Because You're Mine

Author : Aishi Jung

Cast : Yunjae and others

Genre : Romance, little humor, Yaoi, Mpreg

Rate : T

Dalam satu kejanggalan, terdapat kejanggalan yang lainnya. Dan apa peduliku untuk itu? Peduliku hanya padamu! Chap 2 up

Hari itu angin musim semi terus berhembus, membuatku menggigil diantara keindahannya. Dan aku juga bisa merasakannya, tangan besar yang terus mengelus punggungku seolah mengalihkan perhatianku dari itu. Well, kalian mungkin tak akan percaya, tapi ini benar-benar terjadi padaku! Kalian pasti iri, karena sekarang aku sedang dalam pelukkan Yunho di kursi taman yang biasa di dudukinya. Aku benar-benar tidak menyangka, jika pangeranku ini memiliki badan yang besar dan hangat hingga membuatku teggelam di rengkuhannya walau memang angin musim semi sedikit tidak tahu diri karena terkadang mencolek-colek tubuh seksiku*umma narsis

Ngomong-ngomong soal Yunho, Aku benar-benar dibuat kebingungan oleh lelaki ini, karena sebulan yang lalu setelah menyatakan aku pacarnya*hehe dia langsung menghilang dan baru pagi ini dia muncul lagi dilingkungan kampus. Dan lebih membuatku jantungan lagi, dia muncul di kantin fakultasku yang sangat bersebrangan dengan fakultasnya! Aku masih ingat, muka cengo Junsu, temannya, dan seluruh penjuru manusia di kantin saat melihat seorang Kinka seperti Yunho yang sangat jarang keluar dari sarangnya (Fakultas Bisnis) tiba-tiba muncul dan mencium dengan mesranya diriku yang saat itu sedang duduk dihadapan para yeoja penggosip untuk tujuan muliaku walau Cuma di pipi sih. Aku bahkan masih ingat ucapan Yunho setelah itu, sebelum menyeretku dari kantin yang membuat para Yeoja gigit jari dan melotot bengis.

"Baby, miss you so much. Ayo lanjutkan yang kemarin malam." Sungguh ucapan Yunho membuatku juga cengo mendadak, karena seingatku kemarin malam aku cuma tidur tuh dengan boneka gajahku yang imut-imut.

"My Honey... aku ingin 'menghajarmu'..." kalimat itu langsung menyentakku dari lamunan. Membuatku menatapnya dengan pandangan doe yang berkaca-kaca. Apakah Yunho ingin menghajarku hingga wajahku yang tampan akan jadi tinggal kenangan? Kenapa dia tega sekali, apa salahku? bukankah aku namjachingunya? Bukankah dia yang meminta sendiri! Apa sekarang dia bosan dan ingin mencampakkanku dimusim semi yang indah ini!

"Hiks," dan isakan pun tak terelakan keluar dari bibirku. Rasanya sakit sekali, baru sekali jadian tapi di kencan pertama langsung diputuskan. Hiks eomma Kim! Jongie gak kuat!

Tubuh Jaejoong mulai gemetar karena menahan tangisnya yang mulai pecah, membuat Yunho yang memeluk tubuhnya dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Jaejongnya mengerutkan kening heran.

Dan melotot syoklah mata musang itu ketika mengendorkan pelukannya dan melihat jaejoong yang dianggapnya babynya itu menangis dengan airmata yang sudah kemana-kemana dan tidak lupa ingus yang menyertai.

"Waeyo baby?" lirihan itupun keluar dengan sorot kebingungan walau wajah si pemilik bibir hati itu tetap datar.

"Hiks." Dan hanya isakan pilulah yang menjawab si tampan.

"Ssshh.. uljima ne my big baby..." ucap Yunho dengan wajah yang sedikit melembut, dan kembali merengkuh Jaejoong kepelukkannya.

"Hiks jangan hajar Jongie hukk" tiba-tiba Jaejoong menutup mulutnya membuat Yunho melepaskan pelukannya.

"Jongie?" mata doe yang masih diselimuti kaca-kaca bening itu menatap malu-malu dibalik bulu mata lentiknya membuat lelaki sipredikat Kinka menjilat bibirnya tanpa sadar.

"Itu pangilan eomma hehe..." lirih si namja cantik dengan tawa manis yang tak ditunjukannya pada banyak orang, membuat Yunho tak kuat dan menyesap kuat bibir merah chery itu dalam kecupannya,

"Ughh.." dan si cantik pun menundukkan kepalanya ke dada bidang namjachingunya untuk menutupi rona merah yang mendominasi wajah.

