Because You're Mine
Author : Aishi Jung
Cast : Yunjae and others
Genre : Romance, little humor, Yaoi, Mpreg
Rate : T
Kau yang tak tahu segalanya. Cukup diam dan jatuhlah kepelukkanku. YUNJAE chap 1 . Mpreg . yaoi
Walau matahari mulai menyingsing tinggi, aku tetap membeku ditempat, aku perlahan menyadari akan banyak yang berubah dihidupku. Aku dapat merasakannya, lengan kekar yang melingkari tubuh polosku dengan sangat protektif ini terlihat nyata—ralat ini sangat nyata hingga membuat mataku berkaca-kaca. Bukan, aku bukan terlalu senang hingga rasanya ingin menangis—kalian ini jahat sekali mentang-mentang aku agresif stalker. sekali lagi bukan huhuhuhu hatiku gundah gulana itu karena ketakutan dapet bogem plus-plus dari pangeranku karena disangka memanfaatkan keadaan mabuknya. Huhu aku sangat ketakutan hingga bergerak saja rasanya sulit sekali. Membayangkan akan dihajar Yunho mengingat kebringasannya membuatku mulai terisak. Sudah hilang semua hal yang pertama ditubuhku, hilang juga kegantenganku hiks aku tidak mau.
Perlahan aku merasakan lengan yang melingkari perutku semakin erat memeluk, membuatku yang masih terisak tak bisa bernafas. Haish! Kejam!
Dengan segala ketakutan, kefrustasian, dan ketidakbisabernafasan, membuatku membulatkan tekad melepas rangkulannya yang membunuhku. Sangat sulit, hingga setelah berpuluh-puluh menit akhirnya tangan itu baru terlepas. Perlahan aku beranjak bangun, memakai semua pakaianku yang berserakan di lantai hotel dan beranjak pergi dengan tertatih. Rasanya tuh sesuatu sekali, ku harap Yunho tak mempermasalahkan ini. Sebesar apapun cintaku pada Yunho, aset wajahku tetap kepentingan yang utama. Pokoknya aku tidak mau kehilangan kegantenganku.
Mata musang itu perlahan terbuka, memperlihatkan kilatan aneh dari sorot tajamnya yang terus memperhatikan tubuh ramping yang melangkah pergi. Seutas seringai terlukis diwajah tampannya.
"I feel so damn love cause you, baby..." pemilik suara itu menjilat pelan bibir atasnya seolah menegaskan sesuatu.
Sudah beberapa pekan terlewat sejak kejadian itu, setidaknya Jaejoong yang sekarang duduk di kelas di salah satu mata pelajarannya itu bisa bernafas lega karena Yunho tak menyadari kejadian malam itu.
"Ah aset mulusku..." lirih bahagia Jaejoong sambil mengelus pipinya tak menyadari dosen dikelas itu yang mengernyit masam.
"Kim Jaejoong! Maju kedepan dan jelaskan materi yang tadi saya jelaskan!" bibir cherry itu reflek cemberut mendengar perintah dosennya yang membuyarkan kebahagiannya. Sungguh, jaejoong kira kuliah dijurusan musik itu hanya akan bertemu praktek saja, ternyata materipun tak kalah banyaknya.
Dengan hati yang terus ngedumel, Jaejoong maju dan menjelaskan ulang materi tersebut berdasarkan praktek yang ia ketahui, karena dari awal kelas dimulai Jaejoong tak memperhatikan dosen jadilah ia menjelaskan menurutnya sendiri. Dan beruntung semua kata yang keluar dari bibir cherry itu berbobot sehingga tak memalukan dirinya. Dan ketika dirasa cukup, Jaejoongpun kembali ke tempat duduknya.
"Jaejoong-ah!" panggilan lirih dari kursi sebelah membuat Jaejoong menoleh, mendapati sosok chubby yang tersenyum lebar.
"Ne, Junsu-ssi? Ada apa?" jawaban dengan intonasi datar itu seolah menjadi dinding kasat yang membatasi niat akrab si chuuby membuat pipi bakpao itu mengembung.
