Regretful

Ooc, Gs, Typo(s), tidak sesuai EYD dll.

Main Cast : KaiSoo (Kim Jongin dan Do Kyungsoo aka Kai dan D.O)

Other Cast : Sehun, Luhan, Junmyeon, Chanyeol dan Baekhyun

Rated: T but actually it's M (not for bed scene but for mature conflict)

This is Kaisoo's Story

Chapter 3

.

I Love You

.

But only the one who can give them more, will have them at last

.

Kyungsoo menjatuhkan dirinya dia atas lantai, karena kedua kakinya sudah tidak bisa menompang berat tubuhnya. Tubuhnya bergetar hebat dan air mata tak berhenti mengalir di pipinya. Dia tidak bisa berpikir kenapa Jongin harus kembali saat dia sudah mulai melupakannya, kenapa pria itu harus kembali mengungkit semua kenangan buruk yang berusaha tuk di lupakannya.

Suara bel di pintu membuat Kyungsoo menyerka air matanya. Dia bangkit dan mencoba mencari alasan lain untuk mengusir Jongin dari depan rumahnya. Kyungsoo menatap pantulan wajahnya di sebuah cermin bulat yang tergantung di tembok, sebelum kembali membuka pintu.

"Aku sudah katakan- Oh.. Junmyeon, masuklah." Ucap Kyungsoo membuka pintu itu lebar – lebar saat tau kalau Junmyeon yang ternyata datang. Pria itu menatapnya dengan kening berkerut tetapi Kyungsoo mencoba menyembunyikan wajahnya, dia terus menundukkan wajahnya sambil menutup pintu. "Aku akan mengambilkan sesuatu untukmu." Ucap Kyungsoo sambil mencoba melewati Junmyeon, tapi pria itu lebih dulu meraih pergelangan tangan Kyungsoo, mencegah wanita itu untuk pergi.

"Ada apa?" tanyanya dengan lembut, dia mencoba mengangkat wajah Kyungso tapi wanita itu mengelak.

"Aku tidak apa – apa-"

"Aku melihat seorang pria keluar dari gerbang." Sela Junmyeon membuat Kyungsoo langsung mendongak menatapnya. Akhirnya wanita itu tidak bisa lagi menyembunyikan wajah sembabnya dari sang pria. "Apakah itu Jongin?" Tanya Junmyeon sambil menyerka air matanya.

Kyungsoo menghela nafas panjang dan menarik tangan Junmyeon dari wajahnya. Dia mengalihkan pandangannya tidak mau menatap pria yang sekarang tengah berdiri didepannya itu. Namun tiba – tiba saja air matanya kembali jatuh tanpa diperintah, dia kembali terisak.

"Aku tidak ingin dia kembali." Bisik Kyungsoo. Wanita itu langsung mendapatkan sebuah pelukan dari Junmyeon, sang pria membiarkan Kyungsoo untuk menangis di bahunya. "Aku tak ingin dia kembali mengungkit segala yang sudah coba aku lupakan." Lanjutanya dengan suara bergetar dan bercampur dengan isakan pelan.

Namun Kyungsoo tidak akan pernah menyangka sebuah kata mengalir dari bibir Junmyeon yang membuat tangisannya semakin menjadi.

"He still in love with you."

Jongin tidak kehabisan akal. Mungkin Kyungsoo bisa saja mengusirnya dan menyuruh dia pergi tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat Sora berada didekatnya. Jongin sudah tau kelemahan Kyungsoo dan hal itu yang akan dia gunakan untuk membawa sang wanita kembali padanya.

Ini terdengar egois atau apalah itu, tapi Jongin benar – benar membutuhkan wanita itu disampingnya, dia membutuhka Kyungsoo untuk mengariskan sebuah pelangi di hidupnya. Jongin sadar kalau dia memang merasa kehilangan dan menyesal di saat yang bersamaan.

Jongin mencari akal agar bisa dekat dengan wanita itu dan mungkin cara yang bisa dia lakukan adalah dengan mendekati Sora dan mendapatkan hati gadis kecil itu. Akhirnya Jongin memutuskan untuk datang ke playgroup setiap jam pulang.

Namun setiap kali dia datang, dia tidak bisa menemukan Sora di mana pun. Hal ini sudah terjadi berulang – ulang kali membuat Jongin hanya membuang waktunya percuma. Tapi itu tidak membuat niatnya untuk tetap datang luntur, pria itu selalu meninggalkan kantor tanpa pamit dan membawa beberapa masalah yang harus di selesaikan oleh sekertarisnya.

Hari ini Jongin datang lebih awal untuk memastikan kalau dia bisa bertemu dengan Sora. Namun ternyata di sana sudah ada Kyungsoo. Wanita itu sibuk dengan ponselnya sambil menunggu di kursi panjang yang ada di halaman playgroup itu, kadang dia juga berbincang dengan para orang tua yang sedang menunggu anak mereka juga.

Beberapa menit kemudian Sora keluar dan langsung di sambut dengan pelukan sang ibu. Ini saatnya Jongin untuk keluar, namun Kyungsoo dengan cepat menggendong Sora dan membawa gadis itu pulang. Saat Kyungsoo keluar, matanya bertemu dengan Jongin yang baru saja keluar dari mobil. Untuk sesaat Jongin tau kalau Kyungsoo terkejut tapi dengan cepat wanita itu mengalihkan pandangannya dan menghentikan sebuah taksi, terlihat dengan jelas kalau wanita itu berusaha melarikan diri dari Jongin.

Jika Kyungsoo pikir dengan cara ini dia bisa menghentikan Jongin, wanita itu salah karena Jongin benar – benar sudah membulatkan tekadnya untuk membawa wanita itu kembali, tapi itu bukan berarti dia akan memaksa Kyungsoo dan menyakiti wanita itu lagi, Jongin sudah jauh lebih waras saat ini, dia tidak mau lagi untuk menyakiti Kyungsoo dengan apapun. Dia hanya ingin wanita itu kembali padanya, hanya itu.

Hari berikutnya Jongin kembali datang ke playgroup, dia memutusan untuk menunggu di mobil yang di parkirkannya di seberang jalan. Dia menatap lewat jendela mobil, memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang di depan tempat itu.

