Brother

Author : Naruhina Sri Alwas

Naruto Milik Masashi Kishimoto Sensei

Rated : T+

Ganre : -

Warning : Typo(s), EYD, OOC, Newbe, AU, dll.

.

.

.

Chapter 2

Makan Malam

"Hinata-chan, kenapa lama sekali?" tanya Menma saat melihat Hinata memasuki ruang makan.

"Men-Menma-kun." ujar Hinata menundukan wajahnya malu, karena semua orang melihat padanya, dan Hinata tanpa sengaja menatap pemuda pirang yang sudah membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama.

"Hehe... Ku kira kau sakit." ujar Menma lagi menghawatirkan Hinata dan berniat menyusul kalau saja Hinata tidak muncul untuk makan malam.

"A-Aku baik-baik saja Menma-kun." ujar Hinata sambil tersenyum tipis dan duduk di bangku yang kosong, tepat disamping pemuda pirang a.k.a Naruto.

Naruto diam, dia masih meminum pelan jus jeruk yang sudah disediakan, tidak melirik maupun menoleh sejenak kearah Hinata.

"Hai, Naruto..." ujar seorang gadis didepan Hinata, memanggil pemuda disamping gadis itu, Hinata mendongak karena penasaran apa yang akan Pemuda disampingnya katakan.

"Hn." ujar Naruto singkat.

Hinata hanya menatap dua orang itu bergantian, Hinata merasa heran dan canggung.

"Kau ini tidak berubah, kalau kau alergi seharusnya bilangkan?" kesal wanita didepan Hinata, membuat semua orang diruangan itu heran dan ingin bertanya.

"Maksudmu apa? Sakura-chan." Tanya Menma mewakili rasa penasaran semua orang disana.

"Kau ini... Sebagai seorang kakak bahkan tidak tau apa-apa tentang adiknya sendiri." ujar Sakura membuat Menma cemberut.

"Aku ini memang kakak yang tidak berguna." ujar Menma cemberut dan memalingkan wajahnya kearah berlawanan dengan Naruto.

"Sudahlah... Aku hanya bercanda, jelas kau pasti tidak akan tau, karena hanya beberapa orang saja yang tau persis alergi Naruto." ujar Sakura sambil tertawa kecil mengingat teman-teman penjaga Naruto.

"Cih, jadi aku sebagai kakaknya tidak tau apa-apa begitu?" sewot Menma karena Sakura menganggap dirinya tidak termasuk kedalam daftar.

"Sakura." ujar pelan Naruto sambil menyeruput minumannya.

"Hehe... Gomen ne Naruto-kun." ujar Sakura tertawa kikuk karena Naruto sedang menegurnya.

"Hn." ujar Naruto lagi melanjutkan Acara makannya.

"Ne... Naruto-kun, apa aku harus mengundang yang lainnya kesini?" tanya Sakura pelan takut Naruto tersinggung akan ucapannya.

"Hai, mengundang siapa?" tanya Menma yang tidak tahu apa-apa. 'Rasanya aku kakak yang paling tidak tahu apa-apa.' pikir Menma yang kesal karena tidak dipedulikan oleh adik dan teman perempuan Sunanya a.k.a Sakura.

"Yah, Sasuke-kun." ujar Sakura malu-malu.

"Hahaha... Si Uchiha itu." ujar Menma tertawa terbahak-bahak karena Sakura bersemu merah saat mengatakan orang yang disukainya.

"Menma..." ujar pelan Sakura seperti menahan amarahnya.

"Sasuke?" tanya Istri dari Fugaku.

"Eh?" Sakura tersadar sesuatu.

"Kau bilang Sasuke, apa Uchiha Sasuke?" tanya Ibu Itachi itu lagi, penasaran akan jawaban dari gadis yang memiliki warna rambut pink.

"Eh? Bagaimana bibi bisa tau, Sasuke-kun Ucihah?" tanya balik Sakura yang heran, dan kembali duduk nyaman dikursinya.

"Kau ini..." ujar Menma.

"Apa?" tanya heran Sakura.

"Mereka adalah orang tua dari Uchiha Sasuke yang kau cintai itu." ujar Menma sambil melirik Keluarga Uciha, dan tersenyum meremehkan kearah Sakura. "Sepertinya kau akan sulit mendapatkan pangeranmu, dasar gadis kasar." ujar Menma lagi sambil tertawa melihat Sakura menahan amarahnya didepan calon mertuannya.

Sakura adalah orang yang bertugas menjaga Naruto beserta 7 teman yang lainnya, salah satu anggotanya yaitu Uciha Sasuke yang telah mengabdi kepada Naruto sekitar 5 tahun yang lalu.

Ruang keluarga

"Jadi bagaimana gadis manis seperti anda bisa mengenal adikku yang bandel itu?" tanya itachi langsung kepada seorang gadis bernama Sakura.

Mereka diruang keluarga setelah makan malam yang panjang karena ada pertengkaran yang tidak penting antara Menma VS Sakura.

"Itu..." ujar Sakura yang ditatap semua orang termasuk calon mertuannya versi Sakura.

'Ku pikir Sakura-chan kekasih dari Naruto.' pikir salah satu gadis manis yang dari tadi menunduk tidak sanggup mendongak untuk melihat seseorang disampingnya.

"Apa?" tanya gadis berambut kuning a.k.a Ino penasaran.

"Kami bertemu diSuna." ujar Sakura malu-malu.

"Dan ku dengar dia juga akan kemari beserta 6 temannya yang lain." ujar Sakura sambil tersenyum mengingat informasi yang dia dapat tadi pagi.

"Benarkah?" tanya Itachi antusias, dia sudah lama tidak bertemu dengan adiknya. Bisa dibilang setiap tahun hanya 1 kali dan itu hanya 1 minggu dia bersama adiknya. Kataya dia memiliki tugas yang sangat sulit dan berat, sehingga untuk menyelesaikan tugasnya dia hanya bisa datang kerumah 1 tahun sekali.

Sasuke Memilih jalan kebebasan, mencari jati dirinya yang kurang, sehingga dia memberontak dan diusiannya yang ke 11 tahun dia melarikan diri, orang tuanya cemas, dan akhirnya setelah mencari keseluruh Konoha Sasuke datang dan menetapkan akan menjadi seorang pengawal orang hebat, dan sebelum menjadi pengawalnya dia harus berlatih sehingga dia bisa menyelamatkan malaikatnya.

Ingatan masa lalu tentang Uciha Sasuke tidak akan pernah hilang dari benak keluarganya, walaupun dia telah menentukan pilihannya, asalkan dia bahagia keluarganya akan ikut bahagia dengannya.

"Wah, jadi mereka juga ikut." ujar Menma merasa senang karena bertemu teman-teman lamannya, dulu saat dirinya sering kerumah Naruto.

Yamanaka ino adalah cucu dari nyonya Tsunade, jadi nama yamanaka ikut dengan keluarga ayah Ino yang berklan Yamanaka.

t.b.c