"Wow Jongie, panggilan yang cocok untuk namja yeoppo sepertimu, jadi bagaimana jika kekasihmu ini memanggilmu seperti itu juga? Dan hey kenapa menyembunyikan wajahmu? Apa ini ciuman pertamamu cantik?" suara penuh godaan itupun terlontar, membuat tangan putih itu menggenggam erat kemeja bagian depan kekasihnya menahan rona merah yang semakin menjalar.

"Terserah Yunho-ssi saja,," dan sebenarnya Jaejoong dirundung kebingungan untuk menjawab pertanyaan terakhir dari pangerannya. Tentu saja itu bukan ciuman pertamanya. Bukannkah semuanya sudah diambil dimalam itu? Mengingat itu perlahan Jaejoong menggigit bibir bawahnya,entah ia harus sedih atau senang karena lelaki yang sekarang kekasihnya itu benar-benar tak mengingat kejadian malam itu.

"Ah rasanya kaku sekali Jongie..."

"Eumm?"

"Aku sudah memanggilmu Jongie, apa masih tetap Yunho-ssi?"

"Ughh Ummm Yunh Yunie?" Pangilan dengan mata doe yang mengerjap malu-malu itu memang sangat menggemaskan, membuat Yunho reflek menciumi kedua pipi yang memerah milik kekasihnya itu.

"Aw manisnya sayang," lanjutnya lalu menggit hidung bangir yang juga memerah itu.

"Uh appo, emm Yunie sayang karena Jongie sangat manis jadi jangan hajar Jongie ne?" mata doe itupun berpuppy dengan sorot yang kembali akan menangis jika ditolak membuat Yunho terkekeh dan mengelus lembut surai blonde kekasihnya itu. Jaejoong tetaplah Jaejoong, cinta memang tapi mulus ya harus tetap nomor satu.

"Iya baby, hari ini aku tidak akan 'menghajarmu'. Tapi lain kali aku tidak janji bisa menahan diri." Jaejoong mengangguk senang mendengar perkataan Yunho, diperhatikannya secara intens wajah Yunho yang menatapnya lembut. Yunho memang tampan, tapi walaupun matanya menyorot lembut wajahnya tetap kaku dengan bibir hati yang tersenyum dengan sangat tipis sehingga jika tidak diperhatikan secara intens tidak akan terlihat. Jaejoong kira itu memang bawaan lahir karena ketika menggodanya pun sorot matanya saja yang berubah dengan wajah yang tetap kaku. Ketika menyeringaipun hanya sebelah bibirnya yang naik dengan perubahan raut wajah yang tidak banyak berarti.

"OMONA YUNIEE!" si pemilik bibir cherypun memekik kaget ketika merasakan tubuhnya dianggkat dan didudukkan kepangkuan Namjachingunya yang tampan itu. Bisa dirasakannya tangan kekar itu menyelinap kesela bawah bajunya lalu mengelus lembut perutnya secara langsung tanpa penghalang apapun. Usapan yang lama-lama menjadi pijatan lembut yang membuat pipi si namja cantik bersemu merah.

"Jongie tambah gendut ya? Serasa pegang perut gajah." Jaejoong langsung mendelik mendengar komentar Yunho tentang perutnya yang memang errr... sedikit buncit dan dengan kekuatan berlebih disentaknya tangan besar itu dari perutnya.

"Gak usah pegang-pegang! Ih Yunnie, Jongie gak gendut, nyebelin!"

"Aha Yunie malah seneng kok, artinya Jongie menjaganya dengan baik."

"Menjaga apa Yunie?" kernyit Jejoong kebingungan, memang dia menjaga apa? Perasaan gak dikasih apa-apa deh diawal jadian mereka.

"Menjaga perut Jongie?" dan jawaban dengan penuh nada ejek itu sukses membuat mata Jaejoong kembali membulat galak

"Ih Yunie kok ngejek!" dan pekikan sicantik itu terus berlanjut membuat berpasang-pasang mata menatap iri pada pemandangan yang menyeriakan taman sepi itu.


"Uh masa sih aku gendut?" lirihan penuh nada sebal itu terus terlontar dari sosok yang berdiri didepan cemin yang menampakkan seluruh bentuk tubuhnya yang hanya memakai celana kain sedikit ketat selutut. Bibirnya semakin maju ketika mengelus perutnya yang memang sedikit membuncit.

"Tapi Jongie kan tidak makan sebanyak jiji, kenapa jadi buncit begini?" ucapnya sambil mencoel pelan perutnya yang membuncit dibagian bawah.