Beberapa menit berselang, Kyungsoo datang tapi kali ini dia membawa seorang pria bersamanya, pria tempo hari yang pernah di temuinya di taman kota. Mereka keluar dari mobil Sedang berwarna hitam mengkilat itu. Jongin yang sudah membuka pintu mobil, kembali menarik tangannya dan memilih untuk memperhatikan mereka dari jauh.

Mereka menunggu Sora di depan gerbang. Pria itu terlihat berbisik pada Kyungsoo yang di sambut dengan anggukan oleh wanita itu. Kemudian dia menyenggol bahu Kyungsoo membuat wanita itu kembali menatapnya, dia mengatakan sesuatu yang membuat Kyungsoo tertawa.

Lagi, lagi dan lagi… sudah kesekian kalinya aku melihat kau tertawa untuk pria itu dan untuk kesekaliannya juga aku bisa merasakan apa yang kau rasakan dulu Soo.

Jongin mengalihkan pandangannya dari pemandangan tak mengenakan itu. Dia menghela nafas panjang dan kembali melirik ke seberang jalan. Ternyata Sora sudah keluar, gadis itu langsung berlari pada pria bersetelah rapi itu dengan girang. Kyungsoo ikut tersenyum menatap mereka.

Jongin menurunkan kaca mobilnya untuk bisa melihat jelas. Sekarang Sora tengah tertawa dalam gendongan pria itu. Tidakkah mereka terlihat seperti keluarga bahagia?

Detik berikutnya mata Jongin dan Kyungsoo tak sengaja bertemu. Kali ini Kyungsoo tidak mengalihkan pandangannya, wanita itu terus menatap Jongin. Namun kali ini Jongin yang tidak bisa mengartikan apa maksud dari tatapan itu.

Barulah saat Sora memanggil sang ibu, pandangannya mereka terputus. Namun Jongin masih menatap ke tiga orang itu dengan pandangan sedih. Bahkan sampai mereka masuk ke dalam mobil dan menghilang di tikungan.

Pria itu menghela nafas panjang dan menutup matanya untuk sesaat. Pikirannya berputar seakan – akan siap untuk meledak sebentar lagi. Namun dia sadar, dia tidak bisa menyerah di sini saja. Mungkin ini sebagai balasan dari apa yang pernah dilakukanya dulu dan Jongin sebisa mungkin untuk menerimanya.

Jongin selalu datang ke playgroup itu walau kebanyakan dari mereka hanya berujung sia – sia. Tapi hari ini dia melihat kalau Kyungsoo tidak datang lebih awal seperti biasanya. Wanita itu bahkan belum menampakan batang hidungnya saat Sora sudah keluar.

Jongin bergegas keluar dari mobil dan menyeberangi jalan. Dia berdiri di depan gerbang dan menunggu sampai Sora sadar kalau dia berada di sana.

"Paman!" Pekik Sora sambil berlarian ke arahnya. Jongin tersenyum dan berjongkok untuk memeluk gadis itu.

Ada segelintir perasaan yang tidak bisa di jelaskan saat dia memeluk Sora. Seakan – akan dia baru saja menemukan harta karun yang sudah lama di carinya, seakan – akan sebuah perasaan hangat yang dulu dia rindukanya kini kembali.

"Bagiamana kabarmu?" tanya Jongin sambil melepaskan pelukan. Pria itu mengelus rambut Sora sementara gadis itu hanya tersenyum lebar, senyuman yang mampu mengingatkan Jongin akan senyuman istrinya dulu.

"Baik. Bagaimana dengan paman? Kenapa paman jarang mengunjungi Sora lagi?" Keluh Sora.

"Paman sibuk. Ada banyak sekali pekerjaan di kantor belakangan ini." Jawaban dari Jongin malah membuat Sora menekuk wajahnya, dan Jongin tidak bisa untuk tidak tersenyum karena hal itu. "Tapi karena sekarang kita sudah bertemu, bagaimana kalau kita main?"

"Tidak." Seseorang menjawab pertanyaan Jongin. Pria itu menghela nafas panjang sebelum memutar tubuhnya dan menadapati Kyungsoo berdiri di belakangnya dengan wajah datar dan tangan yang di silangkan di dadanya.

"Kenapa? Aku ingin bermain dengan paman Jongin, eomma." Ujar Sora sambil menatap ibunya.

Kyungsoo mulai membujuk Sora untuk pulang ke rumah tapi entah kenapa anak itu masih saja tidak mau di lepaskan dari Jongin, dan sekarang Sora mulai merengek meminta ibunya untuk menginjinkan mereka bermain.

"Paman Jongin mengatakan kalau kita akan pergi ke taman bermain, yakan paman?" tanya Sora sambil menatap Jongin. Pria itu mengangguk sambil tersenyum, dia menatap Kyungsoo yang sepertinya sudah kehilangan akal untuk membujuk Sora.

"Ayolah eomma, Sora sudah lama sekali tidak datang ke taman bermain." Sora mulai mencondongkan tubuhya, membuat Jongin ikut tertarik kedepan, semakin dekat dengan Kyungsoo.

Pria itu tau sekali kalau Kyungsoo tidak akan bisa menolak keinginan anaknya itu dan dia tau kalau sebentar lagi Kyungsoo akan menyerah dan membiarkan Jongin membawa gadis kecilnya itu.

"Baiklah, kau bisa pergi, eomma akan menjemputmu sore nanti." Ucap Kyungsoo sambil memijat pelipisnya.

Tapi Sora masih merengek dan memaksa sang ibu untuk ikut dengan mereka. Jongin melihat Kyungsoo kebingungan untuk menolak ajakan Sora. Dia juga tidak membantu Kyungsoo untuk menjelaskan pada Sora kalau ibunya tidak bisa ikut, karena sejujurnya dia ingin Kyungsoo ikut.

Jongin tau alasan kenapa wanita itu menolak. Semua itu karena taman bermain akan mengungkit banyak kenangan diantara mereka. Dulu saat mereka masih bersama, Kyungsoo selalu meminta Jongin untuk mengantarkanya ke taman bermain dan mereka akan menghabiskan waktu yang menyenangkan sampai hari menjelang sore. Entah kenapa Jongin tiba – tiba saja rindu masa – masa itu.

