Kyungsoo mencoba menjaga suaranya, dia tidak mau meledak – ledak di muka umum terlebih lagi di depan Sora.

"Aku tidak mendengar kalau kau menyuruhku untuk berhenti bertemu dengan Sora." Ucap Jongin mencoba memelankan suaranya agar Sora yang berdiri di antara mereka tidak bisa mendengarnya.

"Oh Tuhan." Erang Kyungsoo, dia dengan cepat menggendong Sora dan membawa anak itu pergi.

"Kyungsoo." Seru Jongin.

"Eomma, kenapa eomma tidak suka sekali dengan paman Jongin?" Tanya Sora membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya. Dia menunduk dan memikirkan jawaban apa yang tepat untuk di jadikan alasan, karena dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya.

Karena Jongin adalah pria yang sudah memberikan semua mimpi buruk pada hidup eomma.

"Eomma tidak membenci paman." Ucap Jongin yang entah sejak kapan ada di belakangnya membuat Kyungsoo memutar tubuhnya. "Dia hanya harus segera membawamu pulang dan mengedit beberapa cerita untuk segera dikirim ke penerbit, bukan begitu?" Lanjut Jongin.

Mata Kyungsoo membelalak kaget, dia terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Jongin. Entah darimana pria itu bisa tau kalau sekarang dia menjadi seorang editor. Kyungsoo berdeham pelan.

"Y-ya." Jawabnya mencoba meyakinkan Sora.

"Ini untukmu. Sekarang sebaiknya kau pulang dan jangan menyulitkan ibumu. Okay?" tanya Jongin sambil mengusak rambut Sora. Pria itu menatap Kyungsoo dengan tangan yang di jejalkan ke saku, bibirnya mengulas sebuah senyuman.

"Sampai bertemu lagi." Ucapnya. Kyungsoo mengerjap dan kembali melangkah. "Bye Sora." Seru pria itu sambil melambaikan sebelah tangannya.

Sampai bertemu lagi?

Itu bukan sebuah kalimat yang ingin Kyungsoo dengar, karena Kyungsoo benar – benar tidak siap untuk bertemu dengan Jongin, lagi.

.

.

Keesokan harinya Jongin kembali tidak datang ke kantor dan hanya menyuruh Baekhyun untuk mengatur semuanya, wanita itu mulai kebingungan mengurus jadwal Jongin.

Kali ini pria itu bukan mengunjungi Sora tapi mengunjungi rumah Kyungsoo. Rumah. Saat memikirkan hal itu, entah ada sesuatu yang salah. Seharunya yang Kyungsoo sebut rumah adalah tempat tinggal mereka, tempat di mana dulu mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

Jongin mengetuk pintu rumah sederhana itu dengan gugup, sepanjang malam dia sudah memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi saat Kyungsoo melihat dia berada didepan rumahnya. Saat ketukan ke 3, Kyungsoo membukakan pintu. Tapi tidak ada raut terkejut seperti saat pertama kali wanita itu melihatnya.

"Kau tidak terkejut?" tanya Jongin langsung menyuarakan pikirannya.

"Kau ingin aku terkejut?" Balas Kyungsoo menyilangkan ke dua tangannya di dada.

"Tidak, setidaknya bukan itu maksudku." Jawab Jongin. "Aku perlu bicara." Lanjutnya dengan wajah serius.

"Bicaralah." Ujar Kyungsoo masih berdiri di depan pintu, tanpa ada niatan untuk menyuruh Jongin masuk. Tapi setidaknya Kyungsoo tidak membanting pintu, ini jauh lebih baik dari pada apa yang Jongin perkirakan.

"Pertama – tama aku ingin meminta maaf, selama bertahun – tahun aku ingin sekali menyampaikan maaf padamu. Dulu-"

"Aku tidak ingin membahasnya Jongin." Sela Kyungsoo. "Itu sudah berlalu, aku sama sekali tidak ingin mengingatnya." Lanjut Kyungsoo, wanita itu menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya pelan. "Tidakkah kau sadar? Ini sudah berakhir Jongin, kau dan aku. Sudah bertahun – tahun kita tak bertemu dan hidupku sudah cukup tenang tanpa dirimu, tapi kenapa kau harus kembali datang? Aku sudah memberikan apa yang kau inginkan, aku sudah memberikanmu kebebasan agar bisa terlepas dari istri yang membosankan. Tapi kenapa sekarang-"

"Karena aku menyesal." Sela Jongin. "Demi Tuhan Kyungsoo! Aku menyesal. Seharusnya aku sadar dari dulu, seharusnya aku tidak melepaskanmu, seharusnya aku tidak melakukan hal itu." Lanjut Jongin dengan nada frustasi.