Dengan bibir yang masih mengerucut, diambilnya sweter digantungan Hello Kittynya lalu dipakainya sambil melangkah pergi. Disaat akan menutup pintu, dipandangnya pigura dimeja nakas yang didalamnya terdapat seorang anak gadis yang memeluk erat namja mungil. Mereka terlihat bahagia. Senyum sendupun tercipta di wajah namja putih itu.

"Youngie Noona, Jongie rindu." Lirihnya pelan sambil menutup pintu.

Jaejoong terus melangkah hingga menuruti tangga. Dianak tangga yang ke 5 sebelum lantai bawah, langkahnya terhenti, dan menatap diam potret foto seorang gadis yang tersenyum manis sambil menunjuk antusias tumpukan banyak hadiah dimeja sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah kelas.

"Paboya noona..." lirihnya nyaris tak terdengar.

"Jongie?" panggilan itu membuat Jaejoong berbalik dan tersenyum manis.

"Eomma!" teriakknya girang dan berlari memeluk eommanya itu erat lalu ketika mengingat sesuatu yang penting segera di leppasnya pelukan itu.

"Aish hampir lupa! Eomma menurut eomma Jongie gendut tidak?"

"Tidak kok sayang, Jongie tetap sangat cantik dan seksi!" seru Mrs. Kim girang.

"Ish eomma, Jongie itu sangat ganteng! Tapi eomma, perut Jongie kok berisi begini ya eomma?" adu Jaejoong dengan bibir mengurucut sambil melepas sweaternya lalu menunjuk perutnya yang sudah tidak rata lagi.

Dahi Mrs. Kim pun ikut mengernyit melihat perut putra tunggalnya itu yang membuncit dibagian bawah dan ketika melirik dada putranya, semakin mengernyitlah dahi Mrs. Kim melihat dada putranya semakin berisi.

"Jongie seperti hamil saja hihihi..."

"Hyakk eomma! Jongie itu namja tulen, mana bisa hamil! Sudah ah eomma, Jongie jadi lapar gara-gara eomma." Bibir itu pun semakin maju karena ucapan eommanya.

"Aigoo anak eomma ini."

"Hehe..." cemberut itupun berubah menjadi cengiran Jaejoong ketika berlari menuju meja makan, mengabaikan Mrs. Kim yang berkata pelan akan spekulasinya.

"Tapi baby, Jongie sepertinya benar-benar hamil deh."

" Aigoo aigoo ternyata anak eomma yang satu ini sangat nakal hihihi akan eomma seret appa aegya Jongie ke depan altar. Enak saja sudah buat dungdung tapi tak mau bertanggungjawab kekekekek." Dan kekehan Mrs. Kim pun sukses membuat bulu kudu Jaejoong berdiri dan orang yang berada berkilo-kilometer dari rumah itu merasakan firasat buruk. Oh, ternyata Mrs. Kim itu wanita yang sangat menyeramkan. Hwaiting uri appa bear T.T

Tbc

Haloha minna-san. Fiuh lelah rasanya hehe. Aishi sebenernya lagi sibuk banget ni dikejar study-study yang tugasnya belum Aishi selesaikan. Tapi karena reviewnya bener-bener bikin Aishi semangat dan tak ingin mengecewakan ya udah deh Aishi tulis diwaktu yang bener-bener nyekik Aishi ini :(

Well Aishi mungkin bisa telat seminggu untuk post berikutnya karena banyak tes yang menanti Aishi minggu ini apalagi minggu depan Aishi ujian, ada yang merasakannya juga? Huffft Aishi sebenernya males mikirin tes-tes itu, tapi Aishi juga bukan orang yang bisa berleha-leha. Tapi tenang aja, Aishi akan tetep nulis di waktu senggang. Oh iya, wordnya masih pendek ya? Ugh Aishi tadinya mau lanjutin nulis di lain senggang biar panjang dulu baru di post, tapi tugas gak bisa diajak kompromi udah gitu jujur diwaktu senggang Aishi lebih suka baca cerita dari nulisnya u.u

Dan bagi para review, Aishi rasa udah Aishi bales lewat PM. Tapi yang off ini malah Aishi jadi bingung mau bales lewat apa. Apa kalian setuju kalo Aishi balas review disini semua aja? Bukan diPM? Kalo setuju, di post'an selanjutnya Aishi balas lewat sini. Udah segitu aja deh, Aishi bener-bener kecapean. Mau lanjut nyelesaiin tugas dulu, oh iya ini no edit jadi kalo ada kesalahan, Aishi nyengir aja deh. Sampai jumpa lagi semua~ thanks for readers, favoriters, followers, and reviewers my fiction!

Salam ALWAYS KEEP THE FAITH yoyoyo

Aishi Jung