"Tidak Sora, ibu masih ada banyak pekerjaan, kau bisa bermain dengan paman Jongin." Tolak Kyungsoo tapi Sora tidak mau mendengarkannya, dia malah terus merengek dan akhirnya sang ibu tidak bisa mengatakan apapun selain menyetujuinya.

Kyungsoo berjalan di belakang sementara Jongin dan Sora berjalan di depannya. Wanita itu tidak berusaha untuk memperlihatkan kalau dia senang datang ke taman bermain. Karena jujur saja, tempat yang paling dia jauhi adalah taman bermain, dia jarang sekali mengajak Sora datang ke taman bermain, alasanya sederhana, karena dia tak ingin lagi mengingat masa lalunya bersama dengan Jongin. Dulu pria itu sering sekali mengajaknya ke taman bermain, membuat banyak sekali kenangan di tempat itu dan dia tak ingin terus berputar – putar pada kenangannya karena itu hanya masa lalu.

Sora dan Jongin menghabiskan waktu mereka menaiki banyak wahana, sedangkan Kyungsoo hanya menunggu mereka tanpa ada niatan untuk ikut bersenang – senang. Namun ada sedikit perasaan senang di hati Kyungsoo saat melihat Sora tertawa lepas bersama dengan Jongin. Kedua orang itu seakan – akan sudah kenal lama karena mereka benar – benar terlihat sangat akrab.

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sudah berjam – jam mereka menghabisakan waktu di tempat itu. Jongin mengajak Sora ke sebuah permainan melempar bola.

"Paman bisa melempar dengan tepat?" tanya Sora yang sekarang tengah menjilat ice cream coklat kesukaanya.

"Tentu saja, kau mau lihat?" Tanya Jongin seakan – akan tidak takut. Dia menatap Kyungsoo sesaat, tapi wanita itu dengan cepat mengalihkan pandanganya.

Pria itu mulai mengambil bola dan melemparkan pada piring – piring yang berjajar di depannya. Bola pertama mengenai tepat di piring yang ada di rak kedua dan kemudian bola – bola lain juga mengenai sasarannya dengan tepat.

Sora menatap kagum pria tinggi di sampingnya itu. Dia terlihat tak menyangka kalau sang paman bisa bermain sehebat itu. Sora berjalan pada sang ibu dan menyerahkan ice creamnya membuat Kyungsoo kebingungan.

"Paman hebat sekali." ucap Sora sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan pria itu sebuah pelukan. Jongin tersenyum menanggapinya dan kemudian dia membawa Sora ke dalam gendongannya.

"Sudah paman katakan bukan kalau paman memang handal?" Ucap Jongin sambil memeluk Sora. "Sekarang boneka mana yang kau inginkan?" Tanya pria itu sambil menunjuk deretan boneka yang ada di sebelah sisi ruangan. Gadis itu menunjuk sebuah boneka anjing kecil berwarna coklat yang sangat lucu. Jongin menyuruh penjaga untuk memberikannya pada Sora sebagai hadiah.

"Terima kasih banyak paman." Ucap Sora sambil kembali memeluk Jongin. Tapi tak lama kemudian sang ibu memanggilnya, menandakan kalau ini waktunya berpisah dengan Jongin.

Pria itu menurunkan Sora dari gendongannya dan berjongkok dihadapan gadis itu. Jongin mengelus kepalanya pelan dan menatap gadis itu yang tersenyum manis padanya.

"Hari ini menyenangkan bukan?" Tanya Jongin

"Tentu saja, lain kali paman harus mengajak Sora ke taman bermain lagi, karena eomma jarang sekali mengajaku ke taman bermain." Keluh Sora. Jongin hanya tersenyum dan mengelus rambut anak itu. Dia menatap Kyungsoo sesaat dan tersenyum tipis. "Kau mau membeli permen di sana untuk di bawa ke rumah?" tanya Jongin sambil menunjuk sebuah toko yang memang khusus menjual berbagai jenis pemen. Sora mengangguk dan langsung berjalan memasuki toko itu.

Jongin menatap Kyungsoo dan berjalan bersampingan dengan wanita itu. Mereka ikut masuk ke dalam toko dan memperhatikan Sora yang tengah memilih permen dari kejauhan.

"Kenapa kau melakukannya?" tanya Kyungsoo tanpa menatap Jongin.

"Karena aku sayang pada Sora." Jawab Jongin dengan entengnya membuat wanita itu memalingkan wajah.

"Jongin, sudah aku katakan empat tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk banyak hal terjadi, Bagaimana kau tau bahwa Sora-"

"Aku tidak perduli." Sela Jongin menatap Kyungsoo tepat di matanya. "Aku tidak perduli kalau dia anakku atau bukan, aku menyayanginya seperti anakku sendiri."

"Kau tidak bisa melakukan ini Jongin." Ucap Kyungsoo dengan bibir yang bergetar.

"Kenapa? Kenapa pria tempo hari itu boleh tapi aku tidak? Jelas – jelas dia juga bukan ayah dari Sora.". Pria itu mencoba menahan emosinya, dia tidak mau berdebat ditempat seperti ini, apalagi ada Sora, gadis itu terlalu dini untuk mengetahui rumitnya kisah antara sang ibu dan Jongin.

Kyungsoo memejamkan matanya tak tahan jika harus terus bertatapan dengan pria itu. Mata Jongin selalu bisa membuat semua pertahanannya runtuh, kedua bola mata itu selalu menjadi itik lemah Kyungsoo.

"Kau benar – benar membenciku?" bisik Jongin.

Kyungsoo terkejut dengan apa yang dikatakan pria itu membuatnya membuka mata. Kedua manik itu kembali bertemu dengan milik Jongin, membuat kepalanya seakan – akan kosong dan lidahnya tiba – tiba saja kaku. Tapi Kyungsoo tidak bisa terus seperti ini, dia akhirnya mengalihkan pandangannya dan menunduk mencoba untuk mengumpulkan semua ke warasannya.

"Bagaimana jika jawaban untuk pertanyaanmu barusan adalah 'Ya'? Bagaimana jika aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu atas segala yang pernah kau lakukan dulu?" Kyungsoo balik bertanya, wanita itu mengepalkan erat tanganya mencoba menyembunyikan badannya yang bergetar.