"Tapi semua ini terlambat Jongin. Kau tau empat tahun bukan waktu yang singkat untuk banyak hal terjadi." Ujar Kyungsoo membuat kedua mata mereka bertemu. "Aku sudah memiliki Sora."

Sora.

"Kim Sora. Ya, tentu saja." Ucap Jongin. "Dia anakku, benarkan?" Tanya Jongin membuat Kyungsoo mendengus.

"Sekali lagi aku katakan padamu, empat tahun bukan waktu yang singkat untuk banyak hal terjadi. Tidakah kau sadar mungkin saja aku pernah menikah dengan seseorang-"

"Dan kembali berpisah?" Sela Jongin. "Bagaimana bisa kau menemukan pria dengan kurun waktu singkat dan menikahinya. Dengan semua yang terjadi padamu kau tidak bisa menikah dengan-"

"Oh, apa kau baru saja sadar kalau kau telah memberikanku sebuah pengalaman yang akan mengajariku untuk berhati - hati saat memilih pria?" Tanya Kyungsoo dan Jongin tidak bisa menyangkal untuk satu hal itu. "Jika kau sadar, kenapa kau tidak menjauh? Kenapa kau tidak bisa membiarkan hidupku tenang?" Bisik Kyungsoo.

"Karena aku mencin-"

"Kumohon, jangan mengatakan hal yang seharunya tidak aku dengar. Aku mohon tinggalkanlan aku dan Sora. Biarkan kita hidup seperti ini." Sela Kyungsoo, kedua bola matanya mulai berair dan tak lama kemudian wanita itu meneteskan air mata. Kyungsoo mulai melangkah masuk dan menutup pintunya sebelum Jongin mengatakan sepatah katapun.

"Aku mencintaimu."

Tapi mungkin kini giliran Kyungsoo yang tidak akan bisa mendengarkannya.

.

.

.

To Be Continued

HaiHai.

Sad to say that our precious dear just leave SM, but actually I'm sure this is the best for him. He's being ill and he wants to spend his time with his family, please continue support our Lu Han and also EXO. Maybe he can't be together with them anymore but I'm sure he still have good relationship with other member, especially with Sehun, Lay, Tao dan Xiumin. I just want you guys to keep supporting both of them and love them no matter what *sob sob*

Okay sebelumnya author merubah keputusan author untuk membuat ff ini dua chapter karena ternyata author sadar kalau ff ini terlalu panjang kalau di selesaiin cuman 2 chapter dan sebenernya yang chapter tiga belum beres, dari pada kalian nunggu lama lagikan mending post dulu chapter yang ini.

Untuk review yang masuk, WOW! Iya tau, Jongin nyebelin kalau mau di bejek – bejek juga boleh tapi jangan bejek – bejek Byun baek. Lol. Just kidding.

To luexohun : I'm so sorry dear… ffnya udah di hapus, jadi engga bisa baca ff my wishes, sequel I am a bad girl, sama Kaisoo's day dengan rated M.

To cahyaanjanie : Bukan, bukan pengalaman pribadi. Ini cerita murni 1000% imajinasi liar author. Lol

Dan untuk semua yang penasaran 'apa ini bakal happy ending?' : tebak aja coba, kalau kalian jadi Kyungsoo. Kalian bisa balik lagi jadi istrinya engga? AYOOOOOO xD *lol I love making people curious. Lol. so sorry*

Dan bagi semua yang sudah yang udah baca makasih! Apalagi yang meluangkan waktunya untuk review. MAKASIH BANYAK KALIAN! aku terharu sekali :'))

Untuk yang terakhir author minta reviewnya buat chapter ini, satu review dari kalian itu berharga selangit buat author^^

Thanks you so much

Love ya,

xoxo