"Sudah ku bilang jangan terlalu formal Jae-ah." Jaejoong hanya menanggapi diam dan kembali menoleh kedepan yang dihadiahi decakkan sebal dari namja imut itu.
"Huh, kenapa jadi Jae-ah yang marah sih. Aku Cuma mau mengajakmu ke Kantin setelah kelas ini selesai. Mau ikut?" ajakkan itu membuat Jaejoong kembali menatap Junsu dan sejenak berpikir. Dia memang selalu bersama Junsu ke kantin untuk mendapatkan informasi tentang Yunho dari teman-teman Junsu yang memang suka bergosip. Tapi hari ini rasanya malas sekali melakukan itu. Jangan pernah berpikir jaejoong mulai muak dengan Yunho, itu tak mungkin terjadi! Jaejoong hanya sebal saja karena akhir-akhir ini setiap ke kantin, informasi yang ia dapat selalu kedekatan pangerannya dengan gadis bernama blablabla yang selalu sukses membuatnya kebakaran jenggot. Kenapa namanya blablabla? Itu karena Jaejoong tak sudi mengingat nama gadis yang akhir-akhir ini memang digosipkan dekat dengan Kinka universitasnya itu.
"Maaf Junsu-ssi, hari ini tidak bisa. Aku mau ke perpustakaan saja." Jawaban itu menjadi akhir dari obrolan mereka karena menyadari pelototan dosen yang membuat badan panas dingin.
Apa kalian berpikir dijam kuliah yang telah berakhir ini Jaejoong berada di perpustakaan? Jawabannya salah besar! karena Sekarang Jaejoong berada ditaman belakang kampus, kembali menstalk Jung Yunho yang memang setelah kejadian malam itu ia tak berani menstalk langsung sosoknya lagi karena ketakutan akan sesuatunya. Tapi Entah kenapa, saat menuju perpustakaan, keinginan untuk melihat Yunho sangat besar hingga ia berada disini.
Tapi Jaejoong mulai menyesal menuruti keinginannya itu, karena akibatnya ia harus melihat pemandangan yang sukses membuat mata doenya berkaca-kaca. Sepertinya gosip itu benar! Ia bahkan melihatnya sendiri. Sosok Yunho yang terkenal dingin untuk pertama kalinya membiarkan seorang gadis duduk sebangku dengannya. Entah mengapa ia merasa sensitif sekali akhir-akhiir ini, apalagi setelah melihat ini, hanya karena begini saja ia sudah mulai terisak.
Apalagi ketika telinganya mendengar mereka mulai mengobrol, isakannya mulai semakin mengeras dan tak mau berhenti walau pada kenyataannya Jung Yunho sangat pasif dalam obrolan itu.
"hiks huhuhuhu hiks hiks..." Isakan penuh lara itu bahkan sampai terdengar di telinga si sosok tampan hingga mata musang yang berkilat-kilat menatap intens sosok Jaejoong yang terlarut dalam tangisnya hingga tak menyadari jika pohon maple tempatnya bersembunyi tak menutupi tubuhnya secara sempurna.
"Miss you baby, come here.. I want eat you..." suara sexy itu membuat wajah gadis disebelahnya memerah sempurna dan juga cukup keras hingga tertangkap di pendengaran Jaejoong. Membuat namja cantik itu melebarkan doenya dan menyentuh dadanya yang berdenyut sakit. Hatinya hancur, cinta pertamanya sudah bertepuk sebelah tangan sebelum diutarakan, membuat kakinya lemas hingga ia jatuh bersandar pada pohon maple. Airmata terus mengalir dari doe itu hingga perlahan kegelapan menelan kesadarannnya karena mengira lirihan sexy pangerannya itu untuk sang gadis, padahal mata musang itu terus tertuju padanya.