Jongin menatap wanita itu sesaat, kemudian bibirnya mengukir sebuah senyuman yang membuat hati Kyungsoo runtuh. Wanita itu tidak bisa menatap Jongin setiap kali pria itu tersenyum. Dia benar – benar tidak bisa. Tiba – tiba saja sebuah gerakan dari Jongin mengagetkan Kyungsoo, membuat wanita itu membelalakan matanya.

Jongin mengelus rambutnya pelan dan senyuman pria itu semakin melebar. Matanya hanya tertuju pada Kyungsoo. Hanya wanita itu seorang.

"Kau bukan wanita seperti itu Soo. Aku mengenalmu seperti kau mengenal dirimu sendiri-"

"Tapi aku bisa saja berubah-"

"Dan tidak akan pernah berubah. Aku tetaplah Kyungsoo yang baik hati, Kyungsoo yang dengan mudahnya membuatku jatuh cinta." Sela Jongin membuat mata wanita itu membelalak.

Entah kenapa ada sebuah dorongan di otaknya untuk mengelak dan melepaskan tangan Jongin dari pundaknya, untuk memutuskan kontak mata mereka tapi tubuhnya tidak bisa bergerak. Matanya mulai berkaca – kaca, dia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis di depan pria itu. Dia tidak mau Jongin menatap dirinya sebagai Kyungsoo yang lemah.

Jika aku memang selalu membuatmu jatuh cinta, kenapa dulu kau membiarkanku pergi?

Hati Kyungsoo mulai membisikan pertanyaan yang ingin dia lontarkan pada pria itu namu lidahnya serasa kelu dan tak bisa mengungkapkan sepatah katapun.

"Eomma…" Seru Sora dari kejauhan.

Kyungsoo langsung bergerak menjauh dan menundukan wajahnya, menyerka air mata yang entah sejak kapan menetes tanpa disadarinya. Jongin yang pertama bergerak, dia berjalan menuju gadis yang kini membawa beberapa bungkus permen dalam dekapannya itu.

"Banyak sekali." Ujar Jongin sambil berjongkok di hadapan Sora. Gadis itu hanya menampakan senyuman lebarnya, membuat deretan gigi – gigi kecil itu terlihat.

"Berjanjilah pada paman kau tidak akan menghabiskannya dalam satu hari. Satu permen untuk satu hari okay?" Tanya Jongin sambil menyodorkan kelingkingnya. Sora mengangguk dan mengaitkan kelingkingnya pada pria itu.

Sementara itu, Kyungsoo masih berada di tempatnya mematung menatap kedua orang itu. Dia tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja Jongin katakan. Dia masih berusaha untuk menyangkal kalau dia mendengarkan kata – kata itu, karena dia tidak mau ini terasa nyata. Dia takut, Kyungsoo takut pada kenyataan Jongin masih mencintainya.

Jongin dan Sora berjalan menghampiri Kyungsoo yang berusaha untuk memperlihatkan senyuman tipis pada Sora. Anak gadis nya terlihat sangat bahagia hari ini dan seharusnya dia juga ikut berbahagia.

"Apa kita akan pulang sekarang?" tanya Sora pada sang ibu. Kyungsoo mengangguk dan mengulurkan tangannya. Tapi sebelum itu Sora kembali berbalik pada Jongin dan mengulurkan tangannya untuk meminta sebuah pelukan.

Jongin berlutut dihadapannya dan memeluk gadis kecil itu, namun matanya menatap kearah Kyungsoo yang hanya seakan – akan membatu.

"Terima kasih untuk hari ini paman Jongin, Sora senang sekali. Terima kasih untuk boneka dan permennya." Ucap Sora sambil melepaskan pelukannya. Dia mengecup pipi Jongin sekilas membuat pria itu terkejut. "Jika ayah Sora nanti kembali, Sora ingin ayah Sora seperti paman." Ucapnya sambil tersenyum.

Kyungsoo terkejut dengan penuturan sang anak, sedangkan Jongin hanya tersenyum dan kembali memeluk gadis itu. Pria itu memejamkan matanya sesaat sebelum menatap Kyungsoo dan berujar tanpa suara.

"I know she is my daughter."

Kyungsoo mungkin tidak akan pernah menjawab setiap kali Jongin bertanya ayah dari Sora, tapi dia tidak bisa menyembunyikan fakta ada sebuah ikatan batin antara Jongin dan Sora. Sebuah ikatakan batin antara seorang anak dan ayahnya.

Jongin di sibukan dengan urusannya di kantor. Pekerjaanya jadi sedikit menumpuk karena minggu – minggu kebelangan dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk mendekati Sora dan juga Kyungsoo pastinya. Dia harus kembali pulang larut malam dan kadang juga melewatkan sarapan karena harus buru – buru mengahadiri meeting sudah di tundanya beberapa waktu lalu.

Jongin benar – benar lelah mengerjakan semua ini sendirian. Dia membutuhkan Kyungsoo untuk mengurus hidupnya, dan dia menyesal sudah membiarkan wanita itu pergi. Oh Tuhan, sudah berapa kali Jongin berpikir seperti ini? sudah berapa kali dia merasa menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri?

Dan hari ini Jongin kembali pulang larut malam, jam menunjukan pukul 21.15. dia melemparkan kunci mobil ke atas meja dan melemparkan dirinya sendiri ke atas sofa. Dia benar – benar butuh tidur, beberapa menit kemudian suara bel menganggunya. Dia bangkit dan membuka jasnya sebelum membuka pintu.

"Oh, Kyungsoo." Betapa terkejutnya Jongin saat melihat Kyungsoo berdiri di depan rumahnya, tapi sesuatu ganjil terlihat pada ke dua matanya, wanita itu seperti baru saja menangis. "Ada apa?" tanya Jongin khawatir.

"Kau baru saja pulang dari kantor?" tanya Kyungsoo menatap Jongin dari atas sampai bahwa, pria itu ikut menatap tubuhnya yang masih berbalut baju kantoran. "Maaf, seharusnya aku tidak datang malam hari seperti ini. aku… sebaiknya aku pulang-"

"Hey, Hey, tunggu." Ucap Jongin sambil menangkap pergelangan tangan Kyungsoo menahan wanita itu untuk tidak pergi. Dia kembali menatap Kyungsoo yang sekarang telihat gelisah. "Ada apa?" tanyanya lagi. Untuk beberapa saat Kyungsoo tak menjawab pertanyaanya itu, dia hanya menundukan kepala.