Saat mata doe itu terbuka dari keterpejamannya hanya warna putih yangmendominasi penglihatannya. Mata doe itu terus melihat langit-langit hingga mulai berkaca-kaca ketika mengingat pangerannya sudah ada yang punya.
"Jaejoong-ssi kau sudah sadar?" suara yang sangat dikenalnya membuat mata doe itu mengerjap hingga terbelalak lebar ketika menoleh ke samping.
"Uh aku pasti bermimpi melihat Jung Yunho berada disampingku." Pemilik mata doe itu berkata polos dengan airmata yang masih menetes.
"Uljima Jaejong-ssi." Mata doe itu kembali terbelalak lebar ketika merasakan jemari lentik namun besar tangan kanan Yunho yang menghapus airmata di pipinya yang terasa sangat nyata membuatnya kebingungan hingga menangkup tangan itu dengan tangan putihnya.
"Uh Yunho-ssi?"
"Ne, Jaejoong-ssi?" Jawaban dari sosok tampan itu membuat Jaejoong sadar jika ini nyata. Membuat wajahnya bersemu menyadari pangerannya mengetahui namanya.
"Yunho-ssi tahu namaku?"
"Tentu saja, siapa yang tidak kenal sicantik yang berbakat dari fakultas musik. Cantik, kau bahkan selalu tampil disetiap acara di universitas ini." Jawaban dengan penuh keambiguan itu bahkan membuat wajah putih itu semakin merona hingga ia menundukkan wajah. Dan semakin meronalah wajahnya ketika menyadari tangan kiri Yunho yang terus mengelus protektif perut datarnya.
"Jaejoong-ssi aku mau balas budimu karena aku telah mengantarmu ke Rumah Sakit ini."
"Eh?"
"Aku mau balas budimu." Ucapan yang penuh tuntutan itu membuat Jaejoong mengernyit, tapi melihat mata yang mengintimidasi itu membuatnya mengangguk pelan, ada rasa takut yang muncul ketika merasakan aura dominasi dari si tampan.
"Ne, Yunho-ssi minta apa? Jika aku sanggup, aku pasti mengabulkannya."
"Sanggup tidak sanggup, Jaejoong-ssi harus memenuhinya." Perkataan mutlak itu membuat jaejoong kembali mengernyitkan dahinya.
"tap— "
"Tidak ada penolakkan." Suara dingin dengan mata menyorot marah itu membuat Jaejoong menganggukkan kepalanya karena ketakutan.
"Apapun yang Yunho-ssi minta akan aku kabulkan. Jadi apa keinginan Yunho-ssi?"
"Kau sekarang pacarku."
"HAH?"
Tbc
Haloha Minna-san, kembali ketemu dengan Aishi :D
Gomawo buat yang membaca, ngefavorit, ngefollow dan mereview fanfic Aishi di prolog kemarin ini nee. Aishi bener-bener tersanjung sama para reviewer yang bikin Aishi senyum-senyum seneng, terima kasih untuk kesediaan waktu kalian untuk mengomentari fic Aishi ini. Dan makasih para YJS yang udah nerima author new kaya Aishi ini hehe. Jujur ya, Aku sebenernya udah 2 tahun gak nulis cerita. Tapi karena kecintaanku sama YUNJAE aku semangatin diriku untuk nulis dan berbagi fic entah gmana bentuknya ini pada kalian hehe.
Aishi juga minta maaf kalo wordnya Cuma secuil, aku itu emang susah banget kalo disuruh ngetik banyak T.T kalo ada yang bilang alurnya kecepetan, Aishi Cuma bilang piss aja deh. Hihihi oh iya buat masalah flamer Aishi udah tahu secara jelas resikonya. Dan Aishi yang memang sudah memilih ini, gak akan mundur. Well semua memang harus dipertanggungjawabkan, ya kan readers? Itu aja deh dari Aishi, sampai jumpa di post'an berikutnya ne. Jangan lupa tinggalkan jejak biar Aishi kenal kalian. :D
Salam ALWAYS KEEP THE FAITH Readers!
Aishi Jung