"Sora…" Wanita itu menjawab dengan suara bergetar, wanita itu berusa mengangkat kepalanya untuk menatap Jongin. "Dia baru saja masuk ke rumah sakit, badannya panas sekali dan dia tidak bisa berhenti memanggil namamu." Lanjutnya masih dengan suara bergetar. Tapi kemudian wanita itu menunduk dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.

"Seharusnya aku tidak membiarkannya hujan – hujannan tadi pagi. Aku memang ibu yang buruk, aku…" Lanjutnya tapi kali ini dia benar – benar meneteskan air mata, tubuhnya bergetar dan isakan keluar dari bibirnya.

Jongin bingung dengan apa yang harus di lakukan, dia ingin sekali melingkarkan tangannya di pundak Kyungsoo dan menarik wanita itu kedalam pelukannya, tapi dia sadar ini semua terlalu cepat, dia tidak mau merusak segalanya, dia tidak mau Kyungsoo semakin menjauh darinya.

Akhirnya Jongin hanya bisa menepuk pundak wanita itu mencoba menenangkannya. Mungkin ini cara terbaik yang bisa dia lakukan untuk membuat tangisan Kyungsoo. Ini kesekian kalinya dia melihat wanita itu menangis di depan matanya. Dan seperti yang pernah Jongin rasakan dulu, ini bukan sesuatu yang menyenangkan.

Kyungsoo sudah bisa mengendalikan dirinya, wanita itu mulai berhenti terisak dan menyerka air matanya pelan sebelum mendongakan kepala. Jongin dengan perlahan kembali menarik tangannya dari bahu Kyungsoo.

"Kau mau kita pergi ke rumah sakit sekarang?" tanyanya Jongin.

"Tapi kau baru saja pulang dan-"

"Tidak apa – apa. Tunggu sebentar." Ucap Jongin, pria itu berlari kecil untuk meraih kunci mobil dia atas meja dan kembali melesat ke depan pintu.

Mereka langsung menaiki mobil dan melesat menuju rumah sakit tempat Sora di rawat. Di jalan, Kyungsoo masih terisak, wajahnya memerah dan matanya sedikit bengkak. Jongin mengulurkan tisu pada wanita itu, dan tanpa berkata Kyungsoo menerimanya.

Suasana canggung sempat mereka rasakan, tapi Jongin memulai percakapan dan bertanya soal Sora. Kyungsoo mengatakan kalau anaknya demam tinggi dan dia tidak bisa berhenti mengigau, akhirnya wanita itu memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit tempat Junmyeon bekerja.

Junmyeon. Oh, jadi pria tempo hari itu bernama Junmyeon dan…

Dia seorang dokter.

Wow.

Ternyata rumah sakit tempat Junmyeon bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Jongin. Mereka hanya memerlukan waktu dua puluh menit untuk sampai ke sana. Kyungsoo langsung melesat masuk ke dalam rumah sakit dan Jongin ikut berlari di sampingnya.

Dan tak sengaja mereka bertemu dengan Junmyeon yang baru saja keluar dari sebuah ruang inap. Pria itu menatap Kyungsoo sambil tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya pada Jongin, anehnya lagi pria itu tersenyum ramah padanya.

"Bagaimana keadaan Sora?" tanya Kyungsoo dengan wajah khawatir. Junmyeon meraih pundak wanita itu dan mengusapnya pelan.

"Dia baik – baik saja Soo, hanya demam biasa. Tidak ada yang perlu di khawatirkan." Jelas Junmyeon membuat Kyungsoo mendesah nafas lega, begitu juga dengan Jongin.

"Apa mungkin ini Tuan Jongin?" Tanya Junmyeon sambil menujuk padanya. Jongin menganguk dan membalas jabatan tangan Junmyeon.

"Ya, kau bisa memanggilku dengan nama Jongin." Ucapnya. Dia tidak suka dengan kata Tuan yang di tambahkan didepan namanya itu, karena entah kenapa dia terdengar seperti orang tua yang membosankan.

"Kalau begitu kau bisa memanggilku Junmyeon. Mungkin kau sudah tau dari Kyungsoo kalau sedari tadi Sora terus mengigau namamu. Sepertinya kau harus bertemu dengan gadis itu secepatnya." Ujar Junmyeon dengan nada ramah yang membuat Jongin kebingungan.

Apakah pria ini tidak tau siapa dirinya?

"Jadi aku bisa bertemu dengannya sekarang?" tanya Jongin sambil melepaskan jabatan tangannya. Junmyeon menggeleng, dia menatap Kyungsoo sekilas sebelum mengalihkan pandangannya kembali pada Jongin.

"Dia baru saja tertidur, kau bisa bertemu dengannya saat dia bangun. Besok barang kali." Jawab Junmyeon

Kemudian setelah beberapa percakapan dengan Kyungsoo, pria itu meninggalkan mereka berdua. Kyungsoo langsung masuk ke kamar inap Sora dan melihat anaknya terbaring di kasur dengan infusan menancap di tangan kirinya.

Kyungsoo duduk di kursi yang ada di sebelah kiri kasur dan enatap anaknya dengan mata sedih. Untuk sesaat Jongin benar – benar tau bagaimana rasa cinta Kyungsoo pada anaknya, bagaimana kasih sayang seorang ibu yang akan akan pernah berhenti mengalir.

"Sepertinya aku hanya membuang waktumu percuma." Ucap Kyungsoo sambil menatap Jongin dengan ragu. Pria itu menggeleng dan berdiri di sisi lain ranjang, menatap Sora yang tertidur dengan damai.

"Tidak apa – apa." Jawab Jongin masih menatap Sora.

"Tapi kau pasti baru saja pulang dari kantor, seharusnya… maaf." Kyungsoo hanya bisa meminta maaf pada akhirnya. Jongin menggeleng pelan dan menjejalkan kedua tangannya ke saku.

"Aku tidak keberatan bahkan jika harus datang tengah malam sekalipun untuk anak-maksudku untuk Sora. Seperti apa yang aku katakan aku sudah sangat mencintainya." Ucap Jongin sambil tersenyum tipis membuat Kyungsoo hanya menatapnya dalam diam.

"Aku akan mencari makan di luar, kau ingin sesuatu?" tawar Jongin. Kyungsoo hanya menggeleng pelan sebagai jawaban dan kembali menatap Sora. Jongin mengangkat bahunya dan keluar meninggalkan Sora dan Kyungsoo.

Saat Jongin kembali dai menekukan Kyungsoo tertidur di kursi dengan kepala tertunduk pada kasur dihadapannya. Pria itu tersenyum sekilas dan mengambil selimut yang ada di atas sofa dan menyelimuti punggung Kyungsoo.

"Oh, kau masih ada di sini." Ujar seseorang dengan suara pelan dari belakang. Ternyata Junmyeon baru saja masuk. Jongin sudah tau kalau pria dengan kata mata dan seragam dokter itu adalah pria baik – baik.

"Aku tidak bisa pulang." Ucap Jongin sambil menjejalkan tangannya ke saku. Junmyeon kini sudah berdiri di sampingnya, pria itu mengangguk sambil menyilangkan tangannya di dada.

"Tentu saja kau tidak bisa meninggalkan mereka berdua." Ujar Junmyeon mengangguk – anggukan kepala.

"Maaf?" Tanya Jongin yang masih tidak mengerti ke mana arah pembicaraan mereka ini.

Junmyeon menatapnya sambil tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Sora dan Kyungsoo.

"Aku sudah tau semuanya." Jawab Junmyeon masih dengan senyuman yang terlihat di bibirnya.

"Kau, masa lalumu, kalian berdua dan Sora…" Lanjut Junmyeon sambil menunjuk Jongin dan Kyungsoo bergantian. Kemudian pria itu terkekeh pelan. "Kyungsoo masih belum mau mengatakannya bukan?" Tanya Junmyeon.

Sejujurnya Jongin terkejut dengan apa yang di ketahui Junmyeon tapi entah kenapa pria itu masih tetap bersikap tenang seoalah – olah tidak terjadi apapun diantara mereka. Dan Jongin tidak menyangkan Junmyeon memang tau banyak tentang semua masa lalunya bersama Kyungsoo.

"Begitulah." Jawab Jongin sambil menatap Sora. Kyungsoo memang belum mengakui Sora sebagai anaknya tapi tanpa perlu di pertanyakan lagi, dia sudah tau kalau gadis kecil itu anaknya.

"Dia tidak akan bisa terus menyembunyikan hal ini selamanya bukan? Sora perlu tau siapa ayah kandungnya." Ucap Junmyeon sambil menatap Jongin yang berdiri di sampingnya. "Dan sepertinya dia akan senang sekali jika mengetahui fakta itu." Lanjut pria itu sambil tersenyum.

Jongin ikut tersenyum bersamanya. Bukan hal yang sulit untuk membuat Sora menerima dirinya sebagai ayah yang pernah meninggalkan ibunya tapi bagaimana dengan Kyungsoo? Pria itu masih tidak yakin kalau Kyungsoo akan kembali menerimanya dengan mudah, ditambah lagi… ada Junmyeon yang ternyata begitu baik pada Kyungsoo dan juga Sora.

"Aku harap." Ucap Jongin pada akhirnya. Untuk sesaat kedua pria tampan itu sibuk dengan pikirannya masing – masing membuat sebuah keheningan diantara mereka.

"Biar aku memberimu taumu sesuatu." Ucap Junmyeon membuat Jongin bangun dari lamunanya. Jongin menatap pria itu yang memasang wajah serius.

"Kau membuatnya terdengar seperti sesuatu yang penting." Jongin terkekeh membuat Junmyeon mau tidak mau ikut terkekeh bersamanya.

"Apakah ada hal yang tidak penting untukmu menyangkut kedua wanita ini?" tanya Junmyeon sambil tersenyum dan menatap Sora dan Kyungsoo bergantian. Jongin melihat sebuah senyuman terukir di bibir dokter itu tapi kali ini bukan senyuman ramah seperti yang tadi di perlihatkannya. Ini lebih seperti senyuman dengan sebuah makna yang Jongin masih tidak bisa menerjemahkannya.

"Kau tau, Kyungsoo sudah sejak lama memaafkanmu. Mungkin kau juga tau kalau dia tipe wanita yang tidak bisa terus berkutat dalam kebencian dan dendam, tapi apakah kau tau satu hal?" Jongin tidak menjawab dia membiarkan Junmyeon menyampaikan apa yang ingin dia katakan.

"Setiap kali dia melihatmu, mimpi buruknya selalu datang bagai tamu tak di undang dan setiap kali itu juga dia selalu takut jika suatu hari dia harus kembali bertemu denganmu. Dia tak mau semua memori buruk yang pernah di alaminya itu kembali datang dan menggangu kehidupan barunya bersama Sora." Junmyeon mengela nafas panjang dan menatap Kyungsoo yang terpejam. Dia tersenyum tipis dan kembali melanjutkan ucapannya.

"Mereka bagaikan sebuah permata yang keindahannya tak akan luntur sampai kapanpun. Layaknya permata, banyak orang berbondong – bondong untuk mendapatkannya…" Junmyeon mengalihkan pandangannya membuat matanya bertemu dengan milik Jongin. "But only the one who can give them more, will have them at last." Junmnyeon tersenyum penuh arti padanya. Kemudian pria itu kembali menatap Kyungsoo dan terkekeh.

"Sepertinya aku harus pergi. Selamat malam Jongin." Ujarnya tanpa menunggu jawaban Jongin dan meninggalkan pria itu yang hanya mematung di tempatnya.

Jongin bingung dengan apa yang coba di sampaikan oleh dokter itu. Apakah dia baru saja memberi peringatan pada Jongin kalau dia tidak akan menyerah begitu saja? Atau apa? Jongin merasa kepalanya berputar.

Saat Sora bangun dia menemukan sang ibu tengah berdiri menatapnya dan disebelah sang ibu ada Jongin yang tersenyum padanya. Walau lemas anak itu terlihat senang sekali bertemu dengan Jongin. Dia mengatakan kalau dia merindukan Jongin dan pria itu harus meminta maaf karena tidak bisa bertemu dengannya, Jongin mencoba menjelaskan perkejaanya yang menumpuk. Dan untungnya Sora mengerti.

Setiap hari sebelum dia berangkat ke kantor di mampir untuk menengok Sora dan saat pulang dia akan selalu membawakan hadiah – hadiah kecil yang membuat anak itu lebih baik. Sora bukan akan nakal yang sulit makan obat, dia hanya kadang sedikit manja dan harus di rayu. Jongin senang karena Sora selalu menyambutnya dengan senyuman, dia juga akan selalu mendapat sebuah pelukan sebelum dia pergi ke kantor. Walau tadinya dia berharap dia juga mendapatkan sesuatu dari Kyungsoo, tapi setidaknya wanita itu tidak mencoba menjauh saat Jongin mengunjungi Sora dan sepertinya ini adalah sebuah kemajuan.

"Kau harus menurut pada ada yang di katakan ibumu okay?" Ucap Junmyeon saat Sora di ijinkan untuk pulang. Gadis itu mengangguk dan memeluk paman Junmyeon kesayangannya itu.

"Terima kasih Paman." Ucap Sora sebelum turun dari kasur dengan bantuan Jongin.

Pria itu memutuskan untuk sediki terlambat datang ke kantor karena dia ingin mengantarkan Sora pulang. Jika ada yang penasaran tentang hubungan antara Junmyeon dan Jongin, mereka baik – baik saja, sebenarnya Junmyeon yang membuatnya lebih mudah. Pria itu benar – benar bisa memberikan topik menarik setiap kali pria itu mengobrol dan mereka sama sekali tidak membahas hubungan mereka dengan Kyungsoo setiap kali berbicara.

"Terima kasih Junmyeon." Ucap Jongin

"Tidak, tidak, ini sudah menjadi kewajibanku." Jawabnya sambil mengibaskan tangannya. Kemudian dia menatap Kyungsoo, sementara Jongin dan Sora pergi keluar. Jongin bisa mendengar sayup – sayup apa yang di katakan Jumyeon.

"Kau harus menjaga dirimu Soo. Atau kau juga harus masuk ke rumah sakit."

"Aku tau, terima kasih banyak. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika kau tidak ada." Ujar Kyungsoo kemudian Jongin mendengok melewati punggungnya dan ternyata Kyungsoo tengah memeluk Junmyeon.

Jongin hanya bisa bersabar menahan semua rasa sakit yang tiba – tiba saja mendera di hatinya. Dia harus belajar bersabar.

Semejak Sora keluar dari rumah sakit, hubungan Jongin dan Kyungsoo membaik. Wanita itu selalu membukakan pintu untuk Jongin dan membiarkan pria itu bertemu dengan Sora, karena dengan cara itu Sora bisa tersenyum. Entah kenapa Kyungsoo selalu melihat Sora lebih ceria setiap kali dia bertemu dengan Jongin.

Jongin kadang makan malam bersama di sana, kadang mereka juga makan malam berlima dengan Junmyeon. Kyungsoo pikir makan malam bersama dengan kedua pria itu akan sedikit canggung tapi pikiran itu langsung terhapus saat Junmyeond dan Jongin berbicara akrab seolah – olah mereka teman lama dan kadang Sora ikut berpendapat dengan suara lucunya.

Dan Kyungsoo tau, dia tidak akan terus bisa seperti ini. Kedua pria itu membutuhkan kepastian, mungkin ada saatnya dia harus memilih satu dari mereka, tapi Kyungsoo masih tidak bisa berpikir belakangan ini karena setiap kali dia memikirkannya, setiap kali itu juga dia di landa rasa sakit kepala.

Namun belakang ini Jongin jarang seklai datang, begitu juga dengan Junmyeon. Sora kadang merengek ingin bertemu dengan kedua pria itu. Tapi Kyungsoo tidak mungkin membawa Sora ke rumah sakit dan menganggu Junmyeon, akhrinya Kyungsoo mau tidak mau membawa anak ke sayangnya itu ke rumah Jongin.

Ini adalah weekend, Jongin bisa tidur dengan nyenyak hari ini namun sebuah panggilkan menganggu paginya. Ternyata itu Baekhyun, wanita itu mengatakan kalau dia memiliki beberapa berkas yang harus di tanda tanganinya. Dia benar – benar tidak mau keluar rumah saat ini, tapi ini adalah pekerjaan akhirnya dia bangun dan memutuskan untuk mandi.

Setengah jam kemudian Jongin sudah rapi dengan kemeja yang dipadukan dengan celana berwarna hitam. Dia menuju dapur untuk mencari apapun itu yang bisa di makan. Baekhyun kembali menelphonenya memastikan dia sudah bangun dan tidak kembali tidur.

"Demi Tuhan! Baekhyun aku sudah bangun." Seru Jongin dari balik telphone.

Suara bel membuat Jongin mengalihkan langkahnya menuju pintu. Saat membuka pintu dia menemukan Sora dalam gendongan Kyungsoo.

"Paman!" Teriak Sora dengan semangat. Jongin terkejut tapi pria itu tidak bisa menyembunyikan ke senangan dari wajahnya. Dia menyuruh Kyungsoo dan Sora untuk masuk dan menunggu di ruang tamu sementara dia berlari kembali ke dapur.

Kyungsoo masuk dengan ragu ke rumah itu, sudah lama sekali dia tidak menginjakan kakinya ke dalam rumah ini. Terakhir kali dia datang ke sini hanya berdiri di depan pintu memberi tau Jongin kalau Sora masuk ke rumah sakit.

Kyungsoo mengedarkan pandangannya ke seantero ruangan. Tidak ada yang berubah hanya beberapa benda terlihat berdebu dan semua interior masih sama seperti terakhir kali Kyungsoo terlihat bertahun – tahun lalu. Dia menduga kalau Jongin sama sekali tidak menyentuh apapun dan membereskannya.

Sayup – sayup dia bisa mendengar Jongin tengah menelphone seseorang di dapur. Dan entah kenapa Kyungsoo penasaran sekali apa yang dia bicarakan.

"Ayolah Baekhyun, kau bisa menyuruh seseorang untuk mengantarkannya ke sini. Aku benar – benar tidak bisa datang ke kantor."

Baekhyun,

Oh…

Kyungsoo kembali teringan dengan wanita berperwatakan kurus dengan rambut panjang yang menjuntai sampai pinggangnya itu. Sudah lama sekali dia tak bertemu dengan Baekhyun maupun Chanyeol. Yang terakhir dia dengar dari Luhan adalah Chanyeol kembali bersama Baekhyun dan pria itu menitipkan salam pada Luhan. Kyungsoo benar – benar lost contact dengan pria tinggi itu.

"Kau menyelamatkanku Park Baekhyun. Terima kasih." Kyungsoo kembali mendengar Jongin berbicara.

Park Baekhyun.

Park?

Kyungsoo mencoba mengendalikan dirinya dan berpura – pura kalau dia sama sekali tidak mendengar apapun itu. Kyungsoo memusatkan perhatiaanya pada Sora yang sedang menatap ke sekitar ruangan. Dan tak lama kemudian Jongin kembali.

"Paman!" Pekik Sora sambil berlarian ke arah Jongin yang baru saja muncul. Jongin langsung mengangkatnya dengan mudah. "Sora rindu sekali dengan paman." Ucap gadis itu saat berada di pangkuan Jongin.

"Paman juga." Ucap Jongin sambil memeluk gadis itu. Kemudian mereka terlibat percakapan dengan Jongin yang menanyakan kegiatan Sora belakangan ini.

Kyungsoo masih terduduk di sofa, dia kembali mengedarkan pandangannya. Dia baru merasa kalau rumah ini berbeda, seperti tidak ada kehidupan sama sekali. Dia mengira kalau Jongin sudah mendapatkan seorang wanita untuk menggantikannya atau mungkin sekedar menyewa pembantu tapi pria itu sepertinya tidak melakukannya sama sekali. Rumah ini terlihat penuh dengan debu. Hanya beberapa tempat saja yang terlihat bersih.

Dan tak sengaja mata Kyungsoo menatap sebuah laci yang ada di sebelak kanan ruangan tamu. Dulu di atas laci itu terdapat beberapa foto mereka, ternyata foto – foto itu masih ada di sana, namun Jongin membalikan foto itu agar tidak terlihat. Entah kenapa Kyungsoo merasa lega dengan hal itu, karena dia tidak mau Sora menemukannya dan bertanya hal – hal yang tidak ingin dia jawab.

Namun tiba – tiba saja bel pintu berbunyi membuat Kyungsoo langsung mengalihkan pandangannya. Jongin menurunkan Sora dan gendongannya dan berjalan ke arah pintu. Tapi terkejutnya Kyungsoo saat menemukan Baekhyun dan Chanyeol berdiri di sana.

"O-oh, kalian." Ucap Jongin sedikit terbata.

Dan detik berikutnya mata Chanyeol bertemu dengan Kyungsoo. Wanita itu bisa melihat keterjutan di mata pria bertubuh tinggi itu.

"Kyungsoo." Gumam Chanyeol membuat wanita itu mengerjap dan bangkit dari kursi. Jongin menngok kebelangan dan menjauh dari pintu masuk membukakan jalan untuk Chanyeol.

"Oh Tuhan! Sudah lama sekali kita tak bertemu." Ujar Chanyeol yang langsung menerobos masuk tanpa mengindahkan Jongin dan Baekhyun.

Kyungsoo memeluknya sambil terkekeh pelan. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan temannya itu. Detik berikutnya suara Sora terdengar membuat Chanyeol mengengok ke bawah, menatap gadis itu yang menatap heran dirinya.

"Siapa ini?" tanya Chanyeol sambil menatap Kyungsoo heran. Wanita itu menggendong Sora.

"Ananku. Kenalkan dirimu sayang." Ucap Kyungsoo pada anaknya.

"Jeoneun Kim Sora Imnida." Sora mengenalkan dirinya membuat Chanyeol tertawa. Tapi kemudian tawanya hilang saat dia kembali bertatapan dengan Kyungsoo.

"Kau dan Jongin…" Kyungsoo langsung menggeleng sebelum Chanyeol sempat menyelesakan kata – katanya. Wanita itu menggeleng sambil tersenyum penuh arti.

"Sora ingin mengunjungi Jongin." Ucapnya mencoba menjelaskan. "Bukan begitu Sora?" tanya Kyungsoo.

"Ya, Sora sudah lama tidak bertemu dengan Paman Jongin." Jawab anak itu membuat Chanyeol membelalakan matanya.

Pria itu menatap Kyungsoo dengan jutaan pertanyaan di kepalanya tapi Kyungsoo sama sekali tidak mengatakan apapun. Wanita itu mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang sedari tadi diam di depan pintu.

"Kau melupakan seseorang." ucap Kyungsoo sambil memutar tubuh Chanyeol pelan agar menatap Baekhyun yang sekarang menundukan wajahnya. Chanyeol menatap kedua wanita itu bergantian, dan seketika itu keheningan menyapa mereka berempat, sebelum akhirnya Jongin yang mengambil tindakan.

"Sora. Ayo ikut dengan paman. Paman punya sesuatu untuk Sora." Ujar Jongin sambil mengambil Sora dari gendongan Kyungsoo. Wanita itu hanya terdiam melihat Sora lepas dari gendongannya.

"Kalian bertiga duduklah sebentar." Tambah Jongin sambil melesat membawa Sora ke lantai dua.

.

.

.

To Be Continued

LOL! Iya tau kirain ini ending tapi ternyata author kembali berubah pikiran, karena gila banget ini bakal lumayan panjang. Dan kenapa chapter ini agak lama dari yang kemarin… INI KARENA HARUSNYA DI POST MINGGU KEMAREN EH! FILENYA KE HAPUS! KAMPRET GA TUH?

Author sampe marah – marah sendiri karena begonya author ga sadar kalau filenya ke hapus, jadi mau ga mau harus mengetik ulang, padahal file yang kehapus itu udah 20 halaman sekitar 5000 kata lebih. Gimana engga nyesek?! Okay tau lah tau author sendiri yang bego. Iya maaf u.u

Anyway! Kalian jangan benci BYUN BAEKHYUN! DIA GA SALAH! YANG SALAH AKU YANG BIKIN CERITA *apa ini? *mulai bacot ga jelas. Dan buat chapter depan, sepertinya akan sedikit agak ngaret soalnya pada UTS kan? Author juga dong! u.u *males banget dah

But anyway thanks untuk review yang masuk, SEKALI LAGI AUTHOR UCAPKAN TENGKYU SO MACHHH :* I love you guys *Send every readers virtual hug*

Untuk Chapter ini tolong kasih review juga yaAAA :D

Lova ya,

xoxo